Deadline

"Kita akan membuat apa ya sebagai partner ?" pertanya polos nan lugu dari Jungkook membuatTaehyung nyaris memekik nyaring jika saja otak warasnya melarang keras.

Bagaimana tidak ? Jungkook tidak memikirkan pengajuan proyek ? Yang benar saja! Tidak heran jika tidak penerbit yang mau memberi sport.

"K-kau ini...aku heran kenapa kau bisa memasuki 3 besar komik resmi di webtoon." Gerutu Taehyung tidak habis pikir. Taehyung menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa.

"Bagaimana kau mengambil tema Romance Comedy atau Drama Hurt yang begitu di sukai ?" Saran Taehyung sedikit iba melihat begitu payahnya Jungkook dalam menuangkan ide.

"Aku tak tau. Genre ku sukai hanya Fantasy." Jawab Jungkook polos membuat Taehyung menghela nafas.

"Kau begitu polos. Aku tak yakin kau bisa mengambar gambar erotis." Sindir Taehyung.

"Apa aku harus berlatih gambar erotis Tae-Saem ?" Tanya Jungkook menatap Taehyung sambil memiringkan kepala.

"BUKAN BEGITU MAKSUDKU!" Sanggah Taehyung dengan muka memerah padam. "Aku tak menyangka kau begitu polos dan lugu untuk ukuran anak SMA." Ungkap Taehyung jujur.

"Bagaimana kalau kita menggunakan genre-"

"Aku akan belajar tentang erotis, Tae-Saem!" Ujar Jungkook tiba tiba bangkit dengan penuh semangat.

"B-bukan be-"

"Aku pulang dulu Hoseok-Sunbae, Tae-saem!"

Brak

Pintu ruangan rumah tertutup setelah kepergian Jungkook.

"Tak kusangka kau mengajar hal yang begituan terhadap namja manis, Tae." Goda Hoseok.

"BUKAN BEGITU!" Teriak Taehyung nyaring .

.

"Jim, kau tau cara membuat wanita seksi atau erotis tidak ?" Tanya Jungkook polos nyaris membuat Jimin tersedak air mineral di minumnya.

"Aku tak tahu." Jawab Jimin seadanya.

'Gila nih anak! Biasa polos bin bego kok nanya begituan ya ?' Batin Jimin lalu terlintas di otak kata neneknya dulu.

"Cu, keingintahuan dapat membunuh kepolosanmu."

'Pasti Jungkook begitu! Tidak kusangka kau akan cepat sedewasa ini!' Batin Jimin alay.

"Kau tau aku tidak bisa mengambar jika aku tidak melihat aslinya sendiri." Keluh Jungkook sambil cemberut.

"MAKSUDMU KAU MAU MELIHAT YEOJA TELANJANG ?!" Teriak Jimin beroktaf oktaf membuat telinga Jungkook berdengung seketika. Jangan lupa siswa siswi ang berlalu lalang tiba tiba berhenti dan menatap mereka aneh.

"TIDAK BEGITU PABO! SIAPA YANG MESUM ?" Balas Jungkook tak kalah sengit dan sedikit malu.

"LALU KENAPA KAU BERKATA BEGITU !" Balas Jimin lagi membuat wajah Jungkook tambah memerah malu.

"AKU TIDAK MESUM!" Teriak Jungkook dengan wajah memerah. Setelah berteriak Jungkook pergi meninggalkan Jimin sendiri. Jimin mendengus kesal lalu pergi bodoh amat dengan tingkah Jungkook barusan.

"Jimin bodoh! Padahal aku ingin latihan untuk menjadi partner yang baik bagi Taehyung huh!" Keluhnya lalu matanya tak sengaja menangkap sesuatu pandangan menyesekan hati.

Taehyung dan Irene lagi berdua di bangku taman.

"Kok, si Irene duduk di sebelah Taehyung ?" Tanya Jungkook tiba tiba kesal. Jungkook segera membalikan badan. Baru beberapa langkah kaki Jungkook tak sengaja memijak kaleng bekas.

'Aduh gawat! Bagaimana Taehyung melihatku tadi ?' Batin Jungkook membeku dan tak beranjak sedikit pun.

"Jungkook!"

Deg

Mata Jungkook membulat dengan malu malu dan sangat yakin bahwa itu Taehyung. Jungkook mulai berjalan menjauhi Taehyung seakan kecewa gitu.

"Tunggu Jungkook aku menjelasi-" Belum sempat seseorang mengejar Jungkook, Jungkook langsung berbalik badan tiba tiba membuat omongan seseorang itu terputus.

"Cukup Tae, aku tak- Rose ? Bukannya yang manggil aku adalah..." Omongan Jungkook terputus ketika sadar apa barusan terjadi seketika muka Jungkook memerah padam.

"Jeon Jungkook ? Halo ?" Panggil Yeoja itu sambil melambaikan tangan di depan wajah Jungkook.

"KYAAAA!" Teriak Jungkook selanjutnya yang memekak telinga.

Meanwhile...

"Kau dengar sesuatu Tae ?" Tanya Irene bingung sedangkan Taehyung mengendik bahu acuh tapi dalam hati ketawa melihat tingkah lucu Jungkook.

.

"Jimin-ah~" Panggil Jungkook sambil menggoyang goyang tangan Jimin.

"Kenapa Kook ? PMS ?" Tanya cuek sambil mengetik beberapa bahasa program di notebooknya.

"Ish Aku namja Pabo!" Protes Jungkook sambil merengek.

"Lalu kenapa ?"Tanya Jimin lelah menghadapi tingkah kekanak kanakan sahabatnya in. Pikiran tidak fokus lagi membuat pinching web.

"Ini lebih penting dari Raisa punya tunangan!"

"Bisa tidak Kook jangan ungkit itu lagi ? My heart not rafofo hiks." Seketika Jimin patah hati mengingat idola favorite sudah memiliki tunangan. Maklum walau Jimin rada rada gitu dia suka artis asal Jepang (?) yang satu itu.

"Sensi amat kau min. Aku yang mau curhat bukan kau, Jim!" Keluh Jungkook kesal.

"Ya udah. Kau mau curhat tentang apa ? Tentang model wanita untuk komik porno mu itu ?"

"JIMIN! SUDAH KUBILANG AKU TIDAK MESUM!" Teriak Jungkook menutup kedua mukanya memerah.

"SIAPA YANG NUDUH KAU MESUM KOOK ? LALU BUKAN MESUM UNTUK JULUKANMU APALAGI ?" Teriak Jimin tak habis pikir kenapa Jungkook tidak mau di cap mesum. Di cap mesum juga enggak merugikan ya kan ?

"POKOKNYA AKU BUKAN MESUM!" Teriak Jungkook tetap tak mau di cap mesum.

"WAJAR KOOK ! COWOK SEMUANYA MESUM!" Ujar Jimin kesal dan agak sedikit dongkol.

"TAPI KAU YANG PALING MESUM DI ANTARA SEMUA ITU!" Tetap tidak mau di bilang mesum

"MWO ?" Ujar Jimin terkejut. Tidak ada angin tidak ada hujan kok Jungkook menuduh dirinya paling mesum.

"BERHENTI!" Teriak namja pucat tiba tiba di antara mereka berdua.

"Bisa tidak kalian tidak berteriak teriak ? Bukan kalian saja punya kuping kami juga. Kalau kalian mau bertengkar tentang hubungan jangan di sini, di hutan aja sana!" Ujar Sunbae ber-tag Min Yoongi itu menatap Jimin dan Jungkook bergantian.

"SIAPA JUGA MAU JADI PACAR DIA!" Teriak Jimin dan Jungkook serempak sambil menunjuk.

"Sudah cukup. Setelah pulang sekolah kalian punguti sampah di halaman belakang sekolah!" Perintah Yoongi arogan dan ketus.

"Tapi sunbae ...," Protes Jungkook. Bayangkan halaman belakang sekolah itu luas dan terkenal angker Jungkook sih tidak apa tapi Jimin ?

"Tidak ada tapi tapian! Kalau kalian melawan petinggi Osis kalian akan masuk kedalam buku hitam!" Ujar Yoongi dingin.

"Bilang saja kau cemburu, Sunbae. Aku tidak akan menduakanmu kok." Goda Jimin membuat Jungkook keselek.

'Sejak kapan dia bisa sealay ini ?' Batin Jungkook horror.

Kretek kretek

Yoongi meremas remas buku buku jari berancang rancang untuk membina atau membinasakan ? adik tingkat alay di depannya ini.

Sedangkan Jungkook hanya nitip doa saja supaya mati Jimin tidak terlalu sakit. Itu aja cukup. Jahat sekali kau Kook -_-

"PARK JIMIN KEMARI KAU!"

"AMPUUUN KAN DIRIKU DINDA! OH NO!"

"JANGAN LARI KAU SETAN MESUM!"

"KAU ISTRI SETAN MESUM SUNBAE KYAAA"

Jungkook semakin sweatdrop jadinya.

"Jungkook. Ada yang ingin bicarakan padamu."

Jungkook tau siapa yang berbicara ini. Suara yang membuatnya sedikit sial hari ini.

.

.

.

TBC

Author's note :

Hai reader atau silent reader yang masih membaca ff ini sorry lama sekali updatenya tapi Lenka janji akan seperti dulu lagi yaitu rajin update. Jika kerasa agak aneh atau emang aneh dari chap sebelum ke chap ini harap maklum ya, ide tiba tiba nge-lost 'kan kamfret namanya -_-