Title: My "Human Traffic Light"
Cast: Jin, Namjoon, Taehyung, Jimin #JinMin #NamMin #VMin (slight: Yoongi, Hoseok, Jungkook)
Lenght: Mini Chapter Part
Rating: 15+
Author: Tae-V [Line KTH_V95, Twitter KTH_V95]
Dan Taehyung terkejut, melihat siapa yang tengah berdiri dihadapannya saat itu.
Sang pria mungil berambut hitam pekat, sepekat langit malam itu.
Kedua bola mata kecil milik pria bertubuh mungil itu membulat dengan sempurna, tidak mempercayai apa yang baru saja disaksikannya secara langsung!
"Park... Ji... Min..." gumam Taehyung saat melihat sosok dihadapannya itu.
"Semengerikan inikah memang dirimu sesungguhnya? Kim Taehyung... Lampu merah... Semengerikan inikah dirimu hingga tega membuat nafas seseorang berhenti seperti ini?" gumam Jimin, kedua matanya mulai meneteskan air mata.
Hati kecil Taehyung goyah melihat sosok Jimin yang menangis dihadapannya, namun egonya kembali menguat.
"Bukankah sudah kubilang sejak awal? Jangan pernah mencari masalah denganku..." gumam Taehyung sambil menatap tajam ke arah Jimin.
"Kau memang persis seperti lampu merah, Kim Taehyung... Berhenti... Kau membuat nafas mereka berhenti jika bertemu denganmu..." gumam Jimin.
"Jangan samakan aku dengan traffic light! Aku bukan benda mati, imma!" bentak Taehyung.
"Selama ini, sejak kecil aku belajar tentang rambu lalu lintas dan lampu lalu lintas... Namun tak kusadari bahwa di dunia ini juga ternyata ada manusia lampu lalu lintas... Kalian bertiga... Human traffic light..." gumam Jimin lagi sambil menatap wajah Taehyung.
Taehyung menatap Jimin dalam diam. Penasaran apa lagi yang akan dikatakan Jimin padanya.
"Dan diantara ketiganya, kau memang paling mengerikan... Lampu merah.. Berhenti..." gumam Jimin.
Taehyung terus menatap Jimin tanpa membuka suara sedikitpun.
"Haruskah saat ini juga, nafasku berhenti ditanganmu?" gumam Jimin.
Taehyung benar-benar tidak mengerti dengan dirinya! Biasanya, jika ada yang melihatnya membunuh seseorang, sudah pasti ia akan segera menghabisi orang itu!
Namun kali ini, Taehyung sama sekali tidak memiliki sedikitpun keinginan untuk melukai Jimin.
Taehyung sama sekali tidak terpikirkan untuk menghabisi Jimin seperti korban-korban sebelumnya.
"Aku selalu berusaha mempercayai, bahwa kalian tidak seburuk yang dibicarakan orang-orang di sekitar sini...Aku selalu percaya, kalian adalah orang-orang baik... Makanya aku ingin bersahabat dengan kalian..." sahut Jimin.
"Lalu? Setelah melihatku secara langsung seperti ini, kau takut padaku? Kau menyesal mempercayai kami? Kau menyesal menganggap kami sahabat?" sahut Taehyung sambil menatap tajam ke arah Jimin.
Menunggu jawaban dari mulut pria brambut hitam pekat itu.
Jimin tidak menjawab pertanyaan Taehyung. Ia justru bertanya kepada Taehyung, "Lalu, apakah malam ini nafasku benar-benar akan berhenti di tanganmu, Taehyung a?"
Taehyung menatap Jimin sejenak, kemudian berjalan ke arah Jimin.
Tepat di depan wajah Jimin, Taehyung berbisik dengan nada sangat dingin, "Pergilah selama aku masih baik padamu... Dan jangan pernah lagi mencoba muncul dihadapanku jika kau ingin selamat..."
Taehyung kemudian berjalan menjauhi Jimin.
Membiarkan Jimin terdiam membeku, menatap mayat mengenaskan yang terbaring tak jauh dari hadapannya.
.
.
.
Jimin duduk dalam kamarnya, jantungnya berdetak cukup cepat.
Sebelum pergi, ia menyempatkan diri menelepon ambulans agar segera ke tempat tadi ia melihat Taehyung membunuh seseorang, karena bagi Jimin, setidaknya pria itu dapat dimakamkan dengan layak.
Jimin memejamkan matanya, dan adegan itu kembali terputar dalam ingatannya.
Suara Taehyung. Suara pria itu.
Suara pukulan dan teriakan.
Adegan pembunuhan yang cukup sadis bagi seorang bocah sepolos Park Jimin.
Jimin benar-benar tidak bisa tidur semalaman itu.
"Untung saja nyawaku masih selamat..." gumam Jimin sambil mencoba memejamkan matanya untuk tertidur namun tetap saja adegan pembunuhan itu tak juga hilang dalam benaknya.
Dan juga, wajah seorang Kim Taehyung, sang pria berambut merah terang itu. Wajahnya terus muncul dalam benak Jimin.
.
.
.
Seminggu berlalu sejak kejadian malam itu, dan Jimin tak pernah lagi terlihat muncul dihadapan ketiga Kim Brothers.
Malam itu setelah Jimin memergoki Taehyung membunuh seseorang secara langsung, Taehyung menceritakan kepada Jin dan Namjoon, dan mereka berdua merutuki Taehyung karena membuat Jimin ketakutan.
Jin mulai merasa frustasi karena sudah seminggu ini ia tidak melihat Jimin sama sekali.
Jin pergi menemui seorang pria yang baru saja ia pacari kemarin. Sebenarnya Jin mengajak pria itu berpacaran hanya karena Jin stres tidak melihat Jimin beberapa hari belakangan ini.
Jin berpikir, jika ia berkencan dengan orang lain, mungkin ia bisa melupakan Jimin.
Jin dan pria itu terlihat sangat romantis. Mereka menonton film berdua di bioskop, kemudian makan siang di rumah makan mewah.
Sepulang kencan, pria itu memaksa Jin untuk menemaninya tidur di hotel, namun Jin menolaknya karena mood Jin memang sedang tidak bagus.
Jin masih terus memikirkan Jimin, sementara pria itu terus memaksa Jin untuk berhubungan badan dengannya.
Hari sudah sangat malam, dan mereka berdua tengah bertengkar di sebuah lorong jalan yang gelap dan sepi, karena pria itu berharap, tempat gelap dan sepi seperti itu dapat menimbulkan keinginan bagi Jin untuk bercinta dengannya.
"Hyeong, jika kau tidak mau meniduriku, aku akan mengatakan kepada orang-orang bahwa kau membullyku..." sahut pria itu.
Spontan emosi Jin memuncak mendengar pria itu berani-beraninya mengancam.
"Kau pikir kau siapa? Kau kuajak berpacaran, lalu kau jadi besar kepala? Kau pikir aku mengajakmu berpacaran karena aku mencintaimu? Kau salah... Aku mengajakmu berkencan karena bosan tidak ada kerjaan.." gumam Jin sambil menatap tajam ke arah pria itu.
"Akan kuceritakan bahwa kau memang sekejam yang dibicarakan oleh orang-orang!" sahut pria itu sambil berjalan menjauhi Jin.
Jin refleks menarik tangan pria itu, kemudian ia mendorong tubuh pria itu ke tembok jalanan.
"Apa yang kau inginkan dariku?" gumam Jin sambil menatap tajam pria itu.
"Aku ingin bercinta denganmu... Itu saja... Karena aku sudah lama diam-diam mencintaimu!" sahut pria itu.
Jin langsung melumat kasar bibir pria itu hingga pria itu nyaris kehabisan nafas.
"Sudah, kau puas?" gumam Jin.
"Tiduri aku, hyeong... Aku ingin tidur dalam pelukanmu..." gumam pria itu.
"Aku sudah bilang, aku tidak berniat menidurimu!" sahut Jin sambil menampar sangat keras pipi pria itu hingga pria itu terjatuh ke tanah.
"Jangan pernah memancing emosiku... Kau seharusnya tahu seberapa bahayanya aku jika emosiku sudah memuncak!" sahut Jin sambil menendangi pria itu.
Pria itu merintih kesakitan. Jin berjongkok tepat dihadapan pria itu.
"Apa kau pikir aku bisa meniduri sembarang orang? Aku tidak sekotor dirimu, jalang!" sahut Jin sambil memukul kepala pria itu dengan sebuah batu yang besar dan tajam.
DUG!
Darah mulai mengalir dari kepala pria itu.
"Arghhhhh..." Pria itu terus berteriak kesakitan.
"Kau tahu? Ada yang pernah mengatakan padaku, bahwa aku seperti lampu lalu lintas berwarna kuning yang artinya hati-hati... Kau harus berhati-hati jika bersamaku.. Karena aku bisa kapan saja menyiksamu seperti ini... Cih!" sahut Jin sambil meludahi wajah pria yang tengah kesakitan itu.
Jin kemudian berjalan pergi meninggalkankan pria itu sendirian dalam lorong yang gelap sampai pria itu tak lama kemudian meninggal karena kehabisan darah.
.
.
.
Sudah hampir dua minggu berlalu sejak kejadian malam itu, namun Jimin masih juga tidak memunculkan batang hidungnya dihadapan ketiga Kim Brothers.
"Ada apa dengan Jimin?" gumam Namjoon.
"Aku merindukannya..." gumam Jin.
"Aku rasa ia tidak akan menemui kita lagi.." gumam Taehyung.
"Tidak... Bukankah ia bilang ia percaya pada kita? Ia pasti akan kembali kesini.." gumam Namjoon.
"Wajahnya malam itu sangat syok.. Aku yakin ia trauma dan ketakutan saat ini..." gumam Taehyung dengan wajah arogannya. "Sudah kubilang, jangan berani-beraninya mendekati geng Bangtan..."
Jin menatap Taehyung. "Mengapa kau sebegitu bencinya pada Jimin?"
"Bukankah aku selalu seperti ini kepada siapapun?" sahut Taehyung sambil memejamkan matanya. "Kalian berdua yang gila, bagaimana mungkin kalian bisa jatuh cinta secepat itu kepada seorang pria bodoh seperti Jimin..."
"Namjoon a, coba kau cari tahu rumah Jimin.." sahut Jin, mengacuhkan ucapan Taehyung.
"Jangan dekati pria bodoh itu! Jika ia masih mau bersahabat dengan kita, bukankah seharusnya ia yang mencari kita?" gumam Taehyung, masih sambil memejamkan matanya.
"Aku ingin memeluknya saat ini... Ia pasti sangat ketakutan..." gumam Namjoon.
KREK~
Suara pintu terbuka.
"Siapa yang bilang aku sedang ketakutan?" sahut sebuah suara yang berasal dari pintu masuk.
.
-TBC-
reply for review:
Tiffietweety : fiuuuh~ untung chim ga diapa2in ya chan? wkwkw XD
Jiminowt : salam kenal nowt/? :) baru pertama kali liat idmu di kotak review saya /jabat tangan/ thx udah nyempetin baca dan review ya :) wkwkw karena ganteng jd gpp kasar ya? :p thx semangatnya ya :)
bities : finally we meet again :) udah lama ga liat idmu hehehe~ tuh reaksinya udah ada kan :) jiminnya polos2 positif thinking gt ya? bikin gemes/? masa sih ditunggu? whoaaa~ jadi terharu~ gumawo pujiannya {}
Key0w0 : sebelumnya udah pernah review ff saya belum ya? kayaknya pernah tau id ini :) gpp br sempet review yg penting nyempetin baca udah makasih byk :) here lanjutannya :)
chyu : nammin nya kan byk justru disitu, tiap jimin sakit ati selalu ada nammin moment XD
Lia567 : wkwkw kependekan ya lia? mian :(
kumiko Ve : eaaaa~ :) VMin shipper mulai bermunculan/? XD
amiracarlin2 : puasa ra, jangan bahas makanan dulu XD mau saya buat yoonmin aja ah/? wkwkw here lanjutannya ra :)
jungie nuna : jin sama jungkook aja mending biar berantem lagi sampe ugd/? XD drpd dikandangin mending dimasakin buat buka puasa nun hehehe~
Soyu567 : walah serem kalo ayahnya jimin mah XD itu figuran doang yg numpang lewat trus mati di tangan taetae XD
minsookim : eh iya kamu br ini ya soo baca yg ff ini? XD kangen tau sini peluk/? lupa lg puasa ga boleh aneh2/? XD mantan majikan wkwkw XD thx semangatnya :)
hyora : "Emg siapa sih yang ga suka sama ff tae yg super keren* ini" eciaaaaat~ /pingsan saking terharunya/ thx bgttttt hyo selalu suka sama semua karya saya /deep bows/ tuh ada ff baru lagi "Beauty Affair" silakan dibaca ya, jrng2 saya bikin yoongi jadi uke loh XD
Mbee : kalo psiko mah ngebunuh org malah ngerasa puas mbee XD yg rambutnya item disini siapa lagi selain jimin wkwkw selamat anda dapet coklat, silakan diambil ke minimarket terdekat jangan lupa bayar di kasir XD
Jelita Jung : serem liat kasus cangkul itu :( jgn2 itu cangkul kamu ya jung? hehehe~ sianida buat saya? maaf saya puasa XD
AzaleARMY957 : belum baca ff saya yang mystery of bangtan village? itu byk bgt adegan penampakan hantunya za, coba dibaca :) klo Bangtan Fear Street masih di otak belum keketik XD thx pujiannya za :)
Jinjin22 : masa sih? lah saya kira semua auhtor emang pasti reply semua review readers waks~ lebih menuntut maksudnya? /mikir keras/ gara2 sering foto2 sama Jin yak? wkwkw XD FREE castnya siapa itu? klo saya dari pertama liat MV Save Me langsung ngeh klo mereka kayak human traffic light XD
kumiko Ve : hayoooo~ tae kapan hayooo :)
HERE AGAIN NEXT CHAPTER~ Sekali lagi mohon maaf kalo ff nya ga sekeren prologuenya /deep bows/
Dan selalu saya berharap ff ini masih bisa menghibur readers semua walaupun mini chapter dan ga panjang tiap chapternya :)
Dan di FF ini kembali terjadi "Dimana reply for review justru lebih panjang dari chapter FF nya, dan hanya tae-v yang bisa begini~" karena chapternya pendek bgt wkwkw maapkeun ya all /bows/
Thx bgtt bgtt buat semua dukungan, masukan, saran, pujian, semangat, dan semua reviewnya :)
Terus dibaca sampe end ya, karena 2 chapter lagi FF mini chapter ini end :)
Jangan lupa reviewnya ya all~ /bows/
Btw, mau ngasihtau, saya kemarin ada post new FF four shoot, jadi cuma 4 chapter, dan saya post 1 chapter tiap minggu di hari rabu insya allah, silakan dibaca juga ya all, saya udah berusaha manjangin chapter loh di FF itu tapi kalo dirasa masih pendek ya maapkeun :)
"BEAUTY AFFAIR - KookGa KookMin KookHope NamYoon JinYoon"
Jarang-jarang kan saya bikin ff Yoongi jadi uke? hehehe~ selamat membaca ya :) semoga menghibur :) /bows/
