Xoxo…xoxo…xoxo… Yeah…

Dering posel merah jambu itu berbunyi nyaring untuk membangunkan pemiliknya. Tapi, sang pemilik enggan membuka matanya hanya untuk sekedar mengangkat teleponnya. Dering ponsel tidak juga berhenti, dan mau tidak mau si pemilik membuka matanya dan mengarahkan tangannya untuk mengambil posel yang ada di nakas putih di samping ranjangnya.

"Yeoboseyo?" sahutnya khas seperti orang yang bangun tidur.

"Baek, kau tidak apa-apa?" jawab orang di seberang sana.

"Nuguseyo?" tanyanya lagi. Karena ia mengangkat ponselnya tanpa melihat siapa yang menelponnya.

"Baek… ini Jongdae," kesal Jongdae karena Baekhyun tidak mengenali suaranya.

"oh… ne… Jongdae. Ada apa?" Baekhyun melebarkan matanya dan melihat layar ponselnya. Dan ia langsung duduk bersandar pada kepala ranjangnya.

"apakah kau baik-baik saja? Chanyeol menelponku tadi malam. Katanya kakimu bengkak dan perlu izin untuk tidak masuk kerja," ujar Jongdae dengan nada khawatirnya.

"aku baik-baik saja Jongdae-ah, kakiku juga sudah membaik dan aku bisa bekerja nanti. Chanyeol saja yang terlalu melebih-lebihkan. Huh…" sahut Baekhyun dengan sedikit kesal.

"Jinjja… kau sudah tidak apa-apa. Hah… syukurlah kalau kau sudah baik-baik saja. Aku mengkhawatirkanmu dari semalam. Tapi Chanyeol menelponku, katanya kau ada di apartemennya tadi malam. katanya lagi kakimu bengkak dan perlu izin tidak masuk kerja," ujar Jongdae lagi.

"sudahlah… aku tidak apa-apa. Nanti aku masuk kerja, dan terima kasih kau sudah mengkhawatirkanku Jongdae-ah. Aku tidak tau kalau kau begitu perhatiannya kepadaku," ujar Baekhyun sambil terkekeh menggoda bos sekaligus sahabatnya itu.

"ck!" jongdae berdecak mendengar perkataan Baekhyun barusan. "masih untung aku mau mengkhawatirkanmu, pabbo! Hahahaha…" lanjut jongdae lagi disambut dengan tawanya. "Yasudah, ku tunggu kau nanti di kafe."

"Ne…" jawab baekhyun dan ia segera mematikan sambungan teleponya.

"haahh…. Aku harus bersiap-siap kerja sekarang," ujarnya bermonolog sendiri sambil menurunkan kakinya dan ia sedikit meringis karena kakiny masih sedikit terasa sakit. Ia berjalan ke kamar mandi dengan tertatih. Lalu hanya terdengar suara shower dari apartemen itu.

.

.

.

.

.

Mobil sedan hitam tiba di depan Black Café, dan sang pemiliknya turun dari sana. Segera ia masuk ke dalam kafe dan menyapa para pegawai disana yang sedang bersiap untuk membuka kafe. "Anneyong," sapanya saat ia membuka pintu kafe.

"Ne.. selamat pagi Kwajangnim. Apakah Anda sudah baik-baik saja?" sapa salah seorang pegawai di kafe itu.

"ya, aku sudah baik-baik saja. Terima kasih sudah mengkhawatirkanku," jawabnya dengan senyuman manisnya. Dan ia segera masuk ke dalam ruangannya. Dan melihat ada Jongdae juga Chanyeol sedang duduk di sofa dalam ruangannya.

"oh, Baek. Kau sudah datang? Kami menunggumu dari tadi, padahal kalau kau tidak datang juga ingin ku suruh Chanyeol menjemputmu di apartemen," ujar Jongdae bertanya sambil menggoda Baekhyun.

Baekhyun langsung menatap kea rah Jongdae dan berdengus kesal pada sahabatnya itu. bisa-bisanya ia berkata seperti itu dihadapan Chanyeol. "ya, aku sudah sampai. Dan tidak perlu repot menjemputku karena aku bisa membawa mobilku sendiri. Dan buktinya aku sudah sampai dengan selamat di sini sekarang," ujar Baekhyun kesal lalu ia langsung duduk dikursi depan layar komputernya dan menyalakannya.

"eeeiiii… aku hanya bercanda Baek baby. Jangan dianggap serius. Hei, bergabunglah dengan kami disini kenapa langsung ingin bekerja. Sebegitu cintanya kah kau pada pekerjaanmu," kata Jongdae sambil terkekeh.

Baekhyun hanya mendengus mendengar perkataan bosnya itu. Tapi ia menuruti perintah Jongdae untuk segera bergabung duduk dengan mereka. Dan Baekhyun langsung bertatapan dengan Chanyeol, ia merona mengingat obrolannya dengan Chanyeol kemarin.

"apakah kakimu sudah baik-baik saja?" Tanya Chanyeol sambil menatap kea rah bawah kaki Baekhyun dan melihat gadis itu menggunakan flatshoes berwarna putih dengan pita cantik menghiasi sepatu itu. Ia tersenyum gadis itu menurutinya untuk tidak menggunakan stilettonya itu dulu untuk sementara.

"ya, aku sudah baik-baik saja. Terima kasih untuk kemarin," jawab baekhyun sambil tersenyum manis kepada Chanyeol.

"hei, apa yang kau lakukan pada Baekki kemaren Yoel? Kenapa ia tersenyum sangat manis kepadamu, sedangkan dengan ku tidak," ujar Jongdae langsung memotong pembicaraan Chanyeol dan Baekhyun.

Baekhyun langsung menatap kea rah Jongdae dan memberikan tatapan mematikan kepada pria itu. Sedangkan, Chanyeol hanya terkekeh mendengar perkataan Jongdae barusan. "aku tidak memberikan apa-apa kepada Baekhyun. Hanya saja kemarin ia sudah mau terbuka kepadaku. Tapi sayang sekali ia masih tidak memercayaiku " jawab Chanyeol tersenyum manis sambil menatap Baekhyun yang ada di hadapannya.

"iisshh… kalian berdua sama-sama menyebalkan," kesal Baekhyun sambil bangkit dari duduknya karena kesal Jondae dan Chanyeol menggodanya. Tapi, ia juga malu mengingat perkataan Chanyeol. Bukannya ia tidak mempercayai pria itu, hanya saja ia masih trauma dengan masa lalunya apalagi dengan perlakuan Kris terhadapnya dulu.

Baekhyun duduk di meja kerjanya dengan kesal dan langsung mengerjakan laporan yang ada dimeja kerjanya. Tanpa sadar Chanyeol menatap Baekhyun dengan pandangan yang sendu, Karena Baekhyun kemarin tidak langsung menjawab pertanyaan Chanyeol dan ia pergi dari apartemennya.

Flashback

"kalau aku katakan padamu, 'aku tulus padamu, Byun Baekhyun'. Apa kau akan mempercayaiku?" Chanyeol bertanya sembari tatapan sayu dari kedua bola mata kelabunya jatuh tepat di kedua manic mata Baekhyun.

Lagi-lagi, jelmaan Dewa Hermes di depan Baekhyun saat ini membuat gadis itu membatu. Hatinya bersorak-sorai seperti ada pawai yang sangat meriah. Tapi, ia tidak sanggup menjawab pertanyaan Chanyeol, kecuali jika ia boleh membalasnya hanya dengan sebuah senyuman tulus yang mengembang di bibirnya. Namun, lagi-lagi wajahnya tidak melukiskan ekspresi apapun.

Kali ini Baekhyun benar-benar kalut.

Baekhyun menatap mata Chanyeol mencari kebohongan dari situ. Tapi tidak ada, dia benar-benar melihat ketulusan dari mata pria itu. Baekhyun sebenarnya sempat tergugah pada pria itu. Tapi segera ditepisnya pikirannya itu. Ia masih belum bisa menerima siapapun untuk masuk ke dalam hatinya untuk sekarang. Entah kapan dia bisa, yang jelas untuk sekarang ia memang sedang tidak ingin menjalin hubungan dengan pria manapun.

"maaf Chanyeol, aku harus pergi sekarang. Terima kasih karena sudah menolongku hari ini," Baekhyun langsung menolehkan kepalanya kesamping memutuskan kontak matanya dengan Chanyeol. Dan ia langsung berbalik untuk segera meninggalkan pria dan apartemen itu sekarang juga. Tapi, ia langsung tertarik lagi kebelakang, karena merasa tangannya ditarik. Dan Chanyeol-lah pelakunya yang menarik tangannya hingga ia langsung kembali berhadapan dengan pria itu. Dan gadis itu langsung tenggelam kedalam dada bidang pria tinggi itu.

"kenapa kau tidak menjawabnya Baek, aku sungguh tulus mengatakannya padamu. Apa kau tidak percaya kepadaku? Ku mohon Baek, aku tidak akan berlaku seperti pria masa lalu mu itu. Aku akan menjagamu dan membuatmu aman untuk berada di dekatku. Ku mohon percayalah padaku," ujar Chanyeol yang memastikan agar baekhyun percaya kepadanya. Tidak peduli Baekhyun yang mendengar degup jantungnya yang terasa ingin keluar dari tubuhnya.

"Mianhe, aku hanya belum bisa membuka hatiku saja sekarang," ujar Baekhyun lirih tapi tetap terdengar oleh Chanyeol. Dan pria itu semakin mengeratkan pelukkannya kepada baekhyun dan memejamkan matanya erat.

"Aku bisa menunggumu baek," Ujar Chanyeol sambil mendorong bahu Baekhyun untuk menatapnya dan meyakinkan gadis itu dengan perkataannya. "Jja… baiklah kalau begitu, kau harus pulang sebelum terlalu malam," perintah pria itu langsung kepada baekhyun sambil tersenyum manis untuk menutupi kekecewaannya karena baru saja ditolak oleh gadis didepannya itu.

"ehmm… aku harus segera pulang sekarang. Terima kasih karena sudah menolongku tadi," ujar gadis itu menatap Chanyeol dengan tatapan yang tidak bisa diartikan olehnya sendiri. Entahlah, dia hanya merasa bersalah kepada pria di hadapannya saat ini.

"ya itu sudah menjadi kewajibanku untuk menolongmu. Kalaupun Jongdae berada disitu tadi, dia pasti akan juga langsung menolongmu. Nah, kalau begitu ku antar kau ke mobilmu. Jja," jawab pria itu sambil membalikkan badan baekhyun dan mendorongnya untuk segera pulang.

.

"hati-hatilah dijalan, dan besok jangan dulu memakai sepatu hak tinggimu itu dulu. Supaya kakimu tidak bertambah parah nantinya," nasihat Chanyeol pada baekhyun saat gadis itu masuk kedalam mobilnya.

"baiklah, dan terima kasih sekali lagi," jawab Baekhyun dengan senyum manis dan ia langsung menutup pintu mobilnya. Tidak lama mobi itu meninggalkan basemant apartemen Chanyeol.

Chanyeol hanya menatap sendu kearah mobil yang perlahan menjauh itu. "ya, ku harap kau cepat membuka hatimu untukku baek," monolog pria itu pada dirinya sendiri. Dan ia langsung berbalik untuk segera masuk lagi kembali ke apartemennya setelah memastikan mobil sedan hitam baekhyun telah hilang dari pandangannya.

Flashback off

.

"Hei, baek. Bagaimana kalau nanti kita makan siang bersama diluar," perkataan Jongdae yang langsung mebuyarkan lamunannya mengingat kejadian kemarin.

"Oh, ne… nanti kita makan siang diluar," sahut Baekhyun cepat kepada Jongdae.

"Baiklah kalau begitu, aku harus kembali ke ruanganku. Dan Chanyeol-ah kau mau ikut atau ingin tinggal disini dulu," ujar Jongdae sambil bertanya kepada Chanyeol yang terlihat seperti bos yang tegas. Jantung baekhyun langsung berdegup mendengar perkataan Jongdae. 'Ya Tuhan, semoga saja dia ikut pergi dengan Jongdae si dinasaurus itu,' batin Baekhyun dalam hati.

Chanyeol terdiam sebentar untuk memikir. "Aku ikut denganmu," jawab Chanyeol langsung.

'syukurlah,' baekhyun menghembuskan nafasnya lega. Dan tak lama ia mendengar pintu ruangannya tetutup menandakan kedua pria itu sudah keluar dari situ. Baekhyun menolehkan kepalanya kea rah pintu, dan mengingatkannya lagi kepada Chanyeol. Tapi, ia langsung menggelengkan kepalanya dan langsung melanjutkan kembali pekerjaanya.

.

.

.

.

Baekhyun sudah menyelesaikan laporannya. Dan ia segera bersiap untuk makan siang bersama Jongdae dan Chanyeol, karena memang sekarang sudah jam makan siang. Dan Jongdae tadii mengajaknya makan siang diluar. Dan gadis itu langsung melangkahkan kakinya kea rah ruangan Jongdae.

Gadis itu mengetuk pintu terlebih dahulu dan langsung membuka pintu itu. Dan ia melihat Jongdae duduk di meja kerjanya. "Maaf, aku sudah selesai. Bagaimana kalau kita pergi sekarang."

"ehmm… Mian baek. Sepertinya aku tidak bisa, karena Seokki noonna memintaku untuk menemaninya belanja dan sekalian makan diluar juga. Kau pergilah makan siang bersama Chanyeol, aku sudah memesankan tempatnya. Chanyeol tahu tempatnya. Jadi, pergilah dengannya. Dan sekalian pendekatanlah dengannya," kata Jongdae dengan wajah tidak menyesal karena dia sudah mengingkari janjinya untuk makan siang bertiga dan malah memilih pergi dengan kekasih baozinya itu. Dan dengan sedikit menggoda baekhyun.

Baekhyun hanya bisa mendengus kasar kepada Jongdae. Sebenarnya ia sangat kesal kepada pria itu. Tapi, apa mau dikata. Karena jongdae sudah memesankan tempatnya, kan sangat rugi kalau ia tidak pergi. "Baiklah kalau begitu dinasaurus!" jawab baekhyun sambil menghentakkan sepatunya dan keluar dari ruangan itu. Dan Jongdae hanya terkekeh melihat kelakuan gadis itu. 'rasakan kau kukerjai, memang sengaja sebenarnya untuk mendekatkan mu pada Chanyeol,' kata jongdae dalam hati dan ia masih saja terkekeh geli.

.

.

Baekhyun keluar dari kafe itu dan melihat Chanyeol sudah menunggu sambil bersandar di pintu mobilnya. Gadis itu menampakkan wajah kesal saat berada dihadapan Chanyeol. "Ayo pergi."

"mana Jongdae? Apakah dia tidak ikut dengan kita," Tanya Chanyeol bingung pada gadis itu karena tidak melihat Jongdae keluar dengannya. Dan tiba-tiba gadis itu langsung mengajaknya pergi.

"Tidak ikut. Katanya dia akan pergi dengan pacar baozinya," jawab baekhyun dengan kesal sambil masuk ke dalam mobil Chanyeol.

"oh… Baiklah kalau begitu," kata Chayeol. Padahal hatinya senang karena ia akan makan siang berdua saja dengan Baekhyun. 'Terima kasih Jongdae,' batinnya berterima kasih pada Jongdae. Dan Chanyeol juga langsung masuk ke dalam mobilnya dengan senyuman dibibirnya yang tidak hilang, sedangkan gadis di dalam mobilnya itu sedang cemberut akut.

.

.

Mobil chanyeol sampai didepan restaurant yang sudah dipesan oleh Jongdae. Restaurant bintang lima yang sangat mewah. Baekhyun saja bingung, makan siang kenapa harus ditempat mewah seperti ini. Padahal kan dikedai biasa juga bisa. Pikirnya dalam hati. Tapi, sudahlah ia masuk saja ke dalam restaurant itu dengan Chanyeol. Dan Chanyeol langsung mengatakan kepada pelayan disana kalau mereka sudah memesan tempat. Pelayan itupun langsung mengantarkan ke meja mereka. Meja di lantai dua yang berada dekat dengan jendela. Jadi mereka bisa melihat pemandangan Seoul dari atas situ sambil menikmati makan siang mereka.

Kedua orang berbeda jenis kelamin itu langsung memesan makanan kepada pelayan yang sudah menyodorkan menu restaurant itu kepada mereka. Dan pelayan langsung menyatat pesanan mereka dan segera pergi dari situ agar langsung bisa menyerahkan pesanan tamu kepada koki restaurant di situ.

"apakah kau senang makan disini?" Tanya Chanyeol membuka obrolan kepada Baekhyun.

"hmm… yaa aku senang. Tak ku sangka kalau si dinasaurus itu mau memesankan tempat di restaurant bintang lima seperti ini," jawab Baekhyun yang langsung menolehkan kepalanya kearah Chanyeol, dan ia langsung kembali mengarahkan kepalanya kearah kaca yang ada disampinya untuk melihat pemandangan Seoul yang begitu indah dari situ. Sambil juga ia mengejek Jongdae, karena tumben sekali ia memesan tepat sebagus ini. Padahal kalau ia sering makan berdua dengannya. Jongdae selalu mengajaknya makan di kedai biasa saja.

"hahaha... jangan seperti itu. Jongdae tidak pelit seperti yang kau pikirkan. Aku yang merekomendasikan tempat ini kepadanya, dan ia menyetujuinya," ujar Chanyeol sambil tertawa karena mendengar perkataan Baekhyun.

Baekhyun langsung menolehkan kepalanya kea rah Chanyeol setelah mendengar perkataan pria itu. "Oh, pantas saja. Tidak heran kalau seleramu seperti ini," sahut baekhyun lagi dan kembali ia melihat pemandangan dibawah situ lagi. Tapi, tak lama ia menolehkan kepalanya lagi kea rah Chanyeol dan bertanya kepada pria itu.

"apa kalian berdua sangat dekat?" tanyanya pada Chanyeol.

"ya, kami sangat dekat saat pertama menjadi mahasiswa baru saat kuliah dulu. Kami bersahabat sejak itu dan kami selalu pergi kemana-mana berdua. sampai-sampai dikampus dulu kami digelari 'pasangan gay'. Tapi, kami tidak menanggapinya karena memang kami masih normal dan menyukai wanita. Sampai saat aku harus pergi ke Amsterdam untuk menemani noonaku disana," Jawab Chanyeol dengan perlahan memelan diakhir ceritanya, padahal awalnya ia sangat antusias menceritakan kisah persahabatannya dengan Jongdae.

"tapi kami masih tetap berhubungan melalui telepon maupun email. Sampai aku mendengar ia membuka kafe di Seoul dan aku ingin bekerja sama dengannya," lanjut Chanyeol lagi. "dan kau sendiri, sejak kapan kau dekat dengan Jongdae?" tanyanya balik ke Baekhyun.

Baekhyun mengerjapkan matanya saat mendengar pertanyaan Chanyeol. "Aku adik dari pacarnya itu. Byun Minseok adalah unnie-ku. Dia sering datang kerumah ku dulu sampai akhirnya ia menawarkan pekerjaan menajdi General Manajer di kafenya. Aku langsung menerimanya, karena memang saat itu aku membutuhkan pekerjaan. Dan aku langsung pindah ke Seoul. Awalnya aku tinggal berdua dengan unnie ku di apartemennya sampai aku mempunyai uang untuk membeli apartemen sendiri. Dan saat itu juga aku pindah dari apartemen Minseok unnie, supaya aku tidak selalu mengganggu acara pacaran Jongdae dan Unnie," jelas Baekhyun panjang lebar.

Pria itu tersenyum mendengar cerita Baekhyun tadi. kapan-kapan ia bisa mendengar gadis itu bercerita panjang lebar, dan Chanyeol bisa memandangi wajah gadis itu yang sering berubah ekspresi saat bercerita.

Tak lama pesanan mereka datang. Mereka pun langsung menikmati makanan mereka. Kemudian Chanyeol memulai pembicaraan lagi. "Baek, ku mohon jangan menjadi sungkan karena obrolan kita kemarin di apartemenku. Aku hanya ingin mengungkapkannya saja kepadamu. Jikalau memang kau belum bisa menerimaku. Aku bisa menunggumu. Tenang saja, tetaplah menjadi Byun Baekhyun yang seperti biasa. Menjadi Baekhyun yang temperamental, kau terlihat imut saat sedang marah," ujar lelaki itu sambil terkekeh.

Baekhyun merona merah mendengar perkataan Chanyeol, apalagi saat ia mengatakan dirinya 'imut'. Jantungnya terasa berdegup cepat. "ne, baiklah. Tapi, aku bukan pemarah. Kau tahu?" jawab Baekhyun dengan kesal sambil mengerucutkan bibirnya.

"ya, aku tahu. Tapi kau memang imut saat sedang marah. Dan jangan memanyunkan bibirmu, apa kau ingin ku cium disini?" goda Chanyeol lagi kepada gadis itu.

"uhuk!" gadis itu tersedak makanannya, lalu langsung meminum air putih yang ada di hadapannya. "jangan macam-macam kau!" tunjuknya menggunakan garpu yang ada ditangannya kepada Chanyeol.

"hahaha… aku hanya bercanda," tawa Chanyeol meledak mendengar ancaman Baekhyun. Tapi, ia melanjutkan lagi perkataannya. "Tapi, kalau kau menjadi kekasihku. Aku tidak segan-segan untuk mencium mu di sini sekarang juga," lanjutnya lagi sambil mengerlingkan matanya ke Baekhyun.

Baekhyun benar-benar merona hebat dengan perkataan Chanyeol barusan, jantungnya pun langsung berdegup cepat. Gadis itu sangat malu sekali, jadi ia hanya memalingkan wajahnya kesamping. Ia mengipaskan tangannya ke wajahnya. "huhh… kenapa menjadi panas sekali disini," baekhyun menjadi salah tingkah.

Chanyeol hanya terkekeh melihat kelakuan gadis itu. "hihihi… yasudah cepat habiskan makanmu. Kita kembali lagi ke kafe setelah itu." Perintahnya pada Baekhyun.

Gadis itu langsung mengangguk dan melanjutkan lagi makannya. Dan setelah mereka selesai makan, Chanyeol langsung membayar makanan mereka di kasir. Dan merekapun langsung pergi meninggalkan restaurant itu.

.

.

.

.

Waktu sudah menunjukan pukul 11 malam, dan kafe pun bersiap ditutup. Baekhyun sudah bersiap untuk pulang dan ia segera meninggalkan ruangannya. Dan ia berpapasan dengan Jongdae yang juga akan segera pulang.

"bagaimana makan siangnya tadi?" jongdae mengatakan itu sambil mengerlingkan matanya kepada Baekhyun.

Baekhyun hanya mendengus mendengar pertanyaan Jongdae kepadanya. "baik-baik saja. Kami hanya makan siang, hanya itu," jelasnya lagi.

"maksudku, apakah ada yang terjadi tadi?" tanyanya lagi. Dan baekhyun langsung merona mengingat obrolan tadi siang.

"tidak terjadi apa-apa," sanggahnya cepat kepada Jongdae.

"benarkah, padahal aku berharap mendengar kabar baik," ujar Jongdae menghembuskan nafasnya kecewa.

Baekhyun memutarkan bola matanya. "memang kau berharap apa? Sudahlah, kami hanya makan siang tadi dan mengobrol sedikit. Jja, aku mau pulang sekarang. Selamat malam."

"jinjja, hmm… baiklah kalau begitu. berhati-hatilah dijalan dan selamat malam," kata Jongdae langsung ia keluar dari kafe dan masuk kedalam mobilnya yang terparkir didepan kafe dan langsung menjalankan mobilnya.

Baekhyun pun juga langsung keluar kafe. Dan tidak lupa ia mengunci pintunya terlebih dahulu. Ia dan Jongdae memang mempunyai kunci kafe ini. Dan mungkin akan dibuat satu lagi duplikat untuk diberikan kepada Chanyeol.

Gadis itu langsung masuk ke dalam mobilnya dan langsung menjalankannya untuk segera pulang ke apartemennya untuk segera tidur dikasur empuknya.

.

Dipertengahan jalan baekhyun teringat kalau persediaan bahan makanan di apartemennya habis dan mungkin bisa sedikit membeli beberapa keperluannya.

Ia pun mampir di minimarket terdekat yang ada disitu. Ia segera memarkirkan mobilnya dan masuk kedalam minimarket tersebut.

Ia langsung segera menuju ke bagian sayur dan mengambil beberapa bahan makanan, dan setelahnya ia menuju ke bagian makanan ringan dan mengambil beberapa kaleng bir. Saat ia ingin mengambil minuman tersebut, ada tangan yang juga ingin mengambil kaleng bir itu. Dan baekhyun menolehkan kepalanya kearah orang tersebut, lalu ia terkejut melihat siapa orang yang ingin merampas minumannya.

"haai, kita berjumpa lagi manis," ucap orang itu kepada baekhyun. Tapi Baekhyun tdak menghiraukan orang itu dan mengambil kaleng bir yang lain dan segera pergi dari situ untuk membayar belanjaannya. Tapi, ia merasa tertarik kebelakang. Karena orang itu menarik pergelangan tanganya.

"kenapa kau mengacuhkanku. Apa kau sangat tidak senangnya bertemu denganku?" Tanya orang itu.

"Ya, aku sangat tidak senang bertemu denganmu. Dan tolong lepaskan tanganku, Kris!" perintah Baekhyun dengan tegas kepada Kris.

"Oh, ayolah. Kenapa kau menjadi seperti ini. Apa kau tidak ingat kalau dulu kita sering melaku…."

"lepaskan tanganku sekarang juga, atau aku akan berteriak sekarang!" perintahnya lagi dengan sedikit tegas memotong pembicaraan Kris.

Kris melepaskan tangan Baekhyun segera dan mengangkat kedua tangannya. Tapi ia mendekati baekhyun lagi sambil menyeringai. "Kita akan bertemu lagi manis. Dan kau akan kembali padaku dan kita akan melakukan malam yang panas lagi seperti dulu," bisik Kris ditelinga Baekhyun dengan sedikit seduktif dan menjilat telinga gadis itu.

Baekhyun hanya terdiam mendengar bisikkan Kris. Dia sedikit merinding karena jilatan lidah Kris di telinganya. Tapi, ia tidak melontarkan perkataan apapun. Ia hanya membalik badannya dan ingin segera pergi dari minimarket itu.

"Oppa, ternyata kau disini." Ucap gadis bermata panda saat melihat orang yang dicarinya. Dan Kris membalikkan badannya kea rah gadis itu. Dia langsung tersenyum manis dan merangkul pinggang gadis itu.

"Ne, chagi. Oppa hanya ingin mengambil beberapa kaleng bir untuk pesta kita malam ini Tao baby," jawab Kris sambil mengerlingkan matanya kepada Tao. Dan Tao hanya tersipu malu saat itu. "kajja, kita bayar dulu setelah itu kita pulang ke apartemen ku."

Gadis itu hanya mengangguk mendengar perintah Kris. Tanpa ia sadari Kris menyeringai mengingat pertemuannya tadi dengan Baekhyun.

'kau akan segera kembali kepadaku manis, dan aku sangat merindukan tubuhmu'

T B C

Hhuuaa… akhirnya chapter 7 done…

Bagaimana cingu,, baguskah atau sedikit garing… sebenarnya kalu di novel aslinya ceritanya hanya pendek. Aku Cuma berinisiatif untuk menambahkan cerita. Semoga cingu suka dengan chapter yang ini.

Dan selalu mengucapkan terimakasih kepada cingu yang sudah mereview dan follow/favorite.

Dan review cingu semua adalah motivasii saya… muaahhh ..

Keep Read and Review, OK!

Salam

Octrat, 12 Mei 2015