Kinda sequel from "Basah". Please, enjoy. This chap is, again, just for you skyesphantom. :D

Disclaimer :

Sherlock series by BBC oleh dua scriptwriter ter-awesome sejagad, Steven Moffat dan Mark Gatiss, dan novel Sherlock Holmes yang legendaris punya Sir Arthur Conan Doyle.

Summary :

Detik dia mendengar itu, jemarinya mengepal erat. Tindakan refleks defensif—agar ia tak berlari dan meraup John dalam pelukannya.

Warning :

PENDEK (iyalah, wong cuma 221 kata), gaje, LockJohn, sho-ai, possible OOC, dan... ekstra angst. :D

.

221B—221B—221B—221B—221B—221B—

.

Bodoh

.

Diam tak bergerak dalam waktu lama bukanlah hal yang sulit dilakukannya.

Dia sudah pernah melakukannya berkali-kali. (Rekor pribadi : 32 jam 43 menit 17 detik)

Tapi melakukan hal ini—hal yang sama yang dia lakukan dalam tiap pengintaian—berdiri diam (27 menit 13 detik) di balik bayangan pepohonan, di belakang sebuah nisan tua dengan lumut di sudut-sudutnya agar bisa melihat John—John-nya yang baik, berani dan telah ia lukai dengan cara paling kejam yang pernah ada—berduka di depan nisan bertulis nama-nya adalah hal tersulit yang pernah dilakukannya.

Dia melakukan sesuatu tadi: menanamkan sebuah receiver mungil ke balik tanah di depan nisannya. Sebuah tindakan repulsif dan kelewat instingtif (dan, ya, itu karena sentimen yang dia kutuk setengah mati).

.

"One more miracle, Sherlock... for me... Don't be... dead. Would you do that just for me? Just stop it!"

.

Detik dia mendengar itu, jemarinya mengepal erat. Tindakan refleks defensif—agar ia tak berlari dan meraup John dalam pelukannya. Berkata bahwa dia hidup, bahwa keajaiban itu terjadi (oh, sentimen), bahwa dia hidup dan Moriarty mati dan John akan aman.

Dan, ya, dia berhasil melakukannya. Dia bisa tetap diam hingga John pergi—dari jangkauan pandangnya dan area pemakaman. Dan untuk pertama kalinya sejak ia memutuskan dan merencanakan kematian palsunya, dia baru sadar betapa apa yang dilakukannya adalah tindakan masokis yang kelewat bodoh.

.

END

#gelundungan

Sherlocknya berasa OOC! #garukgaruktanah

Review, please...

Luv,

sherry