Title : CHANYEOL BESIDE YOU
Main Cast : Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Oh Sehun
Xi Luhan
Other Cast : All Member Exo, SM Family, dll
Rated : T (Sewaktu-waktu bisa berubah)
Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan, Orang Tua mereka dan Agency mereka saya cuma meminjam nama mereka disini
Warning : Typo(s) bertebaran, Bahasa tidak sesuai EYD, GS (Genderswitch) for Uke, Not Yaoi (Belum kepikiran buat bikin YAOI), Ingat FF ini Remake dari Drama Taiwan berjudul 'DEVIL BESIDE YOU'
Backsong : Rainie Yang - Ai Mei
Chapter 7 :
Sehun mencoba melirik siapa yang datang. Oh bagaimana ia bisa lupa bahwa teman satu tim nya juga berada disni. Mereka hanbin, jinhwan, donghyuk, yunhyeong dan junhoe tengah berdiri bersiap untuk memisahkan chanyeol dan sehun jika mereka kembali adu jotos..
" apa kau sudah merasa lebih lega sekarang? Aku tidak akan meminta maaf pada mu. Karena ku rasa aku tidak melakukan kesalahan. Kau tahu mengapa? Karena sekarang kita impas."
Chanyeol berdiri dengan agak susah, ia menepuk pundak sehun lantas meninggalkannya. Sambil menyekat darah di sudut bibirnya yang terasa perih ia pun berjalan dengan santainya melewati sederet kawan satu tim sehun yang kala itu hanya menggelengkan kepala.
Sehun sendiri masih teridiam dengan ucapan chanyeol, mungkin kah apa yang diucapkan chanyeol benar adanya? Ia ketua yang tak becus? Membawa masalah pribadi kelapangan? Dan yang terakhir tadi itu yang membuatnya tak bisa untuk tidak memukul chanyeol, chanyeol berkata dirinya adalah seseorang yang takut kenyataan tidak akan memihaknya? Benarkah yang diucapkan park chanyeol barusan?
.
Saat ini baekhyun tengah duduk sedirian di sebuah ayunan di belakang rumahnya, dinginnya angin malam serasa tak ia pedulikan walaupun sebenarnya tubuhnya mulai terasa menggigil.
'Luhan bahkan membenci ku, sekarang aku benar benar sendiri. Hiks hiks'
Baekhyun membenamkan wajahnya di antara kedua lutut, ia menangis. Ia benar benar menangis karena semua beban masalah yang tengah ia alami saat ini. bagaimana bisa nasib seperti ini datang padanya? Mengapa juga ia harus merasakan kegusaran perasaan nya sendiri terhadap sehun. dan karena hal itulah luhan pun sekarang membencinya.
.
" chanyeol, kau sudah tiba dirumah? "
Nickhun yang datang dari arah dapur pun bergegas ke ruang tamu ketika mendengar suara pintu terbuka, dan benar saja chanyeol ternyata baru pulang dan langsung terduduk sambil bersandar pada sofa di ruang tamu yang nyaman itu.
Sedangkan Chanyeol hanya bergumam ringan, malas menghadapi appanya yang sedikit agak konyol(?).
"hey Kemana hyunie? "
" apa? Dia belum kembali?"
" belum, bukan kah seharusnya dia bersama mu?"
Chanyeol menatap bingung kearah sang appa, kemana sebenarnya baekhyun pergi? Ini sudah malam, bukan kah seharusnya chanyeol dan appanya menjaga baekhyun? apa jadinya jika sesuatu yang buruk terjadi pada baekhyun? tapi tunggu, sepertinya chanyeol tahu dimana baekhyun berada…
.
.
Dugaan chanyeol ternyata benar, baekhyun sedang berada dirumah eommanya. Melihat baekhyun yang tertunduk sambil menangis membuat hatinya kesal, benarkah ia sesedih itu akan kejadian tadi pagi?
Setelah menyimpan sepedah yang ia bawa pada sebuah pohon besar di samping ayunan tersebut, chanyeol melangkah kan kakinya untuk duduk di sebuah bangku yang berada disebrang baekhyun.
"aku merasa kasihan kepada seseorang yang tengah duduk di tengah malam sambil menangis seperti itu"
"aku tidak menangis, tinggalkan aku sendiri" baekhyun membalas ucapan chanyeol masih dengan posisi yang sama,
'aku benar benar tidak ingin melihatnya, mengapa ia bisa berada disini?'
Baekhyun menyekat air matanya, berusaha menyembunyikan dari chanyeol.
" mengapa kau menangis"
" aku tidak menangis"
" semakin kau menyangkalnya, semakin aku percaya kau sedang menangis"
" kubilang aku tidak menangis"
" kau MENANGIS"
"SUDAH KU BILANG AKU TIDAK MENANGIS"
Baekhyun membentak chanyeol dengan nada yang keras, ia benar benar sedang tidak ingin berargumentasi dengan si biang masalah seperti chanyeol. ohh ayolah tidak bisakah satu hari saja baekhyun melewatkan hari tanpa seorang chanyeol?
" apa ini semua gara gara aku?"
" bukan, ini masalah ku sendiri" lirih baekhyun
" mengapa ini terjadi, demi keinginan ku aku telah menyakiti hati semua orang" tambah baekhyun dengan wajah yang merah karena menahan tangis nya di depan chanyeol
" aku ini egosi, benar kan?" baekhyun tak bisa lagi menahan air matanya untuk tidak keluar, dengan air mata yang meluncur dari kedua bola mata sabitnya ia bertanya kepada chanyeol Sementara chanyeol yang ditanyanya malah terpaku dan menatap baekhyun iba
" aku memiliki bagian buruk dari dalam diri ku sendiri, tapi justru aku baru menyadari hal itu."
" lalu sekarang?" ingin rasanya chanyeol menghentikan ucapan baekhyun yang terus menerus menyalahkan dirinya sendiri karena hal ini.
" bagaimana cara mu agar mereka yang meninggalkan mu kembali kesisi mu?" baekhyun menunduk, chanyeol benar setelah ini apa yang akan ia lakukan agar luhan bahkan kalau bisa sehun kembali dekat dengan nya
" teman mu sangat peduli pada mu"
" sekarang mereka membenci ku"
Chanyeol tertawa ringan, ia tak habis pikir mengapa baekhyun bisa berpikir seperti itu.
" berarti nuna ku sebenarnya mempunyai IQ yang rendah kalau begitu" ucapan chanyeol barusan berhasil membuat baekhyun mendongkakan wajahnya untuk melihat kearah chnayeol
" tidak ada orang yang secara terang terang bilang kalau mereka sebenarnya peduli pada seseorang tersebut" tambah chanyeol lagi
" karena mereka percaya kau akan bisa memahami apa yang mereka ucapkan dan mereka lakukan untuk kebaikan mu"
Baekhyun tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini, mungkin kah orang yang ada dihadapannya ini benar benar chanyeol? mengapa ia bisa mengatakan hal semacam itu? Bukan kah ia hanya bisa mengumpat dan berbicara tak sopan saja?
' mengapa tiba tiba perasaan ku menjadi tenang sekarang?, '
" chanyeol…" baekhyun memangil chanyeol dengan suara yang lemah
" apa kau datang kamari untuk menjemput ku pulang kerumah?"
Pertanyaan telak dari baekhyun, bagaiaman ini chanyeol tidak mungkin memberitahu kalau sebenarnya ia memang mencari baekhyun untuk membawanya pulang. Tapi ia terlalu gengsi melakukan itu. Maka dengan wajah salah tingkah nya chanyeol segera bangkit dan meraih sepedah nya yang sedari tadi berjejer di sebuah pohon besar di samping mereka berdua.
" hah kau bercanda? Aku keluar karena aku bosan. Dan aku juga tak sengaja menemukan mu disini"
Jawab nya bohong.
" aku lapar, ayo cepat pulang" chanyeol sudah menaiki sepedah yang ia bawa, kini ia tinggal menunggu baekhyun untuk ikut pulang menggunakan sepedah yang ia bawa.
Baekhyun menghampiri chanyeol dan kemudian ia mendekat dan ikut berdiri di sepedah chanyeol dengan menginjakan kakinya diantara pijakan ban ban sepedah itu,
' beberapa jam lalu aku merasa kesepian dengan duduk sambil menangis di ayunan itu, tapi sekarang aku merasakan sesuatu yang hangat ketika berada bersama chanyeol'
Chanyeol pun mulai mengayuh sepedahnya, perasan gugup diantara keduanya pun menyelimuti perjalanan mereka. Ditambah dengan kedua lengan baekhyun yang melingkar di area leher milik chanyeol.
" yak mengapa kau berat sekali, " ucap chanyel dengan nafas yang yang berat
" mianhae.." balas baekhyun singkat dengan ceringan dibibirnya
Tentu saja bukan karena alasan mengapa chanyeol mengatakan baekhyun berat, sebenarnya hal itu bukan karena badan baekhyun. melainkan karena chanyeol memang mengayuh di di jalanan yang menaik. Dan ketika chanyeol sampai pada titik tertinggi ia menyempatkan berhenti dan memandangi jalan yang menurun itu
" jika kau tidak ingin mati, maka berpegangan lah dengan erat"
" huahhhhh"
Chanyeol menggoes sepedahnya dengan kecepatan tinggi, membuat baekhyun mau tak mau menuruti ucapan chanyeol untuk berpegangan lebih erat.
"Arrrrrggggghhhhhhhhhh" jeritan baekhyun di sela sela kegilaan chanyeol saat ini, membuat malam yang sepi terasa ganduh.
Tinn
Tinn
Tinn
Tinn
BRAKK
BRAKK
Sepedah chanyeol terpental beberapa meter dari bahu jalan, roda sepedah itu bahkan terpisah dari badan sepedahnya. Sedang kan chanyeol dan baekhyun sudah tergeletak di tengah jalan dengan beberapa mobil yang terhenti karena ulah chanyeol barusan. Beruntung lah dari sekian banyak mobil yang sekarang berjejer mengelilingi baekhyun dan chanyeol yang terbaring dijalan itu tak satu pun menabrak atau mengenai tubuh dari keduannya
" hah hah mengapa? Mengapa di setiap aku berada di samping mu aku selalu berada dalam bahaya?"
Baekhyun bertanya dengan terbata saking syoknya, tapi entah mengapa ia tersenyum dengan bahagia.
" aku… tidak bisa menghentikan bahaya itu, ta tapi… aku bisa melindungi mu"
Baekhyun semakin tersenyum mendengar penuturan chanyeol dengan suara yang terdengar parau itu
" tapi kau tahu bahaya apa yang lebih nyata dari pada hal seperti yang sekarang terjadi? chanyeol bertanya dengan sebuah seringai disudut bibirnya.
Chuu...
Chanyeol membalikan tubuhnya, dan sedikit menindih tubuh baekhyun. Katakanlah chanyeol sudah gila karena berani menjamah bibir mungil milik baekhyun untuk kedua kalinya. Dan salahkan saja baekhyun yang tidak menolak sentuhan pada bibirnya itu dan malah terhanyut dengan kenikmatan yang diberikan chanyeol oh shit bahkan baekhyun kini memejamkan matanya.
Ciuman yang semula lembut itu berubah menjadi lumatan lumatan kecil karena chanyeol merasa baekhyun tidak menolaknya seperti ciuman yang terakhir kali ia lakukan bersama baekhyun.
Baekhyun sedikit membuka mulutnya, memberikan aksen lebih dalam bagi chanyeol untuk bisa bermain di dalam rongga mulutnya yang juga ingin merasakan lebih dari sekedar ini saja.
Merasakan lampu hijau sudah diberikan baekhyun, chanyeol pun melesatkan lidahnya untuk masuk kedalam mulut baekhyun dan bermain dengan sipemilik lidah yang sekarang membuatnya merasakan seperti terbang kesurga kepuasan. Chanyeol semakin gencar menghisap bibir marun milik baekhyun yang hampir bengkak itu, seakan tak tega membiarkan nya lepas begitu saja.
Dan malam itu pun menjadi malam yang tak akan pernah bisa dilupakan oleh mereka berdua, ciuman panas itu menjadi penyaluran akan sebuah perasaan yang tumbuh diantara 2 insan yang sebentar lagi akan menyandang sebagai kakak-beradik.
' aku tidak pernah mengira bahwa akan terjadi perasaan seperti ini ketika bersama dengan seorang iblis seperti park chanyeol'
Chanyeol dan Baekhyun bahkan tidak peduli jika mereka berdua masih berada ditengah jalan dengan banyaknya mobil yang berhenti dan mengelilingi mereka. Mereka juga tidak peduli jika didalam mobil itu pasti ada orang yang akan menyaksikan ciuman panas mereka.
~~~ Chanyeol Beside You ~~~
Teetttttt
Tettttt
Teetttt
" luhan,, xi luhannn"
Minseok berlari menghampiri luhan ketika bel berbunyi,
" wae? Ada apa minseok-ah?" luhan bertanya dengan santai
" baekhyun, ia mengajak sehun keluar untuk membicarakan seseuatu yang sepertinya penting. aku tak tahu apa tapi sepertinya…."
Belum sempat minseok menyelesaikan ucapannya, luhan sudah terlebih dahulu menarik lengan minseok untuk segera berlari menyusul sehun dan baekhyun
Sementara itu disuatu tempat yang terlihat sepi terlihat baekhyun sedang berdiri berhadapan dengan sehun, ini kali pertama semenjak insiden mencengkam kemarin pagi di perpustakaan, dan jujur saja itu sedikit membuat baekhyun agak canggung kembali
" apa yang ingin kau katakan" Tanya sehun tanpa mau berlama lama
"Aku seperti seorang gadis yang labil…."
Kini minseok dan luhan sedang menguping pembicaraan baekhyun dan sehun dari balik bawah tangga
" aku tidak bisa melanjutkan kan nya lagi.." ucap lemah baekhyun
Luhan membelakan matanya dengan mulut yang terbuka, tak habis pikir dengan apa yang ia dengar. Ternayta ucapan baekhyun kemarin tak main main. Begitu pun dengan minseok yang kini tengah menutup mulutnya dengan sebelah lengan saking tak percayanya
Sehun menatap tajam baekhyun, membuat baekhyun kembali menunduk dibuatnya. Jujur saja ia masih belum terbiasa dengan tatapan sehun yang seperti ini, itu.. membuatnya nya mersakan ketakutan yang sama seperti halnya kemarin pagi.
" ini semua kesalahan ku, aku menggunakan emosiku untuk mendaptakan apa yang aku ingin kan. Jika kita terus seperti ini... aku hanya akan membuat mu lebih sakit lagi"
Sehun menunduk, mengalihkan pandangannya dari baekhyun. Ucapan chanyeol terngiang kembali. Chanyeol benar ini lah yang ia takutkan, kenyataan bahwa baekhyun tak menyukainya lagi membuat sehun hilang kendali.
" aku menyukai orang lain,,, ak aku.. aku menyukai chanyeol"
Luhan dan minseok saling menatap untuk sesaat, apa baekhyun sedang sakit? Mungkin kah kepalanya terbentur seseuatu yang keras. Sehingga ia mengatakan hal hal konyol seperti ini
" ia sangat berani" ucap luhan pelan pada minseok
" benar, chanyeol dan baekhyun? " timpal minseok
" maaf kan aku sehun-sshi"
Baekhyun menunduk secara formal, tapi betapa sedihnya baekhyun ketika ia hanya melihat wajah sehun yang pergi begitu saja dari balik punggungnya, ia tahu hal ini pasti terjadi bahkan kemungkinan sehun bisa saja tidak memaafkan baekhyun
Sementara luhan juga menatap iba kearah sehun yang sekali lagi tidak pernah bisa mengekspresikan wajah sedih maupun marahnya saat ini, ia sangat menyayangkan hal itu.
Tapi ketika itu sehun tiba tiba mengehntikan langkahnya, masih dengan posisi yang sama ia tersenyum sambil berkata
" tak apa, aku tak keberatan. Sekarang aku juga tidak menyukai mu lagi"
Dan kemudian sehun pergi menghilang dari balik koridor itiu. Meninggalkan baekhyun yang menangis dengan perasaan bersalahnya. Bahkan setelah apa yang baekhyun katakan barusan sehun masih bisa berkata tidak apa apa, ia semakin merasa dirinya adalah orang yang jahat
.
.
" sehun-sshi..."
Seseorang memanggil nama sehun saat ini, sedikit menoleh sehun pun melihat seseorang itu sedang berdiri dengan baju berwarna merah muda. Dia adalah luhan ya... dia benar benar xi luhan...
Luhan pun bisa melihat wajah tersenyum milik sehun saat ini, oh bagiaman bisa ia tersenyum dengan manisnya saat ini setelah apa yang terjadi barusan
'dia benar benar lelaki yang baik'
TBC
yuhuyyy saya kembali
hahaha wah baekhyun udah mulai suka sama chanyeol tuh
aduh gimana ini? padahal kan bentar lagi mereka akan jadi saudara?
dan itu pula luhan udah mulai mau mendekati sehun nih.
hahaha
gimana penasaran dengan kisah selanjutnya?
review yang banyak yahhh
bye byeeee
