.
.
Acting or Real ?
.
.
Chapter 7
.
.
Taehyung dan Jungkook duduk berdampingan saat ini dengan kepala yang menunduk, Tubuh mereka mengeluarkan keringat dingin entah karna apa dan di hadapan mereka telah berdiri sesosok bermuka datar bernama Min Yoongi dan jangan lupakan dua pengawal setianya yang berada di samping kiri kanannya.
Taehyung merasa ruangan ini mendadak dingin saat kehadiran Min yoongi saat ini. Taehyung melirik kesampingnya lebih tepatnya ke arah Jungkook yang masih menundukkan kepalanya. Wajah Jungkook sudah mulai memucat dan Taehyung juga tahu wajah dia pun tidak jauh berbeda dari Jungkook saat ini.
Taehyung melirik dengan takut-takut ke arah Yoongi yang masih menatapnya dengan tajam. Taehyung bersumpah berhadapan dengan Yoongi yang seperti ini bagaikan berhadapan dengan macan melahirkan serba salah intinya.
"Apa kalian punya naskah tersendiri huh ?" suara dingin Min Yoongi meresap bagaikan hembusan angin malam yang langsung masuk ke dalam telinga Jungkook dan Taehyung yang mampu menggetarkan mereka.
"Maksudmu apa Hyung ?" pertanyaan yang tidak terkontrol keluar dari mulut Taehyung dan dirinya begitu menyesali sangat Yoongi mendelik tajam ke arahnya.
"Kenapa kalian melakukan hal yang seperti tadi huh ? kalian tidak menghargai ku sebagai penulis naskahnya ? kenapa kalian melakukan hal diluar naskah dalam ceritaku " Taehyung dan Jungkook terlonjak kaget mendengar teriakkan Yoongi di hadapan mereka. Jimin dan hoseok saja memundurkan tubuh mereka begitu Yoongi mendengar teriakkan Yoongi.
Jika saja Yoongi tidak menunjukan wajah datarnya yang seperti talenan rumahnya mungkin Jungkook sudah mengejek teriakan Yoongi yang lebih jelek daripada anjingnya yang hanya bisa minta makan saja dan masalahnya Jungkook masih sayang nyawa untuk melawan Yoongi saat ini.
"Jungkook berdiri dan buka kemeja mu" Jungkook membulatkan matanya mendengar ucapan Yoongi, oh walaupun dirinya takut saat ini, dirinya tidak mau dilecehkan begitu saja oleh Yoongi. Dia sudah menahan malunya sejak tadi saat Yoongi tidak memperbolehkan mengancingi kemeja nya itu membuat dada serta perutnya terekspor dengan jelas.
"Hyung kau gila, kau pikir aku tidak punya malu huh ?" Taehyung terlonjak kaget menatap Jungkook yang dengan berani berdiri dan berteriak dihadapan seorang Min Yoongi. Nyawa Jungkook lebih banyak dari kucing ternyata hingga berani menantap Min Yoongi inilah lintasan pikiran yang berada di dalam otak Taehyung, Hoseok dan Jimin.
"malu ? jadi yang baru saja kau lakukan tadi itu apa dan kau masih menanyakan soal malu ? masih punya malu kau saat ini"
"Hyung tadii itu-"
"apa ? taehyung yang memaksa hingga kalian kelewatan dan berujung ke enakkan ,maksudmu seperti itu huh ?" Ucapan Yoongi bagaikan petir di siang hari menyakitkan sampai Jungkook malu setengah mati.
"lagipula taehyung melukis bibir seksinya di tubuh itu untuk di tunjukkan pada orang-orang jadi lebih baik hargailah karya bibir Taehyung dibadan mu" Taehyung meringis mendengar sindiran Yoongi.
"Cepat buka baju mu atau ku telanjangi kau disini " Jungkook dengan segera membuka kemejanya begitu mendengar ucapan Yoongi, Jungkook cukup tahu bagaimana sifat Yoongi dan Yoongi tidak pernah main-main dengan ucapannya.
"Taehyung lakukan hal yang sama seperti Jungkook " Taehyung tidak membantah dan lebih memilih menuruti Yoongi lagipula dia sudah biasa menunjukan dada bidangnya disana sini, tidak seperti Jungkook yang dada nya masih perawan eh lupa kan tadi udah dicicipin sama Taehyung tapi baru dikit.
"Jimin kau hitung berapa banyak karya Taehyung ditubuh Jungkook dan hoseok lakukan hal yang sama pada Taehyung " Jimin dan Hoseok segera berjalan mendekati Jungkook dan Taehyung.
"Hyung aku tidak mau disentuh jimin !" Jungkook berulah lagi pemirsa.
"kau mau dengan Taehyung kenapa tidak mau dengan jimin ? mereka sama-sama mesum pada mu dan mereka sama-sama pernah memegang dada smp mu itu jadi berhenti lah bersikap seolah-olah kau anak perawan yang masih disegel, segel mu sudah rusak 30 menit yang lalu oleh Taehyung" perkataan Yoongi begitu menyakitkan hingga ke jantung seorang Jeon Jungkook.
"Hyung aku masih perawan, aku belum pernah dimasuki oleh Taehyung !"
" bilang saja jika kau ingin dimasuki oleh Taehyung jangan mengatakan hal seperti itu kepada ku, Taehyung pasti mau memasukimu dan mengacak-acak dirimu sampai kau ingin mati nanti" tolong hentikan mulut Yoongi saat ini sebelum ucapannya merambat kemana-mana.
"lagipula apa beda jimin dan Taehyung huh ? Jimin lebih pendek dari Taehyung begitu " Kali ini batin Jimin yang berteriak sakit mendengar ucapan Yoongi.
"atau punya Taehyung lebih besar daripada Jimin huh ? kau kan belum pernah melihatnya"
"punya ku lebih besar hyung" kali ini Jimin yang menyahut ucapan Yoongi, Jika dirinya dibilang lebih pendek dari Taehyung dirinya masih terima tapi jika itu nya dibilang lebih kecil dari Taehyung jelas dirinya tidak terima. Cukup tingginya saja yang di bully "itunya" jangan.
"punya mu lebih besar dari ku? Yang benar saja, Yak! Park jimin tinggi mu saja terhambat apalagi punya mu pasti pertumbuhannya terhambat juga" Taehyung yang tidak terima dengan ucapan Jimin membela dirinya , tidak mungkin "itunya" lebih kecil dari jimin yang semampai –semeter tidak sampai ehh-
"kau hanya bisa membanggakan tinggi badan mu saja Taehyung, memangnya kau punya sixpack seperti ku huh ? perutmu saja hampir ketutup lemak saat ini dan lihat lengan mu ? itu lengan apa sapu lidi kecil sekali " Penghinaan ini namanya, Taehyung tidak terima harga dirinya serasa di injak injak oleh jimin.
"coba kau lihat Jungkook, badannya saja lebih besar dari mu tapi kau tahu punya nya bahkan tidak ada bandingan nya dengan punya ku apalagi dirimu, makanya dia ingin menjadi uke ku bukan uke mu, ingat man Jungkook membutuhkan yang bisa membantingnya diranjang bukan di tempat gym laknat mu itu" Taehyung menyeringai merasa dirinya sudah diatas awan setelah melawan perkataan jimin, jimin baru saja ingin membalas ucapan Taehyung tapi Yoongi sudah lebih dulu menyelanya.
"Berenti mengatakan hal tidak berguna seperti itu , sebelum aku membuat punya kalian hanya sebesar jari kelingking ku " Yoongi menunjukan jari kelingkingnya ke arah Taehyung dan Jimin dan mereka bergidik ngeri membayangkan punya mereka akan sekecil itu.
Jimin segera menuju ke arah Jungkook dan mulai menghitung berapa karya dadakan yang dibuat Taehyung ditubuh Jungkook.
"auch" Jungkook menjerit saat jimin dengan sengaja meremas dadanya.
"Yak Jimin jangan meremasnya kau benar-benar cari kesempatan dalam kesempitan huh aku kan tidak menyentuh milik mu jadi jangan sentuh milik ku " Taehyung tidak terima begitu melihat Jimin memegang aset berharganya
"Ya sudah kau pegang Yoongi Hyung saja sana "
"kau menyuruh ku meraba-raba dinding huh ? cukup kau saja yang mau dengannya aku jangan "
"taehyung " Taehyung menelan ludahnya dengan berat saat mendengar ucapan Yoongi yang memanggilnya.
"Maafkan aku hyung " suasana hening kembali tercipta diruangan itu hanya gumaman Hoseok dan Jimin yang tengah berhitung saat ini dan suara banting pintu yang mampu membuat mereka terlonjak kaget.
"kookie anakkk kesayangann eomma, eomma datang nakk " dan muncul lah sesosok namja cantik yang sudah berusia berdiri didepan pintu ruangan tersebut menatap mereka tak kalah terkejutnya.
Habislah kita semua batin mereka menjerit secara bersamaan
T.B.C
.
.
.
Pendek ? sengaja hahaha .. aku lagi ga ada ide, ga ada mood jadi maaf kalo pendek banyak typo pula. Masih kebawa efek baper kemarin jadi harap maklum ya.
