CERITA CINTA ROSE WEASLEY
Thanks banget yang review. Narasaku20: Scorpius POV, nti ku coba buat; Emma Feltson: Priori Incantatem hanya dipakai untuk mendeteksi apakah tongkat sihir yang dimaksud pernah mengeluarkan satu mantra/kutukan atau tidak. Bukan untuk mengetahui nama mantra/kutukan yang dipakai. Kalau tongkat sihir Rose di-Priori Incantatem, tongkat sihir Rose itu mungkin hanya mengeluakan cahaya biru:p Vany Rama-kun: dah d tahun ke-7 (baca ch 1).
Disclaimer: JK Rowling
Pacar
Rose terbangun oleh suara suara keras Mama yang berteriak di lantai bawah. Ada apa? Mama... Mama? Rose melompat dari tempat tidur, masih berpiyama, berlari menuju lantai bawah.
"Mama? Ada apa?" tanya Rose.
"Ada apa?" tanya Papanya, muncul dari belakang Rose dengan berpiyama juga.
Mama sedang duduk di meja dapur dengan Daily Prophet di tangannya.
"Bacalah!" kata Mama menyerahkan koran itu pada Papa
Papa duduk dan membacanya, Rose duduk dengan sabar disamping Papa sambil menunggu Papa selesai membaca. Ekspresi Papa tidak bisa dibaca, tapi tampak dia lega. Selesai membaca dia menyerahkan korannya pada Rose, Rose membaca,
Keajaiban di St. Mungo
Sesuatu yang ajaib telah terjadi di St. Mungo. Mr. Scorpius Malfoy yang dirawat di bangsal Melati di lantai empat (Cedera karena Mantra) mengalami kesembuhan total setelah dinyatakan tidak ada harapan untuk sembuh oleh Penyembuh Echols.
Mrs. Astoria Malfoy yang diwawancarai malam tadi, dengan berurai airmata bahagia menjawab, "Saya benar-benar bersyukur Scorpius sembuh. Ini merupakan keajaiban. Saat itu saya tertidur dan terbangun oleh suara Scorpius dan ... saya melihat bahwa seluruh luka di tubuhnya telah sembuh total. Saya pikir saya sedang bermimpi, saya lalu memanggil Penyembuh Echols dan dia mengatakan bahwa Scorpius telah sembuh."
Penyembuh Echols yang kami wawancarai setelah itu menjawab, "Yeah, dia sudah benar-benar sembuh, tinggal pemulihan (minum Ramuan Penambah Darah dan sari Rue) selama seminggu dan dia sudah bisa kembali ke Hogwarts."
Kesembuhan Mr. Scorpius Malfoy yang aneh ini menjadi tanda tanya di beberapa penyihir berpengalaman. Seorang anggota Liga Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam, Mr. John Wilson, memberi komentarnya, "Ini sangat aneh, tidak mungkin dia sembuh begitu saja. Saya curiga orang yang mengutuknya jugalah yang menyembuhkannya, biasanya seperti itu. Jika anda menyerang seseorang dengan kutukan anda pastilah tahu kontra kutukannya atau cara menyembuhkannya." Ketika kami bertanya apakah yang dimaksudnya adalah Miss Rose Weasley, dia menjawab, "Iya, kelihatannya seperti itu, mungkin Miss Weasley menyesal sehingga dia menyembuhkan Mr. Malfoy."
Dengan adanya perkembangan baru ini, tuntutan terhadap Miss Weasley bisa saja segera dibatalkan dan membicaraan damai bisa dilakukan oleh kedua ***
Rose melipat korannya dan memandang Mama dan Papanya.
"Jadi kamu yang menyembuhkan dia, Rosie?" tanya Papa.
"Iya benar... aku tak ingin dia mati." Jawab Rose.
"Apakah Rosie masih akan di sidang?" tanya Papa pada Mama.
"Sepertinya begitu, Ron, tindakan Rose adalah tindakan kekerasan dan Draco belum mencabut tuntutannya. Jadi, Rose akan disidang, karena masih sekolah mungkin akan ada keringanan hukuman."
"Ma, aku kan sudah menyembuhkan anaknya, tentunya dia akan mencabut tuntutannya kan?" tanya Rose.
"Kamu tidak mengenal Draco Malfoy, Rosie, dia tidak semudah itu memaafkan orang." Kata Mama.
"Apa yang harus aku lakukan? Aku nggak mau ke Azkaban meskipun untuk satu hari." Kata Rose cemas.
"Jangan cemas, Rosie, kita akan berusaha agar kamu tidak ke Azkaban. Lagi pula kamu kan masih sekolah, mungkin kamu akan diberi tugas menjadi pembantu di Kementrian selama setahun, dengan diawasi oleh Auror, tentu saja." Kata Papa menenangkan.
"Nggak mau, Pa... Ini kan tahun NEWT aku, gimana kalau aku nggak bisa ikut ujian." Kata Rose.
"Tenang, Sayang kita akan mencari jalan keluarnya." Kata Papa.
"Jalan keluarnya cuma satu, Ron, kita harus ke rumah sakit bertemu Draco dan Astoria Malfoy memohon mereka untuk mencabut tuntutan mereka terhadap Rose." Kata Mama
"Oh, No Way! Tidak ... aku tidak akan memohon apa pun pada Malfoy." Kata Papa merah padam.
"Aku juga tidak," kata Rose, "Aku nggak mau memohon pada Malfoy"
Mama memandang Papa dan Rose dengan pandangan pasrah, "Terserah, menurutku ini adalah satu-satunya jalan."
"Pa? Gimana dong, Pa?"
"Rose, dengar! Kamu hanya perlu minta maaf. OK? Dan berjanji untuk tidak akan menyerang Scorpius Malfoy lagi." Kata Mama.
Papa memandang Mama dengan pandangan aneh, "Aku benci meminta maaf pada Malfoy."
"Ini demi, Rose, Sayang." Kata Mama sambil menyentuh tangan Papa di atas meja. "Kau tidak akan rugi apa-apa kalau meminta maaf, bahkan akan melegakan perasaanmu. Kau Cuma perlu bersikap sopan."
Rose memandang Papanya yang balas memandangnya.
"Dengar, Rose, Mamamu benar. Ini adalah cara terbaik yang kita punya."
"Baik...baiklah aku mengerti, aku akan meminta maaf."
"Bagus kalau begitu," kata Mama, "Bersiap-siaplah setelah sarapan kita berangkat ke rumah sakit."
"APA? Pagi ini?" tanya Rose dan Papa bersamaan.
"Pagi ini, lebih cepat lebih baik... Ron, tulislah surat pada Harry, beritahu dia kita akan ke mana." Tambah Mama pada Papa sambil berdiri dan menuju kompor untuk memasak sesuatu. Rose memandang orangtuanya dengan tidak percaya, ketika Papanya bangkit ke ruang kerja untuk menulis surat. Mama berbalik dan mendapatkan Rose masih di dapur.
"Rose, ayo... kamu harus bersiap-siap, sementara Mama menyiapkan sarapan. Pakailah bajumu yang paling bagus dan berdandanlah! Kita harus menimbulkan kesan yang bagus."
Rose bangkit sambil melototi Mama. Berdandan untuk Scorpius? Keliatannya Rose seperti akan pergi ke tempat calon suami saja.
Mereka menggunakan bubuk Floo ke St. Mungo. Sesuai dengan yang dikatakan Mama, Rose memang berdandan cantik, terusan hitam dengan ban pinggang ungu dan sepatu tali berhak tinggi, rambut digulung ke atas kepala dengan ikal yang dibiarkan jatuh di pipinya, memakai riasan muka yang menurut Rose agak berlebihan, tapi Mama melarang Rose menghapus riasan di wajahnya. Papa yang mulanya tidak mengenal Rose mengatakan bahwa Rose sangat cantik.
Mereka bertiga menyusuri Koridor Cedera karena Mantra dan menuju kamar Scorpius. Mama mengetuk pintu dan Mr. Malfoy membukakan pintu.
"Oh,..." katanya memandang Rose, Mama dan Papa.
"Selamat pagi, Draco," kata Papa sopan. "Boleh kami masuk?"
Mr. Malfoy menepi. Mereka masuk. Rose melihat Scorpius sedang duduk di tempat tidur dengan bantal yang dibuat bertumpuk menahan punggungnya. Mrs. Malfoy sedang duduk di kursi di samping tempat tidur sambil mengupas jeruk. Mrs. Malfoy langsung berdiri setelah melihat Mama, Papa dan Rose. Dia menyihir tiga kursi nyaman dari udara kosong dan mempersilahkan mereka duduk. Rose menghindari memandang Scorpius.
"Bagaimana keadaamu, Scorpius?" tanya Mama setelah mereka duduk dengan nyaman.
"Sudah membaik, Mrs. Weasley. Terima kasih!" Jawab Scorpius, suaranya terdengar masih lemah, tetapi sedang menuju sehat.
Selama beberapa saat tidak ada yang berbicara.
"Sebenarnya kedatangan kami kemari untuk meminta maaf," kata Papa.
"APA?" Mr. Malfoy menatap Papa dengan tidak percaya seperti belum pernah mendengar orang minta maaf sebelumnya.
"Ayo, Rose, minta maaf pada Scorpius." Kata Mama.
Bunuh aku sekarang, please! Pikir Rose. Rose bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju tempat tidur Scorpius. Dia tidak memandang Scorpius.
"Hmm, Scorpius, aku ... Aku ingin minta maaf." Kata Rose sambil memandang tembok di belakang Scorpius.
"Wah, Weasley... kamu ingin aku mencabut tuntutanku. Kamu ingin membebaskan anakmu dari Azkaban dengan memohon belas kasihan?" Mr. Malfoy berkata dengan nada menghina.
Rose melihat wajah Papa menjadi merah sampai telinga, Rose tahu wajahnya mungkin sama merahnya seperi Papa.
"Draco!" Mrs. Malfoy berkata dengan nada memperingatkan. "Scorpius, ini masalahmu, Sayang, katakan sesuatu!"
Rose merasa Scorpius memandangnya dengan teliti. Rose masih memandang tembok.
"Kamu meminta maaf hanya karena takut dikirim ke Azkaban?" tanya Scorpius.
"Tidak. Aku benar-benar menyesal telah mengihirmu dan membuatmu tersiksa. Dan aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi." Kata Rose datar. Kata-kata itu adalah kata-kata yang ditulis oleh Mama sebelum berangkat dan telah dihafalkan oleh Rose.
Scorpius mengangkat alis. Yeah, wajar saja kalau Scorpius curiga. Rose tidak terdengar tulus sama sekali dan bahkan akting minta maafnya sangat buruk. Beda dengan kata maaf yang diucapkannya semalam. Muka Rose merah teringat dia minta maaf sambil mencium Scorpius. Apakah dia harus mencium Scorpius sekarang agar terdengar tulus? Kenapa minta maaf kali ini tidak terdengar tulus? Padahal tadi malam sangat wajar. Bisa jadi karena ada Papa dan Mama, mungkin kalau Cuma berdua Rose akan mencium Scorpius, tapi tidak juga, dia tidak akan mencium Scorpius lagi, dia telah memutuskan untuk melupakan Scorpius dan mencari cinta baru.
"Rose?" suara Mama menyadarkan Rose dari lamunannya. "Scorpius sedang bertanya padamu, sayang?"
"Apa?"
"Dia bertanya apakah kamu minta maaf dengan tulus?"
"Apa? Yeah tentu saja, iya..." kata Rose memandang dagu Scorpius.
"Baiklah... aku memaafkanmu."
Apa?
"APA?" Mr. Malfoy menyerukan apa yang ada dipikiran Rose.
"Aku berkata aku memaafkannya."
"Kenapa kamu mau memaafkan dia?" tanya Mr. Malfoy berkata seolah Rose tidak ada disana.
"Karena aku mau memaafkan." Kata Scorpius.
Rose memandang Scorpius dengan heran, lalu cepat-cepat memandang tembok lagi, menghindari pandangan Scorpius.
"Bagus sekali, Sayang!" kata Mrs. Malfoy memeluk Scorpius.
"Aku tidak akan memaafkan mereka. Aku tidak akan mencabut tuntutan itu." Kata Mr. Malfoy
"Papa, Papa kan tadi berjanji aku boleh meminta apa saja sebagai hadiah kesembuhanku. Jadi aku meminta tuntutannya dicabut." Kata Scorpius.
"Apa?" kata Mr. Malfoy
"Kau mendengarnya, Draco." Kata Mrs. Malfoy.
Mr. Malfoy memandang Scorpius dan Mrs. Malfoy, kemudian Papa dan Mama lalu Rose, kelihatan sedang mencoba menerima sesuatu yang tidak sesuai dengan keinganannya.
"Baiklah, aku mencabut tuntutannya."
Papa dan Mama berseru lega dan Rose menghembuskan nafas lega.
"Tapi ada syaratnya," kata Scorpius lagi.
Begitulah, Rose sudah curiga keliatannya Scorpius menginginkan sesuatu. Mungkin dia ingin Rose menjadi pembantunya seumur hidup? atau dia ingin Rose mengerjakan semua PR-PRnya selama sisa tahun ini. Atau dia ingin Rose membobol Gringgots.
"Sayang, tidak boleh begitu," kata Mrs. Malfoy.
"Pake syarat atau tidak sama sekali."
Mr. Malfoy terlihat senang, rupanya dia gembira karena Scorpius tidak semudah itu memaafkan seorang Weasley. Mama dan Papa terlihat cemas.
"Aku ingin Rose menjadi pacar aku." Kata Scorpius.
"Apa?" tanya yang lain kecuali Rose. Rose merasakan dejavu yang mengerikan. Ingin rasanya dia menangis. Apa lagi ini apa yang dipikirkan, cowok brengsek ini, pikirnya.
"Aku ingin Rose jadi pacarku." Ulang Scorpius.
"Tidak! Apa yang ada dipikiranmu, Scorpius... Gadis ini... gadis ini berbeda dengan kita." Kata Mr. Malfoy.
"Draco!" seru Mrs. Malfoy.
"Apa maksudmu, Draco?" tanya Papa dengan suara dingin.
"Kau tahu apa yang ku maksudkan, Weasley. Malfoy tidak berhubungan dengan darah pengkhianat..."
"Kau pikir aku akan membiarkan anakku dekat dengan anakmu, Malfoy?"
"Ron!" kata Mama.
"Kalau anda tidak setuju Rose jadi pacar saya. Saya akan menuntut Rose di pengadilan sihir." Kata Scorpius.
Papa menatap Scorpius dengan marah, tahu sekali bahwa mereka tidak punya pilihan. Jadi pacar Sccorpius atau di penjarakan di Azkaban.
Tetapi, hal ini membuat Rose berpikir, apa lagi yang direncanakan Scorpius. Pasti ada sesuatu. Kali terakhir dia percaya pada perkataan Scorpius menyebabkan dia sakit hati, terluka dan marah; begitu marahnya sampai mengutuk Scorpius dengan kutukan yang mematikan. Sekarang dia mengajak Rose jadian lagi, dan di depan orangtuanya pula. Memang ada sesuatu. Meskipun sedih, Rose tidak akan tertipu kali ini.
"Tentu saja, Scorpius. Tentu saja Rose mau jadi pacarmu." Kata Mama
Bagus, Ma, mengapa tidak sekalian diberikan harga, kata Rose dalam hati sambil memandang sebal Mama.
"Aku tidak akan membiarkanmu dekat-dekat dia, Scorpius." Kata Mr. Malfoy, sambil memandang Rose dengan jijik.
"Aku menyukainya, Pa, dan dia akan jadi pacar aku."
Bagus, Scorpius, lanjutkan kata-katamu yang menjijikan itu, pikir Rose.
"Kamu menyukainya? Menyukai dia? Kamu gila! Papa tidak akan mengijinkan darah pengkhianat masuk ke dalam keluarga kita."
"Aku bukannya ingin menikah dengannya, Pa, kami hanya pacaran dan... dan suatu saat bisa aja putus."
Ya, suatu saat bisa aja putus, ulang Rose dalam hati, rupanya kamu telah berencana untuk memutuskan aku? Rugi aku percaya padamu.
"Baik... lakukan apa yang kamu inginkan." Kata Mr. Malfoy kemudian berjalan meninggalkan ruangan.
Papa dan Mama berpandangan dengan cemas. Mrs. Malfoy tersenyum senang.
"Oh, biarkan saja dia," kata Mrs. Malfoy. "Rose, bagaimana menurutmu, kamu mau jadi pacar Scorpius?"
Apakah dia punya pilihan? Apakah dia boleh mengatakan 'Wah, Mrs. Malfoy, aku sama sekali tidak tertarik dengan anakmu yang brengsek itu'? atau 'Mrs. Malfoy, aku dulu benar-benar sangat mencintai anakmu, tapi keadaan berubah dan aku membencinya seperti aku membenci Voldemort yang telah membunuh Uncle Fred.'
"Rose?" suara Mama membuyarkan lamunan Rose.
"Aku... eh..." Rose sadar mereka sedang menunggu jawaban darinya. "Aku... baiklah." Kata Rose, berusaha tersenyum, tapi terlihat seperti sedang menyeringis kesakitan, jadi dia menutup mulut.
"Baiklah apa?" tanya Scorpius
"Eh?... yeah maksudku baiklah aku akan menjadi pacarmu."
Mrs. Malfoy tersenyum lebar, dia kelihatan bahagia. Rose membuang muka merasa sangat berdosa, entahlah, mungkin karena dia tidak tulus menjadi pacar Scorpius.
"Selamat untuk kalian berdua." Kata Mrs. Malfoy. "Mama sangat senang... Kalau begitu kami akan pergi ke Cafetaria di lantai lima untuk merayakannya."
Mrs. Malfoy meraih tangan Mama dan membawanya keluar ruangan diikuti oleh Papa yang memandang tajam Scorpius sebelum menutup pintu.
Rose duduk kembali di kursi dan memandang bunga musim gugur yang di pajang di lemari. Bunga itu berbeda dengan semalam, keliatannya sudah diganti.
"Kamu menyembuhkan aku, eh..." kata Scorpius.
"Karena aku tidak mau dihukum seumur hidup di Azkaban." Kata Rose.
"Bagus... kemarilah! Seharusnya kamu mencium aku kan? Sebagai tanda bahwa kita resmi jadian."
Rose tertawa tanpa keriangan. "Otakmu rusak, Malfoy?" tanya Rose.
"Scorpius..." kata Scorpius.
"Apa?"
"Kamu harus memanggilku 'Scorpius' kita pacaran kan?"
"Kamu gila,ya?"
"Apa yang terjadi denganmu? Kok bicaramu seperti itu?" tanya Scorpius memandang Rose seperti belum pernah melihat dia sebelumnya.
"Apa yang terjadi denganku? Apa yang terjadi denganmu, Malfoy?"
"Apa yang terjadi denganku?"
"Kenapa kita harus mengulang-ulang itu?"
"Kamu yang mengulang-ulang, Rose, bukan aku."
"Hohoho, baiklah, aku yang gila." Kata Rose, capek, duduk bersandar sambil memejamkan mata.
"Aku nggak bilang kamu gila." Kata Scorpius lagi.
Rose masih duduk memejamkan mata.
"Ayolah, Rose, kamu belum menciumku." Kata Scorpius
"Mengapa aku harus menciummu?"
"Kita kan pacaran... sebagai sepasang kekasih kita harus berciuman."
"Aku tidak akan menciummu, Malfoy... Tidak sekarang atau nanti." Kata Rose,
"Kenapa? Kamu mencintai aku kan? Kita pacaran dan kita sudah pernah pernah berciuman. Apa salahnya."
"Salahnya adalah bahwa aku tidak mencintaimu lagi." Jawab Rose.
"Kenapa kamu tidak mencintaku lagi?" tanya Scorpius.
Kenapa kamu tidak mencintaiku lagi? Hah, pertanyaan apa itu? Dia pikir aku akan terus mencintainya setelah kejadian yang kemarin itu? Cowok ini sinting atau apa,ya? Pikir Rose.
"Karena aku membencimu, Malfoy. Dan satu hal lagi, aku tidak akan percaya pada apapun yang kamu katakan sekarang dan jangan coba-coba menipuku lagi. Jadi, apa yang kamu rencanakan?"
"Apa yang aku rencanakan? Aku tidak merencanakan apa-apa? Apa yang membuatmu berfikir aku merencanakan sesuatu?" tanya Scorpius bingung.
Rose memandang Scorpius sekarang, memandang wajahnya yang agak cekung dan kulit pucatnya yang bercahaya tertimpa sinar matahari. Mata abu-abunya yang indah memandang Rose dengan bingung. Yah, ampun, aku nggak bisa kalau harus memandangnya, dia benar-benar tampan, pikir Rose, bagaimana aku bisa membencinya kalau dia memandangku seperti ini.
"Aku sudah mengenalmu selama enam tahun lebih, Malfoy. Dan apa pun yang kamu lakukan selalu membuatku menderita. Kamu selalu mempermainkan aku. Bagaimana aku bisa tidak curiga sekarang? " kata Rose.
"Tapi aku tidak merencanakan apa-apa... aku... aku hanya ingin besamamu." Kata Scorpius, wajahnya berubah pink.
Jangan terpengaruh, Rose, pasti ada apa-apanya, Rose memperingatkan dirinya sendiri.
"Ohya? Lucu sekali, Malfoy! Kamu pikir aku akan percaya setelah-setelah apa yang terjadi kemarin? Tidak akan lagi! Aku tidak akan membiarkanmu menyakitiku atau menghinaku lagi. Kalau kamu menghina aku atau keluargaku lagi, aku tidak akan segan-segan mengutukmu."
Scorpius menatapnya terluka. Terluka? Rose bingung, harusnya aku yang terluka dan sedihkan? Bukan dia.
"Aku mau pulang..." kata Rose, bangkit dari kursinya.
"Tetap di tempatmu, Weasley!" kata Scorpius dengan nada suara berbeda.
"Kamu tidak bisa menahan aku disini, Malfoy"
"Kamu adalah pacar aku sekarang, baik kamu suka ataupun tidak. Ingat kamu nggak mau dikirim ke Azkaban kan? Nah kalau begitu kamu harus melakukan tugasmu sebagai pacar."
"Tugasku sebagai pacar?"
"Ya, ingat Azkaban?"
"Baik-baik... Apa tugas sialan itu?"
"Cium aku!"
"Apa?"
"Kamu mendengarku, Weasley."
"Tidak!"
"Iya! Cium atau Azkaban!"
Bangsat terkutuk! Rose bukannya tidak ingin mencium Scorpius, dia sangat ingin menciumnya. Kalau dia mencium Scorpius sekarang, berarti mereka akan menjadi pasangan, dan itu tidak diinginkan Rose. Tapi kalau tidak menciumnya, bangsat ini akan menuntutnya. Rose yakin Scorpius akan melaksanakan ancamannya, dia tidak akan kasihan sedikit pun padanya, Rose yakin itu. Dia adalah cowok yang benar-benar jahat.
"Ayolah Rose, semalam kamu menciumku kan?"
"Apa? Berarti semalam kamu sadar?" tanya Rose dengan muka merah karena malu.
"Iya, untunglah. Sebenarnya aku ingin balas menciummu, tapi tubuhku sangat lemah."
"Oh..."
Scorpius mengangkat tubuhnya dari bantal sambil meringis kesakitan. Rose bangkit dari kursinya mendekati Scorpius.
"Ada apa?" tanya Rose.
Scorpius menarik tangannya sehingga dia kehilangan keseimbangan, terjatuh ke depan menimpa Scorpius. Wajahnya tepat di atas wajah Scorpius. Mereka bertatapan sebentar kemudian berciuman. Seperti ciuman mereka sebelumnya ciuman ini juga membuat Rose melupakan segalanya, kecuali Scorpius. Beberapa menit kemudian, mereka melepas diri kehabisan nafas.
"Aku sudah ingin menciummu saat pertama kali melihatmu masuk kamar ini... Kamu... yeah... sangat cantik..." kata Scorpius dengan wajah berubah pink.
APA?
Review Please!
