Pertualangan Baru Dan Kehidupan Baru

Naruto Uzumaki,adalah seorang shinobi yang diberi kesempatan kami-sama untuk hidup lagi,tetapi menjadi bagian dari keluarga Heartfillia,dia memiliki ingatan tentang semua kekuatannya,tetapi tidak memiliki ingatan tentang kehidupan masa lalunya.

.

.

.

.

Fahzi Luchif : terima kasih, Naruto hanya memiliki pedang, Yaitu kusanagi, dan disini dia belum membuat kunai, mungkin di chap selanjutnya

nina : Terima kasih :)

Yudha Bagus Satan Lucifer : terima kasih

devil : hehehe..maaf ya soal alurnya, Soalnya ini Fic pertama saya, dan untuk kedepannya perlahan akan saya perbaiki, dan soal pertarungannya, setiap pertarungan Naruto pasti ada.

THE RASTAVARA : terima kasih, dan maaf kalau ada kesalahan pada Chapter 6, untuk selanjutnya saya akan lebih teliti.

yadi : thanks..masalah pair..akan berjalan seiring waktu

asd : tentu, terima kasih

genji : updatenya setiap 2-3 hari sekali

the avenger : Yap...terima kasih atas masukannya, soal pair akan berjalan seiring waktu

reyvanrifqi : ahahaha..terima kasih

Kids No TERROR13 : oke..pasti

Dandi Dandi : terima kasih

Nara : oke..terima kasih

Blank Code : ahaha...Naruto akan banyak terlibat pertarungan mulai saat ini

firdaus minato : Pair seiring berjalan wakti ya gan

zackky jr99 : thanks

Rizaliswan : oke

sarwannamikaze : pasti :)

eL Kenpachi : hehehe...soal profil Kakaknya Erza akan ada di chap ini.

.

.

.

.

Pair :

[Naruto x...]

[Lucy x...]

Genre : Campur aduk

Rating : M

.

.

.

.

.

Maaf sebelumnya, Saya lupa memberikan Profil tentang Veena Heartfillia

Nama : Veena Heartfillia

Char Canonnya : Bishamonten Noragami

Usia : 21 tahun

Tipe kekuatan : Bisa membuat pedang tak terbatas dari ketiadaan, dan bisa menggunakan Elemen petir dan bayangan

Julukan : Dewa Perang

Ciri-ciri : Kulit putih,Rambut pirang panjang sepinggang, mata berwarna ungu dan biasa mengenakan gaun seperti seorang putri kerajaan

Nah itu lah Profil Veena Heartfillia

Chapter 7 : Pertarungan

Setelah kejadian di kota clover, Mereka semua kembali ke Magnolia, Mereka berpisah dan kembali kerumah masing-masing saat sampai di Magnolia.

Saat ini Naruto dan Lucy kembali ke rumah mereka,Naruto belum memberi tau soal Veena yang datang ke kota ini dan saat ini berada di rumahnya.

"Nii-san...Kita singgah ke toko itu ya..perut ku kosong" ajak Lucy

"Hm..baiklah" ujar Naruto

Mereka berdua pergi ke toko makan dan ketika sampai Lucy langsung memesan makanan,sedangkan Naruto meminta 2 porsi makanan tapi di bungkus.

"Eh Nii-san, kenapa kau memesan 2 bungkus ? Tidak biasanya kau makan sebanyak itu" Tanya Lucy

"Hm..Nanti juga kau tau, Sudah cepat habiskan makanan mu" ujar Naruto

Setelah Lucy menghabiskan makanannya, Naruto membayar semua tagihan dan setelah itu mereka menuju ke rumah, sepanjang perjalanan mereka mengobrolkan sesuatu.

"Nii-san..aku ingin bertanya sesuatu" ujar Lucy

"Iya ? Apa itu ?" tanya Naruto

"Bagaimana kau bisa berada disana sewaktu aku diancam?" tanya Lucy

"Coba lihat lengan mu" ujar Naruto

Lucy langsung melihat lengannya dan ia sedikit terkejut ketika melihat tulisan kanji berada dilengannya

"Apa ini?" tanya Lucy

"Karena itu aku bisa berada didekat mu saat kau dalam bahaya" jawab Naruto

"Maksudnya ?" Lucy masih bingung

"Begini...singkatnya aku bisa berteleport ke mana pun jika ada tanda seperti itu" jelas Naruto

"Oh..seperti itu..." Lucy terlihat mengangguk-ngangguk

"Hufftt...dasar Lucy no baka" Naruto mengelus rambut Lucy

"Mou...Nii-san..berhenti mengelus kepala ku, malu tau" Lucy terlihat Memerah wajahnya

"Ahahaha..soalnya dari dulu kau terlihat imut" Naruto tertawa melihat tingkah Lucy

"Aku sudah besar Nii-san" Ujar Lucy

"Iya..iya..ayo masuk" Ujar Naruto

Tanpa mereka sadari saat ini Naruto dan Lucy sudah sampai dirumah

"Tadaima" Ucap Naruto masuk membuka pintu diikuti Lucy

"Okaeri Naru,Lucy" Jawab seorang wanita berambut pirang yang tak lain adalah Veena

Lucy terkejut saat melihat wanita yang menjawab Naruto,Mata Lucy berkaca-kaca

"N..n..nee-san" ujar Lucy yang langsung berlari dan memeluk Veena

"Lucy" Ujar Veena

Lucy melepas pelukannya dan melihat kearah Veena

"Apa yang kau lakukan disini ? Dan kapan kau berada disini ?" tanya Lucy bertubi-tubi

"Lucy Tanya satu persatu,Lihat Nee-san bingung menjawabnya" Ujar Naruto

"Ahaha...Sudahlah Naru..." Ucap Veena kemudian melihat kearah Lucy "Nee-san berada disini karena mencari kalian,dan Nee-san sudah sejak tadi pagi saat bertemu Naruto dikota"

Lucy yang mendengar itu hanya ber Oh ria

"Oya Lucy...Nee-san juga akan tinggal bersama kita dan masuk ke Fairy Tail" ujar Naruto

"Apa itu betul ?" ujar Lucy terlihat senang

"Ya..mulai sekarang kita semua bersama" Ujar Veena tersenyum

"Yasudah..ini Nee-san, tadi kami singgah dan membelikan ini untuk Nee-san" Ujar Naruto memberi bungkusan yang berisi makan

"Kebetulan Nee-san juga lapar, kalian juga temani Nee-san makan ya" ujar Veena mengambil bungkusan itu

"Baiklah..kebetulan Naru juga belum makan" ujar Naruto

"Whoww...Nii-san Curang...Kalau tau begini aku juga minta seporsi untuk dibungkus" ujar Lucy

"Kalau Lucy mau..Kita bisa membaginya" Ujar Naruto

"Wooww...arigatou" Ujar Lucy

Sekarang mereka semua berada dimeja makan

"Jadi, tadi sore Naru pamit pergi untuk menjemput Lucy ya ?" tanya Veena

"E..eh..be..begitu lah" terlihat Naruto sedikit gugup

"Jadi Lucy..bagaimana pekerjaan mu ?" tanya Veena

"B..baik kok Nee-san..semuanya Lancar" Ujar Lucy tersenyum dan berkeringat dingin

"Hm...itu bagus...kau melanjutkan bakat ibu kita..aku bangga pada mu" ujar Veena

"Tentu saja" Lucy tersenyum

"Oya Nee-san..salah satu anggota Fairy Tail juga bisa menggunakan kekuatan seperti mu loh" Ujar Naruto

"Eh..apa itu benar?" tanya Veena sepertinya tertarik

"Ya...dia memiliki julukan Titania, mungkin kalau Titania berduet dengan Dewa perang akan sangat hebat jadinya" Ujar Naruto

"Nii-san..Jangan merendahkan diri mu sendiri" Ujar Lucy

Veena yang mendengar perkataan Lucy sedikit bingung

"Apa maksudnya ?" Tanya Veena

Naruto langsung berkeringat dingin dan menatap Lucy seakan memberikan Kode 'jangan katakan'

Lucy yang melihat wajah Naruto menyeringai kejam

"Nee-san...Nii-san sangat hebat...dia sangat kuat bahkan mungkin yang terkuat diantara penyihir Fairy Tail" Jelas Lucy

Naruto yang mendengar itu hanya pasrah

"Apa ? Penyihir terkuat ? Bagaimana bisa ? Bahkan ia tidak bisa menggunakan sihir" Veena tampak terkejut dengan perkataan Lucy

"Nii-san lebih baik kau jelaskan..tidak ada gunanya juga menyembunyikan semuanya" ujar Lucy

"Huufftt" Naruto menghelakan nafas

"Cepat Nii-san" Ujar Lucy

Naruto memejamkan matanya dan pada saat membuka mata sebelah kanannya sudah menjadi merah darah

Sharingan

Naruto memberi genjutsu ingatan kepada Veena, hal itu lebih cepat dari pada menceritakan semuanya.

Setelah beberapa saat, Veena yang terlihat dari tadi diam saja..akhirnya sadar

"Bagaimana Nee-san ?, apa itu sudah menjelaskan semuanya ?" tanya Naruto

"Hm..baiklah...tapi aku tidak menyangka semua itu, dan kenapa pria berambut kuning itu mirio dengan mu?" tanya Veena

"Entahlah Nee-san..itu lah yang aku fikirkan" ujar Naruto

"Baiklah kita lupakan itu, yang penting Nee-san mengetauhi semuanya" ujar Veena

"Ya..itu benar" ujar Lucy dan dibalas anggukan Naruto

"Sekarang lebih baik kita tidur..sudah malam" Ucap Veena

"Hm" ucap Naruto dan Lucy

Mereka bertiga pergi kekamar masing-masing untuk tidur.

.

.

.

.
Pagi hari menyambut kota Magnolia, Masyarakat pun menjalankan aktivitasnya seperti biasa, sama hal nya dengan Lucy yang saat ini sedang mandi

"Wow...kejadian semalam masuk ke kabar harian, aku tidak menyangka aku berada ditengah-tengah kejadian itu" ujar Lucy keluar dari kamar mandi

Setelah ia ganti baju Lucy langsung turun ke bawah

"Ohayou Nee-san, Ohayou Nii-san" sapa Lucy

"Ohayou Lucy" balas Veena

"Oh Lucy..Ohayou..ayo makan" ajak Naruto

"Tidak Nii-san, aku harus pergi ke Guild untuk melihat pertarungan Erza dan Natsu" ucap Lucy mengenakan sepatunya

"Apa kau yakin tidak sarapan dulu lucy?" tanya Veena

"Iya Nee-san, Nanti aku makan di Guild saja" ujar Lucy

"Oh..yasudah..nanti kami menyusul..hati-hati ya" ucap Naruto

"Ha'i..aku pergi" Lucy pergi menuju Guild dan hanya tinggal Naruto dan Veena saja

Naruto menatap serius Verna "Nee-san, apa kau yakin ingin bergabung dengan Fairy Tail ?" tanya Naruto

"Hm ? Kenapa Naru ? Tentu saja Nee-san yakin" Terlihat Veena sangat yakin

"Tidak..tidak..aku hanya ingin menanyakan itu saja" ujar Naruto yang sudah selesai makan

"Oh...oya Naru...Nee-san belum yakin dengan Kekuatan mu, bagaimana kita bertarung ?" tanya Veena yang juga sudah selesai makan

"Eh ? Apa kau yakin ?" tanya Naruto

"Hooh...ternyata kau menyepelekan Nee-san mu ini ya" Ujar Veena

"Ahahaha..bukan begitu...baiklah kita bisa bertarung sebentar sebelum ke Guild" Ujar Naruto

"Hm...tapi dimana tempat kita bertarung ?" tanya Veena

"Masalah itu serahkan pada ku" ujar Naruto

Ia menutup kedua matanya,dan membuka mata kirinya yang sudah menjadi RinneSharingan,Veena yang melihat mata kiri Naruto yang berbeda sedikit terkejut

Whussss...

Seketika dari ketiadaan terbuka portal dimensi dibelakang Veena

"Eh..apa itu ?" tanya Veena

"Itu portal dimensi, kita bisa bertarung disana, ayo masuk Nee-san" ajak Naruto yang sudah masuk duluan dan disusul oleh Veena

Saat ini mereka berdua sudah berada diruangan kosong berwarna putih

"Ini...

"Ya..ini adalah dimensi buatan ku" ujar Naruto

"Dimensi buatan ? Bagaimana bisa ?" tanya Veena melihat sekitar

"Dengan mata sebelah kiriku ini" Ujar Naruto menunjukan RinneSharingan

"Jadi dengan mata itu ya ?" ujar Veena

"Ya..mata ini sangat kuat, tapi aku tidak akan menggunakan ini" ujar Naruto

"Kenapa ?" tanya Veena

"Rasanya tidak adil" ujar Naruto

"Baiklah...kita mulai" ujar Veena

Sword

Veena menciptakan satu pedang disampingnya

"Bersiap lah Naru"

Whusss..

Veena melesatkan pedang itu kearah Naruto, Naruto yang melihat itu langsung merepal handseal

Doton : Doryuheki

Grrrr...

Dinding tanah muncul dari tanah dan membentuk benteng

Blaarrr...

Pedang itu membentur dinding tanah yang diciptakan Naruto

Naruto langsung melesat kearah Veena dan merepal handseal

Kuchiyose

Booftt..

Pedang kusanagi muncul dan sudah berada ditangan Naruto, Veena yang melihat itu juga menciptakan satu pedang biasa dari ketiadaan

Trankk...

Trankk...

Trannkkk

Benturan kedua pedang itu tak terelakan lagi, Veena mengincar perut Naruto, tapi Naruto berhasil menghidarinya dengan cara melompat kebelakang

"Nee-san...kau memang hebat saat menggunakan pedang" ujar Naruto

"Ahaha..Nee-san tidak menyangka Naru bisa mengimbangi Nee-san" Ujar Veena tersenyum

"Baiklah...coba tahan ini" Ujar Naruto merepalkan Handseal

Katon : Ryuen Hoka no Jutsu

Naruto mengeluarkan beberapa bola Api berbentuk kepala naga dan melesat kearah Veena

'Sepertinya Naru mulai serius, baiklah kalau begitu' batin Veena

Shield

Muncul tameng besi mengelilingi Veena dan melindunginya

Blarr...

Blarrr...

Blarrr...

Bola api itu membentur pertahanan Veena, sejumlah asap pun menutupi tempat Veena

Perlahan asap itu menghilang dan menampakan sosok Veena yang berdiri tanpa Luka sedikit pun.

"Naru...Apa kau Niat membunuh Nee-san mu ini ?" tanya Veena

"Eh ? Tenang saja Nee-san...disini kita bisa bertarung sepuas mungkin tanpa takut terbunuh" ujar Naruto

"apa itu betul ? Dimensi buatan mu ini memang hebat" ujar Veena

"Yap..seperti itu" ujar Naruto

"Baiklah..aku akan serius" ujar Veena

Veena menciptakan kedua pedang ditangannya

"Bersiaplah Naru" ujar Veena

Sringgg...

Veena menghilang dalam kecepatan dan muncul disamping Naruto dan menebasnya, untungnya Naruto sempat menahannya dengan kusanagi, walau pun seperti itu, Efeknya ia juga tercampak lumayan jauh.

Brakkk...

Naruto membentur Tanah..

'Kuat sekali' batin Naruto

Srriinnggg...

Veena kembali menghilang dan muncul diatas Naruto

'Cepat' batin Naruto

Veena mengarahkan tebasannya ke Naruto, Naruto yang melihat itu reflek langsung menghindar

Blaaarrrr...

Tebasan Veena menciptakan kawah yang lumayan besar, Naruto yang melihat itu merinding disco

'Pantes saja sebutannya dewa perang, melihat tebasannya saja sudah mengerikan,jika begini terus..aku bisa susah' batin Naruto

"Naru...jika kau hanya menghindar, bisa-bisa kau kalah" ujar Veena

Naruto yang mendengar itu langsung merepal handseal

Kage Bunshin No Jutsu

Booffttt...

Boofftt...

Bofffttt...

Muncul lima bunshin Naruto disampingnya

"jadi kau bisa menggandakan diri ya Naru" ujar Veena

"Ya..bersiaplah Nee-san" ujar Naruto yang empat bunshinnya melesat kearah Veena bersamaan dengan dirinya

Salah satu bunshin Naruto membuat Rasengan dan mengarahkannya ke Veena

Veena yang melihat itu menghindar dan menebas satu bunshin Naruto

Boofftt

Kini hanya tersisa tiga bunshin Naruto, selanjutnya Veena menyilangkan kedua pedangnya dan mengambil ancang-ancang

Kenjutsu Style : Explose

Whhuuussss...

Tercipta tebasan dari segala arah dan menebas 3 bunshin Naruto, Syukurnya Naruto sempat menghindari serangan Veena dengan melompat keatas

Boofft

Booftt

Booftt

Ketiga bunshin Naruto hilang, Naruto yang melihat itu menggertakan Giginya

"Sudah saatnya" ujar Naruto melirik satu bunshinnya yang tersisa dan bertapa dari tadi

Booffttt

Setelah bunshin Naruto menghilang terjadi perubahan pada Naruto, Kini matanya beriris kuning dengan pupil garis horisontal dan kemerahan oranye pigmentasi di sekitar matanya

'Naru berbeda' batin Veena

Naruto langsung melesat kearah Veena dengan kecepatan penuh dan mengarahkan tinjunya

Veena yang melihat itu langsung membuat perisai

Shield

Brak...

Krak...

Krakk...

Duaarrr...

Pukulan Naruto menghancurkan perisai Veena dan mementalkannya kebelakang

'Pukulannya kuat' batin Veena

Naruto langsung melemparkan kusanaginya kearah Veena.

"Ini terlalu muda Naru" ujar Veena mengelakan lemparan Naruto

Naruto yang melihat Veena menghindar pun menyeringai dan membuat rasengan

"Kau salah besar Nee-san" ujar Naruto

Sringgg...

Naruto hilang dalam kilatan putih kehitaman

Naruto sudah berada di belakang Veena dengan tangan kanan membawa rasengan dan tangan kirinya memegang kusanagi yang dilemparnya tadi, Naruto mengarahkan rasengan itu kearah punggung Veena

'C..cepat' batin Veena saat melihat Naruto sudah dibelakangnya

Rasengan

Duaarrr...

Veena terkena telak serangan Naruto, Naruto yang mengira Veena kalah langsung kembali keposisi semula.

"Itu pasti berhasil" ujar Naruto

"Nee-san tidak menyangka Naru sekuat itu,Nee-san bangga pada mu" ujar sosok dibalik debu yang perlahan menghilang dan memperlihatkan Veena dalam keadaan baik-baik saja

Naruto yang melihat keadaan Veena menyeringai kecil

"Ahahaha...sudah kuduga" ujar Naruto

"Ternyata Naru bisa berteleport, kalau saja bukan Nee-san yang Naru lawan, mungkin sudah mati terkena serangan tadi" ujar Veena

"Hehehe..sebenarnya pedang tadi yang menjadi perantaraannya" ujar Naruto

"Begitu ya..." ujar Veena "baiklah kita Naikkan Level pertarungannya" lanjut Veena

Naruto yang mendengarkan perkataan Veena tersenyum

"Yosh..Menarilah bersama ku Nee-san"

Sword Magic

Seketika ribuan Pedang tercipta dibelakang Veena.

Whuss. .

Seluruh pedang itu melesat cepat kearah Naruto

"Baiklah...akan kucoba jutsu baruku" Ucap Naruto masih dalam Sage mode dan ia merepal handseal

Mokuton: Mokujōheki

Naruto menciptakan kubah kayu raksasa

Duarr...

Duarr..

Duarr...

Seluruh pedang Veena menghantam kubah kayu raksasa milik Naruto dan mementalkannya seluruh serangan Veena

'Sudah kuduga, elemen kayu memang kuat, aku tidak menyesal melatihnya bersama juubi' batin Naruto

Kubah itu terbuka dan memperlihatkan Naruto yang dalam keadaan baik-baik saja

"Apa itu ?" tanya Veena

"Ini adalah Elemen kayu Nee-san" ujar Naruto

"Oh...itu hebat, Serangan Rank A Nee-sam bisa Naru tangkis dengan mudah" Ujar Veena

"Baiklah...sekarang giliran ku" Naruto terlihat merepal handseal

Veena yang melihat gerakan tangan Naruto langsung memasang posisi waspada

Mokuton Hijutsu: Jukai Kōtan

Naruto menciptakan Hutan buatan dan mengendalikannya Untuk Menyerang Veena

Veena yang melihat itu membulatkan matanya

'N..naru bisa menciptakan Hutan ? I..ini mustahil' batin Veena terkejut

Veena lalu menyilangkan pedangnya dan menebasnya berlawanan arah

Kenjutsu Sytle : Dragon Shadow

"Grooooarrrhhh"

Terlihat dari tebasan Veena keluar kepala Naga bayangan dan menghantam Serangan Naruto

Blaaarrrr...

Dalam sekejab Naga itu hilang setelah menghentikan hutan buatan Naruto

Naruto yang melihat hutan buatannya berhasil dihalau Veena, Naruto kembali merepal handseal

"Baiklah...ini yang ketiga Nee-san"

Mokuton: Mokuryū no Jutsu

"Grrararraaahhh"

Dari dalam tanah muncul Naga Kayu Raksasa Yang mengarah ke Veena

Veena yang melihat Naga kayu tersebut menyerangnya langsung menghindar, tetapi Naga kayu tersebut terus mengikuti Veena

'Dia mengikutiku' batin Veena

Veena melompat lumayan jauh dan menghilangkan kedua pedang ditangannya

Benizakura

Whussshh...

Tercipta lagi katana Tipis yang bernama Benizakura di tangan kanan Veena, Setelah itu Veena langsung meluncur kearah Naga kayu itu

Kenjutsu Style : Dark Ligthning

Slessss..

Benizakura yang dilapisi petir hitam membelah Naga kayu Naruto

Naruto yang melihat Veena membelah Naga kayu itu dengan mudah terkagum

"Wow...Nee-san memang kuat" ujar Naruto

"Naru...kau memang kuat...karena kau berhasil mengimbangi ku" ujar Veena

"Sekarang giliran Nee-san" ujar Veena mengangkat Benizakura keatas

Kenjutsu Style : Lightning Gold

Jgerrr...

Petir berwarna Emas melesat cepat kearah Naruto, Naruto yang ingin terpanggang langsung melemparkan kusanaginya kesembarang arah.

Hirashin No jutsu

Slessshhh

Jdaaarrrrrrr...

Detik-detik sebelum petir itu menyambar Naruto, Ia berhasil berteleport ke arah dilemparkannya Kusanagi.

Naruto yang melihat kawah yang disebabkan petir emas Veena bergidik ngeri

'Kalau saja aku tidak berteleport, mungkin aku sudah musnah sekarang' batin Naruto kemudian ia melihat Veena

"Nee-san..apa kau ingin membunuhku ?" tanya Naruto

"Bukan kah kau sudah bilang kita bisa bertarung tanpa takut terbunuh disini, jadi bersiaplah" ujar Veena yang melesat kearah Naruto

Naruto yang melihat Veena melesat kearahnya langsung memposisikan kusanagi didepan dadanya

Trank..

Trank..

Sleshh...

Veena mencoba menebas kepala Naruto tapi Naruto berhasil menghindar dengan cara berjongkok, Lalu Naruto menendang perut Veena, tapi berhasil ditangkap tangan kiri Veena, Melihat itu Naruto langsung melepaskan diri dari Veena dan bersalto kebelakang bersamaan dengan merepal Handseal.

Futon : Atsugai

Naruto mengeluarkan tekanan angin yang tinggi, kemudian menghasilkan tornado raksasa yang mengarah ke Veena

Veena yang melihat itu tidak tinggal diam

Kenjutsu Style : Lightning Blow

Slasshhh..

Veena membelah angin tornado itu menjadi Dua dan hanya melewatinya.

Berbagai macam serangan berhasil dihindari Veena mau pun Naruto.

"Naru...Mari kita akhiri ini dengan kekuatan terkuat kita" ujar Veena

Naruto yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya

Excalibur

Muncul cahaya warna emas ditangan Veena yang membuat Naruto menyipitkan matanya

'Apa itu ?' batin Naruto

Perlahan cahaya emas itu menghilang dan memperlihatkan wujud asli Excalibur

"Pedang apa itu Nee-san ?" tanya Naruto

"Ini adalah Pedang terkuat didunia, Excalibur" ujar Veena

"Jadi ini ya, pedang terkuat milik Nee-san" tanya Naruto

"Ya..sebelumnya Nee-san belum perna mengeluarkan ini pada saat bertarung, tetapi karena Naru sangat kuat, Nee-san terpaksa menggunakan ini" ujar Veena

"Jadi begitu ya ?, baiklah mungkin sedikit kekuatan dewa akan kutunjukan pada Nee-san" ujar Naruto

"Kekuat-

Juubi Mode Level 2

Whuusssshh

Belum sempat Veena menyelesaikan perkataannya, ia langsung terbungkam saat merasakan kekuatan besar dari Naruto

"A..apa i..tu ?, ke..kuatannya besar sekali" guman Veena

Penampilan Naruto berbeda, Saat ini pada bagian ujung rambutnya menjadi warna putih, seluruh tubuhnya diselimuti aura berwarna putih dengan Beberapa bagian berwarna hitam, dibelakangnya terdapat 12 bola hitam yang disebut godoudama mengintarinya (sama kaya Mode Rikudo Senjutsu di canon, yang beda hanya Warna dan ujung rambutnya yang berwarna putih)

"Bagaimana Nee-san ?, apa kita akan melanjutkannya ?" tanya Naruto melihat Veena

"Tentu saja Naru" ujar Veena yang langsung melesat cepat kearah Naruto

Naruto yang tidak tinggal diam langsung mengubah godoudamanya menjadi tongkat

Trankk...

Bledarrrrr...

Benturan antara Tongkat Godoudama dan pedang Excalibur itu menghancurkan sedikit dari dimensi itu

'A..apa ini,Tongkat hitam itu sangat kuat, aku tidak percaya Excalibur yang bisa membelah apa pun tetapi tidak bisa membelah tongkat hitam itu' batin Veena terkejut

Kemudian Naruto dan Veena melompat mundur lumayan jauh

"Pedang itu kuat Nee-san" ucap Naruto

"Begitulah..dan kenapa tongkat hitam itu kuat sekali?, bahkan Excalibur tidak bisa membelahnya" tanya Veena

"Tongkat hitam ini adalah Godoudama, Kelemahannya adalah Senjutsu atau Energi alam" ujar Naruto

"Energi alam ?" tanya Veena

"Ya..sepeti saat aku menggunakannya tadi Sage Mode" ujar Naruto

"Jadi apa segala macam sihir tidak akan bisa menembusnya ?" tanya Veena

"Itu betul, Karena energi ku berbeda dengan sihir dan juga Chakra lebih kuat dari sihir" ujar Naruto

"Begitu ya ?, itu sangat keren" ujar Veena

"Baiklah Nee-san, kita lanjutkan" Naruto merepal Handseal

Katon: Gōryūka no Jutsu

Naruto mengeluarkan Naga api Raksasa dari semburannya

Veena yang melihat itu tidak tinggal diam

Excalibur : Shadow Flash

Slessshhh...

Veena menebaskan pedangnya dengan kecepatan dan membelah Naga api itu.

Excalibur : Flying Thunder

Veena menebaskan Excalibur dan mengeluarkan guntur yang melesat menuju Naruto

'Itu bukan serangan biasa, aku tidak bisa memakai pertahanan biasa, baiklah akan ku gunakan itu' batin Naruto yang menggigit kedua ibu jarinya sehinggah berdarah, lalu menepakan tangannya ke lantai

Kuchiyose: Gojū Rashōmon

Tranggg...

Tranggg...

Tranggg...

Naruto memunculkan 5 dinding rashomon berlapis yang menghasilkan dinding pertahanan yang sangat kuat.

Jduuuaaarrr...

Ledakan Dasyat Guntur itu saat menghantam 5 dinding rashomon menghancurkan seketika kelima gerbang itu.

'Itu serangan yang kuat, setaran dengan mini Juubidama milik Juubi' batin Naruto

Terlihat di tengah-tengah antara Veena dan Naruto tercipta Kawah yang sangat besar.

"Ini selanjutnya Nee-san" Naruto kembali merepal Handseal

Suiton: Suiryūdan no Jutsu

Terlihat sejumlah besar air membentuk naga raksasa yang kuat melesar cepat kearah Veena

Veena yang melihat itu langsung menebaskan Excalibur kearah Naga air itu

Excalibur : Lightning Blow

Slleessssshhhh

Dengan mulus Veena membelah Naga air itu, tetapi tampaknya Veena mulai kelelahan

''Ha..ha..ha...Menggunakan teknik Excalibur memang memakan banyak Sihir'' guman Veena terengah-engah

Naruto yang melihat Veena Kelahan langsung kembali merepal handseal

Kirin

Ggrrrrggg

Veena yang melihat Petir biru berbentuk kepala Naga meluncur kearahnya hanya membelalakan Matanya.

Jdeerrrr...

Petir biru berkepala Naga menghantam telak Veena

Terlihat Veena terduduk saat petir itu menghantamnya

"Ha..ha..ha..untung aku sempat membuat pertahanan disaat-saat terakhir" ujar Veena yang saat ini Excalibur dan Baju zirahnya sudah hilang

Terlihat dimensi buatan Naruto sudah sebagian hancur

Dan ia langsung berjalan kearah Veena yang sudah terluka

"Jadi apa Nee-san menyerah ?" tanya Naruto

"Hah..hah...Nee-san nyerah, Naru sangat kuat" ujar Veena

"Baiklah..kalau begitu aku akan menyembuhkan mu" ujar Naruto

"Kau memang mempunyai banyak hal yang mengejutkan Naru" ujar Veena tersenyum

Naruto meletakan tangan kanannya kepundak Veena

"Ahahaha...begitu lah Nee-san" Sekujur tubuh Veena terselumuti aura hijau, perlahan semua luka Veena menghilang dan Naruto melepas pegangannya pada Veena

"Nah..sekarang sudah selesai...ayo kita keluar dari sini, Dimensi ini lumayan rusak dan aku juga lelah" ujar Naruto yang mengaktifkan RinneSharingannya

Mereka berdua keluar dari dimensi itu dan sudah kembali ke rumah mereka.

"Hah...aku lelah Nee-san, aku mau mandi dulu, setelah itu kita ke Guild" ujar Naruto yang berjalan ke kamar mandi

Setelah beberapa saat mereka selesai mandi dan langsung menuju ke Guild.

.

.

.

.
Sedang diguild saat ini,terlihat Natsu sangat senang sambil meminum minuman api

"Akhirnya aku menghirup udara segar lagi, kebebasan itu indah" ujar Natsu menyemburkan nafas api kecil

"Natsu bisa diem gak" ujar Jet

"Makanlah dengan tenang" ujar Droy

Lucy yang melihat tingkah laku Lucy menjadi pusing "Aku harap dia dipenjara lebih lama lagi,aku tidak mengira kalau mereka ditangkap hanya sebagai formalitas saja,aku menyesal mengkhawatirkannya" "Aku tau, pasti karena utusannya seekor kodok jadi dia terpaksa melepaskan mereka" ujar Gray datar

"Sudah kuduga ice make itu memang sedingin es" ujar Happy

"Oya...bagaimana pertandingan jantan antara Erza dan Natsu?" tanya Elfman

Lucy yang mendengar perkataan Elfman Sweetdrop

"Oya..aku lupa...Erza ayo kita lanjutkan" ujar Natsu

"Nanti saja, aku sedang lelah" ujar Erza

Natsu yang sudah membuat api ditangannya tidak menggubris perkataan Erza

"Rasakan ini"

"Cih"

Duaarrr

Erza memukul Natsu dengan palu besar sehinggah membuatnya terpental kearah pintu masuk

"Sudah kubilang aku lelah" ujar Veena

Mereka yang melihat itu terdiam seketika.

Sedangkat Natsu yang melesat kearah pintu reflek di tangkap oleh Naruto dengan cara mencengkram wajahnya

Grapp..

"Nii-san" senang Lucy

Semuanya melihat ke Naruto dengan mudah mencengram wajah Natsu

"Hoiy..hoiy Natsu..apa apaan kau" ujar Naruto

"Akhfu dfpfukil erdxzs" terlihat Natsu bicaranya tidak jelas karena dicengkram Naruto, sehinggah Naruto melepaskannya.

"Ha..ha..ha..." Nafas Natsu terengah-engah

"Itu Naruto-san, dia ikut membantu Erza,Natsu dan Gray memusnahkan Monster Zeref"

"Who...ternyata pengakuannya tetang tidak memiliki kekuatan hanya candaan"

"Naruto-san juga membawa wanita yang cantik" ujar Macao

Erza yang melihat Naruto membawa wanita cantik langsung melihat intens Naruto

"Eh..Naruto-san, apa itu pacar mu ?" tanya Gray

"Ehhh ? Pacar ? Ini kakakku Veena Heartfillia, bukan Pacar ku" ujar Naruto sedangkan Veena hanya tertawa

Erza yang mendengar itu merasa lega

"Apa...J..jadi dia Nee-san mu ?" tanya Gray

"Jadi dia juga kakak Lucy ?" tanya Natsu

"Baka...sudah jelas-jelas warna rambut kami sama, masih kau tanyakan juga" ujar Lucy

Kemudian Gray berdiri

"Veena-san, perkenalkan nama ku Gray Fullbaster dan ini Orang bodoh yang bernama Natsu Dragneel" ujar Gray

"Woi..apa-apaan kau bilang aku bodoh ? Hah ?" Natsu terpancing perkataan Gray

"Nyatanya memang gitu kan bodoh" ujar Gray

"Dasar otak udang"

"Lemah"

Perdebatan mereka berdua terus terjadi

Naruto dan Veena tertawa melihat Gray dan Natsu

Kemudian Erza berjalan kearah Naruto dan Veena

"Naruto-san" panggil Erza

"Eh..Erza-san, apa kabar ?" tanya Naruto

"Aku baik" kemudian ia melihat kearah Veena

"Perkenalkan aku Erza, Penyihir dari Fairy tail" Erza memperkenalkan diri pada Veena

"Salam kenal Erza, aku Veena Heartfillia kakak dari Naruto dan Lucy" balas Veena

"Oya Erza-san..dimana master ?" tanya Naruto

"Itu master sedang duduk diatas meja bar" jawab Erza "ada apa kau mencarinya Naruto-san ?" tanya Erza

"Nee-san ingin menjadi penyihir Fairy tail" ujar Naruto

"Oh...itu bagus..temui saja master" ujar Erza

"Baiklah..terima kasih ya" ucap Naruto lalu menuju ke tempat master bersama Veena

"Master" panggil Naruto

"Oh..Naruto kah ? Ada apa ?" tanya Makarov

"Kakak ku Veena Heartfillia ingin menjadi penyihir Fairy Tail, apa boleh?" tanya Naruto

"Tentu saja" ujar Makarov "Mira-chan" panggil Makarov

"Iya master ?" tanya Mirajane

"Berikan Veena-chan tato Fairy tail" ujar Makarov

"Veena-chan ?" tanya Mirajane

Kemudian Veena berjalan mendekat kearah Mirajane

"Nama ku Veena Heartfillia, kakak Naruto dan Lucy" ujar Veena

"Oh..jadi kakaknya Naruto-san dan Lucy ya, aku Mirajane, salam kenal" mirajane tersenyum

Baiklah..ayo kita buat tato untuk mu" Mirajane Mengajak Veena

"Baiklah" ujar Veena

Veena dan Mirajane beranjak dari tempat itu, dan Datang wanita bernama Levi

"Naruto-san" panggil Levi

"Oh Levi-chan, apa kabar?" tanya Naruto

"Kabar ku baik.."

"Bagus lah" ujar Naruto

Naruto dan Lucy memang lumayan dekat dengan Levi, sampai-sampai Naruto memanggilnya dengan Suffix -Chan

"Oya Naruto-san, Aksi mu kemarin sangat keren loh" ujar Levi

"Eh ? Aksi ?" tanya Naruto bingung

"Iya..waktu kau membantu Erza,Natsu dan Gray" ujar Levi

Naruto yang mendengar itu terkejut dan melihat kearah Makarov

"Hah..bukan aku Naruto, Kejadian itu masuk ke kabar berita" ujar Makarov memberikan koran pada Naruto

Lalu Naruto mengambil koran itu dan terpampang wajahnya, dan membaca tulisannya

[Seorang penyihir Fairy tail bernama Naruto Heartfillia membantu Natsu,Gray dan Erza sang titania, ia menghabisi monster itu dengan kekuatan yang berbeda dari sihir dan orang-orang menyebutnya Ningen No Kami]

Naruto seketika Sweetdrop mendengar Julukannya

"Apaaaaa ? Ningen No kami ? Julukan macam apa itu" teriak Naruto

Levi dan Makarov tertawa melihat Naruto

Veena dan Mirajane kembali setelah selesai membuat tato di paha Veena

"Sudah selesai Nee-san ?" tanya Naruto

"Hm..sudah" ujar Veena tersenyum

Lucy berjalan kearah Naruto dan yang lain "Bagaimana Nee-san ?" tanya Lucy

"Nee-san sudah resmi menjadi anggota Fairy tail" Lucy memperlihatkan Tato Fairy tail Di pahanya

"Baguslah" ujar Lucy

Semua yang berada disana tersenyum

Lalu Mirajane melihat kearah Makarov

"Ada apa master ?" tanya Mirajane

"Tidak..hanya sedikit ngantuk" ujar Makarov

Naruto merasakan sesuatu langsung menaikan sedikit tekanan chakranya

"Dia datang" guman makarov

Terlihat seketika semuanya tertidur saat merasakan kantuk berat,hanya Makarov dan Naruto yang masih sadar

'Ini semacam genjutsu' batin Naruto

Makarov tidak terkejut saat melihat Narito mampu menangkis sihir tidur.

Tap..

Tap...

Tap...

Suara langkah kaki seseorang yang menggunakan pakaian tertutup dengan masker dan membawa beberapa tongkat dipunggungnya

Langkahnya terhenti ketika melihat Naruto masih berdiri santai.

"Jadi kau yang bernama Naruto Heartfillia ya ?" tanya orang itu

Naruto mengangkat sebelah alisnya "Siapa kau ?" tanya orang itu

"Dia mystogan, Penyihir Rank S Fairy tail" bukan Mystogan yang menjawab, tetapi makarov

"Lalu kenapa orang itu menidurkan semua orang ?" tanya Naruto

"Aku tidak ingin orang melihat ku" ujar Mystogan

"Hah ? Alasan macam apa itu ?" ujar Naruto

Mystogan berjalan menuju papan permintaan dan mengambil 1 lembar misi, lalu ia berjalan kearah makarov dan memberikan lembaran misi itu

"Aku pergi dulu" ujar Mystogan berjalan keluar

"Hey..lepaskan dulu sihir tidur mu itu" ujar Makarov

"Tidak perlu, Naruto Heartfillia bisa melepasnya, aku tau dia orang yang kuat" Mystogan menghilang dalam balik cahaya

"Heh..." teriak Makarov

"Tenang master, aku bisa melepasnya" ujar Naruto

"Baiklah, lepaskan" ujar Makarov dibalas anggukan Naruto

Genjutsu : KAI

Seketika semua orang terbangun dari tidurnya

"Perasaan ini pasti Mystogan" ujar Jet

"Orang itu aneh" ujar Droy

"Sihir tidurnya memang sangat kuat"

"Mystogan ?" tanya Lucy

Veena dan Lucy melihat Naruto dan meminta penjelasan, karena mereka berdua tau kalau Naruto tidak terkena sihirnya

"Naru/Nii-san" ujar Veena dan Lucy

Naruto hanya bisa pasrah dan menjawab

"Mystogan salah satu penyihir Fairy Tail Rank S" jelas Naruto

"Lalu kenapa ia melakukan hal itu ?" tanya Veena

"Entahlah, dia langsung pergi saat aku bertanya" ujar Naruto

Veena dan Lucy hanya ber'oh ria

Kemudian Loki muncul disamping Veena dan Lucy

"Dia juga salah satu kadidat terkuat penyihir Fairy Tail" ujar Loki

"Entah mengapa dirinya tidak mau terlihat oleh orang lain,jadi ketika dia datang, dia hanya mengambil sebuah misi lalu pergi" ujar Gray

"Hanya master yang pernah melihat wajahnya" lanjut Gray

"Tidak juga, Aku juga pernah melihatnya" ucap seseorang dari lantai dua berambut kuning, dan pada bagian wajahnya ada codetan petir dan badan berotot yang bernama Laxus Drayer yang merupakan cucu Makarov Dreyer.

"Laxus"

"Kau disini"

"Kebetulan sekali"

Semua yang berada disitu melihat kelantai atas

"Siapa dia ?" tanya Lucy

Sementara Naruto hanya bersandar didinding dan menatap datar Laxus

"Dia juga kadidat terkuat Fairy Tail" ujar Gray

"Mystogan itu sangat pemalu, itu saja yang ingin ku beritau" ujar Laxus

"Laxus..ayo kita bertarung" teriak Natsu

Laxus yang melihat Natsu berseringai jahat "Jika kau belum menang melawan Erza, kau tidak pantas melawan ku"

"Apa maksud kalimat mu itu" terlihat Erza geram

"Maksud ku, akulah yang terkuat" terlihat Laxus sombong

"Turun kau keparat" Natsu berteriak

"Kenapa tidak kau saja yang Naik keatas ?"

Natsu yang mendengar itu berlari menuju keatas "Baiklah jika itu mau mu"

Tapi belum sempat melompat keatas Makarov membesarkan tangannya dan memukul Natsu

Brakkk...

Lucy yang melihat itu berkeringat dingin

"Kau tidak boleh Naik keatas, tidak bisa" ujar Makarov

"Ahaha..kau dimarahi kan" ujar Laxus mengejek

"Sudah cukup laxus" ujar Makarov

"Aku tidak akan memberikan posisi penyihir terkuat di Fairy Tail, Tidak untuk Erza dan Tidak untuk Mystogan, begitu juga dengan kakek tua itu, Karena aku lah yang terkuat" Laxus mendeklarasi dirinya

Semua yang mendengar itu merasa geram, sedangkan Naruto tetap pada ekspresi datarnya, begitu juga dengan Veena

Setelah Laxus mengatakan itu, ia langsung beranjak pergi

Setelah semua itu Naruto dan Veena berjalan kearah Lucy

"Lucy, Nii-san dan Nee-san akan pergi, mungkin akan kembali 2-3 hari, kuharap kau tetap dirumah sampai kami kembali" ujar Naruto

"Eh...aku ikut" ujar Lucy

"Tidak Lucy, Kau satu tim dengan Natsu, dan sekarang aku Satu tim dengan Nee-san" ujar Naruto

Mau tidak mau Lucy harus setuju, karena memang begitu adanya

Kemudian Veena mengelus rambut Lucy

"Tenang saja, Nii-san mu sudah membuat pelindung untuk mu, jadi jika kau dalam bahaya Nee-san mu akan datang" ujar Veena

"Baiklah..hati-hato ya" ujar Lucy

Naruto dan Veena tersenyum mengangguk, lalu mereka pergi .

.

.

.

.
Setelah Naruto dan Veena pergi menjalankan misi, Lucy dan Natsu pergi menjalani misi Rank S secara diam-diam, kemudian Gray menyusul untuk menghentikan mereka, tapi ternyata dia juga ikut-ikutan, Mereka bertiga bertemu dengan Deliora, iblis yang di buat Zeref dan dibekukan Oleh Ur yang merupakan Guru dari Gray, Gray kembali terkejut saat yang ingin menghidupkan deliora kembali adalah Leon, yang merupakan teman seperguruannya, tujuan Leon adalah untuk mengalahkan Deliora, tetapi sayangnya deliora sudah musnah karena dibekukan oleh Ur, dan pada saat mereka kembali kerumah penduduk, ternyata Erza datang menjemput mereka semua, dan yang mengejutkan adalah, ternyata penduduk asli disitu adalah iblis.

Saat ini mereka semua sudah berada dikota Magnolia dan kembali menuju Guild.

"Kami kembali" teriak Natsu

"Sekarang ayo pulang ke Guild dan hukuman apa yang akan menunggu kalian, dalam kasus ini aki bisa memaafkan kalian, tapi master lah yang akan menentukannya" ujra Erza

"Jangan bilang kami harus melakukan itu, tidak..tidak..aku tidak mau melakukan itu lagi" terlihat Gray panik

"Apa maksud kalimat melakukan itu" Lucy pun terlihat panik

"Jangan khawatir, aku yakin jii-chan akan memaafkan kita dan berkata 'kerja yang bagus' " terlihat Natsu mencoba menghibur Lucy

"Kau ini si bodoh yang benar-benar optimis ya" ujar Lucy

"Tidak..aku yakin itu sudah dipersiapkan, fu fu fu..aku sudah tidak sabar" ujar Erza

Mendengar itu terlihat Natsu ingin kabur tapi di tarik paksa Erza

"Tidak...tolong apa saja yang penting jangan itu" ujar Natsu panik

Sedangkan Gray sudah terlihat pasrah

"Jadi apa maksud kalimat melakukan itu ?" Lucy pun panik

"Cepat jalan" paksa Erza

Mereka akhirnya sampai didepan guild, tapi mereka semua terkejut

"Apa yang terjadi demgan guild ?" Erza terkejut

"Eh ?" Lucy juga terkejut

"Ini"

Terlihat Guild Fairy Tail hancur saat disemua sisinya terdapat Besi besar yang menjulang keatas

Natsu yang melihat itu menjadi sangat geram "Siapa yang melakukan semua ini"

Terlihat Lucy dan Gray dengan wajah sedih

"Apa yang terjadi ?" tanya Erza

.

.

.

End

Yo minna...Chapter Ini lumayan Ribet,dan soal kekuatan Veena itu buatan saya sendiri...hehehe..maaf ya kalau ngawur, bagaimana pendapat kalian tentang chapter ini? Bagus kah atau buruk? Silahkan Review :)