Hai, Minna-san? Masih ingat sama saia? Ngga?

Masih ingat sama ceritanya? Ngga?

Kalo gitu boleh deh Minna-san baca chap2 sbelumnya.

Kalo mau cari tau ttg saia? Bisa dicari di Mas Google, saia kan terkenal –dijitak-

Enjoy aja deh~~

Last Chap!!

Just A Fairy Tale

A NARUTO FICTION

BY NATE RIVER IS STILL ALIVE & AKECHI KIWARI IS M.O.P.

DISCLAIMER: NARUTO © MASASHI KISHIMOTO

RATE: T

PAIRING: SASU X FEMNARU

WARNING: AU, OOC(SANGAT)

"Tok tok tok"

"Biar aku yang buka!" sahut Naruto.

"Kreek!"

"Anda siapa?" tanya Naruto melihat tamunya yang sepertinya tidak dikenalinya. Tapi lagi-lagi Naruto merasa Déjà vu.

"Kau tidak mengenaliku? Aku adalah…."

CHAPTER 6

NORMAL POV ON WHOLE STORY

"Aku adalah Pendongeng Legendaris," aku tamu tersebut.

"Pendongeng Legendaris? Siapa?" Tanya Naruto masih tidak ingat dengan tamunya.

Sang Tamu tertawa kecil sambil berkata, "Akan kubuat kau ingat."

Dengan kekuatan terselubung, bayangan masa lalu tepatnya 21 tahun yang lalu bermain di kepala Naruto. Dalam sekejap mata, perasaan Déjà vu mulai terjawab. Kini Naruto ingat semuanya.

"I-ini…ternyata Sasuke…"

"Kau sudah ingat? Sasuke adalah orang yang sangat kau cintai." Naruto tak dapat berkata-kata, masih sedikit ragu akan bayangan di kepalanya.

Sang Tamu melanjutkan, "Saat itu kau mengorbankan nyawamu untuk Sasuke tetapi dia berhasil dikalahkan oleh Sang Gagak yang kemudian menggunakan tubuh Sasuke untuk menjadi manusia. Kemudian ayahmu datang dan mengalahkan Sang Gagak yang menggunakan tubuh Sasuke. Karena rasa cintamu padanya begitu besar, aku tak bisa membiarkanmu kehilangan Sasuke begitu saja. Oleh karena itu, aku menghadiahkan reinkarnasi Sasuke untuk kau bawa pulang ke duniamu. Kau sudah mengurusnya dengan baik. Sampai saat ini kau belum mempunyai suami karena hatimu masih menyimpan Sasuke ,bukan? Hanya satu langkah lagi kau akan mendapatkan kebahagiaan abadi."

"Ibu, kenapa lama sekali?" Sasuke muncul dari ruang tengah.

"Ya, Naruto. Siapa yang datang?" karena Naruto yang tak kunjung selesai menyambut tamu, Sasuke dan Minato datang menyusul Naruto.

"Haaii! Kalian masih ingat aku?" dengan spontan, Sang Tamu yang mengaku sebagai Pendongeng Legendaris langsung menyapa Naruto dan Minato.

"Kamu siapa?" kompak kedua pria yang mempunyai hubungan kakek dan cucu itu bertanya.

"Haaah, ternyata kalian semua jadi pikun. Padahal baru berlalu 21 tahun," Pendongeng Legendaris pura-pura merenggut kecewa. "Kalau begitu aku lewat saja basa-basinya."

Dengan satu gerakan tangan mengayun seperti seorang Dirijen, Sang Pendongeng Legendaris mengembalikan mereka bertiga ke 21 tahun yang lalu dimana satu event besar telah terjadi. Setting ala kerajaan, pedang, dan kuda membuat mereka terlepas dari kepikunannya.

"Ini namanya Rendezvous! Menyenangkan, bukan?" Pendongeng Legendaris tertawa ceria.

Situasi yang sebenarnya adalah Sang Pangeran alias Sasuke, Sang Gagak alias Sai, Naruto, dan Minato berada dalam satu tempat, yaitu gua tempat tinggal Sang Gagak yang menjadi saksi pertempuran Sang Pangeran dan Sang Gagak. Oh, tidak lupa Sang Pendongeng Legendaris tentunya yang mengirim mereka kembali kesini.

"Kau! Aku ingat pernah bertarung denganmu! Kau Sang Gagak! Musuh besarku!" teriak Sasuke ketika melihat Sai dihadapannya.

"Ya, itu memang aku. Tapi sekarang kita tak perlu bertarung lagi karena apa yang aku inginkan sudah aku dapatkan. Memangnya kau belum diberi tahu oleh pak tua ini?" jawab Sai kalem tanpa ekspresi seperti biasa sambil melirik pada Sang Pendongeng Legendaris.

"Heh! Kau bilang aku apa? Ingat loh, aku yang sudah membuatmu jadi manusia yang tampan luar biasa ini!" sahut Pendongeng Legendaris alias Madara yang merasa dirinya hampir direndahkan.

"Hai'…hai'…gomennasai…" balas Sai merajuk.

"Ehem, aku yakin kalian semua sudah ingat. Tempat ini adalah tempat dimana Naruto menemukan kau, Sasuke!" tiba-tiba Pendongeng Legendaris menunjuk Sasuke.

"Aku?"

"Ya! Dengan kekuatanku, aku menghidupkanmu kembali setelah dikalahkan oleh kau, Minato!" tiba-tiba pula Pendongeng Legendaris menunjuk ayah Naruto.

"Aku?"

"Ya! Dan dengan kekuatanku lagi, aku menghilangkan ingatan kalian semua dan mengirim kalian ke dunia nyata dengan selamat. Kemudian Sasuke yang telah ku-reinkarnasi-kan kupasrahkan pada kau, Naruto!" dia lagi-lagi menunjuk Naruto dengan tiba-tiba.

"A-aku?"

"Ya! Dan kau memutuskan untuk merawat Sasuke sebagai anakmu karena aku tahu dalam hatimu ada rasa sayang pada Sasuke hingga kini Sasuke sudah dewasa, saatnya aku menyempurnakan hadiahku pada kalian. Karena itu, kalian harus berterima kasih kembali padaku dan kekuatanku. Hahaha!"

Pendongeng Legendaris yang bercerita panjang lebar yang sebagian besar atau lebih tepatnya seluruhnya hanya menonjolkan kekuatannya membuat keempat tokoh utama kita sweatdrop dan jika dilanjutkan lebih lama lagi akan mengakibatkan kanker paru-paru, impotensi, gangguan kehamilan dan janin.

'Krik Krik Krik…' suara jangkrik menginterupsi acara Let Me Show You My Power ala Madara.

"No applause?" akhirnya Madara angkat bicara untuk memecah keheningan yang sebenarnya dia cipatakan sendiri.

"Ehem! Lebih baik langsung ke inti?" akhirnya Sai yang pemberani berhasil menyadarkan Madara dari ceramah 7 hari 7 malamnya sebelum para personil di tempat itu mati kebosanan.

"Yare yare…" Madara menghela napas sejenak, "Intinya, saat ini aku ingin berterima kasih dan ingin membuat kalian bahagia."

"Tapi berterima kasih atas apa? Waktu itu rasanya kami seperti disuruh main peran," Sasuke bertanya.

"Ya karena kalian sudah memainkan peran yang kuinginkan dan menyelesaikan dongeng ini. Tanpa bantuan kalian, dongeng ini tidak akan selesai," jawab Madara jujur.

"Lalu, apa maksudnya membuat kami muda lagi? Maksudku, membuat aku dan ayah muda lagi?" kini giliran Naruto yang bertanya karena dirinya bingung kenapa hanya dia dan ayahnya yang dibuat muda lagi.

"Karena aku ingin membuat ini!"

Sang Pendongeng Legendaris mengubah jawabannya menjadi gerakan. Dan tentu saja itu bukan gerakan biasa. Kekuatannnya menciptakan setting berubah menjadi area pernikahan. Naruto mengamati dirinya kini mengenakan gaun putih berkilauan, hamparan bukit hijau yang telah diselimuti pernak pernik pernikahan, suara denting lonceng gereja, dan seorang pria dihadapannya yang dibalut jas putih tengah memandangnya juga.

Naruto memperhatikan baik-baik wajah pria dihadapannya. Mata Onyx hitam kelam menyiratkan perasaan yang dalam dan kulit seputih pualam yang senada dengan pakaiannya mengembalikan sempurna ingatannya.

'Ternyata Sasuke yang kucintai terus berada disampingku selama ini,' dalam hati Naruto berbicara.

Perasaan Déjà vu setiap kali Naruto memandang anak angkatnya ternyata merupakan cerminan rasa cintanya terhadap Sang Pangeran. Naruto tak pernah merasakan perasaan yang begitu meluap seperti ini, Sasuke pun merasakan hal yang sama tapi tentu harus disembunyikannya karena dia seorang Uchiha.

"Ayo, ayo kalian masuk ke gereja. Akad akan segera dilaksanakan," perintah Madara pada sepasang kekasih yang sudah lama berpisah.

-

-

-

Akad pernikahan segera selesai dalam waktu singkat. "Kau boleh mencium pasanganmu," terdengar suara penghulu yang menandakan selesainya akad.

"Naruto, aku ini anak angkatmu loh…" Sasuke sedikit menggoda.

"Siapa bilang? Mana mungkin aku yang baru berumur 19 tahun bisa punya anak umur 21 tahun," Naruto membalas ceria.

"Di dunia nyata maksudku. Di dunia dongeng, kita kembali jadi pasangan kekasih," Sasuke berkata sambil menyeringai senang.

"Sasuke, aishiteru!" dengan tiba-tiba Naruto melompat dan melingkarkan tangannya di leher Sasuke sehingga bibir mereka bersatu.

Di sisi lain…

"Sungguh mengharukan bisa menyaksikan anakku bahagia bersama orang yang dicintainya," di bangku tamu, Minato mengusap air di sudut matanya. "Ini memang hadiah yang pantas untuk Naruto. Kalau kau bagaimana? Apa yang diberikan kakek tua itu padamu?" Minato beralih pada orang yang duduk disampingnya yang diyakininya sebagai Sang Gagak yang dulu pernah dikalahannya.

"Aku sekarang jadi manusia. Lihat, aku punya tangan dan kaki, bukan sayap dan paruh. Justru menurutku yang belum mendapat hadiah itu anda, kan?" Sai bertanya balik pada Minato.

"Oh iya ya, sepertinya aku memang belum mendapatkan sesuatu yang istimewa." Saat itu ada seorang wanita cantik yang menepuk bahu Minato dari belakang.

"Minato?"

"Ya?" Minato berbalik dan dirinya kaget bukan main melihat orang yang menyapanya adalah istrinya yang sudah meninggal 5 tahun yang lalu. "Kushina?"

"Akhirnya kita bisa bertemu lagi ya," Kushina berkata sambil memandang Minato lembut.

"Ke-kenapa kau bisa hidup lagi?" Tanya Minato masih tidak percaya.

"Sang Pendongeng Legendaris memundurkan waktu untuk Naruto, untukmu, dan untukku. Di umur segini tentu aku masih sehat dan bugar, kan?" Kushina tertawa ceria.

"Kushinaaa!" Minato memeluk istrinya erat penuh rasa syukur dan bahagia.

-

-

-

'Sudah kubilang kan kalian pasti lebih bahagia? Inilah hadiah terakhir dariku, selamat menikmati…'

Dengan ini, selesailah sudah dongeng terakhir dari Sang Pendongeng Legendaris. Seperti yang umum diharapkan pembaca dari sebuah dongeng yaitu akhir yang bahagia alias happy ending. Arwah Madara dapat meninggalkan dunia dengan tenang karena dongengnya sudah selesai, Naruto dan Sasuke sudah mendapatkan pendamping hidupnya, sedangkan Minato dapat bertemu kembali dengan istrinya. Tapi tunggu dulu, sepertinya ada yang kurang?

"Hei, happy ending sih happy ending. Tapi kok cuma aku yang tidak dapat pasangan? Cuma jadi manusia doang nih?"

Oh, Sai ya? Oh iya, dia belum ada pasangannya. Maaf ya, suatu saat nanti pasti kamu ketemu jodohmu kok. Sekarang cuma belum saatnya aja. Kalau jodoh ga akan lari kemana, hihihi. Ups, kita lewat dulu Sai. Kembali ke pengantin baru kita.

-

-

-

"Hei Naruto, kalau kau kembali ke umur 19 berarti sekarang kau sedang membuat skripsi kan?" Tanya Sasuke pasca akad nikah.

"AH! Benar! Aku lupa. Tapi kita kan sedang di dunia dongeng," jawab Naruto cari alasan.

"Jadi, kita akan tinggal disini?"

"Yah, untuk sekarang kita bersenang-senang saja dulu dan lupakan hal-hal duniawi."

"He? Baiklah. Mari kita bangun keluarga yang besar!" ucap Sasuke semangat.

"…" wajah Naruto langsung merona merah mendengar kata 'keluarga'.

"Hei Dobe, kamu manis sekali kalau sudah memerah begitu," Sasuke berkata sambil mendekatkan wajahnya pada Naruto yang alhasil membuat wajah Naruto semakin memerah.

"Ap-apaan sih? Dasar Teme!"

Sasuke tertawa singkat lalu sesaat kemudian…

"Ne…tahu tidak?"

"Apa?" tanya Naruto.

"Watashi mo aishiteru yo," dan kini gantian Sasuke yang mengecup lembut bibir Naruto.

Sepatah kata dari Sasuke mengawali perjalanan bahagia mereka di dunia yang abadi dengan cinta yang abadi.

~OWARI~

Haaii! Minna-san!! Akhirnya fic ini selesai juga…

Ketemu lagi sama saia di penpik yang sudah terbengkalai ini ~.~

Habisnya saia ngetik fic ini kalo mood doang…

Maapin saia ya Minna-san. Hontou ni gomennasai…

Readers: huu! Niat bikin fic gak sih?!

M.O.P.: beraninya kau menyia-nyiakan hasil karyaku?!

Saia: iya iya, silakan flame saia sepuasnya. Saia pasti terima dengan senang hati karena saia orangnya baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung. –disiram cabe-

Tapi Minna-san! Jangan cuma ngeplem yah! Harus ada kritik yang membangun!

Trus kalo kalian kecewa ato puas sama endingnya ngomong aja lewat repiuw…

Kita disini buka-bukaan dan blak-blakan aja kea iklan *piiip*-dilarang nyebut merk-

Akhir kata, REVIEW!

Salam manis,

Nate.