Disclaimer
Boboiboy © Animonsta Studio
IMMORTALS by thunderpearl
Immortals © Fall Out Boy
.
.
Warning!
Typo, New Author, Bahasa Baku non Baku/?, cerita Tijel, AU, no super power, little bit OOC, Inspirasi dari lagu, Human!Robot, Human!Alien, Jika ada Sho-ai mohon maaf.
If U dont like it, Just dont read it.
.
.
.
IMMORTALS
.
.
.
We could be immortals, immortals
Just not for long, for long.
.
.
.
Kita bisa jadi manusia abadi. Hanya tak lama, tak lama
.
.
.
. Sehari sebelum Pertandingan Taekwondo di mulai, Fang dan Taufan merencanakan sebuah Kejutan untuk Halilintar. Mereka sekarang sedang berada di rumah Taufan, dari jam 6 pagi mereka masih menyiapkan rencana kejutan untuk Halilintar. Sebenarnya rencana Kejutan untuk Halilintar sudah dibuat Seminggu yang lalu, Tetapi baru terlaksana sekarang. Salahkan Taufan yang lupa menyimpan kertas rencana yang sudah mereka buat minggu lalu.
"Sudah siap bahan-bahannya?" Tanya Fang kepada Taufan, Taufan menggangguk dan tersenyum lebar karena rencananya akan berhasil dan plus, dia tidak akan melupakan lagi rencananya.
"UDAH DONG! KALI INI GUE GAK BAKAL LUPA LAGI! WAHAHAHAHAHA" Fang yang mendengar ucapan Taufan hanya mendengus kasar.
"Tch, Awas aja Lo lupa lagi! Kalau engga, Gue pukul muka Lo pake Skate board kesayangan Lo!" Ancam Fang. Taufan hanya memberikan cengiran khasnya dan tanda 'Peace' kepada Fang.
"Halilintar Tandingnya besok ya? Hari apa sih?" Tanya Taufan kepada Fang.
"Besok hari Minggu! Dasar Tolol!"
"ISH! GAK PERLU NGATAIN GUE TOLOL BISA GAK SIH?!"
"LAGINYA LO BEGO BANGET BISA LUPA SAMA PERTANDINGAN HALI SIH?! MAKANYA TANDAIN TUH KALENDER LO!"
"HIEH NGAPAIN BANGET GUE KERAJINAN KAYAK LO! GAK PERLU!"
"HIDUP TUH HARUS TERATUR! PANTES AJA HIDUP LU GAK PERNAH BENER!"
"A—APA LO BILANG?! SINI LO BERANTEM SAMA GUE!"
"APA LO! GUE GAK TAKUT SAMA LO!"
"AYO SINI MAJU!"
Tiba-tiba pintu kamar Taufan terbuka, kedua remaja tersebut menoleh kearah pintu dan mendapati sesosok bocah berumur 5 tahun yang mengenakan piyama berwarna biru langit sambil mengucek matanya di balik pintu kamar Taufan.
"Kak Taufannnn~ Berisikkkk! Air masih ngantukk!" ucap Air sambil menghentak-hentakkan kakinya, Air kesal karena teriakkan Taufan dan Fang mengganggu tidurnya.
"Eh, Air sudah bangun... Hehehe maaf ya ganggu tidurnya.." Taufan nyengir kuda karena sudah mengganggu adiknya, Air hanya mengangguk dan berjalan menuju kasur Taufan. Ia menaikki kasur Taufan dan segera menyamankan dirinya untuk tidur kembali.
"Ehhhhh! Malah tidurrr! Air bangun dong!" Taufan mendekati Air dan mengguncang pelan bahu Air, bermaksud untuk membangunkan Air.
"Gak mau! Ihhhhh... Air ngantukk!" Rengek Air yang terus menutupi wajahnya dengan bantal. Air terus menepiskan tangan Taufan yang mengganggu menurut dirinya.
"Hei! Daripada Lo ngenganggu Adik Lo, mendingan Lo bantuin Gue! Ada manfaat dikit kek bantuin orang!" Fang kesal karena dari setadi Taufan terus membangunkan Adiknya, bukan membantu dirinya yang kesusahan menyiapkan kejutan untuk Halilintar.
Taufan mendengus dan segera menghampiri Fang, mereka melanjutkan kegiatan mereka yang tertunda.
-oOo-
Di sisi lain, Halilintar sedang menyiapkan barang-barang yang akan di bawanya saat turnamen besok. Dibantu kedua Adiknya, Gempa dan Api. Halilintar menyiapkan peralatan yang harus dibawa besok.
"Besok Kak Hali lomba ya?" Tanya Gempa Antusias, Halilintar tersenyum dan mengusak rambut Gempa dengan gemas.
"Iya, besok Kakak Turnamen. Doakan supaya Kakak sukses ya?"
"Iya! Api nanti habis Sholat berdoa supaya Kak Halilintar menang!" Api tersenyum bangga dengan idenya, Halilintar terkekeh pelan. Mereka kemudian melanjutkan kegiatan mereka diselingi dengan aksi Api dan Gempa yang berlaga seperti ahli Taekwondo sungguhan. Halilintar tertawa melihatnya dan memberikan tepuk tangan yang meriah untuk kedua Adiknya karena aksi yang mereka tunjukkan kepadanya.
Setelah menyiapkan keperluan untuk pertandingannya, kini Halilintar, Api dan Gempa sedang menyiapkan diri untuk pergi berbelanja ke supermarket yang dekat dengan rumah mereka. Halilintar sudah berjanji akan membelikan makanan favorit kedua Adiknya.
"Siap? Kita jalan-jalan sebentar yuk, kita belanja dan beli Sosis kesukaan kalian ya?" Tanya Halilintar kepada kedua Adiknya. Mereka sudah berada di luar rumah dan mengunci rumahnya. Kedua Adiknya terlihat tidak sabaran, mereka terus berjingkrak-jingkrak kegirangan.
"AYOOOO BERANGKATTTTT!" Jawab keduanya antusias, mereka segera menyeret Halilintar untuk pergi jalan-jalan. Halilintar hanya bisa menggeleng dan segera mempercepat langkahnya agar tidak di seret oleh Gempa dan Api.
Memang pergi ke Supermaket merupakan hal sepele untuk kita. Tapi bagi Halilintar dan kedua Adiknya, hal itu merupakan kegiatan yang amat mewah semenjak Orangtua mereka meninggal. Tak jarang, momen jalan-jalan dan berbelanja ke Supermarket dengan kedua Adikya adalah momen yang paling di sukai oleh Halilintar. Toh, tak salahkan membuat Gempa dan Api bergembira keluar rumah, mungkin sehabis belanja mereka bisa bermain di taman yang dulu sering mereka kunjungi bersama kedua Orangtuanya.
-oOo-
"Fang..."
"..."
"Fang~"
"..."
"Fang!"
"..."
"FANNNNNNNNNNNNNNNNNNGGGGGGGGGGGGG!"
"APAAN SIH?!"
"DARITADI GUE PANGGILIN GAK DIRESPON! KENAPA SIH LO?!"
"A—Ahh.. ohh sorry, Gue kepikiran omongan Halilintar pas kita bantu dia kerja sambilan.." Fang berkata lirih. Taufan yang mendengar alasan Fang tidak merespon dirinya menjadi terdiam. Masih terngiang-ngiang ucapan Halilintar yang Kemarin.
Flashback
"APAAAA?! SEKOLAH KE JEPANG?! ?" Teriak Taufan dan Fang bersamaan, Mereka terkaget-kaget mendengar berita yang mengejutkan mereka berdua. Bagai di sambar petir pada siang hari, keduanya menatap tak percaya ke arah Halilintar.
"Heeeeeiiiii! Gue belum selesai bicaranya! Gue Sekolah di Jepang maksudnya itu Kuliah di sana.." Jelas Halilintar, Fang dan Taufan hanya terdiam begitu mendengar penjelasan dari Halilintar.
"Terus?" Tanya Fang Ambigu, Halilintar hanya menautkan alisnya heran begitu mendengar pertanyaan ambigu dari Fang.
"Maksudnya?" Halilintar meminta penjelasan kepada Fang.
"Maksud Gue, Terus... Lo disana sampai Kapan?"
"Eng... entahlah, mungkin sampai Gue kerja di sana.."
"Berarti Lo bakal lama dong di Jepang?" Tanya Taufan, Halilintar mengangguk dan tertunduk. Ia baru menyadari kalau dia akan pergi jauh cukup lama.
"Yah.. gimana ya, Gue dapat beasiswa Kuliah di Jepang.. beasiswa kuliah jurusan Design Grafis.. menurut Gue itu peluang besar."Halilintar berkata lirih, memang hal itu merupakan peluang besar untuk menggapai mimpinya.
Fang dan Taufan terdiam. Mereka senang mendengar kalau Halilintar bisa mengejar impiannya, tetapi mereka tidak siap jika berpisah dengan Halilintar.
"Kapan pindahnya?" Fang memberanikan diri untuk bertanya kepada Halilintar, Halilintar mengusap tengkuknya dan sedikit tertawa canggung untuk mengurangi kadar gugupnya.
"Setelah lulus SMA, Gue, Gempa, dan Api langsung pindah ke Jepang.."
Ketiganya terdiam. Mereka masih bergelut dengan pikiran mereka sendiri, terdengar helaan napas dari Halilintar. Ia merasa apa yang dia pilih salah.
"Eng... Apa Gue tolak aja ya beasiswanya?"Tanya Halilintar ragu, Fang dan Taufan menggeleng kencang. Tidak setuju dengan ide Halilintar untuk menolak kesempatan emas tersebut.
"Gak! Udahlah Hal! Terima aja! Kesempatan emas begini Lo tolak, Jarang-jarang kalau ada kesempatan yang sama?" Sargah Taufan tidak setuju. Halilintar terdiam dan setelah dipiki-pikir kembali, akhirnya ia mengangguk mantap dengan keputusannya.
"Ok, Gue ambil Beasiswanya! Thank's buat dukungan Kalian Guys!" Halilintar berkata dengan mantab. Fang dan Taufan tersenyum mendengar perkataan Halilintar yang penuh keyakinan tersebut.
End Flashback
"Jujur sebenarnya Gue gak mau misah sama Halilintar..." Ungkap Fang jujur, Taufan mengangguk setuju. Ada rasa tidak rela untuk berpisah dengan sahabat karib mereka itu. Tetapi mengingat hal itu dapat membuat sayap Halilintar semakin berkembang, mereka mau tidak mau harus ikhlas melepaskan kepergiannya ke Negeri Matahari terbit tersebut, memboyong Adik-adiknya dan meninggalkan diri mereka.
"Kak Hali memang mau kemana kak?" Tanya Air penasaran, Taufan tersentak kaget karena kemunculan Adik bungsunya yang tiba-tiba itu.
"ISH AIR NIH! BIKIN KAGET AJA SIH!"
"Ihhhh! Air kan nanya Kakak! Masa gak di jawab sihhh?!" Air menggembungkan pipinyanya karena sebal pertanyaan dia tidak di jawab oleh Taufan.
"Halilintar mau pergi ke Jepang Air, sama Gempa dan Api.." Jelas Fang kepada Air. Air mengangguk paham. Terlihat Air masih berpikir, Fang masih setia menunggu pertanyaan yang akan di lontarkan oleh Adiknya Taufan.
"Berarti, Api sama Gempa gak main lagi dong sama Air?" Terlihat raut wajah sedih di wajah Air. Fang bingung harus bagaimana, ia melempar pertanyaan tersebut ke Taufan. Taufan mendengus dan menatap Adik bungsunya itu.
"Kemungkinan Iya, Tapi kita masih ada 1 tahun buat bareng mereka. Ayo kita habiskan waktu sama mereka sebelum mereka pindah!"
Fang dan Air tersenyum mendengar usulan dari Taufan,Usul yang bagus bukan? Masih ada 1 tahun mereka bisa menghabiskan waktu untuk bersama. Ketiganya tersenyum, Fang dan Taufan kini melanjutkan membuat kejutan yang menarik untuk Halilintar, dibantu Air agar kegiatan mereka cepat selesai.
-oOo-
Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu, Pertandingan Taekwondo segera di mulai. Semua orang sudah mempersiapkan untuk hari ini, Tidak terkecuali Halilintar. Saat ini Halilintar sedang menenangkan dirinya. Jujur ia merasa sedikit gugup, walaupun dia Ahli dalam pertandingan Taekwondo, tetap saja ia merasa takut. Lawannya kali ini bukan main-main. Ia dengar dari orang-orang lawannya adalah juara Nasional, plus Lawannya memiliki Skill yang bisa di bilang lumayan.
Halilintar terus mengatur napasnnya agar lebih tenang. Tanpa ia sadari, seseorang menepuk Bahunya. Halilintar menoleh dan mendapati Adu du yang tersenyum kearahnya.
"Semangat! Menang atau Kalah itu gak penting! Yang terpenting usaha Lo! Gue tahu Lo bisa, Fighting~" Adu du menyemangati dirinya dan menepuk Bahu Halilintar lumayan kencang. Sakit sih memang, tapi Adu du bermaksud menyemangati Halilintar dengan caranya sendiri. Halilintar mendengus geli karena tahu tingkah salah satu Ketua Klubnya yang akan memberikan semangat dengan sedikit sadis.
"Yap, thank's for your support.. i will fight until the end!" Ucap Halilintar penuh semangat, Adu du tertawa mendengar ucapan Halilintar yang jarang di ucapkannya itu.
"Halaahhh, Sok Inggris.. Pokoknya semangat ya! Gue kasihan juga sama muka Lo.. Kusut banget kayak kertas koran buat bungkus gorengan! Hehehe~"
"Kurang ajar, ya.. ya..ya.. Udah Lo ke yang lain aja! Nanti Gue susul.." Halilintar terkekeh mendengar ucapan Adu du tadi. Adu du mengangguk dan segera meninggalkan Halilintar untuk melakukan briefing terhadap yang lain.
Halilintar kembali mengatur napasnya. Benar kata Adu du, menang atau kalah itu urusan nanti, yang terpenting sekarang adalah prosesnya. Perkataan Adu du tadi membuatnya teringat dengan Fang dan Taufan. Ia menjadi sedih karena keputusannya memilih untuk mengambil beasiswa tersebut. Halilintar segera menggelengkan kepalanya 'Bukan waktunya mikir yang kayak begitu, tenangkan dirimu Hali, fokus ke turnamen! Aku yakin Fang dan Taufan tidak akan suka kalau aku tidak serius dalam turnamen ini!' Pikirnya sambil menenagkan kegelisahannya. Sekarang dia sudah siap untuk turnamen, ia langsung menghampiri yang lain untuk melakukan briefing terlebih dahulu.
-oOo-
Turnamen sudah dimulai, Sekarang Giliran Halilintar untuk bertanding. Lawannya merupakan Juara Nasional dengan berat 56 Kg, memang beratnya Halilitar hanya 53 Kg, tapi hal itu tidak menyurutkan semangatnya begitu saja. Setelah memberi Hormat, Keduanya menyiapkan Kuda-kuda dan mendapatkan aba-aba mulai dari wasit.
Pertandingan terdiri dari 3 babak, masing-masing babak terdiri dari waktu 2 menit. Bagian yang dapat di serang hanya Kepala dan badan yang sudah di lindungi dengan body protector. Point tertinggi yang di dapat adalah menendang Kepala sesuai dengan peraturan, maka dari itu Halilintar fokus menatap lawannya tersebut.
Tanpa ia sadari, ia mendapat tendangan di perutnya dari lawannya tersebut. Halilintar tersungkur karena kaget. Ia bangkit kembali dan berusaha untuk tetap tenang dan fokus kembali. Lawannya melayangkan tendangan kearah kepalanya dan langsung di tangkis dengan kaki Halilintar. Lawannya jatuh karena mendapat tangkisan yang diberikan oleh Halilintar.
Halilintar mengatur napasnya kembali, Sayup-sayup terdengar suara teriakkan yang memanggil dirinya. Saat ia mencari suara teriakkan tersebut, yang ia dapati adalah Fang, Taufan, Air, Gempa, dan Api yang berteriak kencang sambil membawa spanduk dengan tulisan "HALILINTAR KU SAYANG BERJUANG! SEMANGATTT! W)~" Halilintar langsung sweat drop membaca spanduk yang amat memalukan tersebut, Terdengar juga Teriakkan Heboh dari kelima orang yang berada di bangku penonton.
"HALILINTAR SAYANG! JANGAN NYERAHHHHHHH! TAUFAN SELALU MENDOAKAN MU MASSSS!"
"KAK HALILINTAR BERJUANGGGGGG! POKOKNYA GEMPA GAK MAU TAHU! KAK HALI HARUS MENANG!"
"WOI HALII! JANGAN KALAHHH! SEMANGATTTTT! KALAHIN TUH LAWAN LOOO!"
"KAK HALIIII! API SUDAH DOAIN KAKAK SETELAH SHOLAT! KAKAK JANGAN KALAHHH!"
"KAK HALI SEMANGATTTT! AIR GAK TAHU MAU NGOMONG APA LAGIII!"
Halilintar menganga begitu mendengar teriakkan dari mereka, sungguh menjijikan saat disoraki seperti itu (Terlebih lagi dengan teriakkan Taufan yang membuat bulu kuduknya merinding). Tapi ia merasa hatinya menghangat karena mendengar dan melihat orang-orang yang ia sayang memberinya dukungan yang amat banyak.
Dengan semangat, Halilintar memasang kuda-kudanya kembali dengan mantab. Setelah mendengar dukungan penuh dari kelima orang tersebut, Halilintar tidak mau membuat mereka kecewa. Kini ia menyerang Lawannya dengan memberi tendangan kearah Kepalanya dan berhasil menjatuhkan lawannya tersebut. Wasit menghentikan keduanya karena babak pertama telah selesai.
Kini wasit memberikan aba-aba untuk memulai babak selanjutnya, Halilintar segera melayangkan Tendangan kearah Perut Lawannya tersebut. Sayangnya lawannya langsung menepis dengan Kakinya dan hal itu hampir membuat Halilintar jatuh. Halilintar kembali menyeimbangkan tubuhnya dan kembali menyerang lawannya, Ia sedikit memutar badannya dan melayangkan tendangan ke Kepala Lawannya dan membuat Lawannya itu jatuh terjerembab. Halilintar kembali mengatur napasnya dan menunggu lawannya bangkit.
Lawannya bangkit dan dan menyerang Halilintar ke arah Kepalanya. Tendangan bertubi-tubi di tangkis sekuat tenaga oleh Halilintar, sayang bagi Halilintar. Tendangan yang ke 4 mengenai Kepalanya dan membuat dirinya terpelanting ke belakang. Halilintar berusaha bangkit. Wasit kembali menghentikan keduanya karena babak kedua telah berakhir. Keduanya terlihat mengatur napas. Terlihat jelas peluh membanjiri kedua orang tersebut. Halilintar berdecak kesal karena point Lawannya hampir sama. Bagaimanapun juga, ia harus unggul dalam mengumpulkan point sebanyak-banyaknya
Wasit telah memberikan Aba-aba kembali, Halilintar lansung memberikan tendangan kearah perut lawannya, tendangan tersebut dapat di tangkis oleh lawannya itu. Halilintar terus memberikan tendangan ke perut lawannya dan salah satu tendangannya berhasil mengenai perut lawannya tersebut dan membuat lawannya sedikit menjauh dari dirinya. Halilintar terus memberikan Tendangan dan sekarang ia mengincar Kepala lawannya tersebut. Lawannya kewalahan menangkis tendangan bertubu-tubi yang di dapat dari Halilintar. Tanpa ia sadari, sebuah layangan berhasil mengenai keningnya. Ia terpelanting cukup jauh dari tempat ia berdiri tadi.
Halilintar masih setia menunggu lawannya bangkit. Setelah lawannya bangkit, Halilinta segera memutar badannya dan menendang perut lawannya. Setelah itu, ia mendapat tendangan kearah perutnya dan berhasil ia tangkis dengan baik, Halilintar segera melayangkan Tendangan yang lumayan cepat kearah kepala lawannya dan membuat lawannya terjatuh kebelakang. Wasit segera mengakhiri pertandingan, Kedua pemuda tersebut langsung memberikan Tanda Hormat terakhir. Pertandingan kini telah selesai.
-oOo-
Beberapa hari setelah Turnamen usai, Kini Halilintar menang sebagai Juaranya. Ada rasa bangga terselip di dirinya. Tetapi ada hal lain yang membuatnya merasa lebih senang, Kelima orang yang ia sayangi datang dan memberikan dukungan terhadap dirinya. Ia merasa begitu senang, Saat ini mereka sedang bersantai di Rumah Halilintar.
"Ciee~ Yang menang kayaknya bahagia banget sihhh~" Goda Taufa ke Halilintar, Halilintar lansung mendengus tidak suka karena di goda oleh Taufan. Menyadari hal itu, Taufan terkekeh sambil menepuk pundak Halilintar dengan kencang.
"BERCANDA DOANG LANGSUNG BAPER, HALILINTAR BISA AJA DEH~"
"Apa-apaan sih Lo Fan! Ganggu mulu!"
"Woi Lo berdua, daripada berantem mendingan Kita makan aja deh. Gue lapar tahu gak?" Usul Fang kepada dua Sahabat karibnya. Karena setuju dengan ide itu kini Halilintar bangkit dan bersiap menyiapkan makanan untuk mereka berenam.
"Btw, Kita Berdua ikhlas kalau Lo mau Kuliah dan kerja di Jepang.." Ucap Fang gamblang. Halilintar yang sedang mengiris bawang terkejut dan tanpa sengaja kulit jarinya juga teriris oleh pisau.
"A—Aduhhh!" Sontak Taufan dan Fang Kaget, mereka langsung mengkerubungi Halilintar yang jarinya terluka. Halilintar langsung menghisap jarinya yang berdarah dan meringis karena perih yang ia rasakan
"A—Aduh HALI! MAAF GUE GAK SENGAJA NGOMONGNYA MAAFF!"
"FANG TOLOL! LO KALAU MAU NGOMONG LIHAT SITUASI DONG! LIHAT SEKARANG HALILINTAR JARINYA TERLUKAAAA!"
"YA KAN GUE GAK TAHU! APAAN SIH LO DARIPADA LO MARAHIN GUE MENDING LU AMBIL KOTAK P3K DEH!"
"HARUSNYA YANG NGAMBIL LO FANG! LO YANG BIKIN HALILINTAR LUKA JUGA!"
"OK! GUE AMBIL! DASAR TAUFAN NYEBELIN!"
"LO YANG NYEBELIN!"
"BISA DIAM GAK SIH LO BERDUA HAH?! LUKA SEGINI AJA DI RIBUTTIN! BIAR GUE YANG OBATIN SENDIRI! MENDINGAN LO BERDUA SIAPIN BAHAN-BAHAN BUAT MASAK! BIAR GUE YANG MASAK!" Halilintar langsung menghentikan pertengkaran Fang dan Taufan, Keduanya langsung mengehentikan Aksinya dan langsung menuruti perintah Halilintar.
Halilintar berjalan menuju kamar mandi karena kotak P3K berada di situ. Sebelum sampai di ambang pintu, Halilintar lansung berbalik dan mengahadap kearah Fang dan Taufan.
"Yang tadi itu... seriusan Kalian Ikhlas nih?" Halilintar bertanya untuk memastikan kembali. Taufan dan Fang berpandangan dan mengangguk mengiyakan pertanyaan Halilintar. Halilintar tersenyum kearah mereka berdua.
"Terima kasih.." Ucapnya lirih, kini ia bisa bernapas lega karena kedua sahabat karibnya sudah mengizinkan dirinya untuk pergi keluar Negri untuk menggapai mimpinya. Ia merasa semakin mantab untuk mengambil keputusannya tersebut. Fang dan Taufan tersenyum dengan tulus mendengar ucapan terima kasih yang dilontarkan kepada mereka.
"Sama-sama.." ucap mereka bersamaan.
-oOo-
10 Tahun kemudian
Terdengar derap langkah yang terburu-buru di sepanjang Koridor gedung yang cukup ramai. Banyak orang-orang berlalu-lalang di sekitar daerah tersebut. Terdapat dua pemuda yang memakai Kemeja dan dasi terlihat berlari dengan tergesa-gesa, yang satu memakai Kacamata dan memiliki rambut biru keunguan yang mencuat melawan gravitasi, satunya lagi memiliki rambut berwarna kehitaman yang dibuat sedikit berantakan dan mengenakan kemeja berwarna biru langit. terdengar teriakkan yang cukup keras memanggil kedua orang tersebut.
"KAK TAUFANN! KAK FANGG! TUNGGU! AIR GAK KUAT LARINYAA!" Yang dipanggil dengan nama Taufan menoleh ke remaja yang nampak berlari sekuat tenaganya, Ia langsung menghampiri remaja tersebut dan menarik pergelangannya agar berlari lebih cepat.
"Gak ada waktu lagi! Kita telat banget! Larinya lebih cepat lagi Air! Nanti kita dapat tempat yang paling belakang!"
"Hah—Hahh.. I.. Iya Kakk..."
"Taufan! Air! Cepat larinya! Keburu kita gak dapat tempat!" Teriak Fang dari kejauhan, Keduanya langsung menyusul Fang dengan berlari sekencang mungkin.
Mereka bertiga kini sudah berada di tempat yang mereka tuju. Ada acara seminar di dalam Aula gedung tersebut. Fang dan Taufan awalnya di paksa menemani Air untuk pergi ke seminar tentang komik dan animasi, awalnya mereka menolak. Tetapi setelah melihat jurus maut yang dilontarkan oleh mata Air, membuat keduanya pasrah untuk menemani.
Mereka langsung masuk kedalam setelah regristrasi ulang dan mencari tempat duduk yang paling depan. Setelah mendapatkan tempat yang mereka mau. Ketiga orang tersebut langsung menghela napas lega karena masih belum terlambat.
Terlihat Air sedang mengecek Handphonenya, setelah itu ia bangkit dari bangku dan sedang mencari seseorang.
"Cari siapa?" Tanya Taufan penasaran. Air langsung menatap kearah Kakaknya dan tersenyum simpul.
"Api dan Gempa Kak!" Ujarnya dengan tersenyum, Fang dan Taufan terbelalak mendengar perkataan Air.
"SERIUS? BERARTI ADA HALILINTAR JUGA DONG?!" Ucap mereka berbarengan, Keduanya lansung mendapat tatapan setelah berteriak dan langsung memohon maaf kepada orang-orang yang berada di sekitar mereka. Air hanya tertawa dan kembali tersenyum tipis. Tiba-tiba ia merasa bahunya di tepuk oleh seseorang dan Air langsung menoleh. Ia mendapati 2 remaja kembar yang tersenyum kearahnya.
"Hai Air! Lama gak bertemu!" Ucap mereka berbarengan. Air langsung menerjang kedua remaja tersebut dan memeluk mereka dengan erat.
"GEMPA! API! LAMA GAK KETEMU! KANGEN BANGET SAMA KALIAN YA AMPUNN!" Teriak Air kepada Api dan Gempa, kedua remaja tersebut membalas pelukan dari Air dengan erat.
"Hei Kalian berdua, Apa kabar?" Tanya Taufan ke Gempa dan Api. kedua Remaja tersebut melepas pelukan dari Air dan menatap kearah Taufan dan Fang sambil tersenyum.
"Kami semua baik, Apa kabar Kak Fang dan Kak Taufan?" Ucap Gempa lembut. Terlihat begitu jelas bahwa Gempa dan Api sudah menjadi dewasa, Api hanya nyengir kuda sambil merangkul pundak Gempa. Air juga kini terlihat lebih tinggi dan dewasa dibandingkan dulu.
"Kita disini baik-baik aja.. Btw, Mana Halilintar? Gak sama Kalian?" Tanya Fang penasaran. Api, Gempa dan Air menahan tawa begitu mendengar pertanyaan Fang. Mereka memiliki rencana khusus bagi Taufan dan Fang. Fang hanya menautkan alisnya karena bingung dengan ketiga remaja tersebut yang tiba-tiba menahan tawa.
"Ada Kok, Nanti Kak Hali nyusul, Ah acaranya udah mulai tuh, ayo duduk." Usul Api yang disetujui oleh ketiganya.
Saat Mc sudah membuka acaranya, Taufan dan Fang masih mencari keberadaan Halilintar yang belum kunjung datang. Tiba-tiba saat Mc memberi tahu siapa yang akan menjadi pembicaranya dan menyuruh orang tersebut datang, Kedua Pria tersebut menganga karena yang berada di hadapan mereka adalah seseorang yang mereka nantikan.
"Pagi semua! Perkenalkan, Nama saya Halilintar.. Saya masih Animator baru disini, mungkin ada yang sudah mengenal Saya? Hahaha, senang bertemu dengan anda semua!" Ucap sang pembicara tersebut. Taufan dan Fang makin menganga lebar mendengar penuturan Pria tersebut.
Api, Gempa dan Air semakin menahan tawanya begitu melihat reaksi Taufan dan Fang yang menurut mereka lucu. Fang dan Taufan langsung menatap ke 3 remaja tersebut meminta penjelasan. Ketiganya hanya mengidikkan bahunya pura-pura tidak tahu dan lansung menahan tawa kembali. Kini Fang dan Taufan baru menyadari Nama pembicara seminar tersebut saat mereka melihat Banner di belakang mereka.
-oOo-
Selesai Acara, Taufan dan Fang langsung berlari ke arah Halilintar dan menerjangnya. Mereka memeluk sangat erat sahabat karib yang amat mereka rindukan tersebut. Halilintar tersentak karena tiba-tiba ada yang memeluknya. Tetapi begitu merasakan pelukan yang dirindukannya dari 10 tahun yang lalu membuatnya lansung membalas pelukan tersebut dengan lebih erat, seperti enggan untuk berpisah dengan Taufan dan Fang.
"KAMPRETTTTTT! SEKARANG LO BALIK KAGAK BILANG KE KITA BERDUA!" Teriak Taufan mengeluarkan kekesalan dan rasa kangenya.
"SIALAN BANGET! LO TADI JADI PEMBICARA SEMINAR PULA! SIALANNNNNNN!"
"Hahahaha.. Sorry Guys, ini rencana kejutan Gempa, Api dan Air buat Kalian. Well, long time no see you bro!" Ucap Halilintar sambil tersenyum. Taufan dan Fang sudah tidak bisa menahan Tangisnya begitu melihat Halilintar kembali dan bertemu mereka.
"HUAAAA! HALILINTARRRRRR! KANGEN BANGET GUE SAMA LOO! KAMPRET KAMPRET KAMPRETTTTT!"
"Hiks.. HALILINTAR FINALLY YOU ARE BACK! I REALLY MISS YOU! WTF BRO WHY YOU DONT TELL US HUH?!"
Taufan dan Fang semakin memperat pelukan mereka kepada Halilintar, hal itu membuatnya menjadi sesak napas dan berteriak untuk melepaskan dirinya.
"STOPP! HEI STOPPP! JANGAN BIKIN GUE MATI DI PELUK LO SEMUA!"
"Sorry Hal, hehehe..." ketiganya tertawa, melepas rindu yang teramat akibat berpisah cukup lama.
"Lo tahu, sekarang Gue udah jadi apa yang Gue inginkan! Terima kasih buat dukungan Kalian! Gue kembali untuk mengabdi kepada Negara Gue!" Halilintar berkata pelan, masih terasa segar dipikirannya perjuangan kedua sahabatnya itu untuk membuatnya bangkit kembali, membuatnya mengepakkan sayapnya kembali, membuatnya juga mengerti apa itu arti sahabat sesungguhnya.
"Nah.. it's okay for me and Fang! Glad to know you can be what are you want.." Ucap Taufan sambil tersenyum tulus. Fang mengangguk dan kembali memeluk Halilintar karena merasa sudah berhasil membuat Halilintar menjadi apa yang mereka harapkan, dia bisa menggapai mimpinya yang abadi. Halilintar kembali memeluk Fang dan juga memeluk Taufan kembali.
"Ihhhh.. Udah dong acara temu kangennya! Lapar nihhh Kak Hali! Ayo makan!" Api terlihat kesal karena dari setadi yang ia lihat adalah kegiatan peluk-pelukkan dan itu cukup membuatnya semakin lapar, Air dan Gempa setuju dengan perkataan Api.
"Hahahah! Let's go to grab some food! I will treat all of you!" Ucap Halilintar dan di ikuti dengan teriakkan Gembira dari semua orang. Keenam orang tersebut berjalan menuju restoran yang dapat membuat mereka Kenyang. Terlihat jelas semuanya tampak bergembira, selain karena di traktir makan, tetapi juga karena mereka bisa bersama kembali. Mungkin kenangan ini akan tercatat untuk selama-lamannya
'Terima Kasih, berkat Kalian aku bisa menjadi abadi.. tidak, kita menjadi ABADI bersama..'
.
.
.
The End
.
.
.
A/N:
WIHHHHHHH HELLLOOOOOO THERE! FINALLY I CAN FINISH IMMORTALS! THANK YOU VERY MUCH TO ALL OF YOU~~ Terima kasih untuk yang membaca, baik yang Silent Reader maupun tidak, Terima kasih untuk dukungan, Review, Follow, dan Favoritenya! Berkat Kalian semua Saya bisa menyelesaikan cerita ini! IM SO HAPPY HUHUYY~~
Btw, saya mohon maaf apabila banyak salah, baik sengaja atau tidak... dan disini saya mohon maaf jika pertandingan taekwondonya terlihat aneh... Saya belajar dari teman Saya .-.v Maaf juga kalau Saya Updatenya Lama.. Maaf banget ;A;
Sekali lagi, terima kasih untuk kalian semua! SEE YOU IN MY NEW STORY AND PLEASE ENJOY MY STORY! NANTIKAN CERITA SAYA YANG 'Gimme Your Attention, Api!" DAN LAINNYA! HOPE U WILL LUV IT! PHAY PHAY~~
Thx for the luv! Gimme you review and enjoy my new storyy~~
