Disclaimer: Chara Naruto dan Jurus2nya serta apapun yang menyangkut Naruto punya Masashi Kishimoto
Sebelumnya…
Sementara itu, badan Naruko bersinar terang, terutama di bagian tangan kirinya yang memunculkan segel naga berkepala empat. Badannya diselimuti zirah perang berwarna hitam.
Dialah sang mutlak
Jikan Doragon!
BAB 5: ATTACK OF HUMANITY DRAGON
Dari lubang hitam itu, keluar kepala Naga dengan ciri mempunyai dua helai kumis yang tubuh di kiri dan kanannya. Ukuran kepalanya lumayan besar. Naga itu mempunyai leher yang lumayan besar. Tetapi, Naruko bingung dengan naga yang ada di hadapannya. Dia pun bertanya, "Kau siapa? Mana naga tua Bangka?"
Muncul perempatan imajiner di kepala sang naga itu. Dia sangat kesal dengan Ayahnya yang dikatakan pak tua oleh Naruko yang sweatdrop melihat kelakuan sang naga yang nampaknya mengalami masa-masa datang bulan. Dia ingin menyeburkan api yang sangat besar ke arah Naruko, namun tiba-tiba terdengar bunyi sirine sangat kencang yang pertanda status aman menjadi siaga 5. Para petinggi clan, dewan pemerintahan, dan pemimpin kota Konoha terkejut karena selama 12 tahun lamanya sirine siaga 5 tidak dibunyikan. Terakhir dibunyikan ketika bangsa youkai menyerang konoha karena salah satu dewan memerintahkan menyerang desa tempat bangsa youkai berasal dan itu tanpa peberitahuan Hiruzen, orang itu adalah Danzo.
"Hey, dimana pak tua itu? Kenapa dia tidak muncul dan malah kau yang menggantikannya?" Tanya Naruko sekali lagi tanpa lupa menatap serius sosok naga itu. Sedangkan sang naga menghela nafas, berusaha sabar dan ia menjelaskan semuanya dari awal.
"Bangsa naga menyerang kota konoha karena isu terkait dirimu yang mempunyai pedang Dark rebolt, salah satu pedang yang bisa membunuh naga dan isu tersebut tentang dirimu yang memperbudak naga terkuat, Jikan Doragon." Jelas sosok naga tersebut. "Satu lagi, namaku Freya, Freya Bend Speltz, anak Jikan Doragon yang mempunyai nama asli Jason Bend Smork." Lanjut sang naga yang ternyata anak Jikan Doragon. Mata Naruko melebar tatkala mendengar bahwa kota konoha diserang.
"Freya, tolong antar aku ke kota. Akan aku bereskan semua kesalahpahaman ini," ucap Naruko dengan nada datar sembari melompat ke kepala Freya yang mengangguk mendengar ucapan Naruko.
"Baiklah, mari kita berangkat… aku bisa merasakan bahwa mereka sudah sampai di kota ini," ucap Freya sembari memasukkan kepalanya ke dalam lubang hitam lalu lubang tersebut menghilang.
Kota Konoha yang awalnya damai, kini berubah menjadi medan perang. Para anggota clan yang tinggala di kota ini tidak tinggal diam melihat kotanya diserang. Namun mereka kewalahan meladeni musuh mereka kali ini, ratusan para naga. Salah satu naga mirip ular dan berwarna putih menyeburkan api dengan intensitas tinggi ke kota konoha dan para penyihir. Namun para penyihir tidak tinggal diam, mereka menahan serangan tersebut dengan baik. Sedangkan para pemimpin yang baru sampai di medan perang harus menahan nafas karena mereka melawan naga dengan lima kepala yang terbuat dari 5 elemen yang berbeda.
"Five-headed dragon," ucap Hiashi dengan tenangnya. Namun dalam hatinya ia begitu takut karena ia tahu siapa sosok naga di depannya ini.
"Mana Uzumaki Naruko!"seru Five headed dragon sembari memberikan serangan gelombang sonic yang dengan mudah dihindari oleh petinggi clan.
"Kenapa kau mencari dia?" Tanya Hiashi mewakili para petinggi clan. Di kejauhan, Hiruzen, ketua ANBU, dewan pemerintah sedang berhadapan dengan naga putih berkepala tiga. Dia memiliki mata yang sangat berbeda dengan para naga lainnya. Warna mata naga itu adalah biru, sehingga dijuluki aoi me no Shiro doragon.
"Karena Naruko membunuh ketua bangsa kami, Jikan Doragon, atau namanya adalah Jason Bend Smork." Jawab naga berkepala lima tersebut. Para petinggi membelalakkan matanya mendengar informasi yang sangat mengejutkan, namun mereka bingung sama satu hal. Fugaku pun bertanya, "Jika Naruko membunuh ketua bangsa naga, Jikan doragon, kenapa tadi di ruang bawah tanah ia mau memanggil Jikan Doragon?"
"Apa maksudmu? Bocah itu ingin memanggil Jason-sama?! Jangan bercanda! Aku melihatnya bertarung dengan Jason-sama satu versus satu!" seru naga berkepala lima sembari mengibaskan ekornya hingga membentuk gelombang angin tak kasat mata dengan ukuran besar melesat ke para petinggi clan yang kini siap membentuk pertahanan terbaik mereka. Namun…
DUAR
Sebelum gelombang angin itu mengenai para petinggi, sebuah lubang hitam muncul di depan para petinggi clan dan banyak rantai yang membentuk sebuah barier untuk menahan serangan gelombang angin itu. Asap mengepul menutupi pandangan naga berkepala lima. Tiba-tiba dari asap itu sebuah laser hitam melesat menuju naga berkepala lima dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya, atau bisa dibilang laser tersebut memotong waktu 2 kali lebih cepat dari biasanya dan hanya satu orang yang bisa seperti itu.
"Ja…Jason…Sa-sama," ucap naga berkepala lima tergagap. Serangan laser itu sukses mengenai badannya hingga naga itu merintih kesakitan karena elemen laser itu dilapisi elemen cahaya yang merupakan kelemahannya. Belum sampai disitu, enam buah rantai melesat menuju naga berkepala lima yang lengah. Ujung rantai itu sangatlah lancip, sehingga menembus kulit naga itu tak peduli sekeras apapun kulitnya. Rantai-rantai tersebut mengincar dua sayap, dua tangan dan dua kaki dan menuju tanah kota konoha yang sudah rata dengan tanah gara-gara salah satu naga pembawa bencana, yaitu Ouroboros.
Beberapa menit kemudian, asap perlahan menghilang dan nampak kondisi Naruko jauh dari kata baik. Kedua tangannya gemetaran dan terdapat luka sayatan di sana. Di badannya terdapat banyak luka sayatan juga. Sedangkan rantai Naruko yang awalnya dijadikan tameng kini hancur tak tersisa hingga menyisakan enam rantai dari sekian banyak rantai yang digunakan. Semua orang pun tahu bahwa tatapan Naruko menajam. Dia ingin segera melakukan serangan balasan, namun ia tidak lakukan karena fisiknya terlalu letih untuk bergerak, lagipula ini sudah mencapai batasnya karena membuat rantai itu membutuhkan banyak energy GS.
"Five headed, cukup! kenapa kamu, Ouroboros, Heaven doragon dan Blue eyes white doragon, serta para doragon lainnya menyerang kota Konoha yang tidak tahu menahu tentang apa yang terjadi padaku?!" bentak Jason yang perlahan-lahan kepalanya keluar dari lubang hitam itu lalu diikuti leher, badan dan sayapnya, serta kakinya.
"Jawabannya Cuma satu, aku ingin mengakhiri hidup anak ini, hahaha!" seru Five headed tertawa keras. Five headed dan Jason berbicara melalui telepati. "Setelah itu aku akan menduduki tahta raja di kaum naga dan akan menaklukkan dunia ini, hahaha! Awalnya ku kira berhasil menyingkirkanmu, namun tidak kusangka kau berpindah tubuh menggunakan sihir Soul transfer dan berpindah ke tubuh Hadgof." Laanjutnya sembari tersenyum sombong. Five headed dragon menatap remeh sosok naga di depannya. Ia tahu bahwa Jason yang sekarang tidak sekuat dulu, karena efek soul transfer yang akan memangkas 35 persen dari kekuatan penuh Jason yang dulu. Sebuah panah es berukuran besar melesat menuju rantai Naruko berjumlah enam buah yang mengincar tiap rantai. Karena kerasnya panah cahaya itu bisa membuat rantai Naruko hancur seketika. Namun anehnya Naruko malah berteriak kesakitan entah karna apa. Tetapi hanya satu orang yang tau kenapa Naruko kesakitan. 'Walaupun rantai itu terlihat berbahaya, namun sebenarnya sihir itu bukan hanya membahayakan lawan, namun juga pengguna.' Analisis seorang pemimpin clan Nara yang terkenal akan kemalasannya.
Kuchiyose no jutsu!
Seru seseorang yang berada tak jauh dari mereka semua yang sedang berlari di tanah bekas bangunan berdiri dengan kokoh tersebut. Sosok itu mengenakan jubah hitam yang memiliki penutup kepala,sehingga wajahnya tak terlalu kelihatan sama sekali. Ia menaiki seekor rubah berwarna orange dan memiliki Sembilan ekor yang melambai-lambai dengan liar.
"Lets dance together, Doragon!" seru sosok itu sembari membentuk sebuah bola spiral yang memiliki bentuk seperti shuriken. Lalu bola spiral tersebut ia lemparkan ke Five Headed sebelum naga tersebut bangkit dengan sempurna dan terbang. Sedangkan Five Headed yang berusaha bangun hanya bisa pasrah menerima serangan sosok orang asing tersebut.
"Groaarrrghh!" seru naga itu meraung-raung kesakitan, tubuh naga itu terbelah lalu bola spiral seperti shuriken itu meledak tak lama kemudian dan membuat tubuh Five Headed tersebut meledak juga. Asap menggumpal cukup pekat.
"Kerja bagus, Menma!" seru sesosok rubah tersebut sembari mengibaskan ekornya ke arah naga yang hendak menyerang dirinya. Sambil menyerang naga di sekitarnya, tak jarang ia enembakkan bola hitam berukuran kecil ke setiap penjuru dan sukses mengenai naga tersebut.
"Hahaha… seranganmu lumayan juga, namun aku itu abadi, paham?!" seru sosok itu di balik asap pekat akibat ledakan jurus Menma. Hembusan angin yang begitu dahsyat membuat asap itu menghilang.
Sedangkan Naruko kebingungan tak melihat Five Headed Doragon di tempatnya semula berdiri. Namun kini ia melihat sesosok orang dewasa yang mengenakan armor hitam dan memiliki sayap mekanik yang lumayan besar. Sosok orang dewasa itu mengenakan topeng dengan bentuk betul-betul mirip seperti naga, hanya ada dua lubang di topeng itu, yaitu dua di mata. Mata sosok itu berwarna hitam pekat.
"Sudah lama aku tidak mengenakan mode ini… Saatnya ronde kedua!" seru sosok itu sembari terbang melesat menuju Menma dan rubah berekor Sembilan. "Saatnya serangan pembalasan!" lanjut sosok itu melesat dengan kecepatan gila. Saat berada tepat di depan Menma, Menma ingin melayangkan tinjuannya ke perut sosok itu, namun sosok itu menghilang dan muncul di samping Menma dan sukses melancarkan tendangan ke kepala Menma dan membuatnya terlempar sejauh lima meter dan berakhir mencium tanah. Sedangkan Menma terbelalak kaget karena tak menyangka ia akan melawan sosok yang paling merepotkan sedunia, pengguna teleportasi. Dia berusaha bangun, tetapi tubuhnya seakan menolak keinginan Menma untuk bangun. Penutup kepala Menma pun tergerai. Naruko yang melihat wajah sosok misterius yang bernama Menma melebarkan matanya. Sesosok pria yang mempunyai rupa seperti dirinya, rambutnya pendek dengan style seperti berambut durian, memiliki kumis seperti kucing di pipinya, matanya berwarna biru lautan. Naruko shock melihat sosok Menma ditusuk oleh sosok misterius itu dengan pedang hitam dengan aura negative. Sosok Menma berteriak kesakitan karena perutnya ditusuk oleh orang yang menyerang Menma.
Salah satu ekor rubah melesat menuju sosok yang menusuk perut Menma, namun serangannya ditahan oleh sesuatu tak kasat mata. Namun jika diteliti, terdapat sosok astral yang berbentuk tengkorak raksasa yang perlahan membentuk sosok ksatria berzirah hitam dengan topeng tengkorak.
"Kalian semua… lemah!" seru sosok itu sembari mengarahkan tangannya ke langit. Suaranya berbeda dari sebelumnya, kini lebih feminim.
"Shinu!" seru sosok itu dengan tawa jahatnya. Naruko melihat bayangan besar di belakangnya. Ia memalingkan wajahnya ke atas dan shock karena meteor besar sedang melesat menuju dirinya. Api berkobar akibat gesekan atmosfer Bumi dengan batu meteor tersebut
"Semuanya! Gunakan sihir terkuat kalian!" perintah Hiashi kepada pemimpin clan lainnya. Di saat yang bersamaan, Hiruzen dan para Anbu yang baru selesai melawan aoi me no Shiro doragon. Walaupun beberapa Anbu harus gugur dala pertarungan gara-gara terkena serangan naga tersebut.
.
.
.
Mati… Mati… Mati
Kematian adalah akhir
Namun Akhir adalah awal dari segalanya
Tidak selamanya akhir yang buruk itu buruk
Tidak selamanya akhir yang baik itu baik
Namun kematian tidak berlaku padaku
Tokubetsu Kage: Ryuukage
Di saat bersamaan, dari arah ujung barat daya, terdapat ratusan bayangan berbentuk naga yang terlihat dari kejauhan sedang melesat dengan cepat ke tempat para humanoid dragon tersebut. Salah satu naga yang paling dekat dengan humanoid dragon sedang melilit humanoid dragon yang berubah menjadi kenyataan. Para humanoid yang tersisa yang terfokus dengan pertarungan tidak menyadari bayangan naga yang mengarah pada mereka. Dari dua puluh tiga humanoid, hanya enam yang lolos dari bayangan tersebut. Mereka adalah Ouroboros, Five headed, blue eyes, kazeryuu, Jigoku no doragon, dan Supiido Doragon.
"Hahaha lumayan juga bayangan tersebut sampai aku tidak bisa mendeteksinya!" seru humanoid women doragon yang bernama Ouroboros. Sambil melayang ke belakang karena menghindari serangan bayangan lawan yang belum ia ketahui, ia menembakkan panah yang dilapisi sesuatu tak kasat mata. Para Anbu menghindari panah itu tanpa mereka ketahui sudah terjebak siasat Ouroboros dan siap, ataupun tidak siap, kematian di depan mata mereka. Dengan panah sebagai titik tengah, lima cahaya melesat ke lima titik berbeda untuk membentuk symbol bintang lalu membentuk lingkaran.
Ciri-ciri humanoid Ouroboros adalah, armor khas perempuan berwarna coklat, berambut panjang dan berwarna merah cerah, berparas cantik, sepasang sayap mekanik berwarna bening dan berukuran besar, dilengkapi senjata multifungsi, yaitu busur panah dan pedang. Matanya berwarna putih dan pupilnya mempunyai pola bintang. Julukannya Undefeatable Doragon. Menurut desas desus, hanya five headed dragon yang mampu mengimbangi Ouroboros.
"Sekarang saatnya!" ucap seorang pria yang merupakan pengguna sihir bayangan, ciri khasnya adalah model rambut seperti buah nanas dan selalu menggunakan kata merepotkan. Namanya adalah Shikamaru, anggota Tokubetsu Keisatsu termuda dan memperoleh julukan jenius sialan karena kerjaannya selama menjadi anggota Tokubetsu Keisatsu hanyalah tidur dan tidur, tidak pernah menyelesaikan dokumen yang dilimpahkan padanya. Namun, di sisi lain, Shikamaru merupakan prodigy yang paling mengagumkan, bahkan di prediksi, tiga tahun lagi ia akan mengalahkan ayahnya, Shikaku.
Di belakang Shikamaru, terdapat lima aura berbeda warna menguar hebat. Warna tersebut mewakili kelima elemen alam. Merah mewakili elemen api, biru mewakili elemen air, hijau mewaliki elemen angin, kuning mewaliki elemen petir dan coklat mewakili elemen tanah. Tentu saja, Shikamaru memiliki aura hitam pekat yang mewakili sihirnya, sihir bayangan yang digadang-gadang hampir menyamai sihir creator yang sudah lama punah.
Di belakang Shikamaru ada seorang perempuan berambut hitam, pendek namun memiliki paras yang imut, yang bernama Mika Kagami. Aura yang mengelilinginya berwarna biru, elemen air yang bersifat tenang dan penuh aura kehidupan. Namun di balik sifatnya tersebut, air bisa berubah menjadi senjata yang mengerikan saat menguasai suatu teknik sihir ultimate yang bernama…
"Tainstvennyy Magiya: Rapira Zhizn', aktifkan!" seru Mika sembari memposisikan tangannya membentuk sebuah pedang rapier. Aura yang menyelimuti Mika membentuk sebuah pola pedang rapier. Dari ujung, muncullah pedang rapier tipis, sangat tipis namun dipenuhi aura yang sangat hangat dan terasa hidup. Nama pedangnya adalah Rapira Zhizn', sebuah pedang rapier sangat tipis namun sangat mematikan apabila melawan orang yang menggangu kehidupan manusia. Pedang ini awalnya dianggap mitos belaka, karena minimnya info tentang rapier tersebut. Mika menemukan rapier tersebut di sebuah museum di Rusia. Kata penjaga museum, pedang tersebut tidaklah berfungsi lagi karena pemilik terakhir mati ratusan tahun yang lalu dan tidak ada siapapun yang bisa membuat senjata tersebut bisa berfungsi. Namun, saat itu Mika menatap rapier itu dan mendadak pedang tersebut bercahaya, bergerak sendiri menuju Mika lalu melesat menuju tubuh Mika. Sementara itu, saat itu Mika berteriak kesakitan karena pedang tersebut seperti mengoyak dagingnya, walaupun kenyataannya hanya masuk ke dalam tubuh Mika.
Di samping kanan Mika, terdapat seorang pria yang mengenakan jas hitam dan mempunyai rambut berwarna biru yang disisir rapi. Di kedua tangannya terdapat sepasang pedang yang terdapat ukiran yang tidak diketahui. Mata kirinya terdapat sebuah lingkaran yang mengelilingi pupil matanya dan memiliki delapan garis yang polanya seperti arah delapan mata angin. Mata tersebut sebenarnya hampir itu adalah symbol dari kontrak kuchiyose yang dimiliki oleh clannya, Uzumaki. Walaupun tidak sekuat kuchiyose legenda Uzumaki clan. Namanya adalah Uzumaki Nagato. Perwakilan dari kota Uzumaki yang terkenal dengan kekuatan dan awet mudanya. Mewakili elemen tanah, beraura coklat.
Di samping kanan Nagato, terdapat seorang wanita berambut biru sebahu yang sangat indah dipadu dengan paras yang cantik. Terdapat origami merah dengan bentuk bunga di rambutnya. Memegang senjata rapier biasa. Ahli dalam menggunakan rapier. Dia adalah Uzumaki Konan, istrinya Nagato. Selain jago menggunakan rapier, ia juga memanipulasi kertas. Mungkin kita tidak perlu kertas(tau kan kertas terbuat dari apa?) lagi jika kemampuan memanipulasi kertas betul-betul ada di dunia ini, heheheh…( #Plak, canda aja…) Oh ya, Konan dikelilingi aura hijau, yang artinya ia mempunyai elemen angin.
Di samping kiri Mika, terdapat seorang pria, atau wanita yang memiliki paras kemayu dan memiliki rambut yang pendek seperti pria, memiliki tinggi yang bisa dibilang pendek . Pokoknya susah dibedakan antara pria atau wanita. Yang membingungkan, dia mengenakan armor wanita. Jadi, anggap aja dia wanita. Namanya Fujibayashi Nagita. Seorang anggota clan dragon slayer terakhir yang masih hidup. Dia tidak memegang senjata apapun. Dia terlihat paling lemah, namun jangan lihat buku dari sampulnya. Justru dialah yang paling hebat diantara kawan-kawannya. Dia diselimuti aura kuning. Selain memiliki elemen petir, ia merupakann seorang summoner yang menakutkan serta pengendali gravitasi namun memiliki kelemahan.
Di samping kiri Nagita, terdapat pria tua berambut putih yang membawa sebuah gulungan besar yang diketahui merupakan gulungan segel tingkat tinggi. Dialah sang legendaries sannin, Jiraiya. Dia memiliki elemen api yang sangat kuat. Makanya auranya berwarna merah pekat. Jiraiya merasakan kejanggalan dengan para humanoid doragon yang tertangkap dan tiga humanoid dragon yang masih berdiri bebas. Ekspresi wajah mereka terlihat kosong, seperti dikendalikan atau dihipnotis oleh sesuatu yang sangat kuat. Setahu Jiraiya, bangsa naga tidak mempan terhadap serangan ilusi.
"Ada yang aneh pada mereka kecuali sosok berarmor hitam itu. Tatapan mereka begitu kosong seakan mereka terkena ilusi tingkat tinggi, namun menurutku mustahil karena naga tidak bisa terkena ilusi," ucap Jiraiya menyampaikan pendapatnya. Namun disanggah oleh Shikamaru, "Ada satu, Ningyou Genjutsu. Namun Ilusi tersebut hanya bisa digunakan kepada orang-orang yang sudah mati."
Mendengar ucapan Shikamaru, membuat Jiraiya melebarkan matanya. Berarti…
Seakan tahu apa yang mau Jiraiya katakan, Shikamaru menyahut, "Ya, hanya dua kemungkinan, mengendalikan orang yang sudah lama mati ataupun membunuh orang yang ingin dikendalikan."
Emosi Jiraiya langsung meningkat dratis, terbukti dengan aura yang menyelimuti Jiraiya berkorbar dengan dahsyat. Namun Shikamaru menenangkan emosi Jiraiya dan akhirnya Jiraiya sudah tenang.
"Bagaimana cara melepaskan ilusi tersebut?" Tanya Jiraiya setelah sadar.
"Segel atau tusuk symbol misterius yang tidak aku ketahui sampai sekarang," ujar Shikamaru tanpa melepaskan fokusnya. Dia masih ingat buku yang tidak sengaja ia temukan lalu dibaca satu bulan yang lalu di perpustakaan ayahnya tersebut. Baginya, informasi adalah segalanya.
Jiraiya menutup matanya sejenak. Sebuah energy asing mengumpul dan berpusat di tubuh Jiraiya dalam jumlah besar. Energy itu berwarna putih bercahaya. Energi itupun yang menyebabkan aura Jiraiya semakin membesar dan membesar. Ototnya membesar hingga menjadi sangat kekar. Energy tersebut begitu besar dan kuat, terbukti dengan tanah tempat Jiraiya berpijak mulai hancur perlahan
"Menggunakan sihir Ningyou Genjutsu untuk mengendalikan mereka layaknya boneka itu… tidak bisa ku maafkan!" teriak Jiraiya melesat ke depan dengan kecepatan setara dengan flash step level 3. Setiap langkah kaki Jiraiya meninggalkan jejak kaki berupa kebakaran kecil di tempat ia lalui. Sementara Ouroboros yang merupakan pelaku pengguna sihir Ningyou Genjutsu yang mendengar teriakan Jiraiya walaupun jaraknya masih jauh hanya bisa menyeringai mengejek Jiraiya.
"Kau tau kenapa aku dijuluki penghancur? Karna aku mempunyai lima jenis sihir yang mampu menghancurkan dunia ini…" ucap Ouroboros menggantungkan ucapannya, Kedua tangannya mengarah ke depan, tepatnya mengarah ke Jiraiya.
"Pertama, aku seorang pengguna Alchemist!" seru Ouroboros disertai aura yang menyelimuti dirinya dan menghancurkan tanah sekitarnya. Kedua tangan Ouroboros berubah menjadi senjata lancip.
"Nitoryuu: Ken no Dansu!" seru Ouroboros sambil melesat menuju Jiraiya yang berlari menuju Ouroboros dengan dua pedang api di tangannya.
"Nitoryuu: Ryuu no Dansu!" seru Jiraiya sambil memegang erat pedang api miliknya.
Nitoryuu: Ryuu no Dansu merupakan salah satu style kenjutsu yang sangat langka karena harus menguasai/ memasteri 4 unsur agar bisa menguasai teknik ini. Pertama Kecepatan. Kedua, ketepatan menyerang. Ketiga, Kelenturan. Dan Keempat, Pengendalian diri. Dengan kecepatan, ia bisa menghindari sebagian besar serangan lawan dan melakukan counter attack yang membutuhkan ketepatan menyerang agar counter attack tidak sia-sia. Dengan badan yang lentur, pengguna Nitoryuu, Ryuu no Dansu bisa melakukan serangan tidak diprediksi yang mampu menyusahkan lawan. Berbanding terbalik dengan Ken no Dansu yangmerupakan teknik khas bangsa humanoid doragon yang mudah di prediksi namun mempunyai combo yang sangat rumit dan mengandalkan kecepatan ayunan serangan. Intinya jika pengguna Ken no Dansu dan Ryuu no Dansu saling bertarung, maka daerah sekitarnya akan hancur berantakan.
Ichi
Ketika Ouroboros berada di depan Jiraiya, ia langsung menghilang dan muncul di sisi kiri Jiraiya sambil mengayunkan senjatanya., Namun, Jiraiya mengetahui itu dan memiringkan badannya hingga bertatapan dengan Ouroboros dan menahan serangan Ouroboros. Percikan api akibat gesekan kedua senjata tersebut, disertai gelombang kejut yang sangat kuat hingga mementalkan siapapun yang berada di radius satu kilometer.
"Heh, lumayan juga kau ningen. Tapi… Akulah yang paling hebat!" seru Ouroboros menambah tekanan pada senjatanhya hingga Jiraiya perlahan termundur. Pedang Jiraiya pun perlahan retak karena betapa ngerinya daya serang Ouroboros.
"Ugh, kuat sekali…" ujar Jiraiya mempertahankan genggaman kedua pedang apinya yang masih berkorbar dengan dahsyatnya walaupun retaknya membesar. Dia termundur beberapa langkah. Hingga pedangnya hancur semua dan dirinya terlempar ke belakang karena hembusan angin akibat hantaman serangan Ouroboros yang berhasil menghancurkan kedua pedang api Jiraiya.
"Hahaha ku kira kau bisa menghiburku, ningen! Namun tak ku sangka kau sangat lemah!" seru Ouroboros melesat menuju Jiraiya yang melayang karena terlempar. Setelah berada di atasnya, ia segera menghunuskan senjatanya ke badan Jiraiya. "Matilah kau!" teriak Ouroboros.
Hiraishin
Gumam seseorang yang muncul di depan Ouroboros yang mempunyai cirri-ciri seorang pria berambut kuning yang mempunyai banyak tindikan di wajahnya. Dia adalah Namikaze Yahiko, sahabat Konan dan Nagato yang merupakan seperguruannya, Jiraiya. Sosok itu langsung melayangkan tendangan ke wajah Ouroboros dan sukses membuat Ouroboros terhempas ke tanah sejauh 500 meter jauhnya.
"Sialan! Siapa yang berani menendang aku, sang naga agung!" seru Ouroboros menyeka darah di wajahnya dengan kasar. Kemudian sosok itu berdiri dan tiba-tiba menegang. 'Mundurlah … Aku berhasil mengalahkan semua kandidat raja. Setelah itu kita menjalankan rencana 'itu'' ucap sosok misterius dengan bentuk hologram yang muncul di depannya. Ouroboros mendecih mendengarnya lalu berteriak, "Kau beruntung bocah brengsek!"
Kemudian Ouroboros terbang dengan sayap mekaniknya yang diikuti oleh naga lainnya dan ia membuat portal dimensi lalu melesat menuju portal tersebut. Portal tersebut hilang saat humanoid doragon terakhir memasuki portal tersebut.
TBC
maaf saya telat, sangat telat update... kemarin2 banyak kegiatan. Sekarang saya ada waktu luang :v selamat menunggu... ch selanjutnya masih dalam pengerjaan
