kali ini betul-betul chappie terakhir loh readers… nyehehehe… ok, saya ga bakal banyak bacot karena readers udah pada ngacungin golok ke saya… happy reading!

Genre:Humour/Romance

Rated:T—aku terlalu takut buat ngasih rate K!

Warning:OOC, gajhe, yaoi, nyeleneh, Death Note Cuma numpang lewat, timeline(kapan dan dimana) gajhe, deelel deelel yang terlalu banyak ampe ga bisa disebutin!

Cat Incident

Chapter 7:

Dewa Cinta?

By:Vanilla Amano

"Jadi, kita harus cari disebelah mana dulu nih?"

"Kita harus berpencar. Pokoqnya kita cari sampai radius 2 km dari gedung tempat L-san tinggal."

"…"

"Kamu denger ga, Near?"

"… ya."

Akhirnya, tiga orang pewaris L itu keluar dari mobil merah milik Matt. Near berjalan sambil menggerutu. La iyalah! Wong dia ga ada urusan sama ini semua! Tapi tau-tau dia 'diculik' dari Wammy's House begitu!

"Baiklah. Aku cari kearah timur, Mello kearah barat, dan kamu Near, kearah utara. Kenapa ga ada yang kearah selatan? Karena arah selatan itu jurang(?)!" perintah Matt membagi-bagi arah.

Mello dan Near berpencar menuju arah yang ditunjuk Matt. Matt sendiri pergi kearah tujuannya sendiri.

Light dan L sementara itu…

"Kuro-wan… Kuro-wan… Kuro-wan…" L terus mengulang nama Kurogane sambil mojok di pojokan ruangan. Yah, istilah saya sih… ngedumel sendirian…

"Ryuuzaki, kau yakin tidak apa-apa?" tanya Light yang ketakutan sendiri ngeliat kelakuan L yang jadi autis begitu. Lah? Bukannya dari dulu dia emang autis? XP *dibunuh L's FC*

"4da 4pa Li9hT-KuN? 5ay4 tId4k apA-4pa k0Q," jawab L yang mendadak alay mampus. Light langsung cengok plus sweatdropped plus jawdropped plus epilepsi plus laen-laen pas dengernya.

"Ryuuzaki… KAU INI KENAPA!" serunya ketakutan sambil mundur 3 langkah dari L.

"5uDaH s4yA bILan9… 5ay4 tId4k ap4-Ap4…" jawab L dengan gaya 'alay'nya. Bentar, author muntah dulu. (author ga tahan en ga bisa bahasa alay! DX) eh, ternyata yang muntah bukan saya doang, LIGHT JUGA IKUT MUNTAH GARA-GARA ENEG LIAT L JADI ALAY!

"Ryuuzaki… sadar ga sih kalo kamu tuh berubah jadi alay?" tanya Light sambil membereskan bekas muntahannya dan muntahan saya.

"M4sA 5iH? Say4 9a m3ra5a b39iTu…" L menggeleng-geleng lugu. Oh… jadi kalo orang jenius stress, penyakit mereka tuh jadi anak alay begini… jadi anda sebagai orang jenius jangan stress ya!

"Matt! Kuro-rin ketemu ga!" Light buru-buru meraih HPnya dan menelepon Matt hanya untuk menanyakan keberadaan kucing garong itu.

"Belum… kau ini tidak sabaran sekali…" jawab Matt sembari mematikan sambungan mereka.

"Li9hT-KuN k3Nap4? K0Q k4yaNy4 taKuT s4ma 5aYa?" tanya L kebingungan dengan gaya super alaynya.

"Gyaaaa!"

Keadaan Mello…

"Huh… disini ga ada apa-apa…" gumam Mello sambil melihat-lihat sekelilingnya. "Kuro-swan dimana sih?" dia kembali mencari Kurogane diseluruh tempat yang bisa dia gapai.

"Eh?" Mello menyentuh sesuatu ketika dia sedang mengorek-ngorek tong sampah(niat banget nyarinya, mbak!). dia menarik keluar sesuatu itu dan menatapnya. "Ini… name tag Kuro-swan…"

Ya, itu adalah kalung leher merah milik Kurogane yang diberikan L. maaf, baru saya jelasin sekarang. :p abisnya kelupaan mulu di chapter yang sebelumnya…

"Apa maksudnya ini? Koq Cuma ada kalungnya aja?"

Keadaan Near…

"…" Near mencari sekelilingnya tanpa ekspresi. "Kenapa aku ikut terseret dalam ketidak jelasan ini? Jelas-jelas aku tidak ada hubungannya…" gerutunya kesal. Maklum, dia sedikit lagi selesai mendandani barbienya cosplay gothic lolly. Tapi tiba-tiba Mello dan Matt menerobos ke kamarnya dan menyeretnya begitu saja.

'KRESEK'

Near merasa dia menginjak sesuatu. Tanpa banyak omong, dia melihat apa yang berada dibawah kakinya. Sebuah kertas putih berada disana.

"…" Near mengambilnya. Terlihat tulisan bertinta hitam diatas kertas itu. dia membacanya sejenak. "Hmm…"

Keadaan Matt…

"Sial. Kemana sih Kuro-kuro?" umpat Matt yang tidak menemukan apa-apa. "Cih! Kucing hitam sih banyak… tapi entah kenapa aku merasa dia memiliki aura yang berbeda dengan kucing-kucing lainnya."

Matt berjalan mondar-mondir. Setelah bolak-balik kira-kira 13 kali, dia menemukan ide gila dikepalanya. "Jangan-jangan… Kuro-kuro itu kucing peliharaan Black Magician lagi!" tebaknya. "Ah… tapi masa sih Black Mage masih ada? Setauku semua Black Mage sudah dimusnahkan karena dianggap membawa sial… tapi Kuro-kuro itu kan kucing hitam… peliharan Black Mage juga kucing hitam semua… hmm… aku berpikir terlalu keras… kepalaku jadi sakit… ini sih saatnya Dynasty Warriors Strike Force!"

Akhirnya Matt malah main PSP disana. Dia tidak sadar bahwa ada 'sesuatu' yang mengawasinya dari atas pohon. Well, dibilang tidak sadar juga bukan… hanya saja 'sesuatu' itu membuat tengkuknya dingin, jadi dia memutuskan buat 'cabut' darisana.

Kembali ke gedung investigasi tempat tinggal L dan Light…

"Nihil… aku tidak menemukan apa-apa," kata Matt begitu mereka sudah membuat diri mereka 'nyaman' diruangan itu. nyaman dengan cara mereka sendiri maksudnya…

"Begitukah…?" Light menghembuskan nafas kecewa. "Masalahnya, Ryuuzaki jadi alay banget gara-gara stress…"

"Oh, penyakit alay dadakan? Itu emang biasa dialami sama jenius yang lagi stress." Kata Mello biasa banget.

'Perasaan gue jenius tapi ga pernah kena penyakit itu deh…' batin Light.

"Itu karena kamu sudah kena God-complex duluan sebelum kena Alay-complex(?)…" kata Near datar. Light sweatdropped. Near bisa baca pikiran!

"Benar juga… bicara soal penyakit, aku hanya menemukan kalung leher milik Kuro-swan," kata Mello sambil mengeluarkan kalung leher merah yang dia temukan tadi.

"Itu MiLiK Kur0-w4n!" jerit L masih alay sambil menyongsong kalung itu haru. "L4lu, Kur0-w4n s3nDiRi m4na?" tanyanya.

Mello sweatdropped. "Aku tidak menemukannya, L-san…"

"Ap4! Da5ar 9a 9uN4! P4nt3san l0 j4di n0m0r 2!"

"What the fu*k! kenapa L-san jadi begini!"

"Biasa… alay… alay…"

Near menatap mereka semua tanpa ekspresi. "Aku… menemukan ini…" katanya datar sambil menyerahkan secarik kertas yang tadi dia temukan kepada orang-orang gila didepannya ini. Near emang cool banget… sayang aku biasa aja sama dia… malah rada kesel. Kenapa? karena dia yang bertahan hidup sampe akhir! DX

"Apa ini?" Light meraih kertas itu. "Aku tidak mengenal tulisan tangannya… siapa yang menulis ya?"

"Gimana kalo dibaca aja dulu baru kita tentuin siapa yang nulis?" usul Matt masuk akal.

"Good idea!" Light duduk disebelah Near, dan jadilah mereka duduk mengelilinginya. Begini isi kertas itu :

Dear Light dan L…

Selamat ya! Akhirnya kalian berdua jadian juga!^^

(L dan Light bertukar tatapan bingung)

Dan terima kasih juga untuk Matt, Mello dan Near yang selalu membantu mereka!^^

(Matt, Mello dan Near ikutan bingung)

Well, aku ga bakal panjang lebar. Setelah puas ngucapin selamat, aku baru akan mulai menjelaskan.

Selamat ya!

Congratulations!

Happy couple day!

Semoga bahagia!

(dan tulisan 'selamat' dengan bahasa yang berbeda-beda tertulis sampai kira-kira 21 baris lagi)

Nah, akhirnya aku puas. Ahem.

Untuk Light, aku bisa membaca pikiranmu. Jangan benci pada Kurogane ya! Dia kan hanya membantu kalian saja!

(semua melotot)

Percayalah! Kalo dia ga berbuat nista begitu, kalian pasti ga bakal jadi kaya sekarang!

(L dan Light blushing)

Mello dan Matt juga ga bakal tambah mesra!

Dengan cemburu buta begitu, bukankah itu artinya Mello sangat menyayangimu, Matt?

(Mello blushing, Matt girang kaya anak kecil)

Dan Near, kamu jadi tau apa yang namanya anak kucing dan jadi bisa genit-genitan ke anak Wammy yang suka kucing kan?

(Near blushing tapi ditutupin)

Biar aku perjelas lagi. Kurogane itu aslinya kucing peliharaanku. Dan, yah… walaupun kalian memperlakukannya agak kurang sesuai prosuder(apalagi L dan Near), tapi aku tetap berterima kasih karena kalian sudah mengasuhnya!

Sebenarnya aku dan Kurogane terpisah, dan akhirnya sekarang aku menemukannya. Dia terlihat begitu senang karena berada bersama Light dan L. yah, walaupun beberapa kali membuat Light kesal, tapi dia tidak menyesali tindakannya.

Sekalipun Kurogane terpisah denganku, dia sama sekali tidak mengabaikan tugasnya, yaitu ; mempersatukan 2 insan yang sedang fall in love. Dia memang kucing yang loyal.

Kalau kalian masih tidak mengerti dengan apa yang kukatakan, silahkan review kembali semua kejadian yang kalian alami dengan Kurogane. Bukankah dia sangat membantu kalian dalam menyadari perasaan masing-masing? (walau kadang caranya agak kelewatan)

Well, jangan membenciku dan Kurogane. Kami hanya menjalankan tugas kami sebagai pemersatu cinta. Hohoho!

Kurogane kirim salam. Dia bilang, dia sangat menyayangi mama L, paman Matt, tante Mello dan Kak Near. Dia juga sayang tapi benci sama papa Light. Alasannya? Ga tau. Kata Kurogane, mama L harus hati-hati sama papa Light. Baik dalam hal asmara ataupun pekerjaan. Karena mama L belum tahu belangnya papa Light, hhe.

Nah, sekali lagi. Selamat untuk pasangan yang berbahagia ya~~!

"Regards, Amethyst.".

"Pertama-tama, kenal seseorang bernama Amethyst?" tanya Light begitu mereka semua selesai membaca suratnya.

"Ngga," semua menggeleng yakin. "Kalo batu sih kita tau."

"Paling tidak, Kuro-wan baik-baik saja," kata L yang udah ga alay lagi. Light nangis bersyukur karena dia ga tahan sama yang namanya alay.

"Ya, ya."

"He-eh."

"Tapi Amethyst itu siapa?"

"Sudahlah…" kata Light. "Yang penting, kita tahu bahwa Kuro-rin itu bermaksud baik dengan melakukan semua hal laknat itu."

"Betul sekali," angguk L. "Dan apa maksudnya hati-hati dengan Light-kun dalam 'pekerjaan'?" cetusnya. "Apa ada hubungannya dengan kasus Kira?"

Ups. Light harus mengalihkan perhatian L segera dari hal itu. apalagi semua detektif terbaik bersarang di ruangan itu.

"Ada-ada saja kau, Ryuuzaki." Light tersenyum salting.

-End-

Omake:

"Fuh…" seseorang menghembuskan nafas dari atas pohon. Dia mengawasi para pemuda itu dari luar jendela. "Paling tidak aku sudah meninggalkan surat…"

"Miaaww…" seekor kucing hitam duduk diatas pangkuannya.

"Hai, Celnunos," sapa si orang. Dia berambut pink panjang, berwajah manis dan memakai pakaian serba hitam dan merah. Yang lebih ajaib, dia bawa-bawa sapu! "Aku penasaran, mereka koq masih tidak sadar kalo aku Dewa Cinta ya?" katanya, yang ternyata adalah Amethyst.

"Itu wajar saja, master. Mereka sama sekali tidak percaya hal seperti itu," tiba-tiba Kurogane, atau Celnunos, berbicara. What the duck! Tuh kucing bisa ngomong!

"Bagaimana dengan Light? Dia kan punya shinigami… apalagi Ryuk itu temanku. Memang Ryuk tidak pernah cerita mengenaiku ya?" kata Amethyst agak kesal.

"Kalau kamu lupa, master. Papa Light itu kan lagi ga megang Death Note, jadinya Ryuk-san lagi ga bareng dia. Dan lagi, sebagai shinigami, kan aneh kalo temenan sama koigami(?)…" tiba-tiba Celnunos berubah menjadi… anak kecil imut-imut plus manis plus ganteng bersayap hitam! Kyaaa! *nosebleed ditempat* bentar, author pedophile-nya kumat dulu… kyaaaa! XD

"Begitu ya?" Amethyst menatap para pemuda itu sebentar. "Yah, paling tidak kau sudah sebisa mungkin mengingatkan L agar berhati-hati pada Light yang juga adalah Kira."

Celnunos menatap Light dan L. "Selama dia tidak memegang Death Note, dia tidak akan bisa menyakiti mama L," katanya. "Tapi tetap saja aku membencinya. Apalagi pas udah baca manganya sampe abis di onemanga, hiks!" mendadak Celnunos nangis-nangis sendiri pas inget kematian mama L di onemanga(?).

Amethyst sweatdropped. "Yah, eniwei, tugas kita disini selesai. Shall we be going?" tanyanya sambil meraih sapunya.

"Memang target kita selanjutnya siapa dan dimana?"

"Lokasinya di Indonesia, tepatnya Depok. Ng… seorang bernama Vanilla yang lagi jatuh cinta sama 'piiiiiip'(nama disensor untuk keamanan)." Jawab Amethyst. "Ayo kita berangkat, Celnunos!"

Dan mereka terbang menuju Indonesia…

Fiuuuh… akhirnya selesai juga… *ngusap peluh didahi* aku bingung banget nentuin endingnya… apalagi alesan-alesan mengapa Kurogane bertingkah nyebelin begitu… sebenernya buat ending aku agak terinspirasi dari fic Li Chylee yang judulnya 'The Love Note' sih… tapi kalo di fic itu Dewa Cintanya Ryuk yang mirip banci Taman Lawang, kalo aku Dewa Cintanya ya… kaya Dewa Cinta yang cantik jelita! XD Baiklah, akhirnya cerita gajhe ini tamat juga!\(^o^)/ ng… leave a review please? Biar aku seneng gitu, hhe… dan aku pengen ngucapin terima kasih buat semua yang udah ngebaca en ngereview cerita aku! I love you all full!^^

(Koigami : Dewa Cinta? Koi : cinta, gami-kami : dewa… ga ngerti juga deh… anggep aja kaya begitu… =,=a)