A/N:
FF ini saduran dari novel maha karya Ilana Tan "Summer in Seoul"
Jadi ini bukan asli punya saya, hanya bikin versi Yunjae nya
Karena cara penulisan Jaehan dengan Ilana Tan berbeda, jadi pasti ada perbedaan penulisan dengan ff Jaehan yang biasanya
Semua kejadian dan cerita sesuai dengan isi novel, namun akan terjadi beberapa penambahan dan perubahan yang disesuaikan dengan peran Jung Yunho dan Kim Jaejoong juga kesesuaian cerita
WARNING!
This is YAOI fanfic means boy x boy story, so if you can't take it just leaves already. I don't wanna hear bad comments. I don't care with your comments.
FF by. Jaehan Kim Yunjae
Chapter 7
Curiosity Kills the Cat
Sudah hampir dua minggu berlalu sejak Jaejoong terakhir kali bertemu dan berbicara dengan Yunho di rumah pria itu. Entah kenapa Jaejoong merasa serbasalah. Ia ingin menghubungi Yunho, tapi tidak tahu apa yang akan dikatakannya. Ia ingin bertanya pada Paman Park Yoochun, tapi tidak tahu apa yang akan ditanyakannya
Jaejoong berjalan tanpa tujuan di sekitar kampus. Ia berjalan dari gedung ke gedung, dari kelasnya ke perpustakaan, dari perpustakaan ke aula. Akhirnya ia berhenti di halaman kampus, duduk di kursi panjang disana dibawah pohon Willow besar. Ia mengeluarkan ponselnya dan menatap benda itu sambil menarik napas
Kenapa dia tidak menelepon? Tapi memangnya kenapa dia harus menelepon? Jaejoong menggelengkan kepalanya dan menarik napas lagi.
"Kenapa dia tidak menelepon?" Jaejoong tersentak karena mendengar suara Junsu yang ternyata sudah berdiri di belakangnya
"Apa?" Tanya Jaejoong pada Junsu
"Tadi kau bertanya kenapa dia tidak menelepon. Siapa yang kau maksud?" Tanya Junsu balik setelah duduk disisinya dengan wajah ceria
"Ah, tidak, bukan siapa-siapa" sahut Jaejoong dengan tawa yang dipaksakan
"Aku harap bukan Choi Siwon itu lagi" kata Junsu sinis
"Bukan! Bukan dia" jawab Jaejoong langsung sambil mengibaskan tangannya
"Baguslah kalau bukan" balas Junsu
"Hahhh… Cuaca hari ini indah sekali" lanjutnya sambil mengangkat tangan dan menarik napas dalam
"Junsu" ucap Jaejoong melirik temannya dengan hati-hati
"Mhmm?" balas Junsu menoleh kearah Jaejoong
"Album baru Jung Yunho sudah diluncurkan, kan?"
"Benar, beberapa hari yang lalu. Memangnya kenapa? Bukankah kau sudah punya? Kita kan sudah mendapatkannya sewaktu acara jumpa penggemar itu" jawab Junsu mengangguk
"Ah, tidak ada apa-apa" jawab Jaejoong sambil menggelengkan kepalanya dan terdiam
"Berarti Jung Yunho akhir-akhir ini pasti sibuk sekali, ya?" lanjutnya
"Tentu saja. Kudengar beberapa waktu yang lalu dia sibuk syuting video klip. Belum lagi kenyataan dia harus tampil dalam banyak acara untuk mempromosikan albumnya" jawab Junsu kembali mengangguk
"Kita akan sering melihatnya di televisi" seru Junsu riang sambil bertepuk tangan
"Begitu? ... Ternyata memang sedang sangat sibuk" gumam Jaejoong memelankan suaranya diujung
"Majalah-majalah juga banyak memuat artikel tentang dia. Mereka membahas albumnya, lagu-lagunya dan mereka juga mulai mengungkit-ungkit soal kekasihnya" tambah Junsu penuh semangat
"Apa yang mereka katakan?" Tanya Jaejoong sambil menatap Junsu
"Banyak, mereka bertanya-tanya soal keberadaan wanita itu, identitasnya. Aku sendiri juga penasaran. Intinya, mereka tiba-tiba meragukan apakah wanita itu benar-benar kekasih Jung Yunho" jawab Junsu sambil mengaitkan alisnya menatap Jaejoong
"Kenapa mereka meragukannya?"
"Karena wanita itu tidak terlihat lagi di media sejak fotonya muncul. Bahkan sekedar kabarnya tidak terdengar. Mereka mulai berpikir mungkin hubungan Jung Yunho dan wanita itu sudah berakhir. Terus terang saja, aku juga berharap itu benar. Oh ya, mereka juga mengungkit kejadian empat tahun lalu" jelas Junsu
"Masalah yang…?"
"Benar. Yang kuceritakan waktu itu. Soal empat tahun lalu ketika ada penggemar Jung Yunho yang meninggal pada saat acara jumpa penggemarnya. Kau ingat? Untung saja acara tahun ini lancar-lancar saja dan tidak ada kejadian buruk"
Jaejoong menengadah keatas dengan pikirannya sendiri sementara Junsu terus saja mengoceh tanpa henti. Tiba-tiba ponselnya berbunyi, Jaejoong buru-buru menjawab dan raut wajahnya berubah
"Oh, Siwon-ssi"
Park Yoochun duduk termenung di kantornya. Di mejanya terdapat beberapa majalah yang terbuka pada halaman yang memuat artikel Jung Yunho. Ia sudah menduga akan ada kejadian seperti ini. Begitu album baru Yunho keluar, orang-orang akan sibuk membicarakan artis asuhannya itu. Bukan hanya lagu-lagunya, tapi segala gosip yang berhubungan dengan seorang Jung Yunho, termasuk gosip tentang pacar misteriusnya. Mereka bahkan kembali menyinggung-nyinggung kecelakaan empat tahun lalu, tapi untungnya hanya sekilas, jadi seharusnya tidak apa-apa
Park Yoochun mengusap-ngusap dagu dan berpikir mungkin sudah tiba saatnya mereka membutuhkan bantuan Jaejoong lagi. Kali ini, mau tidak mau pria itu harus bersedia menampakkan diri. Ia mengangkat gagang telepon yang ada di mejanya dan menekan beberapa tombol
"Halo, Jaejoong. Apa kabar? Ini Park Yoochun… Kau punya waktu sekarang? ... Bagus. Bisa datang ke kantorku? ... Baik, sampai jumpa"
"Seperti yang sudah kukatakan, sepertinya kami tidak cocok"
Jaejoong memandang laki-laki tinggi besar yang duduk dihadapannya itu dengan perasaan lelah. Choi Siwon tampak menyedihkan, ia baru mengaku kepada Jaejoong bahwa ia dan kekasihnya sedang bermasalah
"Kami tidak cocok" Siwon mengulangi kata-katanya dan menatap Jaejoong, menunggu reaksinya
"Dan kau baru tahu setelah hampir setahun bersamanya?" Jaejoong tertawa pahit
"Kau masih marah?" Tanya Siwon dengan nada bersalah
"Tidak juga. Marah juga tidak ada gunanya" balas Jaejoong menarik napas
"Tidak, kau berhak marah padaku. Aku memang salah, sekarang aku sadar" gumam Siwon pelan
"Lalu?" Jaejoong mengaitkan alisnya bingung
"Sepertinya hubungan kami tidak bisa diteruskan lagi" ucap Siwon tegas
Alis Jaejoong terangkat. Sesaat dia bingung, lalu ia mendengar ponselnya berbunyi. Merasa lega karena tidak harus menanggapi apa yang baru saja dikatakan Siwon, Jaejoong cepat-cepat membuka flap ponselnya
"Halo?"
"Oh, apa kabar, Paman? … Sekarang? Ya, aku sedang tidak sibuk… Aku akan ke sana sekarang… Sampai jumpa" ucap Jaejoong sedikit kaget mendengar suara Yoochun di seberang sana lalu menutup ponselnya dan memandang Siwon yang menatapnya dengan pandangan menyelidik
"Kau mau pergi sekarang?" tanyanya ketika melihat Jaejoong buru-buru menghabiskan minumannya
"Maaf, Siwon-ssi. Ada urusan mendadak. Aku harus pergi, lain kali saja baru dilanjutkan" ucap Jaejoong cepat, lalu bangkit dan keluar dari café itu
"Kita akan pergi menemui Yunho" kata Yoochun kepada pria yang duduk dihadapannya
"Kami harus difoto lagi?" Tanya Jaejoong sambil mengangguk
"Benar, karena itu kita harus mengubah penampilanmu, kau tidak ingin sampai dikenali, kan?" Yoochun membenarkan lalu bangkit dari kursinya dan meraih jas-nya yan tergantung di dekat jendela
"Jadi kapan kita mulai berkerja?" Tanya Jaejoong
"Sekarang juga" Yoochun berbalik menatap Jaejoong
"Oh, sekarang?" kaget Jaejoong karena ia belum merasa siap
"Ya, ada masalah?" Tanya pria itu sambil mengenakan jas-nya dan memperbaiki posisi dasinya
"Tidak" Jaejoong menggeleng, sepertinya mau tidak mau ia harus mempersiapkan diri saat ini juga
"Ayo, kita pergi" ajak Yoochun mulai berjalan ke arah pintu masuk
"Saat in Yunho sedang diwawancara, tapi sebelum itu kita harus memberimu penampilan baru"
Yoochun merasa tidak enak karena harus menyembunyikan sesuatu dari Jaejoong, tapi ia tidak punya pilihan. Kalau Jaejoong tahu, kemungkinan besar ia tidak akan bersedia diajak menemui Yunho dan saat ini Yoochun tidak punya cukup waktu untuk meyakinkannya
Ia membawa Jaejoong ke toko pakaian yang juga merangkap salon dan menyuruhnya mencoba beberapa pakaian. Ia tidak ingin Jaejoong terlihat cantik atau bergaya, karena memang wajah pria itu sudah cantik walau tidak diberi apa pun, jadi mudah mengubahnya agar mirip seperti seorang wanita. Yoochun ingin Jaejoong tampil sesederhana mungkin supaya tidak menonjol dan tidak ada orang yang dapat mengenalinya. Ia juga menyuruh Jaejoong mencoba beberapa rambut palsu, tapi tidak ada yang cocok di matanya. Akhirnya Yoochun membiarkan rambutnya yang pendek tetap tergerai walaupun agak di atur agar terlihat seperti rambut wanita
Dengan rambut pendek yang sudah di tata, kemeja krem polos berlengan pendek dan celana jeans, Jaejoong benar-benar terlihat seperti wanita muda yang menawan, persis seperti yang dibayangkan Yoochun. Sebagai sentuhan akhir, ia menghulurkan kaca mata berlensa kecoklatan yang bisa menyamarkan wajah Jaejoong
"Baiklah, kita berangkat sekarang. seharusnya wawancara Yunho akan selesai sebentar lagi" ucap Yoochun setelah puas melihat hasil yang diberikan untuk perubahan wujud Jaejoong
"Akhirnya aku benar-benar berubah menjadi wanita" umpat Jaejoong pasrah yang cukup dapat di dengar oleh Yoochun yang hanya bisa tertawa kecil mendengarnya
Yunho bangkit dari sofa yang didudukinya sejak tadi dan bersalaman dengan para kamerawan dan juga para reporter yang mewawancarainya. Ia sedikit lelah, tapi ia tahu ini sudah menjadi resiko pekerjaanya. Para wartawan tadi juga sempat bertanya tentang hubungannya dengan kekasih misteriusnya, namun Yunho hanya memberikan jawaban samar. Ada juga yang mengungkit kejadian empat tahun lalu, Yunho berhasil menanggapinya dengan tenang, walau ia harus mengakui dalam hati perasaannya masih agak resah bila diingatkan kembali tentang kejadian itu
Yunho dan beberapa anggota stafnya keluar dari lift dan berjalan ke pintu utama gedung tempat diadakannya wawancara tadi. Tiba-tiba langkahnya terhenti ketika pandangannya menembus pintu kaca yang lebar dan melihat seorang wanita turun dari mobil sedan putih. Yunho tertegun sejenak, lalu ia mempercepat langkahnya, mendorong pintu kaca itu sampai terbuka dan menghampiri wanita itu
"Sedang apa kau disini? Kenapa bergaya seperti ini?" tanyanya tanpa basa-basi. Jaejoong berbalik dan agak terkejut melihat Yunho
"Sedang apa kau disini?" Tanya Yunho untuk kedua kalinya. Ia tidak menyangka akan bertemu Jaejoong disini apalagi dengan dandanan seperti wanita yang hampir membuatnya tidak menyadarinya tadi. Ia menatap Jaejoong tajam dan melihat pipi pria itu agak memerah
"Itu… Paman yang menyuruhku kesini. Kau tidak tahu? Katanya kita akan difoto" Jaejoong mencoba menjelaskan dengan bingung sedangkan Yunho menoleh ke belakang dan melihat kerumunan wartawan mulai menghampiri mereka dengan cepat
"Tidak. Ikut aku" jawabnya
Yunho merangkul pundak Jaejoong dan berjalan menjauh ketika kilatan-kilatan lampu blitz kamera mulai beraksi dan para wartawan berlomba-lomba mengajukan pertanyaan
"Jung Yunho, siapa wanita ini?"
"Apakah dia wanita misterius di foto waktu itu?"
"Noona! Siapa nama Anda?"
"Apa hubungan kalian berdua?"
"Apakah Anda bisa memberikan sedikit komentar?"
Yunho hanya mengangkat sebelah tangannya dan menuntun Jaejoong ke mobilnya yang diparkir tidak jauh dari sana. Ia membuka pintu mobil untuk Jaejoong sambil berusaha menghalangi para wartawan mengambil gambar jelas pria itu. Ia memperhatikan Jaejoong terus menunduk dan menutupi wajahnya dengan sebelah tangannya. Yunho cepat-cepat menutup pintu dan berjalan mengelilingi mobilnya ke bagian kemudi. Sebelum masuk ke mobil, ia tersenyum melambaikan tangannya sekali lagi ke arah para wartawan
"Kau baik-baik saja?" Tanya Yunho melirik Jaejoong setelah mereka cukup jauh dari tempat itu
"Paman bilang kita akan difoto. Difoto apanya? Ternyata begini… Ah, tapi benar juga. Kita memang difoto. Oleh wartawan" kesal Jaejoong sambil menekankan kalimatnya di akhir
"Jangan menyalahkan Yoochun. Setidaknya Yoochun sudah mengubah penampilanmu sebelum menjebak kita" ucap Yunho menenangkan Jaejoong
"Tapi kenapa dia bisa jadi secantik ini, padahal dia tetap laki-laki" gumamnya pelan agar tidak di dengar oleh Jaejoong
"Menurutmu mereka berhasil memotretku?" Tanya Jaejoong ingin tahu
"Sudah tentu" sahut Yunho tersenyum
"Tapi kau tidak usah cemas. Dengan penampilan seperti itu, tidak akan ada orang yang tahu kau adalah kau"
"Dan tidak akan tahu bahwa aku sebenarnya laki-laki" sahut Jaejoong ketus sambil menunduk memperhatikan penampilannya sendiri
"Tapi tadi kau langsung mengenaliku. Bagaimana bisa?" Tanya Jaejoong tiba-tiba
Yunho tidak tahu harus menjawab apa. Tadi ketika melihat seorang wanita turun dari mobil Yoochun, ia langsung tahu wanita itu adalah Jaejoong yang menyamar. Kalau dipikir-pikir, ia sendiri juga tidak mengerti bagaimana ia bisa begitu yakin, penampilam Jaejoong sangat mirip dengan wanita sungguhan, tapi tadi ia bahkan tidak memperhatikan penampilan pria itu, ia hanya tahu orang yang berdiri disana adalah Jaejoong
"Terus terang saja, aku juga tidak tahu" sahut Yunho
"Sekarang bagaimana? Kau mau kemana?" Tanya Jaejoong tersenyum
"Sekarang aku harus menghadiri konser amal…" jawab Yunho sambil melirik jam tangannya
"Sebentar…" lanjut Yunho saat mendengar ponselnya berbunyi dan memasang earphone untuk menjawabnya
"Chun, ada apa? … Aku sedang di jalan… Begitu? Kau yakin? … Baiklah" Yunho lalu melepaskan earphone ponselnya dan menoleh kepada Jaejoong yang ternyata juga sedang berbicara di telepon
"Oh, Junsu, ada apa?" ucap Jaejoong dengan ponsel yang ditempelkan di telinganya
"Aku? Aku sedang dijalan… Apa? Bukan, bukan bersama Siwon-ssi" lanjutnya melihat Yunho sekilas
"Sebentar lagi aku akan pulang ke rumah… Mhmm, nanti hubungi aku lagi"
"Sepertinya kau belum bisa pulang sekarang" ucap Yunho mengagetkan Jaejoong yang baru memasukkan ponselnya kedalam tasnya
"Kenapa?"
"Yoochun menyuruhmu ikut denganku ke konser amal itu"
"Kenapa? Tidak mau" Jaejoong berkata dengan cemas
"Tidak apa-apa, kau hanya perlu hadir disana, selebihnya serahkan padaku. Yoochun juga ada disana, tidak akan lama" ucap Yunho menenangkan
"Tidak, tidak. Sudah ku bilang aku hanya akan berfoto denganmu. Tidak lebih" Jaejoong tetap menolak sambil menggeleng tidak setuju
"Kau juga tahu tadi kita dikejar-kejar wartawan. Saat ini mereka pasti sedang mengikuti kita, apalagi mereka juga tahu aku akan pergi ke konser amal itu. Kalau kau ku turunkan di tengah jalan atau dimana pun, mereka pasti akan mengerumunimu. Kau mau begitu?" Yunho menarik napasnya mencoba memberi penjelasan
"Aku minta maaf atas semua kejadian hari ini, aku berjanji aku akan mengantarmu pulang secepatnya" tambah Yunho melihat tidak ada balasan dari Jaejoong
"Apa yang sudah ku lakukan?" gumam Jaejoong pelan yang masih bisa di dengar Yunho. Jaejoong hanya bisa diam tanpa berkata apa pun
Kim Junsu baru saja selesai membantu ibunya mencuci piring. Jam makan siang sudah lewat sejak tadi dan sekarang rumah makan milik keluarganya ini tidak begitu ramai
"Umma, aku naik ya?" Junsu berseru kepada ibunya yang duduk di meja kasir, lalu berlari menaiki tangga ke lantai atas tanpa menunggu jawaban dari ibunya
Junsu segera menyalakan televisi karena sebentar lagi siaran langsung konser musik amal akan ditayangkan. Ia membuka sebungkus keripik kentang dan berbaring dengan perutnya berada dibawah sambil bertopang dagu
"Ah, ternyata sudah dimulai" gerutunya ketika gambar muncul di layar televisi
"Wah, yang datang banyak sekali"
Di layar televisi terlihat para selebriti berjalan memasuki aula konser dan reporter sibuk mewawancarai para selebriti itu. Lalu di layar televisi muncul wajah Jung Yunho
"Oh, ternyata JungYunho juga datang ke konser itu! Dia ikut nyanyi juga ya?" seru Junsu pada dirinya sendiri
Junsu memperhatikan idolanya dengan hati berbunga-bunga. Jung Yunho yang mengenakan turtleneck hitam dan jas coklat muda itu terlihat tampan seperti biasa dan ia terus tersenyum ramah ketika diwawancarai reporter
"Jadi, Jung Yunho, siapakah wanita yang tadi datang besama Anda? Wanita yang berdiri disana itu? Kekasih Anda?" Tanya si reporter sambil menyodorkan mikrofon kepada Yunho
Junsu melihat wanita berkacamata gelap yang berdiri agak jauh di belakang Jung Yunho. Wajahnya tidak terlihat jelas sehingga Junsu pun merangkak mendekati pesawat televisi sambil memasukan beberapa potong keripik ke mulut
Jung Yunho tertawa dan menoleh ke arah Jaejoong lalu berpaling kembali kepada sang reporter. Bagi Junsu, reaksi Jung Yunho sudah menunjukkan jawabannya, dan ternyata si reporter juga berpendapat sama. Tanpa menunggu jawaban Yunho, si reporter bertanya lagi dengan nada menggoda
"Kenapa Anda tidak memperkenalkan nona itu kepada kami semua? Ayolah, kenapa harus malu?"
"Benar! Kenapa harus disembunyikan?" seru Junsu kepada gambar Yunho di televisi
"Memang benar, tapi sebenarnya dia agak pemalu. Dia bersedia datang hari ini juga karena saya yang memintanya, kalau tidak, dia sama sekali tidak akan datang" Yunho masih tersenyum ketika menjawab
"Wah, gadis yang sombong. Jaejoong harus melihat ini" ucap Junsu sambil duduk bersila. Ia meraih ponselnya dan menghubungi nomor ponsel Jaejoong. Matanya tetap mengawasi Jung Yunho yang sudah beranjak pergi dari si reporter dan menghampiri kekasihnya. Kamera memang sudah tidak difokuskan pada Yunho karena sekarang ada artis lain yang sedang diwawancarai. Tapi Yunho dan kekasihnya masih terlihat di bagian latar, walaupun tidak terlalu jelas
"Kim Jaejoong, cepat angkat ponselmu sebelum Jung Yunho dan kekasihnya masuk" ucap Junsu gemas. Ia terus menatap Jung Yunho dan kekasihnya di televisi, seakan-akan kedua orang itu bakal lenyap kalau ia mengalihkan pandangan sedetik saja
Junsu melihat gadis itu sedang mencari-cari sesuatu di dalam tas tangannya sementara Jung Yunho berdiri disampingnya. Gadis itu mengeluarkan sesuatu dari tasnya, lalu melakukan gerakan membuka dan menutup. Tepat pada saat itu nada sambung di telepon Junsu terputus
"Aish… Anak aneh ini kenapa tidak menjawab teleponku? Tidak mau melihat pacar Jung Yunho?" gerutu Junsu sambil menekan nomor ponsel Jaejoong sekali lagi
"Jangan-jangan dia masih di jalan ya?"
Junsu menatap layar televisi dan merasa lega karena Jung Yunho dan kekasihnya masih terlihat di sudut. Sambil menunggu Jaejoong menjawab teleponnya, Junsu menyipitkan matanya supaya dapat melihat lebih jelas Yunho dan pacarnya. Kali ini gadis itu kembali merogoh tasnya
"Ada apa dengannya? Kelihatan sibuk sekali" Junsu bertanya sendiri dan melihat gadis itu mengeluarkan sesuatu lagi dan menatap benda yang dipegangnnya
"Ponsel?" gumam Junsu tidak yakin sambil kembali menyipitkan matanya
Gadis itu menatap tangannya, lalu menatap Jung Yunho. Jung Yunho terlihat menggelengkan kepalanya, sambil mengucapkan sesuatu. Entah apa yang ia katakan karena akhirnya gadis itu terlihat mengutak-atik benda yang dipegangnnya
Tepat pada saat itu nada sambung di telepon Junsu terputus sekali lagi. Junsu tertegun, ia menatap layar televisi dengan mata terbelalak, bungkusan keripik yang sejak tadi dipeluknya terlepas dan jatuh ke lantai, matanya terpaku pada layar televisi. Ia melihat kekasih Jung Yunho sedang menundukkan kepala dan mengutak-atik sesuatu yang menurutnya adalah ponsel gadis itu, lalu memasukkannya kembali kedalam tas. Kemudian mereka berdua bergerak dan menghilang dari layar televisi
Junsu menatap layar televisi dan ponselnya bergantian, otaknya sibuk berputar. Ia mencoba menghubungi ponsel Jaejoong sekali lagi dan kali ini ia hanya mendengar suara operator yang berkata bahwa telepon yang dituju sedang tidak aktif. Junsu menutup ponselnya dan mengerutkan dahinya
"Apa yang kulihat tadi? Apa artinya ini? Hanya kebetulan? Kebetulah yang aneh…" gumam Junsu pada dirinya sendiri. Ia tidak lagi bersemangat menyaksikan konser amal itu. Ia sibuk memutar otak, memikirkan apa yang baru saja ia lihat dan alami. Ia tidak percaya dengan kemungkinan yang muncul di benaknya
"Ini tidak mungkin. Tapi memang kalau dipikir-pikir…"
Seperti yang dikatakan Yunho sebelumnya, Jaejoong tidak perlu mengikuti acara konser amal itu hingga selesai karena Yunho ada jadwal lain yang sangat padat. Begitu Jaejoong sudah menyelesaikan tugasnya, Yoochun mengantarkan Jaejoong pulang sementara Yunho menghadiri acara selanjutnya
Ketika berjalan sepanjang koridor menuju apartemennya, Jaejoong agak terheran melihat Junsu yang berdiri di depan pintu gedung itu
"Junsu, sedang apa kau disini?" Tanya Jaejoong sambil mempercepat langkahnya untuk menghampiri Junsu
"Ternyata tidak salah" gumam Junsu setelah cukup terkaget melihat Jaejoong
"Mhmm… Kau bilang apa?" Jaejoong mengeluarkan kunci kamarnya dan memandang Junsu
"Tidak, aku sedang bicara sendiri. Ayo, kita masuk dulu, aku sudah capek berdiri sejak tadi" senyum Junsu menggelengkan kepalanya
"Kenapa menunggu disini? Kau kan bisa menelepon dulu?" Tanya Jaejoong setelah masuk apartemennya
"Ponselmu tidak aktif" jawab Junsu setelah menyusul Jaejoong masuk
"Oh, memang aku matikan tadi. Maaf" balas Jaejoong menepuk dahinya
Junsu berdiri di tengah-tengah ruang duduk dan mengamati Jaejoong dari ujung kepala hingga ujung kaki
"Kenapa memandangiku seperti itu?"
"Pakaianmu" gumam Junsu dengan pandangan penuh arti
Jaejoong tersentak. Ia baru menyadari ia masih mengenakan pakaian yang diberikan Yoochun, hanya rambutnya saja yang sudah berantakan karena di terpa angin malam. Junsu pasti heran dengan penampilannya yang seperti perempuan ini
"Ah, ini?" Jaejoong berbalik memunggungi Junsu dan pura-pura mencari sesuatu di dalam lemari pendingin. Otaknya berputar cepat mencari alasan yang masuk akal
"Biasalah, Tuan Han sedang melakukan percobaan baru. Katanya penampilan ini cocok untukku, tapi kurasa tidak begitu. Aku benar, kan? Memang susah memiliki wajah seperti ini. Eh, kau mau minum apa?"
Jaejoong memutar tubuhnya kembali menghadap Junsu. Junsu sudah duduk di sofa dengan melipat tangannya di dadanya. Tatapan matanya itu seakan bisa menembus ke dalam hatinya. Jaejoong mulai gugup
"Kau tahu, tadi aku menyaksikan acara konser amal di televisi" Junsu mulai membuka mulut
Jaejoong merasa jantungnya berdetak dua kali lipat lebih cepat dari biasanya. Tidak mungkin Junsu melihatnya. Ia sudah sangat hati-hati agar tidak disorot kamera
"Aku melihat Jung Yunho bersama kekasihnya" Junsu melanjutkan dengan nada tenang dan tersenyum kecil
"Anehnya, kekasihnya itu memakai pakaian yang sama dengan yang kau pakai sekarang. gaya rambutnya juga hampir sama denganmu"
"Lalu kau mengira aku wanita itu? Junsu, kau ada-ada saja. Walaupun wajahku seperti wanita dan hampir semua orang mengira aku adalah seorang wanita, aku tetaplah seorang pria, mana mungkin aku adalah kekasih Jung Yunho"
"Benarkah, begitu?
"Lagi pula, jika aku adalah kekasihnya, bukankah itu akan membuat gosip tentangnya yang gay terbukti benar?"
"Sebenarnya aku juga tidak akan berpikir wanita itu kau, Jaejoong, kalau saja aku tidak menghubungimu saat itu, aku melihatmu di televisi. Memang tidak jelas, tapi aku melihat kejadiannya
Jaejoong ingat Junsu memang menghubungi ponselnya ketika ia berada di acara konser amal itu. Ia tidak menjawab karena suasana disana berisik sekali, semua orang berbicara dan irama musik terdengar dimana-mana. Kalau ia menjawab, Junsu akan mendengar bunyi berisik di latar belakang dan merasa curiga. Yunho juga berkata sebaiknya ia tidak menjawab telepon itu. Itulah sebabnya Jaejoong mematikan ponselnya. Ternyata saat itu Junsu melihatnya di televisi
"Ketika aku menghubungimu, kekasih Jung Yunho secara kebetulan juga menerima telepon. Ketika dia memutuskan hubungan, tepat pada saat itu nada sambungan di teleponku juga terputus" Junsu melanjutkan
"Aku mecoba lagi dan melihat wanita itu akhirnya mematikan ponselnya"
Jaejoong tidak bisa mengelak lagi. Ia sudah tidak tau alasan apa lagi yang bisa digunakannya. Ia sudah mengenal Junsu selama betahun-tahun dan tahu benar temannya itu pintar dan berotak tajam. Mungkin saja saat ini Junsu sudah bisa menduga sendiri. Jaejoong tidak bisa lagi menyembunyikan masalah ini darinya.
"Kim Jaejoong, kurasa sekarang waktunya kau memberitahuku apa yang sebenarnya terjadi" ucap Junsu
"Aku sudah berpikir lama dan ingin tahu apakah kenyataannya sama seperti apa yang aku pikirkan"
Suasana di salah satu toko buku terbesar di Seoul itu terlihat ramai sekali. Di depan toko terpasang spanduk yang bertuliskan "Peluncuran Buku Salju di Musim panas dan Pembagian Tanda Tangan Jung Min Ah". Mungkin ini sebabnya kenapa buku yang paling banyak di pajang di etalase toko itu adalah Salju di Musim Panas karya Jung Min Ah. Para pengunjung toko masing-masing memegang buku tersebut sambil berdiri berdesak-desakan sementara anggota-anggota staf toko bersusah payah mengendalikan keadaan. Selain para pengunjung toko, beberapa wartawan juga tampak hadir disana
"Jung Min Ah sudah datang?" seru seorang wanita berkaca mata kepada salah satu anggota stafnya yang sedang berbicara di telepon
"Katanya dia akan tiba dalam dua puluh menit" tambah wanita itu sambil menutup ponselnya
"Aku tidak tahu apakah kita akan mampu bertahan dua puluh menit lagi. Hei, semuanya sudah siap di belakang sana? Aku ingin semuanya, sempurna sebelum Jung Min An menginjakkan kaki di toko ini. Mengerti?" lajut wanita berkaca mata itu sambil menghembuskan napasnya
Dua puluh menit kemudian, orang yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Seorang wanita cantik keluar dari mobil hitam dan berjalan masuk ke toko buku sambil tersenyum lebar dan melambaikan tangan dengan anggun
"Itu Jung Min Ah! Cantik sekali! Lebih cantik daripada fotonya"
"Katanya dia baru pulang dari Amerika"
"Dia pulang khusus untuk menghadiri acara ini"
"Dia kelihatan masih muda ya"
"Kau lihat pakaiannya? Bagus sekali!"
"Aku sudah membaca semua buku yang ditulisnya"
Jung Min Ah menyalami wanita berkaca mata yang adalah manajer toko itu, kemudian berdiri di balik meja panjang yang sudah tersedia. Senyumnya yang tulus dan menyenangkan masih tersungging di bibir
"Apa kabar, semuanya?" Jung Min Ah menyapa para pengunjung dengan suaranya yang indah dan ramah. Para pengunjung pun membalas sapaannya meski dengan agak kacau-balau. Jung Min Ah tertawa kecil
"Saya baru turun dari pesawat dan sepanjang perjalanan dari bandara saya merasa lelah sekali. Tapi begitu tiba disini dan mendapat sambutan sehangat ini, tiba-tiba saya merasa segar kembali. Terima kasih banyak" lanjutnya
Para pengunjung pun tertawa dan bertepuk tangan.
Setelah acara penandatanganan buku itu selesai, Jung Min Ah mengijinkan para wartawan mewawancarainya. Mula-mula para wartawan menanyainya tentang buku barunya, tentang proses penulisan bukunya, tentang ide-idenya dan hal-hal teknis lain. Seiring berlalunya berbagai pertanyaan, para wartawan pun semakin berani karena melihat sikap Jung Min Ah yang ramah dan terbuka
"Ny. Jung Min Ah, bagaimana kabar suami Anda?"
"Dia baik-baik saja, masih terus mebenamkan diri dalam not-not balok seperti biasa" jawab wanita itu ceria
"Kadang-kadang dia malah melupakan istrinya yang cantik ini" lanjutnya
"Lalu bagaimana kabar putra Anda?"
"Yunho? Seharusnya dia baik-baik saja. Saya belum sempat menghubunginya, dia bahkan belum tahu saya ada di Seoul. Mungkin saya akan menghubunginya nanti" sahutnya
"Tapi saya rasa Anda sekalian tentu sudah tahu dengan sangat jelas keadaannya. Akhir-akhir ini dia sibuk dengan album barunya"
"Kabarnya dia sudah punya kekasih. Apakah Anda tahu itu?"
"Ah, benar. Tentu saja saya tahu. Saya pernah berbicara dengannya. Kim Jaejoong-ssi itu orang yang baik. Aku harap hubungan mereka akan berhasil" jawabnya dengan wajah berseri-seri
-TBC-
*bows
Sankyuu… Arigatou na
Buat yang udah mampir dan baca ff ini
Jaehan sangat menantikan comments dan like dari para reader sekalian, biar Jaehan tahu berapa orang yang udah baca ff ini
Sampai ketemu di ff selanjutnya ^^
Bales-bales^^
Wi-kun Evil'Y:: kita lihat nanti reaksinya^^ gomen update-nya lama
putryboO:: suka atau engga sih tergantung gimana cerita di novelnya^^
DadonkBooElf:: kayaknya ga bakal ada Kibum deh… Heheee-
Seo Shin Young:: belum tahu, nanti di chap2 depan bakal tahu
agisha:: salam kenal juga^^ thanks udah mau baca
Girendi:: iya, Jung Taewo itu Jung Yunho disini^^
