UnaOne present
•
•
Badboys
•
•
Cast: WinkDeep! JinSeob! Samhwi! Ongniel! (Side: HakWoong Minhyunbin Guanho)
Rate: T
Lenght: Chaptered
Discalimer: Cuma minjem nama doang hehe
Warn! :Terlalu ngedrama, Kebayakan keju, Typo! YAOI NIH YAOI!
•
•
Chapter 07
•
•
Special: Hakwoong, Dongpaca, Minhyunbin dan Guanho!!!
Setelah kejadian itu, Hyeongseob masuk rumah sakit selama seminggu, Woojin dengan segera mengangkat dan membawa Hyeongseob ke rumah sakit terdekat. Ayah dan ibunya Hyeongseob terkejut melihat anaknya yang terkapar dikasur, untung saja tidak ada luka dalam, hanya dia sedikit pusing jika menggerakkan kepalanya berlebihan.
Dan kalian tau? Sohye dikeluarkan dari sekolah. Orang tua Woojin membantu dalam masalah ini, makanya kedua orang tua Hyeongseob sangat berterima kasih dengan Woojin.
Hyeongseob sekarang sudah bisa masuk sekolah seperti biasa, walaupun kepalanya masih berbalut perban dan dipapah, tapi dengan setia Woojin membantunya sampai masuk kelas.
Kringgg!
Bel berbunyi, Hyeongseob sudah siap mengeluarkan buku-bukunya, disampingnya Woojin hanya memperhatikan dirinya.
"Hai semuanya" karena guru tak kunjung datang, akhirnya Minhyun-ketua Osis beserta wakil yang meleper -kekasihnya- Minhyun datang ke kelas Hyeongseob. Mereka tersenyum melihat wajah bingung adik kelasnya.
"Kami mengumungkan bahwa kalian akan camping selama seminggu, untuk izin orang tua silahkan beritau masing masing ya? Jika boleh silahkan temui saya"
"Atau saya hehe" Hyunbin memotong sambil nyengir ke Minhyun, ketua Osis Hanguk High School itu hanya mendengus sambil memukul pelan pundak Hyunbin. Hyeongseob yang melihatnya jadi gemas dengan sikap Tsundere Minhyun.
"Nah untuk hal-hal yang akan dibawa Kakak akan menuliskan dipapan tulis, kalian catat ya?" Kali ini Hyunbin mengambil atensi, dia menuliskan beberapa hal dan peralatan selama Camping nanti. Setelah siap, mereka berdua pamit untuk pergi ke kelas yang lain.
"Kamu ga boleh ikutan"
Hyeongseob yang sedang mencatat, menatap bingung Woojin. Bibirnya mulai turun, melengkung, membuat Woojin menghela nafas.
"Kenapa? Kenapa ga boleh ikut? Mama aja ngasih kok kamu ga ngasih?" Tuhkan Woojin bilang apa, belum ada ngasih penjelasan apapun, mulut Hyeongseob sudah berkelana ntah kemana, kalau gini pasti susah dieminnya.
"Gini sayang"
Untung saja kelas lagi ramai karena semua orang yang berada dikelas sibuk bercerita tentang camping tadi, jadi tak ada yang memperhatikan mereka. Toh kalau diperhatikan Woojin juga tidak perduli.
"Apa!? Apa sayang-sayang!? Kamu nyebelin"
Setelah itu Hyeongseob langsung pergi meninggalkan Woojin sendiri, walaupun dengan langkah terseok dia tak peduli. Woojin mengejar kekasihnya yang sudah duduk dikantin bersama Jihoon, Seongwoo dan Daehwi.
"Aku boleh ikutan?" Seongwoo mengangguk, mempersilahkan Woojin duduk disamping Hyeongseob. Padahal sebelum Woojin kesini Hyeongseob sudah memperingatkan untuk marah ke Woojin.
"Dia marah sama kamu kenapa, Jin?" Seongwoo membuka percakapan, Daehwi dan Jihoon sudah menatap tajam Woojin. Kemarin mereka sudah memaafkan Woojin karena masalah pembullyan Hyeongseob kemarin. Walaupun Jihoon masih belum ikhlas sedikit.
"Kita akan Camping'kan?" Mereka bertiga mengangguk, Hyeongseob mengaduk-ngaduk es tehnya sambil mengerucut bibirnya.
"Hyeongseob masih belum sembuh, liat dia saja masih di papah. Bukannya ngerepotin tapi nanti kalau dia kenapa-kenapa bagaimana?" Daehwi takjub kali ini mendengar Woojin yang berbicara panjang kali ini, Jihoon mengangguk malas dan Seongwoo yang tertawa kecil.
"Tapi'kan aku ga pernah ikutan Camping, disekolah kemarin saja ga pernah dibuat beginian" Hyeongseob merajuk, membelakangi Woojin. Ketiganya hanya mendesah pelan, Hyeongseob memang seperti itu jadi jangan heran.
"Iya-iya kamu boleh ikutan tapi kamu ga boleh jauh-jauh dari aku, mengerti?" Woojin gelagapan, takut Hyeongseob marah dengannya tapi pemuda manis itu langsung mengangguk semangat dan mengecup pelan pipi Woojin. Jihoon yang melihatnya hanya bergedik, merinding katanya.
Akhirnya masalah Camping pun selesai. Seongwoo, Daehwi dan Jihoon sudah dapat izin dan diperbolehkan. Camping ini untuk satu sekolah -yang dizinkan saja yang ikut-, jadi tak heran kalau mereka menyewa bukit yang luas.
Jihoon sebenarnya malas ikut Camping seperti ini, tapi karena temannya jadi dia urungkan untuk tak ikut. Lagi pula menambah pengalaman fikirnya.
•
•
Besoknya mereka sudah bersiap-siap.
Minhyun dan kekasihnya juga sudah memimpin agar memasuki bus. Jihoon duduk dengan Daehwi, Hyeongseob dan Seongwoo berada di bus yang lain.
Mereka bersenang-senang di bus, ada yang menyanyi, ada yang dance ditempat, ada yang makan. Tapi Jihoon duduk tak bergeming, hanya mendengar musik dari earphonenya, Daehwi? Dia tidur di pundak Jihoon, tadi malam dia rela bergadang demi mempersiapkan perlekapannya.
Setelah sampai mereka disuruh membuat tenda, satu tenda diisi empat orang. Untuk itu Minhyun sudah membuat kotak pemilihan tenda, jadi nanti masing-masing mendapat satu kertas yang berisi nomor yang sesuai dengan setiap nomor tenda.
Jihoon hanya terdiam menatap kertas di tangannya, berharap yang satu tenda dengannya adalah teman-temannya. Dia membuka kertas tersebut, mendapatkan angka 1 besar lalu kakinya melangkah mencari tenda tersebut
Ketika sampai disana dia sudah ditampakkan dengan kemesraan Guanlin dan Seonho yang sedang suap-suapan chiki. Mereka tak menyadari keberadaan ada seseorang yang sudah ingin menangis di depan mereka.
Air mata itu hampir saja jatuh kalau saja Bae Jinyeong tidak mengecup kedua matanya dengan sangat lembut. Ketika membuka matanya, Jinyeong memberikannya kertas yang tadi dibagikan.
Dia tertegun.
Kebetulan apa ini? Kenapa Jihoon bisa satu tenda dengan Guanlin, Seonho dan
Jinyeong?
•
•
Pembagian tenda menurut Jihoon sangat tidak masuk akal, kenapa dia dan teman-temannya berpisah? Sebenarnya dia sudah curiga dengan kotak pemilihan itu, tapi tak mungkin'kan dia mencurigai Minhyun dan Hyunbin? Mana mungkin mereka melakukan hal tersebut?
Tenda pertama berisi: Jinyeong, Jihoon, Guanlin, Seonho.
Tenda kedua berisi: Woojin, Hyeongseob, Haknyeon dan Eiuwoong.
Tenda ketiga berisi: Samuel, Daehwi, Donghyun dan Youngmin.
Tenda keempat berisi: Daniel, Seongwoo, Minhyun dan Hyunbin.
Hyeongseob dan Woojin senang-senang saja mereka satu tenda, mereka'kan berpacaran dan lagi pula Woojin bisa menjaga Hyeongseob selalu.
Daehwi awalnya merengek tak suka karena dari kemarin dia belum ada berpapasan atau berbicara lagi dengan Samuel karena adik kelasnya itu mendadak pendiam dan menjauhinya.
Kalau Seongwoo hyung dan Daniel hanya mengangguk mengerti saja, tak repot-repot seperti Daehwi yang terus menerus merengek meminta tukar agar bersama Jihoon. Tetapi siapa yang bisa membantah Minhyun?
Dibalik semua itu ada seorang gadis yang sedang tersenyum licik di belakang tenda Jihoon.
•
•
"Teman-teman! Ayo kumpul kesini" Minhyun memperintahkan semua orang, ditengahnya ada api unggun dan ubi mentah yang sudah di bersihkan. Mereka sudah menduga kalau ubi bakar yang menemani Camping malam pertama mereka kali ini.
"Jadi karena kita bosan, Saya akan membuat satu-persatu orang agar menampilkan bakatnya di depan, setuju?" Ucap Hyunbin sambil menaikkan ujung bibirnya, semuanya mengangguk setuju walaupun beberapa ada yang mengeluh tak mau.
"Nah jadi saya akan memilih random, bola ini akan saya lemparkan tak tentu arah jadi siapa yang dapat akan maju? Ya?"
Semuanya memejam matanya, takut bola sial itu akan mengenai badan dan disuruh ke depan. Apalagi Jihoon yang sedari tadi mengenggam erat tangan Daehwi, dia sangat takut jika dia yang kena bola, Jihoon'kan tak punya bakat apa-apa.
Bola itu dilempar Minhyun tak tentu arah, murid-murid juga boleh memukul bola itu tanpa menggunakan tangan, jadi kalau bola tersebut mengenai tubuh maka dirinya lah yang maju. Paham'kan?
Melambung jauh sampai keatas karena pukulan panci dari Dongho, dia nyengir tidak tak berdosa dan disambut pukulan Minki. Bola itu jatuh tepat di pangkuan pemuda yang sedang memangku gitar. Dengan senyuman teduh, pemuda yang bernama Kim Donghyun maju dan menjrengkan gitarnya.
"Eum... Halo nama saya Kim Donghyun, saya ga tau kenapa bolanya kena ke saya. Mungkin dia tau dimana orang ganteng ya?" Murid-murid yang lain mulai mencibir Donghyun yang kepedean di depan. Donghyun cuma senyum tipis lalu matanya berputar menatap sosok manis yang duduk disana.
"Eum.. saya bakal nyanyi sebuah lagu, lagu ini buat pujaan hati saya, Im Youngmin" semuanya bersorak menggoda, Youngmin sudah menunduk malu, tak kuat dengan sahutan peluit yang menggema di telinganya.
Suara emas Donghyun keluar, dia menyanyikan lagu All of me dengan lancar, tak hentinya matanya menatap Youngmin terus menerus.
Setelah Donghyun selesai, bola itu kembali terlempar, kali ini tanpa sebuah pukulan bola berwarna biru itu terkena tangan seorang pemuda tinggi. Dia terkejut, menatap semua orang yang menatapnya, lalu dengan lemas dia maju ke depan.
Mata Jihoon berbinar, tangannya mengepal-mengatakan kata 'semangat' untuk pemuda di depannya.
"Guanlin ingin ngapain?"
Hyunbin bertanya sambil mengelus kepala Minhyun yang berada di pundaknya, murid-murid yang lain iri melihat kemesraan Ketua dan Wakil Osis ini.
Guanlin berpikir lalu beberapa detik kemudian bibirnya mengulas senyuman manis, matanya menatap pemuda yang berada di depannya, menatapnya lembut sambil memuja.
"Aku ga akan ngelakuin apa-apa. Tapi aku bakal bilang kalau aku sangat mencintai Yoo Seonho"
Lagi-lagi sorakan memenuhi malam mereka, Seonho terbengong mendengar perkataan Guanlin yang terlalu ekspos ke publik, padahal kekasihnya itu tidak suka mengumbar-ngumbar kemesraan. Tak sanggup melihat Seonho bertingkah seperti itu, Guanlin maju dan menarik hidung Seonho pelan.
Tanpa tau ada sosok yang yang menyesali keputusannya untuk Camping tahun ini
•
•
Banyak yang terjadi, setelah pengungkapan Chessy Guanlin, Haknyeon pun terkena bola sial yang kali ini dilempar oleh Hyunbin. Dengan langkah mantap dia maju kedepan sambil menarik Eiuwoong juga. Keduanya bertatapan, tangan Haknyeon terulur mengambil lengan Eiuwoong.
"Ung-ie... Maaf aku tau kamu ga suka aku kaya gini'kan?" Semuanya diam, membiarkan Haknyeon berbicara, memang sedari tadi Eiuwoong terlihat risih dengan kelakuan Haknyeon yang dibisa terbilang 'alay'.
"Aku tau kamu ingin fokus sama ujian akhir kamu, aku tau kamu pasti ingin jadi yang pertama, kita sampe berantem'kan karena aku kekanakan gara-gara ga dapat perhatian kamu?" Eiuwoong terdiam, rasa bersalah menggorogoti tubuhnya, Haknyeon tersenyum sambil mengelus tangan kurus Eiuwoong.
"Kamu jaga diri, makan yang banyak, jadi Ung aku yang gendut kaya dulu. Aku sakit liat kamu kurusan begini" semua yang melihat mulai menitikkan air mata sedih, terlalu memperdalam drama live dihadapan mereka.
"Kalau kamu minta putus ak--" ucapan Haknyeom terputus karena Eiuwoong sudah menarik lehernya, memeluk erat seakan tak ada lagi hari esok untuk memeluk.
Karena Eiuwoong menangis kencang dipelukan Haknyeon dan akhirnya mereka undur diri, memilih menyelesaikan urusan mereka sendiri. Hela nafas kecewa terdengar riuh, banyak yang kurang puas dengan ending drama tadi.
"Baik-baik bolanya sisa 3 jadi ini akan aku lempar secara bersamaan ya?" Intruksi dari Hyunbin membuat anak-anak takut, mereka mulai mundur beberapa langkah agar tak kena kekejaman bola tersebut, iya kejam karena kalau mereka yang kena, mereka mau apa?
Bola pertama jatuh mengenai kepala Woojin yang sedang tidur dipaha Hyeongseob, Hyunbin sampai sujud minta maaf karena takut dibully Woojin. Untung sekarang Woojin berubah jadi yang lebih baik, dia memaafkan saja.
Bola kedua lagi-lagi melambung tinggi, Jihoon menggigit bibirnya, karena bola itu mengarah kearahnya, matanya menutup tapi yang akhirnya kena adalah Daehwi.
Daehwi sengaja mengenai dirinya ke bola itu agar Jihoon tidak kena.
Lalu yang terakhir diarah angka 10, dimana Jinyeong sedang duduk sambil meminum Cola dingin.
•
•
Woojin melakukan Dance, lagu Get Ugly terputar dan dirinya langsung meliuk kan tubuhnya sesuai irama, membuat angle bagus, teriakan para gadis itu langsung membuat Hyeongseob cemberut, dia melipat tangannya di dada dan menatap Woojin tak suka.
Woojin nyengir ke arah Hyeongseob sampai gigi gingsulnya keluar menggemaskan, Hyeongseob meredakan amarahnya dan tersenyum. Apalagi ketika Woojin berjalan maju dan mencium kepalanya dengan mesra.
Para gadis yang tadi berteriak sekarang menangis keras.
Hyeongseob tersenyum menang.
•
•
Daehwi menggigit bibirnya, tadi dia lebih memilih diberi 1 pertayaan ketimbang melakukan hal yang lain. Minhyun sudah tersenyum, menambah kerisauan Daehwi yang menjadi-jadi. Takut ditanya yang macam-macam.
"Sebutkan 4 orang yang berarti dalam hidupmu kecuali orangtuanmu, Daehwi"
Daehwi bernafas lega, untung saja dia tidak ditanya yang aneh seperti siapa orang yang dia suka? Mana mungkin Daehwi menjawabnya, mau ditaruh mana wajahnya?
"Eum.. Jihoon, Hyeongseob, Seongwoo hyung--"
Ketiga yang disebutkan tersenyum bangga sambil berdadah ria ke arah Daehwi, dengan tak sengaja bibirnya melanjutkan jawaban tersebut.
"--Samuel.. eh?"
Semuanya tersenyum curiga ke arah Daehwi, Daehwi menghentakkan kakinya dan berkata kalau dia tak sengaja berkata seperti itu, matanya sengaja melihat reaksi Samuel.
Dan Daehwi ingin menangis saja.
Samuel tak melihat kearahnya.
•
•
"Ayo maju Bae Jinyeong~"
Jinyeong maju dengan langkah ogah, dia hanya diam sambil menatap Jihoon yang menunduk. Ingin sekali Jinyeong berlari dan memeluk tubuh lemah itu, tetapi dia urungkan karena dia harus menjalankan games ini.
"Tunggu dulu, aku ingin bertanya ke Minhyun Sunbae" Games itu disela oleh gadis berkucir dua lucu, namanya Kim Sejeong. Minhyun mempersilahkan dia bertanya, Sejeong bersemangat sambil menatap kedua orang yang akan dijadikan bahan topiknya.
"Menurut Sunbae bagaimana jika ada dua murid yang sedang bertunangan saat ini?"
Tubuh Daniel dan Seongwoo menengang, secara bersamaan mereka bertatapan. Saling membalas kekalutan masing-masing, yang ditangkap oleh mata Hyeongseob, dia curiga dengan Seongwoo yang terus menerus menatap Daniel.
"Menurut saya'sih tidak apa-apa, bahkan sekolah juga mengizinkan menikah, asal jelas dan ada bukti. Selama tidak menganggu pelajaran boleh kok" semuanya mengangguk mengerti. Daniel berusaha menenangkan Seongwoo yang berada di ujung.
"Memang siapa yang bertunangan, Jeong?" Mina bertanya, Sejeong hanya tersenyum manis lalu menjawab "Lihat saja nanti"
Daniel yakin Seongwoo sudah lemas ditempatnya.
•
•
"Sudah-sudah.. Bae Jinyeong kau ingin apa?" Minhyun bertanya, karena Jinyeong sedari tadi hanya diam dan tak bergeming. Takut kesambet, soalnya sudah malam juga.
"Aku ingin menyatakan sesuatu" jawaban itu membuat teriakan gadis menjadi-jadi. Ada yang bertengkar karena merasa mereka berdua akan di 'tembak' oleh Jinyeong hari ini, biasalah Jinyeong banyak sekali penggemarnya.
"Aku tau aku keterlaluan, aku juga tau udah nganggu hidup kamu belakangan ini, berawal dari pembullyan yang aku buat, kenapa aku jadi suka kamu?" Suara berat Jinyeong membuat Jihoon terpaku, dia mendongak dan menatap iris mata Jinyeong yang menatapnya. Layaknya kaset rusak, pikiran Jihoon kini dipenuhi oleh ciuman pertamanya bersama Jinyeong.
Jihoon masih ingat bagaimana rasa ciuman itu. Manis. Bahkan kerja jantungnya tidak membaik setelah ciuman itu terputus, dibalik semua itu. Jihoon tersenyum kecil.
"Aku juga tau kamu masih belum bisa menghapus banyangan dia dari hati kamu, aku juga tidak maksa kamu jadi pacar aku hari ini-" Gadis-gadis memekik kuat, saling berharap bahwa ada salah satu dari mereka yang di 'tembak' Jinyeong
"Jadi maukah kau membuka hatimu untukku, Park Jihoon?"
Tanpa sadar Jihoon mengangguk-mengiyakan jawaban dari Jinyeong.
Sepertinya tugasnya mencintai Guanlin selama 6 tahun dalam diam selesai sudah.
•
•
TBC/END
•
•
Pengen ngapus epepnya :( saya ga tau ini kenapa :( bawaannya pengen ngapus aja :( ga bertanggung jawab sih ya/marahin aja.
END AJALA YA. KAN UDAH BERSATU WINKDEEPNYA/canda. BESOK SAYA BUAT RATED M YA HEHEHE BULLY LAGI NIH.
Hai balik lagi ke saya jadi bagaimana nih? Jinseob masih manis aja
CIA SAMHWI ADA APA NIH? TANDA TANDA KARAM KAH?
Maafkan saya mba Sejeong ya, saya ga tau lagi siapa cameo untuk Ongnielnya hehe dan saya dapat ide buat Sejeong saja. Bagaimanakah kelanjutan Ongniel???
Oke, mungkin saya bakal ngegas buat ff karena saya sudah ditingkat akhir dan ga sempat lagi buat ff yang lebih panjang. Mungkin ini ff bakal siap dichapter 10-an yang saya masih ga tau berapa. Untuk happy ending saya sudah siapkan pokonya review terus biar nambah semangat huhu kusayang kalian semua *
Unaone
