Chapter 7

Brakkk... brukkk... gdubrak... begitulah suasana yang ada dirumah kyuhyun tersebut. Kegaduhan dan keriuhan pun terjadi. banta-bantal berserakan, pakaian dimana-mana, bahkan tempat itu seperti 'kapal pecah' yang tidak ada bentuknya lagi. Teriakan demi teriakan pun tak terelakkan untuk didengar.

"YAKKK, CHANGMIN-AH~ MANA KOMPRESNYA?"teriak sungmin dari kamar kyuhyun.

"NEEEE, INI KOMPRESNYA... yakk, aish... minggir dulu kau ahjussi... kau menghalangiku."ucap changmin mendorong siwon ke samping membuat siwon yang sedari tadi diam sedikit terhuyung.

"mwoo? Ahjussi katamu? "tanya siwon yang tak terima.

"ne. ah-ju-ssi. Wae?"tantang changmin menatap siwon yang memiliki tinggi yang sama darinya itu tajam.

"kauuuuuu..." belum sempat siwon membalas, teriakan sungmin membuat mereka mau tak mau menghentikan pertengkaran yang menurut author sama sekali tidak penting itu.

"YAKKK, CHANGMINNNN... KOMPRESNYAAA MANAAAA, SIALAN?"

~"~

"bagaimana ini kenapa demamnya tidak turun-turun juga?"tanya sungmin dengan pandangan kosong dan tangan kanannya yang memegang tangan kyuhyun erat membuat siwon yang melihatnya iritasi.

"hey, kenapa kau terus memegang tangan 'kyunnie'ku?"tanya siwon membuat changmin yang melihatnya gerah sendiri.

"memang kenapa? Apa urusanmu?" tanya changmin balik.

"tentu saja ada hubungannya... hanya aku yang boleh memegang tangannya dan tubuhnya sebab aku adalah calonmmmmmppp... ehmmmppp."changmin langsung membekap mulut siwon sebelum siwon menyebutkan sesuatu yang akan membuat 'masalah' yang sangat besar, menurutnya.

"ikut aku." Tarik changmin menyeret siwon yang tak rela jika harus dipisahkan dengan kyuhyun dan 'lebih' tidak rela lagi karena diseret oleh namja yang menurutnya menyebalkan dan mengesalkan itu.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"hey, lepaskan aku babbo...!" teriak siwon sambil menghempaskan tangan dari changmin kasar.

"apa maumu sekarang, ahjussi?" tanya changmin sambil melirik siwon sinis.

"mauku? Tentu saja kyunnie, apalagi? Sudahlah, lebih baik aku kembali lagi pada kyunnie daripada harus meladeni namja 'aneh' sepertimu!" ujar siwon namun langkahnya terhenti ketika ia merasakan sesuatu menarik bajunya.

"aku tidak akan membiarkanmu kesana."desis changmin sambil mengembungkan pipinya dan mengerucutkan bibirnya membuat siwon langsung menatap bibir changmin itu.

"lepaskan aku."ucap siwon masih menatap bibir 'menggoda' changmin.

"tidak akan."

"lepaskan aku atau..."

"atau apa?"

"aku akan melakukan ini."

Cuuupppp... changmin membelalakan matanya kaget. Sesuatu yang 'kenyal' melumatkan dan menghisap bibirnya dengan rakus. Lalu, apa yang akan dilakukan changmin jika dia tahu bahwa bibirnya telah diperkosa? Tentu saja memukulnya.

"YAAKKK, APA YANG KAU LAKUKAN, AHJUSSI? AKU INI ULTIMATE TOP 'SEME'! HARUSNYA AKU YANG MENCIUMMU BUKAN KAU YANG MENCIUMKU. AISSHHH, JINJAAA!" teriak changmin membuat siwon cengo mendengarnya.

~"~

"appa~ bangunlah, eothokeee?" lirih sungmin sambil mengganti kompres diatas dahi kyuhyun yang sudah kering itu.

"nggggghhhh, minnie... minnie..." gumam kyuhyun.

"ne appa~ aku ada disini... hiks, bangunlah... kau membuatku takut jika terus begini~" isak sungmin.

"mianheee minn..."

"gwechana appa~ aku tidak marah kok."ungkap sungmin sambil menghapuskan air mata yang meluncur dari wajahnya.

"mianhe, chagi..."

"appa~ jangan membuatku takut..."

Kyuhyun membuka matanya dan menatap sungmin lembut membuat sungmin salah tingkah karena ini merupakan hal yang pertama ia lihat dari kyuhyun yang bersikap 'normal' padanya.

Deg...

.

.

.

Kyuhyun bangun dari ranjangnya, dilepasnya kompres yang ada didahinya dan kembali menatap sungmin lembut dan kini pandangannya tertuju pada benda 'kenyal' berbentuk M yang ada dibawah hidung mancung sungmin. Sambil menutup mata mengkhayati apa yang dilakukannya. Dia terus mendekati wajahnya kearah sungmin. Lalu,...

Cuppppp

"saranghae chagi, hiks..."

.

.

.

Sementara itu, dirumah kediaman tuan kim

"hhh, aku sudah melihat anakmu, chullie."ucap seorang namja cantik kepada namja cantik lainnya.

"jeongmal, teuki?" Tanya heechul.

"ne, dia amat menggemaskan."timpal kangin.

"tapi, apa benar apa yang kita lakukan ini benar?"lirih teuki sambil memandang suaminya dan kedua sahabatnya itu.

"molla, yang pastinya kuharap apa yang kita lakukan ini adalah hal yang benar. Ini semua juga gara-gara anakmu yang aneh itu, teuki hyung" ujar hangkyung.

"yakkk,jangan mengejek anakku ge."ucap kangin.

"sudah… sudah lagipula ini juga salah kita semua karena mau saja menerima permintaan anehnya. Dan yang ku tak habis pikir adalah anakmu itu, teuki. Bukannya langsung melamar sungmin malah buat scenario yang 'aneh' ini. Apa sih yang dia rencanakan ?"kali ini heechul benar-benar gelisah karena jika anaknya sungmin itu mengetahui hal yang sebenarnya maka ia takut jika ia akan dipecat sebagai 'eomma' oleh sungmin.

"aku juga tidak tahu chullie. Daripada memikirkan hal yang seperti itu lebih baik kita lihat saja apa yang akan terjadi. Mengenai resiko kita pikirkan saja itu belakangan."usul leeteuk yang dianguki oleh kangin, heechu, dan hangkyung.

~"~

Kembali lagi ke tempat 'won-min'

Coba kita lihat? Sesosok namja tampan dan namja tinggi itu kini dalam kondisi yang memprihatinkan. Bayangkan, sosok namja tampan itu sedang berlutut kepada namja tinggi yang sedang mensedekap tanggannya sambil membalikkan badannya dari namja tampan itu. Bukankah mereka seperti sepasang kekasih yang sedang meminta maaf kepada kekasihnya walau errr, posisinya…

"mianheyo, tuan shim. Aku tidak akan melakukannya lagi."ucap namja tampan itu nelangsa.

"tentu saja kau tidak boleh melakukannya babbo… lagipula aku tak habis piker bukankah kyuhyun itu calon suamimu bagaimana bisa kau melakukan ini padaku? Apa kau tidak mencintainya, eoh?"

"tentu saja aku MENCINTAInya… aku bersumpah dengan marga choi jika aku benar-benar amat sangat MENCINTAI cho kyuhyun."tegas siwon yang langsung membuat changmin naik pitam dan langsung memukul namja yang menurutnya idiot itu.

"yak, kenapa kau memukulku, tiang?"Tanya siwon tak terima.

"kau memang pantas dipukul ahjussi."

"yak, jangan panggil aku ahjussi. Namja setampan aku tidak cocok dipanggil dengan sebutan 'ahjussi'."

"hahaha… WAJAHMU ITU SEPERTI OM-OM KAU SADAR ITU? DAN JANGAN PANGGIL AKU TIANG, BABBO."teriak changmin beberapa oktaf membuat siwon langsung menutup telinganya.

"jangan salahkan aku jika kau memang tinggi seperti tiang yang berjalan… lagipula, aisshh… percuma aku bertengkar denganmu… buang-buang waktuku saja."ujar siwon pergi dan meninggalkan changmin.

"YAKKK, JANGAN LARI KAU AHJUSSSIIIIIII…"

~"~

Dikamar kyuhyun

"appa~apa maksudmu?"Tanya sungmin yang barusaja shock dengan apa yang baru saja terjadi. Dia menatap kyuhyun yang kini sudah tertidur setelah sukses membuat sungmin terkejut beberapa menit yang lau. Dia tidak mengerti mengapa kyuhyun menyatakan cinta kepadanya yang notabenenya adalah anak dari cho kyuhyun. Dan yang paling membuatnya lebih bingung lagi adalah mengapa kyuhyun 'appa'nya itu menangis saat mengucapkannya dan mengapa dia meminta maaf? Pertanyaan ini membuat sungmin pusing untuk memikirkannya lebih lanjut.

Pukkk … sepasang tangan menepuk pudak sungmin pelan, langsung saja sungmin mendongakkan kepalanya dan melihat sesosok namja tampan yang sedang menatapnya.

"ikut aku sebentar, kumohon." Ucap siwon serius.

Tanpa banyak berpikir lagi, sungmin pun mengikuti langkah siwon. "apa yang ingin kau bicarakan?"

"sebenarnya kau ini siapanya kyunnie, huh?"Tanya siwon frontal.

"aku? Tentu saja aku anaknya, pabbo!"teriak sungmin frustasi. Mengapa banyak sekali masalah yang datang padanya sih?

"anak? Yakk, jangan bercanda?"balas siwon.

"aku tidak bercanda, ahjussi… aku benar-benar anak kyuhyun 'appa'."jerit sungmin sukses membangunkan kyuhyun dari tidurnya.

"tentu saja, aku ini teman masa kecil kyunnie jadi aku tahu seluk beluk kehidupan kyunnie. Dan dari riwayat hidupnya, kyuhyun itu tidak…"

"hentikan wonnie."desis kyuhyun tajam membuat siwon tidak berbicara lebih lanjut. "changmin, aku juga tahu jika kau menguping. Keluarlah!" seru kyuhyun kearah tempat persembunyian changmin.

"minnimie chagi, aku lapar… belikan makanan ne?" Tanya kyuhyun yang berubah lembut saat menatap sungmin.

"yakkk, apa-apaan itu? Kenapa bicaramu itu seakan-akan mengusirku, eoh?"teriak sungmin tak terima.

"kumohon minnimie chagi, turuti aku kali ini saja."lirih kyuhyun yang hamper putus asa menghadapi sungmin.

"hhh, arraso."

Setelah sungmin pergi, tatapan kyuhyun berubah lagi menjadi agak serius dibandingkan sebelumnya. Dia menatap siwon dan changmin bergantian. Kemudian, dia menghela napasnya keras sebelum membicarakan suatu hal yang penting kepada keduanya.

"aku tahu kalian itu jenius, jadi tanpa kubicarakan pun kalian sudah mengerti kan permasalahannya. Aku tidak akan menyangkal, silahkan tanyakan apa saja yang ingin kalian tanyakan."ujar kyuhyun pasrah sambil menahan rasa sakit dikepalanya.

"siapa sungmin itu?"Tanya siwon.

"apa benar kau 'appanya'?"kali ini changmin.

"kenapa kau lakukan ini semua?"

"apa motifmu?"

"kenapa…."

"YAKKK, AKU INI SEDANG SAKIT JANGAN BUAT AKU TAMBAH PUSING MENDENGAR KALIAN BERBICARA DUO IDIOT, SATU-SATU SAJA… !"teriak kyuhyun prustasi membuat siwon dan changmin diam. Sebenarnya, mereka berdua ingin protes. Namun, melihat kini kyuhyun sedang menjelma menjadi 'dangerous evil' membuat mereka sukses membukam mulutnya.

"ehmm, aku dulu.."Tanya siwon yang langsung dipelototi changmin. 'hey, aku juga ingin bertanya ahjussi.' Batin changmin.

"apa motifmu melakukan ini semua kyunnie, aku tahu kau itu licik jadi cepat berikan aku alas an yang logis jika tidak mau kuseret kau keamerika." Ujar siwon.

"hhh, begini…

.

.

.

Flashback on

Satu bulan yang lalu

Disebuah gang kecil, terdapat sesosok namja tampan dan beberapa namja bertubuh besar dan berotot. Salah satu diantara mereka tengah menodongkan pisau kearah namja tampan itu.

"serahkan uangmu, cepat…!" ujar namja yang terlihat lebih kuat diantara ketiga temannya itu.

"aku tidak punya uang."ucap kyuhyun 'angkuh'. Hhh, sampai seperti ini saja anda masih saja tidak ada takut-takutnya, tuan cho?

"apa katamu? Kau tidak takut pada kami?"teriak namja yang berambut jabrik.

"tidak."jawab kyuhyun singkat.

"kau tahu ini apa?"Tanya namja pertama.

"itu pisau lah. Hhh, separah apa nilai kalian disekolah sampai-sampai benda seperti itu saja kalian tidak tahu, ckckc.."Tanya kyuhyun dengan raut wajah mengasihani. Harusnya aku yang bilang begitu, kyuhyun. Ajaran apa yang selama ini kau pelajari sampai-sampai kau tidak sadar jika sedang dipalak, woy? *author emosi.

"kau pikir kami bego? Sudahlah hyung, tusuk aja dia… ck, dia benar-benar membuatku marah saja."pancing namja bertato naga yang diamini oleh kedua temannya itu.

"hhh, dasar orang idiot yang bodoh. Kupikir hanya wonnie saja satu-satunya orang teridiot yang pernah kukenal. Ternyata, kalian lebih idiot dari temanku yang paling idiot."ejek kyuhyun tanpa menyadari posisinya yang sedang terancam itu.

"MWOOO? APA MAKSUDMU?"teriak keempat namja itu murka.

"tentu saja. Dimana-mana pisau itu untuk memotong sesuatu yang berupa makanan bukan untuk menusuk manusia, pabbo."jawab kyuhyun kalem.

"yakkk, kau ini benar-benar…"belum sempat namja pertama berbicara, tiba-tiba saja seseorang dari belakang menerjang mereka sampai tersungkur jatuh.

"apa yang sedang kalian lakukan, huh?"Tanya namja manis yang datang tiba-tiba itu.

"siapa kau?"Tanya balik keempat namja itu.

"huh, sebelum kalian tahu namaku. Aku lebih dulu akan menghajar kalian. Hiatttttttt…"

Perkelahian pun terjadi, terlihat jelas jika perkelahian itu berat sebelah. Bukan sungminnya yang kewalahan namun keempat namja itu yang harus menderita sakit terkena pukulan dan tendangan dari sungmin yang diwariskan langsung oleh tan hangkyung. Kyuhyun? Ohhh, dia kini sedang terpesona akan kecantikan yang dipancarkan oleh namja manis kita ini. Lihatlah matanya yang terus mengikuti arah namja manis itu tanpa henti. Dan sejak itulah kita ketahui kapan kyuhyun 'appa' kita telah terpikat pada sungmin.

.

.

.

.

.

.

"ahjussi, kau tidak apa-apa, eoh?"Tanya namja manis itu membuyarkan lamunan namja itu seketika.

"yeppeo…"lirih kyuhyun.

Sungmin melambai-lambaikan tangannya kedepan wajah ahjussi 'aneh' itu. Namun, saat sungmin ingin berbicara lagi. Tiba-tiba, suara dering telepon memecahkan kesunyian yang ada.

"yeobseo?"

"…."

"ne, chagi… oppa sekarang akan kesana segera."

"…."

"ne, saranghae chagi." Klik. Sungmin menutup teleponnya. "ahjussi, sepertinya kau tidak apa-apa… kutinggal eoh?"lanjut sungmin.

Sungminpun berlari dari sana meninggalkan kyuhyun yang masih terpesona akan kecantikan sungmin. Tak lama kemudian, senyuman 'smirk' terpampang dibibir kyuhyun.

"aku akan mendapatkanmu bocah… huhuhu~"seru kyuhyun sambil menjilat bibirnya seduktif.

Flashback off

"jadi begitulah, kalian mengerti kan?"Tanya kyuhyun yang dibalas gelengan siwon dan changmin.

"apa hubungannya dengan pertanyaanku tadi kyunnie?"Tanya siwon bingung.

"tentu saja tidak ada."jawab kyuhyun kalem.

"YAKKK, LALU MENGAPA KAU CERITAKAN HAL BODOH ITU KEPADAKU KYUNIEEE…. YANG AKU INGINKAN ADALAH MOTIFMU BUKAN PERTEMUAN PERTAMA KALIAN YANG BODOH ITU!"jerit siwon prustasi.

"yahhh, aku kan ingin nostalgia babbo namja!"cemberut kyuhyun imut membuat siwon yang melihatnya pun luluh walau tadi diejek. "motifku melakukan ini semua karena aku yakin jika aku melamar sungmin sekarang, aku pasti akan ditolaknya dan dianggap aneh. Mengingat sungmin adalah seorang yang straight dan memiliki yeojachingu."terang kyuhyun.

"appa, apa yang kau bilang yeojachingu itu lee sung kyu?"Tanya changmin tiba-tiba.

"molla, aku tidak tahu siapa namanya… yang pasti meskipun dia memiliki yeojachingu atau namjachingu sekalipun. Aku pasti akan tetap mengejarnya walaupun resiko dibunuhnya besar."jawab kyuhyun enteng.

"hhh, jadi hanya itu saja alasanmu kyunnie?"Tanya siwon lemas.

"ne. memangnya apalagi?"Tanya kyuhyun.

"kupikir ada alasan yang khusus. Kau tahu, kau hampir membuatku deg-degan memikirkan alasan yang WAW dari mulutmu!"seru siwon.

"kekeke, makanya jangan urusi urusan orang lain pabbo, urusi dulu skripsimu yang belum selesai-selesai itu. Ckckck, aku tidak habis pikir kenapa namja pabbo sepertimu sebentar lagi akan mendapatkan gelar professor ya? Dimana sih kau simpan otakmu yang pabbo itu?"ejek kyuhyun.

"dihatimu, kyunnie."ujar siwon sambil mengedipkan matanya kearah kyuhyun.

"hoekkkkk, kau benar-benar keras kepala wonnie."

.

.

.

.

Sungmin POV

'hhh, dasar appa babbo! masa aku disuruh belanja ditengah malam seperti ini sih? Dasar tidak punya perasaan!'

Aku melangkahkan kakiku sambil menendang kerikil-kerikil kecil dijalan tanpa melihat keadaan didepanku sampai akhirnya aku menabrak seseorang dan terjatuh.

"ahhh, mianhe agasshi… aku tidak sengaja."ucapku merasa bersalah.

"gwechanayo… ahh, sungmin oppa?"

"sunny?"

"ahhh, ternyata ini benar kau oppa."ujar sunny sambil tersenyum manis.

"ne, sudah lama sekali kita tidak bertemu sunny, kau semakin cantik saja."sungmin melihat penampilan sunny dari atas sampai bawah.

"haha… kau bercanda, oppa. Bukankah sudah satu bulan?"

"ne, satu bulan semenjak kau memutuskanku."

"oppa~"

"aku masih mencintaimu, sunny."

"oppa~ jangan seperti ini. Kita sudah membicarakannya. Mianhe, aku harus pergi dulu. Senang bertemu denganmu oppa."pamit sunny lalu pergi dari sana meninggalkan sungmin yang melihatnya dengan pandangan yang sulit diartikan.

~"~

Aku merasakan langkahku semakin berat saja semenjak bertemu dengan'nya'. Jujur, aku masih tidak terima akan putusnya hubungan kami. Namun apa yang harus kuperbuat.

"jadi sungmin itu bukan anakmu kyunnie?"tanya changmin membuatku menghentikan langkahku.

"ne, dia bukan anakku." jawab appa membuatku tanpa sadar membuatku tanpa sadar meneteskan air mataku.

"apa sih yang kau pikirkan, kyunnie?" kali ini ucap ahjussi ganjen itu.

"molla, wonnie. akupun juga merasa bersalah padanya. namun, aku tidak akan merasa salah atas tindakanku ini. aku mencintainya walau dia akan membenciku sekalipun. aku sudah siap menanggung resikonya." ucap appa. ah, itupun kalau dia benar-benar appaku.

"jadi, kau bukan appaku, ahjussi?" tanyaku tiba-tiba membuat ketiga orang itu menoleh kepadaku.

"..."

"kenapa kau diam, huh? aku tidak butuh diammu, ahjussi! yang aku butuh jawabanmu sekarang juga! JAWAB AKU KIM KYUHYUN, APAKAH KAU 'APPA' KU AHJUSSI?"teriakku murka.

dia menatapku dengan pandangan yang sulit diartikan. aku tidak tahu apa yang dipikirkannya. namun, aku sangat kesal karena dibodohi seperti ini. padahal aku sudah sedikit menerima kenyataan jika dia adalah appaku. tapi, mengapa? MENGAPA DIA MEMBOHONGIKU?

to be continued

hello, maaf readers, lagi-lagi aku telat posting ini... abis akhir-akhir ini sibuk banget... kapan santainya sihh? hehe... disini aku mau ceritain alasan kyuhyun ngaku-ngaku jadi 'appa' nya sungmin. baru aku masukin orang-orang ketiga yang akan nge 'ricuhin' percintaan mereka. sekian dari saya readers... saya menghilang dulu ya. bye-bye.