POWER OF LOVE
Disclaimer : Naruto Masashi Kishimoto
Rate : M (18+)
Pairing : SasuNaru,xxxNaru,NejiGaara,ShikaKiba dll
Warning : Yaoi, boys love, boyxboy,OOC , typo , Mpreg (?),Lemon,OC
Yang gak suka ceritanya maupun antiyaoi dimohon untuk tidak membaca ini ●ω●
Chapter 7
Semua murid mengalihkan pandangan mereka ke arah anak laki-laki yag berjalan riang sepanjang koridor kelas. Dia memakai seragam yang diyakini seragam SD. Senyuman tak pernah lepas dari wajah tampannya. Dia senang banyak orang yang melihatnya. Saat orang melihatnya ,dia akan membalasnya dengan senyuman. Hari ini dia sangat senang. Akhirnya dia bisa melihat Naruto saat bekerja. Ini semua karena kecerobohan Kiba yang meninggalkan dokumen penting Shikamaru. Sebenarnya Kiba tak ingin merepotkan Menma tapi Menma memaksa. Dia tau kenapa Menma sangat memaksanya,tentu untuk bertemu dengan kaachannya.
Sepanjang koridor terdengar bisik-bisik murid yang kagum akan Menma. Rambut hitam dan wajah tampannya begitu memukau. Menma memang sering diperlakukan seperti itu dan dia tidak terlalu peduli. Selagi mereka tidak mengganggunya,Menma akan terlihat sebagai anak yang manis.
Menma anak yang pintar jadi dengan mudah dia menemukan ruang guru disana. Saat ia masuk ke dalam sana, terlihat banyak orang. Ini belum waktunya jam pelajaran dimulai jadi para guru masih membereskan kertas-kertas mereka ataupun duduk santai menunggu waktu mengajar.
"Menma kau sudah datang?" Menma menoleh ke belakang. Terlihat Kiba yang baru saja datang dari toilet.
"Iya Kiba ojichan,Ini berkasnya." Menma menyerahkan sebuah map kuning kepada Kiba. Untung Menma tepat waktu sebelum Shikamaru akan memberikan dia sebuah "hukuman" karena teledor.
"Arigatou Menma"ucap Kiba tersenyum.
"Kaachan?" Kiba yang mengerti maksud Menma mengarahkan tangannya ke salah satu meja. Naruto tengah asyik melihat handphonenya dan sesekali tertawa. Kiba tau sejak tadi sahabatnya itu sedang chat dengan Gaara. Menceritakan bagaimana liburanya dengan Neji. Kiba jadi ingin berlibur dengan Shikamaru tapi itu tidak mungkin untuk saat ini ,Shikamaru sangat sibuk.
"Naru disana,temuilah dia" Menma menggangguk senang dan menghampiri Naruto. Naruto tampak terkejut dan memalingkan wajahnya saat pandangannya dan Menma bertemu. Kiba tau Naruto sayang dengan Menma dan tidak bermaksud mengacuhkannya hanya saja entah kenapa Naruto tak bisa menunjukkannya dan malah terlihat tidak menyukai Menma.
"Siapa dia?"
Kiba melihat Sasuke yang berdiri di depannya. Hari ini Sasuke menggunakan setelah kemeja putih dan celana hitam. Entah kenapa pakaian sederhana itu terlihat elegan di tubuh Sasuke. Kiba kadang memerah saat melihat Sasuke ,hanya sebatas kagum. Ingat dia sudah punya Shikamaru dan dia mencintainya.
"Ah,Sasuke Dia adiknya Naruto, Menma"
"Hn"Sasuke ingat Menma adalah anak yang kemarin bertemu dengannya. Anak yang membahas kaachannya.
"Apa yang kau lakukan?" teriak Naruto. Sasuke dan Kiba melihat ke arah Naruto. Kemejanya basah terkena air. Bisa dipastikan gelas di atas meja Naruto jatuh dan airnya tumpah ke pakaian Naruto.
Menma hanya bisa tertunduk. Dia tak sengaja menyenggol gelas Naruto saat ingin melihat handphone Naruto. "Gomen Naru niichan"
"Naru ada apa?"
"Bajuku basah Kiba" Naruto tampak mengibaskan dan mengelap kemejanya dengan sapu tangan. Ia tak membawa baju ganti dan tak mungkin baginya untuk menggunakan kemeja basah untuk mengajar.
"Lebih baik kau pulang dulu dan ganti baju"
"Tidak mungkin sempat Kiba, sebentar lagi aku harus mengajar"
"Pakai ini Dobe" Sasuke melemparkan kemeja blue dark miliknya ke atas kepala Naruto. Sasuke selalu membawa kemeja lebih dari satu karena kadang dia harus membantu Itachi di kantornya dan dia tidak suka jika menggunakan kemeja yang sama yang sudah ia gunakan seharian.
"Ini kemeja Sasuke san?" Naruto mengambil kemeja Sasuke yang menutupi wajahnya. Naruto melebarkan kemeja itu. Kemeja sangat pas di badan Sasuke tapi terlihat sangat besar di tubuh Naruto.
"Hn"
"I..ni kebesaran"
"Lebih baik kau pakai itu sementara Naru"
"Hm,baiklah Kiba. Arigatou ne Sasuke san" Sebelum Naruto pergi mengganti bajunya,suara Menma menghentikan langkahnya.
"Naru niichan ,gomen"
Naruto hanya diam dan berlalu pergi ke toilet. Tanpa ada sepatah pun yang keluar dari mulut Naruto,membuat Menma merasa bersalah. Seharusnya dia tak membuat kesalahan lagi saat bisa dekat dengan Naruto. Menma mendongakkan kepalanya yang semula tertunduk.
Matanya langsung berhadapan dengan mata Sasuke. Dia ingat dengan Sasuke. Laki-laki yang ia temui di taman kemarin. Saat melihatnya pertama kali ,Menma sudah menganggumi Sasuke. Menma berfikir Sasuke sangatlah keren, dari fisik hingga sikapnya yang terkesan dingin dan pendiam. Dia ingin menjadi seperti Sasuke jika sudah besar.
Awalnya kemarin ia tidak terlalu peduli dengan kehadiran Sasuke disampingnya tapi tiba-tiba Menma ingat, Neji pernah bercerita tentang Sasuke yang menyelamatkan kaachannya dari orang jahat. Sejak Neji menceritakan tentang Sasuke,Menma ingin bertemu dengannya. Sebuah keberuntungan kemarin ia dapat bertemu dengan Sasuke.
" Sasuke ojichan,nanti siang mau makan es cream denganku?" ajak Menma dengan mata berbinar-binar.
Sasuke mengerutkan alisnya ,melihat kelakuan Menma. Sasuke menerima ajakan Menma. Entah apa yang membuatnya tak bisa menolak ajakan Menma."Hn"
"Yee asyikk. Arigatou Sasuke ojichan" Menma memeluk pinggang Sasuke. Dia bisa merasakan betapa hangatnya Sasuke. Sasuke hanya memandang kepala Menma dan mengelusnya lembut. Menma mirip dengannya waktu kecil.
Menma melepaskan pelukannya dan tersenyum lebar kepada Sasuke. Tak berapa lama mereka melihat Naruto datang sudah mengenakan kemeja milik Sasuke. Terlihat kemeja itu sangat besar ditubuh Naruto. Tangan Naruto tampak tenggelam dan sesekali bagian bahu kemeja bergeser dan menampakkan bahu tan Naruto yang begitu menggiurkan. Ukuran tubuh Naruto dan Sasuke sangat jauh berbeda. Seharusnya Naruto tak mengganti kemejanya.
Sepanjang koridor murid-muridnya memandang Naruto. Ada yang bisik-bisik hingga menggodanya. Dia tak akan nyaman jika harus memakai ini seharian.
"Lihat,ini sangat besar" Naruto menggoyang-goyangkan tangannya yang tak tampak.
"Huaahhhhaaa Naruto kau lucu sekali"
"Diam Kiba"
Menma dan Sasuke hanya menatap Naruto. Naruto tampak seperti orang yang ingin dirape. Rasanya Sasuke ingin menarik Naruto ke ranjangnya dan membuat Naruto mendesah dibawahnya. Sedangkan Menma tersipu melihat penampilan Naruto. Kaachan tampak sangat manis. Jangan lupakan guru-guru lain yang tampak tak berkedip melihat Naruto. Sasuke mendeath glare orang yang berani menatap miliknya.
Sasuke mendekatkan diri pada Naruto. Tangan besar Sasuke bergerak merapikan kemeja Naruto. Dengan lihai Sasuke menggulung lengan dan memposisikan kerah kemeja Naruto dengan benar.
"Perhatikan pakaianmu jika kau tak ingin di rape dobe"
"Jangan macam-macam Sasuke san" Naruto menyilangkan tangannya di depan dadanya.
"Kau lupa aku sudah pernah macam-macam padamu dobe " bisik Sasuke yang hanya mampu di dengar Naruto. Sasuke menyeringai setelah mendapati tubuh Naruto yang menegang.
Seketika Naruto wajah Naruto memerah. Tentu saja ia tak lupa. Dengan berani Sasuke menyentuhnya dan dengan bodohnya dia tak melawan saat itu.
"Nee Kiba ojichan,Sasuke ojichan dan Naru niichan. Aku harus pergi ke sekolah. Jaa ne" ucap Menma antusias.
"Jaa ne, Menma"
"Hn"
Menma belum bergerming dari tempatnya. Ada satu orang yang ia nantikan untuk membalas ucapannya. Dia menatap dan tersenyum pada Naruto. Naruto memalingkan wajahnya dan mengambil kertas materinya hari ini.
"Aku harus mengajar ,jaa ne semuanya" ucap Naruto yang sudah pergi. Senyuman Menma seketika luntur. Dengan lesu Menma meninggalkan ruang guru. Sasuke memandang punggung kecil Menma yang menjauh. Ia tak mengerti dengan apa yang terjadi.
(•̀ㅂ •́)و
Sudah tak terhitung lagi berapa banyak Naruto menghela nafas hari ini. Ia tak bisa bekerja dengan tenang. Beberapa muridnya tak berhenti menggodanya. Seperti inilah jika tak ada Neji. Tak ada yang melindunginya dari murid yang memasuki masa pubernya. Setidaknya sekarang ia bebas,jam mengajarnya sedang kosong.
Entah perasaannya atau ada yang mengikutinya sejak tadi. Dengan ragu Naruto menoleh ke belakang.
"Tidak ada siapa-siapa" Lorong kelas terlihat kosong hanya Naruto yang ada di sana. Mungkin hanya perasaannya saja. Naruto membalikkan pandangannya ke depan. Betapa terkejutnya Naruto saat ada yang menarik tangannya ke bawah tangga.
"Hai Naru chan"
" Gyaaa… Sai jangan mengagetkanku"
"Naru chan kau sangat manis hari ini"
Perasaannya saja atau Naruto merasa jarak antara dirinya dan Sai begitu dekat. Hembusan nafas Sai menerpa wajahnya. Naruto bisa melihat betapa pucat kulit Sai. Wajah Sai semakin mendekat membuat Naruto gugup.
"Sai apa yang…."
"Sssttt Naru chan" Jari telunjuk Sai menempel dibibir Naruto. Sai memegang dagu Naruto. Pandangannya terfokus pada bibir cherry Naruto. Sai memiringkan wajahnya dan semakin mengeliminasi jarak mereka. Naruto yang tak tau harus berbuat apa menutup matanya erat.
"Apa yang mau kau lakukan Sai Danzo?"
"Oh,Uchiha sensei seperti biasa selalu menganggu" Naruto membuka matanya dan melihat Sasuke ada di depan mereka. Wajahnya terlihat sangat marah.
Sasuke mendekat ke arah Naruto dan menarik tangannya."Ikut aku dobe"
Sai menarik salah satu tangan Naruto. "Tidak Uchiha sensei,dia ikut denganku"
"Katakan padanya kau ikut denganku dobe" Sasuke mendeath glare Naruto. Naruto sungguh takut dan mengangguk ke arah Sai. Sai memandang Sasuke tak suka. Dengan terpaksa ia melepaskan tangan Naruto.
Sasuke menarik Naruto dan membawanya pergi. "Ah,Sasuke san kita kemana? " Sasuke tak menjawab dan terus menarik Naruto. Tangan Naruto terasa sakit Sasuke mencengkram tangannya kuat. Sebuah pintu terbuka dan menampilkan hamparan langit yang luas. Sasuke mendorong Naruto pelan dan memojokkannya di dinding.
"Kenapa kau tadi memejamkan matamu dobe?"
"A..ku refleks Sasuke san"
"Apa kau tak mengerti perasaanku, dobe?"
"Etto ,aku tidak mengerti maksud Sasuke san"
"Cih…"
Sasuke menarik kemeja Naruto hingga leher dan bahu Naruto terekspos. Wajahnya mendekat ke leher Naruto dan menggigitnya tepat di bagian sensitif Naruto.
"Akhhh….Nghhh Sasuke san"
Tak hanya satu kali ,Sasuke terus membuat kissmark di leher dan bahu Naruto. Memberi tau semua orang jika Naruto adalah miliknya.
"Jangan dekat dengan Sai Danzo itu "
"Kenapa Sasuke san?"
"Ini perintah Naruto Uzumaki"
Sasuke melengos pergi. Naruto masih mencerna kata-kata Sasuke. Dia ingat dulu Sai juga pernah melakukan hal yang sama padanya tapi Sasuke terkesan tidak peduli tapi kenapa sekarang berbeda.
.
Naruto terus melihat kissmark yang dibuat Sasuke dikaca. Kissmark Sasuke sangat merah ,ia yakin akan lama hilangnya. Kiba yang baru saja datang ,terkejut melihat betapa banyak kissmark dileher Naruto. "Naruto siapa yang memberimu tanda sebanyak itu?"
"Sssttt Kiba jangan keras-keras. Sasuke san yang membuatnya huueee. Bagaimana cara menyembunyikannya?"
Kiba berfikir. Ia ingat Naruto pernah menggunakan syalnya ke sekolah."Kau masih membawa syalmu yang dulu Naru?"
"Ah,aku sampai lupa" Naruto mengacak isi lacinya. Untunglah syalnya masih ada. Naruto melilitkan syalnya ke leher. Akhirnya masalahnya selesai.
"Dimana Sasuke?" tanya Shikamaru yang datang menghampiri mereka.
"Kami tidak lihatnya dari tadi,ada apa Shikamaru?" ucap Kiba
"Aku harus ke SMA Domino dan dia sudah kuminta jadi asistenku. Mendokusai"
"Maaf Shikamaru ,aku tak bisa menemanimu hari ini jawdalku memberikan ulangan"
"Aku tau Kiba. Naruto kau ikut denganku"
"Eh? Kenapa aku?"
"Hanya kau yang kosong"
"Ba..baiklah" Padahal Naruto ingin isitrirahat dan menghindari orang-orang. Ia hanya menghela nafas untuk kesialannya hari ini.
.
Menma sedang duduk di bangku yang kemarin membawanya bertemu Sasuke . Wajahnya terlihat sangat senang. Akhirnya dia bisa makan es cream seperti dulu lagi. Neji dulu sering membawanya ke taman dan makan ice cream hingga dia kenyang tapi sejak setahun yang lalu Neji,tak pernah mengajaknya lagi karena sibuk. Sebenarnya dia ingin makan ice cream dengan Naruto tapi ia yakin Naruto akan menolaknya.
"Ambillah" Sasuke memberikan Menma sebuah ice cream rasa tomat. Sedangkan Sasuke memilih ice cream rasa tomat juga.
"Sasuke ojichan arigatou "
"Hn,Kau adik si dobe?"
"Dobe? Apa itu panggilan sayang Sasuke ojichan kepada Naru niichan?"
"kau belum menjawab pertanyaanku"
Menma tertawa kecil. "Sasuke ojichan sangat lucu. Iya ,Menma adiknya Naru niichan tapi Naru niichan tidak menyukaiku" Menma tersenyum pahit.
"Hn?"
"Menma tidak tau kenapa tapi Menma tetap menyayanginya"
"Hn"
"Kenapa Sasuke ojichan tidak yakin?" Sasuke menyengit heran saat Menma bisa mengerti apa arti dari gumamannya.
"Dia hanya menghindarimu. Jika dia membencimu dia akan memarahimu tadi"
"Sasuke ojichan benar. Apa Naru niichan menyayangiku juga?"
"Hn"
Menma mentap Sasuke dan menerjang tubuh Sasuke."Arigatou Sasuke touchan"
"Touchan?"
"Menma boleh memanggil Sasuke ojichan seperti itu kan?"
"Hn"
"Yeee, Sasuke touchan" Sasuke mengelus rambut Menma dan bangkit dari duduknya.
"Aku harus pergi"
"Hah,iya Sasuke touchan" Wajah merah Menma sangat kontras dengan kulit putihnya. Sasuk mengambil sapu tangan miliknya dan memberikannya pada Menma.
"Bersihkan mulutmu"
Menma tersenyum lebar dan menerima sapu tangan Sasuke. Ia akan membantu Sasuke untuk mendapatkan kaachannya. Jika Sasuke yang akan bersama dengan Naruto ia akan sangat senang dan merelakan kaachannya untuk Sasuke.
.
"Jangan terpisah dariku Naruto"
Naruto mengangguk lemah. Dia tidak menyukai sekolah ini. Dari isu-isu yang ia dengar,di sini sangat banyak murid berandalan dan sering membuat tawuran dengan sekolah lain. Sebenarnya suasana sekolah ini sangat nyaman tapi sejak kakinya melangkah masuk ,dia punya firasat buruk.
"Kita sudah sampai. Naruto jangan berbicara jika aku tak memintamu berbicara dan apa pun yang mereka katakan jangan sampai terpancing"
"Iya,Shikamaru" Naruto sebenarnya bingung dengan permintaan Shikamaru tapi itu mungkin agar tidak merepotkannya.
Pintu berwarna coklat di depan mereka terbuka,mereka menyebutnya sebagai ruang rapat. Di sana ada sekitar 5 orang yang bisa dikatakan tidak muda lagi. Mereka tampak menatap Naruto dengan tatapan lapar. Naruto memundurkan langkahnya dan berada dibelakang Shikamaru. Ia takut.
Sekarang mereka berada di depan meja pesegi panjang. 2 orang duduk di kanan dan 3 orang di kiri. Naruto merapatkan tubuhnya ke samping Shikamaru.
"Naruto ,bawa ini" Shikamaru menyerahkan map kuning pada Naruto.
"Ini asisten anda,sangat namamu?" ucap laki-laki berambut coklat di samping Naruto. Umurnya sekitar 40an tahun. Naruto masih ingat kata-kata Shikamaru untuk tidak berbicara apa pun.
"Bisakah kita langsung ke inti pembicaraan,Hiroto san?"ucap Shikamaru. Shikamaru sebenarnya tidak ingin pergi ke tempat ini tapi ini semua karena kepala sekolah yang merepotkan.
"Baiklah" ucap laki-laki bernama Hiroto itu. Sepertinya orang bernama Hiroto itu memiliki pangkat yang tinggi sehingga hanya dia yang berani berbicara.
Laki-laki itu tak ada hentinya memandangi Naruto saat Shikamaru mulai menjelaskan kerjasama yang akan dilakukan oleh KHS bersama SMA Domino. Naruto masih tetap fokus dan membantu Shikamaru saat memerlukan sesuatu tapi seketika Naruto tidak fokus lagi ketika syalnya di tarik hingga terlepas.
"Wah lihat guru KHS sangat nakal HAHA" Semua yang ada di dalam ruangan tertawa kecuali Naruto dan Shikamaru. Shikamaru dengan cepat mengambil syal Naruto.
"Pakailah Naru. " Naruto segera memakai syalnya kembali. Dia tidak suka berada di sana.
"Bisakah aku membawamu ke hotel malam ini?" Naruto mengacuhkan pertanyaan Hiroto dan kembali fokus kepada tugasnya. Tak ada hentinya Hiroto kembali mengganggu Naruto. Bokong kenyalnya diremas dengan kasar. Naruto bersyukur ia tidak mengeluarkan suara desahan.
"bokongnya kenyal sekali dan apa ini?" Hiroto menekan lubang Naruto secara mendadak. Tanpa sengaja Naruto mendesah.
"AH~" Naruto segera menutup rapat mulutnya.
"Lihat dia mendesah HAHA"
Hiroto bangun dari duduknya dan menarik Naruto kepelukannya. "Kau harus melayaniku" bisiknya di telinga Naruto.
Naruto sudah tidak tahan lagi. Terlihat Shikamaru berusaha menarik kembali Naruto tapi Shikamaru dicegat oleh 2 orang lainnya. Shikamaru mencoba melawan. Perkelahian pun terjadi.
Naruto dilempar ke atas meja. Semua barang-barang berserakkan jatuh ke lantai. Naruto mencoba bangkit tapi tangannya ditahan oleh laki-laki lain begitu pun dengan kakinya. Hiroto mulai membuka kemejanya dan menindih Naruto.
"Aku mohon lepaskan aku"
"Aku akan melepaskanmu jika aku sudah mengeluarkan benihku di dalam tubuhmu HAHA"
Hiroto mulai meraba tubuh Naruto dan menciumi wajahnya. Naruto terus memberontak . Genggaman mereka terlalu kuat bagi tubuh munyilnya.
Naruto benci selalu diperlakukan seperti ini dan tak bisa melawan. Tiba-tiba wajah Sasuke muncul dalam benaknya. "Sasuke san"
BRAKKKKKK
"Jangan pernah berani menyentuhnya,Dia milikku" Sasuke memukul Hiroto dan menarik Naruto kepelukannya. Naruto memeluk Sasuke erat. Ia sangat bersyukur Sasuke datang menyelamatkannya.
"Kau datang tepat waktu Sasuke" ucap Shikamaru. Shikamaru tampak kelelahan menumbangkan kedua orang yang mencegatnya tadi. Tapi Shikamaru tidak mengalami luka sedikit pun.
"Lebih baik kita pergi" sambung Shikamaru.
"Tidak. Sampai aku memukul mereka semua" Sasuke belum puas memukul Hiroto yang beraninya menyentuh Naruto.
"Lihatlah kondisi Naruto,Sasuke " Sasuke melihat Naruto yang tak ingin melepaskan pelukannya. Tubuhnya sedikit bergetar. Sasuke yang melihat Naruto seperti itu mengurungkan niatnya. Sasuke menggendong Naruto ala bridal style dan pergi dari ruangan itu. Hiroto hanya bisa mendecak kesal kegagalannya.
Entah sejak kapan Naruto sudah tertidur digendongan Sasuke. Sasuke tak habis fikir dengan tingkah para petinggi yang bisa melakukan tindakan seperti itu pada sekolah lain. Ingin sekali ia menghancurkan semua isi sekolah itu.
"Sasuke ada yang ingin aku bicarakan sebelum aku lupa memberitahumu"
"Hn"
"Ini soal pergantian kepala sekolah,Kau akan dilantik lusa"
"Apa maksudmu?" Sasuke menghentikan langkahnya. Dan menatap lekat Shikamaru.
"Kau tidak tau? Kau akan dilantik menjadi kepala sekolah"
"Siapa yang menyuruhmu?"
"Pemilik sekolah,Itachi Uchiha"
"Brengsek kau ,Aniki" Sasuke tak menyangka Itachi dengan seenak jidatnya memutuskan dirinya menggantikan posisi kepala sekolah. Dan bodohnya dia tidak mengetahui bahwa kakaknya adalah pemilik KHS. Ia yakin ini alasan Itachi menjadikannya sebagai guru untuk beradaptasi dan dengan kuasanya membuat Sasuke menjadi kepala sekolah yang baru. Bisa-bisanya ia terjebak dalam permainan Itachi.
Shikamaru dan Naruto kembali ke sekolah sedangkan Sasuke pergi menemui Itachi untuk minta penjelasan. Kali ini Sasuke tak akan tertipu lagi dengan Itachi.
(•̀ㅂ •́)و
"Tadaima" ucap Kiba.
Shikmaru ,Kiba dan Naruto akhirnya tiba di apartemen. Hari ini hari yang sungguh melelahkan bagi mereka apalagi Naruto. Untunglah Naruto masih tampak ceria setelah kejadian yang menimpanya tadi. Mereka butuh istirahat sekarang.
"Kenapa sepi? Kemana Menma?" Kiba heran melihat apartemen yang kosong. Biasanya jam-jam seperti ini Menma akan menonton acara kesukaannya. Kiba mencoba mencari Menma ke seluruh penjuru apartemen tapi tak ada tanda-tanda adanya Menma.
"Menma tidak ada. Jangan bilang dia diculik"
"Hubungi ponselnya" usul Shikamaru. Kiba mencoba menelepon Menma tadi tak tidak tersambung.
"Tidak aktif"
"Kita cari keluar,Naruto kau ikut atau tidak?"
"Aku…tidak ikut"
"Naru ,ayo cari Menma dia hilang"
"Jangan memaksanya Kiba biarkan dia istirahat."
Kiba memandang sendu Naruto dan mengikuti Shikamaru pergi. Naruto hanya bisa memandang kepergian sahabatnya. Ia ingin ikut mencari Menma tapi entah kenapa sekarang dia ingin berada di rumah. Ia terlalu lelah untuk hari ini.
.
"Menma hilang!" Neji begitu kaget saat Shikamaru menelponnya dan memberitau Menma tidak ada di rumah. Coba saja dia ada disana dan bisa menjemput Menma,mungkin ini tak akan terjadi.
"Jangan berteriak Neji. Dimana biasanya dia berada?"
"Hanya dua tempat sekolah atau di taman"
"Aku dan Kiba akan mencarinya sekarang"
"Naru? Dimana dia?"
"Dia di apartemen"
Neji terdiam beberapa detik."Kabari aku jika terjadi sesuatu"
"Iya"Shikamaru menutup teleponnya. Dia memijat pelipisnya ,masalah tak henti-hentinya datang hari ini. Sekarang sudah malam dan sangat dingin diluar,ia dan Kiba harus cepat menemukan Menma.
"Ah,Shikamaru aku ingat tadi Menma dan Sasuke janji untuk makan ice cream di taman" ucap Kiba.
"Aku akan menghubungi Sasuke" Shikamaru menekan beberapa nomor di handphonen dan menghubunginya.
"Halo Sasuke ,apa Menma bersamamu?"
"Hn,tidak. Ada apa?"
"Dia belum pulang. Sasuke tau dia kemana?"
"Tidak, terakhir aku melihatnya di taman"
"Baiklah jika seperti itu"
"Kau dimana?"
"Aku dan Kiba ada di taman sekarang"
"Hn,aku ke sana"
Shikamaru kembali menutup sambungan teleponnya. Mereka berdua kembali mencari Menma. Berulang kali mereka memanggil nama Menma tapi tak ada tanda keberadaannya. Mereka sudah mengelilingi taman berkali-kali tetap Menma tidak ditemukan. Mereka khawatir ,ia benar-benar diculik.
Tak lama Sasuke datang. Sasuke datang masih dengan pakaian kerjanya tadi,sepertinya Sasuke sama dengan Kiba dan Shikamaru yang belum dapat beristirahat.
"Dimana dobe?"
"Naru ada di apartemen. Lebih baik kita kembali ke apartemen, aku takut meninggalkan Naru sendiri" kata Kiba. Entah kenapa dia merasakan firasat buruk terhadap sahabatnya.
"Baiklah"
Sementara itu disebuah gudang tua ,seorang laki-laki sedang menutup sambungan teleponya. Ia tersenyum puas dengan jawaban lawan bicaranya di telepon tadi. Pandangannya beralih kepada seorang anak laki-laki,yaitu Menma yang sedang terikat di kursi. Kondisi Menma sangat berantakan. Seragam sekolahnya tampak kotor dan wajahnya tampak membiru karena bekas tamparan.
"Kaachanmu akan datang sebentar lagi"ucap laki-laki itu sambil menyeringai.
"Tidak! kaachan tidak akan datang"
Laki-laki itu menarik keras rambut Menma hingga ia meringis kesakitan. "Benarkah? Kita lihat nanti heh" Laki-laki itu melepaskan rambut Menma dan pergi meninggalkannya. Dia berharap kaachannya tidak datang dan menyelamatkannya. Tapi harapan itu sirna ketika sebuah teriakan menggema didalam gudang.
"MENMA"
(•̀ㅂ •́)و
Banyak yang tanya Menma itu anaknya Naru atau adiknya, Menma itu anaknya Naruto tapi karena sebuah alasan dia gak tau Menma itu anaknya. Maaf jika cerita ini makin gaje dan aneh dan juga semakin lama semakin pendek :'D . Mohon review yang membangunnya :D Kemarin ada satu review yang nyasar ke sini wkwkwk kaget saya. Untuk chapter ini belum saya baca ulang kemungkinan banyak typo mohon dimaklumi :D
See you….
