A/N: Okay then, here it goes, chapter 7. Happy reading!
Summary : Mikan Sakura, seorang gadis berusia 16 tahun, diam-diam jatuh cinta pada teman chattingnya yang ia bahkan tak tahu siapa. Lalu, saat pindah ke Alice Academy, Mikan menjadi dekat dengan dua cowok paling popular di sekolah, yaitu Ruka Nogi dan Natsume Hyuuga. Apalagi Ruka sangat baik padanya, mereka pun akhirnya saling suka. Kini Mikan bingung siapa yang harus ia pilih antara teman chattingnya atau Ruka. Mampukah ia menemukan siapa sosok asli teman chattingnya? Dapatkah ia memilih salah satu diantara keduanya? NxMxR, no-Alice.
Alert : Jangan heran kalo banyak banget karakter yang OOC!
Disclaimer : Bukan fanfic namanya kalau aku yang punya Gakuen Alice, iya kan?
Confusion and Hesitation
by Yuuto Tamano
Chapter 7: His Black Handkerchief
ShiroUsagi23: Hey there.
ShiroUsagi23: Aku ingin meminta sesuatu padamu.
CrimsonFlame: Yo! Apa itu?
ShiroUsagi23: Aku pernah cerita padamu kan?
ShiroUsagi23: Tentang bagaimana kesanku terhadap Sakura-san?
CrimsonFlame: Ya, kau tertarik padanya.
CrimsonFlame: Lalu?
ShiroUsagi23: Kau tahu, lama-lama rasa tertarik itu berubah menjadi suka.
ShiroUsagi23: Lalu berubah lagi menjadi cinta.
CrimsonFlame: Tak usah berbasa-basi.
CrimsonFlame: Apa yang kau minta dariku?
ShiroUsagi23: Tadi sore aku baru saja tahu suatu hal tentangnya.
ShiroUsagi23: Bahwa sebenarnya ia punya teman chat yang paling berharga.
ShiroUsagi23: Kau pasti tahu siapa 'teman chat' itu kan?
CrimsonFlame: Mana aku tahu soal itu!
ShiroUsagi23: Jangan pura-pura nggak tahu!
ShiroUsagi23: Sakura-san dengan jelas berkata bahwa ID orang itu CrimsonFlame!
CrimsonFlame: Okay, orang itu aku.
CrimsonFlame: Lalu kenapa dengan itu?
ShiroUsagi23: Kau tahu, Sakura-san ternyata menyukai CrimsonFlame!
ShiroUsagi23: Dia menyukaiku karena mengira aku adalah CrimsonFlame!
CrimsonFlame: …
CrimsonFlame: Aku nggak tahu tentang hal itu.
ShiroUsagi23: Aku hanya ingin dia menyukaiku karena aku adalah aku.
ShiroUsagi23: Karena itulah aku ingin meminta sesuatu padamu.
CrimsonFlame: Apa itu?
ShiroUsagi23: Aku ingin kau memutuskan kontak dengan Sakura-san.
ShiroUsagi23: Aku hanya ingin kau menjauhi dia.
CrimsonFlame: Tentang itu... hmm.
CrimsonFlame: Aku nggak yakin.
ShiroUsagi23: Aku mohon!
ShiroUsagi23: Kau sahabatku 'kan?
ShiroUsagi23: Kumohon, Natsume!
Matahari hampir saja tenggelam ketika seorang gadis berambut brunette dan bermata hazel itu berlari dengan sekuat tenaganya. Salah satu tangannya menyeka air mata di pipinya. Wajah manisnya terlihat memerah. Ia terus saja berlari hingga akhirnya sampai juga ia di kamar asramanya. Setelah menutup pintu, ia segera menuju tempat tidur dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Aku nggak percaya…" isak Mikan Sakura, sang gadis.
Kemudian dari arah pintu terdengar sebuah ketukan. Seorang gadis berambut raven pendek dan bermata amethyst datang memasuki kamar Mikan. Ia lalu berjalan menuju ke arah sahabatnya itu dan duduk di sampingnya. Gadis itu ialah Hotaru Imai.
"Aku melihatmu berlari sambil menangis. Ada apa?" tanya Hotaru lembut tapi datar.
Mikan hanya menjawab pertanyaan sahabatnya itu dengan keheningan. Ia masih meringkul di balik selimutnya.
"Kau sudah janji akan menceritakan semuanya padaku kan?" tanya Hotaru. "Jadi ada apa? Ceritakan."
Mikan akhirnya bangkit dari tidurnya. Ia menatap Hotaru sejenak. "Hotaruu~~" isaknya sambil memeluk Hotaru. Kali ini Hotaru membiarkan Mikan memeluknya. Ia bahkan tidak mengeluarkan Bakagun seperti biasanya.
Setelah melepaskan pelukannya dari Hotaru, Mikan lalu menceritakan semuanya pada sahabatnya itu. Semuanya. Dimulai dari kejadian di pesta kemarin hingga kejadian tadi sore bersama Ruka.
Hotaru menghela nafasnya, "Sudah kubilang sebelumnya kan? CrimsonFlame itu bukan Ruka!" tegasnya.
"Kamu nggak pernah bilang kayak gitu kok!" respon Mikan.
"Kau pikun ya?" respon Hotaru balik. "Sudahlah, yang penting ternyata memang benar kan kenyataannya? Kalau CrimsonFlame bukan Ruka."
Mikan menggerutu. "Darimana kau tahu itu?" tanyanya.
"Karena aku tahu, kalau ID MSN Ruka itu bukan CrimsonFlame, tapi ShiroUsagi23!" jawab cewek berambut raven langsung.
Mikan semakin kesal, ia lalu memukul-mukul Hotaru pelan. "Kenapa kamu nggak bilang padaku tentang itu?"
"Aku ingin bilang, tapi nggak sempat karena waktu itu terganggu oleh e-mail dari Sumire. Kau ingat kan?"
"Oh ya, aku ingat sekarang…" sahut Mikan pelan sambil menggerakkan jari telunjuknya membentuk lingkaran.
"Okay lupakan itu sekarang," ucap Hotaru, ia lalu menghentikan Mikan membuat lingkaran dengan jari telunjuknya tersebut. "Aku tak percaya Ruka mengatakan kalau CrimsonFlame itu, kau tahu, buruk."
"Aku juga nggak percaya itu!" Mikan kembali terisak. "Ngomong-ngomong kalau kau tahu ID MSN Ruka-kun, berarti kau juga tahu CrimsonFlame itu siapa 'kan?"
"Ya aku tahu." jawab Hotaru singkat.
Mendadak wajah Mikan berubah antusias. Dengan senyum yang lebar, ia mendesak Hotaru sambil mendorong-dorong bahunya. "Si-Siapa? CrimsonFlame itu siapa Hotaru?"
"Aku nggak akan kasih tahu kamu." Jawab Hotaru datar. "Kamu yang harus cari tahu sendiri."
"Hotaru, kau jahat…" gerutu Mikan.
"Oh well, kayaknya kamu sudah baik-baik saja." Hotaru lalu bangkit dari duduknya dan bermaksud akan pergi. "Kalau gitu aku balik ke kamarku. Ada yang harus kukerjakan. Oh iya, kau hutang padaku 500 rabbits karena telah membuatku datang ke kamarmu untuk menghiburmu. Bayar besok ya!" ucap Hotaru datar sambil melangkah pergi dari kamar Mikan.
"Hotaru! Kau jahaaat!" teriaknya, namun sia-sia saja karena Hotaru sudah keluar dari kamarnya. Ia lalu membaringkan tubuhnya, menatap langit-langit. "Aku rasa aku harus cepat tidur, oyasumi!"
Kemudian kira-kira satu jam pun berlalu. Sayangnya sampai saat ini pun ia sama sekali tidak bisa tidur. Ia berguling kesana kemari dan berusaha memejamkan kedua mata hazelnya, namun ia masih belum bisa tidur juga.
"Aku nggak bisa tidur…" gerutunya.
Karena bosan ia lalu bangkit dari tempat tidur. Ia pergi ke kamar mandi untuk mencuci mukanya. Setelah itu ia segera mengambil dan menyalakan laptopnya. Seperti biasanya ia sign-in di MSN accountnya.
Lalu dilihatnya ID CrimsonFlame online di daftar temannya. Tadinya ia ingin mengetik sesuatu untuk CrimsonFlame, namun ia urungkan niatnya, karena teringat akan kata-kata Ruka tadi sore:
"Jadi aku mohon, Sakura-san… tolong kau jauhi CrimsonFlame, mulai dari sekarang!"
Ia lalu menggelengkan kepalanya untuk tidak lagi mengingat hal itu. Haruskah ia menjauhi CrimsonFlame? Hal itulah yang kini menjadi perdebatan di pikirannya. Setahunya CrimsonFlame adalah orang yang sangat baik, tetapi ia bingung kenapa Ruka mengatakan bahwa CrimsonFlame adalah sebaliknya?
"Aku tak tahu harus bagaimana sekarang…" gumamnya pada dirinya sendiri.
Ia akhirnya memutuskan untuk mengetik sesuatu pada CrimsonFlame. Tapi sebelumnya ia akan meng-add ID MSN Ruka terlebih dahulu. Ia lalu add ID ShiroUsagi23 di daftar temannya. ShiroUsagi23 ternyata online karena ia dengan cepat mengkonfirm rekues dari Mikan.
ShiroUsagi23: Thanks for the add^^
ShiroUsagi23: Siapa ya?
LittleHazel: Ini aku, Mikan.
ShiroUsagi23: Ah! Sakura-san! :D
ShiroUsagi23: Darimana kau tahu IDku?
LittleHazel: Hotaru yang memberitahuku.
ShiroUsagi23: Ah, Imai-san ya?
ShiroUsagi23: Dia memang ada di daftar temanku sih.:)
LittleHazel: Nee Ruka-kun, apa kau serius tentang kata-katamu tadi sore?
LittleHazel: Bahwa aku harus menjauhi CrimsonFlame?
ShiroUsagi23: Tentu saja!
ShiroUsagi23: Aku harap kau melakukannya^^
Mikan lalu menghentikan gerakan kedua jarinya ketika melihat balasan dari Ruka. Ternyata cowok berambut pirang itu memang benar-benar serius akan kata-katanya. Tapi Mikan masih tidak percaya bahwa CrimsonFlame bukan orang yang baik. Ia bahkan merasa berat untuk menjauhi CrimsonFlame, karena baginya, satu hari tanpa chat dengan CrimsonFlame adalah hari paling buruk dalam hidupnya.
"Aku…takkan mungkin bisa melakukan itu!" gumamnya. Ia kemudian segera mengetikkan sesuatu pada CrimsonFlame. Ia benar-benar tak bisa tanpa keberadaan cowok itu di dalam hidupnya.
LittleHazel: Hi! What's up?
CrimsonFlame: Jangan bicara padaku!
CrimsonFlame: Idiot!
LittleHazel: Eh?
LittleHazel: Apa maksudmu?
CrimsonFlame: Apa kau buta?
CrimsonFlame: Aku bilang jangan bicara padaku, you big-mouth!
Mikan membeku seketika ketika CrimsonFlame berkata seperti itu padanya. "Sebenarnya ada apa dengannya? Kenapa dia jadi seperti ini?" keluhnya. Ia lalu mengetik sesuatu lagi pada CrimsonFlame untuk memastikan keanehan ini.
LittleHazel: Kenapa kau berkata begitu padaku CrimsonFlame?
LittleHazel: Seharusnya kau tak begini!
CrimsonFlame: Jangan sok tahu! Kamu nggak tahu apa-apa tentangku!
CrimsonFlame: Selamat! Kini kau telah bertemu dengan diriku yang asli.
LittleHazel: Dirimu yang asli?
LittleHazel: Apa maksudmu CrimsonFlame?
CrimsonFlame: Maksudku ialah… farewell!
CrimsonFlame: Seperti yang sudah kubilang, jangan bicara padaku lagi!
CrimsonFlame: Idiot.
LittleHazel: Tunggu!
CrimsonFlame has just signed out.
Air mata Mikan lagi-lagi mengalir turun membasahi pipinya. "Aku tak mengerti, kenapa CrimsonFlame jadi seperti ini? Padahal kemarin dia biasa saja.. Kenapa?"
Karena frustasi, Mikan lalu segera sign-out dari MSN accountnya dan mematikan laptopnya. Setelah itu ia memakai jaket dan segera pergi keluar kamarnya. Ia terus berlari, tanpa arah. Air matanya masih keluar dari kedua mata hazelnya.
"Kenapa? Kenapa?" keluhnya, hanya itu yang ia katakan sambil berlari.
Tak lama kemudian, tanpa disadari olehnya sendiri, ia tiba di satu pohon Sakura besar yang berada di halaman besar milik Academy. Entah kenapa ia merasa tenang saat melihat keindahan bunga-bunga Sakura tersebut dan segera duduk menyandar di bawahnya.
Ia menutup kedua matanya, sambil merasakan dinginnya angin semilir yang berhembus melewati seluruh tubuhnya.
"Polka? Ngapain kamu disini?" tanya sebuah suara parau yang berada di dekatnya yang membuat Mikan membuka kembali kedua matanya.
Lagi-lagi, entah ini kebetulan atau bukan, Mikan sangat mengenal suara dan panggilan 'polka' tersebut. Siapa lagi kalau bukan si mesum Natsume Hyuuga.
"Lagi-lagi, kenapa aku selalu bertemu kamu di saat-saat yang nggak tepat sih?" keluhnya sambil menyeka kedua matanya untuk menyembunyikan air matanya dari cowok itu.
Namun sia-sia saja, karena Natsume menyadarinya. "Kamu nangis lagi? Dasar cewek!"
"Natsume! Kau-" ketika Mikan akan membalas kata-katanya, tiba-tiba Natsume meminjaminya sapu tangan. Sapu tangan berwarna hitam dengan inisial 'HN' di bawahnya.
"Aku benci melihat orang yang menangis tepat di dekatku." ucap Natsume datar. Mikan lalu meraih sapu tangan itu dan menggunakannya untuk menyeka air matanya.
"Arigatou…" ucap Mikan sambil tersenyum yang dibalas Natsume hanya dengan keheningan.
Setelah itu mereka berdua duduk berdampingan di bawah sinar lampu dan bunga-bunga Sakura yang berguguran. Bukan merupakan hal yang mengherankan lagi karena sekarang sudah mulai memasuki musim gugur. Kembali lagi pada Mikan dan Natsume. Walaupun mereka duduk berdampingan, wajah mereka menghadap ke arah yang bertolak belakang.
"Kenapa kamu disini malam-malam begini, Natsume?" tanya Mikan polos.
"Bukan urusanmu. Lagipula ini adalah pohon milikku, aku berhak kesini kapan saja." jawabnya dingin. Mikan agak sedikit terkejut mendengar bahwa pohon Sakura yang indah ini adalah milik cowok itu.
"Milikmu? Aku tak percaya…" gumamnya.
"Sekarang giliranku yang bertanya," ucap Natsume tiba-tiba, "Ngapain kau malam-malam kesini, Polka? Dan kenapa kamu menangis?"
Mikan terdiam sejenak, telah menyangka bahwa Natsume pasti akan bertanya hal itu. Ia lalu meghela nafasnya. "Yah, ini juga bukan urusan-"
"Katakan saja!" potong Natsume tiba-tiba. "Aku tahu kau sedang membutuhkan teman untuk melampiaskan hal yang mengganjal di hatimu kan?"
Kedua mata hazel Mikan terbelalak ketika Natsume berkata begitu padanya. Darimana cowok itu tahu bahwa ia sedang membutuhkan teman untuk melampiaskan semua kesedihannya? Ia lalu menolehkan wajahnya untuk menatap Natsume. "Bagaimana kau tahu?"
"Aku hanya dapat merasakannya saja." jawab Natsume datar dan cepat.
Mikan lalu terdiam sejenak. Setelah itu, ia lagi-lagi menghela nafasnya. "Aku boleh cerita?"
"Hn." Adalah balasan dari cowok bermata crimson itu.
"Jadi, kau tahu, aku punya seorang teman chat. Kami sudah menjadi teman selama beberapa bulan terakhir ini. Dia adalah teman terbaikku, yang selalu ada ketika aku membutuhkannya. Yah, walaupun aku belum pernah bertemu dengannya sih…"
Wajah Mikan berubah merah ketika ia akan melanjutkan kata-katanya, "Aku rasa aku menyukainya…namun ia selalu menolak untuk bertemu. Aku tak tahu kenapa. Hey, kamu mendengarkan aku kan Natsume?"
"Hn." jawab Natsume. Mikan lalu tersenyum, tanpa menyadari ada sesuatu yang berubah dari wajah cowok itu. Natsume menyembunyikan hal 'yang berubah' itu dengan memalingkan wajahnya semakin membelakangi Mikan.
"Lalu…" lanjut Mikan, sorot wajahnya mulai berubah sedih. "Tadi baru saja, aku tahu bahwa sebenarnya dia benci padaku. Aku tak tahu kenapa. Apalagi dia menyuruhku untuk tidak pernah lagi berbicara dengannya. Aneh, padahal kemarin dia biasa saja…"
Air mata lagi-lagi keluar dari kedua mata hazel Mikan. "Aku tak mengerti… dan aku tak tahu lagi aku harus bagaimana…aku tak tahu lagi harus percaya siapa…" isaknya.
Tiba-tiba, ketika Mikan bermaksud akan menyeka air matanya. Ia merasa ada sesuatu yang menggenggam tangannya. Sesuatu yang hangat dan membuat nyaman. Ia memutar bola matanya, dan melihat Natsume menggenggam tangannya. Kedua matanya terbelalak dan wajahnya berubah merah. Ia juga merasakan jantungnya berdetak kencang.
"Mungkin… ia tak bermaksud begitu." respon Natsume pelan.
"Eh? Kau bilang apa?"
"Sudahlah." Natsume lalu segera melepaskan genggamannya dan bangkit dari duduknya. Wajahnya masih membelakangi Mikan. "Aku mau kembali ke kamarku. Lalu kau juga, hentikan tangismu! Sudah kubilang kan kalau aku benci ada orang yang menangis di dekatku, motif strawberry!"
Kedua mata hazel Mikan lagi-lagi terbelalak. "Natsume kau mesum!" teriaknya. Namun cowok itu sudah terlanjur pergi.
Setelah puas berteriak, Mikan pun tersenyum. Ia tak menyesal telah menceritakan tentang CrimsonFlame pada Natsume. Setidaknya berkat Natsume-lah, Mikan bisa kembali tersenyum seperti ini.
"Ah, sapu tangannya ketinggalan." sahut Mikan.
To be continued.
A/N: How was it? Love it? Hate it? Review please! Aku bakal usahain buat update as soon as possible! Arigatou!
