Paranormal investigation ala para nation.

Hi! Terima kasih atas reviewnya! Maaf, ya, di chapter sebelumnya belum dikasih tahu Estell itu siapa.

Dia tuh Belgia(Belgium), Van Houton itu Belanda(Holland/Netherlands), dan Dwi itu Indonesia, negara tercintaku!

I'm still in my MOTHERFUCKING writer's block...*nangis sangking stressnya*

Mana lagi mid test lagi...tai. BABI!*mangkin jadi nangisnya*

Anyway, here's the next chapter.

Warning: sedikit kemungkinan OOC, yaoi, dan gore, sekaligus typo.

Disclaimer: Hetalia milik Mas Hidekaz, karakternya hanya saya pinjam.

S'lamat menikmati!

Chapter 5


The ghost of Matthew lingers in that home.

Saat masuk ke dalam rumah, Elizabetha berkata dalam hati, dengan bahasa negaranya sendiri,' valós rendben van, ugye? Úgy érzem, nagyon jó ga ..'

"Ada apa, Elizabetha," tanya Roderich, yang mulai merasa khawatir akan kondisi perempuan ini.

"Eh? Ah, tidak. Aku...Cuma...agak sedikit khawatir, itu saja," jawab Elizabetha. Roderich hanya diam, dan secara tidak sadar, mereka sudah sampai di ruang makan.

"Baiklah, kita sudah memasang peralatan kita di luar. Sekarang, kalian ingin menyelidiki daerah mana," tanya Yao,"aku dan Elizabetha akan ke lantai dua. Kamu," balas Roderich,"aku dan Yong Soo akan ke beberapa ruangan di lantai satu," kata Yao,"bagaimana dengan kamu, Dwi," lanjutnya.

"Aku akan ikut dengannya ke basementnya Alfred," sahut Van Houton.

"Iya-eh-APA? SIAPA YANG BILANG AKU MAU IKUT KAMU," sahut Dwi," je hebt geen andere keuze, toch? of je wilt even alleen te zijn," balas Van Houton, dan Dwi akhirnya setuju.

" ya sudah, lah, ASALKAN! Kamu nggak ngapa-ngapain aku," kata Dwi.

"ja, ja. Ik beloof, zodat je niet hekserij mij, ja," balas Van Houton.

"Ja, ach! maar, totdat je een belofte je te breken, je bent mijn echte hekserij," balas Dwi, yang membuat Van Houton terkejut.

"Oh, begrijp je de Nederlandse taal, in elk geval," kata Houton.

"basic, denk je, na zo'n lange tijd bezet, zal ik niet begrijpen van de taal van uw land? Je denkt dat ik dom ben?," balas Dwi.

"grrr... 目前,已經,停!我不明白你說什麼!請不要讓我噁心頭,直到後來終於勃然大怒," kata Yao, memakai bahasa negaranya sendiri. Yang lainnya hanya diam.

"Ge ge, 目前,已經,停!我不明白你說什麼!請不要讓我噁心頭,直到後來終於勃然大怒," kata Mei, sangking marahnya, sampai memakai bahasa Cina.

"huh...ya sudah, lah. Kalau begitu, Mei, kau yang memantau kamera dari sini," sahut Yao, akhirnya berbicara dengan bahasa yang mereka semua mengerti. Amarahnya Mei pun langsung bergejolak, karena ia baru saja disuruh kakaknya, dan ia tidak suka hal itu.

"哎呀,基本!誰說過你的老闆我嗎?那個混蛋," balas Mei, lagi-lagi memakai bahasa Cina, karena marah.

"Santai, neng! Apapun, yang kau bilang tadi, aku nggak ngerti. Tapi, haruslah ada orang yang memantau kamera di sini," kata Dwi,"huh! Ya sudah, akan ku pantau kamera dari sini. TAPI, INI BUKAN KARENA PERMINTAAN KAKAK," balas Mei.

"Ya, ya. Ayo kita mulai kalau begitu," sahut Yao. "Oh, ya, Kiku, kamu mau menyelidiki daerah mana," tanya Yao.

Karena sedikit gergetan akan sikap kedua saudaranya itu, ia menjawab dalam bahasa Jepang,"それから、しばらくの間だけで台所に行くよメイちゃんを助けるためにここに戻ってくる。"


Roderich's POV.

Aku sedang menyusuri lorong di lantai dua, bersama Elizabetha. Ia kelihatan sedikit ketakutan, dan sangat khawatir. Aku langsung berkata dalam hati,' Ist es wahr, Elizabetha sollte mich hierher einladen? Oder ... oh je, wie, was? Was hat er mich fragen nach Hause gehen? oder-,'

"Roderich, kamu tidak apa-apa?" Kata-kata tersebut langsung membuatku sadar.

"Ah, tidak. Aku tidak apa-apa," ku balas perkataannya itu, walau sebenarnya aku sangat khawatir. Khawatir akan dia, dan juga yang lainnya.

Sekaligus rumah ini.

Ya, rumah ini. Katanya, yang membunuh Matthew adalah hantu yang ada di dalam rumah ini. Apa mungkin, hantu yang sama juga akan mencoba untuk membunuh kita?

Rumah ini diselubungi aura jahat, yang membuatku sedikit mual(nggak tahu kenapa ).

"Elizabetha, kamu tidak apa-apa? Atau kau mau pulang saja," akhirnya aku menanyakannya.

"Nggak, aku nggak apa-apa, kok. Dan siapa bilang aku mau pulang," Elizabetha menjawab pertanyaanku, dan kali ini ia tidak kelihatan ketakutan, malah ia kelihatan bersemangat.

Atau ia hanya mencoba menutupi rasa takutnya?

"GYAAAAA!"

Terdengar teriakan histeris dari seseorang. Sepertinya itu Mei, dan sepertinya ia telah melihat sesuatu.

"Mei, ada apa," ku tanya ke dia, setelah sampai di bawah. Badannya Mei gemetaran hebat, mungkin ia memang telah melihat sesuatu. Apakah itu hantu penghuni rumah ini?

"R-Roderich? K-kamu k-keluar sebentar, deh...ada...ada sesuatu di luar," dia berkata dengan suara yang gemetaran. "Baiklah. Elizabetha, kau tinggal di dalam saja," ku katakan kepada Elizabetha, tapi ia tidak mau.

"Tidak, aku akan ikut denganmu keluar," ia membalas perrkataanku itu.

"Ya sudahlah, ayo."

End of Roderich's POV.


Roderich dan Elizabetha lari keluar, dan mereka disambut dengan pemandangan yang mengerikan.

Jasad sesorang terbaring di tanah, beberapa bagian tubuhnya telah dipotong. Karena gelap, mereka hanya dapat melihat tubuh itu, tapi saat Roderich berjalan menuju jasad itu, ia dapat melihat muka jasad itu.

Itu...

Itu kan-

Kathyusha!

Apa yang ia lakukan di sini? Atau, sama seperti Estell, ia tidak diberitahu tentang investigasi ini?

Roderich tidak tahu.

Yang ia tahu hanya, kalau sampai Ivan tahu kalau kakaknya ini mati, apalagi dengan cara yang tragis seperti ini, ia pasti ngamuk, sampai kira-kira semua orang dibalang pipa sampai mati. Pemandangan ini benar-benar membuat Roderich mual, dan juga karena baunya.

Bau amis darah segar yang menyengat, benar-benar membuatnya mual.

Lalu ia melihat siluet seseorang berjalan dari pagar rumah menembus lewat pagar itu, lalu menatap Roderich dan Elizabetha dengan tatapan yang dingin.

"Ahh, hello, Roderich, Elizabetha," kata siluet itu. Suara itu terdebgar sedikit...familiar. Suara seperti orang yang sedang berbisik, tak salah lagi. Hantu itu-

Matthew.

-bersambung(to be continiued)-


Ya Tuhan, tolonglah saya...writer's blockku mangkin parah...*lo pikir penyakit*

Maaf, ya...cahpter ini pendek banget...soalnya udah malem...just wanna satisfy you guys, and make up for the delays I've made...so I made this quick...

Gak tahu kenapa dialognya aku buat dalam bahasa negara masing-masing...lagi gila bahasa asing.

Oh, ya, Kathyusha=Ukraina(Ukraine).

Anyway, R&R, kay! Mohon!

Translations:

Hungarian terms:

valós rendben van, ugye? Úgy érzem, nagyon jó ga ..'= beneran gak apa-apa, nih? perasaanku beneran ga enak..

German terms:

Ist es wahr, Elizabetha sollte mich hierher einladen? Oder ... oh je, wie, was? Was hat er mich fragen nach Hause gehen? oder- apakah benar Elizabetha harus ku ajak ke sini? Atau...ya ampun, gimana, ya? apa dia ku ajak pulang saja? atau-

Dutch terms:

je hebt geen andere keuze, toch? of je wilt even alleen te zijn = kamu nggak punya pilihan lain, kan? atau kamu mau di sini sendirian?

ja, ja. Ik beloof, zodat je niet hekserij mij, ja = ya, ya. aku janji, jadi kamu jangan santet aku, ya.

Ja, ach! maar, totdat je een belofte je te breken, je bent mijn echte hekserij= Iya, ah! tapi, sampai kau ingkar janji tadi, ku santet beneran kau!

Oh, begrijp je de Nederlandse taal, in elk geval = oh, kamu ngerti bahasa Belanda, toh.

basic, denk je, na zo'n lange tijd bezet, zal ik niet begrijpen van de taal van uw land? Je denkt dat ik dom ben = dasar, kamu pikir, setelah sekian lama dijajah, aku gak akan ngerti bahasa negaramu? kau pikir aku bodoh?

Chinese terms:

目前,已經,停!我不明白你說什麼!請不要讓我噁心頭,直到後來終於勃然大怒 = UDAH, UDAH, BERHENTI! AKU NGGAK NGERTI APA YANG KALIAN SEDANG BICARAKAN! Tolong, JANGAN BUAT AKU SAKIT KEPALA SAMPAI NANTI AKHIRNYA NGAMUK!

目前,已經,停!我不明白你說什麼!請不要讓我噁心頭,直到後來終於勃然大怒 = sudah, diam kau! berisik nian di dalam sini!

哎呀,基本!誰說過你的老闆我嗎?那個混蛋 = ARGH, DASAR! SIAPA YANG BILANG KAMU BOLEH MENYURUH-NYURUH AKU? DASAR BAJINGAN!

Japanese terms:

それから、しばらくの間だけで台所に行くよメイちゃんを助けるためにここに戻ってくる。= aku akan ke dapur saja sebentar, lalu kembali ke sini untuk membantu Mei-chan.