AYEM BEK *I am back* -Author pabbo-

HUAAAH! Author lgii jengkel nh ma PLN di daerah perkampungan #PLAKK maksudnya di daerah perumahan Author *ce ileh...*, masa selama 4 hari berturut-turut, lampunya mati! Huwaaa! Author lupa ngerjain pr trus deh T_T *readers: itu sebagai balasan karena Up-datenya lama!* jd, jngn heran yyah, klw di fict ini, Author nyangkut-nyangkutin PLN mlu, lagi kesell, hehehe...

Disclaimer : Semua cast di ff ni, adalah milik-Nya, dan milik diri mereka masing-masing...

Pairing : KyuMin, YeWook, HaeHyuk, SiBum + ZhouRy...

Rating : K+ (maybe...)

Genre : Romance/humor/fantasy

Warning : YAOI, abal, gaje banget, typho(s), OOC, alur memakai mesin turbo (?) (alur kecepetan)

NB : hehehe, ini fict pertama saya, berhubung saya dapat ide ini dri rmh skt *Readers : gak nanya!* jadi otak saya loadingnya masih 79% jadi harap maklum~ *App hbungannya?*

Author saranin bacanya sambil dengerin lagu 'Love U More'nya SuJu, Biar nuansanya terasa (?)

Okkhayyy, chekiddotth... Don't Forget, Don't Like, Don't Read, hehehehe...

Summary : "kenapa belakangan ini semua namja manis yang kulihat, kekuatannya membuatku dapat terdecak kagum?" (ktahuan gak bisa bikin summary *Author Pabbo*)

Back Sound : Love U More – SUPER JUNIOR

Brubung klw Donghae P.O.V. kurasa jadi gak nyambung n ENGGAK konyol.., jadi hyukkie dlu aja ya! Hehehe...

"He Is...THE WONDER SWEETY BOYS"

~~Eunhyuk P.O.V_ *semua chapter ini, Hyukkie oppa semua P.O.V. (?) nya!*

"AHJUMAAAA! SEPERTI BIASA YAAAA!" teriakku dari meja paling ujung di kantin sekolahku, dan kulihat Ahjuma pemilik kantin langgananku menunjukan jempol kanannya. Baguslah kalau begitu... hehehe...

Yyah, memang aku sudah sangat akrab dengan Ahjuma tersebut. Sebab, sejak SMP aku, Minnie hyung dan Wookie *kecuali Kibum* sudah bersekolah di SM School ini, jadi ahjuma tersebut sudah sangat tahu, apa pesanan yang pastinya akan kubeli. Aku tak pernah bosan dengan makanan dan minuman ini. Entah kenapa aku juga tidak tahu. Tapi tidak dengan Minnie hyung dan Wookie, mereka selalu membeli makanan yang berbeda.

Sambil menunggu, kukeluarkan komik baru yang kemarin aku beli *yadong gak tuh komiknya? –Author ditinju Hyukkie-*dan membacanya dengan santai, hingga...

"HYUKKIE! HYUKKIE!" aku mendengus kesal saat kudengar suara 'Aegyo' yang sudah sangat familiar di telingaku, meneriaki namaku. Hufft... memangnya ada apa sih? Dasar bunny boy so' heboh.

"Ne hyung, bisakah kau tidak berteriak? Aku didepan matamu loh..." kataku sambil melipat kedua tanganku didadaku. ~GARUDA DIDAKU! GARUDA KEBANG- Hoekkh-hoekkh *autor disumpel sendal ma readers*

"Mi-mianhae Hyukkie...aku sangat...hah...hah...terburu-buru" ya! Memang terlihat sekali dari nada bicaranya dan penampilannya yang agak acak-acakan sedikit. Mungkin karena berlari-lari tadi.

"Gwenchanayo hyung? Sampai segitunya?" aku berkata sambil melihat makanan yang sudah aku pesan *Banana Sweet Crem Cake dan Milk Shake Strawberry* sudah diantarkan ke mejaku. Langsung saja aku menyeruput susu strawberrynya terlebih dulu. Aku haus.

"hah...hah...hah...a-ada guru magang baru disekolah kita Hyukkie!" terlihat Minnie hyung sudah mendudukan dirinya didepanku.

"lantas, memangnya mengapa? So' kehebohanmu itu terlalu jauh hyung!" ucapku yang ternyata SO'-SO'an jga, sambil tetap menyeruput susu strawberryku.

"ta-tapi Hyukkie, dia dapat tugas mengajar percobaan dikelas 3! KELAS 3 HYUKKIE!" serunya sambil mengeleng-gelengkan kepalanya frustasi.

"hoekkh...hoekkh...hoekkh...uhukk" aku langsung tersedak begitu mengetahui kalau guru tersebut dapat tugas mengajar percobaan dikelas 3.

Aku langsung tersedak begitu saja dan mengeluarkan susu yang kuminum dari hidungku. Wajar saja kalau kami tidak suka dengan kedatangan guru magang. Karena, dia memiliki hak bebas untuk mencatat siapa saja yang mencari masalah padanya tapi tergantung dengan tugas mengajar percobaannya dikelas mana. Jika dikelas 3, berarti guru tesebut bebas melakukan apa saja sampai masa magangnya habis, termasuk mencatat murid yang mencari masalah padanya dibuku hitam SM High School tapi hanya berlaku untuk kelas 3.

Tanpa sadar, aku telah memuncratkan (?) minuman tadi kearah orang yang sedang berjalan di sampingku, mati kau Lee Hyukjae.

"YA! APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU!"

mwo? Ada seseorang yang berteriak didepanku? Betulkan Hyukjae, namun... Siapa? Dan saat aku menaikan kepalaku ke atas...LEE DONGHAE!

"YA! KAU MEMBUAT SERAGAMKU BASAH DENGAN MINUMAN YANG TAK PANTAS DISEBUT MINUMAN ITU HYUKJAE!"

"APA KATAMU! INI MINUMAN YANG PALING ENAK DIDUNIA!"

"AKU TIDAK PEDULI MASALAH ITU! SEKARANG INI, APA NASIB SERAGAMKU HAH?"

Aigoo.. ternyata aku sudah memuncratkan (?) banyak minumanku padanya. Huh dasar bunny boy Alay (?)*dihajar kyu*ini semua karenamu! Memberitahu disaat yang tidak tepat!. Bagaimana ini...?

"mi...mianhae aku tak sengaja..." kutundukan wajahku dalam-dalam. Aku tak enak dengannya.

"KAU HARUS MEMPERTANGGUNG JAWABKAN INI! HYUKJAE!"

"Ta..tapi bagaimana caranya?"

"Lepaskan bajumu..." ucapnya santai, reflek aku langsung memeluk tubuhku sendiri.

"MWO? ANIIII! Nanti aku pakai apa?, akukan gak bawa jas!" aku mencoba memelas padanya.

"Pabbo! Kau selalu tidak bawa jas! Aku bawa jacket, pakai saja jacketku.., aku tidak mau pakai jacket, nanti mengurangi ketampananku! Jadi kau saja yang pakai!"

"ya! Enak saja! Aku juga ti-...YA! AKU MAU DIBAWA KEMANA!" aish, Donghae menarik tanganku kasar. Ish, aku mau dibawa kemana? Kemana~~kemana~~kemana~~ syalalala~#PLAKK.

###########

Brakkkh...

"appo..." rintihku saat Donghae menghempaskan tubuhku ke dinding kamar mandi. Aku ingin sekali mengahajarnya saat ini juga. Tapi...kau harus ingat atas kesalahanmu tadi Hyukjae! Sabar..sabar...

"cepat lepaskan bajumu disini..., hanya ada kita disini! Cepat!" bentaknya padaku. Bikin darahku mendidih saja.

"Aniii! Aku tidak ma- LEE DONGHAE! APA YANG KAU LAKUKAN?" WAAA! Donghae membuka paksa kemeja seragamku!

"kau tidak mau, ya sudah aku lepaskan sa...ja... aish Hyukjae...ternyata kau manis juga ya, kalau badan bagian atasmu terlihat semua...bagaimana, kalau yang dibawahnya juga, pasti lebih man-.."

PLETAAKK!

"HAISH! NAMJA PERVERT! YADONG!" aku mengelus-ngelus tanganku yang tadi telah menjitak dahinya. Huh, sakit juga ternyata. Terbuat dari apa sih kepalanya?.

"KAU BOLEH AMBIL SERAGAMKU, TAPI KAU TIDAK BOLEH MENGAMBIL HARGA DIRIKU LEE DONGHAE!" jeritku sambil memakai jacket yang dipinjamkan olehnya tadi. Dasar namja mesum! Saatku aku hendak meraih kenop pintu, aku sempat melirik sedikit kearahnya dengan ekor mataku. Terlihat dia masih senyum-senyum gaje gitu. Langsung saja kupercepat langkahku

*di chap. Ini, memang alurnya sengaja di cepatin, akan diperjelas di chap Hae oppa! +_^v...*

###################

"HUWEEEE! Siapa yang ngabisin cake dan susu strawberryku hyung!" rengekku saat aku sudah sampai dikantin, tepat dimejaku. Masa baru saja aku ketiban sial gara-gara Minnie hyung, sekarang malah kueku hilang! Haish...aku merasa aku seperti terjatuh tertiban tangga pula saking malangnya aku *poor Hyukkie*.

"a...anu hyung... tadi kue hyung nganggur, gak ada yang makan. Yasudah kumakan saja. Sudahlah hyung, memang sudah takdir kali kue itu menjadi makananku" Wookie tiba-tiba datang dan mengaku kalau dia yang menghabiskan kueku dengan tampang WATADOS!

"WOOKIIIIIIIIEEEEE!" hah, rasanya suaraku serak sekali. Sedari tadi jerit-jerit mulu, lari-lari mulu, jitak orang mulu, haaah.. aku terlalu energik rasanya...

PLETAKKH*

"appo hyung..." Wookie mengusap-ngusap dahinya yang kujitak dengan kuat tadi. Dan menurutku, ekspresi Wookie saat itu sangat...

"WAAAHHH! IMUTNYA! WOOKIE! CHILDISH!" hahaha...ternyata mereka juga *Wookie shipper* berfikiran sama denganku. Langsung saja Wookie menatap tajam para Yeoja & Namja (?) yang mendekat ke arah Wookie, sehingga mereka sama sekali tak berani mendekati Wookie.

Melihat Wookie mengusap-ngusap dahinya..., aku jadi ingat kejadian 2 hari lalu...

~FLASH BACK_

Haish, Donghae.., kenapa kamu pinsan ditempat yang tidak benar sih? Kan aku juga yang susah, habis... aku sudah di death glare para pengguna jalan sih, habis kamu sudah menghalangi jalan. Yahh.. aku deh yang jadi repot. Ah aku sms Wookie minta tlong sebentar lah.

To : Chef Wookie *tahu kan, julukan-julukan untuk orang yang pintar masak? Chef ituloh!, readers : udah tahu kaliii..*

Wookie, tlong bantu aku dijalan XXX Hae pingsan,
aku butuh bantuanmu! Jebal!

By. Hyukkie Galaxy *Galak tapi sexy #PLAKK*

*sementara ditempat Wookie, Wookie mau pingsan karena membaca pesan terakhir dari Hyukkie, dan di saat itulah Yesung menolong Wookie...dan... liat aja sendiri di chapter Yang ada Yewooknya deh!*

Aish, lama sekali sih Wookie, tak tahukah pengguna jalan sedang mempelototi aku terus sejak tadi? Ayolah Wookie, aku butuh bantuanmu! NOW!

Tak lama saat do'aku yang kupanjatkan sebanyak 1000 (?) akhirnya, Tuhan mendengar do'aku, segera saja aku mennghampiri (baca: melesat) ke arahnya. Namun, langkahku terhenti begitu Wookie bersama seorang Namja yang sepertinya aku lihat tadi, saat menemukan ikan cucut ini.

"Wookie-ah, itu Jong Woon kan? Bagaimana kau bisa bersamanya?" tanyaku sambil menunjuk-nunjuk Jong Woon yang sedari tadi hanya melempar senyum menawannya padaku *Author : mau selingkuh ya Hyukkie?, Hyukkie : gak kok, di hatiku tetap Hae seorang!, Hae : waaah... senyumku gak kalah menawan kok!, Author : bohong banget sih loe Hae! Muka loe ntuh gak lebih bagus dari tukang PLN *ditendang tukang PLN* tahu gak?, Hae+Hyukkie : . . .?, Readers: Woiiiyh! Lanjutin ceritanya bro!*

"eh, iya... dia ini temannya...siapa tadi? Aku lupa? Ah pokoknya itulah! Dia juga mau kesini buat ngeliat tmennya!, tapi kok Hyung bisa kenal?" aish, Wookie kau polos sekali!

"ya iyalah kenal! Kim Jong Woon ini ketua Ekschool Seni Musik, kalau ada rapat para Ketua Ekschool, kami selalu bertemu! Masa' sih kau tak melihatnya?" selain kami mengikuti Ekschool bela diri, Aku dan Wookie juga ketua dari Sebuah Ekschool Memasak *wookie* dan Ekschool Dance *aku*, gitu-gitu Wookie pintermasak loh! *udah tahu Hyukkie!*

"terima kasih atas perkenalan rincimu Hyukjae" aish, ternyata Jong Woon sedari tadi memperhatikan? "mungkin Wookie tak pernah melihatku karena aku lebih sering menyendiri" lanjutnya. Wookie mangut-mangut

"ne, ne, ne, terserah saja! Oh ya Jong Woon, karena kau yang palin kekar diantara kami, kau bawa Donghae kerumahku ya! Gak jauh kok dari sini!" hehe, manfaatin Jong Woon boleh juga tuh, ya gak? Gak ada Aderai (?) Joong Woon pun jadi. Hehehehe.

"MWO? Kok aku? ani, ani, ani! Kenapa harus aku? dan...kenapa harus dibawa kerumahmu? Aish, pokoknya aku tidak mau! Titik!" Jong Woon! Kepintaranmu keluar (?) disaat yang tidak tepat!

"LAKUKAN-ATAU-MATI?" jawabku dengan penuh penekanan menyeramkan *diem-diem, ternyata Wookie memperhatikan Hyukkie, makanya di bisa bicara dengan penekanan menyeramkan*.

"waaa! Ne ne ne ne ne, iya-iya aku yang bawa dia! Mana rumahmu? Ayo cepat-cepat!" hahahaha, Jong Woon, Jong Woon kambuh lagi deh Babbonya, perasaan tadi pinter deh *Hyukkie di Grepe-grepe #PLAKK maksudnya di timpukin Clouds*.

~SAAT SAMPAI DIRUMAH_

"HYUKJAE! Aduh pinggangku, encoknya kambuh, weladalah euyyh, sakit!" keluh Jong Woon persis seperti pak raden di Laptop Si Unyil. Aku dan Wookie hanya bersweatdrop ria.

Akupun mendekatkan wajahku ke wajah Hae, bukan untuk berciuman loh! Aku ingin memastikan apa dia masih pingsan atau tidak, mungkin saja ada urat yang mengalami kesalahan Teknis (?) atau semacamnya? Ku pincingkan mataku menatapnya, setelah yakin, aku memberikan isyarat pada Wookie untuk membawa Jong Woon keluar.

"Dia sudah tahu hyung, sudahlah santai saja!"

"MWO? Su..sudah tahu?"

"ne...nanti kuceritakan, sekarang urus dulu luka Donghae-sshi"

Aku melirik kearah Jong Woon yang sedari tadi hanya nyengir kura-kura (?) saat melihat ekspresi terkejutku. Segera kukeluarkan kalung itu dan memegangnya erat.

"Woowh! Kukira biru juga, ternyata berbeda warna ya? Hijau, seperti lumut yang menyelimuti pemiliknya ya?"

GUBRAKK...

Aku bergubrak ria bersama Wookie. Konsentrasiku hancur sudah.

"hyung..., Hyukkie hyung itu bukan batu!"

"JONG WOON! PERGI SAJA KALAU NIATMU MENGGANGGU!" bentakku mentah-mentah.

"hehehe, bercanda-bercanda!, silahkan lanjutkan lagi..." Jong Woon kabur membawa Wookie keluar dari rumah kami. Haish, gak tau malu! Jelas-jelas ini bukan rumahnya, tapi seenaknya. Tp, ada yang mengganjal deh dengan kedekatan Wookie dan Jong Woon. Aku ikuti saja ah. Dengan cepat aku melesat kepintu depan, hingga akhirnya...

"PABBO! Kau harus menyembuhkan dan membawa Hae-ah kerumahnya dulu! Dasar Jong Woon (?) Pabbo! Looh? Kok Jong Woon? Ah, diakan memang Pabbo..." jeritku+gumamku sambil mendekati Hae-ah kembali.

Kupegang kalung batu androidku dengan erat, lalu memejamkan mataku dan mulai fokus dengan apa yang ingin kuminta.

'AKU INGIN, SEMUA LUKA LEE DONGHAE SEMBUH, DAN PINDAHKANLAH DIA KEKAMARNYA'

Dengan mata masih tertutup aku meraba-raba sofa. Dia sudah kembali.

"Hae, Hae... makanya jangan usil, itulah semua akibatnya" akupun merebahkan diriku disofa tempat Hae dibaringkan tadi, dan segera terlelap.

~~END FLASH BACK_

BYURRRH...

"HUWAAAAA!" hah, lagi-lagi aku menjerit.

"ah, hyung sudah sadar?" suara yang sangat familiyar ditelingaku, Kibummie.

"Kibummie! Apa yang kau lakukan? Kenapa aku bisa duduk dan terjatuh didalam.." kata-kataku terputus sambil memandang di sekitarku.

"Kloset?" tanya kibum.

"ne, kloset... MWOO? KLOSET? Ulangku saat mengetahui keberadaanku dimana.

"mianhae hyung, tadi dikantin hyung melamun terus, seperti orang tak punya jiwa! Karena takut disangka gila aku seret hyung ke kamar mandi. Tapi karena terlalu terburu-buru hyung kududukkan diatas kloset yang terbuka, dan saat hyung sadar, hyung jadi begini... Mianhae hyung!" Kibum menundukan wajahnya lesu. "dan tadi Sungmin hyung segera kekelas begitu mengetahui Guru magang tersebut akan kekelasnya. Dan Wookie tadi diajak pergi dengan Yesung hyung." Lanjutnya.

"Ye...Yesung? Nugu?"

"eh, iya, maksudku Jong Woon hyung, tadi Wookie memanggilnya dengan sebutan 'Yesungie'."

Yesungie? Manis sekali. Ada apa sebenarnya dengan Wookie dan Jong Woon? Hah, aku sedang tidak berminat menyelidikinya. Gak mood.

"ah, gomawo kibummie, entah jadi apa aku nanti jika tidak ada kau. Emmh, tapi yang aku pusingkan, hanya seragamku Bummie,tdi seragamku di ambil Hae, karena aku membasahkan seragamnya, dan sekarang baju dan celanaku yang basah." Kataku datar.

"bolos saja! Toh, beberapa jam lagi, pelajaran usai"

"tapi, bagaimana dengan tasku?"

"aku yang akan mengambilnya, sebagai permintaan maaf."

"baiklah, kibummie, boleh aku pinjam jasmu? Aku malu untuk keluar dengan keadaan seperti ini."

"apapun hyung, apapun" Kibummie langsung melepaskan jasnya dengan ikhlas, padahal kalian tahukan, nanti jasnya akan terkena air dari kloset? Tapi, dia tidak ragu untuk memberikan jasnya. Aku sangat bangga mempunyai dongsaeng sepertimu Bummie *Hyukkie nangis terharu dalam hati*

"baiklah Kibummie, aku pulang duluan ya!"

"ne, hyung...hati-hati!"

~~SKIIPPP TIME_

Esok harinnya, dikantin.

"Wookie! Ayo antar aku keperpustakaan Wookie!" rengekku pada Wookie yang lagi asyik duduk berdua-an dengan Jong Woon, JONG WOON?

"aish hyung, aku sedang mendiskusikan resep baru dengan Yesungie hyung, aku tidak mau! Ani, ani, ani," Ryeowook menggeleng-gelengkan kepalanya imut. Tapi kali ini, tidak imut sama sekali untukku.

"ayolah Wookie...jebal..." aku melancarkan serangan Cute eyes *hoeekh* pada Wookie, tapi sepertinya tidak mempan.

"Ke Perpus bersamaku saja!" tiba-tiba aku mendengar seseorang menawarkan dirinya, tapi aku tidak yakin dia berbicara padaku, ada jugakan yang mau ke perpustakaan selain aku.

"aku berbicara padamu Hyukjae!" merasa namaku di sebut, aku segera menengok ke arah asal suara tersebut.

"nah, benar! Sama namja pervert ini saja!" Jong Woon yang dari tadi diam, langsung angkat bicara.

"Sialan kau, Yesungie! Ayo, mau tidak?"

"Donghae?" tanyaku tak percaya.

"Waeyo? Akukan sudah ganti rugi padamu kemarin. Jangan marah lagi ya!" kini Hae melingkarkan tangannya dipinggangku dan reflek aku,

BRUUUGHH!

"Hyukjae! Apa yang kau lakukan? Itu sakit tahu!" donghae mencoba bangun dari keterpurukkannya setelah terkena reflek tendangan mautku itu.

"Mi..mianhae, jangan panggil aku Hyukjae! Hyukkie saja, kajja kita ke perpus sekarang! Aku buru-buru" aku pergi melangkahkan kakiku mendahuluinya, aku sempat mendengar dia bergumam kecil saat aku melewatinya.

"apa? Aku tidak dengar. Bisakah kau ulangi lagi?"

"hah? Apa maksudmu, aku tidak berkata apa-apa" jawabnya sambil melangkah menjauhiku.

"HAE-ah! TUNGGU!"

~~diperpustakaan_

"Oppa, sedang apa oppa disini? Kenapa kau tidak mengajakku?" tanya seorang yeoja manis berambut pirang sebahu pada Hae dan bergelayut manja dilengan Hae. Entah kenapa aku tak menyukai adegan tersebut.

"Sica, bisakah kau tidak menggangguku? Kau berisik tahu!" jawab Hae sambil menghempaskan tangan yeoja yang kita ketahui bernama Jung Jesica. Entah kenapa aku langsung tersenyum puas saat Hae melakukan hal itu.

"Tapi, oppa! Aku mau bilang sesuatu hal yang sangat penting!"

"katakan saja disini! Aku tak punya waktu!"

"Saranghae oppa! Aku ingin oppa menjadi milikku mulai detik ini juga! Mau ya~" mwoo? Dasar yeoja tak tahu malu. Berani sekali dia mengucapkan kata saranghae dengan sangat tidak pantas untuk diucapkan oleh yeoja sepertinya.

"apa maksudmu sica? Aku tak menge-"

TREKKH...

"HWAAAA APA YANG KAU LAKU-" Hae menjerit-jerit disaat, Tiba-tiba lampu di perpustakaan mati dengan sekejap. Yah, meskipun sekarang sian hari. Tapi perpustkaan kami itu sangat gelap karena dipenuhi dengan rak-rak buku yang tinggi menjulang, dan warna catnya yang kelabu, serta keterbatasan cahaya akibat banyaknya gedung yang menutupi. Jadi, maupun pagi, siang, dan malam. Perpustakaan akan menyalakan lampunya. Tapi, jika sudah mati, kau tak kan bisa melihat apapun, bahkan melihat dirimu sendiripun takbisa.

"ahh, PLN sialan! Kenapa disaat seperti ini malah mati sih? HAE? HAE?" aku terus saja meraba-raba tempatku berada, siapa tahu ada Hae disana, namun hasilnya NIHIL.

Aku mengambil kalungku dan menggunakannya sebagai penerangan. Disana-sini sangat berisik, orang-orang yang takut akan gelap tentunya.

Tiba-tiba, saat aku mengarahkan kalungku kearah pintu pengurus perpustakaan, aku melihat kaki seseorang di seret masuk, dan pintunya langsung ditutp rapat dan dikunci sepertinya.

Aku ingat, kalau jesica itu pengurus perpustakaan, jadi sudah sangat jelas bukan kalu dia bisa saja masuk keruangan itu. Tapi tiba-tiba kata-kata jesica yang terakhir kali kudengar, terngiang-ngiang dikepalaku.

"Saranghae oppa! Aku ingin oppa menjadi milikku mulai detik ini juga! Mau ya~"

Ia ingin Hae menjadi miliknya mulai detik ini juga? Ya Tuhan! Apa maksudnya ini...? dengan sigap aku berlari dan mendobrak pintu tersebut dengan sangat keras.

BRRAAKKKKHH... bersamaan dengan aku mendobrak pintunya, aku mengharapkan seluruh lampu di perpustakaan ini. Sehingga sekarang sudah terang kembali.

Aku melihat hae dalam keadaan pingsan diatas sofa, dengan Jesica yang sedang mengelus-ngelus wajah Hae dengan gaya ALAY!

"HEII! JUNG JESICA! HENTIKAN! ATAU KAU AKAN MATI DITANGANKU!" sepertinya, di fict ini aku ditakdirkan untuk terus berteriak ya?

"Mwo? Mati? Apa oppa tega begitu saja?" tanya Jesica dengan senyum meremehkan.

"hahaha... apapun akan ku lakukan untuk Hae!" jawabku sambil memasang wajah kemenangan (?).

"huh, memangnya...Hae oppa itu siapanya oppa? Kini jesica yang memasang tamapng pemenang (?).

Aku terkejut dengan pertanyaan yang terlontar dari mulut jesica barusan. Aku terus berfikir, aku saja tak pernah menjalin hubungan pertemanankan dengannya? Masa iya aku bilang teman? Heumhh, tak pernah menjalin hubungan pertemanan ya? Akupun menampakkan seringaian kemenanganku lalu menjawab pertanyaannya.

"Jung Jesica, asal kau tahu ya...kau mau tahu siapa Hae bagiku? Hahaha...Hae itu..."

~T~B~C...


Hahahaha! *author tertawa nista*

Mianhae atsa segala keterlambatan Author buat Up-Date... yah, tadi alasannya sudah Author sebutkan diataskan kan? Dan sebagai permintaan maaf, nie, Author agak panjangin dikit ceritanya! Meskipun garing, dijamin chapter depan gak garing deh, muahahaha *ketawa misterius*

Berubung author sudah ada pulsa, ayo kita balas reviews!~

Han Eun Kyo : Gomawo yya ching~ udah mau review! Okkeh deh, nih HaeHyuknya udah author panjangin, tapi kalau kurang memuaskan, Jeongmal mianhae! Tp, chap. Depan bakal seru kok, R&R chap dpn n chapter ini yyah, okkeh?

Lee HyoJoon : Gomawo yya ching~ udah mau review! Hehe, okkeh, Author lanjutin! R&R yang ini, n chap depan yyah, okkeh?

The : Gomawo yya ching~ udah mau review! Tunggu ajja yya klanjutannya, jngn lupa R&R yang ini, n chap depan yyah!

Winter boy : Gomawo yya ching~ udah mau review! Mianhae! Jeongmal mianhae yyah, buat chap kmaren n yang ini telat Up-Date, n maaf jga yyah klw msh blm puas dengan chap ini! Sekali lagi, Mianhae! Jngn lupa R&R yyah! Sibum n Zhaoury aku janji tak bikin Romantis deh~ hehehe..

Minwoo: Gomawo yya ching~ udah mau review! Okkeh ini udh Up-Date! Ttep R&R terus yyah!

AngelSJ : Gomawo yya ching~ udah mau review! Bner yyah, kalu ada kbar Wookie kaya gitu, cpat krimkan foto mangapmu itu yyah hehehe... ttep R&R terus yyah!

AllRisesShipper : Gomawo yya ching~ udah mau review! Changmin ntar balik lagi, tapi gakmati kok, tenang aja~ gak apa-apa makin bnyak review, mkin bgus, hehehe, ttep R&R yyah!

Shin SeulRin 'dee : Gomawo yya ching~ udah mau review! Okkeh deh, buat kali ini, kekonyolannya belum jelas, tp tunggu chap. Depan okkeh? Ttep R&R yyah!

Fitria : Gomawo yya ching~ udah mau review! Bner ntuh! Bner! Pinter loh tebakanmu! Hehehe... tetap R&R yyah!


Okkeh ckup smpai disini pertemuan kita! Sampai jumpa!

Reviews yang banyak loh! Okkeh...

GOMAWO YYAH! YANG UDAH MAU REVIEW! SEMOGA CPET DAPET JODOH YYA! WAKAKAKA-hoekkh- *Author disumpel kain kafan ma tetangga sebelah*