Chapter 6 : The Feel

Preview chapter :

Dengan pelan Sungmin berjalan menuju vendor machine untuk membeli soft drink guna mendinginkan kepalanya yang berasap karena Kyuhyun. Saat sedang sibuk mengotak-atik tombol machine, terdengar teriakan yang heboh.

"Tolooooonng… ada pencopet! Hentikan pencopet itu!"

Sungmin menoleh kaget dan―

DUAGH!

.

.

.

.

.

The Punishment

Fanfiction

Genre : Drama, Fantasy

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Park Jungsoo (Leeteuk), Kim Jongwoon (Yesung), Tan Hankyung, Kim Heechul

Cameo : Victoria Song, Cho Ahra, Kim Ryeowook, Lee Hyukjae

슈퍼 주니어 © SM Entertainment

The Punishment © 한천리 (Angela Han)

Rate : T

Disclaimer : All casts is not mine, but the story is mine.

Warning : Genderswitch (GS), AU (Alternate Universe), Typo (s), EYD tidak baku, Out of Character (OOC)

NO PLAGIARISM!

NO BASH PAIR!

NO FAN WAR!

DON'T LIKE DON'T READ

~Enjoy reading and hope you like it~

.

.

.

.

.

―Kyuhyun terpental jatuh berguling ke tanah karena ditabrak oleh seseorang yang saat ini juga dalam kondisi terguling pasca tabrakan.

Kyuhyun mengadu kesakitan sementara teriakan minta tolong kembali terdengar. Sungmin yang awalnya kaget melihat Kyuhyun terguling-guling (?) dengan cepat menyadarkan diri dan mencerna situasi di hadapannya.

Orang tidak dikenal yang tadi menabrak Kyuhyun berusaha bangkit dan segera lari terbirit-birit. Si pencopet rupanya.

Sungmin menyeringai. Dengan cekatan yeoja itu melepas sepatu tumit tingginya dan dengan kekuatan penuh melempar heels 12 cm itu ke arah si tersangka pencopetan.

Akurasi lemparan Sungmin sangat jitu dan tepat mengenai sasaran. Si pencopet langsung tumbang tak sadarkan diri. Terkena lemparan heels yang tidak bisa dibilang ringan, kepala tidak bocor juga sudah untung.

Dengan langkah timpang, Sungmin menghampiri si pencopet yang pingsan lalu mengambil tas tangan kecil (hasil copetan) serta sebelah heels-nya yang tadi dipakai untuk menimpuk kemudian bergegas mendekati Kyuhyun.

Kyuhyun berdiri susah payah dengan bantuan Sungmin. Tak lupa rentetan umpatan keluar dengan lancar dari mulutnya.

"Tasku!" seorang yeoja tampak berlari kecil mendatangi KyuMin.

Kyuhyun yang masih berada dalam mood buruk dan kesakitan merasa kesal. Namja itu sudah bersiap mengeluarkan sumpah serapah untuk meluapkan kemarahannya kepada orang yang mendatangi, tidak peduli siapa dia.

Sungmin yang sudah mengenal perangai buruk Kyuhyun langsung mencubit pinggang namja itu dengan keras, membuatnya menjerit kesakitan hingga melupakan makiannya.

"Ini tasmu," ucap Sungmin sambil menyerahkan tas kecil tadi kepada si pemilik sementara Kyuhyun bersungut-sungut kesal tanpa suara sambil mengusap pinggangnya yang menjadi korban jari lentik Sungmin.

Yeoja yang nyaris menjadi korban pencopetan itu berulang kali mengucapkan terima kasih pada KyuMin. Hingga akhirnya menyadari sesuatu.

"Kyuhyun oppa?" si yeoja berkata pelan, tampak tidak yakin dengan ucapannya sendiri.

Mendengar namanya disebut, Kyuhyun langsung fokus. Kecemasan melandanya dengan cepat. Apa yeoja itu kenalannya?

'Gawat! Wajahku! Sembunyikan wajahku!'

"Ternyata benar. Apa yang oppa lakukan di sini? Ah, wajah oppa kenapa?"

Terlambat. Yeoja itu terlanjur mengenali wajahnya. Dan tentu saja melihat jerawatnya yang subur itu.

Tidak bisa mengelak lagi, Kyuhyun terpaksa menghadapi yeoja yang ternyata adalah Victoria Song itu dengan pasrah. Kyuhyun menampilkan raut wajah seperti orang yang akan dihukum mati hingga membuat Victoria mengernyitkan dahi heran.

"Kyuhyun terkena alergi," jawab Sungmin asal menggantikan Kyuhyun karena namja itu hanya diam saja, setengah syok wajahnya ketahuan berjerawat.

Victoria mengangguk paham.

"Ngomong-ngomong, kau teman Kyuhyun?"

Victoria segera memperkenalkan diri. "Victoria Song imnida. Kami berada di kampus yang sama. Kyuhyun oppa adalah sunbae-ku."

Melihat cara Victoria yang menatap Kyuhyun agak malu-malu membuat Sungmin yakin kalau yeoja oriental itu menyukai Kyuhyun. Sungmin merasa geli melihat Kyuhyun yang seorang idol ―menurut pengakuannya― itu kepergok salah satu fans-nya dalam kondisi yang 'nggak banget'.

"Lee Sungmin imnida," balas Sungmin sambil mengulum senyum.

Terdengar suara deheman. "Hei, orang ini mau diapakan?" tanya Kyuhyun.

Victoria dan Sungmin pun sadar kalau mereka hampir melupakan si pencopet karena sibuk berkenalan.

"Ah, mianhae oppa. Aku akan mencari petugas patroli di sekitar sini…" Victoria bergegas pergi namun segera dicegah oleh Kyuhyun.

"Biar aku saja. Daerah sini agak sepi, berbahaya. Kalian berdua tunggu di sini." Kyuhyun sengaja menawarkan diri.

Victoria hanya mengangguk kecil dengan wajah memerah. Penawaran Kyuhyun yang sebenarnya biasa saja dan merupakan hal yang wajar itu ibarat hadiah yang sangat luar biasa dan istimewa bagi Victoria. Biarlah ini menjadi hiburan kecilnya sendiri.

"Jangan terlalu lama," timpal Sungmin dan hanya dijawab Kyuhyun dengan anggukan kepala.

Sepeninggal Kyuhyun, Sungmin dan Victoria kembali berbincang kecil mengusir kesunyian.

Tidak lama kemudian Kyuhyun datang dengan membawa seorang petugas patroli. Dengan agak kesulitan si petugas patroli akhirnya berhasil memapah si pencopet yang masih dalam keadaan pingsan itu dan membawanya ke pos polisi terdekat.

"Oppa, eonni, terima kasih banyak atas bantuannya. Aku akan ikut ke pos polisi sebentar untuk memberikan keterangan. Annyeong…" pamit Victoria.

Sungmin melambaikan tangan sedangkan Kyuhyun hanya diam menatap kepergian hoobae-nya itu.

"Dia yeoja yang baik dan cukup menyenangkan. Tapi sayang ada namja yang tega menyakiti perasaannya…" Sungmin melirik Kyuhyun.

Kyuhyun merasa tersindir. "Apa lihat-lihat?"

"Tidak ada. Aku hanya berpikir andai saja aku yang disakiti maka aku akan mencari cara untuk memberi pelajaran pada 'namja menyebalkan' itu..." Sungmin kembali melirik Kyuhyun dengan ekor matanya.

Kyuhyun menelan ludah. Ia masih ingat dengan jelas perlakuan kasarnya pada Victoria tempo hari (prolog). Dan sekarang yeoja itu telah memergoki wajahnya yang you-know-how, bukan tidak mungkin Victoria akan membalas dendam padanya, kan?

"Matilah aku…" lirih Kyuhyun.

Namja itu tidak tahu kalau Sungmin sedang mati-matian menahan tawanya.

.

.

.

.

.

Ahra sedang mengambil air putih di dapur ketika sosok berpakaian serba hitam dengan masker hitam muncul dan mengagetkannya.

"Astaga, Kyuhyun!" kaget Ahra sambil mengelus dadanya. "Sedang apa kau di sini? Kenapa berpakaian seperti itu? Membuatku jantungan saja…"

Kyuhyun menatap Ahra yang baru selesai olahraga pagi itu dengan tatapan datar. Noonanya ini memang suka berlebihan.

"Memangnya apalagi, noona? Tentu saja mencari makanan..." sahut Kyuhyun.

"Ini baru jam setengah enam pagi, eomma belum masak. Memangnya kau mau kemana?"

"Kampus."

"Sepagi ini?"

"Ne. Aish, apa tidak ada cemilan di sini?" rutuk Kyuhyun sambil mengaduk-aduk lemari dapur.

Ahra menggelengkan kepalanya pelan. "Bagaimana jerawatmu? Sudah baikan? Noona punya rekomendasi obat jerawat yang manjur."

Kyuhyun menggeleng cepat. "Tidak perlu, noona. Tidak akan berhasil."

"Kalau belum dicoba mana bisa tahu…" protes Ahra.

"Tidak usah, noona. Nanti juga hilang sendiri," kukuh Kyuhyun. Mau dioperasi bagaimana pun juga percuma mengingat ini adalah 'jerawat ajaib' dari sang malaikat.

Tidak berhasil menemukan makanan apapun, Kyuhyun memutuskan untuk langsung berangkat ke kampus. Ia harus datang pagi untuk menghindari kerusuhan. Apalagi jika mengingat dendam Nyi Victoria (-_-").

Sesampainya di kampus, Kyuhyun segera melarikan diri ke kelasnya dan bersemedi sembari menunggu mahasiswa lainnya datang. Dalam hatinya Kyuhyun benar-benar cemas tentang Victoria. Harga diri dan popularitasnya sekarang berada di tangan yeoja itu.

Namun apa yang ditakutkan Kyuhyun sepertinya tidak menjadi kenyataan. Sudah hampir tengah hari tapi tidak ada kejadian apa-apa. Tidak ada kericuhan. Kyuhyun bahkan mengecek fan pages tentang dirinya. Tidak ada berita negatif apapun.

Kyuhyun sedikit bernapas lega dan perlahan-lahan mulai merubah pandangannya tentang Victoria.

.

.

.

.

.

Katakanlah bahwa Kyuhyun beruntung karena Victoria sepertinya tidak menyebarkan berita apapun di kampus, namun tidak demikian dengan Sungmin.

Dengan diiringi tatapan ingin tahu dari para mahasiswa di kampusnya, Sungmin berjalan menuju ke kelasnya dengan kepala tertunduk dan masker yang masih setia menutupi wajahnya.

Pertemuannya dengan Changmin, Yoona dan Jessica kemarin ternyata menuai hasil yang kurang menyenangkan. Entah siapa dari ketiga orang itu yang telah menyebar berita tentang wajahnya.

Walaupun mungkin tidak seterkenal Kyuhyun, Sungmin juga termasuk yeoja yang popular di kampusnya, apalagi setelah dirinya menolak Park Yoochun ―playboy populer Inha university― di depan umum. Yang jelas, sekarang dirinya menjadi objek pengamatan ratusan pasang mata.

"Bersabarlah. Anggap saja mereka tidak ada," ucap seorang yeoja sambil menepuk lembut pundak Sungmin yang saat ini duduk di bangkunya dengan lesu.

Sungmin menghela napas. "Akan kucoba. Aku hanya heran bagaimana semua ini bisa tersebar begitu cepat, Wookie?"

Yeoja manis teman Sungmin yang bernama lengkap Kim Ryeowook itu tersenyum. "Dunia sudah semakin canggih, Minnie. Semua bisa dilakukan dalam hitungan menit."

"Ini sungguh tidak menyenangkan, Wookie…" curhat Sungmin, nyaris menangis.

Ryeowook segera memeluk Sungmin dan menghiburnya. "Be patient, Minnie. Be patient. Ini cuma jerawat, nanti juga hilang…"

'Andai kau tahu jerawat apa ini sebenarnya, Wookie…' batin Sungmin merana.

.

.

.

.

.

Sepertinya kata 'beruntung' harus kita tarik lagi dari namja Cho. Ternyata Kyuhyun tidak seberuntung itu. Dewi fortuna rupanya tidak sepenuhnya berpihak padanya.

Akibat kecerobohannya, Kyuhyun lupa mengenakan kembali maskernya setelah keluar dari toilet untuk membasuh wajahnya yang berkeringat kepanasan akibat tertutup masker berjam-jam.

Reaksi yeoja pertama yang bertemu dengannya dalam perjalanan ke kantin membuat Kyuhyun sadar akan kesalahan yang telah dilakukannya. Dengan panik namja itu berlarian kembali ke toilet untuk mengambil maskernya yang ketinggalan.

Selanjutnya sudah bisa ditebak. Tidak sampai setengah jam, berita tentang wajah Kyuhyun sudah menyebar ke seluruh kampus. Dan untuk pertama kalinya Kyuhyun merasa menyesal menjadi seorang idol.

.

.

.

.

.

Unidentify place…

"Sudah dimulai…" sosok berwujud namja berambut almond berbicara sambil menatap cermin besar di hadapannya. "Mulai saat ini mereka akan merasakan seperti apa rasa sedih dan sakit itu."

Sosok namja lain yang juga ikut melihat cermin besar mengangguk setuju. "Tapi, Teuki hyung, apa kita tidak terlalu keras terhadap mereka?"

Leeteuk berpaling dari cermin dan menatap Yesung dengan senyum manisnya. "Ini belum seberapa, Sungie. Kau akan terkejut kalau tahu rencana awalku untuk mereka sebelumnya."

Yesung menatap Leeteuk sedikit ngeri. Malaikat bertampang lembut yang lebih tua darinya itu sepertinya memiliki sisi lain yang sedikit, yah… katakanlah mengerikan?

"Aku harap tindakan kita tidak salah, hyung…" ucap Yesung khawatir.

Lagi-lagi Leeteuk tersenyum. "Tenanglah. Kita punya alasan melakukan ini semua. Alasan yang sama-sama kita ketahui."

End of Unidentify place

.

.

.

.

.

Seperti biasa D&C Resto ramai pengunjung. Ramai pengunjung berarti banyak orderan. Banyak orderan berarti piring kotor menumpuk. Piring kotor menumpuk itu artinya 'Cho Kyuhyun'.

Yup, Kyuhyun kembali berkutat dengan piring-piring kotor. Tapi kini ia tidak sendiri. Ada si cantik Lee Sungmin yang menemaninya. Namun ada yang aneh. Kondisinya begitu tenang, hanya ada bunyi air serta denting piring dan peralatan makan lainnya yang dicuci.

Ada apakah gerangan? Apakah KyuMin sudah akur? Masa iya? Tapi, KyuMin tanpa adu mulut seperti bukan KyuMin (?).

"Ambilkan sabun cair," pinta Kyuhyun pada Sungmin.

"Ne."

"Piring yang sudah bersih pindahkan ke rak pengeringan. Di sini sudah penuh," tambah Kyuhyun.

"Araseo."

Hening kembali. Suara kecipak air mendominasi.

"Pulang nanti temani aku ke minimarket sebentar, ya?" ucap Sungmin memecah kebisuan mereka.

"Oke," sahut Kyuhyun.

Benar-benar keadaan yang aneh. AADKM (Ada Apa Dengan KyuMin) sebenarnya? Sikap mereka yang tidak biasa itu bahkan mengundang tanda tanya dari pemilik dan karyawan D&C Resto.

Walaupun baru dua hari bekerja di D&C Resto, kelakuan unik KyuMin yang berisik dan selalu bertengkar meninggalkan ingatan tersendiri di benak para karyawan resto termasuk Heechul dan Hankyung.

Dan sekarang Kyuhyun dan Sungmin begitu tenang dan akur. Wajarkan kalau mereka merasa sedikit aneh? Namun tidak ada yang berani bertanya langsung.

Sebelum hari semakin larut, KyuMin pamit pulang. Sesuai kesepakatan sebelumnya, Kyuhyun menemani Sungmin ke minimarket.

"Mau beli apa?" tanya Kyuhyun ketika mereka sudah memasuki minimarket.

"Sesuatu untuk melampiaskan emosi." Jawab Sungmin.

Kyuhyun mengikuti Sungmin dan memperhatikan yeoja itu meraup beberapa batang coklat. Setelah membayar semuanya, KyuMin terus berjalan hingga menemukan sebuah bangku di tempat yang sepertinya adalah taman kecil.

Sungmin duduk di bangku taman dan segera membuka bungkus coklat kemudian memakan isinya dengan brutal.

Kyuhyun memperhatikan Sungmin. "Kau kenapa?"

Sungmin menatap Kyuhyun. "Melampiaskan emosi," jawabnya dengan mulut penuh coklat.

Kyuhyun ikut duduk di bangku. "Coklat bisa melampiaskan emosi? Kalau begitu aku minta satu."

Tanpa banyak bicara Sungmin memberikan coklatnya yang lain pada Kyuhyun. Untuk beberapa saat dua orang itu sibuk dengan coklat masing-masing. Hingga akhirnya…

"Hidupku yang sempurna sudah hancur…" lirih Kyuhyun.

"Hidupku juga jadi berantakan…" sahut Sungmin tak kalah lirih.

KyuMin berhenti mengunyah lalu saling tatap dengan pandangan sendu. Tak lama kemudian mata keduanya berkaca-kaca.

"Hiks…" isakan mulai keluar dari mulut Sungmin.

"Jangan menangis… nanti aku juga ikut menangis… hiks… tuh, kan aku mulai menangis…" Kyuhyun menggigit bibirnya.

Perasaan Kyuhyun dan Sungmin saat ini benar-benar campur aduk. Antara sedih, kesal, marah dan malu. Perlakuan tidak menyenangkan yang mereka terima hari ini di kampus masing-masing membuat suasana hati mereka rusak berat.

Hari-hari KyuMin sebagai namja dan yeoja populer sepertinya harus berakhir sampai di sini. Dan ini semua disebabkan oleh jerawat sialan yang dihadiahkan oleh duo Angels.

Kalau boleh jujur, mereka belum siap melepas semua itu. Kepopuleran. Mereka sungguh belum siap.

Isakan Sungmin makin keras. Wajah Kyuhyun merah padam menahan tangis. Sebagai seorang namja, tentu saja hal yang sangat memalukan bila harus menangis di hadapan yeoja. Tapi suasana hatinya sedang sangat mendukung. Namja juga manusia, kan?

Sungmin melanjutkan mengunyah coklatnya meski isakan terus keluar dari mulutnya. "Memangnya kenapa kalau kau menangis? Semua orang berhak melakukannya. Jadi menangis saja, tidak ada orang lain di sini, hiks…"

Pertahanan Kyuhyun pun runtuh. Namja itu akhirnya menangis dalam diam sambil menutupi wajahnya dengan tangan. Hanya isakan kecil yang sesekali terdengar.

Berbeda dengan Kyuhyun yang suara tangisnya nyaris tidak terdengar, Sungmin meluapkan perasaannya dengan bebas. Yeoja itu menangis sesenggukan sambil terus mengunyah coklat.

Lebih kurang 20 menit kemudian, acara tangis-tangisan itu berakhir. Kini KyuMin tengah memandang langit. Bungkus coklat berserakan (KyuMin tidak berhenti mengunyah coklat di sela-sela tangisan) di sekitar mereka.

"Tolong rahasiakan kejadian hari ini," ucap Kyuhyun tiba-tiba.

"Maksudmu?" tanya Sungmin.

Kyuhyun berdecak kecil. "Anggap saja kau tidak pernah melihatku menangis."

Sungmin menoleh dan menatap Kyuhyun dengan mata sembabnya. "Wae? Merasa malu?" goda Sungmin.

Kyuhyun langsung memalingkan wajah ke arah lain, matanya yang tak kalah sembab dari Sungmin bergerak-gerak gelisah. "Siapa bilang? Aku hanya merasa tak enak…"

Sungmin yang sempat menangkap munculnya rona merah di wajah Kyuhyun terkikik geli. "Iya, kau malu. Tenang saja, aku sudah biasa melihat namja menangis. Kau namja kedua…" ucap Sungmin.

Kyuhyun kembali menatap Sungmin. "Siapa yang pertama?" tanyanya kepo.

"Sungjin. Nae namdongsaeng," jawab Sungmin.

Lagi-lagi Kyuhyun berdecak. "Pasti kau yang membuatnya menangis, kan?" tuduhnya.

"Kenapa kau bilang begitu?" Sungmin tidak terima.

"Namja tidak akan menangis selain di depan keluarganya. Kalau bukan karena dimarahi orang tua kalian, pasti disebabkan olehmu, kan?" jelas Kyuhyun. Namja itu berkaca pada dirinya sendiri. Kyuhyun tidak akan pernah menunjukkan air matanya selain di hadapan orang tua dan noonanya.

Tapi sepertinya Kyuhyun belum sadar kalau dirinya baru saja menunjukkan air matanya di hadapan orang lain selain keluarganya. Di hadapan Sungmin.

Sungmin menggaruk kepalanya yang tak gatal. Sepertinya apa yang dikatakan Kyuhyun ada benarnya. "Ehm, iya sih… lebih kurang seperti itu…" yeoja itu akhirnya mengaku sambil senyum-senyum gaje.

"Ck, pantas kau sangar sekali. Terbiasa berkelahi dengan adik sendiri…" cibir Kyuhyun.

Ucapan Kyuhyun barusan membuat Sungmin sedikit kesal. Yeoja itu bermaksud balas dendam. "Kau tahu, aku baru ingat kalau aku pernah melihat namja yang menangis bukan di hadapan keluarganya…"

"Siapa?" Kyuhyun penasaran. "Memangnya ada namja seperti itu? Memalukan…"

"Ada!" Sungmin tersenyum lebar. "Namanya Cho Kyuhyun."

Loading…

Kyuhyun tertohok. Namja pucat itu baru sadar. "Sialan!" makinya.

Sungmin tertawa keras.

.

.

.

Ini pertama kalinya Kyuhyun dan Sungmin bercakap-cakap ringan dengan akrab sejak pertemuan pertama mereka di taman kota dua hari yang lalu. Berbincang santai untuk meluapkan perasaan masing-masing.

Saling berbagi kesedihan walau masih diselingi dengan sedikit pertengkaran kecil. Namun KyuMin tanpa pertengkaran bukanlah KyuMin (?), bukan?

Tanpa disadari oleh keduanya, perasaan hangat perlahan mengalir memenuhi rongga dada masing-masing.

.

.

.

.

.

Hari demi hari berlalu hingga tak terasa sudah satu minggu lamanya KyuMin menghabiskan waktu sebagai karyawan part time di resto HanChul.

Itu berarti sudah satu minggu pula namja pucat dan yeoja kelinci itu menjadi 'orang biasa'. Meski terkadang masih menggunakan jasa masker, namun mereka sudah mulai terbiasa dengan kondisi wajah masing-masing.

Kyuhyun dan Sungmin sendiri sudah mulai enjoy satu sama lain sejak malam itu ―malam ketika sesi curhat mereka terjadi tanpa sengaja― walau tetap saja ada pertengkaran yang tidak bisa dielakkan. Contohnya sekarang, saat Kyuhyun dan Sungmin bertengkar lagi karena berebut tugas.

"Pokoknya aku mau menjaga meja kasir titik!" Sungmin ngotot.

"Tidak! Kemarin kau sudah menjaga meja kasir, sekarang giliranku!" Kyuhyun tak mau kalah.

Sudah dua hari ini karyawan yang bertugas menjadi kasir tidak masuk kerja karena sakit. Biasanya ada Heechul yang akan menggantikan, namun kebetulan sekali Nyonya Tan itu juga sedang tidak enak badan sementara Hankyung sendiri tidak bisa full di tempat mengingat posisinya sebagai salah satu juru masak sehingga bagian kasir diserahkan pada Sungmin untuk sementara waktu.

Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa posisi kasir ini begitu diperebutkan?

Jawabannya ternyata sangat sederhana : meja kasir memiliki tempat duduk.

Orang yang menjadi kasir bisa dengan leluasa duduk santai di kursi empuk yang memang disediakan dan tidak dianjurkan untuk meninggalkan lokasi kecuali terpaksa.

Bagi KyuMin yang selama seminggu ini lebih banyak berdiri dan mondar mandir, ini adalah kesempatan besar untuk beristirahat.

Terus terang saja, Kyuhyun dan Sungmin bukan orang yang terbiasa bekerja berat. Perlu usaha dan tekad yang keras hingga mereka bisa bertahan sampai sejauh ini. Dan tentu saja, ehem, peringatan mengerikan dari para malaikat kece kita.

"Kita tentukan dengan gunting-batu-kertas!" tantang Kyuhyun.

"Oke!"

Dan pertaruhan pun dimulai. KyuMin sibuk mengepalkan tangan (lambang batu), melebarkan telapak tangan (lambang kertas) dan membuat tanda V dengan jari telunjuk dan tengah sebagai perwujudan lambang gunting.

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih lima menit itu akhirnya dimenangkan oleh Sungmin. Yeoja itu bersorak gembira sementara Kyuhyun mengumpat kesal atas kekalahannya.

Sambil mengumpat, Kyuhyun mulai beranjak kembali ke dapur untuk melihat-lihat pekerjaan yang bisa dilakukannya. Namun sebelum Kyuhyun benar-benar menghilang ke dapur Sungmin menahannya sebentar. Yeoja itu kemudian mendekatkan wajahnya ke arah Kyuhyun sambil sedikit berbisik, "Aku harap kau bisa menjaga mulutmu, Cho. Berhentilah mengumpat dan kunyah ini."

Kyuhyun menatap benda persegi panjang yang disodorkan Sungmin padanya dengan kening berkerut.

"Permen karet? Untuk apa aku mengunyahnya? Aku tidak suka yang manis-manis!" tolak Kyuhyun.

"Tapi kau mau makan coklat," Sungmin mengingatkan.

"Saat itu kondisinya berbeda," cetus Kyuhyun. "Pokoknya aku tidak mau!"

"Dengarkan aku, Kyu. Sampai waktunya pulang nanti mungkin aku akan terus berada di meja kasir," Sungmin mulai membuka bungkus permen karet.

"Lalu?" Kyuhyun belum mengerti.

"Itu artinya kemungkinan besar aku tidak akan berada didekatmu seandainya mulutmu yang slebor (?) itu tidak bisa dikendalikan lagi. Dan aku belum mau lenyap, jadi cepat kunyah ini!" desis Sungmin kemudian menyumpalkan dengan paksa permen karet tadi ke mulut Kyuhyun.

Mau tak mau namja evil itu mengunyahnya. Terdengar dengungan tidak jelas yang sebenarnya adalah umpatan dan makian. Namun karena Kyuhyun terus mengunyah, tidak ada kata-kata kasar dan umpatan yang terdengar.

Sungmin seharusnya tidak perlu terlalu cemas memikirkan Kyuhyun mengingat namja itu sudah mulai belajar mengendalikan mulutnya sejak tiga hari belakangan. Namun mood Kyuhyun yang sepertinya sedang kurang baik hari ini memaksanya menggunakan cara sendiri. Membuat sibuk mulut Kyuhyun dengan permen karet merupakan satu-satunya cara yang terpikirkan di otaknya saat ini.

Kyuhyun berjalan gontai memasuki dapur dan―

"Kyuhyun-ah, orderan meja 7," ―suara Eunhyuk langsung menyapanya. Tidak lama kemudian beberapa piring menu muncul, menunggu untuk diantarkan.

Kyuhyun menghela napas pasrah. 'Sepertinya aku butuh lebih banyak lagi permen karet…'

.

.

.

.

.

Heechul mengetuk-ngetukkan tumit sepatu hak tingginya ke lantai dengan gusar. Setiap beberapa menit sekali yeoja cantik itu mengecek waktu melalui arloji di tangan kirinya.

"Kenapa lama sekali, sih…" Heechul bergumam tidak sabar.

Yeoja itu terus menunggu dengan gelisah. Hingga akhirnya seseorang menyapanya.

"Nyonya Tan Heechul?"

"Ne?"

"Dokter Hwang ingin bertemu dengan Anda."

Heechul segera bangkit berdiri dan mengikuti seseorang yang ternyata adalah suster itu dengan perasaan cemas.

Saat ini Heechul sedang berada di sebuah rumah sakit di Seoul. Yeoja itu memutuskan untuk memeriksakan diri ke rumah sakit karena kondisi tubuhnya yang kurang sehat.

Memeriksakan tubuh yang kurang sehat. Itu adalah alasan kesekian bagi Heechul. Alasan utamanya adalah untuk memastikan sesuatu.

Sebelum memasuki ruangan Dokter Hwang, Heechul berusaha menenangkan diri dengan menarik dan menghembuskan napasnya berkali-kali.

Raut wajah Dokter Hwang yang tidak dapat diartikan menyapanya ketika Heechul membuka pintu dan duduk di hadapan dokter yang sudah cukup berumur itu.

"Bagaimana, Uisanim?" tanya Heechul khawatir.

Dokter Hwang kemudian menyerahkan hasil pemeriksaan laboratorium Heechul.

Dengan tangan gemetar Heechul mulai membaca baris demi baris tulisan yang tercetak di kertas putih itu. Perlahan, air mata mulai merebak di pelupuk matanya. Hingga akhirnya tetes demi tetes cairan bening pun jatuh membasahi permukaan kertas. Yeoja itu terisak pelan.

"Tidak… ini tidak mungkin…"

.

.

.

.

.

Next or Delete?

A/n : Annyeong… saya telat update lagi… (walau tidak separah kemarin :P). Bagaimana? Ceritanya semakin gaje, ya? Mianhae kalau kalian mulai merasa bosan… Oke deh, saya gak banyak bacot lagi, mau balas review Chingudeul dulu… :).

Balasan review :

reaRelf : Kkkk… itu benar. Saya juga nungguin nih kapan KyuMin akur #slapped. Gomawo, chingu :). Mind to review again?

Diamond : Gak selalu berantem kok, chingu. Akan ada saat-saat di mana KyuMin sedikit akur, sedikiiiiiit aja :D. Mari kita tanyakan pada KyuMin, maukah mereka bersatu? XD. Kalau masalah chapter saya belum tahu, tapi diusahakan tidak lebih dari 10, paling banyak mungkin 12, tergantung situasi dan kondisi. Saya harap chingu tidak bosan, ya ;'). Mianhae saya belum pernah dengar lagu SuJu yang H.I.T… emang ada ya? #kicked. Untuk lagu-lagu SuJu, dalam setiap album, ada yang saya suka ada juga yang tidak :). Gomawo. Mind to review again?

Maximumelf : Itu adalah suara… udah terjawab kan, chingu? :). Gomawo. Mind to review again?

ZaAra eviLKyu : Ming gak kepukul, justru sebaliknya… udah dapat jawabannya, kan, chingu? :). Ini sudah lanjut, gomawo. Mind to review again?

Li KyuMin : Hehehe, mian… mau saya bantu bersihkan lumutnya, chingu? :). Mianhae saya tidak bisa update kilat. Gomawo. Mind to review again?

QQ KyuminShipper : Iya, belum akur. Saya juga nungguin tuh :P. Ini sudah lanjut, chingu :). Gomawo. Mind to review again?

Park Ha Mi : Hyaaa uljima~ ini FFnya sudah update, chingu :). Saya dan beberapa reviewer juga bertanya-tanya kapan KyuMin akur :P. Mianhae lagi-lagi saya telat update. Gomawo. Mind to review again?

dirakyu (chap 5, 6) : #ikut bayangin jerawat Ming bareng chingu… Mianhae saya belum bisa update kilat. Gomawo. Mind to review again?

KekasihYesung : Wah, chingu kekasih Yesung oppa? Ntar diuber-uber Wookie, lho XD. Belum tahu, diusahakan tidak lebih dari 10, maksimal 12, tapi tergantung situasi dan kondisi juga. Saya harap chingu gak bosan, ya ;'). Mudah-mudahan happy end :). Tuh, Wookie udah muncul walau cuma sekilas :P. Gomawo. Mind to review again?

Park Min Rin : Gapapa, chingu, gak ada yang perlu dimaafkan :), yang ada juga saya yang minta maaf karena lagi-lagi update nya lama… entah kapan saya bisa update kilat… ;'(. Gomawo. Mind to review again?

Cho Pristi Lee : Ini sudah lanjut, chingu :). Apakah chap ini sudah banyak KyuMin momentnya? Gomawo. Mind to review again?

mayasiwonest. everlastingfriends : Ne, ini sudah lanjut, chingu :). Mianhae lagi-lagi saya telat update… Gomawo atas pengertiannya, chingu :). Mind to review again?

DithaKyu : Saya terharu chingu belum lupa ceritanya padahal FF ini lama banget telatnya ;'). Mari kita berdoa bersama agar KyuMin pacaran. Semakin banyak yang mengamini, semakin besar pula peluang KyuMin jadian XD. Mianhae saya belum bisa update a.s.a.p… Gomawo. Mind to review again?

sudokyu : Ini sudah lanjut, chingu :). KyuMin memang mempesona :). Wah, sayang sekali modusnya tidak berhasil karena saya lagi-lagi update telat… mianhae, chingu… ;'(. Gomawo. Mind to review again?

Heldamagnae (chap 1, 2, 3, 4, 5, 6) : Jeongmal kamsahamnida chingu bersedia mengisi kotak review di setiap chapter :). Kyuhyun sedang berusaha mengendalikan emosinya, kita doakan semoga dia bisa. HanChul memang baik :). Gomawo, chingu :). Mind to review again?

Guest : Ini sudah lanjut, chingu :). Gomawo. Mind to review again?

tarry24792 : Gapapa, chingu, silakan kalau mau curhat :). Saya juga terkadang curhat di kotak review author lain :). Coba chingu konsultasi ke dokter spesialis kulit soalnya penyebab jerawat itu bermacam-macam (pengaruh hormon, stress, alergi, dll). Kalau sudah tahu penyebabnya mudah-mudahan bisa diberikan solusi yang tepat untuk menghilangkannya :). Gomawo. Mind to review again?

PaboGirl : Hai, selamat datang di FF ini :). Untuk pertanyaannya sudah terjawab semua, kan, chingu? :). Ne, mari berdoa agar hukuman KyuMin cepat selesai dan panah cupid segera menghampiri mereka. Ini sudah update, mianhae lama… Gomawo. Mind to review again?

Adakah yang namanya belum ditulis?

Follow me : at Majesty_Michi

Last, Review please?