Double Trouble
Hermione tertawa kecil melihat tingkah antik orang tua sahabatnya itu. "Akhirnya kau tersenyum"kata Alice Longbottom yang memperhatikannya. Semburat merah muncul di wajah Hermione. Remus yang menyadari hal itu pun mengangguk.
"Hermione Dear"panggil Lily. Hermione menoleh. "Ya Lily"jawab Hermione. Lily pun memberikan tanda untuk Hermione melanjutkan.
Hermione menceritakan bahwa tindakan Harrieta dan Ron hampir membuat mereka di keluarkan jika bukan karena Professor Dumbledore dan fakta mereka berdua siswa asrama Gryffindor. Tentu saja, hal itu mengejutkan bagi yang mendengar.
"Saat Harrieta dan Ron bergabung, aku memberitahu mereka pengumunan yang kepala sekolah. Yaitu Gilderoy Lockhart menjadi guru ilmu pertahanan pada ilmu hitam kami yang baru"kata Hermione. Remus Lupin melihatnya. "Bagaimana teknik mengajarnya?"tanya Lupin.
"Parah"sahut Hermione.
"Bisa di jelaskan ?" Kali ini Frank Longbottom yang bertanya. "Pertama kali ia mengajar, ia memberikan kuis pada kami. Hanya pertanyaan kuis itu tidak berhubungan pada pelajaran . Seperti apa cita - citanya dan apa warna kesukaannya. "jawab Hermione. Baik Lupin dan Lily menaikkan salah satu alisnya. "Setelah kuis tak jelas itu. Professor Lockhart menunjukkan pada kami pixie berwarna biru. "Lanjut Hermione. Hermione berhenti bercerita karena Harrieta meminta di pangku olehnya.
"Professor Lockhart melepaskan pixie - pixie itu, dan tentu saja dalam sekejap kelas menjadi berantakan. Beliau menyerahkan kepada kami untuk menangani hal tersebut sementara ia bersembunyi"kata Hermione.
"Ia sama sekali tidak membantu?"tanya Sirius tidak percaya. Hermione mengangguk. "Aku berharap kalian mendapatkan guru yang baik"balas Remus Lupin. Hermione tersenyum. "Kami segera mendapatkan Professor yang terbaik"kata Hermione sambil memandang Lupin.
"Pelajaran kami selanjutnya adalah Herbiologi dan kami berbagi kelas dengan Slytherin. Tumbuhan yang kami pelajari adalah Mandrake. Pelajaran kami berjalan lancar hanya ada satu kejadian yaitu Neville pingsan, karena lupa memakai Earmuffnya "kata Hermione. Baik Frank dan Alice tersenyum pada putra kecil mereka.
Lily menyajikan teh dan kue - kue kecil sebagai camilan. Harrieta kecil yang duduk di pangkuan Hermione tampak mengantuk hingga James memutuskan untuk mentranfugrasi selimut kecil menjadi kasur kecil lengkap dengan bantal dan selimut kecil. Secara perlahan, Hermione menindurkan Harrieta kecil.
"Harrieta cepat tidur di dekatmu Mione"kata Sirius.
"Ia selalu begitu. "jawab Hermione singkat. Harrieta kecil cepat tertidur.
"Siang itu, Oliver Wood kapten tim Quindditch Gryffindor. Memimpin timnya untuk latihan namun Tim Quindditch Slytherin ada disana. Mereka ingin melatih Seeker baru mereka yaitu Draco Malfoy."kata Hermione. Sirius menyeringai. "Tipikal, apa yang di berikan Malfoy kali ini?"tanya Sirius. Pertanyaan Sirius itu membuat James menyeringai.
"Oh Lucius hanya menyumbang sapu nimbus 2001 untuk tim " jawab Hermione.
"Tipikal Lucius. Tak ada artinya jika tak memiliki bakat"kata James.
"Aku juga mengatakan hal tersebut. Sebagai balasannya ia memanggilku darah lumpur. Hal itu membuat baik Draco dan Ron mengacungkan tongkat masing - masing. Tongkat Ron yang sudah bermasalah, membuat kutukannya berbalik mengakibatkan Slug keluar dari mulutnya"jelas Hermione.
"Eww"respon Sirius. Hermione menceritakan di hari yang sama, ia melihat Harrieta dan Draco berdebat. Tampaknya Harrieta tersinggung mengenai kata - kata Draco tentang darah lumpur.
a/n: Happy new year
