Haaaa-iiii-ooooo!
Setelah lama berlarut - larut di dunia nyata...
Dan menggila bersama kakak sepupu tercinta...
Ngalong kayak kalong dan susah bangun kayak kebo...
Mendaki gunung lewati lembah...
*Ditendang*
Ehm. Balesin review dulu ya!
Rin . Aichii: Dari ripiuh~ cuma anda yang balas curhatan saya T^T *ditendang* gyahahha eniwei tengss! xD Echo gituloh B^) Kalo Gil joget ala SNSD... Gacocok xO kaki Gil kan bebulu! *ditendang* Oz jelek di pelajaran IPS dan IPS xD eniwei, thanks for da ripiuh!
eriottodaisuki: Yo! Liam kan mesum :33 *ditendang* pedopil lagi! *dibunuh* Oh tidak... Jangan... jangan pasangkan Elliot dengan Alyss maupun Alice T^T ga cocooookkk T^T dia cocoknya sama Siebte Gloxinia *dibunuh* sama Eida boleh! x) eniweiii thanks for da ripiuh~! XD
Katy Starcatcher (males login lolll): Yo! E-eh... NAFAS! NAFAS! T^T *goyang-goyangin badan* Untuk idenya ditunggu di chap selanjutnya yapp XD dia masuknya kepermainan - permainan antar negara XD Glo ngiler ngeliat Elliot pake bikini atau kostum kucing gitu sambil ngomong 'Nyaa~' *dibunuh* btw, thanks for da ripiuh! XDDD
salmahimahi: Hi! XD fa-fans? *garuk tanah* sumpah saking Glo pengen tau tentang taman sewu sampe Glo PM... *ditendang* maaf Glo merepotkan m-_-m *disorakin* pokoknya A7X itu band metal XD apa Rock.. atau apaan? Glo gatau Genre musik 8'D *dor* will you remember me the way I remember you~ *iklan gula* well, thanks for da ripiu! XDD
Well. NYAHAAHAHAH THIS IS CHAPTER SEVEEEEEEN!
HOPE YE ALL LIKE IT! :3
THANKS TO: Readers! Reviewers! Fave! Alerts! yang selalu ngasih semangat buat nulis xD dan ide cerita dari salmahimahi XD~ well, hint next chap ada di bawah! x) thanks again!
WARNING:Menyebabkan iritasi mata *note: Iya kalo bacanya deket banget mah* Tombol 'x' a.k.a close selalu terbuka untuk yang enggak suka *DIANJURKAN JANGAN T^T tapi gapapa sih XD* tombol back juga ada sih *kicked*. OOC, GAJE, TYPO, OOC BANGET, GAJE BANGET. Typo, Cursing words. BANYAK TYPO WOI AH T^T *nangis*.
DISCLAIMER: I own nothing except my OC(s), my stories and my imagination. Other characters belongs to Mochi-san. =) orang botak punya turansu tivi dan seseorang mili SMEnt! SIAPAKAH DIAAA? JENGJENGJENG!
.
.
.
.
.
.
.
Don't Come Near Me
/Gimana kalo anak - anak PanCo ketemu sama... Arwah di Lawang Sewu? Pastinya mereka kebelet pipis./
/a request from salmahimahi/
/ada orang botaknya juga loh/
.
.
.
.
.
.
.
"HOREEEEE!"
"DIEM! GAUSAH TERIAK DISEBELAH KUPING GUA, ALICE!" tukas Alyss sambil menahan keberisikan adik kemarnya yang uchul nan biadab.
"Emangnya kita mau kemana sih?" tanya Elliot gusar. Entah mengapa, sehabis nonton mama dan aa tadi pagi, ia merasakan hawa buruk yang akan terjadi (?).
"Gil, elo dikasih tau gak kita mau kemana?" tanya Break.
"Kagak." bales Gil pendek.
"Gue juga engga!" sahut Jack.
"Gak ada yang nanya elu, Jack." sambung Reo.
"Emangnya mau kemana sih? Bikin penasaran aja." ujar Liam yang duduk disebelah Michelle.
"..." Michelle gak ngejawab.
.
.
.
Muka Michelle memucat.
"Umm, Michelle?" Sharon panik melihat muka Michelle yang pucat...
"Y...ya?" balas Michelle lemas.
"Wah... Kenapa lemes tuh?" tanya Oz jahil dengan nada om - om mesum.
"Semalem ngapain hayo?" timpal Reo.
"HUS!" Lotti menengahi mereka sebelum berbicara sampai yang menjerumus.
.
.
.
"Ki-kita... Mau... ke... mau..." ujar Michelle gagap, semua mendengarkan dengan hikmat, seksama, khusyu.
"Mau ke?" Sharon menekankan nada bicaranya.
"Ke tempat... YANG ASYIK! IYA HEHEHEHEHEH!" jawabnya cengengesan.
"Kok meragukan..." timpal Oz.
"BENERAN!" balas Michelle dengan tidak santainya.
"EHHH GUA BAWA KORSET!" ujar Break bahagia.
"Buat apaan..." Eida sweatdropped.
Mereka ber-15 ribut. Minus Echo yang pokerface, dan Vince yang duduk di sebelah Pak Supir -ehm, Pak Rufus Barma, selaku supir jalan - jalan mereka.
.
.
.
.
.
.
.
"Ehm, kita sudah sampai, teman - teman." Vince membuka pintu van mewah mereka.
"OH YAAA?" Break paling excited, ia membanting pintu van itu.
Tapi… langsung jatuh terduduk setelah melihat plang lokasi mereka.
"Ada apa, Break?" tanya Sharon panik dan langsung menyusul Break...
.
.
.
BRUKKKK!
Sharon terduduk lemas disamping Break.
"Ehm, teman - teman." Vince memecahkan keheningan.
"Kita dimana?" tanya Reo, mulai serius.
"Kita, di..." Vince berdehem sebentar. "LAWANG SEWU." lanjutnya.
.
.
.
.
.
.
.
"INNALILLAHIIII! GUE MAU BALIK!" pekik Elliot yang langsung merinding.
"AAAAAAAAAAAAAAA!" Lotti ikutan parno.
Michelle makin memucat.
Break masih nganga.
Echo bawa garem buat jaga - jaga ada setan, bisa nebar garem. Entah kebiasaan dari manakah itu.
Gil kentut (?).
.
.
.
"Ehm, permisi, anda butuh tour guide?" tanya seseorang memakai seragam khaki. Dengan topi dan senyumnya yang menawan. Melilit tas di pinggangnya.
"Ssst, itu manusia bukan?" bisik Jack ke Gil.
"Gatau, tes aja. Elo tendang barang berharganya. Kalo dia teriak, berarti dia manusia." usul Gil ngaco.
Jack pun mendekati si tour guide.
"Ehm, halo?" Tanya si tour guide keki ketika Jack mendekatinya.
.
.
.
DUAGHHHH!
"HANYINNNG! SAKITTT!"pekik si tour guide yang dengan sukses ditendang 'barang berharganya' oleh Jack.
"Woiii! Dia manusia! Tadi gue tendang anunya, terus ada kenyel - kenyel gitu!" Jack senang bukan main.
"HOREEEEE!" Anak - anak PanCo senang bukan main, mereka mengucapkan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa. Bahkan sampai tumpengan (?).
"Baiklah, kebetulan kami memang butuh tour guide." tukas Rufus Barma.
"Oke, perkenalkan, nama saya Cho-wok Keren." ujar si tour guide dengan muka tidak meyakinkan.
"Oh ya?" Liam menaikkan salah satu alisnya.
"Bohong." sahut Echo cepat.
"Gapercaya..." tukas Alyss.
"O-oke, nama saya, Cho Kyuhyun. Salam kenal." Kyuhyun akhirnya memperkenalkan diri.
"Alah, nama Paijo Susanto aja ngaku - ngaku." cetus Elliot.
"Enak aja!" Kyuhyun ngamuk.
.
.
.
"Jadi, kita kapan masuk ke Lawang Sewu nya?" Tanya Liam yang capek ngedengerin perdebatan mereka.
.
.
.
Kaki – kaki tak berdosa (?) itu memasuki suatu bangunan bergaya klasik peninggalan Belanda. Yang konon kata orang – orang disekitarnya sering terlihat makhluk halus.
"Jadi, ini adalah bangunan peninggalan Belanda." ujar Kyuhyun dengan mata yang sayu. Ia mengusap – ngusap salah satu pintu yang berada di dekat pintu masuk Lawang Sewu.
"Arti Lawang Sewu sendiri itu apa sih?" tanya Eida antusias.
"Ehm, 'lawang' itu artinya pintu, dan 'sewu' artinya seribu. Walaupun pintu disini tidak benar – benar seribu, tapi orang – orang menyangka jendela – jendela besar sebagai pintu." terang Kyu.
"Oohhh! I see!" Oz manggut – manggut.
"Echo… Ngapain lu?" tanya Liam.
"Nebar garem." Balas Echo datar.
"Tenang aja, kalo kalian engga bengong, gabakal kesurupan kok." ujar Kyu yang sepertinya telah tau seluk beluk Lawang Sewu.
"Tapi kok sepi? Bukannya harusnya banyak rombongan?" tanya Reo, curiga.
"AAAAH ELO TAKUT YE?" pekik Alice.
"HAHAHAH REO SI PENAKUT! TUT TUT!" lanjut Alyss.
"Itu Popeye si pelaut. Tut tut." ralat Reo sweatdropped.
"Gue kira lawang itu artinya bencong. Soalnya kan ada Taman Lawang." ujar Jack yang daritadi sok cool padahal pengen ngompol.
"Aaaah elo suka mangkal disana ya?" tanya Break usil.
"Ndasmu!"
"Elliot, Lotti, sama Sharon diam terus nih, ufufuuf." goda Michelle yang sebenernya udah pengen nangis.
"Anjir, si Lotti sampe bawa yasin!" pekik Oz.
"Ehm, pak Kyu, silahkan lanjutkan." ujar Pak Barma.
.
.
.
"Lawang Sewu dibangun sekitar tahun 1903 dan pada masa pemerintahan Belanda gedung berlantai dua dan mempunyai ruang bawah tanah ini berfungsi sebagai kantor dari NIS (Nederlansch Indishe Spoorweg Naatschap)." Terang Kyu kepada anak – anak PanCo sambil berjalan menyusuri Lawang sewu.
"Ini, saksi bisu antara pertempuran, pembunuhan, para pahlawan maupun pemberontak, penjajah…" ujar Kyu dengan suara parau,
"Kak Kyu?" tanya Vince meyakinkan.
"Ya? Ada yang mau ditanyakan?"
"Suaranya kenapa serek gitu?" tanya Gil.
"Engga apa - apa mau dilanjutkan?"
"Oke!"
"Setelah Jepang mengambil alih pemerintahan Belanda di Indonesia pada sekitar tahun 1942, ruang bawah tanah gedung ini yang sebelumnya merupakan saluran pembuangan air di 'sulap' menjadi penjara bawah tanah sekaligus saluran pembuangan air."
"Ke ruang bawah tanah yu!" usul Vince –nekat.
"HECK NO!" jawab Elliot.
"Ayolah kita kan baru sekali kesini!" pinta Gil.
"Break, kamu ikut ke ruang bawah tanah?" tanya Sharon, ngeri.
"Ah elo mah, gue kan penakut!" rengek Lotti.
"Jadi ke ruangan bawah tanah?" tanya Kyu.
"MAOOOO!"
"OGAAAAH!"
"Terserah."
"Oke, kita ke ruang bawah tanah." ujar Pak Barma.
"Yah, kenapa elu yang ngambil keputusan?" bentak Elliot.
.
.
.
.
.
.
.
"Ini?"
"Mana penjaranya?"
Anak – anak PanCo hanya mendapati sebuah bak –atau lebih tepatnya penampungan air.
"Lah, itu?" Kyu heran.
"Yang maneee?" Gil jengkel.
"Itu lho didepan kalian, yang kayak bak mandi."
"MASYAALLAH! ITU APAAN? PENDEK GITU DIMANA NGURUNGNYA?" tanya Sharon takjub.
"Ini adalah Penjara Jongkok. Karena ruangannya yang sangat sempit dan atapnya rendah penjara-penjara ini dinamakan sebagai penjara jongkok." jelas Kyu.
"Wuaaaa!"
"Ayooo kapan udahannya…" pinta Lotti.
"Miririnding ih, mistis abis." ujar Michelle.
"Merinding kaleee, kenapa jadi miririnding?" ralat Liam.
"Aduh, kurang sinar nih, jadi serem."
"Lembab lagi."
Begitulah kira – kira komentar anak – anak PanCo.
"Kak Kyu." panggil Echo.
"Ya?" balas Kyu.
"Disini pernah ada noni belanda ya?" tanya Echo.
.
.
.
DEG.
Suasana mencekam.
"Ya, memang pernah ada. Kenapa?" tanya Kyuhyun, bingung.
"Masih hidup?" tanya Echo, serius.
"Sudah meninggal."
.
.
.
"MATI! JANGAN BILANG TADI ELU LIAT NONI BELANDA?" tukas Lotti cepat.
"Echo ga sengaja ngeliat… tadi."
"Dimana?" tanya Kyu.
"Noni itu duduk di kaca patri yang melukiskan noni juga." ujar Echo.
"M—mungkin ii-itu cuma refleksi cahaya!" seru Elliot gemeter.
"Pasti di situ." gumam Kyu.
"ECHO! GALUCU AH!" pekik Sharon dan Alice yang ternyata penakut.
"Ketek ah, harus ketemu Noni Belanda segala."
"Ayo mari, masih ada ruangan yang belum saya jelaskan."
.
.
.
.
.
.
.
"Lawang Sewu dibuat oleh arsitek ternama, yaitu Prof. Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag." Terang Kyu sambil memimpin laju perjalanan ke Kaca Patri.
"I—itu, kaca patri noni – noni?" tanya Jack.
"Wuih, noninya pasti cantik – cantik." gumam Vince.
"Sedangkan ruangan disana…" ujar Kyu sambil menatap lirih.
"Ada apa dengan ruangan disana?" tanya Liam.
.
.
.
.
.
.
.
DEG!
"Ruang pemuas nafsu yang diisi noni - noni belanda." Kyu menerangkan.
"Dan yang Echo liat... bisa jadi..." ujar Oz sambil menatap Echo.
"Echo... Gak papa kan? Gak papa kan? Gak kesurupan kan?" tanya Lotti meyakinkan.
Rentetan pertanyaan dari Lotti tak digubri oleh Echo.
.
.
.
BRUKKKK!
"ECHOOOOO!" Anak - anak PanCo plus Pak Rufus Barma panik setengah mampus. Minus Kyuhyun yang menghampiri Echo.
Echo tiba - tiba terduduk dengan lutut ditekuk. tatapannya masih kosong.
Masih sangat kosong.
"Apa yang terjadi sama anak didik saya?" tanya Rufus Barma, tapi pertanyaan itu hanya dibalas oleh senyuman pahit oleh Kyuhyun.
"Akhirnya kau datang juga." ujar Kyu sambil berjongkok didepan Echo yang terduduk lemas.
"ARGHHH! MAKSUDNYA APAAN?" tanya Sharon yang ngumpet diketek Break. Kenapa harus ketek?
.
.
.
"Rozaria Van Hamburg."
...
Eh?
Kyuhyun yang berjongkok didepan Echo meraih dagu Echo dan mengangkatnya sedikit keatas.
"Hai, lama tak berjumpa selama puluhan tahun, Rozaria." ujar Kyu sambil tersenyum pahit.
Hei, apa - apaan ini?
"Kau..."balas Rozaria yang memakai tubuh Echo. Tatapan Echo mendadak meruncing setelah melihat muka Kyu.
"GYAAAAA SUARA ECHO UDAH ENGGAK IMUT LAGI!" pekik Lotti.
"Bukan." Kyu menyela perkataan Rozaria. "Aku bukan Shinji Hiratori."
"ARGHHHH SIAPAPULA SHINJI HIRATORI? HEI KYU! JELASKAN SEMUA INI!" Bentak Break yang kebelet pipis sudah melewati batas maksimal.
"Tapi... Muka kalian mirip." ujar Rozaria sambil meraih pipi Kyuhyun -lebih tepatnya, menggunakan tubuh Echo.
"Seharusnya kau tidak boleh memakai tubuh orang lain secara sembarangan, Rozaria." larang Kyu.
"Aku tahu. Tapi, siapa kau?" Rozaria berkata dengan lirih.
"Cucu Shinji Hiratori. Mantan kekasihmu." balas Kyu.
.
Reo mulai manggut - manggut, sedikit ngerti.
"Woi, elo ngerti?" tanya Elliot sambil menyikut Reo.
"Ho oh, I can see the ending!" ujar Reo.
.
"Eh...?" Pupil mata Rozaria -aka Echo membulat.
"Aku diberikan tugas, untuk memberikan pesan kepadamu." kata Kyu dengan lembut.
Rozaria -aka Echo tidak membalas perkataannya.
"Ia menyayangimu, siapapun sebenarnya seorang Rozaria." terang Kyu, "Ia sudah tak ada, sebaiknya kau kembali kesana, ya? Kakek Shinji pasti menunggumu disana." lanjutnya.
Rozaria -aka Echo... menangis.
"Maaf..." ujar Rozaria lirih.
Mata Rozaria menatap tas yang dibawa Lotti.
"Eh? EHHH KENAPA? KENAPA AKU DITATAP? HENTIKAN TATAPANMU ITU! HUHUHUUH!" rengek Lotti.
"Sekarang tahun berapa?" tanya Rozaria lirih.
"Du-dua ribu sebelas!" Lotti panik setengah mampus.
"Wah... pasti tas Burberr* sekarang lagi diskon..." ujar Rozaria.
.
.
.
Semua sweatdrop.
"Anyway, thankyou for the time." seiring perkataan terakhir, mata Echo perlahan menutup, dan...
.
.
.
Echo ambruk.
"ECHOOOOOOOO!" Semua menggerubungi Echo.
...
"Eh, hah?" tanya Echo lemas, plus bingung.
"YEAAAAY! ECHO MASIH HIDUP!"
"Gila, petualangan mistis." ujar Gil.
"Hei, aku tertarik dengan ceritamu." tutur Elliot sambil duduk menyila. Tanpa komando, anak - anak PanCo plus Pak Rufus Barma sudah duduk menyila dan melingkar.
"Shinji Hiratori itu pasukan jepang zaman dahulu. Sebelum Belanda menyerah. Ia adalah pasukan dari Jepang yang bertugas mengambil alih Lawang Sewu dari Belanda." ujar Kyu.
"Ia kakekmu?" tanya Alyss.
"Betul, dan Ia terpikat oleh noni belanda yang ditemui dijalan. I tulah Rozaria Van Hamburg." lanjut Kyu.
"Ohh, I see." anak - anak langsung manggut - manggut.
"Rozaria semakin dekat dengan Shinji, tapi Shinji tidak tahu kalau Rozaria adalah seorang... pemuas nafsu. Yaa, seperti itulah." terang Kyu. "Mereka selalu bertemu di tempat yang dijanjikan, sampai suatu hari... Rozaria tak kunjung datang selama berhari - hari." ujarnya.
"Kenapa?" Tanya Jack.
"Ia takut. Takut ketahuan akan pekerjaannya, dan tragisnya, Rozaria gantung diri di salah satu kamar. Saat perang di Lawang Sewu berlangsung, Shinji tak sengaja ia menemukan jasad Rozaria." Kyu menatap lirih ruangan itu.
"Tragis." komentar Eida sambil menyeka air matanya.
"Iya." ujar Sharon yang memeluk Break. Sambil sesegukan.
"Ga- ganyangka." Alice nangis sambil ngerangkul Gil dan Oz.
"HU-HUWAAAAA!" Jack nangis jejeritan.
"KENAPA JADI ELO YANG NANGIS?" bentak Alyss.
.
.
.
BRUKK!
"Hng? Siapa lagi itu?" tanya Kyu.
"BREAK! BREAKKKKK!" Sharon kaget liat Break tiba - tiba ambruk.
"YAILAAAH KENAPA PAKE ADA LAGI YANG KESURUPAN?" bentak Vince ngeri.
.
.
.
.
.
.
.
"HAIII CYIIIIN! AKIKA PINJEM BADANNYA DULU YAA~ AHIHI." ujar Break -ehm, setan becong yang make badan Break.
.
.
.
Semua sweatdropped.
"K-kok?" tatapan mata Elliot mendadak HORROR.
"Aiih ada browniesss~ ahihi." ujar 'Break' -setan bencong sambil mencolet dagu Elliot.
"ARGHHHH! JAUH - JAUH LOE!" Elliot panik setengah mampus.
"Ahihi sini main sama tante yuuuu~"
"YAILAAAH! SIAPAPUN BANTUIN GUE DONG!"
.
.
.
Semua menggeleng dengan kompak. Sambil tersenyum jahil.
"SIALAAAN!" pekik Elliot.
.
.
.
.
.
.
.
"Ehm, permisi." ujar seorang... Kru TV?
"Ya? Ada apa ya bawa - bawa kamera kesini?" balas Kyu sambil balik bertanya.
"Kami dari Turansu Tivi ingin mengadakan uji nyali disini." ujar si Kru TV.
"Hmmm, saya bisa merasakan hawa - hawa buruk disini." timpal seorang manusia (iya, dia manusia) botak yang memakai kaos bertulisan 'Penunggu Lawang Sewu' dan membawa tasbih.
"Innalillahi! Setan apalagi itu yang muncul? Tuyul jumbo?" Tanya Lotti sarkastik yang melihat peserta Uji nyali yang botak...
"..."
.
.
.
[Diluar Lawang Sewu]
"Makasih ya, untuk hari ini." ujar Eida sambil membungkuk.
"Sama - sama." ujar Kyu sambil tersenyum. "Biar kuulangi sekali lagi, namaku Cho Kyuhyun, dan aku maknae dari syu peo jyu nieo." lanjutnya.
"Syu peo jyu nieo?" ujar Sharon tertatih - tatih sambil mencerna.
"Su... super junior?" tanya Lotti.
"Betul." balas Kyu sambil tersenyum
.
.
.
"GYAAAAAAAAAAAAAAAA!" yang cewek mendadak histeris.
"Sekali lagi, terima kasih untuk kalian, dan untuk nona kecil ini~" ujar Kyu sambil mengecup pipi Echo.
"ARGHHHHHH!" yang cewek fangirling -minus Echo.
.
.
.
BRUMMMM!
Sebuah Lamborghini datang menghampirinya.
"Well, see ya! Ciao!" ujar Kyu sambil dadah - dadahan dan masuk ke Lamborghini nya.
"E -Echo dicium artis..." ujar Eida gak percaya.
"Eh iya, tadi gue kesurupan?" tanya Break.
Semua menatap geli -minus Elliot yang menatapnya jijik.
"Emang apaan sih?" tanya Break lagi.
"Iya, elo kesurupan bencong gitu." ujar Oz Geli.
.
.
.
"MIAPEEE?"
"SUMPEH! HAHAHAHAH"
"AAAAH KIBUL LO!"
"BENERAN! ELO SAMPE GODAIN ELLIOT GITU! AWW~"
"CIE ELLIOT MUKANYA MERAH."
"ARGHHH FITNAH!"
.
.
.
"SSSSH! DIAMMM! SAYA SEDANG MENCARI HANTU! NONI NONI BELANDAAA! KEMARILAH!" ujar si botak dari dalam Lawang Sewu. Suaranya menggelegar.
Semua sweatdrop.
.
.
.
.
.
.
.
Te-be-tjeh!
Yo!
Akhirnya jadi juga chapter 7!
cerita ini sebenernya saya gabisa bilang 'agak gaje' karena cerita ini BENAR BENAR GAJE! Tau ga, pad Glo ngetik ini harus ditemenin mbak soalnya harus ngesearch ttg lawang sewu T^T suram. Glo kan penakut...
*ditendang*
next chap, akan ngebahas tentang permainan tradisional dari negara - negara~
Insyallah, tapi kalo Glo gak selingkus sama Photoshop dan SAI ya :33 *ditendang*
Glo usahain!
Sekilas curhatan, Glo kira Lawang Sewu itu... GOA.
SUMPAH! Glo aja kaget pas tau ternyata Lawang Sewu itu bangunan...
key, hope y like it! x)
eh-niwei. Makasih untuk semuanya yang udah ngebca maupun ngeripiu!
I love you! tunggu kelanjutan cerita ini dan Reserved Reversed yaaap xP and thanks untuk salmahimahi! atas koreksi penulisan saya yang suangate hancurete di Reserved Reversed XD maaf kalo masih ancur *salah*
dan thanks thanks thanks untuk Ripiuwers and Readers, yang udah alerts maupun fave! THANKSSSS! :3
Love ya!
