Warning : GS, gaje, tidak sesuai EYD, alur membosankan, kurang romantis, aneh, typho dll
Semua cast bukan punya saya, tapi cerita ff ini punya saya
Dilarang copy paste ff ini dan dilarang bash cast ff ini
Saya pinjam nama cast dari Super Junior dan Shinee
'JOY'
LOVE INN
Siwon POV
Aku masih bersantai sambil menidurkan putri semata wayangku, Sooyoung saat kulihat istriku memasuki kamar kami dengan senyum lebar tersungging di bibirnya.
"Kau berhasil chagi?" tanyaku memastikan aksi istriku yang baru saja dikerjakannya sukses besar.
Kulihat Bummie mengangguk dengan semangat. Sesaat kemudian tangan halusnya sudah menarikku untuk beranjak dari ranjang.
Ah, benar juga. Ada Sooyoung di sana, kalau kami berisik, bisa-bisa dia terbangun, padahal aku tadi menidurkannya dengan susah payah.
Kami berjalan menuju kamar Minnie. Pelan-pelan kubuka pintu kamarnya, aku turut tersenyum lebar tatkala melihat yeodongsaengku satu-satunya itu sudah tertidur pulas, mungkin efek mabuk yang ditimbulkan oleh wine yang baru saja diminumnya.
"Sekarang sebaiknya kau telepon Joongwoon oppa dulu, pastikan bagaimana keadaan di sana. Kalau di sana sudah beres, kita bisa langsung ke bandara, kau sudah membereskan sewa pesawatnya kan yeobo?" tanya Bummie sambil memandangi wajahku.
"Tentu saja, pesawatnya satu paket dengan sewa penginapan." jawabku, merogoh kantung celanaku untuk mengambil ponsel yang tersimpan di sana.
"Jadi, pesawat pribadi milik Onew dan Key?" tanyanya sambil memandangku lagi.
Aku hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Waeyo, apa kau iri chagiya? Mianhe, kurasa aku baru bisa membeli pesawat pribadi sekitar lima tahun lagi." ucapku sambil mengelus rambut halusnya yang menguarkan aroma shampo yang begitu wangi dan menyegarkan.
"Ahni ya yeobo, aku hanya merasa, mereka berdua memang pasangan yang sangat unik." ucapnya sembari tersenyum, kemudian berjalan menuju lemari pakaian Minnie yang ada di pojok ruangan.
"Nah, sementara kau menelpon, aku akan menyiapkan semua keperluan Minnie selama di sana nanti." ia kemudian terlihat asyik memilah-milah baju Minnie yang akan dibawakannya ke sana. Sementara, aku yang merasa mulai diacuhkan kemudian memutuskan untuk menghubungi Joongwoon hyung. Semoga saja di sana juga berjalan lancar.
"Yeoboseyo." Sapa Joongwoon hyung mengawali pembicaraan kami.
"Yeoboseyo hyung, bagaimana keadaan di sana, apakah semua rencana kita berjalan dengan lancar?" tanyaku to the point.
"Ne, semua berjalan lancar. Kyuhyun sekarang sudah mabuk berat setelah minum lima botol wine darimu." jawabnya.
"Mwooo...lima botol? Bocah itu benar-benar kuat sekali minumnya." kagetku mengetahui kenyataan bahwa Kyuhyun bisa menghabiskan lima botol wine dengan kadar alkohol yang kubuat cukup tinggi itu.
"Ya, seperti yang kau tahu. Anak ini memang penggemar berat wine. Oiya Siwon ah, bagaimana dengan Minnie, apakah kalian berhasil membuatnya mabuk?" Joongwoon hyung balik bertanya.
"Tentu saja. Bummie sudah berhasil membuatnya mabuk." Jawabku.
"Syukurlah kalau begitu." ucap namja yang usianya lebih tua dua tahun dariku itu.
"Kalau begitu, kuharap malam ini juga, sebelum mereka berdua tersadar, kita harus menyelesaikan semuanya." sambungku sambil menyunggingkan senyum joker andalanku yang tentusaja tidak bisa terlihat oleh hyung di sana.
"Ne, aku mengerti. Aku akan segera membereskan semuanya bersama Wookie." jawabnya.
"Ne, aku dan Bummie akan menunggu di bandara." kudengar gumaman Joongwoon hyung dari sana dan kuanggap sebagai pengiyaan.
"Kalau begitu sampai bertemu di bandara, Hyung." tutupku pada akhirnya.
"Baiklah." jawabnya. Sesaat kemudian telepon kami terputus.
Aku kemudian kembali mengutak-atik daftar nomor di ponselku, mencari nomor seseorang yang akan memegang peran kunci dalam masalah ini.
"Lee Jin Ki." gumamku sembari memencet tombol ok. Kutempelkan ponselku di telinga, menunggu jawaban dari sana.
"Yeoboseyo." sapa orang yang kuhubungi saat ini, Lee Jin Ki atau lebih terkenal dengan panggilan Onew, seorang pengusaha muda yang usianya empat tahun lebih muda dariku, namun mempunyai kekayaan yang jauh melebihi kepunyaanku.
"Yeoboseyo Jinki ah." balasku.
"Ada apa Siwon hyung?" tanyanya kembali.
"Aku hanya ingin memastikan, apakah semuanya sudah siap?" aku kembali bertanya.
"Beres hyung. Antarkan saja adik dan mantan adik iparmu ke bandara. Sisanya nanti kami yang urus." jawabnya.
"Jinjja? Baiklah kami akan ke bandara sekitar pukul 22.00." jawabku bersemangat.
"Oke hyung. Sampai jumpa nanti." Jinki memutuskan sambungan telepon kami tanpa menungguku menjawabnya. Dasar namja ini, ia memang terkenal agak aneh dan agak nyentrik di kalangan pebisnis muda. Tapi dia sangat jenius dan pintar memanfaatkan peluang, apapun yang ia coba biasanya berakhir sukses. Ah, aku harus bersemangat agar bisa sesukses dia.
"Yeobo, sudah beres semuanya." suara lembut istriku menyadarkanku dari lamunanku.
"Ne...ne Bummie chagi. Kalau kau sudah siap, kajja kita ke bandara sekarang." tawarku kepada istriku dan dijawab dengan anggukannya.
End of Siwon POV
Joongwoon POV
Saat ini aku, Wookie, dan Kyuhyun sedang berkendara menuju ke apartemen Kyuhyun untuk mengambil beberapa baju dan keperluannya. Ya, malam ini aku dan Siwon sudah membuat janji untuk membawa Sungmin dan Kyuhyun ke bandara. Malam ini juga, mereka berdua akan diterbangkan dengan pesawat pribadi yang disewakan oleh Siwon menuju ke pulau di mana Love Inn, penginapan yang menjadi harapan kami untuk menyatukan kembali cinta mereka berdua berada.
"Chagi, tolong kau pilihkan baju yang akan Kyuhyun bawa, kau tahu kan kode pembuka pintunya?" tanyaku sambil mengelus rambut panjangnya dengan lembut.
"Kalau tidak salah, kodenya Minnie Ming 0101 bukan?" tanyanya sambil memandang ke arahku.
"Ne...ne... kau benar chagi, bocah itu ternyata masih benar-benar mencintai mantan istrinya, sampai-sampai kode pembuka pintu pun menggunakan nama Sungmin." gumamku sambil memandang ke arah namdongsaengku yang tertidur pulas di kursi belakang.
"Namanya juga cinta yeobo, apapun statusnya tak akan merubah perasaan mereka." jawab istriku sambil tersenyum penuh arti.
"Yasudah, aku ke apartemen Kyu dulu ne." Wookie bersiap membuka pintu mobil kami, tapi reflek kutahan tangannya.
"Hati-hati chagi." ucapku memandangi wajahnya dengan serius.
"Aku hanya masuk ke dalam, naik lift, membuka pintu apartemen Kyu, masuk ke sana, mengambil beberapa baju dan perlengkapan lalu kembali ke mobil lagi yeobo, jadi kau tak usah khawatir," ucapnya sambil terkikik geli.
"Mianhe, aku terlalu khawatir denganmu dan aegya kita." senyumku malu sambil menggaruk rambutku yang tidak gatal.
"Aku tahu. Gomawo yeobo." ia tersenyum sebelum turun dari mobil dan memasuki apartemen Kyuhyun.
Beberapa saat aku menunggu di dalam mobil sambil memainkan mainan kura-kura kesukaanku, hingga kulihat Wookie sudah kembali sambil membawa sebuah koper hitam yang dibawanya dengan sudah payah. Melihat itu aku langsung meloncat turun dari mobil dan menghampirinya lalu meminta koper yang berada di tangannya.
"Kau ini apa-apaan chagi, mengapa membawa barang seberat ini sendirian, harusnya kau menelponku untuk membawakannya atau meminta petugas di apartemen ini untuk membantunya. Bagaimana kalau terjadi apa-apa kepadamu, bagaimana kalau aegya kita...hmmmph " aku tak bisa melanjutkan kata-kataku karena bibirnya tiba-tiba sudah membungkamku.
"Jangan khawatir, aku tidak apa-apa yeobo."ia kemudian melangkah dengan santai menuju mobil, meninggalkanku yang masih shock karena perlakuannya.
End of Joongwoon POV
Normal POV
Siwon, Kibum dan Sungmin saat ini sudah berada di dalam pesawat sewaan milik Jinki atau yang lebih senang dipanggil Onew, dan istrinya Key. Mereka sedang berbincang sambil menunggu seorang penumpang yang lain yaitu Kyuhyun. Tak perlu menunggu lama, karena sekitar sepuluh menit kemudian, suami istri Joongwoon – Wookie datang sambil membawa Kyuhyun.
"Nah, kedua penumpang sudah hadir, jam juga sudah menunjukkan pukul 22.00, itu artinya jadwal keberangkatan pesawat ini sudah tiba." ucap Onew sambil memamerkan senyum lebarnya.
"Kalau begitu kami semua pamit dulu, aku harap semua rencana ini bisa berjalan lancar Onew ah." ucap Siwon mewakili rombongan kecil itu.
"Kami akan berusaha semaksimal mungkin. Oiya setiap hari kami akan berusaha melaporkan semua kejadian di sana kepada kalian, jadi kalian jangan khawatir." sambung istri Onew, Key sambil tersenyum ramah.
"Ne...ne...kami percaya kalian." Joongwoon kali ini yang menjawab.
"Baiklah, sampai jumpa." akhirnya rombongan kecil Siwon, Kibum, Joongwoon dan Ryeowook meninggalkan pesawat itu.
End of normal POV
Kyuhyun POV
Aku membuka mataku saat kurasakan wajahku menghangat dan mataku silau akibat sinar matahari pagi. Aku mengejapkan mataku, menyesuaikan dengan cahaya yang ada di sekitarku.
"Ah..." aku merasakan berat dan pusing yang mendera kepalaku, mungkin efek mabuk akibat lima botol wine yang kuminum semalam.
Perlahan kuedarkan pandanganku berkeliling menyusuri ruangan luas bercat putih bersih itu. Aku baru sadar kalau aku sama sekali tidak mengenali tempat ini. Ini bukan kamarku. Ini juga bukan di rumah Joongwoon hyung. Hei, apa yang terjadi. Perlahan aku menolehkan kepalaku ke samping dan betapa terkejutnya aku saat mendapati sosok cantik itu yang tengah tertidur lelap di sana. Seorang yeoja yang selama ini begitu kurindukan, yeoja yang sudah mengunci hatiku hingga tak mungkin dapat dimasuki oleh yeoja lain. Satu-satunya yeoja yang sangat kucintai dengan sepenuh hatiku.
"Minnie." gumamku lirih, nyaris tidak bersuara. Aku memiringkan posisi tidurku menghadap ke arahnya, memastikan bahwa semua ini bukan halusinasi atau sisa-sisa efek mabukku atau mungkin mimpi di alam bawah sadarku.
Kucubit pipiku keras-keras.
"Aww" ucapku saat kurasakan sakit akibat perbuatanku. Berarti seharusnya ini kenyataan.
Tapi, benarkah yang di hadapanku ini Minnie?
Untuk membuktikannya, kali ini kuulurkan tanganku untuk menyentuh pipi chubbynya yang putih dan terlihat begitu kenyal. Sangat halus, rasanya tetap sama seperti pertama kali aku menyentuhnya dulu saat kami berpacaran.
Tanganku beralih ke arah bibir merah shape M nya yang begitu menggoda, membuat imajinasiku kembali ke masa-masa saat aku dan dia masih menikah dulu. Di mana aku bisa dengan bebas merasakan bibir itu. Ah, masih begitu lembut, sama seperti dulu.
"Eungh..." tiba-tiba kudengar dia melenguh. Cepat-cepat kulepaskan jariku dari bibirnya. Pura-pura tidak tahu apa-apa.
Sesaat matanya berkejap, terlihat sangat imut dan menggemaskan. Kemudian mata foxy itu terbuka, menatapku dengan pandangan innocentnya.
"Aaaa..." tiba-tiba saja Minnie menjerit. Membuatku panik melihat ekspresinya.
"Ap...apa yang kau lakukan kepadaku? Kenapa aku bisa seranjang denganmu?" tanya Minnie dengan ekspresi menuduh sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
Aku menatapnya dengan pandangan malas.
"Kau ini seorang janda Min, mengapa ekspresimu begitu berlebihan saat berada satu ranjang dengan seorang namja, bahkan aku ini kan mantan suamimu. Kita dulu sudah sering seperti ini, bahkan melakukan yang lebih dari ini." ucapku enteng sambil beranjak dari ranjang.
"Kau ... berani menyentuhku sedikit saja, akan kuhajar kau." ancamnya kepadaku dengan wajah kyeopta nya yang sangat tidak mendukung untuk mengancamku.
T.B.C
Lagi-lagi pendek ... Mianhe readerdeul*bow*
Mianhe lagi karena Kyumin moment nya baru sedikit. Next chap pasti ditambah.
Sekali lagi, terimakasih untuk semua reader yang sudah memberi review :
= seo sae na = bunnyblack. FLK. 136 = abilhikmah = KobayashiAde = shawon20 = merli. san. 7 =
= Minhyunni1318 = Ria = wuhan = Guest = AmuHinaChan = Kang Shin Ah = wonnie = Ai Rin Lee = Pabogirl =
= I AM 968 = yatananovia = aira = JOYelf =
(Mianhe kalau ada kesalahan penulisan nama reviewer)
Walaupun tidak saya balas satu per satu, tapi review dari readerdeul pasti saya baca, bahkan tiap hari saya cek semua ff saya, siapa tahu reviewnya nambah ...wkwkwkwk
Terimakasih juga untuk yang sudah memfollow dan memfavoritkan ff ini.
Yang sudah baca tolong review.
ThanKYU
