THIS IS LOVE( GS)

Cast :

Kim Jongin

Do Kyungsoo

All member of EXO

Other cast is Fiction

Rated : M

Mentari pagi menyapa dua insan yang masih bergelung di dalam selimut tebal. Keduanya masih terlelap saling berpelukan tanpa jarak. Tak lama kemudian tubuh mungil itu bergerak terlebih dahulu, melepas lengan kekar yang melingkar di pinggangnya. Sebelum beranjak dari tempat tidur, ia akan memandang wajah tampan yang masih terlelap di sampingnya sesaat, membelai pucuk kepala kemudian mendaratkan kecupan ringan di pipi serta membisikkan kata-kata "Saranghaeyo, Jongin" dan setelah itu ia akan turun dari tempat tidur untuk memulai aktifitas paginya.

Itulah kebiasaan baru Kyungsoo seminggu belakangan ini, sejak malam itu Kyungsoo dan Jongin tak lagi tidur di kamar terpisah seperti sebelumnya. Tanpa sebuah perintah maupun perjanjian mereka memutuskan untuk tidur bersama. Keduanya hanya mengikuti naluri masing-masing. Tak ada yang meminta dan juga tak ada yang menolak, semuanya mengalir begitu saja.

"Selamat pagi Jongin"Kyungsoo menyapa Jongin yang baru saja menghampiri meja makan untuk sarapan bersama.

"Selamat pagi"Jongin membalasnya dengan senyum tampan yang mampu membuat Kyungsoo tersipu.

"Jongin, bolehkah aku datang ke kantormu sesekali?"tanya Kyungsoo setelah menyelesaikan sarapanya.

"Tentu saja boleh, apalagi kalau kau datang sambil membawa bekal makan siang. Aku akan sangat senang"

"Benarkah?, kalau begitu besok siang aku akan membuatkan bekal untukmu lalu mengantarkanya ke kantor"

"Baiklah, aku tunggu besok"

Jongin menutup perbincangan mereka pagi itu karena hari sudah siang dan ia harus segera berangkat ke kantor. Sedangkan Kyungsoo masih ada di rumah karena hari ini jadwal kuliahnya di mulai pada siang hari.

.

.

.

Seperti rencananya kemarin, hari ini Kyungsoo pergi ke kantor suaminya untuk mengantarkan bekal makan siang. Kebetulan hari itu ia tak ada jadwal kuliah, jadi tak perlu pergi ke kampus. Dengan di antar sopir pribadinya kini Kyungsoo telah sampai di lobi kantor Kim Corp. Karena sang suami tak juga membalas pesan yang ia kirim, akhirnya Kyungsoo memutuskan untuk bertanya ke resepsionis yang ada di depan dan akhirnya ia tahu kalau suaminya itu tengah ada rapat.

.

Kyungsoo memutuskan untuk langsung ke ruangan Jongin, ketika ia tengah menunggu lift terbuka tiba-tiba Jongin keluar dari lift yang ada di sebelahnya yang merupakan lift untuk turun. Dengan senyum yang cerah Kyungsoo sudah bersiap untuk menghampiri Jongin, tapi langkahnya tertahan ketika dari dalam lift keluar seoarang wanita cantik yang menyusul langkah Jongin. Keduanya terlihat akrab, bahkan sang wanita terlihat memberikan pukulan kecil di lengan Jongin selagi keduanya asyik mengobrol, sampai sebuah mobil menghampiri mereka lalu mereka pergi bersama dengan mobil tersebut. Semuanya tak lepas dari pandangan Kyungsoo yang berdiri mematung memperhatikan keduanya.

Dengan memandang sendu kotak bekal yang ia bawa, akhirnya Kyungsoo memutuskan untuk pulang. Berjalan menunduk tanpa memandang sekitar.

"Kyungsoo" panggil sebuah suara yang ternyata adalah Chanyeol yang kini sudah berada di depan Kyungsoo.

"Oh, anyeong Chanyeol-sshi" sapa Kyungsoo ramah.

"Kenapa kau ada di sini? Apa kau mau bertemu dengan Jongin?"

"Iya, tapi sepertinya Jongin sedang keluar"

"Jongin sedang menemani clientnya untuk makan siang, kau tunggu saja di ruanganya mungkin sebentar lagi dia kembali"

"Tidak usah, aku mau pulang saja. Ini bekal makan siangnya untukmu saja, kau belum makan siang kan?"Kyungsoo menyerahkan bekal makan siangnya pada Chanyeol.

"Aku memang baru mau ke kantin untuk makan siang, tapi ini kan bekal untuk Jongin tidak akan marah kalau aku yang memakanya"Chanyeol bertanya seraya menerima kotak bekal yang di berikan Kyungsoo.

"Tentu saja tidak, Jongin kan sudah makan siang. Sayang sekali bila tak ada yang memakan bekal ini"

"Ya sudah kalau kau mau begitu, aku akan memakanya, Gumawo Kyungsoo. Ngomong-ngomong apa kau ingin menyampaikan pesan untuk Jongin? Nanti akan aku sampaikan padanya"

"Sama-sama, sampaikan saja pada Jongin kalau aku datang"Kyungsoo mengakhiri obrolanya dengan Chanyeol lalu pamit untuk pulang.

Chanyeol membawa langkahnya untuk menuju ke kantin, membuka bekal pemberian Kyungsoo dengan mata berbinar. Ada nasi dan juga bermacam sayur yang di masak dengan potongan ayam dan lauk utamanya adalah ayam yang di masak dengan berbagai variasi. Kekaguman Chanyeol bertambah ketika lidahnya mulai mengecap rasa makanan karena rasanya yang luar biasa menurutnya.

"Sejak kapan kau membawa bekal untuk makan siang, Hyung"tiba-tiba Jongin datang dengan segelas kopi di tanganya seraya duduk di kursi yang ada di depan Chanyeol.

"Oh, kau sudah kembali"balas Chanyeol agak menggumam karena ia masih sibuk mengunyah makanan.

"Tadi aku ke ruanganmu, sekertarismu bilang kau sedang makan siang jadi aku menyusul ke sini lagi pula aku belum minum kopi setelah makan siang tadi"

"Ada apa?, apa ada yang penting"

"Tidak juga, ngomong-ngomong kelihatanya bekal makan siangmu enak sekali Hyung . Kau terlihat sangat menikmatinya"

"Ini enak sekali Jongin, istrimu benar-benar Jjang!... kau beruntung Jongin, pacarku saja tak bisa memasak. Kalau ia datang membawakan bekal pasti itumasakan eommanya"Chanyeol memberikan pujianya dengan memberikan acungan jempol di hadapan Jongin.

"Tunggu, apa maksudmu? Kenapa bekalmu berisi masakan istriku?"Jongin masih tak mengerti.

"Ah, aku lupa mengatakanya. Kyungsoo datang tadi membawakanmu bekal makan siang, tapi karena kau sedang keluar untuk makan siang bersama client jadi ia memberikan bekalnya padaku"

"Apa?, jadi Kyungsoo datang? Kenapa kau tak menyuruhnya untuk menungguku?"

"Sudah, tapi dia tidak mau. Memangnya ia tidak mengirim pesan atau menghubungimu?"

Jongin langsung mengambil ponsel dari dalam saku celananya begitu mendengar pertanyaan Chanyeol. Ada beberapa notifikasi yang masuk dan benar saja satu diantaranya adalah dari Kyungsoo. Saat rapat Jongin pasti akan memasang mode diam di ponselnya, dan ia lupa tak merubahnya sampai jam makan siang tadi.

"Dia mengirim pesan padaku tadi, Kenapa aku bisa lupa padahal dia juga sudah mengatakan sejak kemarin,aishh"

Jongin mendesahkan nafasnya untuk meluapkan rasa kekesalan karena melupakan janjinya pada Kyungsoo dan tanpa menunggu lagi ia segera saja menghubungi Kyungsoo tapi sayangnya tak ada jawaban dari Kyungsoo sampai membuatnya mengulang beberapa kali dan hasilnya tetap sama, Kyungsoo tak mengangkat panggilan dari Jongin.

.

.

.

Sementara itu Kyungsoo tengah berada di sebuah taman yang pernah ia datangi bersama Jongin saat terjadi insiden di kampus beberapa waktu yang lalu. Entah kenapa dalam perjalanan pulang dari kantor Jongin tadi Kyungsoo merasa agak sedikit galau dan akhirnya memutuskan untuk mampir ke taman itu. Ponsel Kyungsoo tertinggal dalam mobil yang sekarang pastinya sudah ada di rumah karena Kyungsoo menyuruh sopirnya untuk pulang dan akan meminta jemput jika ia hendak pulang nanti.

Kyungsoo duduk termenung memandangi beberapa pasangan muda yang tengah asyik bercengkerama sambil menikmati es krim ataupun pasangan ibu dan anak yang terlihat tengah asyik menikmati kebersamaan dengan bermain. Senyuman terlihat menghiasai bibir heartsheepnya, Tapi senyuman itu luntur ketika anganya kembali kebeberaapa saat yang lalu, saat ia berada di kantor Jongin.

'Apa wanita itu memang hanya client Jongin, seperti yang Chanyeol katakan? Tapi mereka terlihat akrab, apa memang Jongin selalu akrab begitu dengan semua clientnya? Apa karena ia seorang wanita cantik? Benar juga wanita itu sangat cantik, badanya bagus, ia juga tinggi. Sangat cocok saat berdampingan dengan Jongin. Sangat berbeda dengan keadaanku'

.

Kyungsoo terus saja bergelut dengan pemikiranya sampai-sampai tak menyadari kini hanya dirinya yang ada di sana, semua orang sudah mulai berlarian untuk berteduh karena hujan mulai turun. Dan Kyungsoo baru menyadari saat bajunya terasa basah karena terkena air hujan yang turun semakin deras. Ia pun berlari untuk berteduh, kemudian berniat menghubungi sopirnya untuk menjemput tapi ia baru menyadari kalau tak ada ponsel dalam tasnya. Akhirnya Kyungsoo harus menembus hujan deras untuk menuju halte karena hujan tak kunjung reda dan hari sudah mulai sore. Dan alhasil ia sampai di rumahnya dengan menggigil kedinginan karena baju yang membalut tubuhnya basah kuyup.

Setelah membersihkan badanya dan mengganti baju Kyungsoo langsung berbaring untuk tidur karena kepalanya terasa sangat pusing. Ia bahkan tak mengindahkan pertanyaan dari maidnya yang menanyakan menu makan malam padanya. Ia hanya menggumamkan kata terserah sebelum benar-benar memejamkan matanya.

.

Jongin sampai di rumah satu jam sebelum makan malam, ia sengaja pulang tepat waktu karena ingin meminta maaf pada Kyungsoo setelah makan malam nanti. Dengan senyum ceria ia memasuki rumah berharap Kyungsoo menyambutnya dengan senyum cerah seperti biasanya tapi ternyata ia harus menelan kecewa karena tak mendapatkanya. Jongin membawa langkahnya menuju ke kamar, masih berharap Kyungsoo ada di sana untuk menunggunya. Tapi sekali lagi ia harus menelan kekecewaanya karena kamarnya juga kosong.

Jongin turun untuk makan malam setelah mandi dan berganti pakaian, tapi ia tak juga menjumpai Kyungsoo di meja makan untuk menunggunya. Jongin mendesahkan nafasnya kasar, mengira kalau Kyungsoo benar-benar marah saat itu, sampai saat pandanganya tertuju pada maid yang menyiapkan makanan di nampan dan hendak membawanya ke kamar Kyungsoo.

"Apa istriku mau makan di kamar?"pertanyaan Jongin menghentikan langkah maid yang hendak menuju ke kamar Kyungsoo.

"Tidak Tuan, ini hanya inisaiatif saya saja karena sepertinya nyonya sakit. Badanya panas sekali saat saya menemuinya di kamar tadi, jadi saya membuatkanya bubur dan juga membawakanya obat penurun panas" maid menjawab dengan nada pelan.

.

Tanpa banyak bertanya lagi, Jongin langsung menuju kamar Kyungsoo dan benar saja Kyungsoo tengah terbaring di tempat tidurnya dengan selimut tebal menutupi sebatas dada, wajahnya pucat dan ia demam tinggi itulah kiranya kesimpulan Jongin saat ia menyentuh dahi Kyungsoo yang panasnya di atas normal.

"Kyungsoo, bangun"Jongin mengusap rambut Kyungsoo sambil memanggilnya pelan dan setelah beberapa kali akhirnya Kyungsoo membuka matanya.

"Jongin, kau sudah pulang"Kyungsoo menggumam pelan setelah membuka matanya yang terlihat berair mungkin akibat suhu badanya yang tinggi.

"Bangun dulu ya, makan bubur lalu minum obat. Kau demam, badanmu panas sekali"

Perkataan Jongin hanya di jawab anggukan lemah oleh Kyungsoo yang akhirnya bangun dan menyandarkan badanya di kepala ranjang dengan di bantu oleh Jongin. Dan Jongin mengambil mangkuk yang berisi bubur yang telah di buat oleh maidnya, menyuapkan sedikit-sedikit pada Kyungsoo. Setelah tiga suapan, Kyungsoo tak mau lagi membuka mulutnya dan berkata lirih kalau ia sudah kenyang.

Ketika Jongin tengah menyiapkan obat untuk Kyungsoo tiba-tiba saja Kyungsoo berusaha untuk bangun sambil membekap mulutnya.

"Ada apa Kyungsoo?"

Jongin bertanya dengan raut wajah khawatir tapi Kyungsoo tidak menjawabnya ia hanya berusaha untuk bangun dan dengan badan yang sedikit limbung ia berusaha berjalan menuju ke toilet. Jongin langsung menghampiri dan memapahnya begitu ia tahu maksud dari Kyungsoo yang sepertinya ingin memuntahkan makananya. Dan benar saja begitu sampai di toilet, Kyungsoo langsung menghampiri wastafel untuk memuntahkan bubur yang baru beberapa saat lalu masuk ke mulutnya. Jongin yang panik tak bisa berkata apapun, ia hanya mengusap punggung Kyungsoo perlahan-lahan.

Kyungsoo membasuh mulutnya begitu ia merasa tak ada lagi gejolak dari dalam pertunya, tapi ketika ia berusaha untuk menegakkan badanya tiba-tiba saja rasa pusing kembali menyerang kepalanya dan akhirnya ia tak sadarkan diri karena pinsan. Dengan sigap Jongin menggendong tubuh mungil Kyungsoo untuk di baringkan kembali di tempat tidur lalu ia menghubungi dokter pribadinya untuk datang. Dan selama menunggu dokter datang Jongin kembali menggendong Kyungsoo untuk di pindahkan ke kamarnya.

.

.

Selang infus telah terpasang di telapak tangan mungil Kyungsoo, panas badanya sudah berangsur turun. Dokter sudah pergi beberapa saat yang lalu setelah menyatakan kalau Kyungsoo terkena demam dan masuk angin karena Kyungsoo kehujanan dalam keadaan perut kosong. Kelegaan di rasakan oleh Jongin begitu mendengar hasil pemeriksaan Kyungsoo. Setelah memberikan kecupan lembut, Jongin merebahkan dirinya di samping Kyungsoo dan memeluk badan mungil yang masih agak sedikit panas itu dengan erat.

.

Kyungsoo membuka matanya perlahan, mengangkat tanganya yang agak berat karena selang infus yang masih terpasang. Senyumnya mengembang begitu ia mendapati tangan kekar Jongin masih melingkar di atas perutnya dan dengan cepat ia merubah posisi tidurnya menjadi miring agar bisa berhadapan dengan Jongin.

Dengan gerakan jemari mungilnya yang lembut Kyungsoo menyusuri lekuk wajah Jongin dari dahi, mata, pipi, hidung dan berakhir di bibirnya.

"Saranghae, Jongin"kata itu terucap sebelum ia mendaratkan kecupan lembut di bibir tebal Jongin.

Hari masih terlalu pagi untuk bangun dan Kyungsoo memilih untuk kembali tidur, matanya masih terasa berat, mungkin karena pengaruh obat. Ia pun memilih untuk menyusup ke dada bidang Jongin, menghirup aroma parfum yang melekat di badan Jongin yang entah kenapa sangat menenangkan bagi Kyungsoo sehingga membuatnya kembali terlelap.

.

.

Jongin baru saja keluar dari kamar mandi dengan pakaian santai, senyumnya merekah mendapati Kyungsoo yang masih saja terlelap. Setelah turun untuk sarapan ia kembali ke kamarnya dengan nampan yang berisi bubur dan juga susu yang merupakan sarapan untuk Kyungsoo yang sudah di siapkan oleh maidnya.

"Sudah bangun"
Jongin menyapa begitu masuk kamar dan mendapati Kyungsoo yang sudah duduk di tempat tidur, mata bulatnya mengerjab lucu. Sepertinya ia masih bingung dan kaget karena bangun kesiangan.

"Jongin, kau tidak ke kantor"tanpa menjawab sapaan Jongin, Kyungsoo malah bertanya saat Jongin duduk di sisi ranjang setelah meletakkan nampan yang berisi sarapan Kyungsoo di atas nakas.

"Tidak, aku akan mengerjakan pekerjaanku di rumah"Jongin menjawab seraya memegang puncak kepala Kyungsoo, memastikan kondisi panas badanya lalu ia mendesahkan nafasnya lega.

"Kenapa?"Kyungsoo kembali bertanya dengan raut muka polosnya.

"Karena aku ingin menjagamu di rumah, memastikan kau istirahat dan tidak pergi sampai kehujanan dan demam seperti semalam"

"Mianhae, aku menyusahkanmu"Kyungsoo berkata lirih sambil menundukkan kepalanya, merasa bersalah.

"Sudahlah, sekarang sarapan dulu lalu minum obat"

Jongin mengambil mangkuk yang berisi bubur dan bersiap untuk menyuapi Kyungsoo. Awalnya Kyungsoo menolak tapi karena Jongin memaksa akhirnya Kyungsoo pasrah menerima suapan Jongin.

"Apa kepalamu masih terasa pusing?"Jongin bertanya setelah Kyungsoo meminum obatnya.

"Tidak, aku sudah sembuh. Kau bisa ke kantor Jongin, aku janji tak akan pergi kemana-mana"

"Memangnya kau tidak suka kalau aku dirumah"

"Bukan begitu, tentu saja aku senang kalau kau di rumah"Kyungsoo menunduk malu-malu saat mengatakanya,Jongin hanya tersenyum melihat tingkah lucu istrinya itu.

.

Kyungsoo hanya duduk di tempat tidur sambil membaca buku dan memakan potongan buah, bosan sebenarnya tapi Jongin tak mengijinkanya keluar dari kamar. Sedangkan Jongin ada di ruang kerjanya untuk melihat beberapa laporan yang di kirim oleh sekertarisnya via email.
Tak lama kemudian Chanyeol datang bersama Baekhyun, setelah menyapa sebentar Chanyeol langsung menemui Jongin karena Jongin memang menyuruhnya datang untuk membicarakan masalah pekerjaan.

"Sebenarnya kau sakit apa Soo?"Baekhyun bertanya sambil menikmati potongan buah yang sedari tadi menjadi cemilan Kyungsoo.

"Kemarin aku kehujanan saat pulang dari taman, kepalaku pusing dan perutku mual lalu aku demam semalam tapi sekarang sudah sembuh setelah minum obat"

"Mual, pusing, jangan-jangan kau hamil Soo"Baekhyun terlihat antusias begitu mendengar penjelasan Kyungsoo.

"Aku hanya masuk angin Baek, jangan berlebihan. Aku tidak mungkin hamil"

"Apanya yang tidak mungkin Soo, kalian kan sudah tidur sekamar sekarang "

"Kami memang tidur sekamar, tapi kami tidak melakukan apapun selain berpelukan dan juga berciuman"Kyungsoo berkata lirih di akhir kalimatnya.

"Jadi kalian sudah berciuman, wah aku yakin sebentar lagi kau akan hamil Soo, kau bisa membuktikan kata-kataku semuanya bisa terjadi dari sebuah ciuman"

"Sudahlah Baek, jangan membicarakan itu, aku malu"Kyungsoo mempoutkan bibirnya karena kesal.

"Pokoknya aku akan tunggu berita kehamilanmu Soo"Baekhyun terus berkata dengan senyum jailnya.

Chanyeol dan Baekhyun pulang setelah makan siang bersama dan kini Kyungsoo bersiap untuk tidur siang setelah meminum obat dengan di temani Jongin pastinya. Mereka berpelukan seperti saat tidur ketika malam hari.

"Tidurlah, kau harus banyak istirahat agar cepat sembuh"Jongin berkata setelah memberikan kecupan lembut di puncak kepala Kyungsoo.

"Jongin"tiba-tiba Kyungsoo mendongakkan kepalanya menatap Jongin.

"Ada apa?"Jongin bertanya seraya mengusap pipi chubby Kyungsoo lembut.

"Apa semua client wanitamu cantik seperti model?"Kyungsoo bertanya dengan ekspresi polosnya yang membuat Jongin gemas.

"Tidak juga, memangnya kenapa?"

"Tidak apa-apa, hanya saja kemarin aku melihatmu dengan client wanita dan dia sangat cantik seperti model"

Kyungsoo berkata lirih seraya membenamkan dirinya ke dada Jongin untuk menyembunyikan ekspresi cemburunya, Jongin yang sudah mengerti arah pembicaraan Kyungsoo, hanya tersenyum.

"Oh yang kemarin itu namanya Clara Park, ia bukan hanya clientku, tapi juga temanku. Kami teman sekampus saat aku kuliah dan sekarang kami menjadi rekan bisnis. Dia mewakili suaminya untuk menandatangi beberapa berkas kerja sama di kantorku kemarin dan setelah itu dia mengajakku makan siang, karena asyik mengobrol aku lupa kalau ada janji denganmu, mianhae"Jongin terus mengusap punggung Kyungsoo seraya mengungkapkan penjelasannya.

"Tidak apa-apa, aku yang seharusnya meminta maaf karena telah bersikap kekanakan"Kyungsoo kembali memandang Jongin dengan tatapan polos dan juga senyum manisnya.

Tanpa berkata lagi, Jongin langsung meraup bibir mungil Kyungsoo untuk di ciumnya. Sebuah kecupan singkat yang selalu berubah menjadi lumatan hangat. Jongin terus menyesap bibir atas dan bawah Kyungsoo bergantian. Tak hanya tinggal diam Kyungsoo mulai memberikan aksesnya untuk Jongin dengan membuka mulutnya membiarkan Jongin menjelajah semua yang ada di dalamnya.

"Enghhh"

Lenguhan lembut mulai mengalun mengiringi ciuman yang cukup panas itu, dan Jongin semakin bersemangat setelah mendengar alunan indah dari bibir Kyungsoo. Tapi sayangnya Jongin harus mengakhiri ciumanya ketika mulai merasakan pasokan udara yang semakin menipis untuk pernafasan mereka. Nafas keduanya mulai terengah ketika ciuman itu terlepas, tapi senyum yang terulas dari bibir keduanya seolah mengatakan kalau mereka menikmati apa yang mereka lakukan.

"Tidurlah"Jongin membawa tubuh mungil Kyungsoo ke dalam dekapanya.

Seperti biasanya keduanya akan terlelap setelah menikmati ciuman hangat yang seolah sudah menjadi rutinitas mereka sebelum tidur akhir-akhir ini. Kyungsoo kembali sehat seperti sedia kala setelah istirahat selama beberapa hari dan ia kembali menjalani aktifitas kampusnya yang mulai di sibukkan dengan tugas akhir.

xxxXxxx

Malam itu Kyungsoo tengah sibuk membuat kue kering di dapur. Akhir-akhir ini Jongin lembur di rumah untuk menyelesaikan pekerjaanya, jadi Kyungsoo berinisiatif untuk membuatkan cemilan sebagai teman minum kopi untuk Jongin. Bibir mungil itu terus menyunggingkan senyum seraya memindahkan kue kering buatanya ke dalam toples. Kyungsoo terus menikmati kegiatanya sampai akhirnya ia terkaget saat sebuah lengan kekar melingkari pinggang rampingnya.

"Sedang buat apa? Sampai jam segini belum tidur?"Jongin menghampiri Kyungsoo dan memeluknya dari belakang. Kyungsoo yang sempat kaget hanya menyunggingkan senyum manis.

"Sedang buat kue kering, mau coba?"Kyungsoo berbalik dan memberikan sepotong kue pada Jongin dengan menyuapinya "Bagaimana?, enak tidak?"

"Enak, kuenya manis semanis yang membuatnya"

"Apa sich"Kyungsoo memukul dada Jongin pelan mendengar kata-kata cheesy Jongin.

"Sudah malam, ayo kita tidur"Jongin berkata seraya mengusap pipi chubby Kyungsoo yang memerah karena candaanya tadi.

"Kau ke kamar saja dulu nanti aku akan menyusul setelah merapikan dapur sebentar"

"Biarkan maid saja yang melakukanya"

"Tapi ini, hmmpptt…"perkataan Kyungsoo terhenti ketika Jongin tiba-tiba saja membungkam bibir Kyungsoo dengan bibirnya.

Jongin mulai memperdalam ciumannya, tak memperdulikan Kyungsoo yang sedikit memberontak ingin mengakhiri ciuman mereka. Kecupan, Jilatan dan lumatan nyatanya mampu membuat Kyungsoo luluh dan akhirnya mengikuti dan menikmati ciuman itu. Kedua lengan Kyungsoo kini telah melingkar di leher Jongin, bahkan ia hanya pasrah saat Jongin menaikkan badannya untuk di gendong ala koala dan melangkah menuju kamar tanpa memutus tautan bibir mereka.

Mereka telah sampai dikamar dan Jongin telah membaringkan Kyungsoo di ranjang dengan dirinya berada di atas mengurung tubuh mungil itu. Ciuman itu masih berlanjut, berkali-kali terdengar lenguhan dari bibir Kyungsoo ketika Jongin menghisap bibir heartsheep itu dengan sedikit kuat.

Jongin mulai melepaskan ciumanya yang membuat Kyungsoo sedikit kecewa sebelum akhirnya ia kembali melenguh saat merasakan bibir basah itu kini tengah menjelajahi leher putihnya yang akan segera ternoda oleh beberapa tanda merah keunguan yang kini tengah di ukir oleh Jongin.

"Ehmm Jonginieeeeh"

Erangan lolos dari bibir Kyungsoo ketika merasakan jemari Jongin mulai menyusup ke dalam sweaternya. Meraba gundukan di dada yang mulai mengeras di bagian pucuknya. Bagi Jongin erangan Kyungsoo bagaikan lampu hijau yang mengijinkanya untuk bertindak lebih jauh. Maka tanpa menunggu lama, Jongin langsung menyibak sweater dan penutup gundukan kenyal yang melekat di tubuh bagian atas Kyungsoo.

Kyungsoo sempat menutupi bagian atas tubuhnya dengan kedua tangan saat menyadari keadaanya yang sudah half naked ketika Jongin menjeda kegiatanya sebentar untuk mengagumi tubuh mungil yang kini terpampang polos di depan matanya. Malu tentu saja, karena ini pertama kalinya Kyungsoo memperlihatkan tubuh polosnya pada Jongin.

Jongin berusaha membuat Kyungsoo nyaman dengan kembali memberikan kecupan lembut di dahi yang kemudian turun ke mata, pipi dan berakhir dengan pagutan lembut di bibir. Setelah Kyungsoo mulai terlena dengan ciumanya, Jongin kembali melanjutkan asksinya untuk mengeksplor dada kenyal kyungsoo dengan tangan maupun bibirnya.

"Ahhh, Jonginnnn ugh…."Kyungsoo kembali mengerang keras saat Jongin tengah memilin serta menghisap pucuk dadanya bergantian kanan dan kiri.

Kyungsoo mengacak rambut Jongin untuk melampiaskan rasa nikmat yang menyerang dirinya tiba-tiba. Tak tahu harus bereaksi seperti apa lagi, karena ini adalah pengalaman pertamanya. Yang pasti Kyungsoo hanya menikmatinya dan membiarkan Jongin menguasai tubuhnya. Ia sudah memasrahkan semuanya untuk Jongin, suaminya, seseorang yang berhak atas tubuhnya.

Maka ketika Jongin membuka satu kain terakhir yang menempel di tubuhnya ia pun hanya pasrah. Memejamkan mata dan menunggu saat-saat terpenting dimana ia akan di miliki sepenuhnya oleh Jongin.

Jongin kembali memanjakan bibir Kyungsoo dengan lumatan, hisapan dan jilatan membuat lenguhan tertahan lembali terdengar dari bibir heartsheep itu. Bukan hanya karena ciuman itu yang membuat Kyungsoo terus melenguh tapi kini jemari Jongin mulai menyapa organ intimnya. Berawal dari usapan lembut dan berlanjut dengan tekanan pada pusat kenikmatan yang berada di organ intimnya. Jongin terus menekan titik manis di organ intim Kyungsoo dengan jemari terampilnya. Cepat dan penuh semangat hingga akhirnya…

"Jongin, a-ku ahhhhhhhh"

Lenguhan panjang mengiringi saat kyungsoo mencapai puncak kenikmatan pertamanya. Dengan nafas tersengal serta peluh membasahi wajahnya, Kyungsoo membuka matanya perlahan menatap Jongin dengan tatapan sayu. Jongin menyunggingkan senyumnya, memberikan kecupan lembut sebelum meraih selimut untuk menutup tubuh polos Kyungsoo sebelum beranjak turun dari tempat tidur dan menuju ke kamar mandi.

Kyungsoo hanya mampu menatap dalam diam punggung Jongin yang mulai menghilang di balik pintu kamar mandi. Pengalaman pertama ini membuatnya di landa lelah luar biasa yang menyebabkan rasa kantuk langsung menyerang. Namun sebesit tanya terlintas di benak Kyungsoo sebelum ia benar-benar mengarungi mimpi indahnya.
'Kenapa Jongin tidak melakukannya?' Kyungsoo tahu harusnya saat ini mereka melalui fase inti setelah foreplay yang baru saja mereka lakukan tapi ia tidak tahu kenapa Jongin malah pergi begitu saja. Ah, memikirkanya membuat rasa kantuknya semakin menjadi, dan akhirnya Kyungsoo terlelap sebelum Jongin keluar dari kamar mandi.

.

Sementara itu Jongin masih menyelesaikan aktifitas solonya di kamar mandi, mengurut organ vital dengan tanganya seraya memejamkan mata membayangkan tubuh polos Kyungsoo yang beberapa saat lalu di lihatnya dan kali ini ia bisa menyelesaikan aktifitas solonya lebih cepat dari biasanya.

Tentu saja, ini bukanlah kali pertama Jongin bersolo setelah kegiatan mesranya dengan Kyungsoo. Ia sering tak dapat menahan hasratnya setelah berciuman panas dengan Kyungsoo, tapi seperti halnya yang terjadi malam ini Jongin lebih memilih untuk meluapkan hasratnya dengan bersolo di kamar mandi.

Bukan tanpa alasan Jongin melakukan hal itu, karena Jongin sudah bertekad untuk tidak menyentuh Kyungsoo hanya dengan nafsu semata sebagaimana ia pernah melampiaskan nafsunya pada wanita bayaran di luar sana. Jongin ingin memantapkan hatinya untuk bisa menyentuh Kyungsoo sepenuhnya dengan cinta.

Cinta yang mulai tumbuh dan berkembang perlahan di hati Jongin, cinta yang mulai mengikis dinding tebal yang membentengi hatinya selama ini. Tidak untuk sekarang tapi Jongin pasti akan mengungkapkanya suatu saat nanti saat keyakin benar-benar telah terpatri dalam hatinya.

Tbc

Chapter 7 is up…..

Nyoba mulai nyisipin sedikit NC di akhir chap ini, tapi maaf kalau ga bagus karena ini pengalaman pertama bikin NC. Makasih banyak untuk yang udah mampir tuk baca dan review di chap sebelumnya. FF ini akan end di chap 10, jadi real NC baru ada di dua chap terakhir.
Mianhae jika typo masih bertebaran dan happy reading…