Yaoi area

ChanBaek

Chanyeol-Baekhyun

Be_Mine by : pcy-bee

Sorry for typo

Rate : T

.

.

.

.

"Yakkk! ini sama sekali tak lucu... Turunkan aku Chanyeol ! kau membuatku malu." yang di gendong tak henti berteriak dan meronta, wajahnya sudah semerah tomat busuk karena menahan malu. Mau di taruh dimana muka berandalannya jika orang-orang tahu si pembuat onar Byun Baekhyun tengah di gendong seperti seorang gadis.

"Diam atau kucium!?"

Ancaman Chanyeol nampaknya begitu ampuh untuk membuat pemuda dalam gendongannya itu diam dan berakhir dengan pasrah. Jantung Baekhyun berdebar tak karuan antara malu karena posisi mereka yang bisa dibilang intim dan takut jika sampai ketahuan orang lain. Tapi untungnya suasana koridor yang mereka lewati dalam keadaan sepi.

Yang lebih tinggi membuka pintu UKS menggunakan kakinya, karena tangannya sibuk ia gunakan untuk menahan beban dalam gendongannya. Sementara yang di gendong hanya diam saja saat Chanyeol membaringkannya di ranjang UKS.

"Istirahatlah dulu, aku akan kembali untuk obatmu." kata Chanyeol lembut.

"Tak usah kembali, aku akan baik-baik saja setelah tidur sejenak." tolak Baekhyun.

Chanyeol tak menjawab, pemuda tinggi itu hanya berlalu meninggalkan Baekhyun yang meringkuk lemah di atas ranjang.

"Ugh, demam sialan." gumam Baekhyun sebelum berakhir memejamkan mata sipitnya.

.

.

.

.

"Buka matamu, sayang~ kau harus meminum obatmu lalu kau bisa melanjutkan tidurmu lagi." Sebuah suara dan usapan lembut di pucuk kepalannya membuat Baekhyun membuka mata dengan tidak rela.

"Kenapa kau kembali? Ugh~ kepalaku terasa sangat berat." keluh Baekhyun.

"Minum obatmu sekarang agar sakitmu bisa segera sembuh." Chanyeol menyodorkan obat penurun panas pada Baekhyun beserta air mineral botolan. Ia juga membantu Baekhyun untuk bangun dari acara berbaringnya.

"Tidak, itu pahit~" Baekhyun menatap jijik obat dalam genggaman Chanyeol.

"Minum atau aku akan menciumu."

"Aish, kenapa selalu mengancamku?" Baekhyun mau tak mau mengambil obat itu dan menelannya dengan di bantuan air mineral. Lagipula ia sudah tak memiliki tenaga lagi untuk sekedar membantah.

"Anak pintar." Chanyeol mengusap lembut rambut si mungil dan membantunya untuk kembali berbaring. "Sekarang kembalilah tidur, aku akan menjagamu disini. Cepat sembuh, sayang."

Kecupan di dahinya adalah hal terakhir yang berhasil Baekhyun ingat sebelum ia benar-benar jatuh tengelam ke alam mimpi.

"Ah, kau terlihat sangat polos jika sedang tidur." Chanyeol membawa tangannya untuk mengenggam tangan Baekhyun dan mengelusnya lembut. Tersenyum penuh arti sambil memandangi wajah cantik kesukaannya.

Sementara itu di tempat lain, kedua sahabat Baekhyun tak sadar jika sahabat berandalan mereka tengah terkapar di ruang kesehatan. Karena memang Baekhyun yang bolos atau meninggalkan jam pelajaran adalah hal yang biasa.

Suara bel pulang sekolah berhasil membangunkan Baekhyun dari tidur nyenyaknya. Ia rasa badannya sudah lebih baik dari sebelumnya. Namun sebuah keanehan dirasakan Baekhyun saat berhasil membuka mata sepenuhnya.

Sebuah dada bidang menjadi pemandangan pertama yang ia lihat tepat didepannya sangat dekat karena memang wajahnya menempel erat pada dada itu. Dan yang tak kalah aneh adalah ia merasakan sepasang tangan yang melingkar erat di pinggang sempitnya.

"Kau sudah Bangun?" tak perlu mendongakkan kepala untuk melihat siapa si pemilik suara, karena nyatanya suara berat Chanyeol sudah melekat erat di dalam otak Baekhyun.

"Apa yang kau lakukan padaku?" Baekhyun berusaha melepaskan pelukan pada pinggangnya namun hal itu malah membuat si pelaku semakin mengeratkan lilitannya.

"Memelukmu? masa begini saja kau tak tahu. Apa yang ada di otakmu hanya selangkangan wanita." itu terdengar seperti sindiran daripada jawaban.

"Maksudku kenapa kau memelukku? dan lagi lepaskan tanganmu, brengsek." Baekhyun meronta tak terima di peluk-peluk.

"Karena aku ingin dan biarkan sejenak seperti ini, kumohon Baek~."

Baekhyun menyerah dan ia membiarkan saja Chanyeol yang seenak jidatnya menciumi puncak kepalanya.

"Apa sudah merasa lebih baik?" tanya Chanyeol di sela kecupannya yang tanpa henti.

"Hm," Hanya gumaman singkat yang Chanyeol dapatkan sebagai jawaban.

"Apa kau sudah puas?" Baekhyun mulai jengah dengan situasi ini, bukankah mereka terlihat seperti sepasang gay.

"Belum." Jawab Chanyeol singkat.

"Apa kau menyukaiku?" entah mengapa pertanyaan itu terlontar begitu saja dari belah bibir Baekhyun.

Baekhyun merasakan Chanyeol sedang mengangguk di atas kepalanya. "Sangat."

"Kau gay?" tanya Baekhyun lagi.

"Tidak."

"Jika menyukai sesama lelaki itu di sebut gay, Chan ! kau itu bodoh atau polos, sih?" Baekhyun mendengus kesal. Kepalanya ia bawa menengadah ke atas untuk melihat bagaimana ekspresi yang akan Chanyeol berikan.

"Jika hanya menyukaimu apa itu bisa di sebut jatuh cinta?" Chanyeol menundukkan kepalanya untuk membalas tatapan Baekhyun.

"Kau sedang mencoba merayuku?"

"Aku tidak ! tapi jika itu membuatmu tergoda maka kau bisa menyebutnya begitu."

"Kau menjijikkan !"

"Dan kau sangat cantik, Baek." entah kenapa ucapan Chanyeol itu membuat Baekhyun merona malu. Dan entah sejak kapan pula sepasang bibir itu kini telah saling bertautan.

"Eungh~~" Baekhyun melenguh nikmat di sela-sela lumatan kasar Chanyeol.

"Berhenti, Chhan~ ahhh..." Baekhyun mengerakkan kepalanya gelisah saat Chanyeol melepaskan ciuman mereka dan menindih tubuhnya serta jangan lupakan lidah panas Chanyeol yang kini beralih mencumbu leher jenjangnya.

"Ahhhh..." desahan Baekhyun mengalun indah saat Chanyeol berhasil menandai leher Baekhyun. Chanyeol semakin menggila dan dengan cepat membuka satu persatu kancing seragam si mungil. Bibir tebalnya ia bawa untuk mengecup dan menghisap dua tonjolan di dada Baekhyun.

"Ahhhh... Channhh, jangan di hisapphh~~"

Si kecil mengatakan jangan tapi tangannya malah menekan kepala Chanyeol ke arah nipplenya. Setelah puas menikmati nipple Baekhyun, Chanyeol membawa matanya menatap wajah penuh hasrat lawannya.

"Katakan berhenti maka aku akan benar-benar menghentikan ini, sayang." Chanyeol membelai lembut pipi merah si kecil.

"..."

Tak ada jawaban, yang ada hanya tangan lentik Baekhyun yang ia bawa untuk menarik wajah tampan Chanyeol dan melumat bibir tebal itu penuh nafsu. Chanyeol mengerti, ciuman yang di mulai oleh pemuda Byun itu sudah cukup untuk membawa Chanyeol melangkah lebih jauh lagi.

Sebelum...

Dreett Dreett Dreeett

Suara getaran ponsel Baekhyun berbunyi.

Baekhyun mengerakkan tangannya untuk meraih ponsel yang tergeletak di atas nakas samping ranjang UKS. Manik sabitnya menatap untuk mengecek nama si penelpon, TUA BANGKA BYUN adalah yang tertera di layar ponselnya. Itu kakeknya.

"Sial."

.

.

.

TBC

Yuhuuu ! perlu di ingatkan ini Rate T ya... jadi jangan berharap lebih...hahaha *ketawa setan

Tapi gak tahu juga sih, kayaknya bakal aku naikin ke rate M deh. Gimana menurut kalian? setuju gak? kalo setuju jawab di kolom review ya :)

Bye,