Happy Reading ^^
Chapter 7
" A-apa? Yeojachingu? " tanya Kyungsoo gugup. Sehun hanya mengangguk sambil memperhatikan Wendy yang sedang memeluk Jongin sambil menangis.
" Mereka menjadi sepasang kekasih saat masih di SHS. Hubungan mereka belum berakhir, tiba-tiba saja Jongin mengalami kecelakaan dan dikabarkan meninggal. Tapi ternyata dia masih hidup, jadi aku memberitahu Wendy agar menemuinya " jelas Sehun.
Kyungsoo menatap Jongin dan Wendy, hatinya terasa sakit karena cinta pertamanya telah bertemu dengan kekasihnya. Kyungsoo sendiri sadar dia tidak punya hubungan apa-apa dengan Jongin. Dia menganggap mungkin selama ini hanya dia yang menyatakan jika Jongin cinta pertamanya, tidak dengan Jongin. Mungkin Jongin hanya menganggap jika mereka sebatas sahabat masa kecil. Itulah yang dipikirkan Kyungsoo saat melihat sikap Jongin yang berubah ketika bertemu dengan Wendy.
" Selama ini kau kemana saja? Semua orang bilang jika kau mengalami kecelakaan dan meninggal. Tapi aku tidak pernah percaya, aku masih berharap jika kau masih hidup. Dan ternyata dugaan ku benar, Jongin. Kau masih hidup, kau berada di hadapan ku sekarang. Aku masih bisa menyentuh mu, kau nyata " kata Wendy.
" Mianhae.. Ceritanya sangat panjang dan aku rasa kau tidak akan percaya jika aku ceritakan. Bagaimana keadaan mu? " tanya Jongin sambil melepas pelukan Wendy.
" Sangat buruk karena kau tak ada di samping ku, aku merasa seperti mayat hidup saat itu. " jawab Wendy, matanya lalu menangkap sosok Kyungsoo yang sedang menatapnya dengan mata sayu. " Siapa yeoja itu? Teman mu? " tanya Wendy.
Jongin menoleh pada arah telunjuk Wendy. Astaga kenapa dia bisa melupakan Kyungsoo, Jongin merasa bersalah karena lupa jika dia bersama Kyungsoo tadi. " Dia Kyungsoo, teman masa kecil ku sekaligus majikan ku " jawab Jongin membuat Wendy mengerutkan keningnya, bingung dengan jawaban Jongin yang menyebut jika yeoja itu adalah majikannya.
" Majikan? Apa maksudmu, Jongin? " tanya Wendy.
" Aku adalah bodyguardnya " Jongin langsung menghampiri Kyungsoo. Dia baru sadar jika ada Sehun di samping Kyungsoo yang membuat Kyungsoo terus menunduk dengan badan gemetar.
" Bagaimana? Suka dengan kejutan yang ku berikan padamu, chingu-yah? " tanya Sehun dengan nada mengejek ketika Jongin berada di hadapannya.
Jongin tidak menjawab pertanyaan Sehun, dia mendekati Kyungsoo. Menarik dagu Kyungsoo untuk menatap matanya, dilihatnya mata Kyungsoo yang berkaca-kaca menahan air mata yang hendak turun dari mata bulatnya. Jongin tahu jika Kyungsoo masih trauma bertemu dengan Sehun. " Gwaenchana? " tanya Jongin meski dia tahu Kyungsoo tidak mungkin baik-baik saja sekarang.
" G-gwaenchana.. Aku ingin pulang " jawab Kyungsoo lirih. Jongin mengangguk mengiyakan, digenggamnya telapak tangan Kyungsoo dengan erat.
" Wendy, mianhae aku harus pulang. Mungkin kita bisa bertemu lain kali " kata Jongin.
" Tidak bisakah kau pergi bersama ku? Kita sudah lama tidak bertemu, Jongin. Dan kau ingin pergi begitu saja? " tanya Wendy.
" Arra, tapi aku harus mengantar Kyungsoo pulang. Kau boleh menyimpan nomer ponsel ku, kita bisa bertemu lain kali " jawab Jongin.
Entah kenapa Kyungsoo mendengar jawaban Jongin seperti ada keterpaksaan untuk mengantarnya pulang. Kyungsoo merasa dirinya adalah yeoja pengganggu hubungan antara Jongin dan Wendy. Kyungsoo pun melepaskan genggaman Jongin.
" Kau tidak harus mengantar ku, Jongin. Aku bisa pulang sendiri " kata Kyungsoo lalu pergi begitu saja. Jongin hendak menyusul Kyungsoo namun Wendy menahannya.
" Biarkan dia Jongin, aku masih ingin bersama mu " kata Wendy membuat Jongin dilemma.
Kyungsoo terus berjalan dengan air mata yang terus mengalir. Dadanya terasa sesak mengingat kedekatan Jongin dengan yeoja lain. Kyungsoo tidak suka jika Jongin nya bersama dengan Wendy, Kyungsoo juga tidak menyangka jika Jongin mempunyai kekasih saat mereka terpisah di masa kecil. Padahal selama berpisah dengan Jongin, Kyungsoo sama sekali menutup pintu hatinya untuk namja yang berusaha mendekatinya. Dia masih berharap jika suatu saat bisa bertemu kembali dengan Jongin. Terkecuali Kris, terpaksa adalah kata yang tepat untuk mengambarkan perasaannya pada Kris. Saat itu dia menerima Kris agar karirnya sebagai artis terus bersinar.
" Do Kyungsoo berhenti! " teriak seseorang.
Kyungsoo menghentikan langkahnya dan menoleh pada sumber suara, Oh Sehun?
" Yak! Kenapa kau menangis? " tanya Sehun mendekati Kyungsoo, sontak membuat Kyungsoo mundur selangkah menghindari Sehun. Dia masih takut dan trauma dengan Sehun.
" Ku mohon jangan mendekat " lirih Kyungsoo dengan badan gemetar.
Sehun menghela nafas berat, dia tahu sebab kenapa Kyungsoo takut dengannya. Ingin sekali dia mengatakan jika malam itu dia benar-benar tidak melakukan apa-apa pada Kyungsoo. Dia hanya mencium Kyungsoo, itu saja. Baekhyun lah yang membuat seolah-olah Sehun memperkosa Kyungsoo dan bodohnya dia menyetujuinya.
" Mianhae.. " kata Sehun pelan namun Kyungsoo masih bisa mendengarnya.
" Hentikan, jangan mengatakan apa-apa " jawab Kyungsoo sambil menutup kedua telinganya.
" Jeongmal mianhae, aku ti- "
" HENTIKAN! KU MOHON HENTIKAN! " teriak Kyungsoo lalu berlari meninggalkan Sehun.
Sehun hanya bisa menatap sedih kepergian Kyungsoo.
Kyungsoo sudah sampai di apartemennya, dia meninggalkan mobilnya di Sungai Han. Dengan pikiran kalut seperti ini Kyungsoo tidak cukup bodoh untuk mengendarai mobil sendirian, dia pun naik taksi untuk pulang. Kyungsoo berkali-kali mencoba menekan tombol pada pintu apartemennya, namun tiba-tiba saja dia lupa dengan kata sandinya. Kyungsoo merasa seperti orang bodoh saat ini, dia pun menghela nafas panjang dan kembali menekan tombol itu hingga akhirnya pintu pun terbuka. Kyungsoo pun masuk dan menghidupkan lampu di ruang tamunya.
" Akhirnya kau pulang, Baby " kata seseorang membuat Kyungsoo terkejut bukan main.
" K-Kris? " entah sejak kapan Kris berada di belakangnya.
" Apa yang kau pikirkan sampai kau tidak tahu jika aku berada di belakang mu bahkan saat kau turun dari taksi? Dimana mobil mu? Dari mana saja kau sampai selarut ini? " tanya Kris seperti seorang polisi yang menginterogasi pelaku pencurian.
" Aku hanya keluar sebentar untuk mencari udara segar " jawab Kyungsoo seadanya. Dia melepas jaketnya lalu duduk di sofa, Kris mengikutinya.
" Kemana saja kau selama 2 hari ini? Bukankah aku berkali-kali menyuruhmu untuk datang ke kantor? Ada tawaran menjadi pemain film, yahhh meskipun hanya pemain pembantu. Aku sudah menyetujuinya, mulai besok kau bisa mulai shooting " kata Kris. Kyungsoo tidak menjawab, dia memejamkan matanya karena terlalu lelah. Kris melirik ke Kyungsoo karena tidak mendapat jawaban. Dilihatnya Kyungsoo yang tengah tertidur dengan bersandar di sofa. Kris tersenyum menatap wajah polos Kyungsoo, diusapnya pipi Kyungsoo dengan lembut. Perlahan Kris menggendong Kyungsoo ala bridal style menuju kamar Kyungsoo, direbahkannya tubuh mungil Kyungsoo di ranjang lalu menutupnya dengan selimut sebatas leher. Kris duduk di tepi ranjang, memperhatikan wajah Kyungsoo sebentar lalu mencium kening Kyungsoo.
" Jaljayo, Baby Soo.. " ucapnya.
Kyungsoo mengerjapkan matanya saat sinar matahari dari jendela kamarnya menusuk matanya. Perlahan dia bangun lalu menyenderkan kepalanya pada dashboard ranjangnya. Matanya tertuju pada secarik kertas yang berada di meja kecil di samping ranjang.
Pagi, Baby Soo..
Jangan lupa jam 11 siang ada shooting di daerah Gyeonggi. Datanglah ke kantor ku dulu, aku akan mengantarmu. Semalam kau terlihat lelah, apa saja yang kau lakukan seharian hah? Jangan membuat ku khawatir, eoh?
Saranghae,
Kris
Kyungsoo tersenyum membaca pesan dari Kris, dia pun beranjak turun dari ranjang dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Selesai mandi, Kyungsoo keluar dari kamar dengan menggunakan hot pant dan tank top berwarna hitam. Rambutnya diikat ke belakang dengan asal. Kyungsoo menuju ke dapur dan sedikit terkejut melihat Jongin berada di sana sedang membuat minuman. Jongin yang melihat Kyungsoo datang pun tersenyum.
" Kau sudah bangun? Aku membuatkan mu coklat panas " kata Jongin.
Kyungsoo duduk di kursi dekat pantry berhadapan dengan Jongin, dia mengambil secangkir coklat panas yang dibuatkan Jongin.
" Mianhae " kata Jongin tiba-tiba.
" Untuk? "
" Semalam, aku tidak mengantarkan mu pulang." Jawab Jongin.
" Gwaenchana, ada Kris yang mengantar ku pulang " kata Kyungsoo sambil menyesap coklat panasnya perlahan.
" Ah, iya ada Kris Sajangnim " Jongin hampir lupa jika yeoja yang ada di hadapannya mempunyai tunangan. " Tentang yeoja semalam, dia adalah- " belum sempat Jongin melanjutkan kalimatnya, tiba-tiba Kyungsoo beranjak dari duduknya.
" Aku tidak ingin membahas hal ini. Aku akan pergi ke kantor Kris, kau tidak usah mengantar ku. Terima kasih untuk coklat panasnya" kata Kyungsoo sinis lalu masuk ke kamarnya untuk bersiap-siap, meninggalkan Jongin yang diselimuti rasa bersalah.
Kyungsoo sudah berada di kantor Kris, ternyata di sana juga ada Baekhyun. Ternyata Baekhyun menjadi pemeran utama di film tersebut, Kyungsoo hanya menjadi pemeran pembantu. Tapi Kyungsoo tidak mempersalahkan itu semua yang penting dia masih bisa bermain dalam sebuah film.
" Tidak masalah kan jika kau menjadi pemeran pembantu? " tanya Kris khawatir.
Kyungsoo tersenyum manis, " Gwaenchanayo, Sajangnim. Apapun perannya akan aku terima, ini juga film pertama ku beradu acting dengan Baekhyun. Benarkan, Baekhyun-ssi? " jawab Kyungsoo membuat Baekhyun tersenyum meremehkan.
" Benar sekali, dan aku senang akhirnya karena akulah pemeran utamanya. Suatu kebanggaan untuk ku " kata Baekhyun.
" Bagus.. Aku harap kalian bisa saling membantu. Baiklah, kalian bisa berangkat ke sana untuk memulai shooting " kata Kris. Kyungsoo dan Baekhyun beranjak dari duduknya dan membungkuk pada Kris.
" Kyungsoo-ssi, bisa bicara sebentar? " tanya Kris. Baekhyun yang mendengarnya menatap sinis pada Kyungsoo lalu keluar ruangan Kris.
" Ada apa Kris? " tanya Kyungsoo kembali duduk.
" Aku akan mengantarmu ke lokasi shooting " jawab Kris sambil bersiap-siap mengambil jas yang menggantung di kursinya.
Kyungsoo menahannya, " Tidak usah, aku bisa berangkat sendiri. Lagipula ada Yixing dan Eomma yang menemani ku. " kata Kyungsoo.
" Tapi aku ingin mengantar kekasih ku " gumam Kris.
" Sudahlah Kris, lagipula ada Baekhyun di sana. Aku merasa tidak enak jika kau mengantar ku " kata Kyungsoo membujuk Kris.
Kris sedikit gugup mendengar nama Baekhyun, " B-baiklah.. tapi aku akan menjemputmu dan jangan menolak. Ah, geundae kenapa aku tidak melihat robot kesayangan mu itu? " tanya Kris.
" Ne? Ah, dia pergi ke Profesor Kim. Sepertinya dia perlu di service " jawab Kyungsoo bohong.
" Hmm.. Baiklah, kau bisa berangkat dengan Manager Do. Nanti aku akan menjemput mu " kata Kris sambil mencium singkat bibir Kyungsoo.
Kyungsoo sampai di lokasi shooting bersama dengan Nyonya Do dan Yixing, Baekhyun telah sampai duluan. Kyungsoo tidak melihat Chanyeol di sekitar sana , biasanya dia akan selalu berada di sisi Baekhyun. Kyungsoo mencoba mengakrabkan diri dengan Baekhyun, dia mendekati Baekhyun yang duduk dengan namja asing di sampingnya.
" Annyeong, Baek.. " sapa Kyungsoo sambil tersenyum.
Baekhyun tidak menjawab sapaan Kyungsoo, dia hanya tersenyum sinis lalu melanjutkan berbicara dengan namja di sampingnya.
" Aku tidak melihat Chanyeol, dimana dia? " tanya Kyungsoo.
" Yak! Do Kyungsoo, kau berisik sekali! Chanyeol sudah ku pecat! Aku sudah punya manager sendiri, jangan sok akrab dengan ku! " bentak Baekhyun.
" Yak! Jangan membentak anak ku! Dasar yeoja tengik! " Nyonya Do tidak terima mendengar anaknya dibentak oleh Baekhyun.
Baekhyun hanya berdecak malas lalu beranjak dari duduknya diikuti oleh namja di sampingnya. Kyungsoo menenangkan ibunya yang emosi dan mengingatkan jika orang-orang di sana mulai memperhatikan mereka.
Shooting pun berjalan dengan lancer, meskipun Baekhyun selalu membuat kesalahan saat berdialog dan sedikit membuat emosi sang sutradara. Kyungsoo yang hanya menjadi pemeran pembantu malah banyak mendapat kan pujian dan membuat Baekhyun tidak suka. Seperti yang dijanjikan, Kris menjemput Kyungsoo di lokasi shooting.
" Bagaimana shooting tadi? Lancar? Kau suka dengan peran mu? " tanya Kris sambil mengendarai mobilnya.
" Lancar, aku juga suka dengan peran ku. Ini pertama kalinya aku mendapat peran kecil, tapi aku menyukainya " jawab Kyungsoo.
" Baguslah.. Kau ingin langsung pulang atau makan malam dengan ku? " tawar Kris.
" Aku ingin pulang saja, Kris. Aku lelah " jawab Kyungsoo lalu menyamankan duduknya dan melihat keluar jendela.
Mereka sampai di depan apartemen Kyungsoo. Kris membukakan pintu mobil untuk Kyungsoo. Setelah memeluk tubuh Kyungsoo dan mencium keningnya, Kris pamit untuk pulang. Kyungsoo pun masuk ke dalam apartemennya, di depan pintunya terlihat sepatu seorang wanita di sana. Kyungsoo pun terkejut melihat ada Wendy di sana tengah memasak dengan Jongin.
" Ah, wasseo? " kata Jongin saat melihat Kyungsoo masuk.
Kyungsoo tidak menjawab dia masuk ke dalam kamarnya, matanya sempat beradu pandang dengan Wendy tadi.
" Sepertinya dia tidak menyukai ku " kata Wendy pada Jongin.
" Jangan berpikir seperti itu, kau hanya belum mengenalnya. Dia seorang artis, mungkin dia lelah " jawab Jongin. Dia tahu jika Kyungsoo marah padanya, tapi Jongin tidak bisa berbuat apa-apa. Kyungsoo sudah mempunyai tunangan, Jongin tidak mungkin menganggu hubungan mereka. Jongin sadar jika dia hanya robot dan bodyguard bagi Kyungsoo.
Di dalam kamar, Kyungsoo meluapkan emosinya dengan memukul boneka kelinci yang ada di ranjangnya.
" Jongin sialan! Kenapa dia mengajak yeoja itu ke apartemen ku?! Sialan! Aku membencimu, Jongin! " gumam Kyungsoo masih dengan memukuli boneka kelinci tak berdosa itu.
Kyungsoo pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Dia ingin berendam di air hangat untuk melupakan emosinya pada Jongin dan melepas lelah. Selesai berendam, Kyungsoo mengganti bajunya dengan kaos bewarna pink dengan gambar hello kitty serta hot pant berwarna hitam. Dia mulai keluar kamarnya. Dilihatnya Jongin dan Wendy menyiapkan makanan di meja makannya.
" Kyungsoo, mari kita makan malam. Wendy yang memasaknya untuk kita " ajak Jongin.
" Aku tidak lapar " jawab Kyungsoo berbohong, sebenarnya dia sangat lapar. Dia menyesal menolak ajakan Kris untuk makan malam. Kyungsoo pun duduk di sofa dan menyalakan TV dengan setoples makanan ringan di hadapannya.
" Kyungsoo, aku tahu kau belum makan. Wendy sudah berbaik hati untuk membuatkan makanan untuk kita, aku mohon makanlah " bujuk Jongin yang ikut duduk di samping Kyungsoo.
" Heol, bahkan aku tidak memintanya untuk membuatkan makan malam. Kau saja yang makan, bukankah dia yeoja chingu mu? Aku tidak selera untuk memakannya " jawab Kyungsoo lalu menaikkan volume TV. Jongin pun menyerah, dia beranjak menuju meja makan untuk makan bersama dengan Wendy.
Kyungsoo melirik sekilas keakraban antara Jongin dengan Wendy. Kyungsoo menahan emosinya ketika melihat Wendy menyuapkan makanan pada Jongin, dan Jongin menerimanya. Sesekali terdengar tawa dari keduanya yang makin membuat Kyungsoo tak tahan. Kyungsoo pun masuk ke kamarnya.
" Ada apa dengannya? " tanya Wendy.
" Entah, mungkin dia marah padaku " jawab Jongin.
" Marah karena apa? Apa dia menyukai mu? " tanya Wendy tidak suka.
" Hahahaha.. Mana mungkin dia menyukai ku, aku hanya ro- ah maksudku aku hanya bodyguardnya " jawab Jongin lagi. Dia hampir menyebut dirinya robot di hadapan Wendy.
Akhirnya Wendy pun pulang tanpa diantar oleh Jongin. Jongin duduk di sofa sambil menonton TV. Samar-samar terdengar suara orang menangis, Jongin menajamkan telinganya. Suara itu berasal dari kamar Kyungsoo, Jongin melirik sekilas pada jam dinding yang menunjukkan pukul 12 malam. Jongin pun menghampiri kamar Kyungsoo, dia membuka pintunya yang kebetulan tidak terkunci. Jongin terkejut melihat Kyungsoo yang duduk di lantai dengan bersandar di tepi ranjang menangis sambil memegang perutnya.
" Kyungsoo?! Ada apa dengan mu?! " Jongin panic melihat Kyungsoo yang menangis. Kyungsoo tidak menjawab, dia masih menangis sambil terus menolak Jongin yang ingin memegangnya.
" Apa yang sakit? Aku harus apa Kyungsoo? " tanya Jongin lagi. Tiba-tiba terdengar suara
GRUKKKK..
" Kau lapar? " tanya Jongin yang tahu jika suara itu berasal dari perut Kyungsoo.
Wajah Kyungsoo pun memerah, dia sangat malu. Jongin menahan senyumnya melihat tingkah kekanakan Kyungsoo.
" Jika kau lapar kenapa menolak makan malam tadi? " tanya Jongin lalu membantu Kyungsoo untuk berdiri dan menghapus air matanya. Jongin menuntun Kyungsoo untuk ke dapur, dia menyuruh Kyungsoo duduk di kursi meja makan. Jongin menyiapkan makanan yang tadi sengaja dia sisakan untuk Kyungsoo dan menghanngatkannya.
" Aku tidak mau makan itu! Aku ingin ramyeon! " tolak Kyungsoo.
Jongin pun menuruti Kyungsoo dan membuatkan Kyungsoo semangkuk ramyeon. Kyungsoo terlihat lahap saat memakannya, sampai dia tersedak. Jongin dengan penuh perhatian mengambilkan air putih untuk Kyungsoo dan membersihkan sedikit makanan di sudut bibir Kyungsoo. Semangkuk ramyeon pun habis, Kyungsoo benar-benar lapar rupanya.
" Kau mau tidur? " tanya Jongin.
" Ya, aku sangat lelah " jawab Kyungsoo sambil mengucek matanya.
Jongin mengajak Kyungsoo untuk masuk ke kamar. Dia menyuruh Kyungsoo untuk merebahkan tubuhnya di ranjang, Jongin menyelimuti Kyungsoo dengan selimut hangat.
" Tidurlah " kata Jongin, dia hendak keluar dari kamar Kyungsoo tapi Kyungsoo menahannya.
" Temani aku, Jongin " pinta Kyungsoo dengan tatapan memohon. Jongin tersenyum dan duduk di tepi ranjang Kyungsoo.
" Baiklah, aku akan menemanimu. Tidurlah " kata Jongin sambil mengusap rambut Kyungsoo.
Tak lama Kyungsoo pun tertidur dengan menggenggam erat tangan polos Kyungsoo membuat Jongin tidak ingin beranjak dari sana. Sebuah pertanyaan muncul di dalam hati Jongin, apakah dia mulai menyukai Kyungsoo?
TBC/END?
