A/N :

Mungkin agak kurang lucu. Pemanasan setelah lama sekali aku tidak melanjutkan ff ini. Selamat membaca.

.

.

.

.

.


#16nd Wajib Militer dan Masa Muda

Depresi apa yang mungkin dirasakan sang leader ketika selesai menjalani wajib militer.

...

Beberapa waktu lagi, tertua dan juga dianggap sebagai sesepuh dalam grup yang bernama Super Junior (dilempar granat) akan keluar dari wajib militer. Menyambut kebebasannya dari dunia yang kejam. Oke, ini hanya pendapat penulis.

Namanya Park Junsoo. Memiliki nama panggung Leeteuk. Tentu kalian tahu apa maknanya, jadi tidak akan dijelaskan di sini. Bergolongan darah A. Memiliki tinggi yang lumayan meski tidak setinggi Siwon. Secara fisik mampu membuat siapapun memalingkan pandangan padanya, terutama setelah melihat dua buah lesung pipit yang terpasang elok.

Fokus.

Bayangkan laki-laki yang telah di jelaskan di atas. Sudah?

Anggap saja hari ini adalah waktu dimana dia diputuskan selesai menjalani kewajiban wajib militernya. Baru saja keluar dari ruangan yang menyatakan dia bisa kembali ke keluarganya atau manapun itu dan kembali menjalankan kehidupannya sebelum mengikuti wajib militer.

Sudah?

Masih dengan dengan pakaian tugasnya. Berwarna hijau-hijau dan hitam-hitam. Khas para tentara. Menutupi seluruh tubuhnya yang –menurut penulis- terlampau kurus untuk ukuran lelaki. Kedua kakinya menggunakan sepatu hitam dengan sol tebal.

Rambutnya dipotong pendek (tentu tahu seperti apa kan?). Surai itu berwarna hitam seperti orang timur kebanyakan. Apalagi dia bukan lagi seorang artis (selama mengikuti wajib militer), jadi tidak ada acara cat rambut seperti sebelumnya. Sebuah topi yang juga berwarna senada dengan pakaiannya juga terpasang dengan baik di kepala. Menyembunyikan beberapa kerutan di keningnya.

(ditembaki oleh Leeteuk.)

Lah, kan fakta jika Leeteuk sekarang ini tidak lebih dari seorang pria yang semakin tua setiap hari. Tentu kerutan akan hadir di titik-titik tertentu.

Kini Leeteuk mulai mengangkat kakinya pergi dari depan ruangan. Segera melesat ke asramanya dan membereskan barang-barang. Lalu berpamitan dengan beberapa teman dalam wajib militer.

Kita lihat bagaimana bagaimana ekspresi yang dihadirkan lelaki tua itu.

(Leeteuk : Berhenti menyebutkan aku tua. Aku hanya kurang muda.)

Beberapa semburat kemerahan ada dipipinya. Ternyata peredaran darahnya lancar. Itu juga menandakan betapa bahagianya dia selesai menjalani kewajiban pada negara.

Siapapun pasti akan mengatakan satu hal ketika selesai menjalani wajib militer.

"Akhirnya selesai sudah!"

Ucap Leeteuk gembira. Tentu saja dia sama seperti orang kebanyakan, oke, kecuali karirnya yang begitu cemerlang saat ini sebagai salah satu idola yang berasal Korea Selatan yang dikenal banyak orang.

Mengingat umurnya yang tidak lagi muda. Mustahil membayangkan Leeteuk mengatakan kalimat itu sambil berteriak dan mengangkat kedua tangannya ke udara. Senyum mengembang –senyum lima jari- dan rona kemerahan di pipinya. Mustahil. Terlalu geli untuk dibayangkan. Seperti seorang gadis muda yang baru saja ada seorang lelaki yang menyatakan cintanya padanya.

Tidak mungkin dengan seragam hijau hitam.

(Leeteuk : Berarti aku boleh melakukannya jika tidak menggunakan seragam ini?)

Satu kalimat tambahan yang semestinya juga diucapkan ketika seseorang setelah selesai dengan wajib militer.

"Hore!"

Teriak Leeteuk dengan suara yang selalu berubah disetiap lagu yang dibawakannya. Tapi diurungkannya teriakan itu karena masih berada dalam lingkungan yang dilarang membuat keributan semacam itu. Kau bisa melakukannya dalam hati saja.

Ekspresi kebahagiannya ini tidak bisa disembunyikan. Benar-benar bahagia. Jika dianalogikan, kebahagian ini sama seperti ketika memenangkan Golden Disk Award? Bahkan mungkin lebih.

(Leeteuk : Sama seperti kau mendapatkan hari libur seminggu penuh ketika jadwal tur dunia sudah kau jalani ¾ nya. Mustahil tapi selalu di harapkan. #curhat)

Leeteuk mulai berkemas. Menyusun barang-barangnya di tas sebaik mungkin. Bersama dengan beberapa orang yang juga melakukan hal yang sama dengannya. Seragam itu masih belum ditanggalkannya.

Sebuah pemikiran yang mengejutkan mampir dibenak lelaki yang baru saja menyelesaikan wajib militernya itu. Dia terduduk di ranjangnya. Kedua matanya menatap lekat lantai yang dipijaknya. Orang lain yang melihatnya mungkin berfikir jika dia sedang memperhatikan beberapa noda yang ada di sepatu hitam itu.

Tapi bukan. Mata ini menatap kosong. Menyadari sesuatu yang membuatnya jatuh ke posisi terburuk.

Matanya memerah. Kepalanya menunduk makin dalam. Topinya dilepaskan dan kini mengisi tangan kirinya. Genggamannya menguat. Beberapa kata yang menjelaskan betapa sedihnya dia, lolos.

"Hiks."

Mungkin seperti itu. Menangis.

(Leeteuk : Aku ga nangis! Aku Cuma sedih. Jangan di dramatisir.)

Senyumnya yang lebar itu lenyap. Bersama dengan kepalanya yang makin lama menunduk makin dalam. Keempat lengannya rasanya lemas sekali. Huhu~

Semua orang juga merasakan hal yang sama seperti Leeteuk –mungkin-. Mereka akan berkata,

"Masa muda juga telah berakhir."

Bersamaan dengan wajib militer yang selesai mereka jalani. Akhirnya dengan kesadaran penuh Leeteuk menyadari bahwa dia sudah menua. Menua. Tua. Sesepuh. Bahkan dia tidak punya istri yang menyambut kepulangannya kelak! Astaga naga!

(Leeteuk : Kau mau aku penggal pakai pisau dapur atau gergaji?)

Masih ada ratusan bahkan mungkin ribuan ELF yang bersiap menyambut kepulangannya kelak. Lalu, sebenarnya apa yang tengah digalaukan oleh Leeteuk?

"Selamat tinggal masa mudaku..."

Lirih Leeteuk diantara sesaknya perasaan yang melanda jiwanya. Kemudian di sambungnya kembali.

"Aku akan merindukanmu selamanya."

Oh~ ternyata hanya itu? Lagi pula wajib militer yang anda jalani hanya 2 tahun, kan? Lagi pula kau mengambil masa wajib militer diantara masa-masa akhir mudamu. Yang tabahnya. Lagi pula, kenapa kau menyedihkan. Menyesali hal semacam ini.

(Leeteuk : Kau tidak akan tahu rasanya jika kau tidak menjalani hal yang sama sepertiku.)

Dan malam terakhir di asrama wajib militer ini dihiasi dengan renungan sang tetua.

(Leeteuk : Kau ini... aku tidak tua!)

Yang masih saja menyangkal mengenai dia yang semakin tua.

.

.

.

.

.

Dan begitu lah. Begitulah.

Ada yang penasaran apakah yang lain juga berfikir hal yang sama dengan Leeteuk?

.

.

.

.

.

"Aku tidak sama dengan dia. Aku menikmati usiaku dengan caraku sendiri."

Jawab Heechul ketika diminta pendapat mengenai wajib militer yang selesai dijalankannya dengan lancar.

"Perasaanku ketika selesai menjalani selesai wajib militer, tentu saja aku senang. Aku bisa melakukan banyak hal yang tidak bisa aku lakukan di camp wajib militer. Seperti belanja. Meminta Ryeowook memasakkan makanan."

Sifatnya yang suka mengatur masih saja ada padanya. Agak sedikit berkurang jika dibandingkan dengan yang dulu.

Sesi tanya jawab ini berlangsung dalam sebuah kantin. Bayangkan Heechul dengan jeans hitam dan sepatu hitam yang mengkilat. Kaos berwarna ungu yang bertuliskan 'I'm Superstar' dan berbagai macam ornamen seperti bintang-bintang keemasan. Kemudian ditambahkan dengan blazer yang senada dengan jeans. Kacamata dengan frame hitam menghiasi wajahnya. Senyum meremehkan seperti biasa masih terpampang dengan baik di wajah itu.

"Aku tidak merasa kehilangan masa muda. Karena aku selalu muda."

Jawab ambingu yang bisa menghasilkan banyak tafsiran. Begitulah Heechul.

"Mungkin karena selama masa mudanya, Leeteuk terlalu mengkhawatirkan banyak hal."

Jawab Heechul ketika dia ditanyakan kemungkinan apa yang menyebabkan Leeteuk se-depresi itu ketika menyadari masa mudanya berakhir begitu saja.

"Aku? Tua?"

Iya kan? Kim Heechul hanya lebih muda 10 hari dari Leeteuk. Seharusnya lelaki ini juga sama pantasnya di sebut tua seperti sang leader.

"Keriput? Kau bilang ada keriput di wajahku?"

Tanyanya lagi ketika ditanyakan apakah dia merasa sama tuanya dengan Leeteuk. Apalagi beberapa jejak keriput hadir dipelipisnya dan beberapa area lainnya. Hanya mengatakan kejujuran. Yeah, sepertinya itu menyakitkan perasaanya.

"Kau ini memang menyebalkan. Banyak tanya. Bisa tidak kau pikir dahulu sebelum bicara. Dan kenapa bla bla bla..."

Cukup. Penulis akan hengkang dari hadapan si mulut pedas sepedas cabai hanbero. Mulutnya itu memang benar-benar...

.

.

.

.

.

Kita beralih pada Kangin. Salah satu calon narasumber yang juga telah selesai menjalani wajib militer.

"Aku merasa tidak masalah. Toh hanya dua tahun. Dan aku keluar dari camp wajib militer ketika umurku masih di bawah 30 tahun. Jadi aku pikir aku tidak kehilangan masa mudaku."

Jawaban yang bagus. Salah satu orang yang berfikiran positif untuk hidupnya.

(Leetuk : Maksudmu, aku orang yang bepikiran negatif untuk masa depannya?)

Pemikiran tiap orang itu berbeda berngantung pengalaman serta acuannya dalam kehidupan.

"Yah, jika di bandingkan antara wajib militer dan masa muda, aku tidak tahu harus menjawab seperti apa. Keduanya sama-sama harus di jalani."

Dan wawancarapun berakhir dengan perginya Kangin karena Kyuhyun berteriak memanggilnya dari ponsel.

"Kangin hyung! Bahaya! Bahaya! Ini darurat!"

Ada apa? Kenapa tiba-tiba ada suara tidak diundang masuk ke dalam sesi tanya jawab ini? Lagi pula, apa kalimat barusan itu semacam SOS? Ada apa?

"Oh, Shindong merencanakan sesuatu. Apa ya? Katanya mengenai keberlangsungan masa depan koki di asrama. Sesuatu yang fatal terjadi pada uri Wookie."

Sebentar, mengapa kalimat itu terasa familiar sekali ya? (lihat #10nd Ryeowook Story)

Oke, selamat berjuang demi kelangsungan masa depan makan malam.

(Leeteuk : Kenapa hanya aku yang merindukan masa mudaku?)

.

.

.

.

.

"Aku sibuk. Kapan-kapan saja ingin bertanya."

Jawab Yesung dengan senyum terukir di wajahnya. Wawancara kepada main vocal ini berakhir begitu saja tanpa jawaban.

.

.

.

.

.

"Hue~ masa mudaku!"

Teriak Leeteuk penuh kesedihan.

.

.

.

.

.

THE END

...


A/N :

Engga garing, kan? Engga kan?

Tapi menurut pendapatku ini malah seperti satire. Aku ceritanya serius dan humornya itu ada di kejadiannya. Rada susah aku nyampaikannya.

Terima kasih kepada reviewer yang telah sudi memberikan tanda bahwa kalian telah membaca ff ini. *bow. Baik yang login ataupun yang menjadi guest. Aku berterima kasih banyak. Kepada silent reder yang masih setia menjadi pembaca.

Silakan berikan pendapat kalian mengenai fanfiction ini..

Review, ne? *senyum bareng Sungmin dan Kyuhyun*