Uwa, kelamaan~ Singkat aja ya, abis besok banyak tugas, belom ada yang dikerjain^^. seperti biasa, main nomer satu, belajar nomer dua^^_ dilempar sepatu hak dengan diameter sekecil jarum, tinggi dua belas centi ma mama_ . Ni, Langsung reviewnya..Tapi sebelumnya lowogan OC yang diterima :

Nama:kanata
sifat:syng ma gaara,sll kasii yg trbae bwt gaara,tegas,disatu si2 keibuan saking syng ma gaara,wibawa,dewasa,kdng bsa bkin humor gaje bwt hibur gaara,bsa lebai jg,holy ana ga taw gmn tmbhn ma sin aja,
ciri2:klt pth,rambut pnjng,ungu,mta biru,berponi

Special thanks to:

Wolfie:

Wew, thanks dah mau repiuwwwww~ Sinsin seneng ma OC-mu^^

Chika Nagato:

Iya, Sinsin cewe ko ^^

Luina aizawa:

Aura jealousnya sasu? Sori bgt yaaaa~ tapi di cerita ini bukan itu intinya^^ Cuma Sinsin cobain deh^^thanks ya dah repiu....^^

Ana-chan:

Sinsin seneng ma OC-mu^^ thanks ya dah mau nge repiu^^

Charlotte.d'Cauchemar:

Wew, pulsa dah sekarat? Thanks bgt yaaaaaaa~ walaupun dah sekarat pulsanya masih aja mau repiu!^^

S4suke Lover:

K Rey, kamu K Rey kan?Kalo beneran K Rey, habis ini kk dah g akan bias review cerita Sinsin lagi, ralat, ga mungkin lagi kan? ^^ . Sinsin g akan ketemu kk lagi, y kan k. Udah pasti~. K Rey thanks y buat semuanya^^ thanks dah mau nemenin Sinsin selama ini. Sinsin baru nyadar kenapa namanya Sasuke Lover, itu gara2 waktu dulu Sinsin seneng Sasuke kan?^^ hebat y bias tau^^ Tapi sekarang Sinsin lebih seneng Shikamaru ^^ coz, y kk tau sendiri lah… Bye k..

Panda-kun:

Sebenar bernafas dulu^^ dipeluk2 ampe megap2 kacian bgt tuh si Sinsin, btw Sinsin tuh siapa si?^^ (dilempar bowling ma panda-kun). Iya kasian bgt^^ Sinsin sendiri sampe ga tega pas bikinnya^^

Nana:

Sampe kiamat? Nanti kalo dah kiamat ga bisa dibaca lati dong ceritanya^^,ga dapet repiu lagi dong^^ canda2... btw maap wkt itu Sinsin mungkin kurang bagus bikin kata2nya, jadi nana sallah paham, maksud Sinsin tuh yagn bikin cerita siapa ko kamu yang ribet tuh, maksudnya yang bikin cerita Nana ko Sinsin yang ribet, gitu lah, soriiiiii....

Luina Fujiwara:

Sori ya~ tapi kamu ngereviewnya telat, jadi Sinsin ga bisa nerima lowongan OC muT_T tapi ttp mau baca fic Sinsin khan????? (ngarep~)yawdalah , yang penting "THANKS DULU" dah repiu^^btw namamu kembar ya ma Luina Aizawa^^

Aiko-tantan:

Cadel mode: ON

Soli kependekan T_T nanti cincin cobain lebih panjang cabal ya~

Cadel mode:OFF

Xarlzi'xeNa-Roz:

Uwa, jaatnya bilangin Shika sokpuitis T_T, Sasu emang geblek ko^^ (semangat berapi-api ngomongin Sasu geblek^^ _ ditabok sasu_). Sinsin seneng bgt sama Shika^^. Coz… y gitu lah^^, thanks dah repiu^^

Yagh, sekian balasan repiu nya^^

Sekedar curhat singkat, gara2 Sinsin sering maen cadel2an sekarang ga tau kenapa kadang2 Sinsin suka jadi cadel beneran, untung masih bisa berubahT_T.

Soooooooooooooooooooo, here is the story

Summary: Naruto dan Sasuke adalah sepasang sahabat baik. Di sekolah banyak Fans Girl Sasuke yang iri sama Naruto. Namun muncul anak baru bernama Gaara di sekolah mereka. Sepertinya dia suka dengan Naruto, tapi bagaimana kalau ternyata Sasuke secara diam2 selama ini juga suka sama Naruto. Siapa yang akan dipilih Naru? Semuanya berubah ketika Gaara mengetahui kalau dirinya ternyata adalah anak "SHINIGAMI" (dewa kematian) yang bertugas untuk merengaut nyawa Naruto yang ia sukai. Apakah jalan yang akan Gaara pilih?

-

-

-

-

-

'Maafkan aku, tuan, tapi aku tak mungkin membiarkan Gaara' batinnya.

-

-

-

-


Love Tears

Chapter 6:The Sinigami's days

-Hakar4 S1n-



Three Days Later

"Yey, akhirnya Gaara masuk sekolah lagi" kata Naruto bahagia. Gaara hanya tersenyum kecil melihat ucapan Naruto yang polos apa adanya, tak ada kepura-puraan di matanya yang indah, tidak seperti dirinya, sangat berbeda, terlalu jauh... . Sekolah sudah selesai hari ini, kebanyakan anak-anak sudah pulang sekolah. Kelas juga sudah kosong, hanya tinggal Naruto, Gaara, Sasuke, Shikamaru, Sai, dan Ino. Ino, Naruto, Shikamaru, dan Gaara mendapat giliran piket hari ini. Sedangkan Sasuke hanya menunggu Naruto pulang, tidak jauh berbeda dengan Sai yang menunggu Ino. Sai sudah janji untuk menemani Ino mencari keperluan sekolah hari ini.

"Gaara, kamu kemana aja, kok ga masuk sekolah sampe 3 hari?" tanya Ino.

"Aku sakit" jawab Gaara seperlunya tak ingin ketahuan apa yang sebenarnya ia sembunyikan.

"Oh, iya, ngomong-ngomong nanti pulang kamu mau kemana Ino?"kata Naruto tiba2.

"Aku mau ke IK sama Sai, aku harus nyari buku2 tertentu tentang dance buat tugas ekskul sama mau beli alat2 tulis soalnya alat tulis aku dah rongsokan semua, mau ikut Nar?"

"Hmmmm, sepertinya nanti aku tidak ada kegiatan, bolehlah, kalian juga ikut ya?" Naruto melirik Sasuke, Gaara, dan Shikamaru bergantian.

"Hn..."Gaara menyetujui ajakan Naruto. Sasuke melirik Gaara.

"Ya, bolehlah... Lagipula aku juga ga ada kerjaan..." sasuke ga mau kalah ma Gaara.

"Shikamaru?" Naruto mengalihkan pandangannya ke Shikamaru.

"Males ah!"

"Ga boleh ga!" Kata Ino dan Naruto bersamaan, dengan nada yang meninggi tentunya.

"Ya, iya, iya , deh, daripada aku jadi ikan kepe, huh..., how truoblesome... Sekalian aku mau makan lah..." keluh Shikamaru, inner shikamaru –swt- ' Ga boleh ga, tapi nanya... dasar'

"Yey!" teriak Naruto dan Ino bersamaan lagi sambil tos bareng.

Tentunya dia tidak ingin ikut, hanya saja ia terlalu malas untuk berdebat dengan duo pirang yang super cerewet itu. Ya, mau bagaimana lagi? *sigh*

"Yosh! Ayo kita pergi sekarang!" ujar Naruto dengan semangat membara yang berkobar-kobar.

"Beuh, yang ada urusan siapa yang semangat siapa?"cibir Ino sambil tersenyum –gimana caranya coba?-

"Nih! Tangkep Ino!" tiba-tiba Sai melempar kertas ke arah Ino. Ino yang ga siap langsung kena pas di jidatnya.

Diam sejenak. Lalu tiba-tiba..

"Eh, enak aja! Sembarangan lempar aja nih balesannya!" Ino yang merasa tidak puas langsung melempar balik ke Sai, dihindarioleh Sai dengan mudah.

"Ikutan!"seru Naruto tiba2 sambil bawa buku dan menyobek halaman demi halaman dari buku tersebut lalu diremukkan membentuk bola kertas. (Sinsin banget~)

Sasuke, Gaara, dan Shikamaru hanya melehat tingkah laku mereka sambil tersenyum, sesekali mereka menghindar dan melempar bola kertas yang kebetulan mereka tangkap. Dan akhirnya malah ikut2an maen.

Tidak sadar 2 pasang mata sedari tadi mengamati Gaara sambil terbang melayang diatas ruangan.

"Bagaimana menurutmu Shizuka? Daihyooga ?" seorang shinigami berpakaian serba hitam menatap lurus pada lawan bicaranya, rambutnya ikal panjang warna coklat kehitaman di hi-lite merah, dan bola mata dark chocolate itu jelas memancarkan pribadi yang cuek dan licik.

"…, Bukan urusanku Chika" Shinigami bermata hijau dengan rambut midnight ebony panjang lurus menjawab asal pertanyaan lawan bicaranya.

"Bukan urusanmu? Wah, wah, wah apa yang akan raja katakana bila mendengarmu ya? Keliling istana 1000 kali? Membersihkan rumput? Joget joget depan dia?"

"Lucu sekali.." Shizuka melempar tatapan sinis kepada Chika, "lagi pula raja tidak se-konyal itu. Bodoh"

"Terserah kaulah" Chika memasang ekspresi cuek dan tidak peduli yang dibuat-buat.

"…"

"cih, ayo pergi" Chika menghilang.

"…" Shizuka menatap kepergian Chika tajam lalu mengarahlan pandangannya ke Gaara, entah mengapa tatapannya melembut ketika sosok Gaara sepenuhnya tertangkap oleh matanya. Ia lalu menghilang juga menyusul Chika.

Selagi Gaara dan yang lain sedang asyik main lempar2an ...

.

.

.

.

BLAM...

Tembok kelas retak karena menahan gaya yang disalurkan dari pintu.

"APA YANG KALIAN LAKUKAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" Teriak seorang wanita cantik berambut pirang pucat, namun memiliki wibawa yang sangat tinggi. Ia memukul meja yang ada paling dekat dengannya. Sang "meja" langsung syok lalu beberapa detik kemudian terbelah menjadi dua.(?)

Semuanya langsung berdiri tegak dengan baju yang udah ga karuan dari posisi ngelempar, lalu menjatuhkan bola kertas yang mereka pegang kelantai ,nyengir kuda ke arah kepala sekolah mereka..

"hi...hi..."

"SEKARANG JUGA KALIAN BERSIHKAN SEMUA KEKACAUAN INI! Lalu kamu NARUTO, INO, SAI, KALIAN BERSIHKAN SEMUA TOILET DI SEKOLAH INI! SHIKAMARU, SASUKE, DAN KAMU ANAK BARU! BERSIHKAN SEMUA LABORATORIUM DAN KELAS YANG ADA! SEMUA HARUS SELESAI DALAM WAKTU DUA JAM ATAU AKAN SAYA BERIKAN TUGAS TAMBAHAN!"

"I...iya Tsunade-sa...sama..." padahal dalam inner mereka semua berteriak ,' TIDAK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!'

Tsunade segera meninggalkan ruangan itu dan kembali ke ruangannya.

"Heran deh, ko dy bisa tau kita lagi lempar2an kertas..."keluh Ino.

"Ya iyalah pasti tau..." kata Sasuke dan Gaara bersamaan datar. Dzing.. "Berhenti mengikutiku!" kata mereka dengan datar bersamaan lagi. "Sial..." bersamaan lagi secara datar lagi. "cih.." sama2 lagi. Keduanya sama2 membuang muka.

"Loh ko bisa?" tanya Ino

"Kamu pikir kelas kita ada di mana?" kata Shikamaru enteng melanjutkan kata2 Sasuke dan Gaara.

"Di lantai tiga..." kata Ino Innocent

"zzzz, lantai tiga Cuma beda beberapa ruangan ma ruang kepala sekolah lengkapnya"

"Bukannya bilang daritadi kalo tau ko ga bilang dari tadi sebelum kita mulai lempar2an?"

"Baru kepikiran.."

"Yawdalah kerja aja daripada nanti kita dikasih tugas tambahan."celutuk Naruto tiba-tiba.

"Yawdalah, nasib.." kata Ino akhirnya.

Sementara itu di ruangan kepala sekolah.

Tsunade tertawa sambil memukul-mukul meja...

"Bwahahahaha..."

"Tsunade-sama tenang sedikit.." kata Sizune, seorang gadis imut berambut hitam pendek sebahu sebagai asistenya.

"Hahaha... Sudah lama gw ga ngerjain murid, senangnya.." kata Tsunade sambil menghapus air mata yang keluar dari matanya karena terlalu banyak tertawa.

"Tsunade-sama..." Sizune masih berusaha menjaga senyumnya...

Di IK (Istana Konoha)

"Langsung ke hokben aja gitu?" tanya Ino

"Iyalah, lagi pula aku dah laper dari tadi belom makan" kata Naruto.

"..." Sai, Shikamaru, Sasuke, Gaara tidak berpendapat dan bersemangat. Tenaga mereka habis karena tadi yang kerja cuma mereka berempat. Alasannya ya karena Ino dan Naruto malah maen2. Shikamaru mau protes tapi langsung dibekep mulutnya sama mereka bertiga, abis Sai sayang ma Ino, Sasu Gaa sayang ma Naru.

Yang paling cape Shikamaru yang paling cape soalnya waktu lagi ngepel, Shikamaru kertiduran dengan pose berdiri dan menyandarkan kepalanya ke tongkat pel yang kurus kering. Kasian banget dah kurus kering masih ditimpa, ck..ck..ck... . Setelah Sasuke, Gaara,dan Sai nyadar kalo Shikamaru ketiduran, langsung dibanjur dengan tidak berprikemanusiaan oleh mereka bertiga. Otomatis Shikamaru yang tidur langsung kaget. Kasian air dan tongkat pelnya jatuh ke lantai, pasti sakit, dah gitu kasian lantainya juga, ketimpa air,tongkat pel, ma shikamaru, pasti sakit juga.

Berhubung author males ngetik, ceritanya langsung nyampe di hokben aja^^

Mereka sudah duduk di meja masing2 dengan makanan mereka masing2. Ino yang sedari tadi asyik dengan Sai tidak sadar ada 4 pasang mata yang sedari tadi mengamati mereka.

"Hem2…, yang baru jadian nih…"tampaknya suara Naruto berhasil memecahkan dunia Sai dan Ino. Ino langsung blushing.

"Eh, k..kata siapa kita udah jadian?" wajahnya merona.

"Makanya laen kali kalo jadian tuh jangan diem2, liat nih!" Naruto menganbil HP nya dari tas. Ia menekan tombol menu lalu memilih galleri kemudian menunjukan satu video didalamnya paca Ino dari tempatnya duduk sehingga teman-temannya yang lain. Ino menatap pada layar HP itu tidak percaya sebelum secara reflek merampas HP tersebut dari genggaman Naruto. Karena penasaran yang lainnya berdiri dan meninggalkan makanan mereka kemudian pindah ke belakang Ino. Naruto menyusul mereka.

'Ino.. aku.. aku suka padamu'. Sai sedikit menggeser posisi duduknya di meja kelas mereka mendekati Ino. Ia menatap lurus ke mata Ino. Dapat terlihat kalau waktu itu sudah cukup sore dari keadaan kelas yang agak-agak gelap.

Mata Ino menatap tidak percaya pada Sai seakan berkata "Kau pasti bercanda"

'Memang selama ini aku tidak menunjukan perasaanku padamu Ino, tapi aku merasa saat ini aku sudah tak mampu membendung semua perasaanku sendirian. Aku tak tahu persisnya kapan, tapi secara samar-samar aku bisa merasakannya, dan sekarang semuanya semakin jelas, aku serius..'

"AWWW, SO SWEET…." Kata Naruto dari belakang

'S..sai, a..aku, a..'

'Kalau kamu memang tidak bisa menerima cintaku tidak masalah karena cukup memberitahukannya saja padamu itu sudah cukup bagiku'

'dengarkan aku dulu Sai! Aku juga suka padamu' kata Ino setengah berteriak.

'terimakasih Ino…'

Sai lalu mengecup dahi Ino lembut.

"Da…dari mana kau dapat ini Naruto?" wajah Ino masih merona.

"Ya ngerekamlah, masa dari Internet?" jawab Naruto asal sambil kembali ke tempat duduknya melanjutkan acara makan2nya. Yang lainnya juga sudah kembali ke tempat duduknya.

"Hapus!" Ino langsung ngotot sama Naruto.

"Ga-a-kan" Kata Naruto dengan nada ngejek.

"Hapus!"

"Ga akan sampai Sakura, Tenten, Temari, dan yang lainnya melihat rekaman ini" Naruto makan dengan santainya.

"HAPUS!" Ino mengacungkan sumpitnya ke arah Naruto.

"Ga!" Naruto masih makan dengan santainya.

"HAPUS!" kali ini Ino berdiri sambil agak menggebrak meja.

"mau mau lu dah.." Naruto terus melanjutkan acara makan memakannya. Darah Ino semakin memanas.

"KAU!"

"Ino, tenanglah sedikit.." Sai menenangkan Ino. Ino kembali duduk.

"Tapi.."

"Sudahlah, biar saja semua orang tau kalau kita sudah jadian" kata Sai kepada Ino dengan santainya plus ekspresi datar plus plus sambil makan dengan santainya.

"Sai!" Ino menatap Sai, perasaan tidak percaya, malu, dan marah bercampur aduk di dadanya. Tak bisa ia pungkiri juga kalau ternyata diantara itu semua tercurah kebahagiaan dan semangat persahabatan.

"Permisi, aku mau ke toilet dulu.."

Setelah Ino pergi yang lain tertawa-tawa kecuali Gaara. Ia hanya terdiam lalu memandang teman-temannya satu per satu. Senyum patah terukir di wajahnya yang pucat.

'Aku hanya ingin seperti kalian'

'Namun aku tak bisa, aku adalah seorang shinigami'

'Biarlah aku menjalani hari-hariku sendirian, aku harus kuat, demi kalian'

'Biarkan aku menjalani hari-hariku dengan caraku sendiri'

Pandangannya melembut dan berhenti di Naruto.

'Naruto.. terutama kau Naru.. kau bisa dengar aku? Terutama kau! Bodoh kau tak akan mendengar suaraku.. Aku bodoh.. Bolehkah aku melihat senyummu, karena sekarang hanya itu satu-satunya obat penawar yang paling ampuh untuk rasa sakitku, karena sejak awal bertemu denganmu aku sudah tau kalau aku cinta padamu'

'terimakasih Naruto…'

Gaara mengalihkan pandangannya ke Sasuke.

'Sasuke.., apa yang akan kau lakukan kalau kau ada di posisiku? Apa yang akan kau lakukan kalau ternyata kau adalah seorang shinigami yang harus merengut nyawa dia yang kau cintai, aku tahu kau juga menyukai Naruto, bagiku walau kita sering ribut tapi aku merasa seperti sedang bersama saudara kandungku yang sudah lama meninggal, bagiku kau lebih dari seorang sahabat, karena kau sudah menjadi sahabat terdekatku, tak bisa kubayangkan suatu hari nanti aku harus kehilangan mereka semua, kehilangan kau dan Naruto, yang pada akhirnya aku akan berkata padamu, "selamat tinggal sas, tolong jaga Naruto, jangan buat dia kecewa", setidaknya itulah yang bisa kukatakan nanti sebelum aku benar-benar menghilang.'

'aku mencintaimu, Naruto, oleh karena itu tak masalah bagiku kalau nanti aku harus menghilang'

Peraturan shinigami no 15 :

Shinigami yang tidak merengut nyawa orang yang ditugaskan pada mereka dalam waktu 2 minggu akan menghilang dalam waktu 3 hari.

'Shinigami yang tidak merengut nyawa orang yang ditugaskan pada mereka dalam waktu 2 minggu akan menghilang dalam waktu 3 hari.'

To Be Continued…



Ya? Bagaimana chapter ini? Chika sama Shizuka-nya g Out of Character kan?

Review kalian Sinsin tunggu ya^^

-Have a nice day!-