Disclaimer: Gak tahu ah! Masih punya om Masashi Kishimoto! *kesel*

Warning: OOC(banget), gaje, garing, typo, alur kecepetan, kependekan, dll. dll

Last Chance.. Or Last Love?

Happy Reading, Minna! XD


"Cepatlah, Neji-niisan. Kalau tidak aku akan terlambat." Ujar Hinata panik.

"Sabarlah, Hinata-hime. Keselamatanmu adalah yang utama."Ujar Neji sambil memfokuskan diri pada jalan didepannya.

'Terkadang sikap Neji-niisan yang seperti ini membuatku repot.' Batin Hinata.

"Memang siapa yang akan kau temui Hinata-hime? Kenapa sepertinya kau sangat terburu-buru sekali?" Tanya Neji dengan nada menyelidik.

"B-bukan siapa-siapa kok." Hinata menjawab dengan gugup.

'Sudah kuduga, pasti yang akan Hinata temui adalah 'seseorang'. Aku tidak akan membiarkan orang itu menyakitinya. Seperti yang dulu Kiba lakukan..' Neji berpikir sambil sedikit menggeram. Hinata tahu apa yang mungkin niisan nya pikirkan. Dia langsung tertunduk dan memainkan ujung bajunya.

'Aku harus bertanya padanya.' Pikir Neji.

"Ano, Hinata-hime. 'Seseorang' yang akan kau temui ini.. Apakah dia kekasihmu?" Tanya Neji sambil menekankan kata 'seseorang'.

"A-ah..I-itu.. B-bukan, niisan. B-bukan kekasih…ku" Jawab Hinata terbata-bata sambil menunduk untuk menyembunyikan wajahnya yang merah dan juga kebohongannya.

"Kalau begitu, mengapa sangat bersikeras ingin menemuinya?" Tanya Neji lagi.

"I-itu..I-itu k-karena.." Belum sempat Hinata melanjutkan kalimatnya, HP Neji berdering.

*DDRRRRRT…DRRRRRT…klik*

"Moshi-mosh…" Belum sempat Neji melanjutkan, suara diseberang sudah menyergap sambil berteriak..

"NEJI-CHAN! KAMU DIMANA?! DIMANA HINATA?! CEPAT KE BANDARAAAAA!" Teriak suara diseberang.

"Yaampun Tenten, tidak bisakah suaramu sedikit lembut kepadaku? Aku ini pacarmu loh. Bukan supir angkot.." Neji mengeluhkan sifat pacarnya yang selalu berteriak ketika sedang bersemangat.

"Ah, maaf ya Neji-chaaaan~" Tenten minta maaf dengan suara menggoda.

"Yasudahlah, ohiya, ngomong-ngomong kau tahu dari mana kalau Hinata bersamaku? Setahuku Hinata daritadi tidak memegang HP?" Tanya Neji.

"Dari Sakura. Ah, itu nanti saja. Sekarang kau dimana? Cepat ke bandara! Kalau tidak, nanti terlambat!" Seru Tenten.

"Iya baiklah. Tapi sesampainya aku disana, ceritakan padaku ada apa. Oke?"

"Iya Neji-chan!" Tutup Tenten.

Tanpa ba bi bu lagi, Neji langsung mempercepat laju mobilnya menuju bandara.

….

..

.

"Aduuuuh! Mereka kemana sih?" Ujar Sakura sambil sesekali melirik jam tangannya.

"Sabarlah Sakura-chan. Mereka pasti datang kok!" Yakin Tenten.

*BRUUUUUUM! BRUUUM! CKIIIIT! *kyaa!* BRUUUM! CKIIIIT!*

"LEE BAKA! TIDAK BISAKAH KAU MENYETIR DENGAN LEBIH LEMBUT?!" Teriak seseorang dari dalam mobil.

"Hhhhhh…hhhh..hhhh.. S-selamaaaat" Ujar seseorang lagi dengan napas tersengal dan keringat dingin mengucur deras dari kepala nanasnya.

"Hei, Sakura-chan.." Ujar Tenten.

"Ya?" jawab Sakura singkat.

"Kau tahu kan mobil hijau itu punya siapa.." Tanya Tenten lagi.

"Iya. Aku tahu.."

"LEEEEE! DASAR BODOOOOOOH! KAU HAMPIR SAJA MENABRAK SESEORANG TAHU!" Teriak Sakura pada Lee yang sedang membuka pintu.

"M-MAAFKAN AKU! AKU BERUSAHA DENGAN CEPAT AGAR BISA SAMPAI DISINI LEBIH CEPAT!" Lee berseru dengan heboh sambil melakukan gaya hormat pada Sakura.

"Huh.. Hampir saja jantungku lepas.." Ujar pria berambut nanas yang baru saja keluar dari mobil.

"Apalagi aku! Sampai berguling-guling dikursi belakang tahu!" Seru wanita berambut pirang dengan poni yang menutupi sebelah matanya.

"Ino! Shikamaru!" Seru Tenten.

"Yo!" Sapa pria nanas yang bernama Shikamaru itu.

"Hai Tenten-chan! Sakura-chan!" Sapa gadis berponi yang bernama Ino.

..

.

"Sudah dengar ceritanya dari Lee kan?" Tanya Sakura.

"Iya, tapi si Makhluk Hijau ini menjelaskan sambil berteriak-teriak dan dengan bahasa yang kacau. Terpaksa aku menelepon Tenten dan menanyakan keadaan sebenarnya. Merepotkan." Ujar Shikamaru panjang lebar.

"M-maaf.." Lee tertunduk lesu.

"Tidak apa-apa Lee." Kata Ino lembut.

"Jadi dimana Hinata?" Tanya Ino.

"Sedang menuju kesini bersama Neji." Ujar Tenten.

"Dengan Neji? Kau tahukan betapa merepotkannya kekasihmu kalau menyangkut masalah Hinata kan Tenten?" Tanya Shikamaru.

"Tenang saja. Dia bisa kuatasi!" Seru Tenten cepat.

"Itu mereka!" Seru Sakura sambil menunjuk mobil hitam yang baru saja datang.

*cklek*

"M-mana Naruto?!" Seru Hinata, cepat. Dan panik tentunya.

"Dia ada didalam. Di Gate 7E. Masuklah! Kami akan menunggumu diluar!" Ujar Sakura, meyakinkan.

"Mm!" Angguk Hinata cepat.

"Baiklah, Tenten. Kamu berhutang satu penjelasan padaku." Ujar Neji sambil memicingkan mata kepada Tenten.

"Uuuuh. Kamu menakutkan sekali sih!" Tenten memajukan bibirnya.

Tenten dan Sakura menjelaskan secara bergantian kepada Neji. Tentang Naruto, tentang perasaan Hinata, tentang perasaan Naruto, tentang malam minggu Naruto dan Hinata.. Dan tentang Shion..

"Jadi begitukah? Sedalam itukah perasaan Hinata pada Naruto?" Tanya Neji yang tampak puas dengan penjelasan dari Sakuran dan Tenten.

"Ya begitulah. Dan kuharap kamu tidak akan mengacaukannya karena sister complex mu Neji-chan." Ujar Tenten yang menyunggingkan senyum. Senyum yang membuat Neji bergidik ngeri.

"YOOOOOOSH! AYO KITA DUKUNG…" Belum sempat Lee melanjutkan seruan semangat masa mudanya..

*BUAK*

..terdengar suara pukulan keras yang dilayangkan oleh Sakura tepat ke kepala Lee.

"..nnnaaarrruutooo…" Lanjut Lee. Lalu pingsan.

"Astaga Sakura.. Kau kan tidak perlu membuatnya pingsan. Malah merepotkan jadinya.." Ujar Shikamaru sambil mengusap-usap mukanya.

"Ehehehe. Maaf aku kelepasan." Sakura hanya bisa senyum sambil menjulurkan lidahnya.

…..

….

..

.

"N-naruto.. Dimana dia.." Mata Hinata mencari keseluruh sudut Gate 7E. Namun tetap tidak menemukan sosok berkepala kuning itu.

"Ah.. Itu.. Pasti Naruto.." Gumam Hinata pelan saat melihat kepala kuning khas Naruto.

Hinata berjalan mendekati sosok itu..

Semakin dekat..

Semakin dekat ..

Degup jantung Hinata pun semakin tidak beraturan..

"N-naruto.." Hinata menepuk bahu sosok itu.

"Hinata?! Sedang apa kau disini?! Kau bersama siapa?" Tanya sosok itu yang ternyata adalah Naruto.

"A-aku.. S-sendirian Naruto.." Hinata berbohong. Untuk apa dia berbohong? Entahlah.

"N-naruto.. Aku mendengar kabarmu yang akan melanjutkan kuliah di Inggris. Apa itu benar?" Hinata bertanya padaku. Mencoba memastikan.

"Ya.." Aku mengangguk lesu dan menundukkan kepala.

"Ketika aku mendengar Naruto akan pergi, rasanya aku.. aku.. aku tidak.." Hinata mulai terisak. Dia pun memeluk Naruto. Naruto kaget.. 'Inilah saatnya..' pikir Naruto.

"Hinata.. Pada malam minggu kemarin aku tidak sempat mengatakannya padamu.. Aku.. Hinata Hyuuga! Maukah kamu menjadi kekasihku?!" Akhirnya kukeluarkan juga kata-kata itu.

Hinata terkejut. Mata lavender yang selalu mempesonaku itu membulat sempurna. Aku masih terdiam. Menunggu jawaban Hinata.

"Iya Naruto! Aku mau!" Seru Hinata sambil memelukku lagi. Aku balas pelukannya. Kulihat bahunya sedikit bergetar..

"Kamu menangis Hinata?" Tanyaku sambil membelai pucuk kepalanya.

"Iya Naruto. Aku menangis. Tetapi air mataku ini adalah air mata bahagia. Bahagia akhirnya aku bisa bersamamu Naruto." Hinata sedikit menengadahkan kepalanya, dan aku bisa melihat dia tersenyum.

"Hinata.. Ada satu hal lagi yang mau kuberikan.." Kataku

"Hm?"

*CUP*

Aku menempelkan bibirku pada bibir mungil Hinata. Dia sedikit tersentak tetapi kemudian dia kembali menutup matanya. Menikmati momen ini..

"N-naruto.. K-kenapa kau.. Menciumku didepan orang banyak.." Hinata menundukkan kepalanya lagi dan kemudian wajahnya memerah lagi. Kali ini semerah kepiting rebus yang baru matang.

"Because maybe, this'll be my last chance to say.. I Love You Hinata. And you'll be my last love."

"No, it won't! Even we are so far away, this love will not be faded. I Love You Too, Naruto. And you'll be my last love, too."

Sakura dan yang lainnya masuk kedalam. Aku kaget, tetapi sesaat kemudian aku mengerti kenapa Hinata bilang dia datang sendiri.

"Hinata, pakailah cincin ini." Kataku sambil menyerahkan sebuah cincin.

"Cincin apa ini?" Tanya Hinata.

"Untuk tanda bahwa Aku tidak akan pernah jauh darimu."

..

.

Tibalah saat penerbanganku. Terima kasih Hinata. Terima kasih Konoha. Terima kasih teman-teman.. Terima kasih..

"Berjanjilah kau akan menungguku Hinata.."

FIN


HUAAAAAAH! Akhirnya fic pertama gw tamat jugaaaaa! *sujud syukur* XD
Gaje gak? Iya kayaknya. Author juga ngerasa feel NaruHina disini kurang banyak. Malah banyakan temen-temen Narutonya.. -_- Mohon maafkan keterbatasan Author ini ya! XP *digeplak* XD

Ohiya, cerita ini mau selesai sampe sini aja atau mau dibikin sekuelnya? Just let me know ya! XD

Balesin yang review duluuu~ :3

Namikaze-Hayato : Iya nih huh! *kasih bogem* XD Makasih reviewnya selama fic ini ya! X3

Hyuna. Toki : Udah update dan udah tamat! XD

ShinRanXNaruHina : Sakit beneran tauk! Hih *diceburin* XD Makasih Reviewnya selama fic ini ya! X3