Previous Chapter
.
.
.
.
.
"Bagaimana kau tau ?" Baekhyun tersenyum penuh arti dan menaik turunkan alisnya menggoda Sehun, sementara yang di tatap kini salah tingkah. Wajah kenimkatan Luhan tercetak begitu jelas di otaknya membuat pipi Sehun memerah membayangkan malam panasnya di flat Luhan.
"Ah, Aku baru sadar... Apa salep ini untuk Luhan ? Wow, berapa kali kau bercinta dengannya Hunnah ? Apa kau bisa memuaskan di ranjang ? Perlu tipsku ? Aku akan memberinya secara percuma... Oh, bagaimana tubuh Luhan ? Dia sexy kan ? kekeke... You fucked up with him lastnight... did you ? Oh... Mamamia, your face getting red ma lil bro..."
"KELUAR DARI KAMARKU BYUN BAEKHYUN !"
.
.
.
.
.
Title : Headscrabble
Cast : Oh Sehun as Byun Sehun
Byun Baekhyun as Byun Baekhyun
Xi Luhan as Xi Luhan
Yunho as Byun Yunho
Kim Jaejoong as Byun Jaejoong
Park Chanyeol as Park Chanyeol
Rate : T+ / M
Genre : Romance, Fluff(?), Comedy
Summary :
"Byun Baekhyun dan Byun Sehun, sepasang kakak beradik dengan segala kelakuan absurd mereka. Luhan sahabat Baekhyun, menyukai Sehun setelah malam itu, ia merengek pada Baekhyun agar menyerahkan adik delapan belas tahunnya yang masih tingting kepada sahabat jomblonya tersebut.
"Kau membuat jantungku bekerja di atas 100 kali per menit !"
"Hah?"
"Hyung aku akan mati muda hiks..."
"You're falling in love... Dumbass !""
.
.
.
.
.
"Anghh... Hunniehh, deeperhh..."
Sehun terus menggencarkan aksinya menggenjot Luhan saat mendengar desahan sexy pemuda cantik tersebut, ditatapnya wajah berpeluh Luhan serta ekspresi kenikmatannya yang sungguh memancing sisi liar Sehun untuk terus menggagahinya. Tangan besarnya memilin nipple pink Luhan sedang yang satunya sibuk meremas- remas penis kecil pemuda mungil dibawahnya mengingat keduanya kini bercinta dengan tubuh saling menindih rapat, lidah panas Sehun menyapa telinga Luhan membuat sang pemilik mengerang nikmat mendapati seluruh bagian sensitif tubuhnya begitu dimanjakan.
"Anghh... akuhh, hunhh..."
"Wait Luhh... Oh nikmatnyahh..."
Gerakan Sehun semakin tak terkendali saat pemuda pucat itu merasa penisnya di dalam sana berkedut hebat, belum lagi jepitan di anus Luhan semakin menguat membuatnya ingin segera mencapai klimaks. Pinggulnya bergerak semakin brutal menghajar hole sempit Luhan.
"Hunniehh... aku akanhh, mmhhh..."
"Bersama Luhh... nghh..."
PLAK !
Sehun terbangun dari tidur tampannya dengan kondisi rambut berantakan, wajah memerah serta jangan lupakan penisnya yang mengacung tegak menantang. Geplakan tangan Baekhyun membuatnya kehilangan momen penting dimana dirinya akan segera mencapai klimaks.
"Wake up cave-..." kalimat Baekhyun terhenti saat matanya menangkap sesuatu yang janggal di tubuh adiknya. Sehun segera menarik selimut untuk menutupi celananya yang menggembung di bagian tengah dengan wajah memerah menahan sakit.
"You're so... big !"
"Keluar Baek !"
"Mamamia... aku tidak tau manusia gua sepertimu bisa mimpi basah, oh belum... kkk~ sorry baby... silakan lanjutkan mimpimu- oh apa kau perlu bantuanku ? kau bilang keluar tadi ? Ouwh, dasar genit... Aku sudah punya pacar Sehunnie~ tapi sedik-..."
"GET OUT BITCH !"
...
Sehun menggaruk kepalanya kasar, sudah lima hari ini ia terus- menerus memimpikan Luhan. Mulai dari Luhan yang berubah menjadi ibu dari Romeo Juliet, Luhan si profesor sexy, Luhan berenang di danau ramen milik Sehun, Luhan terbang bersama kura- kura, Luhan ini Luhan itu dan mimpinya pagi tadi adalah yang terburuk, ia bermimpi menggagahi pria cantik tersebut. Shit. Belum lagi Byun Bitch Baekhyun yang sedaritadi menggodanya karena mendapatinya sedang mengacung tegak di pagi hari. Double shit.
PLOK !
"Perhatikan gurumu Sehun !"
And that's the triple shit. Sehun mengelus kepalanya yang barusan menjadi sasaran penggaris plastik milik Kyungsoo. Namja mini bermata lebar itu kembali mengoceh sambil mencoret- coret kertas di depannya menjelaskan pelajaran untuk Sehun.
"Saem..."
"Hm ?"
"Saem punya pacar ?"
"Aku tidak akan menjawab pertanyaan yang tidak ada sangkut pautnya dengan pelajaran kita hari ini..."
"Ck, wow apa itu ?" ujar Sehun saat melihat sang guru mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya
"Sepatu roda, with electro mag-suspension on it... "
"Electro mag-suspension ? That's cool ! How did you do that ?"
"Yeah... Salah satu eksperimenku dulu, setelah aku menjelaskan beberapa bagian kau harus bisa membuat punyamu dan kita akan uji bersama- sama di luar..."
"But I've never seen that thing before..." ucap Sehun dengan mata tak lepas dari sepatu roda milik Kyungsoo
"Konsepnya sama dengan yang biasa kau jumpai di kereta maglev, kita hanya mengaplikasikannya di sepatu roda ini..."
"Zero resistance, more faster if-" gumam Sehun
"Jika digunakan hanya untuk sepatu roda... That's the point..."
"Daebak !"
"Yap, kau bisa bayangkan seberapa cepat kereta maglev beroperasi di kehidupan sehari- hari, dan akan berkali lipat lebih cepat jika kau berhasil merakitnya dengan benar..."
"Saem !" panggil Sehun tanpa mengalihkan peratiannya dari sepatu roda milik Kyungsoo.
"Hm...?"
"Kau benar- benar keren..."
Dan Kyungsoo pun hanya tersenyum.
...
BRAK !
"Itu artinya Sehun sudah tergila- gila padamu Luhaeen..." Baekhyun menggebrak meja hingga beberapa orang melihat ke arahnya, Chanyeol yang duduk tepat di samping sang kekasih hanya dapat menggeleng melihat kelakuan Baekhyun sementara Luhan masih sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Jinja ?" gumamnya tak yakin
"Tentu saja, Sehun bahkan menggumamkan namamu di mimpi erotisnya kkk... kau harus melihat penisnya berdiri tadi pagi Lu... haha... hampir menandingi Yeolliepopku..."
"meh... kau benar- benar pervert Baek..."
"What so ever, that's my middle name... APA KAU LIHAT- LIHAT ?!" Teriak Baekhyun pada sesosok cupu yang menatapnya jijik.
"Heung... Apa kau benar- benar yakin Baek ?"
"Yes honey... Sekarang kau hanya perlu sedikit usaha, Sehun sudah mulai menyukaimu..." Namja mungil itu tersenyum manis menatap Luhan.
"Tapi-"
"Tidak ada tapi- tapian ! Jangan membuat usahamu sia- sia Lu, aku bahkan sudah membuang obat kuat Chanyeol hanya untuk jomblo kusut sepertimu..." omel Baekhyun.
"Mulutmu Baek... ish !"
"So sexy..." sambung Chanyeol
"Umh, thanks darl... CUP !" Baekhyun menarik tengkuk Chanyeol dan segera melumat bibir tebal milik kekasih tingginya tersebut yang di balas antusias oleh sang kekasih, membuat Luhan menjulurkan lidahnya seolah mual melihat kemesuman dua makhluk laknat dihadapannya.
"Ewh. Kalian menjijikan... Aku pergi !"
Luhan berdiri dari duduknya, beranjak meninggalkan pasangan mesum yang kini tengah saling melumat tanpa tau malu di depan umum.
...
Saat ini kedua lelaki beda tinggi itu tengah duduk di pinggir lapangan dekat sungai Han, Kyungsoo memutuskan untuk memberi muridnya istirahat mengingat Sehun juga sudah berusaha dengan keras menciptakan sepatu roda super cepat miliknya. Oh, bahkan Sehun mendapat lebam di keningnya karena menabrak tiang saat pertama kali mencoba menggunakan sepatu rodanya. Dumb dumb. Meh...
"Lalu apa yang terjadi setelahnya ?" Sehun bertanya penasaran menatap Kyungsoo yang kini menengadah menikmati pemandangan berupa langit senja luas berwarna orange sambil membayangkan wajah sang kekasih hati. Bibir lovenya terangkat membentuk sebuah senyuman sebelum menoleh ke arah sang murid.
"Jari kelingkingnya hilang, aku kaget dan tidak sengaja mengarahkan laser ke arahnya..." Sehun sontak memegang jari tangannya mendengar cerita Kyungsoo saat masih menjadi mahasiswa dulu.
"Untung tidak mati..." gumamnya, bergidik ngeri membayangkan dirinya berada di posisi kekasih Kyungsoo saat itu.
"Yeah, salah satu resiko mau menjadi pacarku..."
"Apa Kim Jongin ini juga seseorang sepertimu saem ?"
"Ani, he's a dancer..." Sehun mengangguk paham
"And you love him ?"
"Kenapa bertanya seperti itu ?"
"Just asking..." Sehun mengedikkan bahunya, menatap lapangan luas di depannya.
"Ya, I love him..." ujar Kyungsoo sambil tersenyum.
"Jadi, apa yang membuatmu tiba- tiba bertanya tentang pacar padaku ? Kau menyukai seseorang ?"
Sehun cengengesan. Lalu menggeleng. Ia memainkan kandang Romeo dan Juliet yang dibawanya dengan senyum lebar hingga ke pipi.
...
Satu jam lebih Sehun menghabiskan waktunya berada di kamar serba pink milik Baekhyun hanya untuk membaca komik milik sang kakak. Baekhyun's rule ! Tak ada satupun barang miliknya yang mendarat di kamar Byun Sehun. Well, bukan tanpa alasan. Buku kimianya mengalami nasib naas saat Sehun meminjamnya dulu. Saat kepalanya sudah berasap melihat bukunya penuh liur dan robek di beberapa bagian, Sehun dengan santai mengunyah serealnya dan berkata-
"Vivi meminjamnya Hyung..."
For God Sake ! Anjing pintar macam apa yang meminjam buku kimia pada majikannya ? Oh, macam Vivi tentu saja. Atau saat ia memelihara kucing tanpa bulu yang tiba- tiba menghilang dan seminggu kemudian ditemukan mati di kamar sang adik, kali ini-
"Dia kedinginan Baek, dan aku hanya berniat membuatkan serum penumbuh bulu... Siapa yang tahu kalau percobaanku bisa gagal kan ?" Sambil menjilati es krim dan melenggang pergi dengan Baekkie –retic albino milik Sehun yang kini sudah disumbangkan ke kebun binatang- yang mengalung di lehernya.
Dan setelah itu, ia mulai memberlakukan peraturan tersebut.
Sehun menatap Baekhyun, bangun dari tidurnya dan duduk bersila di atas ranjang. Mengulum bibirnya memikirkan sesuatu sebelum memutuskan untuk memanggil Baekhyun. Seringaian setan terbentuk di wajahnya.
"Baek..."
"..."
"Baek..."
"..."
"Hyung..."
"..."
BUGH !
"FUCK !"
Baekhyun mengumpat saat sebuah bantal menghantam belakang kepalanya membuat polesan eyelinernya menjorok hingga ke telinga, sedangkan Sehun –sang tersangka utama- memasang wajah polos tanpa dosa miliknya. Berguling dari kasur Baekhyun meninggalkan komik one piece milik Baekhyun yang sedari tadi dibacanya.
"Apa maumu hah?!" Tanya Bakhyun setengah kesal sambil menatap sinis sang adik.
"Where's Mom ?" Sehun celingukan mencari Momnya di depan pintu kamar Baekhyun dan kembali masuk setelah mendengar jawaban hyungnya.
"Arisan ? Molla... Just shut up ! Caveman..." Namja cantik itu kembali menata riasan wajahnya yang baru saja kacau gara- gara Sehun.
"Apa kau mau pergi Baek ?"
"Yeah... Kencan dengan Yeollieku, umh..."
"Baek..."
"Hm...?"
"You know that I love you right ?"
"Yaya... everybody loves me..." gumamnya sambil menatap pantulan dirinya di cermin dan mengedipkan sebelah matanya centil.
"Mhh... I need this..." Sehun memutar- mutar kunci mobil dengan gantungan strawberry pink milik Baekhyun yang diambilnya secara diam- diam di atas meja belajar sang kakak. Baekhyun menoleh dan terdiam menatap kunci mobil kesayangannya berada di tangan Sehun.
"Don't dare you !"
"Hehe..." Sehun mendekat ke arah Baekhyun, memeluk kakaknya manja dan memasang aegyo kurang mempan ala Byun Sehun.
"Just for tonight Hyung... Please, aku butuh sesuatu yang keren untuk ku tunggangi ke BotFight... Kali ini Twincities hyung, aku akan dapat banyak keuntungan jika bisa mengalahkannya... Jebaaal... "
"Twincities, Noisy Boy... What so ever ! Mom said you have to stay here and be a good boy big baby... No Bot fighting at night ! Remember ?"
"I know... but I've made a cool Bot... no, Incredible Bot... so..."
"So...?" Baekhyun menaikkan sebelah alisnya menatap Sehun.
"So you stay here and I'm going to beat Twincities, Bye Hyung !"
CUP !
"BYUN SEHUN ! COMEBACK HERE YOU CAVEMAN !"
Sehun dengan cepat meraih kunci mobil Baekhyun setelah mencium pipi kakaknya dan segera berlari sebelum kepalanya terpenggal ditangan hyungnya. Tahap pertama –berhasil.
...
Sehun memberhentikan mobilnya di depan sebuah flat setelah lima belas menit tiga puluh dua detik berkendara di jalan raya. Ia keluar, menggosok telapak tangannya yang dingin merasakan udara malam menyentuh kulit putihnya. Sehun tersenyum dan melangkahkan kakinya menuju tempat tujuan. Mengambil nafas pelan sebelum menghadapi sesuatu di dalam sana.
TOK TOK !
TOK TOK TOK !
CKLEK !
"Sehun ?!" Seorang lelaki imut berdiri membukakan pintu, menatap terkejut dengan kehadiran brondong tampan dengan rambut terangakat ke atas menampilkan dahi yang sungguh sexy dimatanya. Belum lagi dengan kacamata yang bertengger di hidung mancungnya membuat penampilannya semakin wow malam ini.
"Hey Lu..." Sehun menggaruk tengkuknya, tersipu melihat Luhan dengan balutan kaos hello kitty kebesaran miliknya dan poni di ikat keatas serta sandal rumah yang juga kebesaran di kakinya. He's really cute as hell. Sehun tersenyum tampan menatap Luhan, mengulurkan tangan kanannya ke arah lelaki kecil di depannya.
"Ayo kencan !"
BotFighting huh ?
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
.
Masih ada yang inget Caveman ?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ada yang inget sama Romeo Juliet ?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kalo masih inget berarti...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kalian LUAR BIASA !
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
p.s : jangan bunuh gue /.\
p.p.s : ini mungkin bakal ngaret apdet dua bulan lagi... (gue sibuk /uhuk!) so, bagi yang gasuka nunggu lama dipersilakan untuk meninggalkan ff abal gue... :")
p.p.p.s : RnR ? Hehe...
-DEMON614
