Love, Love, Love
.
.
.
.
.
Warning: Yaoi, boy x boy (boys love), OOC, Typo petak umpet, alur kecepetan.
Disclaimer: Semua cast milik Tuhan Yang Maha Esa. Cerita ini murni dan asli milik saya.
Chapter(s): 7
.
.
.
.
.
08 April 20xx, 00.01 a.m
Chanyeol terlihat sedang sibuk menyalahkan lilin yang terpasang di atas kue tart yang sedang ia bawah. Cheese cake dengan potongan strawberry di dalamnya adalah salah satu kue favorit Sehun.
Setelah berhasil memasang lilin, Chanyeol masuk ke kamarnya dengan hati-hati. Lampu kamarnya di biarkan tetap padam, hanya ada lampu tidur yang menerangi kamar itu.
Chanyeol berjalan mendekati ranjang. Sehun baru tidur sekitar tiga jam yang lalu. Chanyeol tersenyum kemudian mengecup kening Sehun, lalu menyanyikan lalu selamat ulang tahun untuk suami tercintanya.
Bukan. Hari ini bukan ulang tahun Sehun, tapi hari ini adalah ulang tahun pernikahan mereka yang ke lima. Tepat tanggal delapan april.
Sehun membuka matanya perlahan, melenguh pelan dan menatap Chanyeol yang masih menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Sehun tersenyum. Diliriknya jam dinding di kamarnya, 00.03 AM.
Sehun bangun, lalu duduk sambil menyandarkan punggungnya di headbed, di bantu Chanyeol.
"Ayo make a wish dulu, lalu kita tiup lilinnya bersama." Ucap Chanyeol. Sehun mengangguk lalu menutup matanya dan berdoa, di ikuti oleh Chanyeol.
Sehun membuka matanya lebih dulu, kemudian Chanyeol menyusul dan tersenyum. Mereka meniup lilinnya bersama. Setelah itu Chanyeol meletakan kuenya diatas meja nakas. Ia menyusup kedalam selimut, memeluk Sehun, sambil memberikan kecupan diseluruh wajah Sehun membuat Sehun terkekeh.
"Aku mencintaimu." Bisik Chanyeol, ia memeluk gemas tubuh Sehun.
"Aku juga mencintaimu." Sehun mengecup leher Chanyeol.
Chanyeol memasang smirknya. "Kau menggodaku ya?" Sehun menggeleng lucu. "Tidak. Siapa juga yang mau menggoda beruang jelek sepertimu?" Sehun memeletkan lidahnya.
"Beruang jelek? Hei, aku ini tampan tahu." Sehun tertawa pelan. "Kau itu jelek sayang." Ledek Sehun.
Chanyeol dengan cepat menindih Sehun, membuat Sehun terkejut. Kedua tangannya ditahan oleh satu tangan Chanyeol, tepat diatas kepala Sehun.
"Yeobo lepaskan."
"Tidak. Kau itu nakal, jadi harus ku hukum." Chanyeol mengecup leher jenjang Sehun, menghisap, menjilat dan mengigit leher putih itu sampai tercipta bite mark.
Maunya sih kiss mark, tapi kalau Luhan melihatnya pasti anak itu langsung mengajukan pertanyaan yang membuat Sehun bungkam dan Luhan akan semakin penasaran nantinya. Jadi agar aman, Chanyeol hanya menghias leher Sehun dengan bite mark. Kiss marknya akan ia buat di tempat lain, yang lebih aman. Seperti paha dalam Sehun, contohnya.
Sehun melenguh pelan menikmati kecupan Chanyeol. Chanyeol semakin gencar membuat Sehun melenguh dan mendesah.
Chanyeol membuka piyama Sehun. Bibirnya mengecup area dada Sehun tanpa menyentuh nipple Sehun yang sudah mulai menegang. Dan itu membuat Sehun frustasi. Padahal setahu Sehun, Chanyeol sangat menyukai nipplenya -ups-. Tapi kenapa Chanyeol tidak menyentuhnya.
Chanyeol sengaja tidak menyentuh nipple Sehun, karena ingin mendengar Sehun meminta sendiri untuk menyentuh nipple tegangnya itu. Kkk...
Tangan Sehun yang awalnya di tahan oleh Chanyeol, kini dibiarkan lepas dan melakukan kegiatannya sendiri. Seperti saat ini, tangan Sehun sudah berada di punggung dan kepala Chanyeol, menjambak pelan rambut Chanyeol. Menyalurkan kefrustasiannya karena nipplenya belum juga disentuh oleh Chanyeol.
Chanyeol mengulum dan menggigit pelan cuping telinga Sehun, membuat Sehun mendesah antara geli dan nafsu. Tangan Chanyeol tak tinggal diam. Tangannya mengelus kaki jenjang Sehun. Mengelusnya perlahan, sampai ke bagian junior Sehun, namun tanpa menyentuhnya. Dan Sehun makin frustasi.
Lutut Sehun sengaja menggesek junior Chanyeol. Niatnya ingin membalas Chanyeol yang telah membuat ia frustasi, tapi Sehun tidak bisa untuk tidak menyentuh benda favoritnya itu. Sehun pun membayangkan bagaimana junior Chanyeol yang besar, panjang dan keras itu menyentuh sweet spotnya sampai membuat ia gemetar karena sensasi luar biasa itu. Bayangan erotis Sehun membuat libidonya semakin naik dan menginginkan Chanyeol berada dalam tubuhnya segera!.
Chanyeol yang memperhatikan Sehun daritadi tersenyum tipis. Ah, bukan. Itu bukan senyuman tapi smirk.
"Kau nakal sayang." Bisik Chanyeol. Tangannya menyentuh nipple tegang Sehun dan memainkannya dengan kedua jarinya. Menghasilkan desahan erotis Sehun yang sudah ia tahan sejak tadi.
"Aku ingin kau, yeobo." Bisik Sehun, ditengah desahannya. Pakaiannya sudah tanggal semua, akibat Chanyeol. Ah, iya. Pakaian Chanyeol juga sudah tanggal. Keduanya kini sama-sama naked sekarang.
Jari Chanyeol masih bermain di nipple Sehun. Menarik dan mencubit nipple itu sehingga menghasilkan desahan Sehun yang selalu berhasil menaikan libido Chanyeol.
Sehun menatap Chanyeol dengan tatapan memelasnya. "H-hisap nghh... Hisaphh." Rengek Sehun.
Chanyeol mengecup sudut bibir Sehun. "Memohonlah sayang dan teruslah mendesah dan apapun yang kau inginkan akan ku penuhi."
Sehun memejamkan matanya saat Chanyeol memainkan juniornya dibawah sana. Sehun di buat gemas karena itu. Demi Tuhan, apa susahnya langsung menghisap nipplenya tanpa memintanya memohon terlebih dulu.
"Ayo memohonlah Park Sehun."
"Ku nghh mohon, ahh le-lebih cepat uuhh." Oh God! Sungguh rasanya Sehun ingin memukul wajah tampan suaminya itu sekarang.
Sehun menatap Chanyeol. "Lakukan nghh... A-atau jatahmu ssh selama dua minggu ku hapus." Ancam Sehun di iringi dengan desahan.
Chanyeol mengecup bibir Sehun, kemudian menghentikan semua kegiatannya membuat Sehun mendelik tidak terima. Oh c'mon! Sebentar lagi ia akan klimaks. Namun Chanyeol seenaknya menghentikan semua kegiatannya itu.
"YA!" Teriak Sehun.
Chanyeol tertawa lalu bangkit dari posisi menindih Sehun tadi dan menutup telinganya.
"PARK CHANYEOL." Teriak Sehun lagi.
Dan terjadilah amukan anak naga, akibat godaan burung phoniex. Hahaha...
Beruntung kamar mereka kedap suara, kalau tidak pasti penghuni rumah yang lain sudah bangun akibat suara berisik keduanya.
Mari kita tinggalkan pasangan itu. Aku takut melanjutkannya.
...
Hari minggu yang cerah membuat Chanyeol mengajak Sehun dan Luhan untuk piknik ke pulau Jeju sekalian berlibur dan merayakan ulang tahun Sehun hari selasa nanti. Chanyeol sudah mengambil cuti untuk empat hari kedepan.
"Mommy, mommy." Panggil Luhan. Sehun yang sedang menyiapkan bekal makan siang pun menoleh ke arah Luhan.
Chanyeol, Sehun dan Luhan sudah tiba di pulau Jeju pagi tadi.
Ah iya, Luhan sudah memutuskan untuk memanggil orang tuanya dengan sebutan daddy dan mommy. Itu karena profokasi dari unclenya, namanya Zi Tao. Tao mengatakan panggilan Luhan kepada orang tuanya tidaklah keren, jadi atas saran dari uncle tercintanya. Luhan mengganti panggilan terhadap orang tuanya dari yang awalnya appa dan eomma menjadi daddy dan mommy.
"Mommy lihat layangan Lulu terbang tinggi." Mata Luhan berbinar cerah saat mengatakan itu, ia melompat kecil karena berhasil menerbangkan layangannya. Oh ya, Luhan sudah tidak cadel lagi kkk...
Mereka sedang piknik di area Villa mereka, jadi tidak usah repot-repot mencari area piknik.
"Itu karena daddy, sayang." Kata Chanyeol. CEO sekaligus ayah muda itu juga ikut bermain layangan, menemani Luhan.
Walaupun Chanyeol sibuk ia selalu meluangkan waktu untuk keluarganya, seperti saat ini.
"Tidak. Layangannya terbang karena Lulu, bukan karena daddy."
"Kan yang membuat layangannya naik (terbang) kan daddy, bukan Lulu."
"Hmm tapi Lulu yang menjaganya agar tetap terbang tinggi."
Sehun hanya menggeleng kepalanya melihat pertengkaran kecil putra dan suaminya.
"Aigoo... Sudah-sudah, ayo makan dulu. Mainnya nanti dilanjut setelah selesai makan." Ajak Sehun.
Chanyeol meletakan gulungan benang layangnya di ranting kayu yang sudah ia tancapkan tadi. Luhan mengikuti cara Chanyeol meletakan gulungan benang tadi, namun gagal karena gulungan benang Luhan jatuh tergelincir. Luhan menatap sedih layangannya.
"Mommy, layangannya pergi." Aduh Luhan.
Sehun tersenyum lalu berjongkok dihadapan Luhan. "Nanti Lulu pakai layangannya daddy saja ya? Sekarang kita makan dulu."
Luhan melirik Chanyeol meminta bantuan, namun Chanyeol menggeleng dan artinya Luhan harus merelakan layangannya.
Luhan menunduk sambil mengikuti langkah Sehun dan Chanyeol. Ia masih memikirkan layangannya yang lepas dan sekarang sudah hilang dari pandangannya.
Saat Sehun menyuapi Luhan hanya diam, tidak berniat untuk berceloteh seperti biasanya.
Sehun juga menyuapi Chanyeol, suaminya itu sedang dalam mode manjanya sekarang. Kata dokter Zhang, Chanyeol mengalami masa ngidam seperti dirinya. Dan berita baiknya calon bayinya itu kembar. Meski belum tahu tentang jenis kelamin calon anak mereka tapi Chanyeol dan Sehun sekeluarga menyambutnya dengan penuh rasa syukur. Pantas saja perutnya besar hehehe...
"Lulu." Panggil Sehun.
Luhan menoleh tanpa berniat menjawab panggilan ibunya.
"Kenapa tidak menjawab?" Tanya Sehun.
"Maaf mom. Lulu mau layang-layang tapi dia sudah pergi." Jawab Luhan. Anak itu benar-benar sedih karena layangannya hilang.
Sehun dengan sigap menenangkan anaknya itu. Memeluknya serta mencium kening Luhan. "Tidak apa-apa, nanti kita beli yang baru ya? Lulu mau tidak?" Luhan mengangguk pelan.
"Bagus! Itu baru anak mommy." Sehun mengecup pipi Luhan. "Nah, abiskan makananmu setelah selesai Ten -pengawal pribadi Luhan- akan menemanimu membeli layangan." Sehun menghapus jejak air mata Luhan.
"Horeee! Tapi Lulu mau bambi juga."
Sehun menggeleng dan tersenyum. "Baiklah, satu layangan dan satu bambi." Luhan tersenyum lebar.
"Yeay!" Pekik Luhan. Anak itu kemudian makan dengan lahap disuapi Sehun tentunya.
...
Sehun berdiri dibalkon kamarnya yang menghadap langsung ke taman bunga. Pemandangan yang indah.
Tiba-tiba sepasang lengan melingkar manja di perutnya dan dagu seseorang bertengger manis dipundaknya. Siapa lagi kalau bukan suaminya, Park Chanyeol.
"Angin malam tidak baik untuk kalian, nanti sakit." Ucap Chanyeol.
Tangan Sehun memeluk lengan Chanyeol. "Aku tahu, tapi aku ingin disini."
Chanyeol mengecup pipi Sehun dengan lembut, terasa seperti butterfly kiss. "Baiklah, tapi sebaiknya jika kau duduk sayang. Aku yakin kau pasti pegal karena berdiri." Sehun mengangguk. Kemudian Chanyeol menuntun Sehun duduk di ayunan yang memang berada di balkon kamar mereka. Setelah duduk dan memakaikan selimut yang lumayan hangat, Chanyeol memijat telapak kaki Sehun.
"Kau tahu, aku beruntung memiliki kalian di hidupku. Kalian hadiah terindah dalam hidupku. Terima kasih sayang." Kata Chanyeol tulus sambil mengecup dengan sayang perut Sehun.
Sehun terkekeh pelan. "Uh cheesy. Ada apa hm?"
Chanyeol ikut terkekeh. "Serius sayang. Aku tidak sedang menggombalimu sekarang, aku berkata yang sejujurnya. Kau tidak percaya hm?"
Sehun mengusap perutnya. "Aku percaya sayang, aku juga sangat beruntung karena bisa memiliki kalian dihidupku." Chanyeol menatap Sehun lalu mengecup kening suami manisnya.
Chanyeol dan Sehun berpelukan dalam keheningan.
"Aku ingin makan bebek peking." Ucap Sehun memecah keheningan yang damai itu.
Chanyeol mengangguk. "Aku juga ingin makan bebek peking sayang, tapi aku lebih ingin-." Mereka saling menatap dan tersenyum.
"Sup jagung!" Ucap Chanyeol dan Sehun bersamaan, kemudian tertawa.
Mereka seperti bisa membaca pikiran satu sama lain. Ikatan batin. Bawaan bayi mungkin.
"Ayo kita masak sup jagung, sayang." Ajak Sehun.
"Ayo, sekalian ajak Luhan juga sepertinya seru." Usul Chanyeol yang langsung disetujui oleh Sehun.
...
"Sayang bangun." Sehun menepuk pelan pipi Chanyeol berusaha membangunkan suaminya. Namun sang suami masih betah dalam mimpinya, tidak terusik sama sekali.
Sehun terus berusaha membangunkan Chanyeol tapi tetap saja tidak terusik. 'Dasar beruang.' Cibir Sehun.
Sehun pun turun dari tempat tidur kemudian memakai jubahnya. Lalu keluar kamar dan berjalan menuju dapur.
Ayah(ibu) muda itu mengambil beberapa bahan dari dalam lemari pendingin lalu menyiapkan bumbu dan mulai memasak. Terlalu dini untuk menyiapkan sarapan. Hei, ini jam setengah dua pagi. Sehun mengidam ingin makan ramen dan sosis panggang. Makanya ia memasak, maunya sih Chanyeol yang masakan untuknya tapi karena suaminya itu seperti beruang yang sedang hibernasi jadinya Sehun memasak sendiri.
"Uri aegy sabar ya, sebentar lagi ramennya siap." Sehun mengusap-usap perutnya sambil mengaduk ramennya.
Setelah menyajikan ramen dan sosis yang Sehun masak, Sehun membawahnya ke ruang santai, ia ingin makan sambil menonton film.
Chanyeol bergerak resah dalam tidurnya, tangan kanannya menggapai sesuatu. Mencari sosok suami cantiknya, namun hanya udara kosong yang bisa ia gapai.
"Yeobo." Panggil Chanyeol pelan dengan suara khas orang bangun tidur.
"..."
"Yeobo-ya." Rengek Chanyeol. Matanya masih terpejam.
"..."
Keningnya menyerngit heran. 'Dimana uri mommy?'
Chanyeol membuka matanya lalu berkedip beberapa kali agar bisa melihat dengan jelas. Chanyeol mengambil kacamatanya dari atas nakas kemudian berjalan keluar kamar.
Pandangan Chanyeol mengedar ke seluruh ruangan dan Sehunnya tidak ada. Chanyeol akhirnya mencari Sehun ke dapur namun hasilnya tetap sama, Sehun tidak ada. Chanyeol kemudian berjalan ke ruang santai.
Sehun menonton film series Harry Potter sambil makan dengan santai.
Chanyeol tersenyum lega melihat suami cantiknya berada disana sedang serius menonton sambil mengunyah sesuatu. Chanyeol perlahan mendekati Sehun dan mencomot satu potong sosis yang berlumuran saos sambal.
"Enak." Gumam Chanyeol.
Sehun yang belum sadar akan keberadaan suaminya pun tampak tenang-tenang saja. Di layar tv plasma itu menampilkan Harry Potter yang sedang berduel melawan Draco Malfoy.
"Yeobo." Suara berat nan lembut itu mengalun indah di telinga Sehun membuatnya tersadar.
Sehun menoleh ke arah Chanyeol dan senyum kecil. "Hi Draco." Sapa Sehun kemudian terkekeh.
Chanyeol ikut terkekeh. Suaminya ini benar-benar. Apa-apaan dengan sapaannya itu. Draco hm? Hahaha... Sehun ada-ada saja.
Chanyeol mengecup bibir suami cantiknya itu, sedikit melumat bibir bawahnya yang kenyal seperti permen jelly kesukaan Luhan.
Sehun menepuk pelan dada bidang suaminya. "Aku sedang menonton." Protes Sehun.
"Aku tahu." Jawab Chanyeol. Ia melihat mangkok mie dengan isi yang sudah berkurang setengah.
"Mengidam hm?" Chanyeol mencomot satu potong sosis sambil salah satu tangannya mengelus perut Sehun dengan sayang.
"Hng. Tadi aku membangunkanmu tapi tidak bangun-bangun ya sudah ku tinggal saja." Sehun mengerucutkan bibir mungilnya membuat Chanyeol gemas sendiri.
Sehun itu sudah berusia dua puluh enam tahun, seorang pengusaha sukses dalam bidang fashion dan seorang model ternama di Seoul. Sudah menikah dan memiliki seorang anak laki-laki dan saat ini ia sedang mengandung anak keduanya namun kenapa tingkahnya seperti anak junior high school. Menggemaskan. Chanyeol kadang berpikir bahwa ia seperti seorang pedofil yang tengah menggoda anak di bawah umur.
Chanyeol memeluk gemas tubuh Sehun dan menghujani seluruh wajah Sehun dengan kecup-kecupan kecil. Sehun terkekeh karena itu.
"Ugh... Hyung hentikan."
"Tidak mau."
"Sayang ugh..."
"No babe."
"Ugh... Please please hehehe."
"Kenapa kau sangat menggemaskan hm? Ini efek kehamilanmu atau bagaimana?"
Sehun mencubit pinggang Chanyeol lalu tertawa. Astaga... Pertanyaan macam apa itu? Bukannya Sehun memang menggemaskan sejak dulu ya? Kenapa baru tanya sekarang? Hahaha...
"Aku dari dulu memang seperti ini."
"Tidak. Sekarang makin menggemaskan sayang. Kau tahu? Aku merasa seperti pedofil yang tengah menggoda anak di bawah umur."
Sehun tertawa senang mendengar penuturan suaminya.
"Pedofil? Ah kenapa hyung baru sadar sekarang?" Tanya Sehun diakhiri tawa bahagianya. Bahagia meledek Chanyeol tepatnya.
Chanyeol mengerutkan keningnya. Hei! Suaminya baru saja meledeknya.
"Baby hunnieku sayang, kita cuma beda dua tahun jika kau lupa hm."
Sehun terkekeh, ia memakan kembali ramennya yang sudah sedikit mendingin.
"Jangan di makan itu sudah dingin yeobo." Chanyeol mengambil mangkok ramen yg sedang di pegang Sehun lalu membawahnya ke dapur.
"Ugh... Hunnie masih ingin makan ramen." Protes Sehun sambil berjalan mengikuti Chanyeol dengan bibir mengerucut dan kaki yang di hentak-hentak seperti Luhan saat sedang merajuk.
"Makan yang lain saja, itu sosisnya juga masih ada."
"Tidak mau, sudah dingin." Sehun melipat kedua lengannya di dada dan membuang pandangan ke arah lain asal bukan wajah suaminya yang tampan.
"Ya sudah." Chanyeol berjalan ke arah Sehun. Setelah mereka berhadapan Chanyeol mengecup bibir Sehun.
"Sekarang suamiku yang cantik ini ingin makan apa hm? Biar aku masakan."
Sehun tersenyum lucu. "Hunnie mau sosis."
"Itu masih ada sayang, ayo."
"Tidak mau."
"Mau ku buatkan yang baru?"
Sehun menggeleng pelan.
"Lalu?"
"Sosis ugh."
"Ok, wait yeobo." Chanyeol berjalan ke arah lemari pendingin lalu membuka freezer dan mengambil sosis namun sebelum tangan Chanyeol menyentuh bungkus sosis itu lengan Sehun sudah melingkar di perutnya dan berbisik lirih. Chanyeol langsung menutup lemari pendingin dan menatap Sehun dengan senyum tertahannya.
"Apa?"
"Sosis yang ini." Suara lirih dengan jemari lentik yang mengusap juniornya dengan sedikit remasan membuat Chanyeol tersenyum. Eh itu bukan senyum tapi smirk.
"Mulai nakal eh." Chanyeol mengecup sudut bibir Sehun.
Sehun mengedipkan mata kirinya membuat Chanyeol terkekeh pelan lalu berjalan mendekat ke arah Sehun yang mulai berjalan mundur sehingga pinggangnya menyentuh meja bar mini yang menyatuh dengan kitchen set.
Melihat Sehun yang sudah terpojok Chanyeol langsung meletakan kedua lengannya di sisi pinggang Sehun, membuat suami cantiknya itu tidak bisa melarikan diri.
"Sayang..." Panggil Sehun.
"Iya yeobo." Jawab Chanyeol. Tangan nakalnya mulai mengelus pinggang Sehun dan meremas bokong seksi dan menggoda milik Sehun.
"Eunghh." Lenguh Sehun.
Chanyeol mengecup pucuk kepala Sehun, kemudian mencium kening Sehun, kelopak mata, pucuk hidung, sudut bibir Sehun dan berakhir di bibir tipis nan mungil milik Sehun.
Chanyeol mengecup bibir itu perlahan dengan sangat hati-hati, mencium kemudian melumat lembut bibir favoritnya itu. Sehun melingkarnya lengannya di leher suami sambil menikmati sentuhan lembut suaminya. Bibir dan bokongnya menjadi tempat favorit Chanyeol untuk dijamahnya.
Melumat, hisap, cecap, perang lidah dan saling menukar saliva. Tangan Chanyeol menyusup ke bagian dada montok Sehun, mencubit, menarik lembut dan memilin puting tegang Sehun yang menghasilkan desahan tertahan Sehun.
Tangan Sehun pun ikut beraksi remas rambut dan lengan berotot Chanyeol untuk menyampaikan betapa ia menikmati sentuhan Chanyeol.
"Ayo pindah ke kamar sayang." Ajak Chanyeol setelah melepas dengan sangat tidak rela bibir menggoda Sehun.
"Kakiku lemas." Rengek Sehun.
Chanyeol langsung menggendong tubuh Sehun dan membawahnya ke kamar mereka.
Sesampai di kamar Chanyeol langsung melepas jubah beserta piyama dan underware Sehun dan melemparnya sembarangan. Chanyeol juga melepas piyama dan underwarenya dan sekarang mereka sama-sama naked.
Chanyeol memperhatikan tubuh seksi suaminya dan itu berhasil membuat wajah Sehun memerah malu.
"Ya! Jangan di tatap seperti itu." Sehun menyilangkan kedua lengannya di dada montoknya.
Chanyeol mencium kening Sehun lama.
"Kau semakin seksi dengan perut membuncit seperti ini sayang." Chanyeol mencium perut Sehun dan membisiki kata-kata sayang untuk calon bayi mereka. Sehun membelai rambut Chanyeol.
"Aku sudah minta izin pada baby's, jadi apa kau siap yeobo?"
Sehun mengangguk malu-malu dengan pipi bersemu.
Dan mulailah rutinitas malam mereka. Mari kita tinggalkan mereka yang sedang asyik berdua.
...
Chanyeol di bantu para maid sedang mendekor area taman belakang villanya menjadi tempat party yang sejuk apalagi sekarang musim semi. Banyak pemandangan yang indah.
Sehun dan Luhan sedang jalan-jalan di pantai membuat Chanyeol bisa mendekor dengan bebas sesuai rancangannya. Dia sengaja tidak ikut menemani Sehun dan Luhan dengan alasan ada pekerjaan penting yang harus ia selesaikan secepatnya. Awalnya Sehun merajuk tapi setelah di iming-imingi dengan liburan ke pulau Nami saat ulang tahun Luhan nanti akhirnya Sehun luluh.
Setelah menghabiskan waktu selama 3 jam akhirnya selesai juga acara mendekornya.
Chanyeol tersenyum senang melihat hasil karyanya bersama para maid. Setengah jam lagi keluarga dan beberapa teman Chanyeol dan Sehun akan segara sampai.
Setelah semua persiapan untuk pesta kejutannya selesai, Chanyeol menyusul suami dan anaknya ke pantai. Keluarga serta teman-teman Chanyeol dan Sehun sudah menunggu kedatangan Sehun.
"Halo Minho hyung." Sapa Chanyeol setelah sambungan telefonnya di angkat.
"..."
"Aku akan nyusul kesana, tolong jangan beri tahu Sehun dan Luhan ya."
"..."
"Aku? Ah tidak, yang lain juga ikut. Sebentar lagi kami sampai. Alihkan perhatian Sehun juga Luhan, ok?"
"..."
"Terima kasih hyung, Anyyeong."
Klik.
Chanyeol memakirkan mobilnya di area parkir kemudian berjalan ke arah pantai di ikuti orang tuanya, orang tua Sehun serta Jaemin dan Jeno -anak-anak dari Yoora nuna, kakak Chanyeol-.
Joonmyeon memberikan kue tart mini dengan lilin di atasnya kepada Chanyeol.
Chanyeol berjalan pelan-pelan ke arah Sehun. Sehun dan Luhan sedang asyik membuat istana pasir di bantu dengan Ten.
"Saengil chukkae hamnida... Saengil chukkae hamnida... Saranghaneun uri mommy... Saengil chukkae hamnida." Chanyeol menyanyi dengan semangat di ikuti semua orang yang berada di sana tapi tidak dengan Sehun. Sehun hanya diam menatap Chanyeol dan kue tart mini itu secara bergantian.
"Yeobo, ayo tiup lilinnya." Ucap Chanyeol semangat.
"Bukankah kamu ada urusan yang harus di selesaikan sampai tidak bisa menemaniku dan Luhan. Kenapa sekarang disini? Ini apa?" Kata sehun dan senyum orang-orang yang berada disana seketika lenyap tertiup angin laut.
Joonmyeon dan Jaejoong -ibu Sehun dan Chanyeol- langsung mengamankan para anak-anak dan yang lainnya. Dan tinggallah berdua Sehun dan Chanyeol yang sedang berdiri berhadapan.
"Yeobo ini kejutan. Kamu suka tidak?" Tangan Chanyeol membelai pipi tembam suaminya.
"Kamu sengaja ya?" Tanya Sehun dengan raut poker facenya.
"Tidak, aku memang punya pekerjaan yang harus aku selesaikan tadi dan setelah semuanya selesai aku dan yang lainnya kesini." Jawab Chanyeol.
"Bohong."
"Tidak yeobo, aku tidak bohong."
"Hiks hyung bohong. Bilang saja kalau tidak mau kesini menemaniku dan Luhan. Ya kan?" Tangis yang sudah Sehun tahan sejak tadi akhirnya pecah.
Chanyeol langsung memeluk Sehun dan mencium pucuk kepalanya dengan sayang. Tak lupa mengucapkan kata-kata maaf untuk Sehun.
Dari kejauhan Luhan memperhatikan orang tuanya yang sedang berpelukan.
Luhan menatap Jeno yang sedang menulis namanya di atas pasir.
"Jeno hyung." Panggil Luhan.
"Iya Lulu, ada apa?"
"Kenapa mom dan dad berpelukan? Apa mom kedinganan?" Tanya Luhan polos. Jeno langsung melihat paman dan unclenya yang memang seperti kata Luhan, mereka sedang berpelukan.
"Ehm mungkin, hyung juga tidak tahu. Kenapa memangnya?" Jawab Jeno.
"Lulu juga ingin di peluk."
Jeno tersenyum kecil dan dalam hitungan ketiga Jeno segara memeluk adik sepupunya dengan sayang. Jaemin yang berada tak jauh dari tempat Jeno dan Luhan pun ikut bergabung dan terjadi pelukan ala teletubis. Hahaha...
...
Pesta ulang tahun Sehun berjalan dengan lancar dan Sehun juga sudah tidak marah kepada Chanyeol, mereka sudah berbaikan.
Pesta itu di hadiri oleh sahabat-sahabat Sehun dan Chanyeol serta keluarga inti mereka.
"Tuk tuk tuk. Tes tes." Chanyeol mencoba mic yang sedang ia pegang.
Perhatian semua orang yang hadir dalam pesta itu mengalihan intensitasnya pada Chanyeol yang sedang berdiri dengan gagahnya di panggung mini. Di belakangnya ada sebuah piano berwarna hitam mengkilap. Seperti Chanyeol ingin menyanyi.
"Karena malam ini adalah malam yang spesial bagiku terlebih untuk suamiku tercinta, Park Sehun. Aku ingin membawahkan sebuah lagu untuknya." Ucap Chanyeol sambil menatap Sehun yang sedang duduk di samping Kris.
"Daddy mau menyanyi?" Tanya Luhan. Balita itu berdiri di samping panggung mini tempat Chanyeol berada. Luhan bersama Jaemin, Jeno, dan Taeoh.
Chanyeol terkekeh mendengar pertanyaan polos putra sulungnya. Aigoo...
Chanyeol turun dari panggung dan menghampiri Luhan lalu menggendongnya. "Tentu baby, mau lihat penampilan daddy hm?"
"Mau." Jawab Luhan ceria. Jaemin, Jeno dan Taeoh juga ikut menjawab. Kompak sekali anak-anak itu.
"Ok, sekarang Lulu dan teman-teman duduk yang manis dan lihat daddy menyanyi ya." Luhan menjawab dengan anggukan antusiasnya. Luhan segera turun dari gendongan Chanyeol segera duduk bersama teman-temannya.
Chanyeol kembali ke atas panggung dan duduk di depan piano.
What would I do without your smart mouth.
Drawing me in, and you kicking me out.
Got my head spinning, no kidding.
I can't pin you down.
What's going on in that beautiful mind.
I'm on your magical mystery ride.
And I'm so dizzy.
Don't know what hit me.
But I'll be alright.
My head's underwater.
But I'm breathing fine.
You're crazy and I'm out of my mind.
Cause all of me.
Loves all of you.
Love your curves and all your edges.
All your perfect imperfections.
Give your all to me.
I'll give my all to you.
You're my end and my beginning.
Even when I lose I'm winning.
Cause I give you all... Of me.
And you give me all... Of you.
Give me all of you.
Cards on the table, we're both showing hearts.
Risking it all, though it's hard.
Cause all of me.
Loves all of you.
Love your curves and all your edges.
All your perfect imperfections.
Give your all to me.
I'll give my all to you.
You're my end and my beginning.
Even when I lose I'm winning.
Cause I give you all... Of me.
And you give me all... Of you.
I'll give you all... Of me.
And you give me all... Of you, oh.
Selama menyanyi sesekali Chanyeol melihat ke arah Sehun dan tersenyum. Sehun tersipu malu mendengar Chanyeol menyanyi.
Setelah menyelesaikan lagu itu, Chanyeol turun dari panggung dan mengambil buket bunga mawar putih yang berjumlah dua puluh empat tangkai dan satu tangkai bunga mawar merah. Chanyeol berjalan ke arah Sehun kemudian berlutut di depan Sehun sambil sebelah tangannya menggenggam tangan kanan Sehun dan mengecupnya lembut.
"Yeobo terima kasih telah mendampingiku selama lima tahun ini. Memberikanku harta yang paling berharga bagi hidupku yaitu anak-anak kita dan dirimu. Terima kasih telah begitu sabar menemaniku, merawatku dan anak-anak kita. Maaf jika aku membuatmu sedih, meninggalkanmu di saat kau membutuhkanku, membuatmu marah ataupun kesal dan aku minta maaf karena hampir membuat kita kehilangan uri aegy. Aku mencintaimu, yeobo happy birthday dan happy anniversarry."
Sehun menangis dan memeluk Chanyeol. Para ibu dan Yoora juga ikut menangis haru. Lalu para tamu undangan bertepuk tangan.
"Aku juga mencintaimu hiks. Happy anniversarry too yeobo. Gomawo jeongmal gomawo." Bisik Sehun lirih.
Luhan menghampiri kedua orang tuanya lalu memeluk kaki Sehun dan Chanyeol.
Chanyeol melepaskan pelukannya lalu menggendong Luhan dan mencium pipi Luhan gemas. Sehun juga ikut mencium pipi tembam Luhan, membuatnya terkekeh senang.
Changmin-suami Yoora- mengabadikan moment Chanyeol, Sehun dan Luhan dalam kamera miliknya.
.
.
TBC
.
.
A/N: Maaf ya ff ini aku anggurin 6 bulan hehehe...
Masih ada yang nungguin ff ini? Aku harap masih ada ya, amin.
Maaf kalo ada typo, aku nggak edit soalnya.
Buat kalian yang sudah tahu soal rumor Sehun sama Irene nuna, aku harap jangan langsung percaya gitu aja. Itu cuman rumor, lagian soal foto magic hour itu yang unggah bukan Irene tapi Seulgi dan soal handuk itu yang pake bukan cuman Sehun sama Irene tapi Baekhyun dan manager EXO juga pake handuk yg sama. Terus tentang yang jalan berdua itu juga nggak benar, yg jalan banyak kok bukan cuman berdua aja. Jadi aku harap kalian jangan terlalu khawatir soal itu ya.
Selasa, 30 Agustus 2016
Han hye won
