Vocaloid © Yamaha, Crypton

Genre : Romance/Drama

Rated : T

Celebrity Love © Kuro 'Kumi' Mikan || Kuro

Summary : Kagamine Rin seorang artis yang tengah naik daun digossipkan oleh seorang artis yang juga sedang naik daun, bagaimana kelanjutan nya? Mind to RnR?


Normal POV


Len menghela napas "Lupakan saja." Ucapnya.

"Sebaiknya kita bersiap-siap untuk pertemuan nanti." Lanjut nya.

"Baiklah."

Waktu menunjukkan pukul setengah enam berdua bersiap untuk pertemuan pukul 07.00 malam nanti.

"Len~ menurut mu lebih bagus aku pakai gaun atau dress ini?" Tanya Rin sembari memegang sebuah gaun berwarna putih dengan renda hitam di bagian pinggang dan sebuah tali untuk dikaitkan di lehernya. Ia juga memegang sebuah dress di tangan kanannya, dress itu berwarna putih dengan pita di bagian belakangnya dan sebuah renda hitam pada bagian bawah dress itu.

"Lebih bagus kau memakai dress itu, terlihat simpel namun sangat cocok untuk mu." Tanggap Len.

"Baiklah~" segera Rin melompat-lompat kecil menuju kamar mandi untuk mandi dan mengganti baju nya.

Dilain tempat terlihat seorang pemuda berambut putih sedang berbincang bersama seorang wanita berambut hijau.

"Jadi apa rencana mu?" Tanya perempuan itu.

"Mungkin aku akan menyuruh 'dia' untuk turun tangan pada tahap ini." Jawab sang pemuda.

"Apa kau yakin 'dia' akan mengejakan tugas nya dengan baik?" Kembali si perempuan bertanya.

"Aku sudah merencanakan hal ini dengan sangat matang, jika 'dia' gagal aku sudah menyiapkan orang lain untuk menangani masalah ini." Jawab pemuda itu sambil menyeringai. Dari seringainya itu sudah terlihat bahwa ada niat jahat dibalik perbincangannya dengan perempuan berambut hijau itu.

"Dan aku ingin menerima laporan atas kerja mu, apa yang kau rencanakan untuk malam ini?" Tanya si pemuda.

"Aku sudah menyiapkan semuanya dengan sangat aman. Mungkin tidak akan ber-effect lebih, tapi ini akan menancap pada ingatan masing-masing pihak.

"Kau yakin akan berhasil?" Tanya pemuda itu dengan nada tak yakin pada rencana si perempuan.

"Sangat yakin. Malam nanti semua akan menjadi meriah. Jangan lupakan bayaran ku." Jawab si perempuan.

"Baiklah, aku ingin melihat rencana mu dulu. Jika sukses aku akan membayar mu lebih."


Kita kembali pada Rin dan Len. Kali ini kita menyimak pakaian yang dikenakan oleh Rin terlebih dahulu. Saat ini Rin memakai dress yang tadi dipilihkan oleh Len tadi dengan rambut yang ditata rapi dan dibiarkan bebas hingga menyentuh pudaknya. Dengan sedikit aksesoris jepit pita berwarna putih berukuran kecil yang ditautkan pada bagian kanan rambut Rin. Tak lupa 4 jepit bertahtakan berlian pada poni nya. Kini Rin terlihat cassual namun anggun. Kemudian kita lihat pada pakaian Len. Kini Len memakai sebuah kemeja putih berlengan panjang sebagai dalaman dan jas berwarna hitam untuk bagian luar, ia juga memakai celana berbahan katun hitam yang panjang. Rambutnya ditata rapi dengan bantuan Rin. Kini Len terlihat sangat tampan dan keren, melebihi ketampanannya di hari-hari biasa.

"Bagaimana menurutmu?" Tanya Rin pada Len sembari berputar untuk memperlihatkan Len dirinya dari depan, samping, hingga belakang.

"Terlihat cantik, manis dan anggun." Jawab Len yang sedari tadi melihat Rin yang tampak manis bagi dirinya.

"Kau juga terlihat mengesankan, dan terlihat lebih t-tampan dari biasanya." Ucap Rin yang malu-malu saat mengucapkan kata 'tampan' untuk Len.

"Haha..kau tak perlu semalu itu saat mengucapkan kata 'tampan' sayang~ kau hanya perlu mengakuinya." Goda Len.

"Uhh, kau ini. Sudah lupakan saja ayo kita pergi, sekarang sudah pukul enam lewat aku tak mau kita terlambat dalam pertemuan ini." Ajak Rin.

"Baiklah ayo" Len segera menggenggam tangan Rin dan berjalan menuju pintu keluar kamar hotel.

"Oh iya Len, kita belum memberitahukan mereka di meja berapa kita akan bertemu." Ucap Rin disela-sela perjalanan mereka keluar hotel.

"Hmm, benar juga. Biar aku sampaikan pada orang tuaku untuk memesan meja terlebih dahulu." Balas Len sembari mengambil handphone nya dari kantung celananya. Ia segera menekan beberapa tombol ponselnya.

"Halo Len?" Sapa orang di seberang sana.

"Halo pa, papa bisa tolong pesan meja di restoran untuk pertemuan nanti?" Tanya Len.

"Tentu saja, papa sudah memesannya. Nanti kamu segera ke meja bernomor 18 saja."

"Baiklah, terima kasih pa." Setelah itu Len memutuskan sambungan telpon nya.

"Bagaimana Len?" Tanya Rin.

"Papa sudah pesankan, meja bernomor 18." Jawab Len dan segera menaiki taksi yang sudah tersedia di depan hotel.

"where would you go?" Tanya sang supir.

"Sweet Japanese Restaurant." Jawab Len.

"Okay." Sang supir langsung tancap gas melajukan taksi yang ditumpangi oleh Rin dan Len.

"Oh iya aku belum memberi tahu papa dan mama." Dengan segera Rin menyambar ponselnya yang berada di tasnya. Ia lalu menekan beberapa tombol yang berada di ponselnya.

"Halo?" Sapa orang di seberang sana.

"Halo ma, nanti di restoran Sweet Japanese kita duduk di meja bernomor 18 ya." Ucap Rin memberitahukan pada orang tuanya.

"Baiklah Rin, sampai jumpa nanti."

Sambungan telpon pun diputus. Perjalanan juga berlanjut.


New York, 26/4 06.52 PM

Kini Rin dan Len sudah sampai di tempat yang telah ditentukan untuk pertemuan keluarga mereka berdua.

Kebetulan sekali mereka datang lebih cepat dari pada kedua orang tua mereka. Beberapa menit kemudian terlihat kedua orang tua mereka memasuki restoran dengan waktu bersamaan.

"Hai ma, pa." Ucap Rin.

"Ma, pa kenalkan ini adalah kedua orang tua Rin." Ucap Len mengenalkan.

"Salam kenal Kagamine-san."

"Salam kenal juga Kagami-san."

"Jadi karna kita sudah bertemu dan berkenalan, mari kita duduk." Ajak Rin.

"Permisi, mau pesan apa?" Tanya salah seorang pelayan yang kebetulan berasal dari Jepang. Berbicara mengenai Jepang, di restoran ini semuanya berbau Jepang semua pelayan pun orang Jepang. (Tapi karena ini fict Indonesia jadi kita pakai bahasa Indonesia aja.)

"Hmm, aku pesan takoyaki dan orange juice." Pesan Rin.

"Aku juga sama." Ucap Len.

"Kami berdua pesan sushi dan jasmine tea." Kata kedua orang tua Rin.

"Kalau kami memesan fugu dan jasmine tea juga." Yang terakhir adalah pesanan kedua orang tua Len.

"Baiklah mohon tunggu 15 menit." Ucap pelayan itu.

"Selamat malam para pelanggan sekalian, terima kasih atas kunjungan anda semua malam ini. Untuk menambah hiburan makan malam anda, mari kita sambut sepasang artis yang sedang naik daun di Jepang, Kagamine Rin dan Kagami Len!" Sambut sang manager restoran yang ditempati oleh Len dan Rin serta kedua orang tua mereka.

Tentu yang bersangkutan merasa kaget karena mereka lupa memakai penyamaran. Mau tak mau mereka harus mengikuti alur yang sudah ada dan sudah di tentu kan. Mereka segera berjalan kearah panggung.

"Terima kasih untuk kunjungannya Kagamine Rin dan Kagami Len. Kami sangat terhibur dengan kedatangan kalian berdua. Ngomong-ngomong apa gossip itu benar?" Tanya si manager.

"Mungkin banyak orang yang menanyakan hal itu, tapi untuk kepastiannya mungkin bisa ditunggu konfrensi pers nya." Jawab Rin tenang.

"Baiklah mari kita beri tepuk tangan yang meriah untuk Kagamine Rin dan Kagami Len!"

Musik mulai beralun, mereka berdua menyanyikan lagu berjudul 'Never' yang menjadi hits hingga 6 bulan berturut-turut.

(Skip song)

"Terima kasih atas hiburannya Kagamine Rin dan Kagami Len. Anda bisa menikmati hidangan yang telah kalian pesan." Ucap si manager.

"Sama-sama." Ucap Rin dan Len sembari turun dari atas panggung bersama sang manager.

"Maaf apakah anda bisa merahasiakan bahwa kami ada di sini. Kami hanya ingin menikmati waktu libur singkat ini saja." Pinta Rin.

"Tidak masalah Rin-san. Oh iya, perkenalkan saya Kasane Ted manager dari restoran ini." Kenal manager restoran yang diketahui bernama Ted itu.

"Baiklah terima kasih Kasane-san jika kami butuh makanan Jepang kami akan menghubungi anda." Ucap Len.

Mereka segera berjalan menuju meja makan yang sedari tadi sudah terdapat beberapa hidangan pembuka sebagai tanda terima kasih kepada Rin dan Len.

"Kalian memang sangat berbakat ya, kami bangga pada kalian berdua." Ucap ibu Len.

"Terima kasih ma." Ucap Rin.

Mereka bersama berbincang-bincang dan terlihat sangat akrab. Sembari berbincang-bincang mengenai banyak hal, mereka memakan makanan yang telah dipesan tadi.

Namun di lain tempat sosok seorang wanita berambut hijau tengah menyeringai. Terbaca dari seringainya itu adalah seringai jahat dan merencanakan suatu hal yang tak baik.

"Ini akan jadi menyenangkan."

~TBC~


Author Kuro : okeh saya bales ripiu semata wayang yang hinggap di chap 6 kemarin..

Chiao-chan Kumikawa : Halo Chiao-chan..kita ketemu lagi! Piko..hmm..dia bakal *dibekep Piko*

Piko : Woy Kuro! Jangan dikasih tau dulu! Nanti kalo dikasih tau w dibunuh! Nanti w ga bias eksis di fict u!

Kuro : Oh iya..hehe *nyengir kuda*

Makasih banget Chiao-chan yang mau ngucapin walo telat yang penting tulus..hehe..update kilat? Tunggu hujan deras, petir menyambar, guntur beraksi *plak* hehe..kalo aku udah nulis ampe chap 14 baru aku brani update kilat..sekali lagi makasih yah..jangan pernah bosen buat ripiu fict ini..^^..

Author Kuro : Yoshh! Seminggu berlalu..dan saya update lagi..jadi mohon yah ripiu nya..berisi masukan, koreksi, pembelajaran terbaru, curcol, celotehan ga penting, dll. Akir kata..

~REVIEW~