Umur Cast:
Choi Siwon: 37 tahun
Choi Yesung: 35 tahun
Choi Donghae: 19 tahun
Lee Hyukjae: 20 tahun
Lee Sungmin: 36 tahun
Cho Kyuhyun: 34 tahun
UCCHAN MEMPERSEMBAHKAN:
A Little Bit Of Love
Chapter 6: Second Glance
RATED: T (Hhh… *buang napas*/plak/)
PAIR: Unknown (Wondad: Woi...)
Genre: Hurt/comfort, family, romance, angst(hahahah)
Disclaimer: God, Parents, SM, ELF, Self. Except Yesungie! HE'S MINE! #PLAK
Warn!: OOC, YAOI/BL(Boys!Love), angst gaje, romancenya garing, alur ngadat, super cepat, Fic Request, CRACK PAIR!
DLDR!
:::
SMILEEEEE~~~!(Readerdeul: APAAN SIH?!)
Semuanya sudah terlambat.
Karena saat kalian bertemu lagi, hatinya sudah bukan milikmu lagi.
… Atau itulah yang aku harapkan.
:
:
Suasana masih hening.
Siwon tak bisa melepas tatapannya dari kedua obsidian kelam Yesung. begitupula sebaliknya, Yesung tak bisa melepas pandangannya dari Siwon.
Namun akhirnya Donghae memecah keheningan dengan berdehem. "Umma, sudah waktunya kita pulang. Kajja," ia menggandeng Yesung, membawanya melewati Siwon.
Tapi gerakannya terhenti saat Siwon menahan lengan Yesung yang satunya lagi. Donghae menatap tajam Siwon. Tapi Siwon tak mengacuhkannya. Ia sibuk memandangi wajah Yesung yang tengah menunduk.
"Lepaskan dia." Donghae menghentak kasar pegangan Siwon pada lengan Yesung, lalu menarik umma manisnya itu kedalam pelukannya. "Gwenchana, umma…?" tanya Donghae khawatir. Yesung hanya mengangguk sebagai jawaban.
Siwon menatap pemandangan didepannya nanar. Perkataan Donghae kembali terngiang dibenaknya.
"Hae akan melebut umma dali appa dan menikahinya!"
Siwon takut. Ia takut Donghae akan benar-benar merebut Yesung darinya.
"Yesungie…" panggilnya lirih.
Yesung meremas kemeja Donghae ketakutan. Dia benci mendengar suara ini lagi. Suara Siwon. Namja yang masih ia cintai walau telah melukainya berulang kali.
Yesung tak mau menangis lagi. Ia tak mau terlihat lemah didepan Siwon.
"Umma, ayo kita pergi." Donghae menuntun Yesung kepintu, namun langkahnya terhenti saat suara Siwon terdengar.
"Saranghaeyo, Yesungie… mianhae… jeongmal mianhae…"
Yesung menggigit bibir bawahnya kuat. Kenapa Siwon mengatakan itu…? Tak cukupkah ia menyakiti Yesung dulu? Yesung sudah melepas Siwon. Harusnya Siwon segera mencari pasangan hidup yang benar-benar dicintainya.
Yesung menoleh sedikit kearah Siwon, lalu tersenyum. Senyuman yang terlihat menyedihkan.
"Aku sudah memaafkanmu dari dulu, Siwonsshi. Selamat tinggal."
Siwon hanya memandang kosong punggung Yesung yang semakin menjauh. Yesung meninggalkannya. Tidakkah ini terasa seperti karma…?
Donghae melirik sekilas kearah Siwon sebelum akhirnya menutup pintu ruang tamu. Meninggalkan Siwon dan Hyukjae yang hanya terdiam ditempatnya.
Siwon berbalik, menatap Hyukjae. "Kenapa kau tak memberitahu ahjussi, Hyukjae ah…?"
Hyukjae tetap diam. Mengunci mulutnya rapat-rapat.
Siwon menghela napasnya putus asa. "Hyukjae ah… bukankah ahjussi sudah menyuruhmu untuk selalu berkata jujur pada ahjussi…? Kau tahu ahjussi masih sangat mencintainya 'kan…?"
Hyukjae menunduk. "… Tapi kenapa dulu ahjussi membuat Yesung umma pergi…?"
Siwon terdiam mendengar pertanyaan Hyukjae. Tepat sasaran. "… Mianhae, Hyukjae ah. ahjussi tak bisa memberitahumu. Yang pasti, ahjussi masih sangat mencintainya…"
Hyukjae mencuri pandang kearah Siwon. Ia tahu Siwon bersungguh-sungguh. Tapi pada akhirnya ia menggeleng.
"Mian ahjussi… aku juga tidak tahu…"
-Hotel…
"Yesungieee hyuuunggg~!"
Yang pertama Yesung dengar ketika tiba dihotel, adalah suara merdu Sungmin yang sudah sengaja digenit-genitkan. Ia menoleh keasal suara dengan wajah polos. "Ne, Sungminsshi?"
"Aish, jangan terlalu formal memanggilku! Panggil saja Sungminniee~!"
Yesung hanya mengangguk mengerti.
"Ada apa?" tanya Donghae jutek sambil memeluk Yesung, menjauhkannya dari jangkauan Sungmin. Sungmin cemberut. "Yak! Dasar bocah tak sopan!"
"Hae! Jangan begitu! Sungminnie lebih tua darimu!" Yesung berusaha mendekati Sungmin. Tapi sedikit terhambat karena pelukan Donghae padanya. "Ada apa, Sungminnie?"
"Ehem, begini. Kau tahu nanti malam ada apa, hyung?" tanya Sungmin dengan kedua mata bulatnya yang berbinar lucu.
Yesung memiringkan kepalanya imut. "Uhmm… acara pengesahan suatu negara?"
"SALAAHH! JAUH BANGET!" Sungmin menggelengkan kepalanya penuh semangat. "Nanti malam, direktur mall yang satu lantainya kupinjam, akan mengadakan acara penyambutan para model! Kau harus datang, arra?"
Yesung hanya mengangguk saja. dia bukan model, tapi kenapa dia harus datang?
"Oleh sebab itu, kau harus memakai…" Sungmin merogoh tas berwarna merah jambu didekat kakinya, lalu mengeluarkan sesuatu yang mampu membuat kedua obsidian Yesung meloncat keluar.*lebay*
Nampaklah ditangan namja bergigi kelinci itu… sebuah gaun china berwarna biru tua yang memiliki belahan-belahan seksi dibagian kakinya. Juga tak lupa bagian punggungnya yang cukup terbuka, mempersilahkan siapa saja untuk melihatnya.
Tentu Donghae melarang keras. "ENAK SAJA! UMMAKU TIDAK AKAN MEMAKAI ITU!" bentaknya sambil memeluk Yesung semakin erat. Yesung hanya diam, masih berusaha mencerna apa yang baru saja ia lihat.
"Eiii! Tapi aku sudah begadang semalaman membuat iniiii…!" rajuk Sungmin sambil mengibar-ngibarkan gaun ditangannya.
Donghae menggeleng mantap. "Tidak, tidak! TIDAK!"
Sungmin menjalankan taktiknya.
"Hiks hiks, hweeeee! Baju rancangan Minnie jeleeeekkk!" tangisnya jatuh terduduk. Donghae memutar matanya jengah. Ketahuan sekali aktingnya.
"Hiks hiks! Huweee!"
"Sungminnie! Uljimma!" pinta Yesung panik. Sementara Donghae hanya melengos tak peduli. "Aish, baiklah! Arraseo! Akan kupakai!"
Kedua obsidian Donghae membulat. Sangat kontras dengan manik Sungmin yang telah berbinar-binar.
"UMMA!"
"Yaaayyy~!"
Sungguh, Yesung tak yakin ia telah melakukan hal yang benar atau tidak. Yah, semoga saja ia benar…
:
:
"Sungminnie…?" panggil Yesung.
Sungmin tersenyum manis. "Ne, Yesungie hyuung~?"
"Apa itu…?"
Sungmin menyeringai melihat raut wajah horor Yesung. ia menunjukkan kotak ditangannya sambil mengedipkan sebelah mata foxy-nya.
"Kotak make-up~!"
"… ANDWAEEEEHH!"
OKE! YESUNG SALAH MENGAMBIL KEPUTUSAN!
"HAEE! HIKS HIKS!" pekik Yesung sambil menangis ketakutan.
BRAK BRAK
"UMMA?! GWENCHANAYO?! AISH! YAK! NAMJA KELINCI! BUKA PINTUNYA!"
"HAEE!"
"Aish! Yesungie hyung! Diam sebentar!" bujuk Sungmin kelabakan.
"Ani! Ani! Aku tidak mau memakai itu! Keluarkan aku!" bentak Yesung sambil berusaha membuka pintu yang sudah dikunci Sungmin.
Sungmin menghela napas. "Mianne, Yesungie hyung…"
Yesung menoleh dengan wajah babbonya. "Eh?"
HUP!
Dengan sekali lompat, Sungmin menerjang Yesung dan membekapnya dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius.
"Hmmph! Mph! Mp-"
… Hening seketika.
Sungmin buru-buru menyeret Yesung, dan mendudukkannya dikursi rias. Memasang blockade berupa kursi dan coffe table dipintu untuk mencegah Donghae mendobrak masuk. Diacuhkannya pekikan dan sumpah serapah Donghae diluar. Yang menjadi tujuan Sungmin hanya satu.
"Mari kita mulai, Yesungie hyung~!"
-A Hour Later…
Donghae berjalan mondar-mandir kayak setrikaan didepan pintu kamar Sungmin. Sudah sejam berlalu, dan ia masih belum mendengar suara Yesung sama sekali.
Ia harap ummanya baik-baik saja.
"…!"
"…!"
Langkah Donghae seketika terhenti saat mendengar suara ribut-ribut didalam. Ia melangkah mendekati pintu kamar, dan menempelkan telinganya dipintu. Bermaksud menguping.
"Sungminnie! Apa yang kau lakukaaan!" terdengar suara sang umma tengah marah-marah.
"Mian hyung! Aku terpaksa melakukannya! Lihat! Sekarang kau sudah jadi cantik sekali!"
'Cantik?' ulang Donghae dalam hati. Ia mendengus. Ummanya itu sudah cantik dari dulu! Tidak perlu make up apapun! Ummanya sudah cantik secara alami!
"Baiklah! Ayo kita perlihatkan penampilan barumu pada bocah tak sopan itu! kajja~!"
"E-eh?! T-tunggu! Sungminnie!"
Donghae mundur beberapa langkah saat mendengar bunyi-bunyi barang digeser dari pintu kamar.
Cklek
"Donghaesshi~! Lihatlah~!"
Pintu terbuka, menampakkan Sungmin dan… Yesung?! Mulut Donghae seketika terbuka. Ummanya… sangat cantik… dan bisa dibilang seksi… gaun cina biru yang cukup terbuka itu sangat cocok ditubuh mungil Yesung yang cukup berisi. Apalagi dipadu padankan dengan make up natural. Pipi chubby sang umma terlihat sangat merah karena efek malu.
'Manis…'
"H-Hae! Dia memaksaku memakai make up!" adu Yesung sambil memeluk Donghae. Donghae diam. Masih asyik melihat penampilan Yesung. "Hae?" Yesung menengadahkan kepalanya heran.
Donghae menyentuh bibir Yesung yang berwarna pink cerah dengan jemari tangannya lembut. "Kau sangat cantik, umma…" ucapnya sambil tersenyum hangat. Dikecupnya perlahan bibir cherry Yesung lalu melingkarkan tangannya pada pinggang Yesung. membawa sang umma semakin mendekat padanya.
"Hae…" Yesung meremas bahu Donghae saat merasakan desiran aneh didadanya tatkala tangan hangat Donghae mengusap punggungnya yang terbuka.
Donghae diam. Tetap merengkuh tubuh mungil ummanya dengan erat. Entah kenapa dia merasakan firasat buruk. Seakan-akan, ummanya akan menghilang dari kehidupannya dalam waktu dekat ini.
'… Semoga aku salah.'
"Hoy! Hoy! Apa yang kalian lakukan! Dasar incest!" bentak Sungmin galak. Ditariknya Yesung secara paksa dari pelukan Donghae. Donghae mendelik.
"Baiklah! Aku sudah menyuruh managermu menyiapkan mobil! Kajja! Pestanya akan dimulai setengah jam lagi!" komando Sungmin sambil menggandeng Yesung menuju lift. Donghae yang tak terima segera menyusul keduanya dan menggenggam tangan Yesung posesif.
Sungmin hanya memutar kedua chocolate beningnya jengah.
:
:
"Haee…"
"Ne, umma?"
"Berhentilah menatapku seperti itu… aku malu…" bisik Yesung sambil menunduk, menyembunyikan wajahnya yang sudah semerah kepiting rebus. Pasalnya, sejak ia dan Donghae duduk dijok belakang mobil ini, Donghae tak pernah melepas pandangannya dari wajah manis Yesung. namja tampan yang kini memakai tuxedo hitam itu terus menatapnya seakan tak ada hari esok.
"Mian, umma… habisnya kau manis sekali…" ucap Donghae. Ia mendekatkan wajahnya, dan mulai mengecup lembut bibir Yesung. menyesap rasa strawberry yang sangat disukainya.
Sungmin yang duduk bersama sopir dijok depan hanya memutar matanya jengah. "Tidakkah kalian sadar akan status kalian?"
Namun Donghae tidak peduli, tetap melumat bibir Yesung dengan sedikit ganas. Sementara Yesung tidak bisa menjawab karena kelabakan melayani Donghae.
Sungmin cemberut. "Minnie dicuekkin… HWEEEE~!"
Yesung buru-buru mendorong bahu Donghae, melepas ciuman panas mereka, dan memandangi Sungmin dari pantulan kaca spion. "Mian, Sungminnie! Hyung tak bermaksud mengacuhkanmu!"
Sungmin masih pura-pura menangis, sementara Donghae sudah mengirim tatapan 'penuh cinta'nya pada namja manis bergigi kelinci itu.
"Ah ya hyung! Dipesta nanti, namjachinguku juga akan datang! Nanti aku akan memperkenalkannya padamu!" kata Sungmin dengan wajah ceria. Sangat kontras dengan acting nangisnya tadi.
Donghae mencibir. "Ternyata ada juga yang mau dengan namja cerewet bermuka dua sepertimu."
Sungmin mendelik. "Dasar bocah kurang ajar!" baru saja Sungmin hendak melompat kejok belakang untuk menghajar Donghae, suara tuan Park sang sopir terdengar.
"Jeosonghamnida, Sungminsshi, tapi kita sudah sampai."
Sungmin menoleh, dan sebuah senyuman lebar tersungging dibibirnya tatkala ia menyadari mobilnya kini berada di sebuah lahan parkir mall raksasa super mewah.
"Arraseo~! Gomawo, Parknim!" seru Sungmin ceria sambil melepas seatbeltnya. "Kajja, Yesungie hyung!"
"…"
"Yesungie hyung?" Sungmin menoleh heran. dan yang ia temukan adalah sosok Yesung yang tengah duduk dipangkuan Donghae dan berciuman lembut. Tangan Donghae mengelus lembut paha terbuka Yesung membuat wajah namja manis itu merah padam.
"YAKKK! GET A ROOM, YOU TWO!"
:
:
"Pestanya diadakan dilantai 12, teman baikku itu sudah menyiapkannya dengan sangat meriah!" jelas Sungmin pada HaeSung. Kini mereka tengah naik kelantai 12 menggunakan lift.
Yesung hanya mengangguk saja. Donghae melingkarkan lengannya pada pinggang ramping Yesung, membawanya untuk semakin mendekat. "Umma, dipesta nanti jangan jauh-jauh dari Hae, ne…"
Yesung mengangguk sambil tersenyum manis. "Ne, umma mengerti, Hae!"
TING~
"Jja, kita sudah sampai!" Sungmin melangkah keluar. Yesung terpana melihat dekorasi mewah dihadapannya. Beberapa pasang kaca raksasa yang memperlihatkan pemandangan yang sangat indah, dan jangan lupakan makanan-makanannya yang… wow…*author lagi laper*/plak
Donghae menggandeng Yesung, mengajaknya berkeliling diruangan mewah itu. "Umma mau minuman?" tawar Donghae. Yesung tersenyum. "Ani, umma tidak haus. Umm… tapi bisakah kau menemaniku keWC, Hae…?"
Donghae mengangguk. "Ne, kajja-"
"KYAA~! AIDENSSHI~!"
Wajah Donghae langsung berubah datar. Beberapa yeoja cantik bertubuh langsing dan berpakaian terbuka langsung mengerubunginya, membuat Yesung terpental menjauh. Kedua obsidian Donghae membulat. "Y-YAK! LEPASKAN AKU!" bentaknya kesal.
"Ayolah, oppaaa~! Kau tahu, kami adalah penggemarmu~! Kau nampak sangat keren~!" seru salah seorang yeoja sambil mengedip genit. Donghae mendelik. "Lepass!"
Yesung menghela napas. Sepertinya Donghae memang akan susah lepas dari jeratan para yeoja itu. "Hae, aku bisa kekamar mandi sendiri, aku akan pergi sebentar saja!" ia berbalik dan mulai melangkah menjauh mengacuhkan suara Donghae yang menyuruhnya berhenti.
:
:
Jrasshh
Yesung mencuci tangannya diwastafel kamar mandi. Menghela napas sejenak. Entah kenapa dadanya terasa sesak… "Hmm…"
Krieet
Yesung melirik kearah cermin ketika mendengar suara pintu yang dibuka. Dan yang ia lihat, adalah seorang namja yang sangat dikenalnya. Namja itu berdiri disana dengan tatapan yang tak Yesung pahami.
Tubuh Yesung mulai bergetar ketakutan. "S-Siwon…" ia buru-buru menunduk. Meremas ujung wastafel. Ia sangat ketakutan. Apalagi dapat didengarnya suara langkah Siwon mendekat. "M-mianhae…" lirih Yesung. ia berbalik, melangkah cepat melewati Siwon, tapi langkahnya terhenti saat merasakan sepasang lengan kekar yang memeluk tubuhnya erat.
Begitu saja. kedua sarang obisidan itu kembali mengucurkan liquid bening yang bernama air mata itu. Ini pertama kalinya Siwon memeluknya seperti ini…
Jantung Yesung mulai berdetak kencang. Tubuhnya masih bergetar hebat. Dia takut… sangat takut… dia takut jatuh kembali dalam perangkap Choi Siwon…
… Dia tak mau terluka lagi…
Kedua terdiam cukup lama, hingga akhirnya Siwon membuka suara. "… Mianhae, Yesungie…"
Yesung menunduk. "… Aku sudah memaafkanmu, Siwonsshi…"
"Ani… jeongmal mianhae…" Siwon mengeratkan pelukannya. "… Saranghaeyo… maafkan aku… jeongmal saranghaeyo…"
Yesung diam. Air matanya semakin deras keluar. "… Jangan permainkan aku, Siwonsshi… jebal…"
"Aku tidak mempermainkanmu. Aku tahu aku salah. Karena itu aku minta maaf. Tidak bisakah kau memberiku kesempatan…? Sekali saja… beri aku kesempatan untuk menebus kesalahanku dimasa lalu… aku sangat mencintaimu, Yesungie…"
Napas Yesung tercekat. Tubuhnya melemah. Siwon memang selalu tahu cara membuatnya lemah. Tangannya terangkat dan menyentuh lengan kekar Siwon yang melingkari tubuhnya.
"… Wonnie…"
BRAK
"Umm- YAK! APA YANG KAU LAKUKAN!" Donghae menarik Yesung paksa dari pelukan Siwon. Ia mengirim deathglarenya pada 'mantan' ayah angkatnya itu. "Umma… gwenchanayo…?"
Yesung diam. Ia menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Donghae, berusaha meredam suara isakannya.
"… Hae…"
"Jangan panggil aku begitu! Aku tak sudi mendengarmu memanggilku seperti itu!" bentak Donghae kasar. "Jangan dekati ummaku! Kau belum puas menyakitinya eoh! Aku membencimu!" setelah berteriak begitu, Donghae langsung berbalik dan menuntun Yesung keluar dari kamar mandi.
Meninggalkan Siwon yang hanya menatap kearah lantai dengan tatapan kosong.
"… Maafkan appa, Hae…"
:
:
"Umma… uljimma…" bujuk Donghae sambil mengelus surai raven Yesung sayang. Yesung tetap terisak, menggunakan dada Donghae sebagai peredam suaranya. Kini mereka berdua tengah berada dilorong menuju lift yang cukup sepi.
Donghae menatapnya sedih. "Mian, umma… harusnya tadi Hae menemani umma…"
Yesung mengangkat wajahnya, lalu menggeleng. "… Ani… nan gwenchana… mian, Hae… umma cengeng…"
Donghae tersenyum lembut. Dikecupnya air mata yang masih mengalir disudut mata Yesung. "Umma sempurna. Sangat sempurna. Tapi umma terlihat paling sempurna saat sedang tersenyum…"
Yesung menatap Donghae dengan tatapan aneh. "Hae…"
"Ne, umma?"
"Bagaimana jika… aku kembali mencintai Siwon…?"
DEG
Donghae terdiam. Tidak tahu harus menjawab apa. Dia tahu hari ini akan tiba. Tapi dia tidak pernah bisa merasa siap. Dia mencintai ummanya. Dia tak mau ummanya pergi. Dia tak mau ummanya mencintai orang lain. Katakanlah Donghae egois.
… Tapi bukankah ia sudah sangat sabar menunggu Yesung…?
Yesung menatapnya khawatir. "Hae-"
"Yesungie hyung! Bocah tak sopan!" terdengar suara melengking Sungmin dari arah belakang. Yesung menoleh dan berusaha tersenyum menyambut Sungmin. Ia mengernyit saat melihat seorang namja bersurai brunette disamping Sungmin. Sepertinya Yesung pernah bertemu dengan namja itu.
"Kucari-cari dari tadi!" dengus Sungmin kesal sambil melangkah mendekati Yesung dan Donghae.
Yesung tersenyum garing. "Mian, Sungminnie!"
Sungmin tersenyum. Ia menoleh kesampingnya. "Ah ya, ini namjachinguku, Yesungie hyung! Chagi! Perkenalkan dirimu!"
Namja itu menatap Yesung lama, lalu mulai membuka mulutnya. "… Cho Kyuhyun imnida."
:::
Begitu saja.
Biarkan aku kembali mencintaimu.
… Ataukah aku memiliki pilihan yang lain…?
TBC/plak
HYAAAA! TELAT!/plak
Hey Mamacita~! Naega Ayayayayaya~!*pukul-pukul kepala Wondad*/plak
Ucchan suka lagunya! Tiap hari Ucchan nyanyiin reffnya dikelas, n disangka Ucchan lagi dangdutan/plak
Btw, Ucchan gak bisa balas review! Tapi Ucchan akan menjawab pertanyaan kalian! Ehem! Mari kita mulai!
Soal Kyuhyun yang suka sama Yemma itu bakal keungkap dichapt berikutnya! Atau lusa!/plak/ pokoknya dia n Wookie noona Cuma sebatas teman, n dia ngebantu Wookie noona mutusin itu kuda mata keranjang/pletak/
Pipi Ucchan udah chubby! Jangan dicubit lagi! Ntar dikira bakpao!/plak
Ucchan gak bisa uplat./dikeroyok
Ne, Hae oppa Cuma anak angkat, dan tentu saja dia bisa kawin dengan Yemom~!8D *maniac face*/digampar
Ne, KangTeuk meninggal! Tapi gak ada hubungannya dengan kelanjutan cerita kok! Anggap saja angin lalu/dibakar KangTeuk shipper
Ne, Yemma memang kenal dengan Hyukkie noona~!XD dichapt-chapt sebelumnya kan udah dijelaskan, mereka tetanggan. Itulah alasan utama kenapa Hae oppa jadi agak yadong sekarang-w-/plak
UCCHAN GAK KEJAAAMM! ITU FITNAH YANG LEBIH KEJAM DARIPADA PENYUNTIKAN!(?) … oke, Ucchan akui Ucchan kejam… dikiiiiiit aja…/plak
Pair utamanya sampai sekarang Ucchan belum kepikiran/digampar
Bagi yang baru review, gwenchana!XD yang penting udah mau review~!
Yosh, itu aja ne~! chapt selanjutnya bisa bulan depan atau lusa/plak/ fic ini Ucchan paling cepat selesain loh, diantara fic lainnya!XD *lirik LLT n HLS yang udah berjamur*/plak/ mungkin karna faktor kecintaan Ucchan terhadap fic incest/pletak
SPECIAL THANKS TO:
Kimkim84::rikarika::kyusungwon . pout::YY::deraelf::Almun::Jy::sisil . li24::AuraKim::Clouds1709::Liekyusung::rina afrida::afifah . kulkasnyachangmin::ErmaClouds13::Wonhaesung Love::Yanie::cloud-alones::TrinCloudSparkyu::Ye'Im Clouds::MPREG Lovers::Harpaairiry::jeremy kim84::m2qs::KIMCLOUDS::yesungie lover::Guest::evandini23::yesung ukelovers::ryani clouds
Mian kalo ada yang terlewat! Ucchan ngetiknya buru-buru! Soalnya spupu masih harus kerjaTwT"!
Gomawo udah ngereview ne! n moga-moga gak bosan untuk review!XD Ucchan butuh masukkan kalian!
Singkat kata,
Review please?^^
