Nightmare
Harrieta Potter atau yang kini memiliki nama baru Jasmine Black, terbangun dengan napas memburu. "Ah .. cuma mimpi. Jasmine tenanglah." kata Gadis itu berusaha menenangkan dirinya sendiri. Tanpa sadar, Jasmin mengucapkan kalimat, " Aku Jasmine Black bukan Harrieta Potter." berulang-ulang. Ya, ia memang mengingat masa lalunya sebagai Harrieta Potter. Ia terlalu takut untuk menjadi Harrieta Potter. Ia masih bisa mendengar suara jeritan dan tangisan anak - anak seusianya, bahkan bisikan pria itu masih terdengar jelas di telinganya.
Mengingat hal tersebut, Jasmine memegang dada kirinya yang terasa nyeri. Ia melihat penunjuk waktu. "Jam empat pagi." kata Jasmine yang segera ke kamar mandi untuk berganti pakaian renang. Ia memutuskan untuk berolah raga untuk menjernihkan pikirannya.
Alice Black nee Reed bangun tepat jam enam. Ia segera akan ke dapur untuk menyiapkan sarapan keluarganya, ketiga mendengar suara seseoramg sedang berenang dari kolam renang. Tadinya Alice tidak terlalu memikirkan siapa yang berenang pagi - pagi begini, namun ia melihat bentuk tubuh putrinya saat melewati kolam membuatnya khawatir. "Jasmine!" panggil Alice.
Jasmine yang mendengar panggilan ibunya langsung menepi. "Ohayou Haha-oya." sapa Jasmine.
" Sejak kapan kau berenang?" tanya ibunya dengan nada tak bisa di ajak bercanda. " Jam empat." jawab Jasmine pelan.
"Jam empat? Naik, Mandi pakai air hangat. Ibu akan buat bubur untukmu." omel Alice yang langsung dipatuhi Jasmine.
Di Malfoy manor, Draco Malfoy yang sudah memerintahkan salah satu anak buah ayahnya untuk mencari tahu secara detail tentang Jasmine Black tengah menanti kabar baik. Baik Lucius dan Narcissa sepakat untuk menunggu identitas asli dari putri angkat Regulus itu. Sebelum memberitahu kabar bahagia ini pada James dan Lily.
Agustus Rookwood salah satu rekan dan bawahan Lucius yang dimintai tolong oleh Draco telah tiba. Pria paruh baya itu membawa amplop cokelat berisikan dokumen. Agustus memberikan dokumen itu pada Draco. " Terima kasih paman." kata Draco yang segera membuka amplop tersebut.
Dokumen - dokumen itu berisikan surat adopsi Jasmine, surat kesehatan Jasmine dan berita tentang pengerebekan. Dokumen itu lengkap dengan tes DNA yang dilakukan Agustus. "Nona Jasmine Black adalah Harrieta Potter yang hilang. Menurut kepolisian Tokyo, semua korban Greyback berhasil dilacak dan di kembalikan kepada orang tua mereka masing - masing kecuali seorang gadis yang tak bisa mereka lacak. Gadis kecil itu hilang ingatan dan di adopsi." jelas Agustus. Narcissa menutup mulut dengan kedua tangannya. Ia tidak percaya ini. Lily dan James akan senang.
Draco benar - benar bersyukur dan menarik nafas lega. "Paman bilang, ia tidak mengingat apa pun?" tanya Draco memastikan. Agustus mengangguk. "Harrieta pasti mengalami trauma hingga alam bawah sadarnya menyimpan ingatannya" kata Lucius.
"Lebih baik ibu, beritahukan ini pada Lily dan James" kata Narcissa. Nyonya Malfoy itu segera meninggalkan ruangan untu bersiap pergi ke Potter Manor. Draco sendiri akan memaksa ayah baptisnya untuk menerima Jasmine.
