Hari yang cerah di pagi ini membuat Jungkook semakin bersemangat menunggu Taehyung di depan rumahnya.
Ketika orang yang tunggu tiba ia langsung berjalan ke arahnya.
"Annyeonggggggg~" ucap Jungkook sambil sedikit beraegyo ria.
"Hmm"
"Ke sekolah bareng ya?" Ucap Jungkook lagi sambil menggandeng orang tersebut yang ternyata adalah Taehyung.
"Aku sedang tak ingin ke sekolah" balas Taehyung.
"Lalu mengapa kau memakai seragam sekolah? Membawa tas pula? Berjalan ke arah sekolah?" Tanya jungkook bertubu-tubi.
"Aaawwww!" Pekik Jungkook saat Taehyung mencubit dan menarik bibirnya.
"Ini sakit tau!" Teriak Jungkook.
"Makanya jangan cerewet dan ikuti saja aku jika ingin bersamaku" ucap Taehyung.
Dan akhirnya Jungkook pun berjalan mengikuti Taehyung sambil memegang bibirnya yang berdenyut karena dicubit Taehyung tadi.
Taehyung yang melihat Jungkook seperti itu pun memiliki ide untuk menjahilinya.
"Sesakit itu kah?" Tanya Taehyung lembut.
"Menurutmu?"
"Sini aku sembuhkan. Tapi kamu harus menutup matamu, ne?" Jungkook pun menuruti yang Taehyung ucapkan.
Perlahan Taehyung mendekatkan wajahnya dan akhirnya bibir mereka menyatu sehingga Jungkook terkejut dan mengerjapkan matanya.
Taehyung pun mulai melumat bibir Jungkook secara lembut sehingga Jungkook terbuai.
Saat Jungkook mulai mengalungkan tangannya pada leher Taehyung, Taehyung segera melepaskan tautan mereka.
"Jangan terlalu menikmati." Ucap Taehyung yang padahal dia juga menikmatinya.
"Eoh?" Jungkook hanya bisa tertunduk malu.
"Kajja!"
"Kemana?" Tanya Jungkook bingung.
"Ke hotel terdekat."
"Untuk apa?" Tanya Jungkook lebih bingung.
Anak ini beneran polos atau pura-pura bego sih. Batin Taehyung.
"Untuk menelanjangimu dan mengikatmu sehingga aku bisa menikmati tubuhmu sampai puas" bisik Taehyung di telinga Jungkook.
"Andwae!" Pekik Jungkook.
Taehyung pun tertawa melihat wajah Jungkook yang ketakutan.
"Ani. Aku hanya ingin pergi makan. Mau ikut atau tidak?" Ajak Taehyung.
"Mau!"
"Aish! Bisa tidak kau berhenti berteriak seperti itu, huh?" Protes Taehyung yang hanya dibalas dengan cengiran oleh Jungkook.
Mereka berdua pun berjalan kaki hingga sampai di kafe terdekat yang lumayan menguras tenaga mereka.
"Taehyung-ah" panggil Jungkook saat mereka baru saja memasuki kafe tersebut.
"Hmm"
"Aku ingin makan ramyeon" ucap Jungkook sambil menunduk takut dimarahi Taehyung.
"Kenapa tak bilang daritadi? Apa kau tak tau sudah berapa kedai ramyeon yang kita lewati?" Ucap Taehyung.
"Huuuh.. baiklah, kajja!"
Mereka berdua pun keluar dari kafe tersebut dan berjalan ke kedai ramyeon.
"Ahjussi, ramyeon 2" Ucap Taehyung sambil menduduki kursi kosong yang ada di kedai tersebut dan di susul oleh Jungkook yang duduk di sebelahnya.
"Hmmm... Taehyung-ah, apa kita tidak akan dimarahi kalau bolos seperti ini?" Tanya Jungkook.
"Tenang saja. Kita bukan membolos tapi tidak hadir karena kita belum memasuki halaman sekolah." Jelas Taehyung yang di balas anggukan oleh Jungkook yang bertanda bahwa ia mengerti.
"Ini ramyeonnya 2" ucap Ahjussi pemilik kedai sambil memberikan mangkook berisi ramyeon yang panas.
Taehyung dan Jungkook pun mulai memakan ramyeon mereka hingga habis dan segera membayarnya lalu berjalan pergi meninggalkan kedai tersebut.
"Sekarang kita kemana?" Tanya Jungkook.
"Kau ingin kemana?" Tanya Taehyung balik.
"Taman? Ah ani. Mall mungkin? Aaaah molla~" Jawab Jungkook.
"Kita pulang saja ke rumahku?" Tawar Taehyung.
"Kenapa harus ke rumahmu?" Tanya Jungkook.
"Karena aku tak tau ingin kemana lagi."
"Baiklah."
Mereka berdua pun berjalan pulang ke rumah Taehyung.
"Taehyunggggg~~~" panggil Jungkook saat mereka tiba di halaman rumah Taehyung.
"Waeyo?"
"Bisakah aku pulang kerumahku dulu mengganti pakaianku baru aku bermain di rumahmu?" Tanya Jungkook.
"Terserah kau saja."
"Ok. Tunggu ya" Jungkook segera bergegas ke rumahnya dan mengganti seragam sekolahnya dengan baju santainya.
Jungkook pun tanpa melirik siapapun dirumahnya langsung keluar begitu saja saking senangnya karena Taehyung mengajaknya kerumahnya.
Saat tiba di depan pintu rumah Taehyung. Ia langsung membuka pintu rumahnya tapi sayang terkunci sehingga ia mengetuk-ngetuk pintu rumah Taehyung yang semakin lama semakin keras.
Seandainya saja pintu itu bisa berbicara. Pasti beribuan makian sudah ia berikan kepada Jungkook.
Jungkook berteriak memanggil nama Taehyung tapi tak ada jawaban apapun.
Ddrrrtttt ddrrtttt
Suara ponsel Jungkook berbunyi. Jungkook segera mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan dari Jimin.
"Yeoboseyo"
"..."
"Jinjja?
"..."
"Baiklah aku akan bergegas ke sekolah"
Jungkook pun mengakhiri panggilan tersebut dan berlari pulang untuk mengganti pakaiannya dengan seragamnya kembali.
Setelah itu ia pun berlari ke sekolah secepat mungkin. Saat ia sudah sampai di kelasnya. Dia mengambil ponselnya dan segera menelpon Taehyung.
TAEHYUNG SIDE.
Taehyung yang baru saja selesai mandi segera beranjak ke ruang tamu untuk menunggu Jungkook.
"Apakah selama ini ia mengganti pakaiannya?" Tanya Taehyung pada dirinya sendiri karena menunggu kedatangan Jungkook selama 20 menit.
Drrrttt drrrtttt
Suara ponsel Taehyung berbunyi.
Ia segera mengangkat panggilan dari Jungkook.
"..."
"Yak! Dimana kau? Apa selama ini kau mengganti pakaianmu?" Teriak Taehyung.
"..."
"Mwo?!"
"..."
Taehyung langsung mengakhiri panggilan tersebut saat Jungkook masih sementara berbicara.
Ia berlari ke kamarnya dan memakai ulang seragamnya. Setelah itu berlari menuju sekolah.
Saat ia sampai. Ia melihat Jungkook sedang belajar di tempat duduknya.
Setelah itu bunyi bel sekolah pun berbunyi. Sehingga semua murid duduk di tempat duduknya dan Saem pun masuk sambil membawa map.
"Hari ini kita ujian dadakan jadi semua masukkan bukunya ke dalam tas dan siapkan peralatan ujiannya"
"Ne" jawab seluruh murid di kelas tersebut.
Syukur aku belum terlambat. Batin Taehyung.
Dan ternyata yang membuat Jungkook dan Taehyung berlari seperti di kejar setan hanya karena hari ini ada ujian dadakan.
TBC.
