Previous Chapter

Kyuhyun hanya menatap roommate barunya itu dengan tatapan bingung. Namun tatapan polosnya itu semakin membuat namja tinggi di depannya itu gemas.

"T-tapi… Wonnie… Dia…"

"Ssstt. Sekarang aku-lah roommate-mu." Sahut Changmin sambil mengendus leher jenjang dihadapannya. Aroma apel yang menguar membuatnya lupa diri.

"Eunghh~ C-changmin-ssi! Apa yang kau lakukan!" seru Kyuhyun mulai mendorong tubuh Changmin, namun kedua tangannya yang yang diperangkap dengan tangan besar di sisi tubuhnya itu, membuatnya tidak bisa apa-apa.

"Tenanglah, Kyuhyun-ssi. Kau tidak mau berurusan dengan ayahku, kan?"

"Hiks. Wonnie, tolong aku~"

WONKYU "M" STORY

Chapter 7: PLAN

Based on the Comic by Haruka Minami

Genre: Romance

Rating: M

Cast/Pair: WONKYU slight YUNJAE, CHANGKYU

Warning: YAOI, BL, OOC, TYPO

Summary:

Rencana pertama Changmin dalam menghancurkan hubungan Wonkyu sudah dilaksanakan. Bagaimana Wonkyu menghadapi putra tunggal Rektor yang selalu memanfaatkan kekuasaan ayahnya?/"Ini hanya mimpi. Ini semua pasti mimpi."/"Pergi! Lepaskan aku! Kumohon~ hiks."/"Tatap mataku saat aku sedang bicara padamu, Cho Kyuhyun!"/"Jadikan aku milikmu seutuhnya, Wonnie~"

DON'T LIKE DON'T READ

BabyWonKyu proudly presents

_Wonkyu_

BRAK

BLAM

"YAH! AHJUSSI! KELUARKAN AKU! KAU TIDAK BISA MELAKUKAN INI PADAKU!"

"Maaf, Siwon-ssi. Saat ini kami sedang melakukan penertiban asrama."

"BUKA PINTUNYA! AKU HARUS MENEMUI KYUHYUN! BUKA!"

Choi Siwon hanya bisa menggedor-gedor pintu kamarnya yang dikunci dari luar dengan frustasi. Petugas-petugas tata tertib kampus itu berhasil menyeretnya dari kamar Kyuhyun ke kamarnya sendiri dengan ditonton beratus pasang mata yang memandangnya aneh selama perjalanan karena ia selalu memberontak dan berteriak.

Memang apa peduli seorang Choi Siwon? ia hanya tidak mau dipisahkan dari Kyuhyunnya.

Dan kali ini tubuh kekar itu merosot jatuh bersandar pada pintu yang tertutup di belakangnya. Ditangkupnya wajah tampan yang terlihat berantakan itu dengan kedua tangannya.

Bagaimana semua ini bisa terjadi? Kyuhyun-nya dipisahkan secara paksa darinya. Ini semua pasti mimpi.

"Ini hanya mimpi. Ini semua pasti mimpi."

Hanya gumaman itu yang keluar dari bibir Siwon saat otaknya kembali memproses apa yang telah terjadi belakangan ini. Namja tampan itu memejamkan matanya sejenak, dan hanya satu wajah yang terpampang di dalam pikirannya. Cho Kyuhyun yang sedang berada di kamarnya… bersama Shim Changmin.

"Dia tidak boleh menyentuh Kyuhyun-ku! Akan kubunuh namja brengsek itu! ARRGGHH! APA YANG HARUS KULAKUKAN?!"

Lagi-lagi Siwon berteriak seperti orang gila. Hell, ia dikurung di dalam kamarnya sendiri dan meninggalkan kekasihnya berdua dengan namja asing. Otaknya seakan buntu. Apa yang harus dilakukannya?

"Yunho hyung, Jae hyung! Ya! Aku harus menghubungi mereka!"

_Wonkyu_

"Sudah kubilang kami tidak menyimpan narkoba, miras, kaset yadong atau benda terlarang lainnya, Petugas Kim. Kamar kami bersih, DAN BISAKAH KALIAN TIDAK MENYENTUH KOLEKSI MASKER MATA MILIKKU?!"

Teriakan super nyaring itu membuat tiga orang petugas penertiban asrama yang sedang mengecek beberapa benda di dalam kamar bernomor 112 itu terhenti seketika. Beberapa diantara mereka menutup telinga dan beberapa lagi segera menata tumpukan masker mata di meja belajar itu dengan takut.

"Untuk apa kau menyimpan benda ini, Jaejoong-ssi?"

Mata Jaejoong melebar saat salah satu petugas menenteng sebuah tablet kecil dari dalam laci Yunho. Benda laknat seperti itu disimpan secara sembarangan? Dasar musang pervert ceroboh! Batin Jaejoong sambil menarik tablet berisi kondom dari tangan petugas dihadapannya, kemudian menyimpannya di dalam saku celananya. Wajah cantik sekaligus tampan itu memerah.

"I-ini untuk penelitian."

"Penelitian apa yang menggunakan benda semacam itu?" tanya petugas itu lagi.

"Anda tidak akan mau tahu." Sahut Jaejoong cepat sambil mengumpat untuk kekasih ceroboh dan mesumnya di dalam hati. "Mengapa inspeksi di kamarku lama sekali? Kamar lain hanya 5 menit! Ini sudah 20 menit lamanya!"

"Mi-mianhae Kim Jaejoong-ssi. Sepertinya kami sudah selesai." Sahut petugas Kim sambil tersenyum maklum. Sedangkan namja cantik di depannya hanya berkacak pinggang dengan wajah galak.

"Ya, memang sudah seharusnya. Kamar ini sudah sesuai dengan peraturan baru yang aneh itu. Jadi ahjussi-ahjussi pergi saja dari sini."

Kim Jaejoong hanya menanggapi permintaan maaf petugas paruh baya dihadapannya dengan kalimat yang sangat 'sopan' miliknya. Sedang tiga petugas di hadapannya hanya bisa sweatdrop melihat tingkah namja cantik itu.

" Ba-baiklah. Annyeong Jaejoong-ssi, dan dimana roommate-mu tadi?"

"Yunho sedang menerima telepon di balkon. Nanti akan kusampaikan, jadi ahjussi cepatlah pergi dari sini sebelum Yunho menelan kalian bulat-bulat!"

BLAM

Dengan sekali hentakan, pintu asrama 112 itu tertutup sempurna setelah Jaejoong mendorong keluar tiga petugas ketertiban tadi dengan sangat tidak sopannya. Oh ayolah, apa-apaan inspeksi dadakan aneh itu? memangnya asrama ini lokalisasi yang perlu ditertibkan tiap bulannya? Batin namja cantik itu sambil menghentak-hentakkan kakinya kesal menuju balkon kamarnya.

"Dan kemana pula musang pervert itu? berani-beraninya dia meninggalkan–"

Tap tap tap

"Ya! Yunnie–"

"Tidak sekarang, Boojae!"

Gerutuan Jaejoong terputus saat tiba-tiba Yunho memasuki ruangan dengan langkah tergesa-gesa. Ponselnya masih berada di genggamannya. Jaejoong hanya memasang wajah bingung.

Seakan tahu arti raut muka Jaejoong, Yunho memegang bahu kecil kekasihnya itu untuk sekedar menghilangkan rasa khawatir di doe-eyes dihadapannya.

"Siwon dan Kyuhyun dalam masalah."

"Masalah?"

_Wonkyu_

Kamar 203 itu hening. Hanya detakan jam dinding yang terdengar seakan diperkeras beberapa kali. Namun samar-samar terdengar suara isakan lirih di sana.

"Hiks… Lepaskan, kau menyakitiku, Changmin-ssi."

"Tidak akan. Sampai kau menyetujui tawaranku, Kyuhyun-ssi."

Cho Kyuhyun hanya mengerang sambil memejamkan matanya saat namja tinggi di depannya memperkuat cengkramannya di kedua pergelangan tangannya yang sudah memerah dan mati rasa. Sudah sejak 10 menit yang lalu, posisinya tidak berubah. Tubuh rampingnya yang masih terbuka di bagian atas, masih terperangkap oleh tubuh tinggi di depannya.

Sedang Shim Changmin, daritadi namja tampan itu cuma menikmati pemandangan indah di depannya sambil sesekali mengendus aroma yang menguar dari leher dan bahu seputih salju dihadapannya. Mata tajamnya tidak pernah berpaling dari iris caramel di depannya yang terus berair, jangan lupakan bibir pink yang terus terisak itu. Namja tinggi itu bisa saja langsung menyerang namja manis dalam dekapannya itu, namun sepertinya bermain-main sebentar tidak masalah, kan?

Grep

"Argh! Tanganku sakit. Kumohon lepaskan aku. Hiks."

Kyuhyun kembali mengerang saat Changmin semakin mencengkeram pergelangan tangannya.

"Jawab dulu penawaranku, Kyu~"

"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah meninggalkan Siwon Hyung demi apapun."

Changmin menyeringai sambil mendaratkan sebuah jilatan di leher yang masih dipenuhi kissmark milik Siwon itu. Walau sudah dipenuhi banyak tanda merah keunguan, kulit porselen itu terasa sangat manis, membuatnya ketagihan.

"APA YANG KAU LAKUKAN?! LEPASKAN! LEPASKAAAN!"

Seketika Kyuhyun memberontak saat sesuatu yang basah itu menyentuh kulit lehernya. Hanya dengan perlakuan seperti itu saja, tubuhnya sudah terasa kotor. Ia bukan namja murahan yang bisa disentuh namja lain dengan bebas. Ia hanya akan memberikan dirinya kepada namja yang dicintainya saja, Choi Siwon.

"Kau suka bermain kasar ternyata, Kyu~"

"Pergi! Lepaskan aku! Kumohon~ hiks."

Seringaian di bibir Changmin semakin lebar saat Kyuhyun semakin memberontak dengan keras, namun tentu saja dapat ditahan kedua tangannya dengan mudah. Dengan sigap dilepasnya pergelangan tangan yang sudah memerah itu kemudian direngkuhnya pinggang ramping didepannya. Membuat tubuh keduanya merapat.

Kyuhyun yang diperlakukan seperti itu hanya bisa memukul-mukul dada Changmin dengan keras, namun sepertinya usahanya sia-sia saat tubuh tinggi Changmin tidak bergeser seinchi pun.

"Bagaimana kalau permainan kasarnya kita mulai sekarang, Kyuhyun-ssi?" ucap Chamgmin sambil menangkup dagu Kyuhyun dengan tangan tangan kanannya, sedang tangan yang lain masih memeluk pinggang Kyuhyun.

Kyuhyun hanya memejamkan matanya rapat-rapat saat wajah Changmin semakin mendekat ke wajahnya. Percuma saja melawan. Tenaganya tidak sebanding dengan Changmin. Isakan kecil itu terdengar semakin keras dan hanya satu nama yang ada di pikirannya saat itu. Choi Siwon.

BRAK

Changmin menghentikan kegiatannya saat pintu kamar terbuka dengan keras. Kyuhyun yang sejak tadi menutup matanya rapat-rapat, juga terkejut dan membuka matanya perlahan. Saat penglihatannya kembali hal pertama yang dilihatnya selain Changmin yang masih memeluk pinggangnya adalah punggung seorang namja yang menyembul dari daun pintu yang terbuka lebar. Wajah namja itu tertutup oleh kardus besar yang berisi kertas-kertas.

"Changmin-ah! Aku sudah memasang pengumuman yang kau minta ke semua–"

"YA! MINGGIR! KAU MENGHALANGI JALANKU! KYUHYUNNIE! KAU BAIK–"

"Hae Hyung."

"Jae Hyung~ Yunho Hyung~ hiks."

Oops

Mungkin suasana di dalam kamar 203 disana adalah suasana paling awkward yang pernah terjadi. Bagaimana tidak awkward, jika tiga namja yang berdiri di pintu terpaku pada dua namja yang masih saling 'berpelukan' di hadapan mereka.

Namja berwajah ikan yang masih membawa kardus besar berisi kertas-kertas hanya bisa melongo hingga kardus besar yang tadi dipeluknya terjatuh dan membuat kertas-kertas di dalamnya berserakan di lantai. Bagaimana tidak terkejut jika 'tuan muda'nya sedang melakukan sesuatu yang sangat jarang bahkan tidak pernah dilihatnya itu. Lee Donghae, kau terlalu polos!

Tidak jauh beda dengan Donghae, Kim Jaejoong yang tadi berteriak-teriak kini bungkam melihat dongsaeng kesayangannya sedang dihimpit oleh seorang namja asing yang diketahuinya adalah putra Rektor kampusnya. Lalu Jung Yunho? Sepertinya namja bersorot musang itu bisa mengatasi rasa terkejutnya dengan baik. Saat melihat air mata menetes dari iris caramel Kyuhyun, Yunho segera melesat menuju namja manis yang sudah ia sayangi seperti dongsaeng kandungnya itu.

Sret

Bruk

"YA! APA YANG KAU LAKUKAN PADA CHANGMIN?!"

Dengan sekali sentakan, ditariknya lengan Kyuhyun dari dekapan Changmin dan didorongnya tubuh namja tinggi yang telah memeluk Kyuhyun itu ke sofa di samping pintu. Changmin yang belum mempersiapkan untuk menerima serangan apapun, hanya bisa menerima tubuhnya terbanting di sofa yang untungnya tidak keras itu, bersamaan dengan pekikan Donghae.

"Gwaenchana, Kyu?"

Kyuhyun hanya mengangguk sambil memeluk erat tubuh Yunho. Isakan terus keluar dari bibirnya dan tubuhnya gemetar hebat. Setelah menutupi tubuh Kyuhyun yang terbuka dengan blazer yang dipakainya, Yunho menyerahkan Kyuhyun yang masih bergetar dan terisak ke tangan Jaejoong. Namja cantik itu hanya bisa memeluk Kyuhyun sambil mengusap-usap punggung kecil itu untuk menenangkan, namun doe-eyesnya masih menatap tajam namja yang masih berusaha bangkit di sofa.

"Kau pikir apa yang kau lakukan pada Kyuhyun, hah?"

Kali ini suara Yunho yang terdengar sedikit keras. Terlihat sekali namja bermata musang itu sangat terkejut dan marah. Yunho yang seperti itu sangat menakutkan dan sangat berbeda dengan Yunho yang biasanya jahil dan mesum.

"Cih. Kupikir aku bebas melakukan apapun di kamarku sendiri!" sahut Changmin sambil mendecih meremehkan saat tubuhnya berhasil berdiri lagi dengan dibantu Donghae.

"Changmin-ah, ada apa ini?" ucap Donghae sambil merapikan kemeja dan blazer tuan mudanya yang masih saja menatap sengit mata Yunho di depannya.

Tap tap

"Aku tidak peduli apapun status atau kedudukanmu, Shim Changmin. Sekali saja kau membuat dongsaengku menangis, kau akan berhadapan denganku. Camkan itu!"

Kalimat itu keluar dari mulut Yunho saat namja musang itu mendekat dan berdiri tepat dihadapan Changmin. Sedangkan Changmin, namja tinggi itu hanya bisa ganti menatap tajam mata musang di depannya dengan sorot meremehkan. Donghae yang masih belum bisa memproses semua hal di pikirannya hanya mematung di belakang tuan mudanya.

"Boojae, kita bawa Kyunnie keluar dari sini!"

Jaejoong hanya bisa menuruti kata-kata kekasihnya. Namja cantik yang biasanya galak itu lebih memilih diam daripada memperkeruh masalah. Dengan perlahan, digiringnya Kyuhyun yang masih terisak di pelukannya untuk berjalan keluar kamar .

BLAM

"Changmin-ah, gwaenchana?" tanya Donghae dengan sorot khawatir sesaat setelah pintu dihadapannya tertutup, meninggalkan mereka berdua di kamar luas ini.

Changmin hanya bisa menatap pintu yang sudah tertutup itu dengan raut yang tidak bisa diartikan. Perlahan, wajah dingin yang dari tadi dipasangnya berubah. Seringai mengerikan kembali menghiasi wajah tampan itu.

"Tenanglah, Hae Hyung, bukankah aku selalu mendapatkan segalanya yang kuinginkan?"

_Wonkyu_

"BABYKYU KAU–"

"Sssttt! Kyuhyun sedang tidur."

Choi Siwon hanya mengangguk mengerti saat Yunho menginterupsi teriakannya dengan telunjuk di depan bibir. Namja musang itu menunjuk sofa di samping televisi. Disana terlihat Kyuhyun yang terbaring menyamping dengan mata terpejam. Jaejoong duduk di pinggiran sofa sambil mengelus surai ikal kecoklatan itu dengan lembut.

Siwon berjongkok tepat dihadapan wajah rupawan yang sedang damai dalam tidurnya itu. Jejak air mata masih terlihat di pipi chubby itu, dan hidung mancung itu juga masih memerah. Perlahan dielusnya pipi gemuk itu dengan lembut dengan tangan kanannya, sedang tangan yang lain menggenggam jemari lentik yang terkulai di atas sofa.

"Baby~ mianhae~"

"Dia tertidur karena terlalu lelah menangis kurasa. Sejak keluar dari kamarnya sampai beberapa menit sebelum kau datang, dia terus saja menangis bahkan tidak mau melepas pelukannya padaku."

Siwon berpaling memandang Jaejoong di sampingnya. Saat mata mereka bertemu, Jaejoong hanya tersenyum. Yunho menepuk bahu Siwon kemudian, juga dengan senyuman yang terpampang di bibirnya.

"Apa yang terjadi, Hyung?" tanya Siwon kemudian, masih dengan setengah berbisik, takut membangunkan Baby-nya.

"Dia tidak berhenti menangis dari tadi dan menolak berbicara apapun, jadi kami tidak bisa apa-apa." Sahut Jaejoong disertai anggukan setuju dari Yunho.

Siwon hanya mengangguk lalu mengalihkan pandangannya kembali pada makhluk indah yang masih terlelap di depannya. Diusapnya dahi pucat yang sedikit lembab itu lalu dikecupnya perlahan.

Merasa tidurnya terusik, iris coklat caramel yang dari tadi tertutup itu terbuka perlahan. Mata indah yang terlihat redup itu membulat saat menyadari seseorang di depannya.

Grep

Seketika lengan pucat itu meraih tubuh kekar Siwon lalu memeluknya erat. Tubuh itu kembali bergetar dan isakan-isakan lirih itu kembali terdengar. Siwon hanya bisa mengusap punggung kekasihnya itu dengan perlahan.

"Ssshh~ Baby, Uljima~ aku disini."

"Hiks. Wonnie…aku takut~ Changmin…dia–"

"Tenanglah, Baby. Sekarang sudah aman. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi. Mianhae~"

Isakan Kyuhyun semakin menjadi diiringi gumaman maaf dari Siwon. Jaejoong dan Yunho hanya saling beradu pandang sambil tersenyum melihat dua namja di depannya yang saling berpelukan. Namja cantik itu mengamit lengan kekasihnya dan mulai berjalan menuju arah pintu.

"Kurasa kalian perlu privasi. Kami akan tinggalkan kalian kalau begitu." Ucap Yunho yang tetntu saja langsung menginterupsi pasangan Wonkyu yang masih asyik di dunia mereka sendiri.

"Ah! Ne, Yunho Hyung. Terima kasih banyak telah menjaga Kyuhyun." Balas Siwon dengan lesung pipi yang bertengger di pipinya.

"Tanpa kau suruh pun pasti akan kujaga dongsaeng manisku itu, Siwon-ah. Tidak boleh ada yang menyakitinya–dan itu juga berlaku untukmu!"

Blush

Kyuhyun hanya bisa menyembunyikan wajahnya yang memerah di dada Siwon. Sedangkan Jaejoong hanya terkikik tidak jelas.

Ucapan itu awalnya diucapkan dengan senyum, namun beberapa kalimat terakhir diucapkan Yunho dengan nada serius yang berarti bahwa namja musang itu tidak bercanda.

"Tentu, Hyung. Kau bisa percaya padaku."

"Dan jangan kotori kamar kami dengan ulah mesummu!" tambah Jaejoong.

"Boojae~ sudahlah ayo kita keluar, biarkan mereka bicara."

BLAM

_Wonkyu_

"Kau kenapa senyum-senyum seperti itu, chagi~"

Jaejoong hanya menggeleng sambil tetap mempertahankan senyumnya. Kedua tangannya mengamit lengan Yunho dengan erat sambil sesekali bersenandung, membuat Yunho lama-lama gemas.

Saat ini Yunjae couple itu sedang berjalan di koridor SM University yang entah kenapa terasa agak lenggang. Mungkin adanya sidak asrama membuat para mahasiswa lebih memilih berada di dalam kamar masing-masing, entah hanya untuk sekedar merapikan atau menyembunyikan barang-barang terlarang mereka agar tidak diketahui para petugas ketertiban.

"Aku suka sikap tegasmu tadi, Yunnie~. Sudah lama aku tidak melihat Jung Yunho yang tegas." Ucap Jaejoong sambil menyembunyikan wajahnya yang mulai memerah.

Yunho hanya membentuk huruf 'o' dengan mulutnya. Dirinya terkejut dengan reaksi kekasih cantiknya itu. Apakah selama ini aku tidak pernah bersikap tegas lagi, ya? Batinnya dalam hati.

"Kau tahu, tadi aku sempat tidak bisa berkata apa-apa lagi saat kau menggertak Shim Changmin itu. Kereen!"

Yunho tersenyum sambil melingkarkan tangan kirinya ke pinggang Jaejoong, lalu menariknya mendekat.

"Lalu apa hadiahku?" Tanya Yunho sambil mencubit pipi Jaejoong gemas.

"Ya! Appo! Umm… bagaimana kalau aku mentraktirmu makan di kantin?"

"Bagaimana kalau kau mentraktirku makan kekasihku ini dengan ekstra desahan seksi, hmm?"

Pletak

Hah. Sudah kembali ternyata. Jung Yunho tetap saja Jung Yunho yang pervert, batin Jaejoong sambil menghela nafas panjang.

"Kenapa kau malah memukul kepalaku, Boojae~ " aduh Yunho sambil mengusap kepalanya yang mendapan jitakan 'halus' dari Jaejoong.

"Kau lupa kamar kita sedang disewa saat ini?" sahut Jaejoong dengan wajah kesal.

"Kamar mandi tidak masalah."

"YUNNIE!"

"Aku harus mendapatkan hadiah, kan?"

"Hhh. Aku tidak mau melakukannya tanpa pengaman!"

Sebisanya Jaejoong berkilah menolak permintaan Yunho. Namja cantik itu masih mau berjalan dengan normal untuk waktu yang lama.

Grep

"Ya! Apa yangkau lakukan?!"

Teriakan Jaejoong terdengar saat tubuhnya diperangkap oleh tubuh Yunho di salah satu pilar koridor. Mata musang di depannya itu menatapnya tajam.

"Yu-yunnie?"

Yang diajak bicara hanya diam dan mulai melingkarkan kedua lengan besarnya di pinggang Jaejoong. Namun gerakannya terhenti saat merasakan sesuatu di dalam saku celana Jaejoong. Diambilnya sesuatu itu lalu diangkatnya di depan wajahnya untuk melihat lebih jelas.

Dua pasang mata itu sukses melebar saat melihat benda kecil di tangan Yunho. Yunho hanya bisa menyeringai sedangkan Jaejoong menelan ludah dengan gugup. Sesuatu di tangan Yunho itu adalah sebuah kondom. Kondom yang tadi disembunyikan Jaejoong dari petugas saat inspeksi di kamarnya.

Grep

"Ke kamar mandi~ kamar mandi~"

"YA! TURUNKAN AKU, MUSANG PERVERT!"

Jaejoong hanya bisa meronta dalam gendongan Yunho yang terus berjalan santai menuju kamar mandi. Sepertinya Kim Jaejoong akan berjalan terseok-seok atau tidak bisa berjalan sama sekali setelah ini. Hadiah yang indah untuk Jung Yunho, iya kan?

_Wonkyu_

"APAA?!"

Kyuhyun memejamkan matanya saat seruan dari mulut Siwon mengejutkan pendengarannya. Namja manis itu baru saja bercerita bahwa Changmin tidak melakukan hal apapun lagi padanya, selain membuat pergelangan tangannya memar. Awalnya Siwon hanya mengumpat tertahan saat melihat pergelangan tangan pucatnya yang terlihat merah kebiruan, namun namja tampan itu seketika berseru saat Kyuhyun bercerita tentang jilatan Changmin di lehernya.

Reaksi ini sudah diprediksi Kyuhyun dari awal.

"KUBUNUH NAM–"

"Wonnie! Jangan~ aku baik-baik saja."

Kyuhyun sesegera mungkin mencengkeram lengan besar Siwon untuk menahan kekasihnya itu agar tidak berbuat hal yang dapat memperkeruh suasana. Namun tatapan dingin dan tajam Siwon membuat jemarinya seakan lemas.

"BAGAIMANA AKU BISA DIAM SAJA SETELAH NAMJA BRENGSEK ITU MENYENTUHMU SEENAKNYA, CHO KYUHYUN?!"

Tubuh ramping itu bergetar dan bahunya bergoncang keras. Kentara sekali bahwa namja manis di depan Siwon itu sedang menahan tangis. Wajahnya menunduk tidak berani menatap namja tampan yang sedang dilanda amarah itu.

Choi Siwon, lupakah kau bahwa kekasih manismu itu tidak tahan dengan bentakan?

"Tatap mataku saat aku sedang bicara padamu, Cho Kyuhyun!"

Hiks

Kyuhyun hanya menggeleng keras dengan wajah yang masih menunduk. Kesepuluh jemari lentiknya saling mengait dengan gemetar. Ucapan tajam dan dingin itu begitu menyakiti hati dan fisiknya secara bersamaan. Melihat Siwon yang murka adalah hal yang belum pernah dilaluinya, dan tiba saatnya seperti sekarang, dirinya takut luar biasa.

Grep

Bruk

"Akhh! Wonnie!"

Sepersekian detik sebelum rintihan Kyuhyun keluar, tubuh ramping itu dihempaskan dengan sedikit kasar di sofa oleh Siwon. Kedua lengan kekar Siwon memerangkap kedua lengan pucat dibawahnya tanpa menyentuh pergelangan tangan Kyuhyun yang memar. Dengan sekali hentakan pula dijilat dan dihisapnya leher putih jenjang itu. Lidah panjang itu menjelajah seluruh permukaan leher yang sudah dipenuhi bekas kissmark hasil karyanya sendiri diiringi erangan yang terus keluar dari bibir Kyuhyun.

"Wo-wonnie~ apa yang kau la-kukan? Ahhkk!"

"Aku akan menghapus bekas sentuhan Changmin di lehermu, Baby! Kau hanya boleh disentuh olehku!" sahut Siwon sambil menatap iris caramel dibawahnya dengan iris kelamnya yang mulai berair.

"Wonnie~"

"Aku tidak mau kau disentuh namja lain. Aku tidak rela, Baby! Salahkan aku yang terlalu bodoh telah meninggalkanmu bersama Changmimmmppppttt–"

Kalimat Siwon terputus saat bibirnya dikunci oleh bibir Kyuhyun. Namja tampan itu hanya bisa terbelalak bingung dengan perlakuan kekasih manisnya itu. Sedangkan Kyuhyun hanya bisa memeluk leher namja diatasnya dengan mata terpejam untuk memperdalam ciumannya.

Tidak ada yang bisa Siwon lakukan selain membalas ciuman ambigu kekasihnya itu.

Plop

Ciuman itu terlepas saat keduanya membutuhkan pasokan oksigen. Di sela-sela helaan nafasnya, Kyuhyun mencengkeram kemeja di dada Siwon dengan erat. Iris karamelnya menatap iris kelam yang tadi sempat berair itu.

"Hah hah… aku hanya milikmu, Siwonnie~ Jadikan aku milikmu seutuhnya~"

"Baby?"

Kyuhyun hanya menggeleng sambil meletakkan telunjuknya di depan bibir Siwon. Iris caramel itu tergenang air. Dan dengan perlahan, dilingkarkannya kedua kaki jenjangnya ke pinggang Siwon yang masih berada di atasnya.

Friksi itu mengalir lagi dengan nikmat saat bagian pribadi mereka saling menempel dan bersentuhan, walau masih dipisahkan celana. Walau dalam keadaan atau suasana tidak mendukung seperti ini, Siwon tidak bisa menolak saat aliran darah di pangkal pahanya membuat juniornya sedikit tegang.

"Baby, apa yang kau–"

"Jadikan aku milikmu seutuhnya, Wonnie~" desah Kyuhyun dengan mata sayu tepat di telinga Siwon. Deru nafas hangat itu membuat Siwon bergidik dan nafsunya mulai naik.

"Baby~ kita tidak harus–"

Ucapan itu kembali putus saat sepasang kaki jenjang itu semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Siwon.

"Aku mau kau di dalamku, Wonnie~"

_Wonkyu_

Srak

Srak

Tik tik tik

Ruangan besar itu senyap. Hanya suara kertas yang dibolak-balik yang terdengar, bahkan suara detak jam seakan diperkeras. Helaan nafas disana bahkan seakan berhembus dengan sangat pelan dan dibuat seteratur mungkin.

Dinding berlapis wallpaper bergambar vintage yang terkesan klasik itu bergeming menyaksikan dua namja yang sedang terduduk di kursi masing-masing dengan gaya aristocrat-nya masing-masing. Sangat berkelas.

"Tidak biasanya kau tertarik dengan Student Exchange, Changmin-ah."

Shim Changmin menghentikan kegiatan membacanya sejenak untuk menatap namja paruh baya yang duduk di depannya. Sebuah meja kerja berukuran besar memisahkan keduanya. Name table bertuliskan "Rector" terpampang di sudut depan meja mewah itu.

"Aku hanya ingin melihat persyaratannya, Aboeji. Tidak masalah kan jika aku melihatnya sebelum dipublikasikan ke mahasiswa lain?"

Nada datar itu mengalun bersamaan dengan suara kertas yang dibalik. Namja paruh baya bergelar 'Rektor' itu hanya tersenyum simpul sambil menumpukan kaki kanannya di atas kaki yang lain.

"Student Exchange tidak berlaku untuk mahasiswa semester pertama. Jadi kurasa percuma kau membacanya. Lagipula Aboeji tidak mengijinkan kau belajar tanpa pengawasan langsung dari Aboeji."

Changmin menegakkan posisi duduknya saat kalimat Aboeji-nya selesai. Diletakkannya ketas yang tadi sempat ia baca berulang kali itu di meja besar tepat di depannya. Tatapan dinginnya sedikit berubah menjadi lebih ramah diiringi sebuah senyum tipis.

"Animida, Aboeji. Aku tidak akan pernah meninggalkan SM University."

"Lalu untuk apa kau meminta berkas Student Exchange itu?"

Sepintar dan sejeniusnya Rektor itu, namja paruh baya itu selalu kesulitan menebak isi pikiran putra semata wayangnya itu. Sedangkan putra tampannya itu hanya bisa tersenyum semakin lebar.

"Aku merekomendasikan beberapa Sunbae yang pantas menerima tawaran Student Exchange itu, Aboeji."

.

.

.

TBC

.

.

Ini telatnya benar-benar keterlaluan! Jeongmal Mianhae, Readers :'(

SKIP! NC di chapter ini sengaja saya skip. Padahal awalnya saya mau menampilkan 2 NC. Sepertinya harus ditunda di chapter depan #bow

Apa sebenarnya yang direncanakan Changmin? Bagaimana kelanjutan hubungan Wonkyu?

Just wait for the next chapter^^

Aku sangat berterima kasih bagi yang sudah review. Sangat menyemangatiku. TengKYU readers^^

JUST FEEL FREE TO REVIEW^^

WonKyu is Love,

BabyWonKyu