Tok..Tok..Tok...

Tok..Tok..Tok..

Kyuhyun menggeliat dalam tidurnya saat ketukan dari pintu bawah mengusiknya. Ia mengerjap pelan berusaha beradaptasi dengan cahaya lampu yang ditangkapnya. Dikuceknya kedua manik bulatnya dengan pelan seraya menguap. Ia beralih menatap jam weker dinakas samping ranjangnya yang menunjukkan pukul 7 pagi. Kyuhyun lagi-lagi menguap lebar, masih dengan rasa kantuknya.

Namja chubby itu beranjak untuk duduk. Namun pergerakannya terasa berat saat sosok Xiumin, si bocah tembem tengah terlelap dengan memeluknya.

Tok..Tok..Tok..

Ketukan itu tak kunjung berhenti mengusiknya. Kyuhyun melepas pelukan Xiumin itu dengan lembut dan segera beranjak menuju lantai bawah, menghampiri pintu yang kerap diketuk itu.

CKLEK!

Pintu terbuka, dan ia hanya menatap bingung siapa gerangan yang berkunjung dipagi hari ini. Satuan kepolisian dan ahjumma necis yang dibantunya tempo hari.

"I..i..ini ada apa ya?" bingungnya.

"Ini orangnya Pak Polisi! Dia orang yang menipuku dengan melarikan uangku senilai 500.000 won."

"U...uang?" Kyuhyun terpaku ditempatnya. Ia bukan tak tau, uang apa yang dimaksud ahjumma necis itu.. ia hanya bingung menjelaskannya bagaimana.

"Seret dia ke kantor polisi, Pak. Dia menipuku dengan membuka praktek ilegal"

Glek!

Sulit baginya untuk menelan ludahnya seorang. Ditatapnya horor sekelabat sosok mereka yang masih setia berdiri didepan pintunya. Apa ini hari akhir untuknya hidup? Baru saja ia memulai untuk menata hidupnya lebih baik, nasib buruk datang dan mengharuskannya untuk membusuk dipenjara? Tidak! Namja chubby itu tak menginginkan semua hal yang buruk itu.

Ia menggeleng keras, menangkis semua fikiran kolot yang kerap membayangi otaknya. Kyuhyun mundur perlahan, berusaha melarikan diri dari mereka.. namun ia sudah tau, tak ada jalan keluar dari kediaman kecilnya itu.

Para aparat kepolisian mulai masuk dan memintanya untuk ikut bersama. Kyuhyun menolak dengan sedikit meronta dan berkata 'Aku tak bersalah'. Apa dayanya, mereka tak akan percaya dengan pembelaan yang terlalu umum mereka dengar itu. Bahkan orang-orang yang tau tentang aksimu itu tak jua mempercayaimu Cho! Kau memang bersalah.. Uang 500.000 won bukan uang yang sedikit yang bisa kau belikan permen,,, pantas saja yeoja necis itu menuntut uangnya untuk kembali. Itu terlalu banyak Cho untuk direlakan!

Xiumin berteriak memanggil nama Kyuhyun dengan berlari tergesa mendekatinya. Ia terbangun saat mendengar keributan dibawah. Manik coklatnya menatap takut melihat Kyuhyun yang tengah mereka pegangi. Ia lansung berhambur memeluk kaki panjang Kyuhyun dengan tatapan takut.

"Kyunnie tak menculikku. Kyunnie bukan penculik!" pekiknya lantang, menduga bila Kyuhyun akan ditangkap karena diduga menculiknya. Nampaknya ia salah persepsi, dan akan membuat Kyunnie sayangnya itu semakin dalam bahaya ditangan para aparat itu.

Semua melotot pada sosok chubby itu. Kyuhyun menggeleng keras dan melotot takut, "A..aku bukan seperti yang kalian bayangkan"

"Bahkan kau juga menculik seorang anak kecil? Kau mengancamnya? Walau ia berbohong, kami bisa menangkap bahwa ia tengah ketakutan karena ancamanmu_" ucap salah satu aparat kepolisian. Kyuhyun semakin melotot takut dan menggeleng keras. "Kalian.. bawa dia ke kantor kepolisian!"

Kyuhyun meronta dengan berkata keras akan pembelaannya. Namun mereka tak mau mendengarkannya. Ia terus dipaksa masuk kedalam mobil patroli, masih dengan pembelaan tak jelasnya. Sedangkan Xiumin? Ia menatap Kyuhyun sedih dan segera melesat mengejar Kyuhyun. Namun langkah kecilnya terhenti, saat ahjussi kepolisian menangkap lengan kecilnya dan berkata" Kau jangan takut nde.. Kami akan melindungimu dan membawamu pulang. Jadi, kau ikut juga bersama kami nde"

Xiumin lansung mengangguk walau maniknya kerap memandang sosok chubby itu yang samar-samar didalam mobil. Ia tak ingin Kyunnie nya tersangkut masalah karena ucapannya tadi. Ahjussi kepolisian menggandeng lengan Xiumin dan mengajaknya untuk pergi dari kediaman Kyuhyun, menuju kantor polisi.

.

.

©Sparkyu Amore©

RESET

.

Main Pair : KibumxKyuhyun (KiHyun), Xiumin, Others.
Disclaimer :
Typos, Ooc, BL, Hurt, No Plagiat!
Ini FF murni dari otak abal Amoree, Kalau kagak suka bisa kok lansung klik tanda "X" disisi kanan atas layar.._Thx^^

Happy Reading^^

.

Kibum mulai terjaga dari tidur panjangnya. Bukan berarti ia bangkit dari kematian! Ia hanya terbangun saat obat yang dokter beri sudah hilang reaksinya. Namja dingin nan miskin mimik itu menatap sisi kanannya, mendapati Eunjung yang tertidur seraya menggenggam jemarinya.

Kibum mulai beranjak duduk, lelah pula untuknya terus tidur dalam posisi terlentang. Eunjung tersentak dengan adanya gerak tak nyaman dan membuatnya sedikit terjaga, "Jifan..kau sudah bangun rupanya" tuturnya setengah terjaga.

Si empu nama bergumam mengiyakan dan sedikit tersenyum, "Terima kasih sudah menjagaku"

"Gwenchanayo Jifan... Jangan bersikap sungkan begitu padaku" jawabnya merendah. Ia mengusap jemari Kibum dengan lembut dan juga senyum lembutnya. Kibum membalasnya pula, dengan senyum lembutnya..tapi tidak dengan usapan tersebut! Ia lansung melarikan jemari halusnya dari usapan Eunjung.

Eunjung hanya bisa maklum dengan sikap Kibum seperti ini.. Sudah biasa ia menerima sikap dingin itu. Namja itu tak akan pernah mau menyentuhnya sedikitpun kecuali dalam keadaan mendesak. Mungkin benar yang orang kata, cinta sepihak sungguh menyakitkan!

Pipppipp...

Handphone Kibum berbunyi dinakas dekat ranjangnya. Eunjung membantunya mengambilkan, menelisik dengan seksama nomor asing yang tengah menghubunginya tersebut.

"Tak ada nama..." ucapnya memberitahu, lalu memberikannya pada Kibum.

"Ne..yeoboeseyo.."

'Kami dari pihak kepolisian ingin menanyakan sesuatu pada anda Tuan...Apa anda kehilangan seorang putra? Dengan nama Xiumin Kim?'

Kibum terbelalak mendengarnya. Ditatapnya horor Eunjung yang juga menatapnya ingin tahu. Ia menurunkan letak hanphonenya dan menutup benda tersebut menggunakan tangan dan bertanya padanya, "Dimana anakku sekarang?"

"Di..dia menginap dirumah Kyuhyun, namja yang datang kerumahmu waktu itu, dan juga pegawai magang diperusahaan kita. Ada apa?"

Kibum tak lansung menjawab. Ia kembali meletakkan handphonenya ke daun telinganya kembali, "Kenapa dengan anak saya?"

'Anak anda diduga menjadi korban penculikan oleh seseorang.. sekarang anak anda tengah berada dikantor polisi sekarang Tuan'

"Ok. Aku akan segera kesana Tuan"

Klik!

Eunjung lansung memburu Kibum dengan berbagai pertanyaan saat hubungan telfon itu terputus. Kibum masih jua tak mau menjawab. Ia segera turun dari ranjang, mengambil pakaiannya dan segera menggantinya.

Eunjung semakin bingung dibuatnya saat dilihatnya kini Kibum telah berbenah diri, "Kau mau kemana? Kau masih sakit..."

"Aku akan kekantor polisi sekarang. Anakku sekarang berada disana.. Ada yang aneh disini_Kau bilang dia bersama Kyuhyun, tapi polisi bilang dia menjadi korban penculikan. Jadi aku harus segera kesana untuk memastikan"

"Aku ikut bersamamu"

"Tidak perlu. Kau tak perlu ikut campur Eunjung ah.. Xiumin adalah anakku, jadi biar aku saja yang mengurusnya"

"Tapi..."

"Aku hanya tak ingin merepotkanmu dalam urusan keluargaku...Jadi tolong mengertilah"

Eunjung mengerti, bahkan sangat mengerti maksud dari perkataannya. Dilihatnya Kibum yang telah melesat pergi, meninggalkannya seorang diri dikamar rawat bekasnya itu. Yeoja cantik itu tertawa lirih, menertawakan dirinya sendiri yang telah ditinggalkan, " Bahkan semakin aku mendekatimu, semakin jauh pula kau menjauhiku_"

Ia tertawa lagi. Namun kali ini ia beranjak menuju jendela yang terhubung dengan lokasi masuk rumah sakit. Dilihatnya Kibum yang telah keluar dari pintu rumah sakit dengan raut datarnya itu. Ia sedikit merapikan pakaiannya sebelum akhirnya masuk kedalam mobil sedan mewahnya yang telah menunggunya. "_Kau bahkan memberiku ultimatum untuk tak semakin berharap.. Apa memang tak ada ruang untukku Jifan?" monolognya seraya menatap laju kendaraan Kibum.

.

.

"Ahjussi.. Kyunnie tak bersalah! Kenapa kau memenjarakan Kyunnieku?" keluh Xiumin menghadapi meja polisi yang membawanya kemari tadi.

"Ahjussi.. Aku tak bersalah_" tambah Kyuhyun yang telah berada dibalik jeruji. Ia memegang jeruji besi nan dingin itu dengan raut memelasnya. Bahkan bibir penuhnya sudah melengkung kebawah seutuhnya.

"Ahjumma...lepaskan aku. Aku akan mengembalikan uangmu nanti" tambahnya lagi, memohon ampun pada ahjumma necis yang telah mengkadukan kasus Kyuhyun tersebut.

"Nanti katamu? Aku bukan orang bodoh, kau pasti akan menghilang nantinya!" jawab ahjumma necis tersebut.

Kali ini giliran Xiumin yang merengek memohon pengertian dari ahjumma necis itu. Ia menggoyang-goyangkan lengan yeoja itu dan memohon ampun seperti yang dikata Kyuhyun tadi. Yeoja itu tak mau mendengar, ia justru menepis jemari mungil Xiumin, "Kau kenapa malah membelanya? Kalian bersengkongkol?" tanyanya tajam.

Xiumin tak menjawab. Ia masih kukuh dengan ucapan permohonannya. Ahjumma itu geram, ia malah mendorong Xiumin agar menjauh darinya. Hampir! Hampir saja ia tersungkur bila keseimbangannya goyah.

Xiumin menatapnya dengan tidak suka, dan lansung berlari mendekati letak Kyuhyun dibalik jeruji. "Kyunnie sabar ne. Kyunnie akan keluar dari sini.. mereka sudah menelpon papa, papa pasti akan kemari dan menolong Kyunnie"

Kyuhyun mengangguk. Ia sudah tak memikirkan egonya lagi... Entah siapa yang akan menolongnya, terserahlah! Yang terpenting, ia harus segera keluar dari tempat tekutuk ini. Kehidupan nyata dipenjara sangat menakutkan dan bukanlah tempat yang cocok untuknya.

"Min"

Xiumin menoleh, mendapati Kibum yang datang menjemputnya. Bocah chubby itu tersenyum senang melihat papa tercintanya datang, berlari dan berhambur padanya. "Papa datang juga akhirnya.. cepat Pa, katakan pada ahjussi itu bila Kyunnie bukan orang jahat. Kyunnie kan kekasihku.. mana mungkin dia jahat"

Pipi kanan Kyuhyun lansung berkedut mendengar perkataan Xiumin barusan. Kekasih? Sejak kapan ia menyetujui bocah itu untuk menjadi kekasihnya.

"Nah.. kau dengarkan ahjussi apa yang dikata anak itu. Namja itu telah memaksa anak sekecil itu untuk menjadi kekasihnya. Dia memang seorang penjahat..Penjahat kelamin" ucap ahjumma necis dengan lantang menunjuk Kyuhyun.

"Yach Ahjumma!" sorak Kyuhyun seraya mengumpat tak jelas.

Kibum hanya mendesah pelan dengan semua keributan disini. Ia beranjak mendekati petugas yang menerima laporan yeoja tersebut, dan duduk disampingnya.

Xiumin masih dalam gendongannya, duduk bersamanya kini.

"Jadi, ada apa sebenarnya ahjussi?" tanya Kibum dengan raut flatnya. Petugas itu juga turut mendesah mendengar pertengkaran yeoja dan namja itu yang telah membuat pusing pihak kepolisian disini.

"Wanita disebelah anda ini melaporkan orang itu telah menipunya. Dan saat kami melakukan penangkapan ke kediamannya, kami mendapati anak anda berada dalam sekapannya"

"Yach!Yach! Ahjussi.. kau melebih-lebihkan semuanya! Aku tak pernah menyekap Xiumin..." Kyuhyun protes dengan tangannya yang menunjuk-nunjuk tak jelas.

"YACH! DIAM KAU PENJAHAT!" Kali ini ahjumma necis yang protes dengan suara cemprengnya.

Alis Kibum lansung berkedut dengan semua kekacauan disini. Bahkan Xiumin anaknya, juga turut andil dalam keributan ini..masih dalam gendongannya "Ahjumma jangan memarahi Kyunnie. Kyunnie bukan orang jahat" ya, hanya ucapan itu yang diucapkannya beberapa kali.

"Kalian bisa diam?" tutur ahjussi kepolisian dengan sikap sok tegasnya.

Tak ada respon. Mereka masih menghujat dan ribut satu sama lain. Bahkan Kyuhyun sudah mencak-mencak dalam jerujinya, tak terima dengan tuduhan yang mengarah padanya.

"Berhentilah!" kali ini giliran Kibum yang ikut bersuara. Namun hasilnya nihil, mereka tak memperdulikan perkataan itu. Dan..

"YACHHHHH!"

Semua lansung diam seketika, saat suara Kibum menggelegar dengan aura kelam disekujur tubuhnya. Bahkan Xiumin yang juga ikut mencak-mencak dalam gendongan Kibum, perlahan turun_membenarkan letak duduknya dan diam dalam pangkuan Kibum.

Begitupun ahjumma necis disampingnya. Ia sedikit merapikan bajunya yang tak tampak kusut dan duduk dengan manis. Dan Kyuhyun? Pipinya sudah berkedut hebat dengan sedikit menganga menatap Kibum. Sudah lama ia tak mendengar erangan kemarahan Kibum seperti tadi. Kibum tak pernah mengeluarkan taringnya bila tidak dalam keadaan genting.

"Bisa kita menyelesaikannya dengan tenang? Tanpa ada sedikitpun urat kemarahan disini?" Semua kompak mengangguk dengan penuturan dingin dan penuh intimidasi dari namja bermuka datar itu.

"Tampaknya ada yang salah paham disini. Anak ku tak pernah diculik olehnya. Namja itu adalah salah satu pegawaiku ahjussi, dan anakku sudah berteman dengannya. Jadi, masalah sudah selesaikan?"

"I..i..iya Tuan. Masalah anak anda sudah selesai. Anak anda.. su..sudah boleh pu..pulang" jawab ahjussi kepolisian dengan terbata, masih trauma nampaknya dengan sikap Kibum tadi.

"Lalu, apa namja itu juga bisa dibebaskan?"

"TIDAK BISA!_"Jawab ahjumma necis telak. "_Dia sudah menipuku! Jadi dia harus dipenjara sebelum ia mengganti uangku"

"Menipu bagaimana?" alis Kibum bertaut, sedikit bingung dengan penuturan ahjumma necis itu. Ditatapnya Kyuhyun yang nampak berdehem seorang, menyender pada jeruji itu dengan sedikit menggambar pola tak jelas pada jerujinya_merasa malu mungkin.

"Dia membuka praktek paranormal. Dia bilang usahaku tidak akan gagal kalau aku menggunakan air darinya dengan baik. Tapi, usahaku makin kacau akhirnya"

"Pa..pa..paranormal?" Pipi kanan Kibum lansung berkedut mendengar penuturan yeoja tersebut. Sejak kapan Kyuhyunnya mempunyai kekuatan untuk meramal dan menggunakannya untuk menipu? Segitu susahnya ia hingga ia melakukan pekerjaan yang lucu itu?

Ditatapnya kembali Kyuhyun yang membuang muka darinya, walau Kibum yakini_namja chubby itu tampak mencuri pandang dengannya. Ia beranjak dari duduknya, menurunkan Xiumin dari gendongannya dan menghampiri Kyuhyun dengan raut datarnya.

"Apa tak ada lagi pekerjaan yang bisa kau lakukan selain menipu orang?"

Kyuhyun mendecih mendengarnya. Ingin rasanya ia lansung menjambak surai kelam yang sudah didepan matanya itu dan menghentakkannya ke jeruji besi penjara. Namun ia berusaha meredam emosi kekanakkannya itu dan menjawab, "Kau tak tau betapa sulitnya hidup sebagai mahasiswa lulusan Universitas lokal"

"Kenapa kau selalu menyalahkan pendidikanmu itu? Kau selalu mengumpat seolah kau merana karena pendidikanmu dan juga aku. Kau bilang membenciku, tapi kau menyukai perusahaanku? Tidak bisakah kau menghilang dan hidup dengan layak? Kau sangat menyedihkan menjalankan hidup seperti ini Cho Kyuhyun!_"

Kyuhyun tertegun mendengarnya. Apa Kim Kibum tengah meluapkan emosi padanya? Seolah-olah ia yang sakit disini?

"Aku sadar telah membuat sesuatu yang salah padamu dulu. Tapi, tidakkah cukup dengan membenciku dan mengutukku selama hidupmu? Tidak cukupkah waktu selama ini untuk memperbaiki lukamu?"

"Sudah selesai?" Kyuhyun menjawab dengan dingin. Manik coklatnya menatap Kibum penuh mengejek dengan senyum sedihnya.

"Apa ini sosok namja yang pernah kucintai dulu? Sosok yang tampan, pintar, penuh kasih sayang..walau terkadang ucapannya pahit, ia bisa mengontrolnya saat melihat keadaan. Sosok yang aku sukai yang hanya mencintaiku_"

Kyuhyun selangkah mundur kebelakang dengan nafasnya yang naik turun, dan juga maniknya yang sedikit nanar mendengar ocehan Kibum tadi, "Aku ingat betul bagaimana kau berjanji padaku untuk tetap setia, janji yang seharusnya ditepati oleh kedua belah pihak.. tetapi kau malah melanggar janji itu dan mencampakkanku. Kenapa harus aku seorang yang memegang janji itu, kenapa kau tak bisa?_"

Manik coklatnya nanar saat mengungkapkan semua luapan emosinya, walau ia masih mempertahankan senyum mengejeknya pada namja datar itu. Tak diperdulikannya orang-orang disana yang menatap mereka bingung dengan perkataan itu.

"Kau merusak kebahagian kita dan meraih sukses hingga sekarang? Dan bukankah semua yang kau dapat sekarang sudah cukup bagus Kim Kibum? Sempat terfikir olehku dulu, 'Apa kau tak bahagia bersamaku hingga kau pergi meninggalkanku?' Dan membuatku takut untuk menjalin hubungan serius dengan yeoja ataupun namja lain, karena rasa percaya diriku telah hilang seutuhnya karenamu_"

Tes..

Lepas sudah bulir bening tak berdosa itu dari kukungannya. Ia sadar, tak selamanya ia bisa bersikap tegar dihadapan namja itu. Adakalanya jua, rasa sakit didalam hatinya ia keluhkan agar membuatnya lebih baik.

"_Hina dan malang katamu? Apa kau tau betapa sulit dan terlukanya aku karenamu?"

Kibum hanya diam membatu. Tak tega baginya melihat Kyuhyun menangis karenanya. Ingin rasanya ia merengkuh tubuh lemah itu kedalam pelukannya dan meminta maaf dengan tulus atas perbuatannya selama ini. Namun, sangat sulit untuk mengatakannya...

"_Mungkin memang aku yang bodoh disini. Setiap hari bahkan menit untuk memikirkanmu, memikirkan bahwa apa yang terjadi hanya mimpi buruk bagiku. Tetapi..aku harus menerimanya, semua ini nyata! Dan aku harus menelan pahit-pahit kenyataan yang kau buat itu."

Kyuhyun menarik nafasnya pelan, mengatur emosi yang telah membuncah dihatinya."Kau orang yang selalu menyemangatiku dulu, membuat harapanku menjadi sebuah mimpi yang bisa kucapai. Tapi saat kau hilang, harapanku juga hilang bersamamu. Kau tak tau betapa sulitnya hidup sebagai lulusan dari universitas lokal.. selalu dipandang sebelah mata oleh mereka tanpa mengetahui terlebih dahulu kemampuanku..bahkan mereka menolak mentah-mentah surat lamaranku saat melihat pendidikanku"

Badannya sudah bergetar hebat dengan isakan kecil dari bibir penuhnya. Tak ada lagi Kyuhyun yang tegar disini. Semua sudah sirna dengan air mata itu, Kyuhyun memang bukan orang setegar itu. Bahkan Xiumin juga ikut menangis melihat Kyunnie nya menangis terisak seperti itu.

"Aku tak tau semua itu Kyu.. Ya, Pasti kau sakit menahan semuanya.. Maafkan aku Kyu" ucap Kibum tulus. Ia berbalik, tak mampu lagi untuk beradu tatap dengan namja chubby itu.

Ia berjalan perlahan menuju Xiumin dan menggendongnya. Ditatapnya ahjussi dan ahjumma necis itu secara bergantian, "Aku akan mengganti uang yang diambilnya itu.. Lepaskan dia segera, aku akan menjamin semuanya" katanya dan berlalu pergi bersama Xiumin dalam gendongannya.

Kyuhyun lansung terduduk melihat Kibum hilang dari pandangannya. Ia semakin meraung menjadi-jadi didalam sel penjara.

Ini semakin sulit untuknya setelah mengatakan semuanya... Setelah harapan itu menjadi nyata seperti yang dikatanya tadi, membuat namja itu meminta maaf dengan tulus.. Malah membuatnya semakin buruk seperti ini.

"Kim Kibum Pabo! Pabo! Pabo!" umpat Kyuhyun kesal, masih dalam tangisannya.

.

.

"Papa" panggil Xiumin dengan suara paraunya. Kibum menoleh dengan raut datarnya. Xiumin tak jadi melanjutkan perkataannya melihat mimik Kibum yang memang belum bisa diajak bicara.

Kibum masih mantap dalam langkahnya, memilih diam dengan panggilan anaknya itu. Langkahnya sejenak berhenti, melihat cuaca diluar yang sudah basah karena hujan,"Ce Shi Wo Yi Song Bu How Xia Di Jin Xiang (Hujan yang paling tak bagus seumur hidupku)" gumamnya kecil.

"Kenapa papa?" tanya Xiumin hati-hati. Kibum menggeleng, dan kembali melanjutkan langkahnya menuju kendaraan mewah mereka yang telah menunggu.

"Papa kenapa membuat Kyunnie menangis? Kyunnie kan sudah baik, sudah mengantar papa kerumah sakit semalam. Apa Kyunnie membuat kesalahan hingga papa membencinya?"

Kibum lagi-lagi diam mendengar cerita anaknya. Kyuhyunnya yang membawanya kerumah sakit? Jelas, Kyuhyunnya masih peduli dengannya, dan membuat Kibum kini semakin merasa bersalah padanya...

"Anniyo Min. Justru papa yang membuat salah pada Kyunnie."

"Kalau begitu, papa harus minta maaf! Papa selalu bilang kalau Min yang salah Min harus minta maaf. Tapi kenapa papa tak mau?"

Kibum tersenyum lirih mendengar ejekkan dari anaknya itu. Bahkan anaknya itu tau hal mendasar apa yang bisa ia lakukan, melepaskan egonya lalu meminta maaf dengan tulus.. "Papa jangan menjadi pecundang seperti ini. Min tak suka! Papa sudah membuat kekasih Min menangis tadi, dan tak mau minta maaf"

Namja miskin mimik itu semakin tersenyum lirih, ia berusaha tak memperdulikan apa yang dikata anaknya tadi dan segera menembus hujan menuju sedannya. Kibum menatap lirih jauh keluar, menangkap sosok namja chubby yang menangis tadi samar-samar dilihatnya.

Namja itu berjalan lunglai bersama sekretarisnya. Ia terlihat tak bersemangat dan juga menyedihkan dengan piyama yang masih dikenakannya. Kibum menatapnya sedih dibalik kacanya, serasa tengah diawasi.. Kyuhyun beralih menatap kaca mobil sedan Kibum dengan raut datar, hanya menatapnya tanpa berfikir dan mengumpat apapun.

Iba pula melihat Kyuhyun demikian. Ia turun dari mobilnya, menghampiri Kyuhyun yang terus menatapnya. "Kuantarkan kau pulang. Ayo"

"Tak perlu" jawab Kyuhyun dingin dengan tatapan tajamnya. Ia berlalu pergi dari hadapan Kibum dengan senyum mengejek. Kibum menghalaunya, memegang lengannya untuk tak segera pergi.

Namja chubby itu menoleh, melihat lengannya yang dipegang demikian. "Bisa kau lepaskan aku?"

"Aku akan mengantarkanmu pulang, Kyu"

"Jangan mengasihaniku.." desisnya tajam. Perlahan, ia melepaskan pegangan tangannya dari Kyuhyun, "Maaf. Maafkan aku atas semuanya..Aku tau, aku memang bersalah disini" tutur Kibum tulus. Kyuhyun tak mendengarkan. Ia segera berlalu pergi dengan maniknya yang kembali nanar, menembus hujan yang masih membasahi Seoul.

.

.

Kyuhyun menangis tersedu-sedu dalam balutan hujan yang mengguyurnya. Bahunya bahkan sudah bergetar, dengan tangis yang ia keluarkan. Jalanan memang tampak sepi karena hujan yang mengguyur. Tak diperdulikannya apa yang orang kata tentangnya nanti, ia sudah tak memperdulikan citranya itu. Hatinya sudah terlanjur sakit dengan semua kejadian dipagi ini. Bahkan langit juga turut menangis bersamanya, meninggalkan kesan kuatnya ditiap pagi dengan guyuran bulir bening darinya. Setidaknya, namja chubby itu terlindungi oleh mereka.. menyamarkan dirinya yang tengah menangis.

Ia berjalan menuju halte bus. Hanya ada segelintir orang disana yang menatapnya aneh dengan piyama yang dikenakannya. Kyuhyun hanya menunduk dilihat demikian. Malu mungkin ada, tapi ya sudahlah...

Tiin..

Bus yang ditunggunya tiba. Ia masuk masih dengan menunduk. Dirogohnya saku piyamanya yang menyimpan beberapa lembaran uang.

Kyuhyun mengucapkan terima kasih saat sang sopir memberinya kembalian, dengan senyum paksanya. Ia berjalan menuju kursi kosong ditengah dengan pandangan orang-orang didalam bus tersebut. Namja chubby itu tak mau berkomentar ataupun mengumpat mereka semua seperti biasanya. Ia hanya menunduk dan merapatkan duduknya, tak berminat untuk beradu mulut dengan mereka kini disaat dirinya tengah menggalau.

.

.

"Kau baru pegawai magang, tetapi kau sudah berulah? Datang disiang hari tanpa ada kabar ataupun pemberitahuan sebelumnya.. Kau kira perusahaan ini milik nenek moyangmu apa? Sebagai hukumannya, kau harus melembur malam ini. Arachi?"Jesicca berkacak pinggang didepan meja Kyuhyun, memarahi namja chubby itu yang sangat terlalu telat untuk bekerja.

Kyuhyun menunduk, meminta maaf dengan sepenuh hati pada sunbae nya itu. Ia tau ia salah disini, dan pantas untuk menerima itu.

Jessica mendesah, memandang rendah Kyuhyun yang masih menunduk dan berlalu pergi dengan arogannya. Dan kali ini, giliran Kyuhyun mendesah. Memang sangat berat hari ini baginya.

"Kyu.. Ssst...Sstt.." panggil Yesung dimeja sebelah. Kyuhyun mendongak lesu, menatap Yesung yang telah menyembulkan kepalanya diatas sekat pembatas meja mereka. "Aku lagi tak berminat untuk bertengkar.. Sudahlah, kembalilah untuk bekerja" ucap Kyuhyun lesu.

"Aku tak ingin mengajakmu bertengkar. Kau kenapa? Kau terlihat murung sekali?"

"Itu bukan urusanmu Kim.. kembalilah pada pekerjaanmu"

"Ini untukmu" Yesung menyodorkan sebuah cup plastik yang berisikan kopi hangat pada Kyuhyun. Kyuhyun menerimanya dengan raut ogah-ogahan. Yesung tersenyum childish, "Sebentar lagi akan makan siang. Ayo kita makan siang bersama"

"Aku membawa bekal sendiri" jawab Kyuhyun. Lebih tepatnya ia membeli tadi sebelum kekantor, dengan tujuan sebagai strategi mengirit.

"Aku juga. Karena itu aku mengajakmu makan bersama. Tak ada penolakan! Dahh.. Selamat bekerja!" tutur Yesung masih dengan senyum childish terkembangnya, dan segera menghilang dibalik sekat pembatas itu.

Kyuhyun sedikit tersenyum dengan kelakuan Yesung barusan. Dilihatnya cup kopi hangat yang Yesung beri tadi. Senyum kecilnya berubah perlahan menjadi senyum tulus saat melihat note yang Yesung tempelkan digelas tersebut.

'Walau hari ini cuaca sedang tidak bagus, kau harus tetap bersemangat! Apapun yang kau alami sebelum bekerja..Jangan sampai membuatmu terbelenggu dengan masalah itu. Tetap tersenyum^_^'

Kata yang sangat bijak. Kyuhyun suka itu.

Ia tak lansung meminum kopi hangat yang diberi namja childish itu. Diletakkannya cup Kopi itu dihadapannya dan kembali tersenyum menatap tulisan tangan Yesung yang berusaha menyemangatinya.

Kyuhyun tersentak saat jemari Yesung bergelayutan didinding pembatas meja, seraya menempelkan postnote didinding mejanya. 'Apa kau menyukainya? Apa kau kembali ceria?'

Kyuhyun tersenyum dan menggeleng-geleng kepalanya dengan sikap kekanakkan itu. Ia mengambil selembar kartu post dari mejanya dan menuliskan sesuatu diatasnya. 'Aku sangat sangat sangat menyukainya. Terima kasih. Sebagai balasannya, mari kita makan bersama siang ini'

Seperti yang dilakukan Yesung tadi, Kyuhyun juga melakukan hal yang sama. Tangannya bergerayang didinding pembatas meja mereka, dan menempelkan sesuatu disana. Ia tersenyum pada dirinya sendiri, tentang sikapnya yang berubah kekanakkan seperti ini.

'Apa dia menyukaiku' Sinting! Ia hanya sekali bersikap baik padamu, kau sudah memikirkan yang tidak-tidak Kyu? Mungkin ini hanya sikap baiknya sebagai rekan kerja, bukan sebagai orang yang menganggapmu spesial dihatinya. Secepat itukah kau merubah perasaanmu Kyu? Entahlah...

.

.

TBC

This moment namanya kegalauan Kyuhyun hahahaha! Yang minta kemarin-kemarin moment Kyu ngegalau dan meluapkan emosinya, udah amoree buat tuh. Trus yang minta moment KiHyun walau masih moment menggalau, dah juga tuh ehhhe...

Tapi kalau KiHyun sweet moment, kayaknya belum dulu dech. Perlu ada pendekatan kembali agar terlihat natural gitu, kalo mendadak lansung sweet.. kan aneh juga nantinya? Tapi, dichap depan bakal amoree buat moment yang sangat manis.. Sueerrr tekewer-kewer deh, asal banyak yang ninggalin jejak ahhhhaa...

Jangan lupa tinggalkan jejak ne, 'RNR' demi kelancaran ni ff ihihihiihih. Gomapta^^