Rating : T
Genre : Romance/Drama
Cast : Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin
Warning : Fanfic ini milik saya, hanya meminjam nama mereka saja. Tapi Lee Sungmin sepenuhnya milik saya *dibakar*. happy reading ^^
.
.
.
.
.
.
"Oh Kyuna!" Pekik Sungmin melihat Kyuhyun yang asyik memakan makan siangnya sendirian di sudut kantin. Kantin yang sangat riuh dan penuh sesak membuat Sungmin kesulitan menghampiri Kyuhyun.
'Bisakah kalian minggir otak toge!' Hah! ingin sekali Sungmin meneriaki orang-orang yang menghalangi jalannya seperti itu. Hei, tapi dia masih sayang nyawa!
"Heh! Aku mencarimu di kelas tapi ternyata kamu disini. Jika ingin makan, kenapa tidak mengajak aku?" Semprot Sungmin sambil mengambil jus melon milik Kyuhyun.
Kyuhyun mengangkat kepalanya dan memberikan Sungmin tatapan polos. Ah Jika begini peluang Sungmin untuk menjadi seme semakin besar bukan? -_-
"Kenapa harus mengajakmu? Kamu sangat berisik! Benar-benar mengganggu acara makanku." Ujar Kyuhyun dengan santai membuat Sungmin mendelik sinis.
Kemudian mata kelincinya berbinar melihat kotak bekal yang Kyuhyun bawa, "Yah Kyuna! Kamu membawa bekal? Sejak kapan?"
"Setiap hari aku memang membawa bekal dan –tunggu, apa itu Kyuna? Panggilan dari mana lagi hah? Tidak bisakah kamu memanggilku cukup Kyuhyu –Yah! Jangan asal comot! Jorok sekali!"
"Hehehe mian. Kyuna? Memang kenapa? Itu panggilan yang manis. Kyuhyun itu terlalu biasa." Sunggut Sungmin sambil mengunyah nugget milik Kyuhyun, tidak menghiraukan sang pemilik yang mendelik tak suka.
"Apa bekal ini dibuat oleh ibumu?"
"Hng."
"Apa kamu sering dimasakkan ibumu makanan?"
"Tentu saja. Itu memang tugas ibu kan?"
"Benarkah?"
"Hng."
Pemuda manis itu menatap kotak bekal dengan pandangan yang sulit diartikan, membuat Kyuhyun mau tak mau mengernyit heran. Hei, bukannya pemuda dihadapannya ini sangat berisik daritadi? Sangat menyeramkan jika dia diam tiba-tiba seperti ini.
"Ada apa?"
Cengiran lebar terlihat, "Pasti menyenangkan bisa merasakan masakan ibumu setiap hari."
"Hng? Memang kamu tidak pernah merasakan masakan ibumu?"
Pernah. Tapi itu dulu.
"Jarang."
"Kenapa?"
Kenapa? Bahkan menatapnya saja tidak mau, apalagi membuatkan masakan.
"Karena ibuku tidak terlalu bisa memasak ahaha." Apalagi yang bisa dia lakukan selain tertawa untuk menutupi semuanya? Terkadang seorang kekasih tidak harus tahu semua perasaan kekasihnya kan?
Keduanya terdiam. Kyuhyun menatap Sungmin penuh tanda Tanya sedangkan Sungmin kembali pada nugget curiannya.
"Sungmin."
"Ya?"
"Tatapanmu seperti orang yang sedang terluka."
Sungmin terkejut. Apa sejelas itu hingga Kyuhyun tahu?
"Apa ada yang mengganggu hatimu, Sungmin? Kamu bisa mengatakannya padaku jika mau." Kyuhyun bersuara lembut walau ekspresinya errr datar -_- , tapi tetap saja suaranya sangat lembut. Kalau bisa, ingin sekali Sungmin berteriak seperti seorang gadis sekarang juga. Oh siapapun! Tolong berikan dia lemari pendingin agar tubuhnya tidak meleleeeeeh. Oke itu berlebihan.
"A-aku…sakit hati padamu."
"A-apa? Aku? Kenapa?"
Sungmin menatap Kyuhyun dalam-dalam. Memajukan badannya perlahan kearah Kyuhyun hingga hidung mereka bersentuhan.
"Sungmin? Apa yang kamu lakukan?!" Hampir saja Kyuhyun menjerit saat merasakan tiupan hangat dibibirnya.
"Aku sakit hati padamu Kyuhyunaaaa~" Kali ini bibir Sungmin mengerucut lucu. Bibirnya semakin didekatkan ketelinga Kyuhyun. Sungguh demi plankton yang selalu sial, Kyuhyun bisa merasakan keringat mengalir didahinya -_-
"M-memang kenapa?"
Sret
Satu tarikan dipundak berhasil menghapus jarak diantara mereka. Kyuhyun memejamkan matanya erat. Sudahlah, dia pasrahkan saja. Kalau ada yang terjadi melewati batas, semua ini jelas salah Sungmin! Dia disini korban kan? Meski Kyuhyun akui dia SEDIKIT menikmatinya. _
"Habis! Kamu tidak mau menawarkan aku bekalmu sih." Jawab Sungmin dengan polosnya kembali ketempat semula.
Toeng
.
.
.
O_O||
.
.
.
Perempatan muncul didahi Kyuhyun. Dia membelalakkan matanya terkejut. Apa-apaan ini? Dia dipermainkan?!
"Yak! Apa-apaan itu bodoh! Arrgghh! Benar-benar kamu ini! Aish." Sunggut Kyuhyun frustasi. Dia mulai menjambak rambutnya sendiri.
"Memangnya kamu berharap aku melakukan apa? Yah Kyuna~ aku lapar~. Uang sakuku aku tinggal di tas, jadi aku tidak bisa membeli makanan." Bibir itu kembali mengerucut. Oh jangan lupakan mata bulatnya yang berkaca-kaca.
Kyuhyun tidak menghiraukan. Dia masih sibuk meniduri setan yang berada ditubuhnya. Hah, pemuda ini benar-benar membuat otak Kyuhyun tidak polos lagi!
"Kyunaaaa~ setidaknya bagi sedikit bekal lezatmu itu."
Kyuhyun menatapnya tajam. Membuat bulu kuduk Sungmin berdiri seketika.
'Apa aku melakukan hal yang salah? Kenapa auranya menjadi menyeramkan seperti ini.' Batin Sungmin polos.
Pemuda berkacamata itu menghela nafas berat, kemudia memberikan sumpit yang sejak tadi dia pegang.
"Ini. Makanlah."
"Eh? Pakai sumpit itu? Itu kan bekasmu."
Kyuhyun mengangkat alisnya, "Kamu jijik? Yasudah, cari sumpit yang lain sana!."
"Eh jangaaaaan… Arra arra, kemarikan sumpitnya!" Sungmin mengambil–merebut– Sumpit dengan panik dari tangan Kyuhyun. Ow ow ow pipinya memanas sekarang.
"Pipimu memerah. Dan kenapa tersenyum tidak jelas seperti itu? Menyeramkan sekali." Kata Kyuhyun dengan tangan yang disilang didada.
Dan yang pertama kali Kyuhyun lihat saat pemuda itu mengangkat kepala adalah cengiran lebarnya yang khas,
"Eh? Benarkah? Hehe habis kamu manis sekali sih. Sumpit ini kan bekasmu, dan sekarang aku makan menggunakan ini juga. Itu sama saja seperti ciuman tidak langsung kan?" Dia memelankan suaranya dikalimat terakhir. Hiii ini sungguh memalukan. /
Sedangkan Kyuhyun hanya memutar malas bola matanya. Kekanakan sekali!
"Kyuna, lain kali aku boleh ne berkunjung ke rumahmu? Aku ingin makan masakan ibumu lagi."
"Terserahmu saja."
Sungmin kembali tersenyum lebar. Dan menatap Kyuhyun cukup lama. Setidaknya itu cukup membuat Kyuhyun merasa risih.
"WOY LEE SUNGMIN!"
Uhuk
Sebuah teriakan dahsyat ––lebih tepatnya raungan karena Sungmin bersumpah suaranya sangat menggelegar–– berhasil membuat nugget yang nyaris sedikiiiiit lagi sampai kelambungnya kembali naik kekerongkongan. Alhasil ya tersedak -_-
Kyuhyun melebarkan matanya dan dengan buru-buru memberikan jus melonnya kepada Sungmin.
"Yah Lee Hyukjae pabbo mesum jelek bau kumel! Kau hampir saja membuatku kehilangan nyawa! Ini bukan hutan! Tidak usah berteriak seperti itu!" sebal Sungmin. Hey sungguh dia tidak bercanda! Jika saja Kyuhyun sedetik saja terlambat memberikannya minum, mungkin kalian akan menemukan nisan dengan namanya.
Sedangkan Hyukjae dengan seenak udelnya duduk disamping Sungmin dan meminum jus melon yang-dia-sendiri-tidak-tahu-pemiliknya-siapa. Yang jelas dia kesal sekali dengan sahabatnya itu.
"Habis! Kau menghilang begitu saja, aku kan ingin cerita." Sunggut Hyukjae.
Sungmin dan Kyuhyun mendelik malas bebarengan, "Cerita apa? Cih, palingan ini ada hubungannya dengan Donghae amis itu, ya kan?"
"Iya! Ah kau tau, dia nyebeliiiiiiiin sekali. Kemarin dia mengajakku kencan di Namsan jam 5 sore, aku menunggu hingga jam 9 malam tapi bau amisnya tidak tercium juga! Sejak tadi dia terus saja mengikutiku dan minta maaf. Memangnya dia pikir mudah apa memaafkan ikan kurang ajar seperti dia! Huh benar-benar anak itu."
Sungmin memutar badannya kearah Hyukjae yang berada di kirinya, "Mungkin dia punya alasan tidak bisa datang, Hyukkie."
Mata kecil Hyukjae kembali melotot marah,
"Tapi aku ini kan kekasihnya! Dan dia….dia itu kekasih macam apa sih yang tega-teganya membiarkan aku menunggu selama itu di malam yang dingin? Jika memang ada urusan penting sampai tidak bisa datang, seharusnya dia memberitahuku. Bukannya membiarkan begitu saja."
Sungmin mendengus keras, sedangkan Kyuhyun hanya diam dengan tatapan malasnya. Kyuhyun tahu satu hal, Sungmin dan 2 temannya sama saja! Sama-sama berisik!
"Itu urusanmu, selesaikan sendiri. Lalu sekarang mana dia? Katanya dia selalu mengikutimu sejak tadi."
Kali ini giliran Hyukjae yang mendengus,
"Aku sudah mengatakan padanya untuk jangan mendekatiku selama aku masih marah, tapi ternyata dia tidak menurut juga. Dan jika kau tanya dimana keberadaannya, coba lihat sekelilingmu, maka kau akan melihat penampakan yang menyeramkan."
Sungmin mengerutkan alisnya. Dia mulai menatap sekelilingnya, dan saat dia menengok kearah kanannya..
"OMONA!" jeritnya kaget. Pasalnya, benar saja kata Hyukjae kalau dia akan melihat penampakan yang sangat amat menyeramkan. Bagaimana tidak! Tepat disisi kanan wajahnya terpampang horror sebuah wajah yang sarat akan frustasi dan putus asa, rambutnya yang acak-acak dan mata yang memelas. Wajah dari seorang Donghae yang malang.
"Sejak kapan kau disebelahku?"
"Sejak my honey bercerita padamu."
Bibir Sungmin membentuk bulatan. Benarkah? Kenapa dia tidak sadar kehadiran pemuda ini?
'Kapan dia datangnya? Kok aku gak merasa ya.' Batinnya ngeri.
"Sungmiiiiiiin~ bantu aku meyakinkan Hyukkie kalau kemarin aku tidak datang karena––"
"Tidak usah meminta bantuan Sungmin, hae pabbo!" sangkal Hyukaje cepat.
Bibir Donghae maju dengan lucu,
"Kemarin aku sakit tau, kepalaku pusing sekali, makanya aku tidak bisa datang. Dan masalah aku tidak menghubungimu karena aku tidak mau kamu khawatir hyuuuuuk, tapi aku juga tidak mau berbohong padamu, jadi aku memutuskan untuk tidak memberitahumu. Aku tidak tahu kalau kamu ternyata menunggu hingga selama itu. Mianhae Nae Hyukkie." Gumamnya kecil. Tapi Hyukjae masih bisa mendengarnya. Terbukti dari matanyanya yang membulat dan mulutnya yang terbuka. Sesegera mungkin dia mengampiri Donghae 'nya. Lalu memeluknya.
"Omo mianhae Hae~ aku jahat sekali tidak mau mendengarmu. Kalau kamu sakit, kamu harusnya beritahu aku saja. Maafkan akuuu. Apa kepalamu masih sakit?" Katanya dengan mata yang berkaca-kaca. Tangannya mengelus dahi Donghae dengan lembut.
"Hu'um, kepalaku sakit sekali. Jeongmal appo~." Manjanya. Hyukjae langsung memberinya kecupan manis didahi.
"Cepat sembuh, ikanku."
Donghae tersenyum senang dan mereka kembali berpelukan sambil mengungkapkan kata-kata cinta.
"Ya! Ya! Ya! Jangan bermesraan disini!" kali ini Kyuhyun yang ––karena sudah tidak tahan dengan tontonan menggelikan didepannya itu–– bersuara.
Hyukjae memandangnya sinis, "Hohoho bilang saja kau cemburu karna tidak bisa seperti ini dengan Sungmin."
"Mwoya? Haha aku iri pada kalian? Yang benar saja!" protes Kyuhyun sebal. Enak saja dia dibilang iri, dia hanya geli melihat adegan sok drama romance picisan ala pasangan aneh itu.
"Cih jangan mengelak! Yah Sungmin! Kutukan apa sih yang kau terima sampai makhluk culun dengan gengsi tinggi ini menjadi pacarmu? Aku prihatin sekali, biar kutebak kalian tidak pernah kencan bukan?"
Kali ini Sungmin yang mendelik sebal, "Apa-apaan kau HyukHyuk! Ini bukan kutukan , melainkan takdir yang indah, ya kan My Kyuna~?" elaknya dengan imut. Lihat saja bagaimana dia mengatupkan kedua telapak tangannya dan diletakan dipipi sebelah kanannya, dengan wajah yang merona dan senyum yang malu-malu.
Dan Kyuhyun menampakkan muka seolah ingin muntah.
"Lihat pacarmu lebih menggelikan, Kyu. Ck sudahlah jangan bahas ini lagi." Kata Donghae menengahi pertengkaran konyol itu dengan ekspresi yang lucu. Sedetik kemudian ekspresinya berubah penasaran.
"Oh ya Kyu, kemarin kau, Yoona, dan Mino sedang apa di belakang sekolah?" Donghae dan Hyukjae memang sudah mengenal Yoona dan Mino sejak masuk SMA ini. Karena 2 orang itulah yang selalu mencari gara-gara pada Donghae maupun Hyukjae.
Kyuhyun menegakkan tubuhnya tiba-tiba, "Kau mengikutiku?" tuduhnya tajam. Jangan lupakan auranya yang tiba-tiba menggelap -_-
"Mengikutimu? Enak saja! Yah tadinya sih mau mengikutimu, tapi My Honey baby sweety-ku ini tiba-tiba menarik tanganku menuju kantin. Jadi ada apa? Kalian terlihat serius sekali." Tanyanya sekali lagi. Hyukjae yang secara tidak langsung disalahkan oleh Donghae menggerutu pelan. Sedangkan Sungmin menunjukkan wajah penasaran seperti Donghae.
"Kyuna? Mengapa diam? Tadinya aku juga mau menanyakan hal itu padamu karena kemarin tiba-tiba kamu berlari menuju Yoona dan Mino dan meninggalkanku sendirian." Jelas Sungmin dengan sedikit nada sebal. Sebal karena mengingat kemarin Kyuhyun meninggalkannya begitu saja.
"A-aku…itu––"
"Sungmin! Kau dipanggil guru Ahn di ruang guru."
4 pasang mata dimeja itu serentak menoleh pada yeoja yang baru saja bersuara.
Sungmin mengangguk, "Oke, terima kasih Luna." Katanya sambil tersenyum. Yeoja itu langsung pergi begitu saja menghampiri temannya yang lain..
"Aku ke ruang guru dulu yah. Nanti disambung lagi."
Chup
"Dah~" Sungmin meninggalkan kantin setelah berhasil mencuri ciuman dipipi Kyuhyun.
Dan entah kenapa, Kyuhyun juga tidak mengerti, tapi dia bisa merasakan seperti ada sensasi aneh ditubuhnya. Aneh tapi menyenangkan. Rasanya seperti terbang =3=
"Woy! Kyuhyun! Cepet cerita! Jangan terbang mulu." Dan sebuah teriakan dari Donghae menyadarkan Kyuhyun dari acara terbangnya.
"Cerita apa?" tanya Kyuhyun. Sepertinya efek ciuman dipipi tadi membuat otaknya blank -_-
"Ish lamban sekali anak ini! Ya cerita soal kau, Yoona, dan Mino lah."
Dan Kyuhyun kembali menegang.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
HOLAAAAAAAAA ! SAYA BEKI NIH! SAYA GANTI PEN NAME LAGI HAHAHA! TAPI SAYA TETEP ORANG YANG SAMA KOOOK *capslockjebol*
Oh ya ampun saya kangen sekali update disiniiiiiiii /
Maaf atas keterlambatannya warga-warga. Saya belum punya waktu yang tepat buat update fanfic ini T^T. tapi yang penting update kan? hoho.
Eh eh tau gak... saya luluuuuuuuuuuuuuuuuusss kyaaak! Seneng banget lah saya lulus dengan hasil yang memuaskan. Ngomong-ngomong siapa yang hari ini juga ngambil hasil UN seperti saya? siapa? siapa? Ayolah kita seneng-seneng bareng. Apalagi Alhamdulillahnya saya udah dapet sekolah. Jadiiiiii saya bisa menikmati liburan sepuas-puasnya hohoho. Mudah-mudahan sih chapter selanjutnya bisa update lebih cepet mengingat libur panjang ini.
Dan yang terpenting adalaaaaaaaaahh jeng! jeng! TERIMA KASIH UNTUK SEMUA READEEEEEEEERSS. Kalian berjasa sekali, bung! maaf yang reviewnya belom dibaleeees huhu T^T saya bingung mau bales apaaaaaaaaa TT^TT
Pokoknya makasih banget buat kalian tercinta :* :
winecouple abilhikmah
AnLiELF
QueenJOY3424
sissy
wuhan
Guest
KMalways89
eska
Beeyond
AnieJOY'ERS
.136
Sitapumpkinelf
namnam15
KobayashiAde
WineKyuMin137
RenaJoyer
Shywona489
1307
Ketiban KyuMin
Pirates of the Moon
manize83
oracle88
MAKASEEEEEEH ! AKU CINTA KAMUUU!
