Sitri Stronger
Ch. 07
.
N/B: Gomen update kali ini sedikit lama, dikarenakan saat ini saya sedang bersiap-siap ikut UTS jadi mohon maaf jika Updatenya nggak bisa perminggu
.
"Hoaaam"
Naruto hanya bisa menguap saja sambil menatap guru yang menjelaskan tentang sejarah tentang samurai pada masa Edo, jujur dia sangat benci yang namanya pelajaran sejarah dia bahkan berani memilih untuk menghabisi waktunya dengan pelajaran Matematika daripada mempelajari Sejarah
Bukan tanpa alasan Naruto tidak menyukai pelajaran Sejarah...Naruto sudah tau semua sejarah di dunia ini bahkan hal Supranatural, itu sebabnya dia dijuluki Iblis terpintar di Underworld mengalahkan Serafall Sitri yang tidak lain adalah adiknya sendiri
Mengenai hal Supranatural,Naruto sedikit bingung dengan kejadian kemarin yang dimana dia diserang oleh salah satu dari Malaikat Jatuh kalau tidak salah namanya adalah Albert ya dia ingat namanya Albert D'ione yang membuat bingung Naruto ialah siapa yang mengirim orang itu untuk melawannya
Apakah Azazel?, dia rasa tidak Azazel tidak mungkin melakukan itu dia cukup tau jika Gubernur Malaikat Jatuh itu sangat cinta dengan kedamaian sangat mustahil jika dia menyuruh anak buahnya untuk melawan dirinya yang notabenya adalah iblis
'Apakah itu ulah Kokkabiel tapi bagaimana mungkin dia sudah mati di tanganku sangat mustahil dia selamat dari seranganku, Oi Fire bagaimana pendapatmu' ucap Naruto lewat telepatinya
Hening, salah satu naga surgawi itu hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaan dari partnernya, dirinya juga tidak tau siapa yang mengirim Da-Tenshi itu untuk menyerang partnernya walaupun dia pintar tapi dia juga bukanlah naga yang sangat mengetahui segalanya
[" Aku tidak tau, sepertinya kita harus menyelidiki masalah ini sama seperti mu aku ragu jika Kokkabiel bangkit kembali hanya ada dua Da-Tenahi saja yang menyukai perang yaitu Belial dan Kokkabiel serta Raphel, Kokkabiel dan Raphel sudah mati ditanganmu sedangkan Belial dai menghilang usai Great War aku tidak tau apa yang terjadi dengan dirinya"] ucap Fire memberikan yang juga sedikit bingung dengan masalah yang dihadapi oleh partnernya
Naruto hanya mengganguk saja mengiyakan ucapan partnernya hanya tiga Malaikat Jatuh yang sangat ingin memulai perang atau lebih parah yaitu Great War ke-2 tapi masalahnya ke-tiga Malaikat Jatuh itu sudah mati kecuali Belial yang menghilang dari dunia ini
[" Sebaiknya kau berhati-hati aibo, sepertinya atasan dari Malaikat Jatuh itu sangat kuat apalagi jika itu memang Belial maka kau harus ekstra berhati-hati, memang kau pernah melawannya dulu tapi kekuatannya yang sekarang mungkin sudah melebihi Azazel terlebih kala Great War terjadi Belial termasuk kelima Da-Tenshi terkuat kala itu, kau harus berhati-hati" ucap Fire, sebenarnya dia sedikit khawatir dengan sosok lain selain Belial tapi sepertinya itu tidak mungkin
Naruto hanya mengganguk mantap saja, dirinya tidak boleh lengah kali ini, sepertinya ini adalah salah satu dari kubu Da-Tenshi yang membangkang dari perintah Azazel tapi yang sangat menjengkelkan adalah Gubernur mesin itu hanya melakukan hal nistanya saja seakan dirinya dia tidak terkena masalah apapun
Naruto lalu menghela nafas, sepertinya dia harus menyampingkan misinya untuk mendekati Rias hanya demi masalah ini
"Nii-sama"
Naruto hanya menoleh kearah Sona yang ada disampingnya sepertinya adiknya itu memanggilnya, "ada apa Sona-chan" tanya Naruto pada adiknya itu
"Dari tadi pagi hingga sekarang entah kenapa sikap Nii-sama sedikit berbeda apakah Nii-sama punya masalah sesuatu" tanya Sona pada kakaknya itu, dia memang sedari tadi melihat sikap Nii-samanya itu sangat aneh bahkan sering melamun mengindahkan pelajaran yang disampaikan oleh gurunya
Hal itu yang membuat Sona khawatir dengan Keadaan kakaknya, sebenarnya apa yang terjadi dengan kakaknya apakah ada sesuatu yang terjadi pada Nii-samanya
Naruto hanya tersenyum saja sambil mengacak-ngacak rambut adiknya itu , kurasa Sona sudah menyadari jika dia mempunyai masalah dia pikir adiknya itu mempunyai IQ yang sama dengan Sera adiknya satunya tapi sepertinya pikirannya salah, Sona ternyata sangat pintar bahkan melebihi Sera hanya dengan melihat mimik wajah maupun gerak-gerik seseorang adiknya ini bisa menyimpulkan situasi yang tengah terjadi pada seseorang
"Daijobou, Nii-sama tidak apa-apa hanya sedikit mengantuk saja karena kemarin Nii-sama harus pergi ke Underworld untuk mengurus sesuatu" ucap Naruto sambil memamerkan senyuman menawannya berharap Sona tidak lagi membahas tentang masalah ini
Sona hanya mengganguk walaupun dirinya sedikit ragu dengan jawaban dari Nii-samanya yang sepertinya tidak ingin dia ikut campur dalam masalah kakaknya itu tapi mau tidak mau dia tidak boleh bertanya lebih panjang sepertinya kakaknya tidak mau dia ikut dalam masalahnya
Dirinya tau jika kakaknya ini ingin menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa membebani dirinya bukan seperti kakaknya satunya yaitu Sera Nee-sama yang malah meminta bantuan padanya terus-menerus jika ada keperluan maupun bertemu dengan Nee-samanya, sepertinya kakaknya sedikit berbeda satu sama lain walaupun mereka terlihat sama-sama jahil dan Childish
"Oh ya Sona-chan"
"Hm?"
"Aku dengar kau bersahabat dengan Rias sejak kecil ya?"
"Hu'um" Sona hanya mengganguk saja mengiyakan ucapan dari Nii-samanya dirinya memang sudah bersahabat dengan Rias sejak kecil dia masih ingat, saat itu ayah Rias datang ke mansionnya untuk membicarakan sesuatu dan saat itu juga dia berteman dengan Rias tapi tunggu dulu...kenapa Nii-samanya membicarakan hal itu
"bagaimana sifatnya Sona-chan" terungkap sudah!, ternyata Nii-samanya berusaha untuk mengambil informasi tentang Rias dari dirinya, dia memang mengetahui jika Nii-samanya akan menikah dengan Rias tapi apakah segitunya kakaknya untuk mengetahui sifat dari calon istrinya itu, Sona hanya bisa menghela nafasnya saja
'Naruto Nii-sama ada ada aja' batin Sona sweatdrop melihat tingkah kakaknya yang sedikit berlebihan pada sesuatu sama persis dengan sikap Sera Nnee-sama
"Hmm...sebenarnya dia sedikit 'rakus' untuk menjadikan seseorang menjadi peeragenya tapi dia juga sangat ramah pada orang-orangan bahkan dia memperlakukan para peeragenya bukan sebagai budak tapi melainkan sebagai keluarganya" ucap Sona berusaha menjelaskan secara singkat tentang sikap sahabat masa kecilnya itu
"Oh" hanya kata itulah yang keluar dari mulut Naruto, sebenarnya Naruto menanyai hal itu hanya untuk mengganti topik agar adiknya tidak terlalu memikirkannya tapi sepertinya pertanyaan tadi ada untungnya juga sekarang dia sudah tau sifat Rias walaupun hanya sedikit tapi setidaknya dia tau sedikit tentang sifat tunangannya itu
Tapi sepertinya dia harus menyampingkan urusan itu dulu sekarang dia harus mencari tau siapa atasan dari Da-Tenshi yang kemarin menyerangnya dia harus secepatnya bertindak agar peristiwa itu tidak terulang lagi yaitu peristiwa perang akbar atau dikenal oleh mahkluk supranatural dengan nama Great War
Cukup sekali saja perang itu terjadi, perang itu sudah merenggut banyak korban dari ketiga fraksi dan jika hal itu terulang lagi bisa-bisa semua fraksi akan hancur akibat Great War yang terulang lagi dia harus mencari siapa yang ingin membangkang dari Azazel
RayNaruKushi...
TING TING
'Huft akhirnya istirahat juga ' batin Naruto senang karena sekarang sudah jam istirahat , jujur dirinya sudah tidak tahan dengan pelajaran pelajaran di sekolah karena memang dirinya sudah memasteri semuanya itu dan dia sangat benci namanya mengulang kembali pelajaran yang sudah ia kuasai
Naruto lalu merogoh sakunya untuk mencari sesuatu di dalam sakunya, 'are?', tunggu dulu dimana uang sakunya sial sepertinya dia lupa untuk mempersiapkan uang sebelum berangkat sekolah, Naruto hanya menghela nafas saja nasibnya memang sangat tragis hari ini
'Gaaahhhh, daripada diam saja lebih baik aku keliling sekolah dulu siapa tau ada hal yang 'menarik' yang mungkin aku temui' batin Naruto sambil mengelilingi sekolahnya lagi
Tanpa sengaja Naruto melewati ketiga orang itu yang tak lain adalah trio mesum, mereka nampak menatap dirinya dengan pandangan membunuh seakan dirinya mempunyai masalah pada mereka tapi seingat dirinya dia tidak mempunyai masalah dengan mereka bahkan dia tidak bertemu mereka sebelumnya kecuali...Issei yang kemarin ia temui tapi Naruto cukup tau nama-nama mereka yaitu Matsuda, Motohama, Issei Hyodou
"Jadi kau yang namanya Naruto Shitori kakak dari Sona Shitori" tanya Matsuda sambil menunjuk-nunjuk Naruto
"Yah, kau benar"
"Kuso ternyata kau benar Motohama, musuh kita bertambah satu lagi" ujar Matsuda sambil mengeluarkan anime tears yang membuat Naruto sweatdrop dengan tingkah mereka yang sangat nista melebihi Azazel
'Sebenarnya apa yang terjadi dengan dua orang ini yah' batin Naruto Sweatdrop
Naruto lalu menatap kearah Issei yang memandang dirinya kesal seperti kedua temannya entahlah tapi pandangan kemarahan itu bukan karena ketampanan dirinya tapi ada sesuatu yang lain yang pastinya bukan urusannya
Naruto lalu berjalan lagi menghiraukan kenistaan dua orang itu tapi baru beberapa langkah saja dia dicegat oleh suara Issei, "Berhenti disitu kuso-onna apa maksudmu tidak menolongku saat di klub Kendo aku tau kau kakak dari Sona dan juga kau sangat kuat tapi kenapa kau tidak menolongku saat di klub kendo kemarin" ujar Issei sambil mengeluarkan anime tears membuat Naruto sweatdrop melihatnya, ternyata dia hanya ingin membahas masalah kemarin itu
"Hm?, bagaimana ya aku menjawab pertanyaanmu singkatnya aku sangat tidak suka dengan namanya orang mesum seperti kalian terlebih kalian mengintip perempuan perempuan yang sangat seksi ber-oppai besar dan tidak mengajakku!" Kali ini giliran trio mesum yang sweatdrop mendengar ucapan dari senpai mereka yang terlalu nista, baru kali ini mereka mendapat seorang senpai yang sangat nista terlebih dia adalah seorang kakak dari ketua OSIS yang sangat tegas
"Senpai baka!, kau juga sama mesumnya dengan kami"
"Oi, jangan panggil aku dengan sebutan 'baka' aku masih sangat pintar, tampan,dan kuat daripada kalian"
"Ohhh Suka, kau kuat ya bagaimana jika kau bertanding dengan Yutto Kiba"
Checkmate!
Naruto tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia hanya mampu terbengong dengan mulut terbuka apa-apaan ini! Sepertinya dia sudah menjadi korban dari peerage Rias! Apa ini adalah rencana mereka untuk menggulingkan pangeran tampan milik Rias?!
"Hehehehe, senpai harus bertanding dengan Yutto Kiba dalam kendo dan jangan lupa semua siswa Kuoh Academy akan menonton pertandingan antara sang Casanova yaitu Yutto Kiba melawan Black Prince Kuoh Academy yaitu kau" ucap Issei sambil memperlihatkan mata yang berbinar-binar, dirinya berhasil menjalankan rencana dari Koneko
Jujur Issei sangat kesal dengan pernikahan pengganti yang direncanakan oleh Lucifer-sama atau notabennya adalah kakak dari bouchounya, dia akan melakukan segala cara untuk mengagalkan rencana dari mou Lucifer terlebih dia sudah didukung oleh Kiba dan Koneko membuat dirinya sangat semangat
Lain halnya dengan Naruto yang hanya bisa mengumpat saja setelah mengetahui rencana dari pemegang naga surgawi itu tapi nyatanya Issei meremehkan dirinya dalam permainan pedang dan itulah kesalahan fatal dalam rencana Issei
Perlu diketahui semasa dalam Elemental Nation Naruto sudah memasteri tanto atau katana dan itulah yang membuat dia dijuluki sebagai 'Kyubbi Fangs Slash' kekuatan berpedangnya mungkin sudah setara dengan para master Katana yang lain dia memakai Katana maupun tanto seakan benda itu adalah salah satu tubuhnya
Naruto lalu diam-diam tersenyum, tapi sepertinya rencana dari Issei memang sedikit mengejutkannya sepertinya dia akan memberikan sedikit respect pada Issei karena telah membuatnya terjebak masalah ini
"Huoooh pertandingan antara dua pangeran Kuoh!,Issei kau memang sangat jenius dengan ini wajah-wajah mereka akan hancur membuat mereka tidak dikerumuni para Gadis Kuoh, kita mendukungmu Issei" ucap Motohama dengan sangat semangat sedangkan Naruto hanya facepalm mendengarnya
'Apakah segitunya mereka sangat tidak suka dengan wajah tampan?' batin Naruto sambil memijik keningnya pusing dengan tingkah para trio mesum
"Baiklah Naruto! Ikut kami menuju ruangan Kendo disitulah pertandingan dimulai, ayo Naruto jangan mengecewakan par penonton" Ucap Issei dengan sangat percaya diri, dirinya sangat yakin Kiba akan menang melawan Naruto
Sedangkan Naruto hanya memasang wajah datar tanpa ekspresi, huh sepertinya ini akan menjadi hari yang sangat panjang bagi Naruto
RayNaruKushi...
"BAIKLAH PERTANDINGAN ANTARA SANG CASANOVA MELAWAN BLACK PRINCE AKAN SEGERA DIMULAI"
"ORRAAA"
"NARUTO-SENPAI PASTI AKAN MENANG"
"TIDAK SETUJU KIBA-KUN PASTI AKAN MENAG"
'Tcih kuso disini sangat ramai' batin Naruto sambil mendengus kesal dengan para siswa yang menonton pertandingan, dirinya memang sangat tidak suka dengan keramaian sama seperti adiknya yaitu Sona dia dan Sona biasanya memilih menghindar dari keramaian lain halnya dengan Serafall yang selalu ingin tampil eksis di keramaian dan itulah uang membuat Naruto sedikit jengkel dengan Serafall yang menurutnya 'tebar pesona'
Naruto lalu mengalihkan pikirannya dan pandangannya tertuju pada laki-laki blonde yang ada di hadapannya, 'hmmm, Yutto Kiba salah satu peerage Rias dengan bidak kuda pasti dia akan sedikit merepotkan bagiku' batin Naruto mengocek informasi dari lawannya itu
Sudah sebagai kebiasaan bagi Naruto jika ingin melawan musuhnya dia pasti akan mengamati musuhnya untuk mengocek semua kelemahan lawannya membuatnya selalu menang dalam setiap pertarungan bahkan saat Great War dia hanya mampu dikalahkan oleh Kokkabiel, Belial serta para seraph sedangkan yang lain dia selalu menang
'Huft sepertinya aku akan mengakhiri pertandingan ini dengan cepat' batin Naruto yang lalu bersiap-siap dengan kuda-kudanya
"HAJIME"
Sorakan para siswa Kuoh semakin menjadi saat pertandingan dimulai tapi dari Naruto maupun Kiba belum satupun yang mulai menyerang yang membuat para penonton kebingungan
"Kiba, kau mulai duluan" ucap Naruto sambil memperlihatkan pose menantang miliknya untuk memancing Kiba untuk menyerang dirinya terlebih dahulu
Kiba hanya mengganguk saja dengan cepat dirinya lalu menerjang Naruto dengan pedang kayu miliknya dirinya lalu berkali-kali menebas Naruto dengan pedangnya tapi sayangnya Naruto selalu saja bisa menghindar
Naruto lalu menendang perut Kiba membuat pemuda blonde itu sedikit terpental kebelakang Naruto lalu berlari kearah Kiba bersiap untuk menyerang Kiba
TAK TAK TAK
Bunyi antara dua bilah kayu menggema diruangan Kendo membuat sorakan dari para murid semakin keras
Naruto lalu sedikit mundur kebelakang bersiap menebas kembali Kiba, sedangkan sang Casanova hanya bersiap untuk menangkis serangan apapun dari Naruto
'aku akan mengakhiri ini dengan Cepat' batin Naruto yang lalu berlari dengan kecepatan yang sedikit lebih cepat
TRAAK
Patah, Kiba dan para murid hanya mampu terbengong saat shinai milik Kiba patah bahkan para anggota kendo juga ikut terbengong...baru kali ini mereka melihat seseorang mematahkan shinai bahkan untuk ketua klub kendo sekalipun yaitu Murayama hal itu sangat mustahil dilakukan
Naruto lalu mengacungkan shinainya kearah leher Kiba, "Checkmate, aku menang kau banyak memperlelah pertahananmu membuat ku bisa mengalahkanku tapi aku yakin jika kau memperkuat pertahananmu kau pasti bisa bertarung lebih lama denganku"
"Terima kasih Senpai" ucap Kiba dan dibalas dengan anggukan saja
Naruto lalu berjalan menuju dimana Issei berada, dirinya lalu menepuk pundak dari pemegang salah satu naga surgawi itu, "Hm bagaimana pertarungannya Issei, apakah sangat keren kalau boleh jujur aku sebenarnya menikmati pertarungan ini" Ucap Naruto membuat Issei bertambah kesal
'Kuso bagaimana mungkin dia bisa menang' teriak Issei dalam pikirannya, dia ternyata salah perhitungan harusnya dia sudah tau kehebatan dari kakak Sona itu dalah hal apapun tapi dirinya tidak menyangka jika Naruto-sama bisa pintar dalam hal kendo
BRAAKKK
Pintu utama dari ruangan kendo terlihat didobrak dengan paksa oleh seseorang yang tak lain pelakunya adalah Sona dan anggota OSIS yang membuat para murid ketakutan
"ITU KAICHOU"
"LARII"
Para murid lalu berlarian kesana-kesini menghindari para anggota OSIS mereka sangat tidak ingin berurusan dengan anggota OSIS apalagi seorang Kaichou yaitu Sona Shitori yang dikenal sangat tegas dan kejam
"Apa-apaan ini Nii-sama" tanya Sona yang masuk kedalam ruangan kendo bersama para anggota OSIS yang lain yang notabennya adalah peerage milik adiknya
Gulp
Naruto hanya meneguk ludahnya saat melihat wajah adiknya yang terlihat tidak bisa diajak kompromi kali ini dia sekarang benar-benar melihat Shinigami di dalam tubuh adiknya ini, dia harus cepat mencari alasan untuk menjelaskan apa yang terjadi pada adiknya itu
"Itu Ano" Naruto frustasi sekarang kenapa hanya untuk mencari sebuah alasan sangat susah bagi dirinya dalam situasi seperti ini
"Nii-sama kau tidak bisa mengelak lagi, sekarang kau dan Kiba ikut aku ke ruangan OSIS" ucap Sona Membuat Naruto mau tidak mau ikut ke ruangan OSIS walaupun ini bukan kesalahannya tapi dia juga termasuk dalam hal ini bukan
'Huft entah kenapa aku tidak bisa melawan adikku sendiri' batin Naruto dirinya memang tidak bisa menang melawan adik-adiknya terlebih Sera yang sudah dalam mode imutnya yang sukses membuat Naruto tidak bisa membantah keinginan dari adiknya itu
Tapi dirinya sedikit bersyukur karena adik bungsunya tidak seperti Sera yang bisa berubah sangat imut tapi dirinya juga harus mengutuk adiknya karena Sona bisa jadi sangat kejam layaknya Shinigami yang sedang ada didepan matanya
Naruto lalu menghela nafasnya lagi, dirinya hanya ingin bersantai dirumah saja bukannya seperti ini dia harap masalah ini cepat terselesaikan
RayNaruKushi...
"Apa kau tau Nii-sama tadi adalah tindakan yang paling ceroboh apalagi kita ini dari Clan Sitri Nii-sama dimana kita bertindak dengan pikiran kita" Naruto hanya mampu mengorek telinganya saja dia sudah mendengar kalimat itu lebih dari lima kali dari tadi
"Yare...yare..setidaknya maafkan Nii-sama kali ini , Nii-sama janji tidak akan melakukan hal itu lagi" ucap Naruto berusaha untuk memikat hati adiknya agar bisa Memaafkannya jujur dia sudah tidak tahan disini, ini ruangan OSIS atau ruangan instrogasi sih
Sona hanya mendengus saja mendengar permintaan dari Nii-samanya dirinya sedikit ragu dengan ucapan dari kakaknya itu mungkin karena kakaknya satunya yaitu Sera Nee-samanya selalu mengingkari janjinya dan bertindak sesuai hatinya tapi tidak ada salahnya jika memaafkan kakaknya satunya
"Baiklah Nii-sama aku akan memaafkanmu kali ini tapi sebelumnya Rias ingin bertemu denganmu" ucap Sona yang membukakan pintu luar, terlihat Rias dan para peeragenya mulai memasuki ruangan itu
Naruto lalu mengangkat alisnya saat melihat wajah Issei yang babak belur apa yang terjadi padanya? Apa mungkin dia di hajar oleh para anggota klub kendo kurasa itu tidak mungkin karena memang Issei juga ikut Rias saat selesai pertandingan
"gomen Naruto-kun...gara-gara Issei kau jadi kotor begini iya kan Issei" ucap Rias sambil menglate Issei membuat salah satu anggota trio mesum itu hanya bisa bergidik ngeri mungkin karena itulah Wajah Issei itu babak belur
"Ah sudahlah jangan dibalas lagi oh ngomong-ngomong apa kalian mendapati Malaikat Jatuh yang mencoba membuat kacau wilayah ini"
"tidak Naruto-kun"
"Oh Souka" ini sangat membingungkan kenapa para Malaikat Jatuh tidak muncul si tempat iblis lain selain dirinya, kalau begitu sudah jelas kalau dia adalah target mereka tapi kenapa apa dia membuat masalah pada fraksi Malaikat Jatuh
"Ano Nii-sama"
"hmm nani?"
"Kenapa Nii-sama bertanya hal itu?"
Naruto hanya memandang datar Sona dan Rias beserta peerage mereka sepertinya dia haris mengatakannya yang sejujurnya pada mereka, "kemarin saat Nii-sama pulang dari sekolah, Nii-sama diserang oleh seorang Malaikat Jatuh yang sepertinya atas perintah tuannya entah siapa itu"
Sona hanya mampu terkejut dengan penyerangan yang dialami Nii-samanya itu, dirinya tidak habis pikir masih ada yang senang dengan perang selain Kokkabiel!?, sebenarnya siapa orang itu
"Awalnya aku berpikir jika hal itu untuk memulai Great War tapi setelah aku mendengar jawaban kalian aku sedikit ragu dengan pikiran Nii-sama ini, dengan kata lain mereka hanya ingin mengincar Nii-sama saja" lanjut Naruto
Sona hanya mengganguk saja jika yang mereka incar adalah Nii-samanya saja berarti pasti ada maksud tertentu Mengincar Nii-samanya
"Souka berarti orang tersebut pasti memiliki tujuan tertentu untuk membunuh Nii-sama" ucap Sona yang menyimpulkan masalah milik kakaknya itu, Rias hanya mengganguk saja membenarkan ucapan dari Sona
"Jadi apa yang harus kami lakukan Nii-sama" tanya Sona menunggu jawaban dari kakaknya itu
"Aku ingin kalian memperketat penjagaan fi wilayah ini" ujar Naruto yang sepertinya tidak akan membiarkan adiknya mencampuri urusannya, dirinya tidak mau kehilangan keluarganya lagi cukup sekali saja yitu Shisui Nii-sama saja dia tidak ingin kehilangan lagi
"Hari"
"Baiklah aku akan kembali ke kelas lagi Sona dan Rias tetaplah waspada dan ingat ucapanku" ucap Naruto dan hanya dijawab dengan anggukan saja
RayNaruKushi...
Skip Time (Pulang sekolah)
"Hah yare...yare sekarang saatnya berkunjung ke Gubernur Malaikat jatuh mesum itu" ucap Naruto yang menenteng tasnya dirinya sedikit bersyukur tadi dia hanya mengikuti pelajaran selama satu jam sehingga dia tidak terlalu bosan sepertinya dirinya harus bersyukur karena tadi di interogasi oleh adiknya selama 2 jam penuh
"Aku akan bertanya sesua-" BWOSSH hampir saja Naruto terkena tombak cahaya itu jika dia tidak memiringkan kepalanya dirinya pasti akan terkena serangan itu
Naruto lalu menoleh kebelakang terlihat puluhan Malaikat Jatuh sedang mengepungnya, Naruto hanya mendengus saja baru kemarin bertemu saru Malaikat Jatuh sekarang dia bertemu puluhan Malaikat jatuh
"Oi kalian sebenarnya siapa atasan kalian" tanya Naruto yang sudah mempersiapkan kuda-kudanya bersiap untuk menyerang
"apa itu penting untuk seorang iblis yang akan mati" ucap salah satu dari mereka sambil mempersiapkan Light Spear
Naruto hanya memandang datar para Malaikat Jatuh tiba-tiba dirinya menghilang membuat Malaikat Jatuh itu terkejut dan tiba-tiba muncul dibelakang malaikat jatuh tersebut
"Sayang kalian yang akan mati *Thousand Ice Bird*
CRAASSH CRASSH ARRGHH belum sempat mereka membalas perkataan Naruto tiba-tiba tubuh mereka terkena sihir Naruto membuat mereka mati ditempat
Para Malaikat Jatuh yang selamat hanya bisa menggeram saja melihat teman-teman nya, "Kisama, kau akan membayarnya dengan nyawamu arrrgh *Five Combined Light Spear*
Naruto hanya tersenyum saja melihat kelima Light Spear yang menuju kearahnya, bagi Naruto kombinasi itu sudah sangat kuat untuk melawan Malaikat jatuh dengan empat pasang sayap
*Ice Shield*
Craash Crassh Crassh
Naruto lalu berlari mendekati kumpulan Malaikat Jatuh tersebut dengan sebuah tombak es berada ditangannya
"Kalian akan mati" CRASSH CRAAAH CRASSH Naruto lalu dengan cepat membunuh mereka dengan gerakan memutarkan Ice Spear miliknya membuat para Malaikat Jatuh tersebut terkena serangan tersebut
Prok Prok Prok
"Hehehehe ternyata benar kau sudah sangat kuat daripada dahulu" ujar seseorang yang berada dibelakang Naruto
Deg
Dengan cepat Naruto lalu memandang kebelakang disana berdiri Belial dengan seringai diwajahnya, Naruto hanya bisa menggeram saja sekarang musuh yang pernah ia hadapi berdiri gagah dihadapannya
"Belial"
"Kau masih mengingatkanku ya tapi sayang sekarang waktunya kau akan mati" ucap Belial yang menghilang dari pandangannya Naruto
Duaakh Kraak
Naruto bisa merasakan salah satu tulang rusuknya patah saat terkena tendangan dari Belial tapi belum sempat Naruto berdiri Belial sudah ada di atasnya dengan sebuah bola cahaya yang akan besar
"Matilah menyusul Nii-samamu *Meteorite Beast Light*"
Duaaaar
Belial hanya memandang datartempat ledakan yang ia buat dia sedikit kecewa dengan pertarungan yang sangat singkat ini tapi yang membuatnya kembali menyeringai ialah Naruto tidak mungkin mati semudah itu minimal dia akan pingsan saja
Ternyata benar tubuh Naruto sekarang sedang mengapung disungai dekat pertarungannya itu
"aku menunggumu Naruto"
.
.
TBC
.
.
.
Yo bagaimana chap ini lumayan absurd atau keren oh ya and mau ngadain polling nih yaitu pemilihan fic baru yaitu
X Tokyo Ghoul (kayaknya Naruto cocok deh disan)
X Beelzebub (kayaknya bagus)
Kalian bisa ikut dengan cara polling di profile gue ya
