HIYYAA! Kembali bersama saya di acara—tunggu, ah melenceng lagi. Daripada lama, mending langsung bales review:)

MayuMoeChan:

Lagi sakit gigi? Cepet sembuh ya, nih toss sama len :3 /ngasihLen /dibuang. Gak apa-apa kok, makasih udah review, cepet sembuh yaaa :D

Hikaru Kisakine:

Tau nih Dell OOC banget, gajelaBUAGH! Ini sudah dilanjut, terima kasih sudah review :D

NekoNeko 'Ayi'-chan:

Ini sudah dilanjut kok. Terima kasih sudah review :D

Namikaze Kyoko:

Giles aja Ring sama Lui, biar gepBUAGH! Ini sudah di update terima kasih sudah review :D

TasyaKagamine:

Ini sudah dilanjut. Terima kasih sudah review :D

Guest:

Ini sudah di update terima kasih sudah review :D

djokroe:

ini sudah di lanjut, terima kasih untuk fave, dan review nya :D

YandereHachan:

Eh masih banyak typo dan kependekan? Maafkan saya, soalnya lagi buru-buru untuk ngecek typo. Ini sudah di update, terima kasih sudah review :D


Miidori Proudly Presents:

"When The Fake Becomes Real."

Disclaimer: All Vocaloid Character and the lyrics are not mine.

Warning: Everything that needs to warned.

Summary: Kagami Rin dan Kagamine Len, adalah pasangan artis palsu. Tapi bagaimana jika candaan Len di wawancara menjadi kenyataan? /Bahasa Gaul.

Don't Like?Don't Read.

HERE WE GO!

*note: "bla bla bla" suara orang yang ditelfon."lalala"=suara handphone.


Masih bersama dengan acara kamu dan—ups, maaf. Masih dengan tempat awal kejadian, rumah kedua pasangan palsu. Kagamine Rin dan Kagamine Len!

Sebuah jam digital menunjukan jam 9 pagi. Rin sedang mengeringkan rambut pirangnya dengan hairdryer. Ia memakai kaus pink dengan rok merah peach. Acara mengeringkan rambutnya ter-pause oleh suara langkah kaki Len.

"Udah belom? Lama amat lu. Nungguin berasa 100 abad, cuy." ucap Len dengan nada bosan. Sama kayak Rin, ia memakai kaus pink dan ro—ups salah, maksudnya kaus biru, dan jeans.

"Sabar. Orang sabar pan—PIIP—nya lebar." jawab Rin males-malesan. Ia meletakkan hairdryer nya dengan malas, "Ayo!" ucapnya.

Mereka berjalan menuju ke pintu berwarna coklat yang langsung menuju ke dunia kebebasan—maksudku, ke luar rumah. Mereka menuju mobil berwarna hitam, lalu membuka pintu mobilnya dan masuk ke dalam. Dan prosses menghidupkan mobil pun berjalan. Dan mobil pun berjalan. Ya iyalah masa terbang.

"Um... Rin, boleh ngomong gak?" Len mencoba memulai pembicaraan.

"Hm?"

"Kan gini, kita kan udah lama uhuknikahuhuk... buat anak yok." bentar deh, kita liat ke Rin. kok di sampingnya ada item-item, di kepalanya ada perempatan ju—wait. Tau rumusnya kan... item-item disamping + perempatan di kepala + Rin = kemarahan monster. Oh no.

"Len. Ada kata-kata terakhir?" ucap Rin, dengan seram. Kemakan item-item yang disamping dia kali ye.

"Eh apaan sih, ditanya ben—" ucapan Len terhenti ketika melihat Rin yang sudah bersiap mencekiknya dengan tali, menusuknya dengan tombak, menembaknya dengan peluru... cinta. Oke itu rahasia Rin. Hah? Rahasia?

"LEEEEEENNNN! AMIT-AMIIITTTT! DEMI DEWA JERUK KE-100 YAITU GUE! GUE AKAN MAU! PERNAH! UHUKBUATUHUKANAKUHUK SAMA CEWEK KAYAK LOOOOO!"

"Yailah, santai Rin gini gini gue ganteng loh. Eh tapi..." sejenak ocehan Rin terhenti, melihat sebuah sayap hitam muncul di punggung Len—maaf salah, maksudnya aura hitam yang sama dengan miliknya muncul di samping Len, "lo bilang gue apa? Cewek?" sambungnya.

Gulp. Mendadak author, dan Rin menelan ludah bersamaan. Rin langsung mengencangkan sabuk pengamannya, dilihat speedometer mobil Len, melebihi batas normal. Kayaknya, bakal ada deh yang pergi menjelajah waktu, sangking cepetnya mobil Len. "Len ga-ga-ganteng, pe-pe-pela-lanin do-dong mo-mob-mobilnya. Please..." ucapnya tergugup. Ah sedikit info, sekarang mereka sudah ada di masa depan. Eh, gak deng.

Len memelankan mobilnya, Rin menghela nafas sebentar, lalu melihat ke arah Len yang nyengir setan, atau bahasa kerennya, devil smirk. "Rin-chan, pengen anak cewek apa cowok?" tanyanya.

Rin sudah mempertimbangkan ini sebelumnya. Bukan soal anak mesum. 'kalo gue bilang anak cewek/cowok dia pasti bakal nge PIIPgue. Kalo gue bales, nanti gue dijadiin bakso lagi. Bimbang nih bimbang' pikirnya. Ia melihat ke arah Len, lalu mendapat pencerahan, "Len-kunnnn~ parkirin dulu aja~~ tuh liat kita udah sampe~! Cucok deh~~" ucapnya.

Len melihat ke arah depan. "Sial, udah sampe lagi..." Len berkata pasrah. Lalu masuk ke basement untuk parkir.


Ubah tempat di salah satu restoran di TownSquare, yang bernama, 'gustosissima'. Ini apalagi sih, gak ngerti nih, gak ngerti!

Kali ini, kita bukan bersama dengan kedua pasangan palsu pirang. Kali ini kita bersama oleh salah satu pengganggunya, SUZUNE RING! Beri dia tepuk tangan!

"Rencana dimulai 15 menit lagi." ucapnya. Ia memakai baju putih, dengan celana pendek berwarna biru, yang ditutupi oleh poncho rajut. Ia melihat ke arah pinta masuk, dua pasangan berambut pirang datang, bergandengan tangan, sok romantis. Kagamine Rin dan Kagamine Len! Beri mereka tepuk tangan! Oke sekarang kita akan mewawancara—maaf, salah. Rin dan Len berjalan menuju meja tempat Ring duduk. Ring tersenyum manis saat mereka duduk di depannya, "Ah, lo semua mau makan apa? Gue bayarin deh!" ucapnya.

"Yey! Makan gratis! Waktu bagus nih, lagi bokek banget! Biasa, belom ngegesek atm, di ketek Len. Huehehe!" ejek Rin. Ring, hanya tertawa penuh akting belaka. Cielah author~

"Asal ngomong aje. Eh, pada mau makan apa? Gue beliin nih." tawar Len. Len melihat ke arah Ring, yang menunjuk gambar Prosciutto. Lalu ia melihat ke arah Rin.

"Gue pete fries, sama semur jengkol aje. Kalo bisa dua porsi yak, laper nih cynn~~" ucap Rin. Ia melihat-lihat menu-menu yang ada di buku menu, lalu matanya menyampaikan pada otak, dan otak menyampaikan pada iler, "Sama deh, kayak Ring aja. Kita sehati kan Ringgg-channn~~" ucapnya dengan iler yang sudah menjadi lautan.

"Ew... oke tunggu sebentar nanti gue balik." Len berjalan ke arah mbak kasir, dan memulai pemesanan makanan. Nanti, bagi-bagi yah.

Ring melihat ke arah Rin. lalu tersenyum licik. "Pulang sana. Ganggu aja." ucapnya tiba-tiba, Rin melihatnya dengan tatapan penuh tanda tanya.

"Apa? Pulang?" Rin menengok ke kanan dan kiri, "Lo ngomong sama siapa? Gue?" sambungnya.

"Cewek tolol." ucap Ring, "Pantesan Lui mutusin lu. Cewek tolol, gak bisa masak, berandalan. Gue bingung kenapa Len-kun mau sama lo, bagusnya dia sama gue." sambungnya lagi.

Rin membulatkan matanya, tetapi sedetik kemudian, ia menetralkan kembali ukuran matanya. Lalu ia berdiri dari tempat duduknya, ke arah orang lain yang sedang mengaca, dengan kaca kecil, "Mbak, boleh pinjem kacanya?" tanyanya halus. Lalu disambut anggukan oleh pemilik kaca. Ia melangkahkan kakinya ke arah tempat duduk Ring.

"Ma-mau apa lo? Non-nojok gue? Ha-hah?" Ring ketakutan setengah mati, melihat Rin dengan sinis menatapnya. Tangan Rin yang bebas digunakan untuk merangkulnya.

"Ngaca yaaa, liat deh, siapa yang lebih tolol? Yang lebih bego di masak? Yang lebih berandal? Dan jawabannya, itu lo. Suzune Ring. Dan, jelas aja si Len milih gue, karena gue lebih cakep dalam hal apapun daripada lo. Murahan." ucap Rin dingin.

DRAASSHHH!

Hujan mengguyur, TownSquare, membuat keadaan makin mencekam. Ring berdiri, melepaskan rangkulan Rin, lalu menamparnya.

PLAKK!

"A-apa-apaan ini?! Kok gue gak diajak-ajak! Mau nonton drama kalian juga tau!" Len tiba-tiba dateng, nyerocos gak jelas.

"Len-kun... Rin-chan... dia... dia... dia marahin gue!" ucap Ring caper sama Len.

"Itu... bener Rin?" Len bertanya dengan wajah khawatir.

"Tanya aja sama si Murahan itu." jawab Rin, lalu berlari ke arah pintu keluar. Meninggalkan Len bersama Ring, samar-samar ia mendengar, "Rin gak mungkin lakuin hal kayak gitu. Kalo ada asap pasti ada api... kok gue keren banget sih."

Rin berlari ke arah pintu kelar TownSquare. Menerobos hujan, sampai ia cukup jauh, ia jatuh terduduk. Pandangannya dikaburkan oleh air mata yang berkumpul, di pelupuk matanya.

"Kenapa...? Saat gue suka sama dia... dia... dia..." ucapnya memberkan rahasia yang tadi. Yang tadi itu loh! Masa gak inget!

Lalu ia merasa, tetesan hujan yang sedari tadi menerpa dirinya, kini terhalangi. Kepalanya mendongak ke atas, melihat payung yang dipegang oleh—

"Lui?"


-TO BE CONTINUED-


Author Time:

Yak! Kembali lagi dengan saya! Heehh maafkan saya update lamaaa, karena sudah ada fic baru, yah sebagai selingan laahhh hehehe XD ngomong-ngomong daripada lama-lama, review! X3