Me and My Idol

Main Cast : Oh Sehun

Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Xi Luhan

Suho

Main pair : HUNBAEK [SEHUN X BAEKHYUN]

Chap : 7

Deg

"bisakah oppa buat aku merasakannya, dan kita lihat apa aku berpaling dari mu?" ucap baekhyun sambil tersenyum menujukan eyesmile nya

.

.

Duk

"aaawwwwhh" Itu teriakan baekhyun yang mendapat serangan sendok makan sehun, karena menganggunya.

"berhenti menggoda ku baek"

"kau selalu menganggu ketika aku mulai serius, aku kecewa berbicara pada mu" ucap sehun marah sebenarnya dia malu hampir saja dia masuk kedalam permainan baekhyun lagi dia tidak mau kembali tergoda.

"hiks"

"apa kau pernah merasakan ketika kau di permainkan?" lanjut sehun lagi, "kau tidak tahukan bagaiman- baek kenapa kau menangis?" ucap sehun terpotong dan langsung menujukan wajah khawatirnya

"huwwwwaaaaaaaa hiks hiks aku hanya ingin menca hiks irkan suasana hiks kau bilang kau pria yang dingin huwwaa aku hanya membantu agar obrolan hiks kita seruuuu,kenapa kau memukul kepala ku dengan sendok hiks sakit" astaga sehun bingung jika baekhyun sudah menangis begini

"baek maaf ya maaf aku hanya tidak mau kau menggoda ku aku tidak suka" sesal sehun

"hiks sakiiit hiks sakiit" ucap baekhyun sambil terus menangis mengusak rambutnya (*hmm terlalu mendramatisir baek, kami juga tau kamu acting doang -_-')

"baek maaf ya ya maaf ya"

"tapi ini sakit tau gaaak, coba sini oppa yang ngerasain di pukul idola hiks huwaaaa di pukul idola sendiri itu tuh kaya di buang jadi fans huwaaaaa"

"aku gak ada maksud gitu baek, maaf ya oke deh karena idola mu ini udah salah, oppa bakal turuti semua kemauan baekkie untuk malam ini sampai jam 12 oke" sehun tersenyum karena dia pikir sampai jam 12 itu tidak akan lama (*hmm thehun tawaran mu cah baguth, gak tau aja baek itu, themoga bethok thehun bitha liat matahari)

"hiks bener? Oppa mau nuruti semua yang aku minta" Tanya baekhyun sambil ngehapus air mata sandiwaranya dan bertanya dengan binar (sok) polosnya. Dan sehun tersenyum lega karena baekhyun mau berhenti nangis.

"iya baek sekarang jangan nangis ya, kita lanjut makan ya" sebenarnya bukan karena baekhyun nangis tapi sehun emang selalu panic kalau ada perempuan nangis di depan dia, dia bakal lemah.

"yeey ayo kita makan setelah ini kita ke sungai han"

"hah ngapain malam-malam ke sungai han baek?, mau bunuh diri karena di pukul idola sendiri?"

"-_- bukan, katanya kamu mau nuruti semua permintaan aku, aku Cuma mau main-main di sungai han, sejak di korea aku belum kesana"

"ooh kirain"

"iya kalo kamu gak cepat makan yang kamu kira bakal jadi kenyataan, aku suruh kamu nyelam ke sungai han" ucap baekhyun galak, sehun membolakan matanya

'sial kejebak, ini anak sudah informal pake ngancam lagi, untung sayang eh? Gak gak aku gak sayang sama dia, duh Oh Sehun sadar dia itu penuh dengan muslihat, liat saja akan aku tinggal dia di sungai han' batin sehun tapi seketika dia ingat perkataan baekhyun tadi. "Yak oppa aku tidak jelek huh, jika kau meninggalkan ku di taman dalam waktu 10 menit maka, seluruh pria tampan di korea akan menawarkan ku pulang hahaha". 'gak aku gak bisa ninggalin dia, dia bukan gadis jelek itu gak kejam aku harus cari yang lebih kejam' batin sehun lagi sambil mentap baekhyun dengan tatapan seperti merencanakan sesuatu, baekhyun yang melihat menyeritkan dahinya.

"tck habiskan makannya, kita akan semakin malam sampai di sungai han" teriak baekhyun

"haaaissh kenapa juga aku menuruti mu"begitulah seterusnya pertengkaran berisik mereka.

.

.

At sungai han

"waaah udaranya dingiiin, indahnya kalau malam begini" ucap baekhyun riang sambil berteriak mengelus kedua sisi lengannya.

"hm bodoh kesini tapi dengan baju tipis" ucap sehun sambil memberikan jeketnya ke pada baekhyun, baekhyun pun hanya melirik haru, kagum pada idolanya

"sana beli jaket di toko terdekat, aku tidak bisa pakai baju berlengan pajang seperti ini saja" tatap sehun mematikan senyuman baekhyun

"dasar aku kira dia pria yang keren" omongnya sendiri

"tidak ada juga, pria keren yang mau mati kedinginan, tidak elit tau, sana beli, akan ku tunggu" ucap sehun datar, baekhyun hanya memberikan tatapannya lalu segera berlari mencari toko entah ada entah gak

.

"hmm untung ada yang menjualnya" ucap baekhyun sambil memegang jaket sehun, di berlari sambil memperhatikan jaket itu sampai matanya menangkap penyewaan sepeda, dia ingin bersepeda.

Tapi bukannya di naiki dia malah menuntunnya, setelah belum dekat dengan sehun dia menghidupkan lampu sepeda dan mengarahkannya pada sehun

'siapa itu apa fans lagi, ah ini sudah malam aku letih harus berlari' batin sehun

"what's up broo ini jaket mu trims" ucap baekhyun sambil terus menuntun sepedanya

"baek asatga aku kira kamu fans" seraya mengambil jaketnya

"paranoid" gumam baekhyun tanpa sepengetahuan sehun

"ini sepeda siapa baek, kamu mencuri dimana?"

"ini minjam bodoh, apa ada aku mencuri menuntunnya dengan santai"

"eh hehe benar juga dan lagi kenapa kau menutunnya, sepeda untuk dinaiki baek bukan di tuntun, hahaha atau kamu tidak bisa naik karena tubuh pendek mu"ucap sehun sambil menunjuk-nunjuk hidung baekhyun

"aaakhhh lepaaass baek" itu teriakan sehun sebagai korban karena jari yang dia gunakan untuk menunjuk baekhyun di gigit oleh si pendek-baekhyun

"aduh sakit sekali, hah hah aku bisa kena penyakit menular dari mu setelah ini"

"iya penyakit pintar ku agar otak mu juga pintar"ucap baekhyun

"haish kau benar benar sudah nyaman ya pada ku sampai out of character dan berubah dari character pertama mu bertemu aku, sudah informal bilang aku bodoh lagi" ucap sehun kesal liat baekhyun dan mengusap jarinya yang sudah terlepas dari gigi baekhyun

"itu karena aku menyayangi mu" ucap baekhyun sambil tersenyum

Deg

Deg

'Perlahan semua menjadi lambat ketika aku melihat senyum itu lagi, dan bahkan malam ini tahu hati ku sedang berdebar sehingga dia mengindah kan suasan di antar kami berdua' batin sehun

Taak

"aaakh appo" teriak baekhyun yang dahinya di sentil oleh sehun dengan kuatnya

"lagi, lagi lihat kau lagi menggoda ku" sadar akan lamunan dan puisi gilanya tadi sehun menyenti baekhyun.

"hiks hiks apa salah ku, apa kau gila hiks huwaaaaa" teriak baekhyun, sehun yang panic ketika baekhyun berteriak takut mengundang perhatian orang lain

"baek sudah ya maaf kan aku, aku kesal maaf baek"

"hiks belikan aku ice cream dan ayo kita bersepeda"

"huh?"

"hiks huwaaaa aku tidak mau memaafkan mu sebelum melakukan apa hiks yang ku suruh"

"merepotkan"

"huwaaaa eommaaaaaa" 'astaga umur berapa sih dia sekarang' batin sehun

"baik baik akan aku belikan dan nanti kita akan bersepeda huft" sehun menghebuskan nafasnya kasar

"tunggulah disini"lanjut sehun lalu berlari ke arah toko serbaada baekhyun tersenyum sambil mengahapus air mata sandiwaranya.

"astaga baek kenapa kau lupa dia seorang artis bagaimana kalau ada yang melihatnya, bagaimana jika ada sasaeng fans bagaimana jika sehun di culik, pabbo baekhyun pabbo" dia tidak tahu harus mengejar sehun atau tidak karena sehun sudah menghilang, dia berjongkok di samping ban sepeda sambil menangis merutuki kesalahannya berharap sehun kembali dengan selamat.

"baek kau kenapa?" Tanya sehun yang sudah berdiri di sampingnya, baekhyun mendongakan kepalanya dan tersenyum cerah lalu

Greb

Baekhyun memeluk sehun kuat sambil menenggelamkan kepalanya di dada sehun dia menangis dan bersyukur sehun kembali tanpa ada masalah karena ini adalah ulah kekanak-kanakannya, sehun yang terkejut dengan perlakuan baekhyun sambil terus terdiam mematung meremas ice yang tadi dia bawa, bukan ice cream ternyata hanya batangan ice loli

'eh? Kenapa jantung ku berdebar begini apa kerena aku habis berlarian kemari atau karena pelukan ini… hangat' batin sehun sambil tersnyum

"hei baek kau kenapa" sehun yang kembali sadar menyadari baekhyun menangis bertanya sambil terus menyamankan posisinya

"maaf maaf kan aku oppa sikap ku kekanak-kanakan benar-benar merepotkan mu hiks" sehun mengelus rambut baekhyun yang tergerai

"baru sadar eoh? Haha sudahlah aku memaafkan mu, ayo kita bersepeda" baekhyun melepaskan pelukannya pada sehun dan langsung menatap sehun galak

"sok tampan sekali"

"aku memang tampan, ini ice mu baek, tidak ada ice cream atau kau akan menjadi gendut aku hanya membeli ini" ucap sehun

"apa ini?"

"itu ice loli setidaknya tidak terlalu manis" ucap sehun memegang sepedanya

"ha? Dan kenapa sudah terbagi dua, ooh oppa sengaja ya?" ucapnya sok menyelidik

"astaga terus saja berburuk sangka, itu aku terkejut karena kau nona Byun Baekhyun dengan tubuh indah mu seketika memeluk ku" ucap sehun menggoda baekhyun dan benar saja baekhyun merona mendengar perkataan sehun sambil membayangkan bagaimana dia dengan anehnya memeluk sehun 'malu kau kan? tentu saja dasar bodoh kau baek' rutuk nya

"yasudah ini makanlah separuhnya"ucap baekhyun sambil memberikan ice itu pada sehun, tapi sehun yang sudah naik di sepeda hanya menatap

"apa menurutmu aku bisa makan saat kau ku bonceng?" Tanya sehun

"jadi bagaimana" sehun menarik tangan baekhyun untuk duduk di batangan sepeda gunung itu , baekhyun duduk di depan sehun

"suapi aku bisakan?" sehun mulai mengayuh sepedanya dan baekhyun yang masih mentap wajah sehun yang dapat dia pandang dari jarak dekat, sehun membuka mulutnya

"aaa" ucap sehun lalu dengan sigap baekhyun yang mengarah samping menyupinya sambil merona

'kyaaaa selamat baek ini super duper ultrarezeki huwaaaa di bonceng oppa di sungai han yang romantis, berhasil memeluknya, menyuapinya kyaaa aku bisa mati, tampan sekali wajahnya tuhaaaan aaaahhh jangan cabutnya nyawa ku sekarang tuhan karena hidupku penuh keberuntungan' batin baekhyun berteriak ala fangril

"sudah puas memandang pemandangannya baek"

"belum" jawab baekhyun yang masih memandang wajah sehun, tanpa sehun ketahui.

"tidak ku sangka tempat ini indah, kalau sepi, benarkan baek?"

"iya benar-benar indah dan tampan" sehun yang mendengar perkataan baekhyun menyeritkan dahi 'apa yang dipandang gadis ini' dia lalu menunduk melihat baekhyun yang memandangnya dan kaget bertemu pandang dengan mata indah baekhyun dalam jarak dekat deg deg deg

"aaaghhhr/kyaaa" keduanya berteriak kesakitan jatuh dari sepeda karena keduanya sedang terpesona ria dengan wajah keduanya.

"kau tidak apa-apa baek?" Tanya sehun setelah berhasil membangkitkan dirinya yang tersungkur bersama sepeda.

"ha kau menambah trauma ku saja"

"kalau sudah trauma kenapa tadi ingin naik sepeda"

"karena aku ingin, nanti juga aku akan ingin dan merindukan trauma yang baru kau buat, menaiki sepeda bersama oppa dan terjatuh" ucap baekhyun sembari tersenyum tulus

"baek.."lirih sehun memandang wajah indah baekhyun

"hahaha aku tidak menggoda oppa aku bersungguh-sungguh kini dan jangan kagum begitu"

"kagum?, aku memanggilmu karena kaki ku sakit"

"hah benarkah apa terkilir? Kalau begitu naik" ucap baekhyun panic sambil membawa tubuh sehun bermaksud menggendong sehun di punggungnya

"hah, tidak baek, tidak begitu, lihat kaki ku masih kuat"

"hah benarkah?, kalau begitu menunduk, oppa yang akan menggendong ku sampai mobil"

"hah?"

"iya lihat ini masih jam 12 kurang 18 menit masih banyak waktu untuk menuruti ku, sesuai janji oppa"

"hah?"

"sudah hah hah mulu"

"merepotkan" gumam sehun, hup baekhyun sudah menaiki punggung tegap sehun, baekhyun tersenyum dalam gendongan sehun, merasakan kedekatannya, jantungnya berdebar mungkin sehun akan mendengar tapi dia tidak peduli, dia dapat mencium aroma seperti parfum atau shampoo yang maskulin dari perpotongan leher sehun. Dan tanpa di ketahui baekhyun juga sehun tengah mengembangkan senyum tampannya.

.

.

.

TBC

Maaaf ya buat semua ada yang nunggu ff ini gak?

sekali lagi minta maaf banget telat update, jongmal mianhae:*

gimana ff nya? jangan lupa review yaa? saranghae buing buing:*