Aku bangun dipagi itu dan merasakan nafas seseorang berhembus dileherku, aku membalikan badan dan menyadari bahwa Draco tertidur sambil memelukku, dia tidak melakukan apapun selama aku tidur kan?pikirku lalu mengecek pakaianku yang masih utuh. Aku melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 4 dini hari, aku memutuskan untuk bangun lebih awal dan duduk didepan jendela besar kamar Draco. Aku membuka jendela dan merasakan angin langsung menerpa kulitku yang hanya ditutupi baju tidur tipis ini, aku memeluk tubuhku sendiri, sedikit kedinginan, tapi entah mengapa aku menyukainya, aku memejamkan mataku dan menikmati angin yang menerpa wajahku, tanpa kusadari pikiranku melayang ke kejadian semalam, saat Draco menyentuhku, menciumku seperti itu…aku tersenyum kecil…
"sedang apa kau?"suara Draco yang serak karena baru saja terbangun mengagetkanku
"tidak ada"jawabku singkat, Draco mengerutkan keningnya sambil mengambil posisi duduk disisi tempat tidur
"apa kau tidak kedinginan?tutup saja jendela itu"ucap Draco
"aku menyukainya seperti ini"jawabku ketus lalu kembali menatap keluar jendela
"tutup jendela itu Mione atau kau mau aku menghangatkan tubuhmu sekarang?"ucap Draco sambil menyeringai, aku menatapnya tajam
"cih…"dengusku lalu segera menutup jendela itu
"puas kan?"sindirku lalu memutuskan untuk berendam air hangat dikamar mandi
.
.
.
Draco's Pov
Aku menyeringai mengejek pada Hermione yang langsung masuk kekamar mandi dengan wajah kesal. Aku tertawa kecil saat ia sudah tidak ada lalu aku kembali menarik selimutku dan berencana untuk tidur lagi, aku berbalik menghadap tempat yang tadinya ditiduri Mione dan tersenyum saat mengingat bahwa 2 malam yang lalu dengan bodohnya aku pindah ke sofa hanya karena ragu ingin memeluknya yang tertidur disampingku dan semalam aku baru saja menciumnya, bukan menciumnya seperti yang selama ini kulakukan dihadapan orang-orang itu, ciuman ini entah kenapa terasa aneh dan berbeda, aku tak tahu kenapa perutku serasa dipenuhi ribuan kupu-kupu saat merasakan nafasnya berembus dipelukanku berbeda dengan apa yang kurasakan saat Pansy melayaniku ditempat tidur atau Astoria ataupun gadis-gadis bodoh yang bahkan namanya sudah mungkin karena ia benar tentang aku yang tanpa kusadari sudah berubah menjadi seperti Ayahku?haruskah aku membenci diriku juga sekarang ini? Aku meraba sisi tempat tidur yang kosong itu dan entah kenapa saat ini aku sangat ingin memeluknya, memeluk seorang Hermione Granger. SHIT!umpatku dalam hati saat menyadari apa yang kupikirkan sendiri, aku ini seorang Draco Malfoy, aku tak mungkin menginginkan gadis itu kan?SIAL!benar- benar sial!
.
.
.
Hermione's Pov (Normal Pov)
Aku mendengus saat melihat Draco yang sudah kembali tertidur lelap dibalik selimut, kumanfaatkan kesempatan itu untuk mengganti bajuku dengan gaun putih selutut yang ada merasa siap, aku melirik lagi ke jam dinding dan segera membangunkan Draco karena sebentar lagi kami harus berpamitan pada Narcissa
"bangun Draco"ucapku malas sambil mengguncang pundaknya
"sebentar lagi"gumamnya lalu menutupi kepalanya dengan selimut
"jika kau tidak bangun sekarang, aku akan meminta Narcissa membangunkanmu!DRACO BANGUN!"pekikku yang membuatnya mau tak mau segera bangun
"aku bangun, aku bangun"jawabnya lalu tanpa berkata apa-apa lagi segera masuk kekamar mandi
.
.
.
"hai Ced"sapa Draco begitu melihat Cedric yang tengah menunggu kami di kamarnya
"kalian sudah sampai rupanya, kalian mau sarapan dulu disini atau kita langsung ke Hogwarts?"Tanya Cedric pada kami berdua
"sebaiknya kita langsung ke Hogwarts saja, aku ada kelas pagi ini"jawab Draco
"baiklah kalau begitu"Cedric pun mempersilahkan kami memasuki perapian lalu kami pun menggunakan bubuk flo untuk pergi keasrama ketua murid
"thanks Ced, aku harus segera ke Slytherin sekarang"ucap Draco lalu segera meninggalkan kami setelah sempat sekilas menyeringai dan mengedipkan matanya padaku, ia tak pernah puas mengejekku
"jadi bagaimana akhir pekanmu?"tanyaku pada Cedric yang masih berdiri disampingku
"biasa saja, aku menginap di asrama Hufflepuff akhir pekan ini"jawab Cedric
"kenapa?"
"asrama ini terlalu sepi jika tidak ada kau"wajahku memerah seketika saat Cedric bilang begitu
"umm, maksudku bukan sepi karena itu, maksudku karena aku sendirian"Cedric mengklarifikasi saat melihat wajahku yang memerah, wajahnya juga sedikit memerah
"ya, aku tahu Ced"jawabku sambil menahan malu karena ia menyadari perubahan warna wajahku tadi
"jadi, bagaimana akhir pekanmu?"Tanya Cedric sedikit ragu, aku berpikir sejenak
"umm…biasa saja..tak ada yang special kurasa"jawabku sambil mengendikan bahu, Cedric menatapku sejenak lalu mengeleng-gelengkan kepalanya
"kau kenapa?"tanyaku
"tidak, tidak bersiap-siap kita harus keaula besar sebentar lagi"
"baiklah, kau duluan saja, aku akan menyusul nanti"jawabku
"Mione, masalah ke toko buku itu?"Cedric menatapku lekat-lekat
"akhir pekan ini aku bebas"jawabku cepat sambil tersenyum lebar
"baguslah kalau begitu, aku pergi dulu Mione"ucap Cedric lalu pergi
.
.
.
"Mione…"panggil Ginny saat melihatku memasuki aula besar
"hai Gin"sahutku sambil melambaikan tangan
"duduk disini saja"ajaknya sambil menarik tanganku, aku melirik ke meja Slytherin sebentar lalu mengikuti Ginny
"sebentar Gin, kita duduk didekat Cho dan Harry disitu saja"tunjukku kearah Harry dan Cho yang sedang menyantap sarapan mereka, Ginny mengangguk lalu kami pun duduk
"Harry, Cho…"sapaku begitu Harry dan Cho melihat kami
"hai Mione, hai Weasley"sapa Cho
"hai"balas Ginny sambil mengambil sepotong roti
"kau terlihat lelah Mione"komentar Harry saat melihat ku
"ya, aku baru saja kembali dari Malfoy Manor tadi pagi"
"kau menginap di Malfoy Manor?"Tanya Harry
"iya, apa Draco atau Cedric tak ada yang bilang padamu?"Harry menggeleng
"tak ada yang menyinggung hal itu, jadi bagaimana rasanya menginap dirumah mertua?"Tanya Harry menggoda
"biasa saja Harry, tak usah melebih-lebihkan ekspresimu seperti itu"Harry tertawa
"ayo Mione, kita harus masuk kelas sebentar lagi"ajak Cho yang sudah selesai dengan sarapannya, aku melirik Ginny yang sebentar lagi juga akan selesai
"kalian duluan saja, aku akan menyusul nanti"ucapku,beberapa saat kemudian aku dan Ginny keluar dari aula besar saat aku tak sengaja menyenggol seseorang hingga hampir terjatuh
"maafkan aku"ucapku dan segera tersenyum saat menyadari itu adalah Cedric
"sorry Ced"ucapku lagi
"it's ok Mione…"jawabnya
"hari ini kelas kita sama kan?kita pergi bersama saja"ajakku pada Cedric yang keluar dari aula sendirian
"ide bagus"ucapnya lalu kami bertiga berjalan menuju kelas bersama, Ginny yang notabenenya adalah adik tingkat pun berpisah dengan kami saat ia sudah sampai dikelasnya sendiri
"kau tahu Mione, ada sebuah cerita lucu di Hogwarts ini"aku menoleh ke Cedric
"cerita apa?kupikir aku sudah tahu semua tentang Hogwart?"tanyaku
"ada cerita yang mengatakan bahwa ketua murid Hogwarts dari dulu selalu berjodoh…lucu bukan?"Cedric tersenyum, tapi jantungku hampir melompat keluar karena jika memang ketua murid akhirnya akan berjodoh aku dengan senang hati akan menerima Cedric...tapi masalahnya, aku tidak akan pernah bersamanya, aku punya calon suami sekarang
"ya, itu lucu..kita akan jadi orang pertama yang tidak berjodoh ya…sejarah lagi terukir di Hogwarts"jawabku setengah berbisik
"ya,kau benar"balas Cedric sambil menatapku
"ada apa?"
"aku…umm…"Cedric sedikit terbata-bata sampai akhirnya ia melambaikan tangan
"lihat, Harry dan Cho sudah menunggu"akupun menengok dan segera menghampiri Harry dan Cho
"ayo kita masuk"ajakku pada mereka setelah mendengar bel berbunyi, sekilas aku memandang Cedric yang tersenyum dibelakangku sambil mencoba menebak apa yang ingin ia sampaikan tadi
.
.
.
"buku itu bagus juga"ucapku sambil menunjuk sebuah buku
"aku sudah baca yang itu"jawab Cedric
"jadi, bagaimana kalau yang ini?"aku menyodorkan sebuah buku padanya
"perfect…aku memang sedang mencari buku seperti ini"Cedric mengambil buku itu dan membawanya untuk segera membayar
"kau mau kemana lagi?"Tanya Cedric
"bagaimana kalau kita makan dulu di Three Broomstick…aku sedikit lapar"ucapku
"ayo…aku juga sedang ingin minum butterbeer"
.
.
.
"apa maksud semua ini?"Tanya Draco sambil melempar Prophet kearahku yang masih ada ditempat tidur
"pagi-pagi begini kau sudah teriak-teriak, ada apa?"aku mengambil Prophet yang dilemparkannya padaku dan melihat berita utamanya
DRACO'S MALFOY FIANCE CHEATING ON HIM?
Sepertinya Draco Malfoy saja belum cukup untuk seorang Hermione Granger, pada hari Sabtu calon Mrs Malfoy ini terlihat sedang menghabiskan akhir pekannya dengan seorang pria tampan yang lain. Siapa pria yang mampu menggeser posisi seorang Draco Malfoy dihati Miss Granger? Ya, dia adalah CEDRIC DIGGORY, pewaris dari Diggory Corp...
"bagaimana bisa kau seceroboh itu IDIOT!"bentak Draco padaku, aku tertunduk melihat Draco yang marah besar
"kau tahu Draco, semua ini tidak benar…"Draco mendengus
"aku tak peduli itu benar atau tidak, yang aku tahu kau mempermalukan keluargaku!apa yang akan dikatakan oleh keluargaku nanti bodoh, aku sudah sering memperingatkanmu Hermione, tapi kau tetap keras kepala!"aku menggigit bibirku, aku tak pernah melihat Draco semarah ini sebelumnya walaupun kami sudah sering berdebat
"seharusnya kau berpikir berkali-kali sebelum menerima tawaran keluargaku jika kau tidak bisa mengatasi hal seperti ini!kupikir kau cukup pintar untuk bisa menjaga rahasia setelah kau menjual harga dirimu pada keluargaku!"aku mendelik menatap Draco
"cukup Draco!kau tak bisa mengataiku seperti ini, aku memang bersalah, tapi kau tidak perlu seperti ini!"
"kau mau protes hah?semua yang kukatakan memang benar!kau tidak punya hak lagi untuk menentangku sekarang, kau sudah menjual dirimu sendiri demi harta!"
"DIAM kau!kau tahu alasanku BRENGSEK!jika bukan karena Sophie aku takkan mau berada disekitar PRIA BRENGSEK SEPERTIMU!sekarang aku bertanya padamu, siapa yang lebih bersalah diantara kita?aku yang menerima tawaran keluargamu karena terpaksa atau kau dan keluargamu yang terhormat yang memanfaatkan seorang gadis yang kalian sudah tahu pasti tidak punya pilihan lain?sekarang aku sadar keputusanku memang salah, SALAH BESAR!SEKARANG KELUAR ATAU KU LEMPARKAN MANTRA CRUCIO PADAMU!"Draco menatapku tajam, aku balas menatapnya tapi entah kenapa mataku terus mengeluarkan air mata, aku tahu aku salah pergi bersama Cedric, tapi kami tak melakukan apapun, dia tinggal menjelaskan itu pada media dan masalah ini selesai, ia tidak berhak menghinaku seperti ini, ia tidak berhak!
"sebaiknya kau segera temukan cara untuk menyelesaikan masalah ini"desisnya sebelum keluar dari kamarku, setelah Draco keluar aku menangis sejadi-jadinya, aku tak tahan lagi berada disamping pria seperti Draco Malfoy, tapi aku tak bisa melanggar janjiku sendiri…aku menghempaskan tubuhku kembali keranjang lalu menangis lagi
.
.
.
"Hermione"aku mendengar Cedric memanggilku berkali-kali, tapi aku tak menjawabnya
"aku perlu bicara denganmu Mione, bukalah"ucap Cedric
"pergilah Ced"ucapku akhirnya
"aku tahu ini semua salahku, ayolah Hermione, kita bisa menemukan cara untuk bicara dengan Draco, aku tahu dia sangat marah saat ini, dia bahkan tak ingin bicara denganku"aku mendengus, jadi sekarang Draco menyalahkan Cedric juga?HEBAT!akupun melangkah untuk membukakan pintu kamarku
"ini bukan salahmu Ced"ucapku begitu melihat Cedric
"aku akan membantumu menjelaskan semuanya dimedia, aku tak ingin semua orang berpikir buruk tentangmu"aku menatap Cedric
"aku bisa mengatasinya, kau tidak usah ikut campur Ced, ini semua salahku, jadi jangan libatkan dirimu"ucapku lagi
"bagaimana bisa aku tak melibatkan diri?aku memang terlibat dan semua orang tahu itu, sekarang gossip ini menjadi perbincangan hangat di Hogwarts"sejenak aku bersyukur tidak masuk kelas hari ini
"apa yang Draco katakan padamu?"Cedric menggeleng
"dia tak mengatakan apapun, sepertinya dia sangat marah"aku memegang keningku
"aku akan menyelesaikan ini, jadi kau jangan khawatir, bagaimana reaksi Harry?"
"dia yang paling tenang, dia bilang kita tidak seperti itu karena ia sangat mengenal kita"
"lebih baik kau menginap di asramamu saja sampai masalah ini selesai, aku tak mau orang semakin curiga"
"tidak, aku akan disini bersamamu"
"Cedric, aku ini calon istri sahabatmu, kita tak boleh terlalu dekat, orang lain bisa salah paham, kau yang menginap atau aku yang akan ke Gryffindor"
"kau tidak perlu berbohong lagi Mione, aku sudah tahu kebenarannya"aku menatap Cedric , ia tidak mungkin tahu kan?Merlin, Cedric tidak boleh tahu!
.
.
.
TBC
