GIVE ME YOUR SPERMA

[ CHAPTER 7 ]

AUTHOR : HADI EKO SISWANTO PUTRO (Prince Hadhi ESP)

CAST : EXO COUPLE dan Bertambah Sesuai alur cerita ...

PAIRING : CHANBAEK

GENRE : SCHOOL-LIFE, ROMANCE, YAOI, FANTASY.

RATE : M (NC 18+)

LENGTH : CHAPTERED

DISCLAIMER :

Member EXO milik keluarga mereka masing-masing, SM entertainment dan tuhan, Fanfiction ini murni milik saya pribadi dari hasil pemikiran otak saya yang terbatas dan imajinasi liar saya ini, CERITA INI PUNYAKU BUKAN PUNYAMU. SO, DIHARAMKAN UNTUK COPAS atau PLAGIAT MILIKKU...

maaf ya kalo alur ceritanya kecepetan.

Oiya, banyak banget TYPO disini... harap maklum ya, Karena saya bukanlah manusia yang sempurna. Jadi maaf, jika kalian membacanya tidak begitu nyaman !

WARNING : Mohon Jangan jadi SILENT READERS !

NC 18+

Disini Banyak DIRTY TALK !

YANG DIBAWAH UMUR DIMOHON JANGAN BACA !

I TOLD YOU

IF YOU DON'T LIKE THIS FANFIC, PLEASE DON'T READ

AND GET OUT!

#

#

#

*** HAPPY READING ***

#

#

#

"Bisa kalian jelaskan tentang ini Chanyeol-ah dan Baekhyun-ah." Seru Heechul Saem.

"Jelaskan tentan apa ya Saem?" tanya Baekhyun sopan.

"Jelaskan apa benar kalau kalian berdua adalah mutan dan Vampir, Hmmm?" sebuah senyuman punuh maksud tercetak diwajah Heechul Saem.

DEG~

Seluruh kelas membeku seketika mendengar penuturan Heechul Saem barusan, Chanyeol dan Baekhyun tersenyum kecut mereka saling berpandangan. Entah, mereka harus menjawab apa lagi. Mereka benar-benar sudah tak punya jalan keluar.

#

#

~ GIVE ME YOUR SPERMA [ Chapter 7 ] ~

#

#

"Kenapa kalian diam saja, Eoh?" desak Heechul Saem.

Baekhyun dan Chanyeol hanya saling berpandangan panik, mereka berdua benar-benar tersudutkan saat ini. Bahkan, seluruh pasang mata dikelas itu memandang kearah mereka.

"Itu punyaku Saem." Sebuah suara menginterupsi, semua mata kini beralih ke sumber suara itu—Kyungsoo.

Heechul menoleh kearah Kyungsoo, dia pun mendekati bocah bermata bulat itu sambil membawa tape recorder merah muda itu. "Maksudmu, suara yang ada dalam rekaman ini milikmu, Do Kyungsoo?"

Kyungsoo menarik nafas dalam lalu menghelanya perlahan, "Iya."

Heechul Saem makin mendekat lalu menyeringai senang, "Apa kau vampire?"

"Bukan."

Heechul tertawa pelan, "Atau Mutan?"

"Bukan."

"Maksudmu?"

"Aku manusia biasa, Saem."

Heechul menautkan alisnya bingung, kemudia dia tertawa terbahak. "Kau jangan berbohong, Kyungsoo. Jelas-jelas dalam rekaman ini kau mengaku kalau dirimu itu adalah seorang Mutan."

Terdengar bising suara anak-anak murid dikelas itu saat Heechul Saem mengatakan Kyungsoo adalah seorang Mutan. Chanyeol dan Baekhyun saling menatap khawatir. Kai dan Sehun tersenyum senang.

"Itu permainan Saem." Bukan Kyungsoo yang berbicara namun teman sebangkunya—Luhan.

"Permainan? Maksudmu apa Luhan? Apa kau juga bertanggung jawab atas rekaman ini?" tanya Heechul.

Luhan mengangguk sambil tersenyum, "Iya Saem, itu kami sedang bermain Truth and Dare."

"Truth and Dare?"

"Saem mau coba?"

"Bagaimana caranya?"

Luhan bangkit dari tempat duduknya, mengambil sebuah pena yang ada disaku bajunya lalu meletakkan diatas meja. "Kalau ujung pena ini mengarah pada Saem, maka Saem harus memilih Truth or Dare, bagaimana?"

"Kita Coba."

"Saem yakin?"

"Putar saja."

"Oke." Luhan mulai memutar pena itu, pena itu mulai berputar. Luhan tersenyum penuh arti, ingatkah kalian, Luhan punya kekuatan yang bisa mengendalihan apa pun tanpa harus dia sentuh—Telekinesis—dan itu sedang dia gunakan.

Tapi tunggu dulu, kenapa arah penanya berubah? Terasa ada semilir angin menyapa tubuh Luhan. Luhan mendongakkan kepalanya mencari tahu arah angin itu, Gotcha, Luhan menyeringai. Sehun menangkap netra hitam yang melihat kearahnya.

"Mau berain-main denganku rupanya." Gumam Luhan tanpa suara, isyarat untuk Sehun. Tentu saja Sehun bisa membaca itu.

"Kau menantangku?" balas Sehun yang juga bergumam tanpa suara.

Luhan hanya menyeringai, tangan kirinya dia kibaskan. Sehun merasakan kursi yang dia duduki bergetar, Luhan mengibak jari telunjukknya. sedetik kemudian kursi yang diduduki Sehun berjalan maju kearah Luhan. Tentu saja, kejadian itu membuat semua pasang mata didalam kelas itu melihat kejadian yang saat aneh dimata mereka itu.

"Ada apa kau kesini, Sehun-Sssi?" tanya Luhan polos, saat kursi itu berhenti didepannya.

"K-kau B-bagaimana B-bisa?" tampaknya Heechul Saem sangat terkejut saat kedua matanya melihat kursi sekaligus orang yang mendudukinya berjalan dengan sendirinya—seperti memakai sihir menurutnya.

Sehun hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal sama sekali dan menampilkan cengiran canggung miliknya, "Sulap Saem, aku main sulap, hehehe."

"Awas kau." Gumam Sehun tanpa suara namun dengan tatapan yang menusuk menatap kearah Luhan. Sehun kembali duduk ditempat duduknya.

Luhan yang melihatnya hanya tertawa saja,

"Terus, bagaimana lagi Luhan?" tanya Heechul Saem, menginterupsi tawa Luhan.

Luhan menghentikan tawanya, "Nah, jika pena ini berhenti, seperti ini." Luhan menunjuk pena yang berhenti tepat kearah Heechul Saem. "Berarti Saem harus memilih."

"Memilih apa?"

"Turth or Dare?"

Heechul Saem berpikir sejenak, "Emmm, Turth."

"Saem yakin?"

"Tentu saja, aku yakin dengan pilihanku sendiri." Jawab Heechul mantap.

Luhan mengangguk, "Oke, Sekarang Saem jawab jujur."

"Oke"

"Siapa yang sedang Saem sukai saat ini?"

Pertanyaan yang terlontar dari Luhan sukses membuat Heechil membulatkan matanya sempurna. Semburat merah muda tercetak dipipinya, dan sekarang terlihat Heechul Saem tersipu malu.

"A-apa itu harus Saem jawab?" tanya Heechul malu-malu.

"Harus Saem, karena Saem sendiri yang ingin bukti apa yang ada didalam hasil rekaman itu."

Heechul menghela nafas, "Saat ini orang yang Saem sukai ... "

Heechul diam sejenak, netranya melihat seluruh kelas. Dia sangat terkejut seluruh mata murid-muridnya tertuju padanya. Penasaran jawaban apa yang akan dia berikan. Karena selama ini Heechul sangat tertutup untuk urusan percintaan. Bahkan banyak yang bilang dia akan menjadi perjaka tua nantinya. Sungguh miris.

"Siapa Saem?" desak Luhan.

Heechul menelan saliva-nya kasar, "Si-Siwon Saem."

1 detik

2 detik

3 detik

"KYAAAAAAAAA,,,, CIIIIYYYEEEEEEEEEE,,, SWIIITTTTTT SWIIITTTTTT... "

Kelas menjadi gaduh saat Heechul menyebutkan nama Siwon, nama orang yang tengah dia sukai saat ini. Hancur sudah reputasi Heechul, wajahnya merah padam menahan malu.

"Sekarang Saem sudah pahamkan.

"Iya."

Luhan tersenyum penuh kemenangan, dia kembali ketempat duduknya. Ber-High Five dengan Kyungsoo dan memberi kedipan kearah Baekhyun dan Chanyeol.

"Terima kasih, Luhan"

"Tidak usah berterima kasih, aku hanya ingin menolongmu saja, Soo."

"SUDAH-SUDAH, AYO KITA MULAI PELAJARAN." Pekik Heechul, yang sukses membuat kelas menjadi tenang kembali.

.

.

~oooOOOooo~

.

.

Kyungsoo berjalan tergesa-gesa menuju asrama, tangannya memegangi perutnya saja sedaritadi. Wajahnya meringis

"Ahh, aku lapar"

Kyungsoo membuka kamar bernomor '69' itu, ditutupnya segera pintu itu. wajahnya panik seketika, dia mondar mandir tak karuan disana, sambil menggigit kuku-kuku jarinya.

"Aku tidak pernah makan sperma, ahh, bagaimana ini?"

Seperti yang kalian ketahui, Kyungsoo adalah seorang mutan baru. Dia masih perlu beradaptasi dengan keadaan tubuhnya yang mendadak berubah drastis.

"Mungkin aku coba saja dulu, aku sudah sangat lapar."

Kyungsoo membuka sabuk celananya, diturunkannya resleting celananya. Dengan cepat dilepas celana seragamnya, menyisakan celana dalam merah muda. Tanpa pikir panjang lagi, karena dia sudah sangat lapar saat ini. Dia menanggalkan celana dalamnya itu, hingga saat ini Kyungsoo setengah telanjang.

Perlahan-lahan Kyungsoo memaju mundurkan tangannya pada juniornya, dia merasakan sensasi disana. Kyungsoo mulai terangsang, dia bisa merasakan Juniornya membesar dan mulai berkedut kedut. Kyungsoo mulai mempercepat kocokan pada juniornya, dia mulai memejamkan mata menikmati sentuhannya sendiri. Sesekali desahan meluncur dari bibirnya.

"Ohh.. Fuckk... ahhh.." desah Kyungsoo frontal, sambil mengocok Juniornya dengan sedikit Cepat.

"Ahhh... ahhhh.. Shit.. aaahh... "

"Eungghhh... So good.. ahhh.. Damn..."

"Perlu bantuan, Do Kyungsoo?"

Sebuah suara mengagetkan Kyungsoo yang sedang ber-Hand Job ria.

"SHIT." Serapah Kyungsoo, "Kau masuk darimana, HAH?"

Orang itu—Kai—Tertawa, "Tidak penting, yang peting sekarang kau perlu bantuan untuk itu, Kyungsoo-ya?" tunjuk Kai kearah Junior Kyungsoo.

Kyungsoo langsung menutup Junior miliknya, namun susah karena Junior itu sedang ereksi. "Tidak perlu, kau keluar sekarang juga."

Kai mendekat kearah Kyungsoo perlahan, "Kau yakin?"

Kyungsoo mundur perlahan, "Jangan memasang wajah mesum seperti itu didepanku."

BRUKKKK

Kai mendorong tubuh Kyungsoo, hingga Kyungsoo jatuh ke kasur. Kangannya menarik kaki Kyungsoo lalu melebarkannya.

"Kau hanya tinggak menikmatinya saja, manis."

"Jangan—Ahhhh.. apa yang... Ahhhhh.. fuckkk... "

Kai memegang mantap junior Kyungsoo, tanpa merasa jijik dia mendekatkan mulutnya kearah Junior Kyungsoo. Dijilatnaya lubang penis itu, lidahnya bermain-main disana. Kyungsoo mendongakkan kepalanya, merasakan sensasi luar biasa yang diberikan Kai padanya.

"Kaiii Ahhhh ... aahhhh... fuckkkk... enakk... "

Kai menyeringai senang, dimasukkannya penis Kyungsoo kedalam mulutnya. Perlahan namun pasti dimaju mundurkan mulutnya pada penis itu. kyungsoo bergelinjang nikmat.

"Ahhhh... fuckkkkk... moreee.. moree kaii.. aahhhhh..."

Kai tersenyum dalam lumatannya pada penis Kyungsoo,. Kai kini memberikan double nikmat dia mengocok intens penis Kyungsoo sekaligus mengulum ujung penis itu. Kyungsoo menggeliat-geliat gelisan penuh nikmat. Lidah Kai dengan nakalnya menusuk-nusuk lubang penis Kyungsoo.

"Kaiiii Ahhhhhh ... Emmmmmmm ... " bentuk kasur sudah tidak karuan oleh gerakan Kyungsoo yang brutal karena menahan nikmat yang tiada tara dari Kai.

"Baby I wanna Cummmmm ... aaahhhh .. fuckkkk ... "

CROTTTT

CROTTTT

CROTTTT

Cairan cinta hangat milik Kyungsoo menyembur kencang didalam mulut Kai, tanpa pikir panjang Kai menenggak Sperma Kyungsoo yang memenuhi mulutya itu.

PLAKKKK

"Awww.."

"YA! Jangan kau habiskan sendiri, aku juga mau bodoh."

Kyungsoo memukul kepala Kai tak suka, karena spermanya hampir dihabiskan olehnya. Kai hanya nyengir polos.

"Oke, aku bagi."

Tanpa pikir panjang lagi, Kai langsung menarik tengkuk Kyungsoo melumat lembut bibir seksi itu, berbagi sperma milik Kyungsoo. Dengan refleks Kyungsoo melingkarkan lengannya dileher Kai, menerima sperma dari mulut Kai ke dalam mulutnya.

"Bagaimana?"

"Terima kasih, sudah membantuku. Aku kira kau orang jahat, Kai."

Jemari Kai membersihkan sisa sperma yang melekat dibibir Kyungsoo, "Aku hanya ingin menolongmu saja, dan kebetulan aku juga sedang lapar."

"Dasar, tapi terima kasih sebelumnya Kai."

"Bibirmu manis, Soo. Boleh aku mencobanya lagi?"

Kyungsoo membulatkan kedua bola matanya, "MWO?! Andwee..."

"Kenapa? Apa kau tidak suka dengan orang sepertiku, Soo?"

"Aku hanya masih belum percaya padamu saja, Kai."

"Kenapa? Apa aku pernah berbuat jahat padamu dulu?"

"Mungkin."

Kai semakin mendekatkan dirinya pada Kyungsoo, "Coba kenali diriku, Soo"

Kyungsoo menatap netra itu dalam, "Mungkin kau benar, mencoba mengenalmu tidak ada salahnya."

.

.

.

" GIVE ME YOUR SPERMA "

.

.

.

BRAKKKKKK

"Hahhhhh Laparrrrrrr." Pekik Chanyeol dan Baekhyun bersamaan, Kyungsoo yang sedang membaca novel terlonjak kaget saat pintu kamar didobrak oleh dua makhluk itu.

"Ya makanlah." Komen Kyungsoo singkat.

Chanyeol dan Baekhyun saling berpandangan,

"Soo, kau kan—"

"Iya, Baek, aku tahu kalian hanya makan Sperma. Kenapa kalian tidak saling berbagi sperma saja, emm?"

Chanyeol dan Baekhyun saling berpandangan kembali,

""Tapi—KYAAAAAAA! APA YANG KAU LAKUKAN, DO KYUNGSOO?"

Kyungsoo menghampiri Baekhyun dan Chanyeol dalam sekejap Kyungsoo menelanjangi dua sahabatnya itu.

"Sudah, kalian saling berbagi Sperma sekarang."

"Ta-tapi kita—"

"Kalian mau lapar terus sampai mati?"

"Tapi—"

"Kalian mau mati?"

Kembali, Chanyeol dan Baekhyun saling berpandangan.

"Bagaimana Baek?"

"Aku sih terserah kau, Yeol"

"Kita mulai sekarang?"

Baekhyun mengangguk, "Mau bagaimana lagi, ya harus dilakukan, Yeol. Daripada kita mati kelaparan."

"Benar juga."

Chanyeol dan Baekhyun saling mendekat, keduanya mulai berbaring berlawanan arah. Didepan wajah Baekhyun terpampang penis Chanyeol. Begitupun juga dengan Chanyeol, didepan wajahnya terpampang penis Baekhyun yang masih terkulai lemas. Kyungsoo hanya tersenyum melihat Vampire dan Mutan yang sedang kelaparan itu.

"Kau siap, Baek?"

"Aku siap."

"Ayo kita mulai."

#

#

#

*** TO BE CONTINUED ***

*** © Prince Hadhi ESP ***

#

#

#

HAI READERSSSS ...

Doohhh maaf ya saya Update-nya lama ...

Jadi sekali lagi maaf ya kalau membuat kalian menunggu ... #BOW

Maaf ya, Saya sedang gak mood bikin FF,

Mungkin efek dari berita/rumors dari Appa Kris yang dikabarkan hengkang dari EXO...

Duhhh bener-bener berita yang sangat mengejutkan,

Semoga saja berita itu bohong,

Semoga saja Kris masih tetap bersama EXO...

Kita doakan yang terbaik untuk Kriis dan juga EXO...

Semoga EXO tetap ber-12

We Are One, We Are EXO ...

EXO SARANGHAJAAAAA !

Dan banyak pikiran-pikirang yang berputar dikepala saya,

Yang membuat mood saya hilang untuk membuat FF ...

OKEHHH,,

Bagaimana dengan Chapter ini ?

Apakah kurang memuaskan?

Maaf ya kalo kurang memuaskan para Readers semua ...

Okehh..

Semoga kalian puas dengan Chapter ini ...

Ditunggu Komenan dari kalian semua ...

Itu membuat saya semangat loh ngelanjutin FF ini ...