Naruto milik Masashi Kishimoto, saya hanya sekedar meminjam karakternya.
Sasuke U x Sakura H x Sabaku No Gaara
Warning: Abal, Gaje, Pasaran, EYD berantakan.
Ini fic saya yang pertama n pertama kalinya saya bikin fic, sekedar menyalurkan hobby, mohon dimaklumi dan masukannya buat pemula seperti saya.
Dilihat dari sudut pandang Sasuke
Summary: "Ya, biarkanlah seperti ini, sebentar saja, biarkan seperti ini, karena setelah ini, kamu akan kembali kepadaku, kamu akan kembali kekehidupan dimana ada aku disana, tapi untuk kali ini saja, aku biarkan seperti ini"/Sudut pandang Sasuke
Kali Ini Saja
Uchiha Corp, merupakan perusahaan peninggalan tousanku, disinilah aku sekarang diruangan direktur utama, sebagai direktur dari perusahaan yang besar dan memiliki cabang dimana-mana, bisa kalian bayangkan sendiri bagaimana sibuknya aku apalagi semenjak anikiku Itachi memutuskan untuk hidup bersama istrinya Konan di Ame, bertambahlah kesibukanku, bahkan saat waktunya istirahat seperti ini aku masih disibukkan dengan berkas-berkas kantor, karena kaasanku sebagai presiden direktur hari ini tidak hadir, jadi semua harus aku yang menghandle.
Tiba-tiba nelpon kantorku berbunyi, akupun menghentikan kegiatanku.
"Sasuke" suara dari telp
"Ya, Kaasan, ada apa?" Tanyaku heran tumben sekali kaasan menelponku disaat aku sedang ada dikantor.
"Apa kau tahu kalau Sakura ada dirumah? Dia baru saja datang, kau mau pulang?"
"Apa Kaasan? Sakura pulang? Benarkah? Aku akan pulang sekarang."
Ku bereskan semua berkas-berkas di meja kerjaku dengan secepatnya, tak kuhiraukan bagaimana berantakannya susunan berkas itu yang ada dipikiranku hanya pulang dengan cepat dan memeluk wanitaku yang sangat kurindukan.
Ku sambar handphoneku yang tergeletak begitu saja, baru ingin memasukkan handphone kedalam saku celana, kulihat handphoneku berkedip-kedip, kubuka ada1 pesan masuk.
From: Wanitaku
Sasuke sekarang aku ada di halte, bisakah kau jemput aku?
Kulihat waktu terkirimnya pkl. 11. 00.
Dan sekarang waktu menunjukkan pukul 3 sore, oh tidak. Aku harus cepat sampai rumah dan menjelaskan.
Kali Ini Saja
Ku buka pintu kamarku, kulihat wanitaku sedang tertidur dengan pulasnya, wajahnya sungguh damai, kusibakkan helai rambutnya yang menutupi wajah cantiknya, hingga getaran handphone Sakura mengalihkan kegiatanku yang memperhatikan wajahnya.
Ku ambil handphonenya dan kulihat ada 1 pesan masuk, tadinya ingin ku abaikan tapi entah kenapa aku ingin tahu siapa yang mengirimkan pesan ke wanitaku.
From: Gaara
Besok aku ke Konoha, Temari memintaku untuk mengunjunginya. Aku ingin bertemu kamu di taman Konoha jam 2 siang, luangkan waktumu ya? Karena aku mengkhawatirkanmu.
Bergetar tanganku saat membaca pesan yang dikirimkan oleh Gaara, apalagi saat ku buka pesan-pesan sebelumnya. Entah kenapa aku langsung menghapus pesan terakhir dari Gaara.
From: Gaara
Apa kau sudah sampai di Konoha?
From: Gaara
Ya, istirahatlah, kalau ada apa-apa, tolong hubungi aku. Aku mengkhawatirkanmu.
Niat awalku yang ingin menjelaskan kenapa aku tidak bisa menjemputnya, ku urungkan, aku cemburu, sangat-sangat cemburu.
Kali Ini Saja
Malam sudah tiba dan Sakura belum juga bangun dari tidurnya, begitu lelahkah perjalananmu kesini atau ada beban yang kau tanggung, bukalah matamu Sakura, aku merindukan sepasang emerald itu, setelah penantian panjangku akhirnya mata itupun terbuka, sungguh pemandangan yang indah melihatnya baru bangun tidur, rambut yang berantakan tapi aku suka.
"Kau sudah bangun?"Tanyaku
"Ya"Jawabnya
"Mandilah setelah ini turun kita makan malam bersama, kaasan sudah menunggu kita!"perintahku
Diapun beranjak dari kasur king size, menuju kamar mandi, dan akupun pergi menuju ruang makan, disana kulihat kaasanku telah menyiapkan makan malam kami.
"Apa Sakura sudah bangun? Tanya Kaasanku
"Ya, sekarang dia lagi mandi, sebentar lagi turun"
Tak berapa lama terlihat Sakura berjalan menuju ruang makan malam yang telah disiapkan
"Sasuke …" panggil kaasan
"ya, Kaasan"
"Besok tolong kau gantikan kaasan memimpin rapat dengan Uzumaki Corp, kau tahu kan kerjasama ini sangat penting"
"Ya kaasan" jawab Sasuke
Tanpa keraguan aku langsung menyetujui untuk menggantikan kaasan mempimpin rapat besok, karena setelah rapat itu selesai aku ingin bisa lebih lama bersama Sakura, sungguh sudah sangat lama aku tidak pernah menghabiskan waktu berdua bahkan berkomunikasi pun sangat jarang. Kuliat Sakura hanya diam dan terus menyantap makanan yang ada didepannya.
Kali Ini Saja
Ku langkahkan kakiku dengan cepat bahkan setengah berlari menuju mansionku setelah pertemuanku dengan pihak Uzumaki selesai aku langsung pulang, ku buka kamarku tak kulihat wanita bersurai merah muda.
"Shizune…?" panggilku kepada salah satu maid yang ada di mansion ini
"Ya tuan"
"Apa kau tahu Sakura pergi kemana?"
"Tidak tuan, tapi Sakura-sama baru saja pergi, mungkin tidak jauh dari sini"
"Ya sudah"
Cemas, khawatir, tidak tenang itulah yang saat ini kurasakan, kulihat jam dinding menunjukkan hampir pukul 3 sore.
Apa Sakura berada di taman untuk bertemu Gaara? Tanpa pikir panjang, aku langsung berlari menuju mobilku, tidak perlu waktu lama untuk sampai di taman.
Aku keluar dengan terburu-buru, kuedarkan mataku keseluruh taman dan itu dia wanita bersurai merah muda, wanitaku, Sakura.
Baru aku mau melangkah menghapirinya, seseorang telah terlebih dahulu datang, seseorang dengan rambut merah dan tato Ai di dahinya, Gaara, Sabaku No Gaara, pria dimasa lalu Sakura, pria yang entah bagaimana bisa masuk dihidupku dan Sakura. Aku hanya bisa memperhatikan mereka dari jauh dapat kulihat Sakura yang kaget, cemberut atau tiba-tiba bersikap dingin.
Sungguh pemandangan yang menyesakkan hati melihat Sakura bisa mengeluarkan ekspresi yang berbeda-beda saat bersama Gaara tapi tidak bersamaku yang hanya memasang wajah dingin dalam 3 bulan ini.
Kulangkahkan kakiku menjauh dari taman kota ini, aku ingin marah, cemburu bahkan ingin rasanya aku menghajar si kepala merah itu tapi aku tak mampu bukan karena aku takut tapi karena aku sangat sadar kalau aku tidak bisa masuk di antara mereka, aku tahu ada posisi pria itu di hati Sakura yang tidak bisa ku geser bahkan kuhapus dengan keberadaanku.
Karena semua adalah kesalahanku, ya kesalahanku, aku sangat menyadari itu.
Kali Ini Saja
Mansion Uchiha terlihat lengang, ya selalu seperti ini aku bukan Itachi yang bisa membawa keramaian di dalam mansion karena aku memang bukan orang yang banyak bicara.
"Oh … Sasuke, syukurlah kau sudah pulang? Lho dimana Sakura? Kaasan pikir kau bersama dia?" Tanya Kaasan
"Sakura sedang bersama temannya, ada apa Kaasan?"Tanyaku
"Begitu? Ya sudah, sekarang kamu siap-siap kita harus ke Jepang saat ini juga"
"Untuk apa?"
"Anak dari rekan bisnis kita menikah, ayahnya merupakan sahabat lama tousanmu, jadi kita tidak bisa tidak datang"Jelas Kaasan.
"Baiklah …"
"Jangan lupa kabarin Sakura,kalau dia bisa suruh dia menyusul kita"Kata Kaasan.
"Hn"
Akupun pergi kekamar sekedar mengambil keperluan yang akan ku bawa ke Jepang, setelah segalanya beres aku beranjak keluar, ku keluarkan handphone dari saku celana ku dan mulai mengetikkan pesan.
To: Wanitaku
Sakura, aku dan Kaasan harus ke Jepang menghadiri resepsi pernikahan anak sahabat tousan. Bisakah nanti kau menyusulku? Aku mencintaimu.
Jariku sudah siap menekan kata send saat tiba-tiba aku teringat wajah Sakura dan Gaara di Taman beberapa jam yang lalu, marah? Iya aku marah.
Akupun membatalkan niatku dan menghapus pesan yang sudah ku ketik, kemudian memasukkan kembali handphone ke dalam saku celana.
"Shizune …" teriakku
"Ada apa Uchiha-sama?" Tanya Shizune
"Kalau Sakura tanya keberadaanku, bilang aku dan Kaasan ke Jepang menghadiri pernikahan salah satu kolega bisnis" Jelasku.
"Ya Uchiha-san"
Akupun pergi meninggalkan mansion uchiha, selama perjalanan menuju bandara, aku terus teringat Sakura dan Gaara di taman tadi, ku pejamkan mataku.
Apakah begini rasanya Sakura? Beginikah yang kamu rasakan? Saat aku pernah mengkhianatimu dulu.
Kami-sama apa saat ini aku sedang dihukum? Karena dulu dengan sengaja melakukan pengkhianatan hanya karena merasa tidak yakin dengan perasaanku terhadap Sakura.
Aku sadar, aku menyesal dan aku takut kehilanganmu, Sakura.
To be Continue
Masa lalu berlalu, tak akan mungkin kita perbaiki. Masa lalu hanya bisa kita terima dan pelajari untuk kebaikan di masa depan.
Sumpah … mendeskripsikan Sasuke menderita itu susah banget, 2 jam depan laptop, belum ada 1 katapun yang dapat ku ketik #Fiuuuh
Terima kasih masih setia dengan fic abal ini, dan makasih sudah mampir di kolom review untuk saran, peringatan ataupun pujian.
Sekali lagi terima kasih.
Mungkin sekitar 2 chap lagi fic ini akan tamat.
Mungkin tapi ... ^_^
Okey ... reviewnya kembali di tunggu.
