Seolah terhipnotis, Taehyung enggan melepaskan Tautannya. Bibirnya malah semakin bergerak mencium bibir atas dan bawah Jungkook secara bergantian. kedua tangannya semakin erat memeluk pinggang Jungkook.. Sementara Jungkook hanya mematung ditempatnya, tangannya meremas kuat tali rangsel merahnya, Terlalu Shock dengan perbuatan Taehyung yang tiba-tiba, Ia lalu memejamkan mata, membiarkan Taehyung menciumnya, dan melupakan fakta bahwa mereka berada ditempat umum.
Suni Present
.
.
© BTS FANFICTION ©
Just it
Cast :
Kim Taehyung
Jeon Jungkook
Park Jimin
Jung Heoseok
Min Yoongi
Kim Seokjin (Jeon Seokjin)
Kim Namjoon
And Other
Rate : T
VKook, NamJin
Warning : Yaoi, BL Story (BxB), Typo, OOC.
PS : Rating dan genre bisa berubah seiring berjalannya cerita. Cast yang ditulis hanya yang muncul dalam cerita. Nama cast lain akan ditulis seiring kemunculannya dalam alur cerita.
.
.
Summary
.
"kenapa kau mengikutiku?"
"tidak ada, hanya ingin mengikutimu"
"Hanya itu?"
"iya. Hanya itu."
.
Just it
.
_chapter 7_
.
Setelah tertarik kealam sadarnya, Kim Taehyung membuka mata dan membelalak saat mengetahui apa yang tengah dilakukannya sekarang. Tapi pemuda itu enggan untuk melepaskan pagutannya, kemudian mata elangnya menelusuri setiap wajah Jungkook yang kini tengah terjepam. Diam-diam mengagumi bulu mata lentik milik Jungkook. Rona merah dipipi putihnya membuat Taehyung tanpa sadar tersenyum disela-sela ciumannya. Merasa beberapa mata mulai meperhatikan mereka, Taehyung menjauhkan diri, setelah sebelumnya menarik bibir bawah Jungkook dangan kedua bibirnya hingga terdengar suara 'cup' Diantara jarak wajah mereka yang begitu dekat.
Jungkook membuka mata perlahan dan rona merah itu semakin terlihat. Taehyung berdehem, menghilangkan kecanggukan akibat perbuatannya.
"it-itu sebagai penerimaan permintaan maaf dan juga ungkapan terima kasih" Jungkook mengerjapkan mata dan memiringkan kepalanya bingung atas perkataan Taehyung barusan, membuat Taehyung memekik gemas dalam hati.
"bukankah kau selalu meminta maaf karena mengikutiku?. Aku memaafkanmu dan.. aku berterima kasih karena sudah mengijinkanku menginap dirumahmu semalam" jelas Taehyung.
"oh begitu" Jungkook mengaggukkan kepalanya mengerti. "kalau begitu. Aku juga berterima kasih karena sudah menjagaku kemarin "Lalu berjinjit sedikit untuk mengecup bibir Taehyung sekilas. Kemudian tersenyum, Seolah hal tadi bukanlah sesuatu yang besar. Sementara Taehyung kembali membelalak kaget. Sepertinya Jungkook benar-benar berpikir 'Maaf dan terimakasih' diungkapkan dengan ciuman.
"Berarti sekarang kita teman?" Tubuh Jungkook terlihat menegang. Ia hanya memperhatikan Jari kelingkingkin Taehyung yang mengacung didepannya.
Taehyung menaikkan alisnya "kau tidak mau menjadi temanku?" Jungkook hanya memperhatikan jari kelingking itu. kemudian membalikkan badannya tanpa menjawab pertanyaan Taehyung.
Taehyung mencegah tangan Jungkook dan membalikkan badannya kembali menghadap kearahnya.
"Wae?" Jungkook menggeleng. Enggan untuk menjawab.
"kau benar-benar hanya berniat mengikutiku tanpa mau menjadi temanku?" Taehyung bertanya lagi, Jungkook hanya menundukkan kepalanya. Masih enggan menjawab.
"jadi benar?" masih tidak ada jawaban. Taehyung menghela nafas panjang dan membuangnya kasar. Ia meraih paksa jari Jungkook lalu menyatukan jari kelingking mereka. "aku tidak menerima penolakan!" tegasnya
"masuklah nanti kau terlambat. Dan ingat. Jangan mengukutiku lagi, kalau tidak. Aku benar-benar akan marah" Jungkook tidak menjawab, bocah kelinci itu hanya mengangguk sekali, lalu berbalik menuju gerbang sekolahnya masih dengan wajah tertunduk.
"jangan pulang duluan. Aku akan menjemputmu lagi nanti" Taehyung sedikit berteriak sebab Jungkook sudah agak jauh dari tempatnya, Ia kemudian berbalik menunggu Bis yang akan mengantarkannya ke kampusnya.
.
.
Cuaca Seoul sangat dingin pagi ini, butiran-butiran putih salju masih terlihat memenuhi seluruh wilayah itu, menemani manusia menjalankan aktifitas paginya. Kim Taehyung, pemuda tampan dengan sorot mata elang berjalan santai dalam sebuah gedung universitas, mungkin tidak bisa dibilang santai juga jika jantungnya terus berdebar kencang mengingat kejadian bodoh –menurutnya– yang dilakukannya pada Jungkook tadi.
Taehyung masih berjalan santai didalam gedung itu, tepatnya dalam gedung Sungkhwan Unniversity tempatnya menimba ilmu. Sebenarnya mata kuliahnya baru akan dimulai beberapa jam kedepan, mengingat sekarang masih pukul delapan pagi. Tapi Pemuda itu baru saja pulang dari mengantar Jungkook sekolah jadi Ia memutuskan untuk langsung ke Kampus, mungkin menonton Jimin dan Heoseok yang pasti sedang latihan dance lebih baik dari pada harus berkeliaran diluar dalam cuaca yang sangat dingin.
"hai Tae" sapa Heoseok saat Taehyung memasuki ruang latihan dance. Hanya ada beberapa orang diruangan itu, termasuk Jimin dan Heoseok. Taehyung tersenyum dan melambaikan tangannya.
"apa yang kau lakukan disini Tae? Kupikir kuliah baru akan dimulai jam sepuluh. Tumben pagi-pagi begini kau sudah terlihat disini, tidak biasanya" Jimin yang baru selesai merenggangkan badannya duduk disamping Taehyung disudut ruang dance itu.
"Aku baru pulang sehabis mengantar Jungkook sekolah. Dariada berkeliaran diluar, lebih baik aku mampir kesini".
"Jungkook? Wow. Sepertinya kau sekarang menjadi akrab dengan kelinci penguntitmu itu Tae. Kau bahkan mengantarnya ke sekolah"
"semalam aku menginap dirumahnya. Jadi sekalian aku mengantarnya kesekolah saat hendak pulang kerumah tadi pagi"
"kau bahkan menginap dirumahnya?" Heoseok yang mendengar nama Jungkook ikut bergabung dalam pembicaraan itu.
"semalam aku mengantarnya pulang. Saat berpamitan untuk pulang kerumah, ibunya malah memintaku menginap dirumah mereka. Jadi aku menurut saja"
"aku tau kau cepat akrab dengan seseorang tapi tidak pernah langsung menginap dirumah mereka, aku tidak menyangka kau bisa cepat seakrab itu dengan Jungkook. kau bahkan hanya baru beberapa kali menginap dirumahku. Padahal kita sudah lama berteman" ujar Jimin
"kau bahkan belum pernah menginap dirumahku" Heoseok menimpali
Taehyung mengedikkan bahu. "entahlah. Jungkook itu sangat menggemaskan. Membuatku selalu tersenyum mengingatnya. Aku selalu merasa nyaman berada didekatnya" Jelasnya kembali tersenyum saat mengingat tingkah Jungkook yang menggemaskan.
"Wow. Wow. Wow. Sepertinya ada yang sedang jatuh cinta" Heoseok berucap dramatis.
Senyum Taehyung langsung hilang, Ia menatap Heoseok dengan alis berkerut. "apa maksudmu Hyung? kami sama-sama laki-laki. Itu tidak mungkin"
"apanya yang tidak mungkin?" Heoseok kembali berucap. wajahnya terlihat serius. dan taehyung bersumpah, baru kali ini melihat wajah Heoseok seserius itu. "bukannya hubungan seperti itu memang ada? Aku mengetahui beberapa mahasiswa disini yang memiliki pacar seorang laki-laki, jadi bukan tidak mungkin laki-laki dan laki-laki bisa saling suka. Lagipula Jungkook itu sangat manis, imut dan menggemaskan. Bahkan terlihat cantik saat tersenyum. Tidak heran, jika kau mungkin menyukainya" lanjutnya lalu tersenyum kearah Taehyung.
"benarkah itu Tae? Kau menyukai Jungkook?" Jimin bertanya. Memperhatikan Taehyung yang hanya diam mendengar penuturan Heoseok tadi.
Taehyung menggelengkan kepalanya. "tidak mungkin. Aku bahkan baru mengenalnya. Bagaimana mungkin bisa langsung menyukainya. Aku merasa nyaman dengannya tapi bukan berarti juga aku menyukainya"
"cinta bisa datang kapanpun, dimanapun dan dengan siapapun Tae. Pikirkanlah lagi. Ingat. Jungkook itu menggemaskan, semua orang bisa jatuh cinta padanya hanya dengan sekali menatapnya" Heoseok menepuk bahu Taehyung. Sementara Jimin menganga mendengar penuturan Heoseok. Sejak kapan senior antraktifnya itu jadi bijaksana begini?
"well.. jika itu memang benar, aku setuju saja. Jungkook itu manis, bahkan lebih manis dari para penggemarmu. Lagipula kalian terlihat cocok jika bersama" ujar Jimin kemudian dengan senyum lebar dibibirnya membuat mata sipitnya nyaris tertutup.
"ah sudahlah. Kalian membuatku gila" Taehyung mengacak rambutnya frustasi lalu beranjak dari duduknya dan keluar meninggalkan ruang dance itu. Ia memegang dada kirinya yang selalu berdebar kencang setiap kali berada didekat Jungkook. Apa benar aku menyukainya?.
.
.
22Januari 2016
.
Taehyung dan Jungkook berjalan santai menyusuri Trotoar, mereka baru saja pulang dari sekolah Jungkook. sejak Taehyung memutuskan untuk menjadi teman Jungkook, pemuda itu selalu mengantar dan menjemput Jungkook sekolah. Meskipun di hari-hari pertama, Taehyung dibuat kesal. Bagaimana tidak, Jungkook selalu menolak ketika Taehyung meminta untuk mengantar ataupun menjemputnya. Saat Taehyung pagi-pagi kerumah Jungkook. bocah itu katanya sudah berangkat kesekolah. Dan saat sore hari Taehyung kesekolahnya, Jin akan menelponnya dan berkata bahwa Jungkook sudah pulang kerumah. Tapi setelahnya Taehyung akan mendapati Jungkook tengah mengikutinya dari kejauhan.
Hal itu terus terjadi selama tiga hari, sampai akhirnya Taehyung memutuskan kerumah Jungkook saat jam masih menunjukkan jam lima pagi untuk mengantar Jungkook sekolah, dan kesekolah Jungkook, se-jam sebelum bel pulang sekolahnya berbunyi untuk mengantar Jungkook pulang kerumahnya. Sampai akhirnya Jungkook mengikuti kemauan Taehyung untuk mengantar dan menjemputnya sesuai waktu normal –karena jam lima pagi itu bukan waktu normal untuk seseorang mengantar orang lain kesekolah– dan Jungkook juga akhirnya berhenti untuk mengikuti Taehyung secara diam-diam.
Sejak saat itu, mereka banyak menghabiskan waktu bersama, saat pulang sekolah, Jungkook akan menyeret Taehyung untuk mampir ke kedai Ice cream kesukaannya, terkadang juga Taehyung mengajak Jungkook ke toko buku guna membeli buku keperluannya atau sekedar menambah koleksi komiknya, ke taman, atau bahkan ke minimarket membeli camilan untuk dimakan bersama ditaman sekitar kompleks Taehyung –tempat pertama kali Taehyung menemukan Jungkook tertidur– mereka selalu berjalan-jalan dulu sebelum pulang kerumah Jungkook. Taehyung selalu tertawa setiap Jungkook kesal ketika Taehyung memanggilnya kelinci penguntit, dan Jungkook akan tertawa setiap berhasil membuat Taehyung panik dengan aksi pura-pura marahnya. Dan setiap Jungkook tertawa, Taehyung akan ikut tertawa.
Dan hari ini, Taehyung mengajak Jungkook ke supermarket sebab Yoongi baru mengirimnya pesan dan menyuruhnya membeli beberapa keperluan rumah yang mereka butuhkan. Taehyung menggandeng tangan Jungkook memasuki Supermarket itu, membaca daftar belanjaan yang dikirimkan Yoongi sebelum akhirnya berjalan mengambil sebuah troli belanja yang berukuran besar.
"Kajja" Jungkook mengangguk kemudian berjalan mendahului Taehyung. Tapi berbalik kembali saat menyadari bahwa pemuda itu masih terdiam diposisinya.
"Hyung kenapa masih disitu?" Jungkook menghampiri Taehyung.
"siapa yang menyuruhmu berjalan?"
"eh? Lalu aku harus diam disini?"
"naiklah" titahnya. Jungkook memiringkan kepalanya bingung. Membuat Taehyung terkekeh dan mencubit hidungnya gemas. "naiklah. Aku akan mendorongmu" ulangnya.
Jungkook melotot. "apa? Tidak. Aku tidak mau. Aku bukan anak kecil lagi Hyung"
"kau tau aku tidak suka penolakan" Taehyung memaksa"
Jungkook menggelengkan kepalanya keras mebuat Taehyung menangkup kedua pipinya, jika tidak, kepala bocah itu mungkin saja akan terlepas dari tempatnya.
"disini banyak orang Hyung. astaga itu akan sangat memalukan. aku tidak mau" Jungkook mengerucutkan bibirnya kesal.
Taehyung berdecak. Ia mengangkat tubuh Jungkook. Nafas Jungkook tercekat, refleks mengeratkan peganganya pada leher Taehyung. pergerakan Taehyung terlalu cepat hingga Ia tidak bisa menghindar saat pemuda itu tiba-tiba mengangkatnya. Taehyung lalu menundukkan Jungkook kedalam Troli belanjaan itu dan memposisikan Jungkook menghadap padanya.
"jika kau malu, maka tidak perlu memperhatikan orang-orang itu, cukup tatap aku saja" Taehyung menundukkan badannya sejajar dengan Jungkook, lalu tersenyum dan mengusap surai Jungkook gemas.
Taehyung mendorong troli yang diduduki Jungkook menyusuri supermarket itu. Sementara Jungkook menunudukkan kepalanya dan menggigit bibir menahan malu saat orang-orang menatap kearah mereka. Heran bercampur gemas.
"bukankah kubilang tatap aku saja?" Taehyung berujar santai. Matanya sibuk berganti membaca daftar belanjaan dengan barang-barang yang berjejer didalam supermarket itu. Tangannya yang memegang Handphone sesekali bergerak mengambil barang-barang yang dibutuhkan lalu menyimpan kehadapan Jungkook yang duduk bersilah didalam troli itu. Sedangkan tangan kirinya Ia gunakan untuk medorong troli itu.
Taehyung menghentikan langkahnya melihat Jungkook yang masih terus menundukkan kepalanya. Ia menunduk lagi mensejajarkan wajahnya dengan wajah Jungkook. Mengangkat dagu Jungkook perlahan membuat bocah itu menatapnya.
"bibirmu bisa berdarah jika kau gigit terus" ucapnya lembut. Mengusap bibir Jungkook yang memerah akibat Ia gigit terus.
"tapi aku malu Hyung. turunkan saja aku."
"bukankah sudah kubilang untuk menatapku saja?" Taehyung mengulum bibirnya untuk tidak tertawa melihat wajah Jungkook yang merona malu, sebenarnya Ia kasian Juga melihat Jungkook yang menahan malu seperti itu, tapi Jungkook benar-benar terlihat polos dan sangat menggemaskan duduk didalam keranjang yang dipenuhi oleh barang belanjaannya itu.
"tetap saja aku malu, ayolah turunkan aku" rengek Jungkook sambil mengerucutkan bibirnya kesal, membuat Taehyung tanpa sadar memajukan wajahnya dan mengecup bibir merah itu. Jungkook memembelalak kaget.
1 detik
2 detik
3 detik
Taehyung menjauhkan wajahnya. Sedikit kaget dengan perbuatannya barusan, Tapi pemuda itu cepat-cepat merubah ekspresinya dan tersenyum.
"itu hukuman jika kau terus membantah" gumamnya lalu kembali mendorong troli itu. Jungkook tidak lagi menunduk, melainkan mendongak memperhatikan Taehyung yang asyik memilih barang-barang yang kemudian Ia masukkan kedalam troli. Pemuda itu sesekali melihat kearah Jungkook, tersenyum dan kembali sibuk dengan kegiatannya.
Belanjaan itupun selesai. Kasir yang melayani Taehyung dan Jungkook tak kuasa menahan senyum geli saat kedua pemuda itu membayar belanjaan Taehyung. Taehyung kembali mendorong troli ketempat Ia mengambilnya tadi, lalu mengangkat Jungkook keluar dari troli itu.
Taehyung berjalan sambil memegang barang belanjaannya dikedua tangannya sedangkan Jungkook berjalan disampingnya. Sejak keluar dari supermarket, Jungkook terus diam. 'mungkin Jungkook masih kesal' pikir Taehyung.
Mereka kini sudah sampai dikedai Ice cream langganan Jungkook. Taehyung berencana mentraktir Jungkook ice cream agar Jungkook berhenti kesal sekaligus sebagai rasa terima kasih karena sudah menemaninya belanja.
"Duduklah. Aku akan memesan dulu" Taehyung menyimpan belanjaannya Pada sebuah meja yang tersedia dikedai itu.
"Hyung"
"nde?" Taehyung berbalik dan terlonjak kaget saat tiba-tiba Jungkook memeluknya begitu erat. Mereka hampir terjungkal kebelakang jika saja Taehyung tidak menahan bobot mereka.
"kau kenapa Jungkookie?" Taehyung bertanya panik saat merasa bahunya basah dan badan Jungkook yang tengah memeluknya bergetar.
"hey. Kau kenapa? Katakana padaku. Apa kau masih kesal?" Tanya Taehyung lembut mencoba melepaskan pelukan Jungkook untuk menatap wajahnya. Tapi Jungkook menggeleng dan semakin mempererat pelukannya.
"Jungkookie kau marah padaku? Maafkan jika Hyung memaksamu tadi ne?" Jungkook menggeleng lagi. Taehyung bisa merasakan cengkraman Jungkook pada bahunya semakin kuat.
"H-Hyung jangan tinggalkan aku" suaranya parau dan bergetar.
"Hyung tidak akan kemana-mana Jungkookie. hanya memesan ice cream lalu kembali lagi kesini. Aku tidak akan meninggalkanmu" Taehyung tahu itu bukan jawaban yang tepat. Tapi Ia juga bingung harus menjawab apa.
"Jangan tinggalkan aku Hyung, kumohon" badan Jungkook semakin bergetar dan bahu Taehyung semakin basah.
"baiklah aku tidak akan meninggalkanmu"
"jangan tinggalkan aku Hyung" Jungkook semakin mengeratkan pelukannya.
"aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku janji" Taehyung mengusap lembut pungggung Jungkook yang bergetar. Mengecup puncak kepala Jungkook berkali-kali. Berusaha menenangkannya. Ia menggigit bibir bawahnya, menahan rasa sakit yang mengiris hatinya saat mendengar isakan lirih itu keluar dari bibir Jungkook.
Taehyung terus mengusap punggung Jungkook yang terus menggumam kata yang sama hingga akhirnya Ia terlelap dalam dekapan hangat Taehyung.
Dan Taehyung baru tahu jika mendengar Jungkook menangis rasanya akan sakit seperti ditusuk pisau tepat didadanya.
.
.
To Be Continued
.
.
Cahpter 7 Update..
Chessy sekaliiiii #ditabok
Demi hidung mancung Taehyung. Bulu mata Jungkook itu bener-bener lentik ngalahin saya #plaaak… liat deh di Video BTS - Preview of Simply Kpop Ep. 195 (151225) disitu bulu mata lentiknya Kookie tuh kentara banget. Ugh jadi pengen… oke lupakan. hahahah
Tapi pokoknya Terima kasih Untuk yang sudah mau membaca FF abal-abal ini.. juga Terima kasih Bagi yang sudah mau mem-follow, mem-favorit dan terutama me-review.. FF ini..
.
Oke untuk Chap ini saya mohon review.. mungkin terkesan memaksa tapi tolong hargai perjuangan saya menulis. Sebab saya menulis chap ini dalam keadaan yang buruk #lebay… Duduk mengetik dengan satu tangan didada itu bukan ide yang bagus.. jadi Review Juseyeo..
