~ Noona ~

Happy Reading Guys...

~Percayalah Typo Merupakan Karya Terindah~

BGM - Girl's Day _ Cupid

Sudah dua jam berlalu sejak Baekhyun dan Chanyeol tertidur, begitupun ke empat teman mereka yang pergi berbelanja belum juga kembali. Sepertinya doa Chanyeol dan Baekhyun benar-benar dikabulkan.

Baekhyun mengeryit ketika ia sudah sepenuhnya bangun, pandangannya ia bawa untuk melihat sebuah lengan kekar yang tengah melingkar dipinggangnya. Lantas didepannya ada dada bidang yang begitu dekat dengan wajahnya, wangi tubuh Chanyeol yang sudah ia kenali tercium menyapa indera penciumannya. Untuk memastikan jika masih Chanyeol yang memeluknya, ia pun mendongkak.

Setelahnya ia menghela nafas lega, ternyata ia bukan bermimpi kalau sebelumnya ia dipeluk Chanyeol. Orang yang memeluknya masih sama, masih Chanyeol. Demamnya sudah sedikit membaik, ia hanya merasakan sedikit pusing- mungkin dengan meminum paracetamol, atau obat pusing ia bisa sembuh.

Masih memandangi wajah Chanyeol, jari lentiknya perlahan terangkat untuk menyentuh wajah Chanyeol yang terlelap. Baekhyun menggerakan jari tulunjuknya untuk menyentuh dahi, turun ke hidung mancung Chanyeol dan bergerak pelan mengelus pipi Chanyeol. Pemandangan wajah tampan Chanyeol menjadi fantasy indahnya, Chanyeol yang merasa terganggu dengan sentuhan jarinya kini membuka kedua matanya.

Pandangan mereka berdua bertemu, Baik Chanyeol maupun Baekhyun, keduanya tidak ada yang bergerak, masih saling memandang, menyelami kedua iris mata lawannya satu sama lain.

Baekhyun yang takut jika aksi nya diketahui Chanyeol, memutuskan untuk mengambil tindakan sebagai pengalihan sekaligus alasan mengapa ia menyentuh pipi Chanyeol.

PLAK

"Aahh!." Chanyeol seketika tersadar saat Baekhyun menamparnya.

"Ada nyamuk di pipimu, aku hanya ingin mengusirnya," Baekhyun bangun, setengah duduk diatas tempat tidur, bertingkah seolah tengah mencari nyamuk yang ia katakan sebelumnya hinggap dipipi Chanyeol "Kemana nyamuknya ya?."

Chanyeol masih memegangi pipinya, ia bangun dna menyamakan posisinya seperti Baekhyun, setengah duduk disamping Baekhyun yang masih terlihat berakting mencari nyamuk. Chanyeol nyaris tergelak melihat tingkah Baekhyun, karena ia tahu jika Baekhyun hanya berakting saja.

Sejak Baekhyun menjelajahi wajahnya, sebenarnya ia sudah bangun, ia sengaja membiarkan Baekhyun mengelus pipinya. Ia tidak bisa melewatkan moment langka tersebut, maka dari itu ia berpura-pura masih tidur.

"Tapi ini sakit noona!," Chanyeol tidak bohong tentang tamparan Baekhyun yang terasa panas di pipinya. Mungkin itu balasan dari ia yang berpura-pura tidur.

Baekhyun menoleh dan memasang wajah sedikit menyesal.

"Aku minta maaf ok! Aku hanya ingin menangkap nyamuk itu." Ia bergerak salah tingkah ditempatnya.

"Mustahil ada nyamuk disini, aku bahkan memasang obat anti nyamuk elektrik diruangan ini!." Chanyeol menunjuk sebuah alat pengusir nyamuk yang tersimpan dimeja dekat jendela kamar tersebut.

"Kau yakin alatnya tidak rusak? Aku bahkan menemukan satu dan tadi ingin menggigit pipimu, maka- ahh sudahlah kalau kau tidak percaya." Baekhyun frustasi, ia akhirnya merajuk karena Chanyeol tidak mempercayainya.

Ya tentu saja Chanyeol tidak percaya, jelas dia tahu semua yang dilakukan Baekhyun sebelumnya.

Chanyeol tergelak, ia tertawa pelan. Baekhyun menatapnya sengit dengan kedua mata sipitnya. Chanyeol yang tidak ingin Baekhyun semakin marah, menghentikan tawanya. Ia kemudian mengecek suhu tubuh Baekhyun, menyentuh dahi Baekhyun dengan punggung tangannya.

"Demamnya masih cukup tinggi, kau harus beristrirahat lebih lama noona," Chanyeol memegang kedua bahu Baekhyun, sedikit mendorongnya untuk membuat Baekhyun kembali tidur "Tunggu disini, aku akan menelpon Jongin." Chanyeol turun dari tempat tidur dan bermonolog kecil "Kenapa mereka lama sekali belanjanya!." Seraya mencari kontak nomor Jongin.

Telepon itu tersambung dan Jongin menyahut disebrang sana.

"Yo man, ada apa?," sahut Jongin

"Kalian masih dimana? Kenapa lama sekali?," Chanyeol berjalan keluar dari kamar, membiarkan Baekhyun untuk beristirahat kembali.

"Apa yang sudah aku lakukan?," Baekhyun yang malu menutup wajahnya menggunakan selimut, setelah Chanyeol benar-benar keluar dari kamar itu. "Hampir saja aku ketahuan mengangumi wajahnya!."

Baekhyun kembali bangun, ia yang masih sedikit pusing mencoba turun dari tempat tidur dan menyusul Chanyeol. Ia membuka pintu kamar itu dengan perlahan, mencari keberadaan Chanyeol yang ternyata sudah tidak ada disana. Baekhyun berjalan pelan menuju pagar pembatas yang ada dilantai dua, melihat kebawah mencari Chanyeol.

Dan Chanyeol ada disana, masih menelpon Jongin.

"Kalian tidak melupakan obat demam Baekhyun noona kan?," tanyanya pada Jongin.

"Kami sudah membelinya! Tapi Luhan masih mencari bikini bersama Sehun, sekarang aku dan Kyungsoo noona sedang menunggu mereka."

"Apa kau bilang? Mencari bikini? Yang benar saja!." Chanyeol nyaris mengumpat.

Bisa-bisanya Luhan mencari bikini disaat ia menunggu mereka membeli obat.

Memangsih, ia yang menitip karena mereka yang sedari awal punya rencana berbelanja kebutuhan untuk mereka disini, tapi setidaknya bisakan Sehun dan Luhan mengesampingkan urusan pribadi mereka nanti.

"Sorry man, aku tidak bisa mengatakan tidak pada nyonya rusa itu. Kau tahu sendiri akibatnya!."

Luhan akan mengamuk, lebih parah lagi anak itu suka menangis histeris sekalipun ditengah keramaian jika kemauannya tidak dipenuhi.

Jongin masih ingat saat mereka ke lotte word dan Luhan ingin mereka menaiki roler coaster, tapi Chanyeol yang tidak suka menolak. Luhan akhirnya menangis, beberapa orang bahkan sampai menyangka jika mereka menculik Luhan. Tubuh Luhan yang mungil membuatnya terlihat seperti bocah SMP, sementara Chanyeol, Jongin dan Sehun yang bongsor terlihat seperti pemuda remaja urakan yang mencoba melukai Luhan.

Sejak saat itu, mereka tidak sanggup menolak permintaan Luhan yang kadang 'aneh' sekalipun. Karena Luhan yang sudah dalam mode manja, akan sulit dibujuk jika sudah merajuk.

"Apa mereka mencari bikini atau mencari pabrik bikini? Kenapa lama sekali." Chanyeol mengacak-ngacak rambutnya.

Baekhyun yang mendengar percakapan mereka menahan tawa, terryata sepupu Chanyeol itu memang benar-benar manja bukan hanya pada kekasihnya saja, tapi pada orang yang memang dikenalnya, apalagi pada Chanyeol yang merupakan sepupunya.

Baekhyun berjalan turun untuk menghampiri Chanyeol dan mengatakan kalau ia tidak apa-apa, jadi Chanyeol tidak perlu menyuruh mereka cepat-cepat pulang sampai membuat Luhan marah.

Ia merasa tidak enak, bagaimanapun ia hanya menumpang liburan disini. Dan ia tidak mau menjadi beban orang yang mengajaknya liburan.

Ia bisa saja sampai dengan selamat disamping Chanyeol, jika saja ia tidak merasa pusing.

Baekhyun nyaris terjatuh, untung saja Chanyeol sadar jika Baekhyun hendak jatuh, ia segera berlari ke arah tangga, membuang ponselnya ke sofa dengan panggilan telepon yang masih terhubung dengan Jongin. Chanyeol sebenarnya tidak tahu jika Baekhyun sudah bangun dan berjalan ditangga, beruntungnya pantulan dari kaca lemari membuatnya tahu- jika Baekhyun hampir jatuh.

"Hallo..-halo? Chanyeol?," Jongin terdengar memanggil-manggil Chanyeol, namun itu segera berhenti ketika Jongin mendengar suara pekikan Baekhyun dan Chanyeol.

"Ahhhh.." pekik keduanya. Baekhyun terjatuh diatas tubuh Chanyeol.

Chanyeol berusaha bangkit dan membantu Baekhyun bangun, namun karena pusing Baekhyun justru semakin merapat pada tubuh Chanyeol. Melihat bagaimana kerutan di dahi Baekhyun terlihat menahan sakit, ia bergerak pelan dan kemudian menggendong Baekhyun, membaringkannya disofa. Ia perlahan memijat dahi Baekhyun pelan-pelan sampai Baekhyun tenang.

"Ahhh pelan-pelan Chanyeol.." Baekhyun berucap pelan membuat Chanyeol sedikit bingung.

"Ini sudah pelan noona!." Jawabnya.

"Ya ya disana, lebih keras lagi disana Chanyeol! Aahh ini enak..."

Kenapa terdengar ambigu?

"Eummm noona.." Chanyeol hendak mengatakan sesuatu, namun ia urungkan ketika lebih dulu mendengar Jongin berbicara dari ponselnya.

"Apa mereka tengah bercinta?." Celetuk Jongin yang membuat Baekhyun membuka kedua matanya, dan Chanyeol yang menjauhkan tangannya dari dahi Baekhyun.

Ia segera mencari ponselnya yang sebelumnya ia lempar. Terkutuklah Chanyeol, karena lupa memutus panggilan telepon itu, dan Chanyeol menyesal telah mengaktifkan mode speaker saat ia menelpon.
Wajah Baekhyun terlihat memerah, begitupun Chanyeol yang bahkan sampai memerah ketelinganya. Pasti Jongin akan berpikir yang aneh-aneh, karena mendengar perkataan ambigu Baekhyun saat Chanyeol memijat dahinya.

"Eummm a-aku akan kembali kekamar saja!." Baekhyun bangkit dan kembali ke atas, ke kamarnya. Ia sungguh malu.

Chanyeol menggeleng-gelengkan kepalanya seraya tertawa pelan. Mengingat bagaimana Baekhyun menikmati pijitannya, Chanyeol tersenyum lagi dengan begitu tampan.

Sementara itu Jongin yang mendengar kata-kata ambigu yang diucapkan Baekhyun, juga tampak salah tingkah. Pasalnya saat ia mengira Chanyeol dan Baekhyun tengah bercinta, ada Kyungsoo didepannya. Dan Kyungsoo langsung menatapnya tajam bagaikan singa yang siap mencabik-cabik tubuhnya.

Kyungsoo juga malu, karena didekat tempat mereka duduk, ada dua orang ahjumma yang juga mendengar ucapan Jongin, bahkan ahjumma tersebut terkikik geli mendengarnya. Jongin yang takut tatapan tajam Kyungsoo, hanya diam menunduk selagi menunggu Sehun dan Luhan- yang entah kemana mencari toko bikini.

-o0o-

"Dimana Baekhyun?," Kyungsoo baru saja datang setelah hampir 3 jam ia pergi.

Sehun dan Luhan yang menjadi tersangka utama keterlambatan mereka berbelanja, hanya asyik dengan memeriksa belanjaan mereka. Mengecek bikini yang Luhan beli untuk ia pakai siang nanti, dipantai. Jongin yang kecapean sudah mengistirahatkan tubuhnya di sofa, kedua matanya bahkan langsung terpejam tidak lama kemudian.

"Dikamarnya!." Chanyeol menjawab seadanya, tapi karena tatapan Kyungsoo begitu menakutkan, ia menelan saliva nya dengan susah payah "Wae noona? Apa aku berbuat salah?."

"Kau tidak berbuat yang aneh-aneh pada Baekhyun kan?," selidik Kyugsoo ketika ingat apa yang Jongin ucapkan saat mereka bertelepon.

Chanyeol menggeleng "Tidak! Aku tidak melakukan apapun pada Baekhyun noona."

Kyungsoo tidak berkata apa-apa lagi, ia langsung membawa obat yang sudah ia beli ke kamar Baekhyun yang ada dilantai atas. Chanyeol bisa bernafas lega ketika Kyungsoo akhirnya pergi dari hadapannya.

"Dia cocok sekali kalau memerankan karakter psikopat!," celetuknya.

BRAKK

"YAKKK.." Baekhyun berteriak, ia yang tengah berusaha tidur- terkejut mendengar pintu kamarnya dibuka dengan begitu keras "Kyung, kau ingin membuatku mati karena serangan jantung?." Baekhyun tidak jadi marah kala melihat Kyungsoo yang membuka pintu kamar itu.

"Aku sedang kesal, jangan memancingku bertengkar!." Kyungsoo menghempaskan tubuhnya ke samping Baekhyun yang masih berbaring ditempat tidur "Kedua bocah yang suka pamer kemesraan itu membuatku muak! Mereka pergi berjam-jam mencari bikini, dan mereka hanya membeli satu pasang bikini. Sialan memang."

Kyungsoo pikir, penyebab Luhan lama berbelanja itu karena ia membeli banyak bikini. Namun nyatanya, Luhan hanya membeli satu bikini dengan motif hello kitty dibagian pinggir bikini nya. Kyungsoo bahkan ingin meneriaki Luhan kala Luhan bercerita didalam mobil, kalau ia hanya membeli satu bikini, dan yang membuatnya lama adalah karena ia bingung harus memilih warna apa untuk bikininya.

Kalau Luhan adik Kyungsoo, sudah dipastikan Luhan akan mendapat omelan panjang kali lebar kali tinggi, dari Kyungsoo.

"Kau tidak ikut membeli bikini Kyung?," Baekhyun ingin sekali menarik pertanyaan yang baru saja keluar dari mulutnya itu.

Kyungsoo sudah menatapnya tajam kala mendengar ucapan yang sama dengan yang ia dengar dari Jongin.

"Tubuh indahku ini tidak boleh di umbar dan dipandangi sembarang orang!." Kyungsoo memberikan obat yang ia beli "Minum itu, jika kau ingin ikut kepantai nanti siang." Setelahnya Kyungsoo berlalu keluar, untuk pergi ke kamarnya sendiri. Kamarnya dengan kamar Baekhyun memang terpisah, itu karena Kyungsoo tidak suka jika area privasi-nya diganggu, sekalipun itu adalah Baekhyun, sahabatnya sendiri.

Baeknyun segera meminum obat yang diberikan Kyungsoo, karena ia ingin ikut ke pantai. Tujuan utama ia berliburpun karena ingin ke pantai. Tidak mungkin jika ia harus terus-terusan berbaring diatas tempat tidur, bukan liburan namanya jika ia tidur dan beristirahat.

"Menghabiskan waktu tiga jam hanya untuk membeli satu bikini?," Chanyeol benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang.

Luhan tengah memamerkan bikininya didepan Chanyeol, belum dipakai hanya di perlihatkan saja.

"Aku bingung memilihnya, aku mengunjungi hampir 5 toko bikini- tapi ujung-ujungnya aku membeli ditoko bikini yang pertama!."

Bukankah itu kebiasaan ibu-ibu jika berbalanja?

"Kau benar-benar tidak kesal padanya Sehun?," Sehun menggeleng. Chanyeol begitu takjub pada Sehun yang hanya bisa pasrah menemani Luhan.

Ia saja jika menemani Luhan belanja akan pergi ke tempat game, untuk menghilangkan kebosanan menunggu Luhan berbelanja. Tapi Sehun dengan setia mengikuti kemanapun Luhan pergi. Sehun sudah seperti anak ayam yang selalu mengikuti kemanapun induknya pergi.

"Setelah makan siang kita ke pantai!," Luhan berkata "Sekarang aku lapar, Chanyeol buatkan aku makanan. Please!."

Chanyeol hanya menghela nafas dan berjalan kearah dapur untuk membuat makanan. Namun seraya berjalan ia bergerutu pelan, yang sialnya ternyata didengar Luhan.

"Apa yang di idamkan bibiku saat hamil Luhan? Kenapa anak itu begitu menyebalkan!."

Luhan langsung menoleh dan melemparinya bantal sofa.

"Aku mendengarmu Park Chanyeol!." Teriaknya seraya membawa belanjaannya ke dalam kamar.

Dan akhirnya saat siang itu tiba, mereka semua termasuk Baekhyun yang sudah membaik ikut pergi ke pantai. Ia memakai hotpants dan kemeja berwarna biru langit sebagai atasannya. Chanyeol sebenarnya ingin memarahi Baekhyun karena memakai celana pendek, tapi ia sadar jika ia bukan siapa-siapa Baekhyun.

Atau lebih tepatnya, ia belum menjadi seseorang yang begitu berarti didalam hidup Baekhyun-, selain dia yang merupakan seorang siswa senior high school yang mengejar cinta seorang Byun Baekhyun.

"Diamlah disini noona, jangan mendekati pantai- kau baru saja sembuh!." Chanyeol menyuruhnya duduk dikursi panjang yang berada dipinggir pantai.

Kemudian Chanyeol memberinya selimut, yang ia selimutkan pada kaki Baekhyun. Kyungsoo sudah pergi entah kemana bersama Jongin, kedua orang itu menjadi dekat setelah pulang berbelanja. Dan Baekhyun yang ingin tahu kenapa mereka bisa dekat, hanya bisa menelan rasa penasarannya itu dalam benaknya. Kyungsoo bukan tipe orang yang mau berbagi cerita asmaranya secara gamblang dan terang-terangan.

Chanyeol ikut duduk disamping Baekhyun, suasana canggung diantara mereka berdua semakin terasa kala keduanya melihat Sehun dan Luhan tengah berciuman mesra di bibir pantai. Chanyeol bahkan mengumpat dalam hati melihat sepupunya itu begitu agresif.

"Eumm C-Chanyeol.."

"Ya!," Chanyeol menyahut lebih cepat, disaat Baekhyun bahkan belum selesai dengan pertanyaan yang ingin ia lontarkan pada Chanyeol.

"Bukankah kau sudah tingkat akhir di SHS? Apa kau akan melanjutkan sekolahmu ke perguruan tinggi?," Baekhyun bingung sendiri, kenapa ia bertanya seperti itu?

Oh ayolah, ia hanya ingin membuat suasana mereka tidak terlalu canggung.

"Sebenarnya aku ingin bermusik! Tapi ayahku tidak akan membiarkannya, jadi aku mungkin akan berkuliah." Jawab Chanyeol.

"Di Seoul?," Baekhyun jadi penasaran. Hehe

"Kau inginnya aku dimana?," Chanyeol menghadapkan tubuhnya pada Baekhyun.

"M-Maksudmu?," Wajah Baekhyun terlihat lucu.

"Kalau noona ingin aku melanjutkan study-ku disini, aku akan berkuliah disini, di Seoul. Tapi..."

"Ya sudah disini saja!."

'Shit! Kenapa aku mengucapkan itu.' - Baekhyun mengumpat dalam hati.

Chanyeol tergelak, tawanya begitu keras sampai-sampai Sehun dan Luhan sempat melirik ke arahnya. Tapi tidak berlangsung lama, karena dua sejoli itu kembali sibuk dengan dunianya.

Baekhyun yang ditertawakan memukul kepala belakang Chanyeol sedikit keras. Chanyeol sampai memegangi kepalanya menahan sakit. Mereka berdua pun sempat beradu mulut, sampai mereka kembali terdiam seperti sebelumnya.

Sore hari itu, mereka menghabiskan waktu dipinggir pantai seraya memandangi langit sunset yang begitu indah. Jika kelima orang itu sibuk memandang sunset, lain halnya dengan Chanyeol yang sesekali memandangi wajah manis Baekhyun.

Sekilas, terlintas tentang rencana yang ia susun sudah sejak lama, kini ingin ia batalkan. Dulu Chanyeol berencana untuk melanjutkan kuliahnya di Amerika.

Namun sekarang ia akan berpikir ulang untuk berkuliah di luar negeri.

Haruskah ia pergi ke luar negeri, dan membiarkan Baekhyun noona kesayangannya diambil orang lain?

Tidak! Ia tidak bisa membiarkan itu. Ia harus disamping Baekhyun, demi membuat Baekhyun juga jatuh cinta padanya.

-o0o-

Hari ini hari Senin, setelah berakhir pekan dipantai kemarin. Semua orang kembali ke rutinitas masing-masing, seperti Baekhyun dan Kyungsoo yang masuk bekerja, dan Chanyeol serta teman-temannya yang juga bersekolah.

Baekhyun hari ini mendapat tugas diluar, ia harus menemani Kris mengunjungi salah satu Mall di Seoul. Sebenarnya ini bukan kerjaan Baekhyun, tapi karena sekretarisnya Kris cuti, jadilah Baekhyun yang Kris pekerjakan sementara untuk hari ini.

Baekhyun itu multitalenta, ia bisa mengerjakan apa saja ketika Kris menyuruhnya.

"Baek! Lihat, ini bagus tidak?,"

Baekhyun terbatuk kala Kris menunjukan sebuah bikini sexy berwarna merah maroon di hadapannya. Orang pasti berpikir kalau ia dan Kris adalah sepasang kekasih, dan sekarang Kris tengah membeli bikini untuknya.

"I-itu bagus." Baekhyun berusaha memasang wajah normal, walau ia mati-matian menahan malu.

"Menurutmu, kekasihku akan menyukainya tidak?," Tanya Kris lagi.

Sebenarnya mereka tengah meninjau pekerjaan perusahaan, atau tengah shooping sekarang?

Terserah Kris saja, dia bosnya disini. Baekhyun hanya bisa pasrah mengikuti kemau'an bosnya .

"Kupikir itu terlalu sexy, tapi itu bagus!."

"Yang jelas Baekhyun, aku tidak mau kekasihku menolak memakainya nanti."

"Ya sudah beli saja, itu bagus." Baekhyun emosi sekarang, ia sedikit menaikkan intonasinya

"Kau membentakku? Hei nak, jangan lupa aku bos-mu!." Kris berlalu ke meja kasir untuk membayar bikini tersebut.

"Ada apa dengan bikini? Kenapa dua hari ini aku harus berhubungan dengan yang namanya bikini!." Gerutu Baekhyun yang kemudian menyusul Kris.

Selesai membayar mereka berdua berlalu dari toko tersebut. Baekhyun pikir, setelah selesai membeli bikini mereka akan kembali ke kantor. Tapi ternyata, Kris membawa mobilnya ke sebuah sekolah, dimana Chanyeol bersekolah disana.

Baekhyun mengeryitkan alisnya, kenapa Kris ke sekolah Chanyeol. Apa Kris mempunyai adik atau ponakan yang masih sekolah?

Ia ingin bertanya, tapi mungkin akan terdengar tidak sopan. Jadi ia hanya duduk manis disamping Kris, yang duduk dikursi kemudi. Kris kemudian menelpon seseorang.

"Hei bocah dimana kau?," Ucap Kris melalui sambungan teleponnya.

Baekhyun masih diam ditempatnya. Untuk mengalihkan kebosanannya, ia memilih untuk mengecek ponselnya.

"Ya sudah cepat kesini, aku didepan!." Setelah mengucapkan itu, Kris keluar dan meminta Baekhyun untuk keluar juga dan pindah duduk di belakang.

Chanyeol yang dihubungi Kris segera pergi untuk bolos. Ia menyuruh Kris datang kesekolah untuk meminjam mobilnya, karena tadi pagi ia menumpang mobil Sehun. Ia sudah hendak memanggil Kris yang terlihat duduk diatas kap mobil, namun ketika matanya menangkap Baekhyun yang keluar dari mobil dan pindah duduk ke kursi dibelakang, Chanyeol berhenti berjalan dan bersembunyi di balik tembok pagar.

"Kenapa si botak itu tidak bilang kalau dia bersama Baekhyun!." Chanyeol menelpon Kris kembali.

"Kenapa kau membawa wanita?," Tanyanya, tidak ingin menyebut Baekhyun, karena takut Kris tahu kalau ia dekat dengan Baekhyun.

"Dia pegawaiku! Aku sedang bekerja, kau tidak lihat ini jam berapa?."

"Ya sudah pulang saja sana, aku tidak jadi meminjam mobilmu." Sesekali Chanyeol melihat ke arah Kris. Disana ia dapat melihat Kris menahan emosi.

"Yak bocah sialan, aku sudah kemari dan kau bilang tidak jadi?,"

"Ya, tidak jadi. Aku tidak mau pegawaimu melihatku, nanti dia jatuh cinta padaku bagaimana?."

"Mimpimu terlalu tinggi nak!." Kris memutus panggilan tersebut dan kemudian menyuruh Baekhyun yang menyetir.

Baekhyun bisa menyetir? Tentu saja dia bisa, walaupun dia tidak memiliki mobil tapi Baekhyun pernah belajar menyetir dan mendapatkan SIM. Karena pekerjaannya menuntut ia untuk bisa menyetir, Baekhyun kadang menyetir sendiri menggunakan mobil perusahaan jika ia sedang tugas keluar.

"Sialan," umpat Chanyeol mendengar Kris yang meledeknya.

Kris tidak tahu saja jika ia dan Baekhyun sedekat apa.

"Kenapa dia menyuruh Baekhyun noonaku menyetir? Awas saja kau botak!." Akhirnya Chanyeol memilih menaiki taxy untuk bisa sampai ke tempat tujuannya.

Ia bolos untuk pergi ke cafe tempat biasa ia tampil, karena hari ini ia sedang malas bersekolah. Pikirannya sedang kacau karena memikirkan tentang pertanyaan Baekhyun kemarin.

Chanyeol berada di cafe sampai menjelang malam, ia menyanyikan banyak lagu accoustic untuk menemani pengunjung yang datang di cafe tersebut.

Jam sudah menunjukan pukul 10 malam saat Chanyeol memilih untuk pulang.

Saat diperjalanan pulang, ia tidak sengaja menolong seorang anak yang tengah di bully oleh beberapa orang pelajar se usianya. Sepertinya anak yang tengah di hajar itu adalah adik kelas mereka, Chanyeol datang menolongnya dan menyuruh anak itu kabur, sementara dirinya yang melawan anak-anak yng sebelumnya mengeroyok anak yang dia tolong.

Niatnya sebenarnya ingin menolong, tapi ia kalah jumlah. Chanyeol yang kewalahan memilih kabur. Ia berlari ke arah apartemen Baekhyun yang memang dekat dengan cafe tempat ia biasa tampil.

Untunglah ia berlari sangat cepat. Ia sampai diapartemen Baekhyun tanpa dikejar lagi. Ia segera menekan bel pintu apartemen Baekhyun.

Saat pintu itu terbuka, Baekhyun menyambutnya dengan wajah kebingungan.

"Chanyeol! Apa yang kau lakukan disini? Kenapa dengan wajahmu?."

Baekhyun terkejut dengan kehadiran seorang pemuda tampan yang kerap mengganggunya, berdiri didepan apartemennya dengan wajah penuh luka lebam dan darah yang hampir mengering di sudut bibir pemuda itu.

Chanyeol, Park Chanyeol.

"Noona bolehkan aku menginap diapartemenmu lagi? Hanya beberapa hari saja, boleh ya?."

Chanyeol masih menggunakan seragam Senior High School nya, datang ke apartemen Baekhyun dengan wajah memperihatinkan.

Ia memasang wajah sedih dan putus asa berharap agar Baekhyun mau menampungnya, dan membiarkannya menginap seperti terakhir kali sebelum mereka liburan bersama. Baekhyun tidak tega melihat wajah sedih itu, wajah tampan pemuda itu kini dipenuhi luka lebam dan butuh pengobatan.

Apa lagi yang dapat Baekhyun lakukan selain mempersilahkan Chanyeol masuk ke dalam apartemennya, memberinya baju ganti milik kakak laki-lakinya, yang kebetulan tertinggal di apartemennya dan mengobati wajah Chanyeol itu dengan telaten.

"Duduklah disini, aku akan mengobatimu!." Baekhyun mengabaikan rasa ingin tahunya mengenai 'Kenapa wajah Chanyeol penuh luka?'. Ia memilih untuk mengobati pemuda itu dulu.

"Noona, wangi tubuhmu unik, aku suka!."

"Diamlah aku sedang mengobatimu."

Chanyeol yang berjarak sangat dekat dengan wajah Baekhyun, dibuat gemas ketika melihat ekspresi wajah Baekhyun yang sesekali meringis- ketika kapas yang sudah diberi akhohol itu menempel pada luka-luka di wajah Chanyeol.

Padahal Chanyeol saja yang sedang di obati tidak merasa kesakitan, memang sih ada rasa perih sedikit, yang ia rasakan ketika kapas itu menempel pada luka disudut bibirnya.

Chanyeol menyukai Baekhyun.

Baekhyun noona, yang mampu membuat Chanyeol lupa ada deretan gadis cantik yang kadang sampai berjejer hanya untuk menanti dirinya, jika ia lewat dikoridor sekolah.

"Noona kau mempunyai kekasih?." Selintas pemikiran tentang pertanyaan Baekhyun tempo hari memancingnya untuk bertanya lebih privasi pada Baekhyun

"..."

Baekhyun tidak menjawab.

"Baekhyun noona! Aku bertanya, jawab aku!." Kesel Chanyeol.

"Tidak!."

"Bagus."

"Apanya yang bagus? Kau mendoakan aku menjadi perawan tua?."

"Oh ya ampun noonaku sayang, bukan begitu! Aku berkata bagus karena, itu berarti aku bisa melamarmu ketika aku sukses nan... YAKKKK NOONA SAKIT."

Baekhyun yang terkejut menekan kapas yang ia gunakan, tepat pada sudut bibir Chanyeol yang terluka. Alhasil itu membuat Chanyeol kesakitan.

"Siapa suruh kau mengagetkan ku!."

'Ya, siapa suruh bocah sepertimu berkata seperti itu, kan aku jadi baper 😶' -Baekhyun

"Aku hanya bertanya noona!," Chanyeol meringis menahan sakit.

Baekhyun yang tidak tega kembali mengobati dengan hati-hati. Setelah selesai mengobati Chanyeol, ia bangkit untuk menyimpan kotak p3k ketempat semula.

Namun Chanyeol menarik tangannya, sampai Baekhyun duduk dipangkuan Chanyeol.

Chanyeol mendekatkan wajahnya perlahan, Baekhyun sampai menahan nafas karena jarak mereka yang terlalu dekat. Kedua hidung mereka sudah bersentuhan, Baekhyun dapat merasakan deru nafas hangat Chanyeol yang mengenai bibirnya.

Ia memejamkan kedua matanya ketika merasa bibir Chanyeol semakin dekat dengan bibirnya. Tapi Chanyeol tidak melakukan apa-apa, ia diam dan menunggu Baekhyun membuka kedua matanya kembali.

Saat Baekyun membuka kedua matanya, ia melihat Chanyeol tersenyum begitu tampan padanya.

"Terima kasih noona!." Ucap Chanyeol tepat didepan bibir Baekhyun.

Baekhyun hendak menjawab, tapi itu tidak terjadi ketika belahan bibir Chanyeol sudah lebih dulu membungkamnya. Menempelkan kedua bibir itu, kemudian Chanyeol menyesap pelan bibir Baekhyun secara bergantian atas bawah- sampai Baekhyun sendiri ikut terhanyut dalam ciuman itu, memejamkan kedua matanya sementara Chanyeol tengah menyesap bibir tipisnya

Ciuman itu tidak lama, Chanyeol melepasnya setelah merasa cukup. Ia kemudian beralih mencium dahi Baekhyun begitu lama, dan mengucapkan terima kasih sekali lagi.

"Terima kasih, dan maaf karena aku menciummu!."

'Oh tidak! Dia menciumku 🙂. T-tapi hatiku berdebar-debar, ya tuhan aku mau lagi ciumannya 😭' - Baekhyun

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Short Story

Malam dimana siangnya Jongin mendengar suara-suara ambigu Chanyeol dan Baekhyun di telepon, ia mengintrogasi Chanyeol yang sendirian di kamarnya.

"Kalian melakukan apa waktu kami tidak ada?," Jongin duduk bersila diatas kasur, sementara Chanyeol baru saja selesai mandi.

"Kami tidak melakukan apapun!," Chanyeol masih sibuk mengeringkan rambutnya.

"Tapi kenapa aku mendengar suara 'Ahhh' terus 'pelan-pelan Chanyeol' dan juga 'Ahhh ini enak'... Ayolah Park, aku sudah berpuluh-puluh kali menonton video 'ikeh-ikeh kimochi', kau pikir aku tidak tahu kalian sedang apa!." Jongin melihat jelas wajah Chanyeol tampak memerah "Kau benar-benar memperkosa Baekhyun noona?,"

"Tutup mulut sialanmu itu Jongin, aku tidak melakukan apapun dengan Baekhyun noona!." Chanyeol berlalu ke walk in closet untuk memakai pakaian.

"Kalau kau ingin melakukannya dengan Baekhyun noona, katakan saja padaku! Aku akan memberikan referensi videonya untuk kau pelajari, dengan berbagai gaya tentunya. Haha."

Chanyeol yang kesal mengambil sebuah buku yang terletak dimeja nakas tempat tidurnya, ia melemparkannya langsung pada Jongin, dan tepat mengenai kepala belakang Jongin.

"Brengsek! Kau ingin membuatku geger otak?." Jongin menahan sakit juga pusing ketika hantaman buku itu mengenai kepalanya "Chanyeol, kau memelihara burung? Kenapa banyak burung disini?."

Chanyeol yang tidak mengerti membiarkan Jongin yang akhirnya jatuh pingsan. Ia pun akhirnya mengecek Jongin yang sudah terkapar dilantai kamarnya.

"Dia pingsan?,"

Jelas saja Jongin pingsan, orang yang dia lempar adalah buku tebal yang memiliki 2000 halaman. Dan Chanyeol juga tidak tahu itu buku milik siapa? Karena mustahil jika buku itu miliknya.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Terimakasih buat yang udah review, maaf gak bisa bls satu-satu...

PM aja kalau mau ngobrol sama aku, seneng aku kalau ada yang chat... banyak temen jadinya haha..

Aku gak bisa bikin yang bagus, maaf FF ku cuma yang ringan-ringan aja hehe.