Title : SM High School
Author : Raichi KrisTaoKaiSoo Fujoshi
Rated : T
Pairing : KaiSoo (Main Pairing) slight TaoRis, BaekYeol, HunHan, ChenMin, SuLay
Genre : Romance, Drama, Humor and Friendship
DISC : para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy saya menjadi terwujud di FF ini.
Summary : Bagaimanakah kehidupan para namja tampan idola di SM Dorming High School? Let's check it out! It's YAOI! Based on movie ( To The Beautiful You). DON'T LIKE, DON'T READ it! For BaekYeol, TaoRis shipper. KaiSoo shipper, HunHan shipper, SuLay shipper and ChenMin shipper XD enjoy it.
Let's check it out, Chingudeul and Yeorebeun~!
Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual, EYD yang ngasal. I told you before, if you hate YAOI or IF You HATE me, better if you don't read my fanfic, okay?
DON'T LIKE, DON'T READ!
.
.
I TOLD YOU BEFORE!
.
.
IF YOU HATE YAOI, BETTER IF U NOT READ MY FIC!
.
.
RAICHI
.
.
Festival semakin meriah. Semua orang datang dengan gaya mereka masing-masing. Yeoja-yeoja datang dengan membawa camera, dan tas. Tentu saja, di dalam tas tersebut ada uang yang cukup untuk menghabiskan waktu mereka di sekolah penuh pria tampan ini.
Disinilah Kyungsoo. Menjadi maid dengan costume maid perempuan, berakting imut dan beraegyo. Kyungsoo terlihat menggemaskan sekali.
Sekolah sudah ramai dari jam 07:30 tadi. Para wanita-wanita, dari yang muda hingga wanita yang sudah berumur 20-an, bahkan menghabiskan waktunya disini. mungkin menyegarkan matanya dari kepenatan dengan melihat sesuatu yang lucu menyenangkan, bukan?
Kai, Sehun, Chanyeol, Minho, Kyuhyun, diminta dengan Heechul untuk menjadi maid pria dengan setelan pakaian maid pria pada umumnya. Itu juga digunakan untuk memancing tamu-tamu wanita yang memang fans dari mereka. Dasar Jaejoong, bisa-bisanya dia memanfaatkan fans mereka -_-
"Kyungsoo-ah, tolong antarkan ini ke meja nomor 7?" tanya seorang chef dengan nada semangat dan sedikit terburu-buru karena harus membuat pesanan yang lainnya. Kyungsoo langsung mengangguk. Kyungsoo segera mengambil nampan berisi dua gelas mangkuk ice cream dan waffle itu menuju meja nomor 7.
Kyungsoo bisa melihat 2 orang wanita cantik yang kelihatannya anak kuliahan. Mereka terlihat berbinar menatap Kyungsoo.
"Ini pesanannya…" ucap Kyungsoo sopan sambil tersenyum manis. Mereka berdua terlihat berbinar-binar. Kyungsoo jadi..err..merasa takut.
"Uhm, bolehkah kami befoto sebentar saja denganmu?" tanya salah satu dari keduanya dengan mata berbinar penuh harap. Kyungsoo berpikir cepat, dan tersenyum.
"Baik, satu foto, ya?" tanya Kyungsoo dengan senyumnya yang manis dan berusaha tetap sopan. Kyungsoo meneguk liurnya melihat wajah kedua gadis ini. Berubah menjadi monster, loh! -_-
"Sebentar..uhm..ah, kau pelayan pria yang disana~?!" tanya, atau lebih tepatnya panggil seorang wanita yang berambut golden brown. Dia menunjuk Kai. Oh, mungkin untuk memfotonya nanti. Kai mendekat.
"Ada yang bisa saya bantu, ladies?" tanya Kai sopan dengan nada gentle. Kyungsoo merona. Bagaimana bisa nadanya menjadi seperti itu. Kekehan mencurigakan kedua wanita tadi tiba-tiba menghinggapi mereka. Aura gelap bercampur pink entah kenapa kelihatan kental sekali. Kyungsoo dan Kai hanya bersweatdrop ria.
"KAMI INGIN MEMFOTO KALIAN JUSEYO…~!" pekik keduanya semangat dan berhasil mencuri banyak perhatian dari pengunjung lain. Kai dan Kyungsoo melebarkan mata.
"Ta..tapi.."
"Ayolah, hanya satu foto saja..~! Kami akan bayar lebih, kami janji!" ucap sang gadis golden brown. Kyungsoo panik.
"Baik, tapi hanya satu foto." Ucap Kai dengan senyum khas. (khas pebisnis :v). Kyungsoo kaget dan menatap Kai. "Mau bagaimana lagi?" tanya Kai kemudian yang paham pandangan Kyungsoo. Kyungsoo berdiri dengan malu-malu disamping Kai. Kai juga berdiri disamping Kyungsoo. Mereka berdua nampak kaku. Salah satu dari mereka dengan rambut hitamnya menghela kecewa.
"Aih~ tidak seperti itu..~! yang romantiss…!" ucapnya. Kai melirik kikuk. Bagaimana ini? Kyungsoo? O_O
"Tapi…"
"Satu foto, kami janji." Ujarnya yang berusaha meyakinkan. Kai menghela nafas. Dia memejamkan matanya sejenak, menarik nafas dan menghembuskannya secara teratur.
"Janji hanya sekali saja?" tanya Kai yang seolah menyuruh mereka untuk menepati janji. mereka berdua mengangguk kompak, beda dengan Kyungsoo yang matanya sudah membulat. Sepertinya seluruh isi café mulai siap-siap mengeluarkan kamera mereka.
Kai menyisir poninya kebelakang. "Bersiaplah, Hyung."
"Eh?!"
"KYAAAAAAAAAAAAA….!" Seluruh jeritan para gadis disana memenuhi ruangan. Kalian tahu?! Jongin mengangkat tubuh Kyungsoo dengan bridal style. Kyungsoo yang kaget dan panik dengan tindakan cepat secara refleks langsung memeluk leher dan bahu Kai dengan erat. Kai menatap Kyungsoo yang menatapnya juga.
Dan saat itu suara kamera, baik ponsel, ataupun kamera pocket dan slr berbunyi ria. Dan sepertinya kedua gadis itu lupa janji mereka yang hanya memfoto 1 foto saja.
Tak sampai 3 menit, Kai langsung menurunkan Kyungsoo yang berubah menjadi batu. Baiklah, sepertinya akan butuh waktu agar Kyungsoo sadar dari keterkejutannya. Dan sebelum dia banyak bereaksi, Tao langsung menyeret tubuh Kyungsoo dibantu Key.
.
.
.
Semua acara sudah selesai, Kyungsoo ada dikamarnya. Dia sudah berdandan normal. Tidak menjadi maid lagi, dan masih mematung. Arwahnya sepertinya belum sadar apa yang terjadi. semua terjadi begitu cepat.
Sosok Kai masuk kekamar mereka dan menghela nafas melihat mata Kyungsoo yang masih kaget dan masih membatu. Apa perlu Kai menyiramnya menggunakan air agar Kyungsoo sadar? Kai duduk disamping Kyungsoo.
"Aish! Kyungsoo hyung! Sadarlah!" Kai mengguncang tubuh Kyungsoo. Kyungsoo kaget. Nah, sepertinya sudah sadar dari dunia keterkejutannya.
"K…K..Kai-yah! Apa yang kau lakukan tadi?! Kau mengangkatku hingga seluruh isi café mengambil foto kita, apa kau tidak malu?!" Kyungsoo langsung bereaksi dan mengeluarkan seluruh isi kepalanya yang membatu. Kai mengacak rambutnya dan menyandarkan dirinya pada sofa yang nyaman.
"Hyung, kalau tidak begitu mereka akan semakin menjadi. Aku melakukan hal itu agar mereka semua berhenti memohon." balas Kai. Kyungsoo diam. Kai benar, bukankah kedua gadis tadi sangat ingin bahkan agak sedikit memaksa? Dan Jaejoong berpesan untuk melakukan yang tamu mereka inginkan asal itu masih dianggap biasa saja.
"Ah…kau benar…" Kai melirik Kyungsoo dan tersenyum. Kai menjulurkan tangannya dan mengacak rambut Kyungsoo.
"Hahaha, kau pasti kaget sekali? Aku juga kaget karena tubuhmu sama ringannya seperti wanita, hyung!"
PLETAK!
Well…jitakan itu cukup sakit.
"Jangan menyamakan berat badanku dengan perempuan! Aku laki-laki!" Ini masalah harga diri juga rupanya.
"Kira-kira apa kita akan menang? Kau sudah dengar apa hadiahnya, hyung?" tanya Kai. Kyungsoo menggeleng.
"Apa hadiahnya Kai? kau tahu darimana?"
"Yunho hyung yang mengatakannya dengan kami. Hadiahnya adalah bebas dari piket pagi setiap ekstra klub selama sebulan dan liburan 7 hari di Villa gunung yang memang milik sekolah. Tidak hanya itu, sarapan dan binatu sudah disiapkan, visa dan passport sudah akan disiapkan sekolah. Kita hanya benar-benar akan istirahat. Selain itu, ada festival daerah juga…aku harus membawa kamera kalau begini."
"Daerah? Dimana? Kalau kesana kenapa harus memakai passport?"
"Ah ya, aku lupa mengatakannya. Kita akan ke Jepang. Segera setelah pengumuman pemenang saat kembang api besok malam." Ujar Kai sambil tersenyum senang.
APA KATANYA?!
JEPANG?!
O_O
.
.
.
Malam sudah memeluk Seoul saat ini. Bintang tak begitu banyak berhamburan di langit. Sang bulan bersinar lembut. Kyungsoo sudah bersama dengan teman-temannya. Menunggu pengumuman yang akan diumumkan oleh Wakil Kepala sekolah.
Kyungsoo duduk di bangku taman dengan secangkir cokelat panas yang dibagikan di stan yang disediakan oleh Sekolahnya. Matanya terus melirik jam tangannya dan melihat langit malam yang cerah. Posisi duduk Kyungsoo tak begitu jauh dari keramaian, tapi menenangkan. Ya, Kyungsoo adalah tipe yang suka ketenangan.
"Boo!" sebuah suara mengagetkan Kyungsoo. Kyungsoo melirik dan melihat sosok Kai yang dibelakangnya. Kai duduk disampingnya. Kelihatannya ia juga membawa cokelat panas dan..sebuah bungkusan?
"Kai-yah, apa itu?"
"Ini? Snack ringan. Kau mau? Pengumumannya masih lama, hyung." Ujar Kai yang menawarkan cemilan itu. Kyungsoo melirik, ah…Nori? Kyungsoo mengambil dan menikmati nori yang rasanya gurih. Kai juga mengambil dan menikmati potongan nori yang sepertinya menjadi snack tepat untuk mengganjal sejenak perut keduanya.
"Menurutmu apa kita akan menang?"
"Bisa jadi…Karena yah…kulihat Jaejoong Hyung sudah merencanakan segalanya dengan sempurna. Kulihat pengunjung kita juga cukup banyak…hahaha…positive thingking saja. Aku ingin sekali kita menang!" Kai berujar dengan nada riang. Hal itu membuat mata Kyungsoo mengernyit heran, seolah mencari jawaban.
"Hm? Memangnya kenapa?"
"Well, aku tidak perduli soal liburan meski sedikit menginginkannya, yang aku butuhkan adalah lepas dari piket pagi! Hahaha!"
Ah begitu ya -_-
Ternyata begitu -_-
Sebuah lagu ringan mulai diputar. Kyungsoo bahkan sedikit bersenandung mendengarkan lagu ini. Panggung kecil mulai dikerubungi oleh para siswa, namun tidak dengan Kyungsoo dan Kai. mereka berdua tidak mendekati panggung.
Sepertinya pengumuman akan dimulai sebentar lagi. Ah sial, tempatnya tidak strategis, dia tidak bisa melihat Wakil Kepala Sekolah. Kyungsoo berusaha melihat dengan menjijitkan kaki dan seolah memanjakan lehernya menjadi jerapah.
"Ah…tidak terlihat…" bisik Kyungsoo yang nyaris tak bisa didengar oleh siapapun. Kai melirik Kyungsoo. Kai masih meminum cokelatnya. Kai juga masih setiap mencomot lembaran nori didalam bungkusan snack yang dibawanya.
"Selamat malam, semuanya!" sambutan dari Wakil Kepala Sekolah telah dimulai, dan balasannya begitu semarak. Kyungsoo berusaha menjijitkan kakinya.
"Aaaarrrgghh~!" kali ini, Kyungsoo menggeram frustasi. Sialan, seharusnya ia menerima tawaran ibunya dulu untuk main basket agar dia lebih tinggi.
"Kau tidak bisa melihatnya hyung?" Kai berbisik di telinga Kyungsoo. Kyungsoo menoleh dan mengangguk. Kyungsoo beberapa kali melompat agar bisa melihat.
"Saya akan segera membacakan pengumumannya..!"
Kali ini, Kyungsoo menggerutu karena tidak bisa melihat. Kai terkekeh. Ia menghabiskan cokelatnya dan mendekati Kyungsoo.
"Bersiaplah, Kyungsoo-hyung." Bisik Kai lembut ditelinga Kyungsoo. Kyungsoo melirik kaget. Apa yang akan dilakukan Kai?!
"Eh?" O_O
Sorakan semakin panas ketika Jaejoong melompat riang. Bersamaan itu juga, kembang api mewarnai langit malam. Hiruk pikuk senang dan para insan yang berdansa senang memeriahkan malam itu. Beda dengan Kyungsoo. BEDA SEKALi!
Kyungsoo ada didalam gendongan Kai, dan Kai meletakkan Kyungsoo dibahunya. Wajah Kyungsoo merona sampai merah sekali hingga keleher. Kai melirik Kyungsoo sambil tersenyum.
"K..K..K..KAI!" Kyungsoo memekik tertahan, ia berusaha untuk mengontrol dirinya sendiri. Berusaha menutupi kegugupannya. Kai masih memberikan senyumannya.
"Kenapa hyung? Bukankah sudah bisa melihat dengan jelas sekarang?" tanya Kai dengan nada senang tak berdosa yang sangat ingin sekali dihadiai jitakan olehnya. Kyungsoo berusaha menutupi wajahnya yang merah.
"Turunkan aku..!" Kyungsoo memekik tertahan. Kai mengernyitkan alisnya dan tertawa kecil.
"Tidak mau, hyung." Anak sialan ini.
"Bodoh! Nanti banyak yang melihat! Turunkan aku, aku ini berat, Kai! bahumu bisa sakit!"Kyungsoo berusaha meronta-ronta dengan menggerakkan kakinya. Sialannya, kakinya kini ditahan oleh tangan Kai. Kai masih melirik dengan senyum bercampur seringai.
"Tidak mau. Kau tidak berat, aku tidak keberatan menggendongmu seperti ini sampai ke kamar, hyung."
Ah sial…~!
"KYAAAAAAAAAAA…!" Pekikkan segerombolan wanita semakin menghebohkan tarian masal malam itu. Kai melirik kebelakang dan mendapati segerombolan wanita yang heboh memfoto mereka. Kyungsoo sibuk menutupi wajahnya. ah, sialan. Ada apa dengan anak ini?
"Kai-yah! Apa Kyungsoo itu pacarmu?!"
"Kai-yah! Bisakah kau menggondong dengan bridal style saja?!"
"KIM JONGIN TURUNKAN AKU…!"
Kai tertawa riang dan menurunkan Kyungsoo. Kyungsoo masih menutupi wajahnya dan memukul lengan Kai sekuat tenaganya. Well, yah meski itu tidak berarti apapun untuk Kai.
"Maaf, Noona…tapi aku tidak bisa menggendong lama-lama Kyungsoo hyung." Ujar Kai sambil tersenyum miring. Kai menggenggam tangan Kyungsoo dan mengajaknya berlari.
"KAI-YAAAAAAAAAAAHHHH….!"
"KYAAAAAAAAAAA….!"
.
.
.
Kyungsoo sepertinya sedikit badmood meski pagi ini mereka akan berangkat menuju Jepang. Sekarang saja, wajahnya terlihat masam. Matanya menajam dan bibirnya terlihat masih menggerutu. Sepertinya hadiah kemenangan dengan liburan dan bebas piket pagi tidak menyembuhkan badmoodnya akibat tindakan Kai semalam.
"Hyung~ maafkan aku~ aku hanya bercanda~ Senpai notice me~" Kai sepertinya sedikit merengek. Kyungsoo melirik tajam dan kembali diam. Nafas Kyungsoo tidak ada bedanya dengan benteng yang mengamuk. Matanya tajam, dan bibirnya mengerucut karena ingat kejadian semalam.
Oke, kali ini Kai sukses diam.
Semalam memang Kai akui, dia sedikit ingin mengisengi Kyungsoo. Karena reaksi Kyungsoo adalah yang terbaik. Tapi entahlah..ada sesuatu yang mendorong Kai untuk terus mengerjai lelaki berparas lembut ini. Membuat mata bulat itu semakin bulat karena reaksinya. Membuat bibir kissable ini terus membulat atau mengeluarkan makian lucu yang benar-benar tidak khas dengannya.
"Ayola hyung~ nanti kan kita akan tidur sekamar di villa, tidak mungkin kau mendiamkanku terus, kan?!"
"HAH?! Kita sekamar?!"
"Kau tidak tahu ya?"
"Hey pasangan baru~!" keduanya melihat Chanyeol dan Baekhyun yang mendekati keduanya. Chanyeol memberikan senyuman lima jari.
"Pasangan baru?" Kyungsoo mengulang pertanyaan Chanyeol. Chanyeol mengangguk heboh. Baekhyun mulai mengotak-atik ponselnya.
"Kau tidak tahu?" Baekhyun menunjukkan sebuah artikel dengan foto yang rasanya Kyungsoo sangat hafal. Kyungsoo mengambil ponsel Baekhyun dan membelak membaca judulnya yang sangat heboh.
CINTA BARU SUDAH BERKEMBANG, APA INI KEMAJUAN UNTUK PARA FUJOSHI?!
(O_O)/
WHAT THE HELL?!
Kai juga tidak kalah kaget. Disana, foto dirinya yang menggendong Kyungsoo saat Kyungsoo menjadi maid dan foto dirinya ketika meletakkan Kyungsoo dibahunya. Tulisannya pun sangat heboh. Sepertinya dirinya dan Kyungsoo menjadi pemberitaan heboh dikalangan fujoshi gila itu.
Kai mulai merasakan aura tidak enak. Kai melirik Kyungsoo dan merinding melihat Kyungsoo yang menatap tajam Kai.
"Hehehe..aku bisa jelaskan, Hyung~" Kai memberikan cengiran canggung dan memberikan V sign pada Kyungsoo.
"KITA PISAH RANJANG..! AKU TIDAK MAU DUDUK DENGANMU!" dan Kyungsoo langsung berlalu meninggalkan Kai dan mengejar Tao yang sepertinya tengah duduk sendirian sambil mendengarkan lagu.
"Aku tidak salah dengar, kan?" tanya Chanyeol yang menepuk bahu Kai. cengiran jenakanya semakin bertambah lebar. Kai melirik Chanyeol dan kembali menatap Kyungsoo yang menjauh darinya.
"Pisah ranjang? Ah~ hubunganmu sudah sejauh itu ya, Kai." Baekhyun yang kali ini tertawa jenaka.
"Diamlah, gara-gara kalian memberikan foto itu, Kyungsoo hyung semakin kesal denganku! Dasar pasangan menyebalkan!" Kali ini, Kai yang kesal dan berlalu meninggalkan keduanya.
Chanyeol dan Baekhyun saling berpandangan dan menaikan bahu keduanya.
"Biarkan saja, nanti mereka berbaikan." Ujar Chanyeol lalu mengajak Baekhyun pergi.
.
.
Tak jauh dari sana, Kyungsoo sepertinya sedang mengobrol dengan Tao. Kyungsoo dan Tao bahkan beberapa kali tertawa hingga sesuatu menegur mereka.
"Hey."Hanya sebuah sapaan singkat. Tao membuka kacamata hitamnya dan menatap tajam pria didepannya. Pria yang sepertinya akan bertindak kurang ajar tempo hari dan dia menendangnya. Kyungsoo juga memperhatikan pria super tinggi ini. Wajahnya sepertinya blasteran. Hidung mancung yang sempurna sekali. Tao memasang kembali kacamata hitam yang membingkai wajahnya.
"Maaf tempo hari membuatmu kesal dengan perlakuanku." Ujarnya sambil tersenyum. Ia menjulurkan tangannya hendak meminta maaf, namun Tao terlihat tidak memperdulikannya, terbukti dengan Tao yang buang muka. Pria ini duduk disamping Tao. Tao memasang earphone dan mulai mendengarkan lagu kembali.
"Bukan masalah, lupakan saja. Setidaknya aku sudah membalasnya."
"Pfffttt…~" pria berambut blonde dengan nama Kris itu kali ini melirik Kyungsoo yang menahan tawanya.
"Apa ada yang lucu?"
"Ah tidak, aku hanya baru ingat kalau kau pria yang ditendang Taozi karena terlalu dekat dengannya, kan?"
TWITCH
Terima kasih, Kyungsoo!
"Ah…anggap saja itu untuk perkenalan kami." Ujar Kris dengan senyum tipisnya. Kris menatapi Tao yang tengah serius dan akhirnya menyandarkan kepalanya pada bahu Kyungsoo. Kris tersenyum.
"Kau tahu? Kau juga berhutang maaf denganku karena kau membuatku malu." Ucap Kris. Kyungsoo merasakan, akan ada adu mulut atau semacamnya sebentar lagi.
Tao melepas earphonenya dan membuka kacamatanya.
"Siapa yang memulai dialah yang harus merasakan akibat dari permulaannya. Kyungsoo hyung, ayo pergi. sebentar lagi kita akan berangkat!" Tao menarik tangan Kyungsoo.
Kris tersenyum miring memperhatikan Tao yang menjauh.
"Tidak masalah, masakan akan terasa lebih enak kalau pedas, Baby." Bisik Kris lalu memakai kacamata hitamnya dan melangkah mendekati Yunho yang bersama Jaejoong.
.
.
.
.
TBC
GOMEN BARU BISA UPDATE SEKARANG~!
Gomen banget, dan ini juga super pendek padahal pending berapa lama nih fict :")
Rai berusaha dapetin feels lagi fict ini. Harap maklum kalau fict ini pendek. Tapi Rai janji, next chap akan lebih panjang. Gak panjang-panjang amat, mungkin :v #flakk
Please read and review. Kritik membangun sangat diharapkan dengan nada bersahabat.
Sign,
Raichi
