BLEACH Milik Tite Kubo

SOUL Milik NamiKaze-Naruni

.

.

.

Genre:Adventure/Horror/Romance/Family/Humor(dikit)

Rated: T

Pairing: Ichigo X Hitsugaya

Warning: Shou-ai, BL, OOC, AU, Typo. Don't Like Don't Read!

.

.

.


Chapter 7: Shinigami


~O~O~O~O~O~

"Mulai sekarang kau adalah seorang Shinigami, Kurosaki." Ujar Hitsugaya dengan serius sambil menatap Ichigo yang kini sudah berubah menjadi Shinigami.

Mata coklat itu terbelalak, "A-apa? Shi-Shinigami?"

"Kurosaki.." gumam Hitsugaya.

Hening.

" Tunggu! Shinigami itu... apa?" tanya Ichigo bingung.

"Kau tidak tahu?" tanya Hitsugaya tak percaya.

Ichigo menggeleng polos, "Tidak."

Melihat wajah tanpa dosa Ichigo yang dengan ringannya berkata seperti itu setelah memasang wajah syok tadi, membuat Hitsugaya menundukkan kepalanya, bahunya pun tampak bergetar.

"Tou-,"

"KALAU KAU TIDAK TAHU APA ITU SHINIGAMI, KAU TIDAK USAH PASANG WAJAH SYOK SEPERTI ITU, BUAT KHAWATIR SAJA! DASAR BAKA MIKAN!" seru Hitsugaya kesal.

Ctak!

Timbul perempatan jalan di kepala Ichigo, "A-apa kau bilang? Kau sendiri yang tiba-tiba bilang hal seperti itu dengan wajah serius!" balas Ichigo jadi emosi sendiri.

"Ya, karena aku berkata benar! Cepat sekarang kalahkan Hollow itu!" seru pemuda bermata emerald itu sambil menunjuk Hollow di belakangnya.

"A-apa? Bagaimana caranya, baka!"

"Grrr.. kau manusia! Beraninya mengabaikan aku! !" potong Hollow itu marah karena merasa diabaikan oleh 2 orang itu.

Dengan cepat, Hollow itu kembali menyerang ke arah Hitsugaya yang terlihat lengah karena beradu debat dengan Ichigo.

"Toushiro!" seru Ichigo yang menyadari serangan Hollow itu.

"Sial." Desis Hitsugaya yang tidak bisa lagi berkutik. Melihat itu, Ichigo langsung melangkah cepat. Entah kenapa, saat itu langkahnya terasa ringan sehingga ia tepat waktu untuk menangkap Hitsugaya dalam pelukannya.

Blar!

Serangan yang melesat itu akhirnya berbenturan langsung dengan tanah lapangan yang akhirnya menyebabkan lubang cukup besar disana.

"Toushiro! Kau tidak apa-apa?" Tanya Ichigo panik pada Hitsugaya yang masih berada di pelukannya.

"A-aku tidak apa-apa. Cepat lepaskan tanganmu dariku!" balas Hitsugaya yang entah kenapa jadi gugup sendiri saat dipeluk oleh Ichigo seperti itu.

"O-oh.. Sesaat tadi aku merasa langkahku terasa ringan," gumam Ichigo menatap Hitsugaya yang menghela nafas.

"Itu pengaruh kekuatanmu, Kurosaki. Cepat, sekarang kalahkan Hollow itu!"

"Apa? Kau bercan-,"

Bruk!

Sebelum melanjutkan perkataanya, Ichigo keburu didorong oleh Hitsugaya ke arah Hollow itu.

Ichigo emosi, "Woi! Apa yang kau lakukan, Hah?"

"Kalahkan Hollow itu!" seru Hitsugaya kesal sambil menunjuk Hollow beberapa meter di depan Ichigo.

"What the? Yang benar sa-,"

"Sudah cukup main-mainnya! Akan kubereskan dari kau!" seru Hollow itu marah, muncul tepat di belakang Ichigo. Pemuda berambut orange itu menelan ludah horror, dengan gerakan patah-patah, Ichigo menoleh ke belakang dan perlahan mendongak ke atas tepat pada wajah Hollow itu. Ichigo nyengir horror.

"Hai! Hari yang cer-,"

Blar!

"Gyaaaaaaa...~" otomatis, Ichigo langsung lari sekencang mungkin saat Hollow itu tengah bernafsu ingin memakannya. Hollow itu pun tetap mengejar Ichigo dari belakang dengan semangat. Dan akhirnya terjadilah kejar-kejaran antara Ichigo dan Hollow itu dengan memutari berulang-ulang lapangan sepak bola. ("==)

"Gyaaaaaaa...~ Toushiro! Heeeeeellllppppp...~!" teriak pemuda berambut orange itu sekerasnya sambil tetap berlari memutari lapangan. Hollow itu masih mengejar di belakang Ichigo dengan semangat '45.

Hitsugaya yang melihat itu hanya bersweatdrop ria. Pemuda mungil itu sedang berpikir satu hal. 'Apa Urahara-san bercanda memilih orang seperti Kurosaki? Tak bisa diharapkan!'

"Kau sudah membuatku marah! Rasakan ini, Shinigami!" Hollow itu kembali mengeluarkan kekuatannya untuk menyerang Ichigo.

"WOI! Matte kudasai! Aku bukan Shiniga-,"

Blar!

"Gyaaa!"

Blar!

"Tunggu dulu! Woi! Aku bukan Shini-,"

Blar!

"Gyaa!" Ichigo kembali menghindari serangan Hollow itu dengan gerakan unik miliknya. Masa bodo! Walaupun cara menghingdarnya memalukan. Yang penting selamat!

Blar!

BRAK!

"Ugh!"

"Kurosaki!"

Jreng! Ichigo akhirnya terkena serangan telak dari Hollow itu, lalu terlempar dan menabrak pagar kawat yang membatasi lapangan sepak bola itu dengan keras.

Hitsugaya yang khawatir melihat Ichigo yang terkena serangan telak itu langsung menghampiri pemuda berambut orange itu yang sepertinya tak sadarkan diri akibat benturan yang dialaminya. Terlebih serangan Hollow itu telak mengenai pemuda berambut orange itu.

"Kurosaki ka-,"

"Sekarang giliranmu!"

DEG!

Tiba-tiba Hollow itu sudah berdiri kokoh di depan Hitsugaya dengan lengan kanan mengayun ke atas seolah siap menghempaskan tubuh Hitsugaya. Sekali lagi, pemuda mungil itu dapat menghindar dari serangan tiba-tiba itu, dan langsung mengambil jarak aman dari Hollow itu.

"Che. Lambat," dengus Hitsugaya,

"Ku puji kecepatanmu itu. Tapi, apa kau masih bisa menghindari yang... ini?" kata Hollow itu tiba-tiba menghilang dari hadapan Hitsugaya. Seketika, pemuda mungil itu mengambil posisi siaga.

'Sial! Dimana Hollow itu?" gumam Hitsugaya dalam hati, sekilas Ia menoleh pada Ichigo yang tampaknya masih belum sadarkan diri.

"Kurosaki.."

"Kau lengah!"

Bet!

"Argh!"

Tepat saat itu, Hollow itu muncul dan langsung mencengkram tubuh mungil Hitsugaya dengan lengan kanannya yang besar, mengangkatnya perlahan ke atas dengan niat ingin meremukan tubuh itu. Hitsugaya mengernyit kesakitan. Ini resiko yang Ia harus ambil dengan Ia hidup kembali. Walau hanya gigai Ia dapat merasakan kembali apa itu rasa kesakitan seperti manusia biasa.

"Matilah kau!" seru Hollow itu bengis dengan suara yang mengerikan.

"Ku-kuro.. sa-sa..ki.. akh!" ringis Hitsugaya. Merasakan nafasnya terputus-putus yang membuatnya kesakitan. mata emeraldnya yang menyipit karena menahan sakit tampak tertuju pada Ichigo yang masih terdiam tak sadarkan diri.


Ichigo POV

"Ini dimana?"

Tanyaku dalam keheningan, aku tidak dapat melihat apapun disini kecuali ruangan yang bewarna putih luas tanpa apapun disini. Kosong.

Kembali aku berjalan di dalam ruangan itu yang kurasakan semakin dingin dan dingin. Saat itu, aku menemukan sebuah pintu yang satu-satunya berada di ruangan asing ini. Dengan yakin, aku melangkah secara perlahan dan membuka pintu itu.

Putih.

Yang berbeda, ruangan ini tampak seperti ukuran kamar tidur. Tapi, tidak ada apapun disini. Hanya saja, dinding ruangan ini terbuat dari kaca yang membuatku bisa melihat bayangan diriku di dalamnya. Aku hanya terpaku dengan pakaian yang kukenakan sekarang.

Inikah wujud Shinigami yang dikatakan oleh Toushiro? Aku tahu Shinigami itu apa. Hanya saja, aku tidak tahu maksud Toushiro menyebutku sebagai Shinigami. Dewa kematian? Konyol. Aku ini manusia bias-, maaf. Maksudku manusia yang cukup luar biasa. Hei! Bukankah kekuatan dapat melihat Ruh itu hal yang langka. Jadi, benarkan kalau aku bukan manusia biasa?

Hahh.. jadi ngelantur kemana-mana.

"Ichigo Kurosaki."

DEG!

Aku langsung menoleh ke belakang. Aku hanya terkejut mendapati seorang pria brewok. Dengan jubah hitam menutupi tubuhnya dan kacamata hitam di matanya, lalu rambut bewarna hitam bergelombang cukup panjang miliknya. Kini berdiri di belakangku. Tapi, Ia berada di dalam cermin dinding ruangan ini.

"K-kau siapa?" tanyaku kaget. Tidak ada jawaban. Pria itu hanya terdiam. Tiba-tiba saja, langkah kakiku terasa bergerak sendiri untuk menghampiri pria itu yang aku yakin tatapan matanya tertuju padaku. Aku menelan ludah.

"Siapa kau?" tanyaku lagi setelah berada kurang lebih setengah meter darinya. Atau lebih tepatnya di depan cermin yang merefleksikan dirinya.

"Aku adalah kau."

Hah? A-apa dia bilang?

"Aku adalah kau, Ichigo Kurosaki. Dan kau adalah aku. Kita adalah sama." Kata pria itu dengan suara beratnya.

"A-apa maksudmu! Aku tidak mengerti! Kau siapa!" tanpa sadar aku berteriak di depannya. Sudah cukup! Akhir-akhir ini banyak terjadi hal-hal yang tidak ku pahami! Cukup! Sudah banyak kejadian aneh yang menimpaku sekarang. Dan sekarang bertambah lagi? No Thanks!

"Seperti yang ku katakan tadi. Kita berdua adalah satu, Ichigo Kurosaki." Ulang pria itu datar.

"Karena itulah aku tidak mengerti! Apa maksudmu kita adalah satu, hah?" tanyaku kesal.

"Aku adalah kekuatan dalam dirimu,"

"Apa?"

"Aaakhh!"

Tiba-tiba saja, aku mendengar suara teriakan yang familiar di telingaku, itu membuatku langsung berbalik badan menghadap dinding yang berseberangan dengan cermin ini. Mata coklatku hanya terbelalak semaksimal mungkin kala melihat Toushiro terefleksikan di dalam cermin itu. Tentunya dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Karena aku melihat Toushiro dalam cengkraman Hollow yang seperti benar-benar berniat ingin membunuhnya.

"Toushiro!" panggilku keras. Tapi sepertinya, tak terdengar oleh Toushiro yang kini melemas dalam genggaman tangan besar Hollow itu.

"Apakah kau ingin menolongnya?"

Aku kembali berbalik menghadap sosok pria misterius di belakangku.

"Apakah kau ingin menolongnya, Ichigo Kurosaki?" pria itu kembali bertanya padaku yang tampak berwajah tegang setelah melihat Toushiro dalam bahaya.

"Ichigo Kurosaki?" panggil pria itu lagi.

Aku mendongak menatap mata pria itu yang terhalangi oleh kacamata hitam. "Aku masi-,"

"Aku tidak butuh jawaban yang lain, cukup jawab ya atau tidak,"

Potong pria itu cepat. Sepertinya Ia mengetahui apa yang ingin dikatakan olehku tadi.

Aku terdiam. Belum memberikan jawaban. Aku berdiri tegap dengan kepalanya yang tertunduk. Lengan kananku masih mengenggam pedang bewarna hitam legam dengan erat yang ku bawa sejak tadi. Samar-samar, aku dapat mendengar suara kesakitan Toushiro, dan bayangan teman-temanku yang tak sadarkan diri akibat serangan Hollow itu. Sial. Aku harus menolong mereka!

Aku kembali mendongak. Menatap mata pria yang terhalangi oleh kacamata itu. Sudah ku putuskan.

"Iya." Jawabku penuh keyakinan.

Ichigo POV end

"Iya." Jawab Ichigo yakin.

"Aku akan melakukan apapun, asalkan aku bisa menolong teman-temanku. Jadi, siapapun kau, berikanlah kekuatanmu padaku." Ujarnya serius.

Mendengar jawaban Ichigo yang memuaskan, membuat senyum kecil terlukis di bibir pria itu.

"Jawaban yang bagus. Sekarang letakkan tanganmu pada cermin ini." Kata pria itu lagi.

Ichigo mengangguk mengerti, lalu perlahan meletakan tangan kananya tepat pada tangan pria itu yang mengulur di depan cermin. Perlahan, aura hitam kemerahan keluar dari lengan pria itu dan merambat ke tangan, lalu perlahan mulai merambat ke siku, bahu, dan tubuh Ichigo. Menyelimuti tubuh pemuda berambut orange itu dengan cepat.

"A-apa ini?" Ichigo tergagap kala melihat aura hitam kemerahan itu mengerubungi tubunya dengan cepat. Disaat bersaman, Ichigo dapat merasakan sesuatu merasuk ke dalam tubuhnya dengan besar.

"Selamat datang ke dalam sisi jiwamu yang lain, Ichigo Kurosaki."

Dengan itu, pria berambut bergelombang hitam itu keluar dari cermin dan merasuk ke dalam tubuh Ichigo.


"Si-sial.." Hitsugaya tidak kuat lagi menahan cengkraman Hollow itu di tubuhnya. Tulang-tulangnya seperti remuk di dalam akibat kekuatan Hollow yang mencengkram tubuhnya dengan kuat. Hitsugaya hanya bisa tersenyum miris mengingat posisinya sekarang.

'Eh, sudah berakhir.' Batinnya putus asa. Hitsugaya menutup kedua matanya perlahan, saat Hollow itu berniat memakannya.

Zraass!

Set!

"Arrggh! Tanganku!" jerit Hollow itu. Ketika, tiba-tiba lengannya yang mencengkram Hitsugaya terpotong begitu saja. Sedangkan tubuh Hitsugaya yang terlihat lemas ditangkap tepat waktu sebelum tubuh mungil itu terjatuh dari ketinggian 5 meter (tinggi Hollow itu).

"Toushiro! Kau tidak apa-apa?" tanya orang yang menyelamatkan Hitsugaya itu yang tak lain adalah Ichigo.

Perlahan kedua mata emerald yang sempat terpejam itu terbuka. Dengan sayu menatap mata coklat itu, "Ku.. rosaki.."

"Syukurlah. Kau tidak apa-apa." Ujar Ichigo lega.

"Turunkan aku.. aku tidak apa-apa." Kata Hitsugaya yang lagi-lagi berada di dalam pelukan Ichigo. Ichigo mengangguk, lalu menurunkan pemuda mungil itu dari gendongannya. Namun, tubuh mungil itu langsung terhuyung lemas ke bawah sebelum Hitsugaya jatuh ke tanah, kembali Ichigo menangkap Hitsugaya dalam pelukannya.

"Kau ini! Apanya yang tidak apa-apa, hah?"

"Aku tidak apa-apa, Kurosaki. Lepaskan aku. Aku bisa berdiri sendiri." Ujar Hitsugaya.

"Kau ini, jangan sok kuat seperti itu." ujar Ichigo.

"Urusai." Balas pemuda mungil itu singkat.

Setelah melepas dekapannya dari pemuda mungil itu, Ichigo berbalik badan membelakangi Hitsugaya.

"Akan ku lindungi,"

"Hah?" Hitsugaya langsung mendongak menatap punggung kokoh pemuda berambut orange itu.

"Aku akan melindungimu, Toushiro. Jadi, kau diam saja disini." Ujar Ichigo tajam. Dengan nada yang tidak seperti biasanya. Lalu langsung melangkah menuju Hollow yang tampak kesakitan karena tangannya terpotong oleh tebasan Ichigo tadi. Hitsugaya yang tertegun mendengar ucapan Ichigo itu kini memandang punggung pemuda orange itu yang semakin menjauh.

'Apa itu benar-benar Kurosaki?'

"Kurosaki.." gumam Hitsugaya. Bukan sebuah panggilan. Tapi, hanya sebuah ucaapan pelan yang terlontar di bibir pemuda bermata emerald itu.

"Kau.. berani-beraninya memotong tanganku yang beharga! Akan kubunuh kau, Shinigami!" seru Hollow itu marah sembari hendak menyerang Ichigo. Ichigo menghentikan langkahnya. Dan memasang sikap biasa. Namun, tidak dengan bola mata coklatnya yang terlihat berkilat menanatang.

"Akan ku balas semua perbuatanmu yang telah menyakiti teman-temanku, Hollow." Ujar Ichigo dingin dengan mata yang berkilat marah.

"RASAKAN INI, SHINIGAMI!" seru Hollow itu sambil hendak menyerang Ichigo yang malah terdiam di tempatnya.

"Kurosaki!"

Zraasss!

"A-apa?" karena kecepatan tebasan Ichigo. Hollow itu tak sadar dengan tubuhnya yang kini terbelah menjadi 2.

"Arrrgggh!"dalam sekejap Hollow itu langsung kalah dan menghilang menjadi debu yang terbawa hembusan angin.

Hitsugaya yang menatap itu hanya terpaku. Ia tidak mengira Ichigo yang tadi tak bisa atau malah tak bisa diharapkan menang. Kini berbalik menang dengan telak. Apakah ini karena kepalanya orange terbentur saat menerima serangan Hollow tadi?

Entahlah.

Hitsugaya boleh saja terkejut, tapi pemuda berambut orange itulah yang lebih terkejut lagi. Perlahan pemuda berambut orange itu mengangkat lengannya sampai dada. Lengkap dengan pedang hitam di lengan kanannya.

"Yang tadi itu... apakah sungguhan?" tanyanya heran masih tak percaya, kalau Ia telah mengalahkan Hollow itu secara telak.

Setelah menyaksikan kejadian di depannya sejak tadi, Urahara tersenyum khasnya sambil memegang topinya. "Eh, akhirnya kau keluar, Zangetsu. Selanjutnya, apakah ini akan berjalan sesuai rencana?" gumamnya. Lalu menghilang bersamaan dengan hembusan angin yang bertiup cukup kencang saat itu.

~O~O~O~O~O~

"Toushiro, bisakah sekarang kau jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Ichigo serius di jalan yang cukup sepi menuju rumahnya.

Setelah penyerangan Hollow itu selesai dengan kemenangan telak Ichigo, teman-temannya yang baru sadar dari pingsan mereka tidak bisa mengingat apapun. Yang mereka ingat terakhir adalah saat mereka tengah membagi kelompok untuk uji tanding. Itu saja. Selebihnya mereka tidak ingat apa-apa. Termaksud Renji yang tampaknya tak mengingat apapun tentang kejadian itu.

Dan ini makin membuat Ichigo merasa makin aneh dan bertekad memaksa Hitsugaya untuk memberikan penjelasan serinci dan sejelas mungkin padanya.

Hitsugaya terdiam, kemudian berbalik badan menghadap Ichigo. Mata emeraldnya menatap Ichigo dengan intens.

"Baiklah. Akan ku ceritakan padamu, Kurosaki."

Mendengar itu, Ichigo menelan ludah gugup.

Hitsugaya kembali melanjutkan perkatannya sambil menatap tepat pada mata coklat Ichigo, "Seperti yang kau bilang aku adalah Soul. Aku disini hanya menempati tubuh pengganti seperti yang kau lihat sekarang." Ujar Hitsugaya.

"Lalu, kalau kau adalah Soul, kenapa kau bisa hidup kembali dan menempati tubuh pengganti itu?" tanya Ichigo.

Hitsugaya memejamkan matanya, "Misi."

"Hah?"

Kembali dibukanya mata emerald itu perlahan menatap Ichigo, "Ini adalah misi yang diberikan padaku,"

"Lalu apa maksudmu menjadikan aku Shinigami, Toushiro?" seru Ichigo.

"Itu karena kau memang adalah Shinigami, Kurosaki."

"Apa?"

"Aku diutus seseorang untuk menarik keluar kekuatan Shinigami dari tubuhmu," Kata Hitsugaya.

"Siapa? Dan apa tujuannya?" tanya Ichigo. "Banyak hal yang tidak ku mengerti, Toushiro!"

"Seseorang yang juga seorang Shinigami. Tujuannya, kau harus membantu mengembalikan Konpaku ke Soul Society tempat akhir Soul ditempatkan dan mengalahkan Hollow seperti tadi dengan kekuatanmu itu, Kurosaki." Jelas Hitsugaya sambil melangkah mendekati Ichigo.

"Secara terperincinya, akan ku jelaskan di rumah. Yang jelas, kau bisa mengembalikan Soul yang tersesat di dunia ini. Masih banyak Soul yang kebingungan dan tak bisa ke Soul Society, dan hal itulah yang dimanfaatkan Hollow untuk memangsa mereka." Tambah Hitsugaya ketika tepat berdiri di depan Ichigo.

"Me-memangsa?" tanya ichigo.

"Iya. Para Hollow itu akan memangsa Konpaku yang tersesat di dunia ini, dan jika tidak dikembalikan secara cepat, mereka akan dimangsa Hollow dan setelah itu, mereka pun akan menjadi Hollow dan tak bisa kembali ke Soul Society. Dan mengembalikan konpaku itu adalah tugas Shinigami." Jelas pemuda mungil itu.

Ichigo terdiam, lalu menundukan kepalanya. "Apa yang kau katakan itu benar?" tanyanya.

"Ketahuilah, aku tidak pernah berkata bohong. " Sahut Hitsugaya.

"Apa dengan menjadi Shinigami, aku bisa membantu konpaku yang tersesat agar tak di mangsa Hollow?" tanya lagi masih menundukan kepalanya.

"Iya."

Ichigo langsung mendongakan kepalanya lalu memegang kedua bahu pemuda mungil itu. "Kalau begitu, aku bersedia! Aku bersedia menjadi Shinigami, Toushiro!" seru Ichigo. "Kalau dengan menjadi Shinigami aku bisa menolong para soul yang tersesat seperti Soffy, aku bersedia!"seru Ichigo dengan mata coklatnya yang tampak serius.

"Aku mengerti." Jawab Hitsugaya sambil melepaskan tangan Ichigo dari bahunya.

Ichigo tersenyum puas, "Seharusnya kau menjelaskan ini lebih cepat, Toushiro! Kau hampir membuatku stress tahu! Ayo, kita pulang. Sudah sore banget, nih. Nanti Yuzu khawatir lagi karena pulang telat." Ujar Ichigo sambil berjalan meninggalkan Hitsugaya.

'Maaf, Kurosaki. Aku tidak bisa bilang yang sejujurnya padamu tujuanku yang sebenarnya. Maaf.. tapi, ini demi keluargaku.' bisik Hitsugaya pelan. Sangat pelan. Sehingga suaranya kalah dengan suara angin yang berhembus.

"Woi, Toushiro! Ayo cepat!" seru Ichigo dari kejauhan.

"Iya, dasar cerewet!" balas Hitsugaya.

"Hah, apa yang kau bilang? Mau ngajak ribut, nih?"

"Ayo! Siapa takut, BAKA MIKAN!" seru Hitsugaya.

"A-apa. Ba-baka mikan kau bilang?"

"Kurang jelas, hah? BAKA MIKAN!"

Mungkin saat ini bukanlah waktu yang tempat untuk memberitahumu semuanya tentang ini. Tapi, aku berjanji, Kurosaki. Suatu saat nanti akan kuberi tahu semuanya dan siapa diriku yang sesungguhnya padamu.

Ya. Suatu saat nanti.


-TBC-


A/N : Gomen... baru bisa upadate! #jeger!

Gomenasai kalau banyak typo yang lulus sensor atau ceritanya yang gak jelas... T.T #sembah sujud

selanjutnya, saya akan berusaha untuk lebih baik lagi dalam karya-karya saya selanjutnya..

Maaf sebesar-besarnya.. saya tidak bisa membalas review kalian kali ini.. tapi, saya akan balas langsung lewat PM..

Terimakasih yang sebesar-besarnya buat para readers dan silent reader yang mau baca fic saya.. T.T #terharu

Ya, sudah.. akhir kata..

Ganbatte!


_Review?_