Title : Truth or Dare (ChanBaek Ver.)

Author : 8ternity

Rate : M

Genre : Romance, Hurt/Comfort

Main Cast : - Park Chanyeol

- Byun Baekhyun

Support Cast : find in story~

Summary : Truth or Dare? Baekhyun pilih truth? Baekhyun pilih dare? Pada dasarnya semua untuk Chanyeol. Karena Baekhyun cinta Chanyeol.

- BaekYeol / ChanBaek couple –

WARNING : THIS CHAPTER CONTAINS MATURE CONTENT/NC 21!

Semua yang 8ter tulis murni fiktif. Dan mohon maaf kalau ada kesamaan dengan ff lain atau bagaimana, karena ini memang murni hasil imajinasi pasaran 8ter. Mohon maaf ooc yah~ soalnya ini remake-nya ff VerKwan, jadi kalau gak suka boleh exit :D Juga bagi pembaca yang merupakan homophobic, atau anak di bawah umur boleh undur diri/eh. Karena 8ter gak mau menerima review yang gak membangun seperti menyatakan rasa jijik atau bagaimana dan ini merupakan ff rate m yang mungkin berefek buat readers yang di bawah umur (tapi gak ngelarang keras ya, kalau mau baca silakan ^^).

Happy reading ^^

Previous Chapter :

"Chanyeol! Aku mau keluar!" Aku memekik, karena tidak ada cara normal untuk sekarang. Aku tergesa untuk klimaks, dan aku benar-benar gila.

"Kau akan mendapatkan segera, baby. Aku.. ahh.. aku juga segera.." Chanyeol berbicara setengah menggeram, dan aku seketika menggeliat dibawahnya. Benar-benar merasa terpancing. Perutku teraduk, dan kepala penisku memerah di cengkraman Chanyeol. Aku tidak kuat.

"ANNGGHHHH!" Chanyeol mendorong begitu dalam dan kami mendapatkan puncak kami dengan begitu lemas. Lalu aku merasa ini seperti awal dan akhir. Ini gila dan fenomenal. Tidak ada orang di dunia ini yang memberi begitu banyak untukku. Dan aku mana mau melepas Chanyeol begitu mudah.

Chanyeol x Baekhyun

Truth or Dare

.

Chapter 7 :

Chanyeol's POV

Semuanya berjalan sesuai harapanku. Dan aku memang berpikir ini pantas, karena mendapatkan Baekhyun memberi lumayan banyak hal baru untukku. Baekhyun punya cukup panjang waktu berpikir, dan dengan sadar aku tahu dia menyiksaku tapi aku memang tidak bisa memaksa. Dia punya hak berpikir. Dan malam ini, entah apa yang terjadi. Dia begitu mudah membuka pintu apartement sama seperti mudahnya dia membuka selangkangannya untukku. Ini menyenangkan dan aku tidak bisa menahan diriku untuk memujinya.

Kami beres malam ini dan aku mendapatkan dia tidur begitu lelap. Kupikir dia lelah begitu setara dengan semua yang terjadi dan aku lakukan hari ini. Sebelumnya kukira dia sulit memaafkanku apalagi mengizinkanku pergi sejauh ini dan mendapatkan dia. Tapi begitu malam ini aku bertanya dan dia seketika mengijinkan dengan cara yang sempat membingungkan. Dia mengejutkan, dan aku sadar itu membuatku merasa begitu 'excited' dengan rasa yang unik.

Aku kembali memperhatikan Baekhyun, yang aku tidak mengerti mengapa begitu nyaman untuk kulihat. Karena aku tidak melihat Kyungsoo seperti ini. Tapi mengesampingkan semuanya, aku yakin alasannya adalah kecantikan Baekhyun. Dia cantik, dan dia menarikku sejak awal. Aku melawannya dan menganggap rasa tertarik teman, tapi nyatanya aku baru saja menyodominya. Aku terkekeh menyadari itu semua terasa menggelikan dan.. juga gila. Aku serta kehidupan tenangku yang kupikir akan sedatar biasanya mendapatkan Baekhyun yang begitu menarik dan mempesona. Aku tidak tahu jenis perasaan apa ini. Ketika aku merasa bahwa aku pria biasa dan memiliki seseorang cantik bersamaku, laki-laki mana yang tidak merasa begitu spesial? Baekhyun cantik, dia juga seksi, imut, dan lucu. Dia sangat ceria, dimana fakta ini membuatku merasa takut untuk membuatnya merasa sakit. Aku tidak mau menjadi alasan dia tidak tersenyum. Aku merasa sedikit tidak waras untuk gagasan ini, karena aku ingat kalau Baekhyun ini partner sex dan bukan siapapun yang spesial. Entah mungkin perasaan pada partner sex memang begini? Karena Baekhyun adalah partner sex pertama selain seorang one night stand ataupun mantanku dulu. Dan memang mungkin perasaan terhadap partner sex begini, aku akan menghargainya dan memperlakukan Baekhyun seperti yang kuinginkan dengan cara yang baik. Karena dengan memperhatikan dia yang tidur sekarang, aku ingin sekali membuatnya bahagia. Heol!

Ini tidak wajar dan memang tidak ada yang wajar sejak aku bertemu dia. Tapi aku bisa merasa hal yang kurasa tidak pantas sejak tingkahnya di rapat hari itu. Aku juga sadar kalau dia begitu luar biasa menggairahkan dan cantik saat itu. Aku merasa itu gila awalnya, dan siapa yang tahu kalau bahkan aku tidak bisa menahan diriku seperti dugaanku untuk setiap godaannya. Dia terlihat ekstrim dan aku menduga dia memuaskan.

Baekhyun tidur begitu lelap dengan bibir yang sedikit terbuka, itu terlihat manis dan aku menikmatinya dengan baik. Dia terlihat begitu normal sekarang, terlihat begitu polos dan murni. Aku seketika berpikir kalau dia masih orang yang begitu baik dan aku tidak salah memilih. Dia hanya seseorang yang perlu kepuasan dan begitu.. mengagumkan? Aku memuji terlalu jauh. Tapi aku juga tidak bisa berhenti menganalisa hal-hal baik tentangnya karena ini adalah hari pertama aku mengenalnya begitu dalam dan bebas. Mungkin seterusnya aku akan menemukan lebih banyak hal-hal menarik tentangnya. Dan aku merasa tertarik untuk itu. Dia pembicara yang manis, dan sejauh ini membuatku begitu nyaman. Bahkan aku tidak dapat merasakan lelah atau kantuk. Baekhyun luar biasa memulihkanku, menghilangkan rasa lelahku.

'Drrttt... drrttt'

Aku agak sedikit terkejut, smartphone milikku bergetar dinakas dekat kepalaku. Ini terasa agak janggal, dimana biasanya aku tidak mendapat telepon pukul segini.

Aku mengambil smartphone-ku dengan sedikit ragu, malas saja kalau itu malah telepon bisnis. Tapi melihat layarnya bahwa yang menelepon itu 'Kyungsoo', itu benar-benar hampir menjatuhkan rahangku. Aku agak sedikit bekerja keras untuk tidak bergerak berlebihan, khawatir Baekhyun yang jaraknya tidak bisa dibilang jauh malah terbangun. Aku berusaha menyambut dengan jarak sedikit jauh dari Baekhyun.

"Ya? Halo, Kyungsoo?" Ya Tuhan, ini sangat sulit. Dimana aku harus berbicara normal pada Kyungsoo, tapi juga harus dengan intonasi yang rendah demi menjaga nyenyaknya tidur Baekhyun.

"Kenapa belum pulang? Joonmyeon hyung sangat mengkhawatirkanmu!" Kyungsoo terdengar begitu manja dan merajuk dengan kata 'Joonmyeon hyung yang khawatir'. Sungguh itu tidak menghibur karena Kyungsoo tidak khawatir. Tapi aku malah hampir meringis dengan intonasi Kyungsoo yang sedikit terlalu nyaring.

Dengan reflek aku mengelus rambut Baekhyun saat Baekhyun melenguh, supaya Baekhyun tidak terbangun. Aku mengatur napasku dan berancang-ancang sebelum menjawab. Aku benar-benar harus terbiasa begini, karena sekarang aku punya Baekhyun.

"Hei sayang, maafkan aku. Tolong katakan pada Joonmyeon hyung bahwa aku lembur. Bisa kan?" Aku mengakhiri dengan cepat saat napas Baekhyun terdengar tidak begitu tenang.

"Oke... bye bye." Kyungsoo menutup telepon dengan cepat dan akhir yang begitu mengecewakan.

Aku meletakkan smartphone dengan perlahan pada tempat sebelumnya. Merasa agak kecewa dengan percakapan bersama Kyungsoo sebelumnya, sampai rasa kecewa itu menjadi desir tenang saat kembali menatapi Baekhyun. Aku mau mengerti Baekhyun dengan menjaga perasaannya, tadi itu terasa begitu. Dan aku begitu bersyukur Baekhyun tidak terbangun. Lalu dengan insting jenis apa, aku mendekati Baekhyun. Memeluknya dan berharap dia nyaman dipelukanku, dia saja kalau tidak Kyungsoo yang begitu nyaman dalam pelukanku. Dia saja kalau tidak Kyungsoo yang bersyukur bersamaku.

Chanyeol's POV End

.

.

Hari sudah pagi, tapi si bos masih tidur seperti bayi. Baekhyun bahkan sudah harum setelah mandi dan mencoba memasak sesuatu. Ibunya memiliki sebuah restoran, dan dia pikir dia memiliki bakat terselubung untuk memasak dengan lezat. Baekhyun merasa dia bisa membuat sesuatu untuk Chanyeol, dia tidak tahu Chanyeol suka apa, tapi Baekhyun akan membuat sebaik mungkin.

Dia bersenandung dipagi harinya yang terasa menyenangkan. Tadi malam dia melakukan yang dia impikan bersama si bos yang tampan, lalu bangun pagi dalam pelukan Chanyeol. Baekhyun sangat merasa beruntung, Chanyeol sangat tampan dan ternyata juga sangat manis. Dia bangun dengan pemandangan indah Chanyeol dan membuatnya harus terbiasa dengan pemandangan yang mungkin akan lebih sering dia lihat. Lalu mandi pagi masih dengan senyum cerianya, serta memasak seperti istri yang berbakti. Wow, istri? Bukankah khayalan itu sangat tinggi? Baekhyun meringis untuk kegilaannya, dia mencoba fokus memasak. Memotong sayur dengan perlahan agar tidak memotong jarinya. Memang harusnya begitu, karena Baekhyun memasak seperti siput. Serius lama, dan seketika dia memasak begitu cepat. Hanya khawatir Chanyeol bangun dengan kelaparan dan dia terlambat dengan masakannya. Oke, fantasi yang sempurna. Dia cantik, seksi, imut, serta pintar memasak. Chanyeol akan membutuhkannya begitu banyak mulai hari ini. Dia terkekeh, dan itu terlihat gila. Baekhyun seperti tidak waras, atau memang sudah tidak waras. Siapa orang yang tergoda bibir bosnya? Baekhyun. Siapa yang rela berseks ria dengan pelacur gara-gara bosnya? Baekhyun. Siapa yang menggodai bosnya? Baekhyun. Siapa yang tidak pergi ke kantor dan mendekam dikamar seperti tahanan depresi? Baekhyun juga. Dan siapa yang mengangkang serta mendesah malam tadi? Jelas itu Baekhyun. Sudah jelas dia gila.

Okey, dia masak, dan setahunya dia sendiri serta pagi itu sunyi sebelum dia dapat back hug yang terasa hangat dan harum tubuh natural yang dia dapat sejak tadi malam. Oh ya Tuhan, Baekhyun menelan saliva nya agak berat. Bagaimana bisa Chanyeol datang tanpa suara dan memeluknya dengan aroma yang mengingatkannya pada seks tadi malam? Pagi menjadi sensitif untuk banyak laki-laki, dan Baekhyun juga menjadi sensitif saat Chanyeol mencium tengkuknya. Baekhyun memutar tengkuknya geli, mencoba berkelit dari serangan Chanyeol. Chanyeol hanya tertawa tetap menciumi Baekhyun yang memeranginya dan berusaha fokus dengan pisaunya.

"Chanyeol, aku bisa saja membuat diriku terluka. Tolong sudah dulu." Baekhyun setengah merinding saat Chanyeol terkekeh dikulit lehernya. Ini di luar ekspektasi Baekhyun. Dia kira Chanyeol setidaknya akan merajuk, bukannya tertawa begitu. Lalu Baekhyun mencoba menatap Chanyeol di balik punggungnya. Dan malah mendapatkan ciuman kecil di bibirnya.

"Selamat pagi, baby." Chanyeol berbisik begitu lembut dan manis. Baekhyun berusaha meredam detak keras jantungnya.

"Nyaring sekali, baby." Chanyeol terkekeh, dan Baekhyun tahu itu suara jantungnya. Kemudian Chanyeol memeluknya begitu lembut.

"Jantungmu, untuk siapa dia berdetak?" Chanyeol bertanya dan menyesap aroma Baekhyun.

"Apa bisa dia berdetak untukku, hmm?" Chanyeol menciumi lagi tengkuk Baekhyun.

Baekhyun mendapatkan kupu-kupu yang banyak didadanya untuk mulut manis dan godaan bibir Chanyeol. Chanyeol tidak mau berhenti, dan Baekhyun merasa sedikit gila dengan godaan ini. Dia berhenti memotong dan sedikit mencengkeram meja, karena Chanyeol yang menggila menjilati daun telinganya. Baekhyun berjuang untuk tidak mendesah, nafas terputus-putus dan nafsunya mendesak. Chanyeol seperti kelaparan, mengusapi dadanya dari luar pakaian. Memilin dan memelintir putingnya. Baekhyun kegelian, geli yang menggelitik titik nikmatnya. Sampai dia menggeliat penuh pasrah, menggerakkan sensual tubuhnya dengan reflek pantatnya menggeseki penis Chanyeol. Membuat Chanyeol menggeram begitu dalam dirongga telinganya. Baekhyun menggigit bibirnya, benar-benar berusaha serta meremasi tangan Chanyeol di dadanya. Sampai Baekhyun menyerah.

"Anngghhhhh..." Baekhyun mendesah lirih, begitu lirih dan lembut tapi menusuk kewarasan Chanyeol. Chanyeol mengaduh dalam hatinya, Baekhyun membuatnya separuh sadar dan penisnya mengeras sempurna di dalam celananya. Baekhyun yang terus bergerak menggeseki penisnya, dan Chanyeol tidak bisa kompromi dengan penderitaannya saat ini. Baekhyun harus membayarnya, Chanyeol tidak mau tahu. Karena sungguh ini pertama dalam hidupnya untuk merasa horny parah di pagi hari. Apalagi punya partner sex yang sialan menggoda seperti Baekhyun, itu stimulus luar biasa untuk paginya.

Chanyeol bukannya puas menggodai Baekhyun, tapi dia malah menderita mendapatkan penisnya yang keras dan jiwa liarnya yang berkoar-koar minta lubang analnya Baekhyun, karena tadi malam dia sudah cukup gila dan sangat tahu seberapa memuaskan lubang Baekhyun dan itu terasa begitu cocok diisi olehnya.

Chanyeol membalik tubuh Baekhyun dengan begitu cepat dan mengejutkan. Membuat Baekhyun kehilangan seketika sensasi godaan dari Chanyeol dan membuatnya malu dengan kelakuan kurang belaiannya. Tapi Chanyeol tidak memberikan kesempatan, Chanyeol kembali membawa Baekhyun pada 'dunianya'. Dia menciumi Baekhyun dengan ganas, tapi Baekhyun mengimbanginya dengan tenang dan kalau namanya suka seks, tentu Baekhyun tetap mengikuti hasrat Chanyeol. Karena sepertinya Chanyeol suka yang liar, dan Baekhyun mengencangkan hisapannya pada bibir atas Chanyeol yang terasa tipis dan lembut, Chanyeol menyedoti bibir bawahnya. Baekhyun memberikan Chanyeol bibir bawahnya dengan senang hati, karena berciuman itu lebih enak menyedot bibir bawah, teksturnya lebih kenyal dan tebal. Dan untuk Chanyeol, Baekhyun akan memberikan semua bagian terbaik tubuhnya. Baekhyun menikmati permainannya, tapi Chanyeol memajukan level begitu cepat, lidahnya memasuki mulut Baekhyun.

"Aangghhh... eeuuhhhh.." Baekhyun membuka mulutnya di tengah kegiatan Chanyeol menyedot bibir bawahnya beberapa kali. Chanyeol memasukkan lidahnya dan dengan liar mengapit lidah Baekhyun.

"Eeuuhhh... eeuummhhh..." Baekhyun mencoba bertahan di akal sehatnya saatnya Chanyeol menyedot-nyedot lidahnya seperti lolipop, membuat permukaan sensitif lidahnya merasakan kekenyalan bibir Chanyeol dan garukan sensual gigi-gigi Chanyeol. Chanyeol bergumam random, dan mengirimkan getaran ke lidah Baekhyun.

"ahhhh... aahhhhhhhh.." Baekhyun merasakannya dan terasa nafsunya yang terkikis cepat oleh geli yang bergetar. Baekhyun refleks mencengkeram Chanyeol dan menariknya mendekat, Chanyeol dengan senang hati menempelkan tubuh mereka. Mencengkeram tengkuk Baekhyun, menyesap lidah Baekhyun lebih dalam.

"Enngghhh... sshhhh... mmmhhh" Baekhyun mendesah nyaring, nyaris seperti meringis. Baekhyun hampir menangis dengan kegiatan Chanyeol meremasi pantatnya dan menariknya, menggeseki penis mereka. Penis Chanyeol tercetak di celana dalamnya, dan Baekhyun merasa dengan jelas tonjolan penis Chanyeol di penis nya. Chanyeol sengaja menggeseki kepala penisnya, Baekhyun hampir membanting diri di counter seandainya Chanyeol tidak menahannya dan mengelusi punggung Baekhyun dengan satu jari.

"Hei, Baekhyun, apa menurutmu dengan fingering?" Chanyeol tiba-tiba berhenti menciumnya dan bertanya hal yang sensitif. Baekhyun suka fingering jadi Baekhyun hanya diam dengan telinga memerah.

"Aku tau kau suka." Chanyeol berbisik dan melucuti Baekhyun tiba-tiba serta dengan tatapan yang tak terbaca dan seringaian, tubuhnya turun menghirup aroma Baekhyun dan dengan kekehan sebelumnya mengcupi penis Baekhyun yang berdiri dengan singkat.

"Aanngghhhh! Uuuhhhh.. ssshhh.." Baekhyun mendesah nyaring serta menggeliat tidak tahu malu untuk ciuman singkat dan hisapan Chanyeol yang sangat cepat dan tepat di kepala penisnya.

Chanyeol kemudian berdiri dengan cepat, menarik bahu Baekhyun dan membalik kembali tubuh Baekhyun menghadap counter lalu menekan tubuh Baekhyun pada counter, membuatnya menungging. Baekhyun dibuat tidak mengeti dan malu dengan keadaan sebelum ia bisa mendengar suara menjilat yang nyaring, Baekhyun tebak Chanyeol mungkin saja sedang membasahi jarinya, karena suaranya sangat becek dan suara sedot-menyedot juga terdengar. Baekhyun ingin melihat, tapi Chanyeol menahannya dengan telak. Sehingga dia hanya bisa pasrah dengan keadaan begini di tangan si bos tampan dengan hormon tak terduga.

"Tidak usah pakai lube ya? Aku malas mengambilnya di kamar." Baekhyun hanya diam membiarkan Chanyeol menikmatinya sesuka hatinya. Baekhyun mendapatkan sedikit banyak jeda, sampai rasanya dia ingin berbalik, tapi kembali bertahan saat merasa Chanyeol melebarkan pahanya dengan perlahan namun juga tegas. Ada jeda lagi sebentar, dan Baekhyun bisa merasakan usapan seperti usapan satu jari di bagian tulang belakangnya. Membuatnya meremang dan bergetar kecil, usapan itu terkadang menekan sensual. Lalu turun menuju pinggang Baekhyun, hingga sekarang tangan kiri Chanyeol yang besar mencengkeram pinggul kirinya. Lalu jeda yang agak lama lagi.. dan..

"Angghhh! Annnhhh, Chanhhh!" Baekhyun berteriak dan mendesah cepat, saat Chanyeol menghisap dan menjilati analnya. Oouuhh,, nikmat sekali astaga, dan Baekhyun ingin Chanyeol memasukinya dengan cepat. Baekhyun serius merasa gila, dimana dia sangat sensitif dan stimulus Chanyeol sialan tepat memperdayanya.

Chanyeol tertawa, dan lalu menghisap lubang Baekhyun dengan sangat keras.

"Aaaahhh! Ya Tuhan! Masukkan aahh! Akuhhh mmmhhh! Ssshhh.." Baekhyun menggila mencakar counter mencari pegangan, saat penisnya membentur sisi besi counter yang dingin dan membuatnya makin berdiri.

Chanyeol tertawa dan melepas diri, itu membuat Baekhyun mendesah lega. Lalu dengan jahil memutar jari tengahnya di permukaan lubang Baekhyun. Baekhyun mendengung dan Chanyeol melihat lubang Baekhyun berkedut, itu terlihat lapar sekali berwarna merah muda dan tampak ketat.

"Prostat, kau tahu kan? dia kecil seperti kacang walnut, tapi dia yang mendorong sperma saat ejakulasi." Chanyeol menjelaskan, memasukkan perlahan jari tengahnya dan menangkap Baekhyun bergerak tidak nyaman.

"Letaknya di dekat rektum, dibawah kantung kemih.." Chanyeol kembali menjelaskan, menahan tubuh Baekhyun yang bergerak menggeliat dan menahan hasrat saat lubang Baekhyun menarik jarinya lebih dalam. Dia tertawa mendengar nafas Baekhyun kacau lalu dengan perlahan menuju prostat Baekhyun, berniat menggodai Baekhyun lebih dan lebih, dia menikmati respon Baekhyun yang luar biasa seksi.

"Aahh!" Baekhyun memekik kecil saat Chanyeol menyentuh sedikit prostatnya. Rasa khas di tumbuk dengan nikmat kembali dan membuat Baekhyun menggeliat-geliat, mencoba memasukkan jari Chanyeol semakin dalam.

"Sabar.. shh.. sayang.. lubangmu menyempit.." Chanyeol terengah dan terkejut, dimana dia yang berniat menggodai Baekhyun malah berusaha sekuat mungkin melanjutkan fingering nya. Baekhyun dengan desahan dan tindakan minta diperkosanya itu sangat membuat Chanyeol merasa membutuhkan Baekhyun.

Chanyeol menelan berat salivanya, kemudian dengan perlahan membengkokan jarinya kearah dinding perut Baekhyun dan menekan lembut bagian tengah prostat Baekhyun.

"Ahhh... uuhh... aaaahhh..." Baekhyun mendesah disetiap tekanan yang Chanyeol berikan, lalu Chanyeol dengan senang hati menikmati desahan Baekhyun yang dia mainkan. Dia menekan kuat prostat Baekhyun, sekedar ingin melihat respon yang akan Baekhyun tunjukkan.

"Aannggghhh! Chanhhhh! Tusuk akuu! Sodomi akuhh.. ssshhh... aahhh..." Baekhyun berteriak nyaring dan Chanyeol tertawa untuk desahan nyaring Baekhyun, dia menekan semakin cepat dan kuat, suara basah sudah terdengar sekali. Chanyeol menelan berat saliva nya lagi, saat Baekhyun terlihat kacau dan memabukkan. Chanyeol berusaha untuk bertahan, dimana kesabarannya terkikis dengan ekstrim oleh desahan dan kebinalan Baekhyun.

"Aanngghhh! Chanhh! Chanyeolhh! Sodok akuhh sayanghh! Aahhh! Masukkan penismu! Aku... aahhh! Chanyeolhh..." Baekhyun tergeletak pasrah dengan punggung yang sesekali melengkung dan jari-jari Chanyeol yang mengocok lubangnya. Nafas mereka sama-sama memburu, jantung mereka terpacu. Baekhyun tersedak desahannya. Dan Chanyeol tidak sanggup lagi menahan diri saat dimana dia menyaksikan seseorang yang seksi dan menggoda, mendesah pasrah saat jarinya menekan prostat dan mengklaim tubuh si seksi ini. Chanyeol mendengung, dan seiring dengungannya menjadi geraman, semakin kuat dia mengocoki lubang Baekhyun, memanggil setan dan kegilaan mendekati mereka.

"Aaaaaaaaaahhhhhhhh! Chanhhh! Tusuk! Shhhh! Ngahh mmhhh! Astagahh! Enakhhhh! Chanyeol! Penis! Ahhh..." Baekhyun berbicara dan berteriak random, Chanyeol merasa bahwa ini membuatnya gila. Dia dengan cepat melepas jarinya, membuat Baekhyun melenguh kehilangan. Dan dengan cepat Chanyeol melepas celananya dan menusuki penisnya pada lubang Baekhyun, penisnya benar-benar butuh ini.

"Aahhhh..." Chanyeol mendesah antara lega dan nikmat, penisnya kembali pada tempat favoritnya.

"Aanhhhh... Ah!" Baekhyun mendesah hampir terisak, kehilangan yang cepat dan pengisian yang cepat. Baekhyun suka cara Chanyeol memasuki dan memainkannya. Benar-benar puas dan nyaman, dalam dan besar juga. Baekhyun mencintai penis Chanyeol yang membuatnya melolong meminta, membuatnya merasa membutuhkan dan bagaimana cara Chanyeol memuaskan rasa membutuhkannya.

"Aku suka ahhh! Sodok aku boss! Hhhmmmm! Sodok akuhh!" Baekhyun mencengkeram sisi counter dan berteriak seperti kesetanan dimana Chanyeol menjadi terpanggil, bergerak terlalu cepat dan tepat menumbuk prostatnya.

"Aaannnhhhh! Aaahhh! Ah! Ah! Nikmathhh! Aahhh!sangat nikmat! Uuhhh! Sshhhh! Chanh! Chanhh! Ah! AH! AH!" Baekhyun berteriak dengan desahan dan mulai menangis saat nikmat yang dia dapatkan melebihi batas tampungnya. Ini sangat banyak, sangat nikmat. Dan Baekhyun merasa pikiran dan kewarasannya lepas. Dia menangis dan mendengung dengan setiap tusukan Chanyeol, nafas Baekhyun yang benar-benar memburu. Ini gila, astaga... Baekhyun benar-benar merasa kesadarannya hilang, dia melapaskan semuanya untuk tusukan Chanyeol dan helaan nafas kasar Chanyeol, umpatan kasar, gerakan kuat, dan tubuh seksi Chanyeol.

"Aaarhhhhhhhggg! Segera sayang! Aahhhhh" Chanyeol berteriak serak dan mendesah dengan nafas boros.

Baekhyun mengerti maksud Chanyeol, dia menangis dan menggeleng kasar dimana dia sudah tidak tahan. Lalu gerakan Chanyeol menjadi sangat cepat, menumbuk prostat oversensitive nya dan mengaduk pikirannya.

"AANNGGGHHHHHH!" Mereka berteriak dan mendesah kuat, hampir bersamaan mencapai klimaks.

Nafas mereka berburu, lalu Chanyeol lebih dulu terkekeh dan melepas penisnya.

"Baekhyun, mandilah lebih dulu, aku yang akan pesan makanan. Hari ini aku dan kau tidak akan ke kantor. Ayo cuddling dan selesaikan design mu." Chanyeol mencium punggung Baekhyun dan Chanyeol pergi lebih dulu.

Baekhyun terkekeh dan merasa memenangi Chanyeol kembali. Dia mulai mempelajari Chanyeol. Dimana dia bisa menjadi liar dan manis dengan cepat. Baekhyun suka kegiatan berikutnya, cuddling dan mengerjakan design. Waktunya sangat menyenangkan hari ini.

.

TBC/END?

LAMA BANGET DAN 8TER BARU KAMBEK SEKARANG TT

Note : HAI SEMUA YANG 8TER CINTAI :** akhirnya bisa update TT demi apa dapat WB bagian naena -_- perlu asupan lucknut kayanya TT makasih dah nunggu dan nagih di review TT maafkeun aku yang serasa menggantung kalian TT

Last, ayo berteman di ig elsa_putrilestari, komen or dm yah bilang kalian readers, pasti bakal di follback ^^ THANKS GUYYSSS ::****

And as before, sorry kalau ada typo nama, ini ff remake dari Verkwan ya TT

First I wanna say THHHAAAANKKSSSSS A LOOOTTT BUAT YANG REVIEW, FOLLOW, DAN FAVORITE :****

Special Thanks To

Jung Minjii | baekchann18 : sok atuh, dibaca lanjutannya buat tahu next ceritanya ^_^ | mutianafsulm | Jung HaRa | LordLoey | chalienB04 | harinahn | Luhan ssi | Brida Wu | Lapcy614 | milkybaek | kimi2266 | BAEKBAEK04 | Baekechantol | Sitachaan | angelbear61 | selepy | karl(guest) | alis6104 | sweetlight614 | sweetlight614 | sweetlight614 | SHEVANNY DISPATCH | SHEVANNY DISPATCH

Sorry kalau gak disebut ya~~ Review lagi~~ ^^