LeChi's project proudly presents

.

.

.

CAFEIN for AFED 2016 : ToD Surprise Drabble

.

.

.

Kuroko no Basuke (c) Fujimaki Tadatoshi

Kuroko no Basket milik Fujimaki Tadatoshi. Kami tidak mengeruk keuntungan materil atau komersil sama sekali dalam membuat fanfiksi bersama ini.


ToD Surprise Drabble:

.

.

Rexa Anne

.

.

.

Warning: OOC, typo, AU, shounen-ai/Boys Love, Surprise genre and rating, Be Aware!


Dare Prompt : Seijuurou Mengajak Kouki Terjun Payung


Kouki gemetaran. Keringat dingin membanjiri tubuhnya, dan tangannya begitu dingin padahal saat ini bukan musim dingin. Cuaca hari ini justru sangat cerah, mentari bersinar hangat, semilir angin berembus sepoi-sepoi dan langit sangat bersih tanpa dinodai awan-awan sedikit pun.

Namun tetap saja Kouki gemetar seolah kedinginan—errr, mungkin sebenarnya lebih tepat dikatakan ketakutan. Ya, Kouki ketakutan sejak Seijuurou dengan senyum maut yang selalu membuat hatinya ketar-ketir dan dirinya semaput akibat pesonanya yang sukses membuat Kouki mabuk, mengumumkan bahwa mereka sebentar lagi akan mengikuti acara tour honeymoon mereka, skydive session.

Pupil sebesar biji semangka itu membelalak sebentar lalu mengerjap dalam horor. Alasannya simpel, Kouki takut ketinggian. Dan demi apa mereka jauh-jauh honeymoon ke Hawaii, yang seharusnya digunakan untuk pelesir ke pulau-pulau nan eksotik yang ada di sini, atau berenang dengan lumba-lumba—hal yang Kouki selalu impikan—tapi kenyataannya malah Kouki harus berhubungan lagi dengan udara dan ketinggian.

Oke, udara bukanlah yang menjadi soal, tapi skydive adalah hal yang menyangkutkan keekstriman olahraga di udara dan ketinggian. Kouki langsung pucat.

"Sei, a-aku rasa kali ini aku tidak ikut, ya?" ujarnya takut-takut sambil memeluk bantal sofa. Menyembunyikan tangannya yang gemetar.

Seijuurou menaikan sebelah alisnya. Agaknya Seijuurou sedikit salah fokus karena ekspresi takut Kouki. Ekspresi Kouki ketakutan adalah salah satu ekspresi terfavorit Seijuurou. Ah, kenapa mendadak suhu udara di Hawaii memanas?

Berdeham, Seijuurou bertanya. "Kenapa Kouki?"

"Aku tidak ikut ya?" ulangnya lagi.

"Kouki, pertanyaanku kenapa bukan apa."

Nyali Kouki semakin menciut, tapi daripada menderita lebih baik bilang saja. Seijuurou tidak akan marah kan?

"Sei lupa? Aku takut ketinggian," cicitnya pelan sambil membenamkan wajah ke bantal sofa.

Seijuurou tersenyum dan membelai rambut sewarna kayu manis itu dengan sayang.
"Kan ada aku. Kau tak perlu takut aku tak akan melepaskanmu."

"Tapi Sei, untuk naik pesawat ke sini saja aku sudah hampir pingsan. Kalau harus lompat dari pesawat untuk skydive aku bisa mati!"

"Kouki tenanglah, semua sudah terkendali, toh kita memakai parasut, jadi tidak akan terjadi apa-apa. Lagipula aku sudah lama ingin melakukannya bersamamu. Melihat keindahan dari atas dan merasakan angin yang membawa kita untuk terbang sejenak. Ada sesuatu yang harus kaulihat dari atas Kouki. Karena itu aku mohon padamu jangan batalkan rencana kita. Ya?" ujar Seijuurou sambil mengecup pelan puncak kepala Kouki.

"..."

Dan siapalah Kouki yang bisa menentang keinginan Seijuurou, pria muda dengan keinginan paling absolut. Hati Kouki saja bisa dia dapatkan, apalagi urusan bujuk-membujuk si pemilik hati.


~Fin~


Special thanks: Rexa Anne.

Readers and Reviewers, mind to give review? ;)